cover
Contact Name
Muhammad Ikhsan Ghofur
Contact Email
ikhsan.ghofur@uinssc.ac.id
Phone
+6285292771834
Journal Mail Official
empower@syekhnurjati.ac.id
Editorial Address
Fakultas Dakwa dan Komonikasi Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Kampus 3: Jl. Perjuangan By Pass Sunyaragi, Kota Cirebon, Jawa Barat, Indonesia. 45132
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal empower : jurnal pengembangan masyarakat Islam
ISSN : 2580085X     EISSN : 25800973     DOI : https://doi.org/10.24235/empower.v10i2
Core Subject :
Jurnal Empower : Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam is an open access and peer-reviewed journal of the Muslim Society Development. The goal of this journal is community development in various fields of life especially in rural sociology, development sociology, Corporate Social Responsibility (CSR), social welfare, social demography, community development management, community development in disaster management, community education, communication development, creative economy, and gender. This journal is publishing original research articles and all papers are peer-reviewed by at least two reviewers.
Arjuna Subject : -
Articles 157 Documents
ASSET-BASED COMMUNITY DEVELOPMENT : STRATEGI PENGEMBANGAN MASYARAKAT Mirza Maulana Al-Kautsari
Empower : Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/empower.v4i2.4572

Abstract

Asset-based Community Development (ABCD) merupakan salah satu pendekatan dalam pengembangan masyarakat. Kekuatan terbesar dalam menunjang kesejahteraan masyarakat adalah potensi dalam diri sendiri, masyarakat telah lahir, hidup dan berkembang sehingga memiliki aset. Potensi tersebut tentunya dapat dijadikan aset sebagai strategi pemberdayaan masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk menjelasakan secara detail tentang strategi pengembangan masyarakat melalui pendekatan Aset dengan porgam ABCD dan melihat terkait dampak dari pelaksanaan progam tersebut dalam menunjang kesejahteraan masyarakat. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa aset yang terdapat dalam masyarakat adalah Aset manusia, Aset alam, Aset ekonomi, Aset sosial, Aset Fisik, Aset Tradisi-Budaya dan Aset Spiritual. Sedangkan proses dalam pelaksanaan progam tersebut terbagi menjadi 5 (Lima) tahap, yakni Discovery (Pengkajian), Dream (Impian), Design (Prosedur), Define (Tujuan), Destiny (self determination). ABCD mengajarkan kepada masyarakat bahwa sesungguhnya kesejahteraan suatu daerah itu bukan bergantung kepada bantuan dari pihak luar namun ditentutakan oleh potensi yang ditumbuh kembangkan oleh masyarakat itu sendiri.
PEMEKARAN DESA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KEHIDUPAN MASYARAKAT Meli Lutpiah; Suryadi Suryadi; Fuad Faizi
Empower : Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 2 No. 2 (2017)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/empower.v2i2.4635

Abstract

ABSTRACT Village Desa Kramat Jaya is a result of the division which was originally a part of the village Werasari. Expansion of the village is one of the steps the government in the distribution of development in an effort to improve the welfare of society through a policy of regional expansion. This research method is descriptive qualitative method with data collection through interviews, observation, documentation and literature. The results of his research is the process of expansion Desa Kramat Jaya stems from government policies as a driver of the expansion, public aspirations at the hamlet, village expansion plan study Kramat Jaya at the village level, the submission to the expansion of local government, and the inauguration of Desa Kramat Jaya. The division has implications for the lives of the people in the village of Kramat Jaya, such as government reform Desa Kramat Jaya, the impact of the reallocation of village on the lives of farmers through the establishment of Farmers Group Association (Gapoktan), and increased welfare through the development of infrastructure such as, village offices, village health post (Poskesdes), rural roads, rural feeder roads, retaining walls (TPT) or irrigation channels, and kiosks.  Keyword: process, the implications, the expansion of the village, the community  
DAMPAK PENGADAAN TANAH UNTUK PEMBANGUNAN BANDARA INTERNASIONAL JAWA BARAT (BIJB) BAGI MASYARAKAT PEDESAAN (Studi Kasus Desa Sukamulya Kecamatan Kertajati Kabupaten Cirebon) Ahmad Syifa
Empower : Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 2 No. 2 (2017)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/empower.v2i2.4636

Abstract

ABSTRAK Pembangunan BIJB merupakan ruang representasi dari kepentingan rantai korporasi multi nasional melalui skema MP3EI yang sekarang menjadi acuan utama proyek-proyek pembangunan di Indonesia. Melalui skema Public Private Partnership beberapa korporasi besar bergabung serta pemerintah pusat melalui Kemenhub dan Pemerintah Daerah bekerja sama untuk mensukseskan pembangunan BIJB. Tujuan untamanya adalah membangun konektifitas antar wilayah untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi yang mempercepat sirkulasi bisnis dan memperbesar akumulasi keuntungan. Namun, untuk tujuan itu justru mengancam penggusuran ruang hidup masyarakat Sukamulya. Dalam proses pengadaan tanah di Sukamulya, ada dua fenomena yang cukup krusial dampaknya bagi masyarakat Sukamulya, yaitu peristiwa 17 November 2016 dan maraknya spekulan tanah dalam bentuk bisnis rumah hantu. Yang pertama, memberikan dampak secara langsung, yakni dampak fisik dan psikologis sosial yang dialami masyarakat. Sementara yang kedua, maraknya spekulasi bisnis pembebasan lahan, menjadi dampak yang tidak langsung dari adanya proyek BIJB, yang memicu terjadinya perpecahan hubungan sosial yang terbangun bertahun-tahun. Kata Kunci: Pembangunan BIJB, Ruang Hidup, Dampak.
LIFE SKILL DI PESANTREN UPAYA PENINGKATAN DAN PEMBERDAYAAN SANTRI (Studi Kasus di Ponpes Amparan Djati Desa Cisaat Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon) Syaeful Rohman
Empower : Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 2 No. 2 (2017)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/empower.v2i2.4638

Abstract

ABSTRAK Berangkat latar belakang tersebut, penulis menyoroti permasalahan pada (1) Bagaimana proses penerapan life skill yang dilakukan terhadap santri Pondok Pesantren Amparan Djati?, (2) Bagaimana implikasi program life skill terhadap keterampilan dan keahlian santri di Pondok Pesantren Amparan Djati?, Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di Pondok Pesantren Amparan Djati Desa Cisaat Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Objek dalam penelitian adalah Santriwan- santriwati Pondok Pesantren Amparan Djati, informan dalam penelitian adalah pengurus Yayasan, Pimpinan Pesantren, Asatidz, Guru dan masyarakat sekitar Pondok Pesantren Amparan Djati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan program life skill di Pondok Pesantren Amparan Djati dinilai sangat penting dan di butuhkan oleh para santri. Ada beberapa permasalahan yang di hadapi baik bagi pihak penyelenggara maupun santri yang mengikuti. Untuk pesantren merasa belum mampu memakasimalkan program life skill perbengkelan dikarenakan kurangnya guru yang mengajar dan mesin jahit yang diperoleh dari bantuan/sumbangan dari donatur ini masih kurang layak. Namun implikasi dari kegitan pemberdayaan ini sangatlah dirasakan oleh santriwan-santriwati Pondok Pesantren Amparan Djati. Kata Kunci: Life Skill, Pesantren, Pemberdayaan Santri.
AKULTURASI ADAT DAN HUKUM ISLAM TERKAIT HARTA WARISAN SUKU MINANGKABAU Muhammad Ikhsan Ghofur
Empower : Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 2 No. 2 (2017)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/empower.v2i2.4639

Abstract

ABSTRAKMinangkabau adalah suku yang menggunakan sistem matrilineal di mana garis keturunan ibu digunakan. Sistem matrilineal yang diadopsi ini juga mempengaruhi kepemilikan properti yang dimiliki oleh suku ini yang sebagian besar dimiliki oleh perempuan dan dikelola dari ninik (nenek / jangkar) hingga mamak (paman) kemudian dari mamak (paman) hingga kemenakan (keponakan). Selain itu, setiap anggota suku berkewajiban untuk mengembangkan properti itu sehingga mereka tidak memiliki hak atas properti yang dikembangkan. Setelah Islam memasuki wilayah Minangkabau, terjadi transformasi posisi properti rakyat, orang-orang Minangkabau menjadi lebih fokus pada properti keluarga mereka sendiri karena properti suku menjadi properti alternatif. Pemisahan properti dilakukan, yang mana milik orang-orang yang disebut properti warisan dan masih menggunakan sistem adat yang diwariskan, dan properti keluarga yang disebut properti pendapatan di mana hukum Islam digunakan untuk mengatur warisan. Kata Kunci: Minangkabau, Warisan, Properti Warisan, Properti Pendapatan.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA PERNIKAHAN DINI PADA KALANGAN REMAJA (Studi Kasus Di Kelurahan Gegunung, Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon) Ati Sugiarti
Empower : Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 2 No. 2 (2017)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/empower.v2i2.4686

Abstract

ABSTRAK Usia pernikahan pertama bagi perempuan menjadi gambaran perubahan sosial ekonomi yang terjadi dalam masyarakat. Penggeseran ini tidak hanya berpengaruh terhadap potensi kelahiran tetapi juga terkait dengan peran dalam pembangunan bidang pendidikan dan ekonomi. Dengan berbagai dampak dan resiko yang ditimbulkan dari usia pernikahan pertama terutama yang terlalu muda, namun lain halnya dengan warga kelurahan gegunung, pasalnya banyak sekali kalangan remaja yang menikah pada usia yang terbilang masih muda. Dalam penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif, dengan informan sebanyak sepuluh remaja yang menikah dini. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Dalam menganalisis data digunakan dengan tiga alur yaitu reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Sedangkan hasil penelitian menunnjukan bahwa faktor pendorong pernikahan dini di kelurahan gegunung, kecamatan sumber kabupaten Cirebon adalah ekonomi, budaya dan hamil di luar nikah. Dan dampak dari pernikahan dini tersebut adalah ekonomi rendah, rawan terkena penyakit serta kekerasan dalam rumah tangga. Kata Kunci: Pernikahan Dini, Faktor Pendorong, Dampak
Tanggapan Anak Asuh Terhadap Pelayanan Sosial di PSAA Budhi Bakti Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta Heru Dwi Herbowo
Empower : Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/empower.v4i2.4892

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang tanggapan anak asuh terhadap pelayanan sosial di Panti Sosial Asuhan Anak‘Budhi hakti’ Wonosari, Gunung Kidul D.I. Yogyakarta yang meliputi: (A) karakteristik anak asuh, (1) tanggapan anak asuh terhadap pelayananfisik, (2) tanggapan anak asuh terhadap pelayanan pendidikan, (3) tanggapananak asuh terhadap pelayanan bimbingan sosial, (4) tanggapan anak asuhterhadap pelayanan bimbingan mental dan kerohanian, (5) tanggapan anakasuh terhadap pelayanan bimbingan keterampilan.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan Mix Method melalui metode deskriptif. Obyek dari penelitian ini adalah semua anak asuh yang sedang berada di PSAA ‘Budhi Bhakti’ dengan jumlah 40 orang responden. Teknik pengumpulan data yang digunakandalam penelitian ini adalah wawancara, angket, observasi dan studidokumentasi, sedangkan data yang diambil meliputi sumber data primer dan sekunder. Pada penelitian ini menggunakan metode Sequential Explantory(Pembuktian berurutan) yaitu mengumpulkan dan menganilisis data kuantitatif dalam hal ini menjawab rumusan masalah tentang tanggapan Anak Asuh terhadap pelayanan sosial di PSAA Budhi Bakti Wonosari pada tahap pertama, kemudian diikuti dengan mengumpulkan dan menganalisa data kualitatif pada tahap kedua, guna memperkuat hasil penelitian kuantitatif pada tahap pertama . Hasil penelitian ini menunjukan bahwa secara umum responden memberikan tanggapan yang baik terhadap pelayanan sosial yang telah diberikan oleh PSAA Budhi Bhakti. Namun penelitian juga menunjukkanterdapat beberapa masalah atau kendala yang muncul saat prosespelayanan. Dalam pemenuhan kebutuhan fisik, khususnya papan, 32,5%responden menyatakan bahwa dalam satu kamar dihuni oleh 8 anak asuh.Jumlah anak asuh yang terlalu banyak dalam satu kamar akan menyebabkananak asuh tidak memiliki ruang yang cukup luas dan leluasa untukmelakukan kegiatan pribadinya. Dalam pelayanan pendidikan, khususnyaperpustakaan, 50% responden menyatakan bahwa kelengkapan buku di perpustakaan panti kurang lengkap. Sedangkan dalam pelaksanaan bimbingan sosial, hasil penelitian menunjukkan adanya tindakan pengasuhatau pengasuhan dimana terdapat tindakan memarahi bahkan memukul anak asuh jika mendapati anak asuh yang melakukan pelanggaran, khususnya pelanggaran berat.Kata kunci: Tanggapan Anak Asuh, Pelayanan Sosial, Panti
Analisis Penta Helix dalam Melihat Keberlanjutan Program CSR Patratura pada Tahun 2017 Rahadiyand Aditya
Empower : Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/empower.v4i2.5320

Abstract

Peran bisnis dalam berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat sudah mulai meingkat. Hal ini salah satunya disebabkan oleh peran pemerintah dalam menjalankan regulasi kebijakan. Peran bisnis dapat dirasakan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan yang bisa dikenal dengan istilah CSR. Program Patratura merupakan salah satu program CSR dari PT Pertamina RU III Plaju, program peningkatan kesejahteraan masyarakat memalui pengelolaan sampah. Penelitian ini akan melihat keberlanjutan program CSR ini menggunakan analisis Penta Helix. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif Objek kajian penelitian ini adalah Program CSR PT Pertamina (Persero) RU III Plaju. Pengelola Program Patratura dan Perwakilan Perusahaan merupakan sumber data penelitian. Sumber data diambil menggunakan wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa perusahaan memerlukan beberapa perbaikan agar program dapat berjalan dengan baik. Peran Perusahaan sebagai inisiator dan peran pemerintah sebagai pendukung kegiatan sudah berjalan dengan baik, akan tetapi peran akademisi sebagai konseptor, peran Community atau komuintas sebagai jaring pengaman keberlanjutan program dan peran media sebagai katalisator perlu diperhatikan.  
ISLAM AGAMA PENGUASA DUNIA yayat suryatna
Empower : Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/empower.v4i2.5439

Abstract

                                                             AbstrakAgama Islam, seperti Agama Kristen, adalah agama dunia dengan misi universal. Tetapi, ia berbeda dengan Agama Kristen karena kesatuan dan totalitas pandangan Islampada realitas. Tuhan adalah esa (Tauhid), semua ciptaan-Nya mempunyai kesatuan yang melatari dan tunduk pada perintah-Nya. Tuhan adalah penguasa yang berdaulat, dan manusia sebagai khalifah-Nya, harus melaksanakan perintah-Nya di bumi. Karena itu, agama tidak terpisah, malahan utuh bagi setiap aspek kehidupan: shalat, puasa, politik, hukum dan masyarakat. Keyakinan ini tercermin tidak hanya dalam doktrin tauhid, tapi juga, sangat konkrit baik dalam masyarakat maupun dalam hukum (syari’at) Kepemimpinan sosial dan agama dilaksanakan Nabi Muhammad sebagai rasul Allah di muka Bumi.Keyakinan akan alam semesta yang Ilahiyyah dan misi komunitas telah dikukuhkan dan dikuatkan oleh keberhasilan dan kekuasaannya di sepanjang jalan sejarah Islam. Hanya dalam sekejap, dunia Islam telah membentang dari Arab, ke belahan barat di Afrika Utara dan Spanyol, dan ke belahan timur sampai di  Indonesia. Di samping membangun lembaga-lembaga politik, sosial dan hukum, Islam juga melahirkan suatu peradaban yang amat tinggi. Filsafat, matematika, geometri, optic, ilmu alam dan ilmu sastera adalah sumbangan para sarjana muslim. Sementara Agama Kristen (Barat), tengah sibuk sedang menempuh abad-abadnya yang gulita, peradaban Islam semarak dan sedang mencapai puncaknya: dunia muslim telah menjadi ajang pusat-pusat utama ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Maju tidaknya suatu bangsa ditentukan oleh beberapa hal, di antaranya peran pemimpin, budaya kerja dan etos kerja, pendidikan dan pengembangan iptek dan industri.Berdasarkan analisis Bambang tersebut, maka setidaknya lima aspek tadi harus menjadi fokus utama garapan umat Islam, yakni memiliki pemimpin yang berintegritas tinggi (siddiq), beraccountabilatas tak diragukan (amanah), berkapabilitas tinggi (fathanah) dan komunikatif (tabligh). Kemudian membangun budaya dan etos kerja yang tinggi, memajukan pendidikan, menguasai Ilmu Pengetahuan dan teknologi serta menguasai industry
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TERNAK : (STUDI FEMINISME PEREMPUAN DARI STIGMA LAKI-LAKI) Ahmad Kharis; Derry Ahmad Rizal
Empower : Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/empower.v4i2.5444

Abstract

Artikel ini membahas faktor perempuan tidak punya kesempatan mengakses keanggotaan kelompok ternak. Perempuan tidak mendapatkan porsi dominan sebagai penerima manfaat Program Corporate Social Responsibility (CSR) “Dotuman Angon”. Padahal program ini bertujuan memberdayakan masyarakat sekitar perusahaan melalui Kelompok Ternak Kambing. Upaya meningkatkan perekonomian anggota kelompok ternak bergerak simultan melalui pinjaman ternak bergulir, pelatihan-pelatihan dan bantuan infrastrukur. Namun, penerima manfaat program Dotuman Angon justru didominasi oleh sistem patriarki. Hal ini menimbulkan ketimpangan sosial dari perempuan, karena akses membership kelompok ternak terbatas. Meskipun perempuan mempunyai kekuatan setara dalam proses kemandirian dengan laki-laki dalam menentukan nasib pembangunan. Kenyataan itu tidak serta merta berimplikasi terhadap kepercayaan laki-laki melakukan redistribusi kekuatan dan kekuasaan.Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif. Adapun pengumpulan data menggunakan purposive sampling, wawancara dan observasi. Materi hasil wawancara dapat diperoleh melalui transkrip dan analisis. Hasil dari penelitian ini mendeskripsikan faktor-faktor perempuan tidak punya kesempatan mengakses keanggotaan kelompok ternak.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peran perempuan dalam kelompok ternak sangat minim, hal ini disebabkan beberapa faktor antara lain : Pertama, Perempuan dianggap simbol otoritas dominan di wilayah domestik. Kedua, Perempuan dianggap terlarang keluar rumah larut malam, Ketiga, Perempuan cenderung dianggap kaum lemah terhadap akses sumber-sumber ekonomi. Keempat, Dominasi sistem patriarki dalam keanggotaan kelompok ternak.Adapun penelitian ini diharapkan mampu memberikan manfaat dan masukan kebijakan kepada penyelenggara program Dotuman Angon di PT PLN (Persero) Unit Induk Tanjung Jati B dan anggota kelompok ternak Program Dotuman Angon. Sehingga melalui tulisan ini akan berguna untuk memahami dinamika kepentingan perempuan untuk menumbuhkan motivasi pemberdayaan bagi kesejahteraan sosial masyarakat.

Page 5 of 16 | Total Record : 157