cover
Contact Name
zainuddin
Contact Email
zainuddin@uqi.ac.id
Phone
+6282281538984
Journal Mail Official
zainuddin@uqi.ac.id
Editorial Address
Jln. Lintas Timur Km. 36 Indralaya, Kec. Indralaya, Kab. Ogan Ilir, Prov. Sumatera Selatan
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Contemplate: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman
ISSN : -     EISSN : 27741842     DOI : 10.53649/contemplate
Core Subject :
Contemplate: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman e ISSN 2774 1842 is a peer reviewed journal published by LP3M Universitas Al Quran Ittifaqiah UQI Indralaya. Established in 2020, the journal publishes scholarly works in Islamic Studies and related fields. Contemplate is an open access journal published twice a year in January June and July December. Authors are required to follow the journal guidelines carefully. Manuscripts that do not comply with the prescribed format will not be considered for publication.
Arjuna Subject : -
Articles 69 Documents
Makna Jihad Habib Ja???far sebagai Kontra Narasi Ekstremisme Keagamaan (Analisis Podcast ???Login??? Close the Door) Huzaifah
CONTEMPLATE: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman Vol 4 No 02 (2023): Desember 2023
Publisher : LP3M Universitas Al-Qur'an Ittifaqiah Indralaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/contemplate.v4i02.374

Abstract

Narratives of extremism on the digital stage are increasingly massive, these extremist groups utilize various internet platforms and social media to propagate their ideology more widely. For example, the discourse on jihad, which is interpreted as a verse of war, has become one of the causes that trigger acts of violence, intolerance and dehumanization. To counter the narrative of extremism in society, especially the younger generation (who are very familiar with the digital world), a counter-narrative concept is needed to reduce the extremist narrative with creative conveyances that can reach the younger generation. Habib Ja'far with his more inclusive and multicultural preaching on social media, thoroughly brings religious narratives in moderation, tolerance and countering extremist Islamic narratives. The results of this study indicate that the counter-narrative constructed by Habib Ja'far in the meaning of jihad, first, has an inclusive understanding, second, prioritizes tolerance and moderation in religion, and third is anti-fanaticism.
Tuduhan Stephen J. Shoemaker Terhadap al-Qur???an Rivki Lutfiya Farhan; Muhammad Faisal
CONTEMPLATE: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman Vol 4 No 02 (2023): Desember 2023
Publisher : LP3M Universitas Al-Qur'an Ittifaqiah Indralaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/contemplate.v4i02.387

Abstract

Para orientalis berusaha memperluas kajian al-Qur???an. Bermula dari mengkaji struktur ayat, penamaan surat, otentisitas, historical critic, di antara orientalis yang melakukan pengkajian melalui historical critic ialah Stephen J. Shoemaker. Tulisan ini akan mendiskusikan perihal keraguan Shoemaker terhadap al-Qur???an, yang berasal dari gugatan Shoemaker yang menganggap banyaknya riwayat rancau dan saling bersebrangan. Berpusat kepada pertanyaan, seperti apa tuduhan Stephen J. Shoemakher mengenai keraguan dalam riwayat kodifikasi al-Qur???an, dan bagaimana pandangan kisah dalam al-Qur???an menurut Stephen J. Shoemakher. Artikel ini merupakan penelitian pustaka dengan menggunakan metode deskripsi-analitis. Dalam artikel ini menyimpulkan bahwa kerancauan yang dijumpai Shoemaker dibuktikan dengan banyaknya riwayat-riwayat yang saling bertolak belakang dalam kitab karya Ibn Shabbah, Ibn Sa???d, dan Sayf Ibn ???Umar. Menurutnya Ibn Sh??bbah hanya menyebutkan Umar bin Khatt??b sebagai promotor pengusung al-Qur???an, tanpa melibatkan Abu Bakar dan Utsm??n, Sementara dalam riwayat lain, prosesi pengumpulan al-Qur???an sudah diusulkan di era Abu Bakar, dilanjutkan era ???Umar, dan Utsm??n. Dualitas pemaknaan kata jama???a, menurut Shoemaker menyebabkan kesalahan fatal yang bisa menyebabkan pemahaman yang berbeda, dalam buku Ibn Sa???d dan Sayf Ibn ???Umar, tidak menyebutkan sama sekali minat ???Utsm??n dalam menetapkan teks al-Qur???an, justru Ubay bin Ka???ab lah yang diutamakan dalam tradisi pengumpulan al-Qur???an, dan membahas tentang penyelesaian perbedaan-perbedaan dari naskah-naskah ???pendamping??? awal yang sudah beredar, bukan tentang pengumpulan dan pengumuman tentang versi baru otoritatif pada masa Usman bukan ???Utsm??n. Berdasarkan kerancauan riwayat tersebut Shoemaker menganggap bahwa kisah dalam al-Qur???an ialah sebuah kepalsuan, kita tidak mengetahui kebenaran realita yang terjadi pada saat nabi maupun khalifah dengan berdasar pada riwayat yang bersebrangan
Parallelism Of Heaven in Al-Qur'an Translation of Kemenag and Al-Kitab Translation Of Sabda Khairunnisa; Irfansyah
CONTEMPLATE: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman Vol 4 No 02 (2023): Desember 2023
Publisher : LP3M Universitas Al-Qur'an Ittifaqiah Indralaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/contemplate.v4i02.421

Abstract

This study discusses the parallels and similarities of heaven in the translation of the Ministry of Religious Affairs' al-Qur'an and al-kitab (the Bible) of Sabda. This study explains the similarity of the meaning of heaven between the two books because there are some similarities in explaining heaven. Therefore, this research uses the intertextuality approach pioneered by Julia Kristeva to see the similarities between the two holy books. The results of this research from the configuratioPARALLELISM OF HEAVEN IN AL-QUR'AN TRANSLATION OF KEMENAG AND AL-KITAB TRANSLATION OF SABDAn are more dominant to the similarity so that the parallel principle is more important in naming heaven, then also found the principle of excerpts, modifications in human disclosure, and description of heaven in the translation of al-Qur'an and al-Kitab.
Strategi Manajemen Mutu Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Qur???an Al Ittifaqiah Indralaya Ferry Haryadi
CONTEMPLATE: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman Vol 1 No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : LP3M Universitas Al-Qur'an Ittifaqiah Indralaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/contemplate.v1i1.464

Abstract

Dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa, menyebarluaskan ilmu pengetahuan, memberikan solusi dan opsi kepada masyarakat untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu, dengan biaya yang terjangkau. Hal ini sejalan dengan pentingnya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan terkait pula dengan kepentingan mengembangkan potensi daerah sebagai implementasi otonomi daerah, sehingga mampu memberdayakan dan meningkatkan kualitas masyarakat dan kualitas umat. Maka dari itu pentingnya meningkatkan mutu perguruan tinggi, khususnya dalam hal ini Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Qur???an Al Ittifaqiah (STITQI). Untuk itu peneliti melakukan penelitian dengan judul??? ???Strategi Manajemen Mutu Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (Studi Kasus Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Qur???an Al Ittifaqiah Indralaya)??? Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif, karena datanya berupa ungkapan kata-kata dan tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis, tetapi hanya menggambarkan suatu gejala atau keadaan yang diteliti secara apa adanya serta diarahkan untuk memaparkan fakta-fakta, kejadian-kejadian secara sistematis dan akurat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengungkapkan gejala suatu tradisi tertentu yang secara fundamental tergantung pada pengamatan manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasannya dan peristilihannya. Kasus yang diteliti adalah ???Strategi Manajemen Mutu Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (Studi Kasus Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Qur???an Al Ittifaqiah Indralaya)??? Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum STITQI bisa menerapkan menejeman mutu yang baik, yaitu dari keenam dimensi strategi menejemen mutu yang ada hanya dua yang belum terpenuhi, yaitu pada pengembangan Lembaga Bahasa Asing yang belum bisa berjalan, kemudian dalam hal akreditasi karena hanya Prodi PAI saja yang sudah akreditasi B, sedangkan PIAUD sendiri masih C, untuk prodi lain seperti ekonomi Islam dan Ushuluddin sama sekali belum terkakreditasi, dan ini menjadi faktor penghambat dalam meningkatkan mutu Lembaga STITQI, disisi lain untuk sarana dan prasarana sendiri meskipun sudah memadai, namun khusus untuk perpustakaan koleksi yang dimiliki masih sangat minim terutama soal referensi buku umum dan jurnal Internasional. Sedangkan dimensi lain seperti tenaga pengajar, pelayanan, Lembaga penjamin mutu, serta kerjasama dengan pihak terkait, sudah berjalan dengan baik
Artikulasi Islam Modernis-Kontemporer: Analisis Pemikiran Amin Abdullah Komaruddin Sassi
CONTEMPLATE: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman Vol 1 No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : LP3M Universitas Al-Qur'an Ittifaqiah Indralaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/contemplate.v1i1.465

Abstract

Tulisan ini berupaya menganalisis artikulasi pemikiran Islam modernis-kontemporer Amin Abdullah dalam bidang rekonstruksi pendekatan kajian agama (Islam) dan rekonstruksi pola hubungan antaragama. Pokok masalah yang dianalisis diidentifikasi ke dalam beberapa pertanyaan berikut: Pertama, bagaimana artikulasi pemikiran Islam modernis-kontemporer Abdullah. Kedua, bagaimana tipologi pendekatan yang digunakan Abdullah dalam merekonstruksi pendekatan terhadap kajian agama dan pola hubungan antaragama pada masyarakat multikultural dan multiagama. Kesimpulan yang diperoleh berdasarkan pendekatan deskriptif analisis bahwa pemikiran Abdullah dengan menggunakan acuan pendekatan berpikirnya Ian G. Barbour, Edward Scillebeeckx, Syed Muhammad Naquib Al-Attas dan Milton K. Munitz, dapat dikatakan dalam pendekatan kajian agama Abdullah bercorak dialog-integratif, dan dalam rekonstruksi pola hubungan antaragama bercorak pluralisme de jure. Sedangkan kategorisasi tipologi pemikiran Abdullah dalam kajian agama dan pola hubungan antaragama tersebu tergolong modernis-kontemporer.
Urgensi Maqasid Syariah dalam Merespon Perubahan di Era Revolusi Industri 4.0 Muhammad Machsun
CONTEMPLATE: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman Vol 1 No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : LP3M Universitas Al-Qur'an Ittifaqiah Indralaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/contemplate.v1i1.466

Abstract

Perubahan dan perkembangan merupakan suatu keniscayaan. Pada zaman globalisasi ini jauh lebih kompleks dan sudah barang tentu memerlukan respons yang lebih beragam dan akomodatif, dan dengan menggunakan perangkat teknologi Informasi guna mencari, mengeksplorasi, menganalisis serta menggali dan mengekstraksi nilai guna sebanyak mungkin bagi kehidupan manusia. Dan urgensi Maqashid al-Syari???ah disini adalah sebagai standar control agar tujuan dibangunnya suatu peradaban yang dikemudian dikenal dengan istilah revolusi industri 4 .0 tidak khilangan arah (tetap bermuara pada nilai tauhid).
Penerapan Kurikulum Anti Korupsi di Sekolah Paizaluddin
CONTEMPLATE: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman Vol 1 No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : LP3M Universitas Al-Qur'an Ittifaqiah Indralaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/contemplate.v1i1.467

Abstract

Penerapan kurikulum anti korupsi di sekolah merupakan sebuah pemikiran strategis yang diharapkan mampu mengatasi masalah korupsi yang sudah mengakar di Indonesia saat ini. Namun demikian jika penerapan kurikulum anti korupsi tersebut tidak dilakukan dengan metode yang tepat, maka akhirnya bukan solusi yang didapat melainkan akan mendatangkan masalah baru di dunia pendidikan Indonesia. Penanaman dan pembiasaan nilai-nilai kejujuran dalam proses pembelajaran dan dalam keseharian kebersamaan guru dan siswa di sekolah merupakan tawaran pemikiran yang strategis guna menumbuhkan kepribadian yang jujur dalam setiap diri siswa. Kejujuran yang tertanam dalam pribadi siswa inilah yang dapat melahirkan manusia-manusia Indonesia masa depan yang anti korupsi.
Kurikulum Sebagai Ujung Tombak Pendidikan dalam Mempersiapkan Generasi Bangsa Sukatin; Pahmi
CONTEMPLATE: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman Vol 1 No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : LP3M Universitas Al-Qur'an Ittifaqiah Indralaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/contemplate.v1i1.468

Abstract

Kurikulum merupakan aspek yang sangat penting dalam pendidikan, tidak lepas dari posisi dan hubungan antara pendidikan dan kurikulum. Seiring dengan perkembangan zaman, kurikulum juga berubah, dan perubahan yang terjadi berdampak besar terhadap perkembangan siswa di Indonesia. Perubahan kurikulum tidak dapat dipisahkan dari upaya memajukan siswa; 1. Dalam ranah kognitif; 2. Dalam domain afektif; 3. Dalam domain Psychomotor. Sehingga kurikulum dapat dianggap sebagai tolok ukur dalam memajukan siswa, karena bentuk dan desain pendidikan menentukan perkembangan siswa.
The Transformation of Mosques as Religious Tourism Destinations in Indonesia: An Examination into Hadiths Fachruli Isra Rukmana; Nurun Najwah; Sri Kurniati Yuzar
CONTEMPLATE: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman Vol 5 No 01 (2024): Juni 2024
Publisher : LP3M Universitas Al-Qur'an Ittifaqiah Indralaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/contemplate.v5i01.639

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui transformasi masjid sebagai destinasi wisata religi di Indonesia. Kemajuan teknologi dan perkembangan zaman membuat peradaban manusia mengalami perubahan cara pandang. Masjid yang memiliki fungsi sentral sebagai sarana dan tempat beribadah, kini mengalami transformasi multifungsi, yaitu sebagai destinasi wisata. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan library research. Sumber data yang digunakan adalah literatur seperti buku, artikel ilmiah, jurnal, dan laman web yang disajikan secara kritis-analitis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masjid sebagai destinasi wisata religi tidak terlepas dari beberapa faktor, yaitu kemegahan bangunan dan fasilitas pendukung, catatan sejarah yang tak terlupakan, serta peningkatan spiritualitas dan religiusitas sebagai kebutuhan dasar manusia. Keberadaan masjid yang disulap menjadi destinasi wisata memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positifnya dapat dirasakan oleh warga, yaitu meningkatkan umkm masyarakat yang tinggal di sekitar masjid, seperti pedagang kaki lima, tukang parkir, dan usaha berupa hotel dan penginapan lainnya. Namun, dampak negatifnya adalah kemacetan, pedagang kaki lima yang sulit ditertibkan, dan berkurangnya nilai kesakralan masjid yang seharusnya dapat menjaga nilai dan fungsi utamanya sebagai tempat ibadah.
Construction of Ustadz Firanda Andirja Abidin's Da'wah on Youtube Account about Tahlilan Saniatul Hidayah
CONTEMPLATE: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman Vol 5 No 01 (2024): Juni 2024
Publisher : LP3M Universitas Al-Qur'an Ittifaqiah Indralaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/contemplate.v5i01.642

Abstract

This paper will discuss the construction of tahlilan through da'wah from the Youtube account "Firanda Andirja", where the account has a routine in posting religious narratives containing the Qur'an and hadith. The delivery of da'wah on the account seems to have a significant influence in changing the audience's views on the practice of tahlilan, based on the Prophetic traditions and the views of the Shafi'iyyah Ulama. This paper is included in a literature study by referring to the theory presented by Stuart Hall, namely cultural studies. This theory helps in understanding how Islamic identity is presented and constructed in the media, as well as its impact on individual perception and identity. In the construction process, the author classifies three points that depart from Firanda Andirja's da'wah in the content regarding tahlilan, namely; the hadith that explains tahlilan as a religious tradition, the hadith that shows the arrival of the reward to the deceased, and the hadith that explains about serving dishes to the family of the deceased. From the da'wah delivered, it triggers a variety of responses among audiences (netizens) who comment on the column provided. The results found, that Ustadz Firanda Andirja's da'wah in his Youtube account with the content title 'Tahlilan Bid'ah?' has a bias in understanding and narrating his studies, this is evidenced by his understanding which tends to be textualist and subjective. This then has positive and negative implications for social media users.