cover
Contact Name
Widodo WInarso
Contact Email
widodo@uinssc.ac.id
Phone
+6285659748716
Journal Mail Official
eduma.iaincrb@gmail.com
Editorial Address
F Building, Departement of Tadris Matematika, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Perjuangan By Pass Sunyaragi St, Cirebon, West Java, Indonesia
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching
ISSN : 20863918     EISSN : 25025309     DOI : https://doi.org/10.24235/eduma
Core Subject :
EduMa Mathematics Education Learning and Teaching ISSN 2502 5309 electronic ISSN 2086 3918 print is a peer reviewed journal dedicated to the dissemination of research outcomes developmental initiatives studies and innovative ideas in the field of Mathematics Education. EduMa is an open platform welcoming researchers academics practitioners and observers of mathematics education. The journal promotes high quality research and scholarly contributions that advance Mathematics Education. Focus EduMa publishes cutting edge research in mathematics education with emphasis on student learning innovative use of media and multimedia effective didactic design curriculum development assessment teacher professional development and practical applications of mathematics. Particular attention is given to the context of Indonesia and Southeast Asia including regional challenges solutions and best practices that can inform mathematics education globally. Scope Research on effective mathematics teaching and learning strategies Development of mathematics teaching materials and learning resources Development and evaluation of mathematics education curricula Application of statistical methods in mathematics education research Technological innovation and multimedia based learning in mathematics Assessment and evaluation of mathematics learning outcomes Professional development in mathematics education Practical applications of mathematics in various contexts
Arjuna Subject : -
Articles 269 Documents
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA DENGAN POKOK BAHASAN RELASI DAN FUNGSI ali alamuddin; mumun munawaroh
EduMa: Mathematics education learning and teaching Vol. 3 No. 2 (2014)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/eduma.v3i2.62

Abstract

Pembelajaran  adalah  suatu  komponen  penting  yang  saling  berkaitan  satu  samalainnya. Di dalam pembelajaran, adanya interaksi antara pendidik dan peserta didik adalah peranan penting dalam mencapai tujuan suatu pembelajaran yang diinginkan. Keberhasilan suatu proses pembelajaran dapat dilihat dari tingkat pemahaman materi, penguasaan materi, serta hasil belajar peserta didik. Berdasarkan observasi, pembelajaran matematika di MTsN Karangkendal Kec. Kapetakan Cirebon ditemukan beberapa  kelemahan,  diantaranya  adalah  hasil  belajar matematika siswa  di  MTsN Karangkendal rata-rata dibawah nilai KKM yang ditentukan oleh pihak sekolah. Penelitian ini bertujuan:1) untuk mengetahui respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran snowball throwing.2) untuk mengetahui hasil belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran snowball throwing.3) untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran snowball throwing pada siswa kelas VIII MTsN Karangkendal dalam pokok bahasan relasi dan fungsi. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian  ini  adalah  seluruh  siswa  kelas  VIII  di  MTsN  Karangkendal  Kapetakan dengan jumlah 283 siswa. Peneliti mengambil sampel pada kelas VIII dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling, yaitu pengambilan anggota sampel dari jumlah populasi yang dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi tersebut. Dari 8 kelas yang ada, peneliti mengambil 1 kelas sebagai sampel yaitu kelas VIII F. Hasil penelitian diperoleh persamaan regresinya adalah Y = 41,252 + 0,142 X. Nilai thitung   sebesar 0,142 kemudian dibandingkan dengan nilai ttabel  sebesar 2,045. Maka dapat  dilihat  bahwa  nilai  ttabel>  thitung   atau  2,045  >  0,142,  dengan    demikian  Ho diterima dan Ha ditolak. Koefisien determinasi diperolah (R Square) = 0,005 artinya hasil   belajar   matematika   siswa   pada   pokok   bahasan   relasi   dan   fungsi   0,5% dipengaruhi atau ditentukan oleh model pembelajaran Snowball Throwing, karena pengaruhnya  hanya  0,5%  maka  dapat  dikatakan  tidak ada  penagruhnya  dan  yang99,5% dipengaruhi oleh faktor lain.  Kata Kunci : pembelajaran, snowball throwing, relasi fungsi
PENGARUH PENGGUNAAN MODUL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS VII SMP NEGERI 8 KOTA CIREBON elinda aprismayanti; nuryana nuryana
EduMa: Mathematics education learning and teaching Vol. 2 No. 1 (2013)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/eduma.v2i1.63

Abstract

Penilaian modul merupakan pendekatan baru yang diperkenalkan para ahli pendidikan untuk dilaksanakan di sekolah selainpendekatan penilaian yang telah lama digunakan. Berdasarkan penelitian awal yang dilakukan oleh penulis di SMP Negeri 8Kota Cirebon, bahwa dalam pembelajaran matematika dalam menggunakan modul terdapat banyak faktor yangmempengaruhi belajar siswa. Hal ini terbukti dengan adanya siswa yang kurang merespon ketika proses belajar mengajarberlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan modul terhadap hasil belajarmatematika, sehingga penggunaan modul yang sesuai dengan kriteria dalam suatu pembelajaran. Adapun kerangkapemikiran dalam penelitian ini bahwa penggunaan modul dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Variabel dalam penelitianini adalah penggunaan modul sebagai variabel bebas (X) dan hasil belajar siswa sebagai variabel terikat (Y). Penelitian inimenggunakan pendekatan kuantitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui angket dan tes.Analisis data menggunakan uji normalitas, homogenitas, uji independen dan kelinieran regresi, uji korelasi, uji hipotesis,dan koefisien determinasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan modul dalam bidang studi matematika dengan menggunakan angketkategori baik dengan rata-rata 72,46 dan hasil belajar matematika memiliki nilai rata-rata 72,36 .Persamaan regresi yaitu Ŷ= 42 + 0,4 X artinya koefisien arah regresi (b) = 0,4 bertanda positif. Perhitungan korelasi diperoleh rhitung0,4, Korelasitersebut diperoleh indeks determinan sebesar 16%. Sedangkan uji hipotesis menggunakan uji t diperoleh thitung1,684. Hal ini menunjukkan thitung >ttabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima artinya terdapat pengaruh yang signifikan antarapenggunaan modul terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika sebesar 16%.Kata Kunci : modul, hasil belajar2,75 dan ttabel
PENGARUH PENGGUNAAN ALAT PERAGA MODEL SEGITIGA PADA PEMBELAJARAN BIDANG DATAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA (STUDI EKSPERIMEN DI KELAS VII SMP NEGERI 1 KRANGKENG KABUPATEN INDRAMAYU) mirah habibah; Edi prio baskoro
EduMa: Mathematics education learning and teaching Vol. 2 No. 1 (2013)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/eduma.v2i1.64

Abstract

ABSTRAKMatematika adalah mata pelajaran yang bersifat abstrak sehingga membutuhkan penalaran yang tinggi untumemahaminya. Tugas seorang guru adalah berusaha agar matematika yang bersifat abstrak dapat cepat dipahami oleh siswaMaka untuk mengatasi kesulitan siswa dalam belajar matematika harus diupayakan inovasi dalam pembelajaran agatumbuh kembali minat dan perhatian siswa untuk mempelajari matematika sehingga hasil belajar maksimal. Salah satuinovasi dalam pembelajaran untuk membantu siswa memahami matematika adalah menggunakan media pembelajaranTujuan dalam penelitian ini adalah (1) Untuk mengkaji hasil belajar siswa yang menggunakan alat peraga model segitiga(2) Untuk mengkaji hasil belajar siswa yang tidak menggunakan alat peraga model segitiga. (3) Untuk mengkaji adakapengaruh penggunaan alat peraga model segitiga terhadap hasil belajar siswa.Penelitian ini bertitik tolak dari pemikiran bahwa alat peraga model segitiga sangat berperan dalam pembelajaran. Padhakikatnya pembelajaran merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menciptakan suasana belajar atau memberikapelayanan agar siswa belajar. Salah satu faktor yang membuat sisiwa malas belajar, jenuh, dan keluhan lainnya dalamproses belajar mengajar dikelas adalah karena pembelajaran yang monoton. Untuk menumbuhkan perhatian, keaktifan, dasiswa merasa senang dalam belajar matematika alat peraga model segitiga merupakan cara yang tepat untuk merangsansiswa lebih aktif dalam proses belajar matematika.Penelitian ini merupakan penelitian kuntitatif jenis eksperimen dengan populasi seluruh siswa kelas VII SMPN Krangkeng Tahun pelajaran 2009/2010 sebanyak 332 siswa dan terbagi menjadi 8 kelas, sedangkan pengambilan sampedalam penelitian ini menggunakan simple random sampling yaitu peneliti mengambil secara acak satu kelas dari delapakelas yang ada. Peneliti mengambil kelas VII B sebagai kelas eksperimen yang menggunakan alat peraga model segitigaUntuk pengumpulan data menggunakan hasil angket dan tes dari kelas eksperimen. Data yang diperoleh dari hasil tes daangket dianalisis melalui uji normalitas, uji homgenitas, uji independen dan kelinieran regresi, uji korelasi, uji hipotesis dakoefisien determinasi.Berdasarkan hasil penelitian ini, diperoleh thitung= 3,01 dan ttabel= 2,03 karena thitung> ttabelatau 3,01 > 2,03 makberdasarkan kriteria uji hipotesis ini Haditerima artinya ada pengaruh yang signifikan antara penggunaan alat peraga modesegitiga terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Negeri 1 Krangkeng Kabupaten Indramayu.Kata Kunci : model segitiga, bidang datar
PENGARUH PENGGUNAAN SCRATCH TERHADAP KREATIVITAS BERFIKIR MATEMATIS (Studi Eksperimen Terhadap Siswa Kelas VIII MTs Negeri Ketanggungan Kabupaten Brebes) nuraenahfisah nuraenahfisah; Toheri Toheri
EduMa: Mathematics education learning and teaching Vol. 2 No. 1 (2013)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/eduma.v2i1.65

Abstract

ABSTRAKSetiap pendidik menginginkan siswanya berfikir kreatif dalam menyelesaikan masalah-masalah matematika.Berdasarkan observasi peneliti di MTs negeri Ketanggungan, kreatif berfikir kreatif matematis siswa kurang baik, karenamasih banyak siswa yang kesulitan dalam menyelesaikan masalah dan memberikan banyak jawaban serta menggunakanstrategi yang bersifat baru terhadap masalah bangun ruang datar.Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui seberapa baik penggunaan SCRATCH dalam pembelajaran matematikadan mengetahui seberapa baik kreativitas berfikir matematika siswa dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan denganbangun ruang datar serta mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan SCRATCH terhadap kreativitas berfikirmatematika siswa dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bangun ruang datar.Scratch adalah bahasa pemprograman yang sifat pengoperasiannya bias menumbuh kembangkan kreativitasberfikir matematis. Dengan scratch siswa dapat menciptakan atau membuat produk/permainan matematika dan siswajuga dapat mengembangkan kelancaran berfikir logis dan kreatif. Semakin maksimal penggunaan Scratch dalampembelajaran matematika maka akan semakin meningkat pula kreativitas berfikir matematis siswa.Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas VIII MTs NKetanggungan, sedangkan sampel VIII B (eksperimen) dan VIII D (control). Teknik pengumpulan data menggunakanangket dan tes. Setelah data diperoleh, kemudian dianalisis secara deskriptif dan dilakukan pengujian statistik berupa ujiregresi dengan menggunakan SPSS 18.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan Scratch termasuk kategori baik, hal ini ditunjukan dengan nilairata-rata dari data angket sebanyak 71,62. Kreativitas berfikir matematis siswa MTs Negeri Ketanggungan yangmenggunakan Scratch tergolong baik. Hal ini ditunjukan dengan nilai rata-rata 75,22. Penggunaan Scratch berpengaruhpositif terhadap kreativitas berfikir matematis. Hal ini ditunjukan dengan analisis regresi, yaitu = 48,767 + 0,369 dengan besarnya pengaruh yaitu 12,5%.Kata Kunci : Scratch dan kreativitas berfikir matematis
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA YANG MENGGUNAKAN ALAT PERAGA BENDA DUA DIMENSI DENGAN YANG MENGGUNAKAN ALAT PERAGA BENDA TIGA DIMENSI PADA POKOK BAHASAN BANGUN RUANG: KUBUS DAN BALOK (STUDI EKSPERIMEN KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 TALUN, KAB. CIREBON) Edi prio baskoro; saeful amar
EduMa: Mathematics education learning and teaching Vol. 2 No. 1 (2013)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/eduma.v2i1.66

Abstract

Salah satu karakteristik matematika adalah mempunyai objek yang bersifat abstrak. Sifat abstrak ini menyebabkanbanyak siswa mengalami kesulitan dalam mempelajari matematika. Sehingga siswa merasa bosan dan tidak tertarik dalammempelajari matematika. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan menggunakan alat bantupembelajaran, yaitu alat peraga benda dua dimensi dan alat peraga benda tiga dimensi pada pokok bahasan yang sama.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hasil belajar siswa yang menggunakan alat peraga benda duadimensi dan untuk siswa yang menggunakan alat peraga benda tiga dimensi, serta untuk mengetahui perbedaan hasil belajarsiswa antara yang menggunakan alat peraga benda dua dimensi dan yang menggunakan alat peraga benda tiga dimensi.Hasil belajar adalah hal yang selalu menjadi orientasi dari setiap pelaksanaan proses pembelajaran. Oleh karena itu,guru perlu memilih dan menggunakan alat peraga yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, supaya pembelajaran lebihbervariasi, materi yang disampaikan mudah dipahami, dan siswa lebih termotivasi dalam belajar, sehingga dapatmenghasilkan hasil belajar yang lebih baik.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif, sedangkanuntuk pengumpulan data melalui observasi, studi dokumentasi dan pemberian soal tes. Populasi target dalam penelitian iniadalah seluruh siswa kelas VIII semester genap tahun ajaran 2008/2009. Kemudian diambil sampel dengan menggunakanteknik cluster sample dan dipilih kelas VIIIDsebagai kelompok 1 dengan alat peraga benda dua dimensi dan dipilih kelasVIIIEsebagai kelompok 2 dengan alat peraga benda tiga dimensi. Setelah data diperoleh kemudian dianalisis dengan ujinormalitas, uji homogenitas, uji t, serta uji hipotesis.t dengan tarafnyata α = 0,05 dan derajat kebebasan (dk) = (40 + 38 – 2) = 76. Karena nilai 76 tidak terdapat dalam daftar distribusiDari hasil data uji hipotesis dengan perhitungan uji t diperoleh hargastudent’s t maka ditentukan dengan cara interpolasi yang diperoleh hargatabelt= 3,22. Sedangkanhitungt = 1,99. Karenat yaitu 3,22 >1,99, maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yangt>hitungmenggunakan alat peraga benda dua dimensi dengan siswa yang menggunakan alat peraga benda tiga dimensi. Dalam halini hasil belajar matematika siswa yang menggunakan alat peraga benda tiga dimensi lebih baik daripada siswa yangmenggunakan alat peraga benda dua dimensi, dengan uji t untuk alat peraga benda dua dimensi adalah 7,63 dan untuk alatperaga benda tiga dimensi adalah 12,08.Kata Kunci : alat peraga dua dimensi, alat peraga tiga dimensitabeltabel
PENGARUH PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS WEB TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN PELUANG (Studi Eksperimen Di Kelas XI SMK Pariwisata Kota Cirebon) Edi prio baskoro
EduMa: Mathematics education learning and teaching Vol. 2 No. 1 (2013)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/eduma.v2i1.67

Abstract

Perkembangan teknologi saat ini sangatlah pesat salah satunya adalah internet, Ada beberapa fungsi dari internet yangdidalamnya sarat dengan berbagai manfaat. Salah satu yang akan diungkap disini, yaitu fungsi pendidikan. Pendidikan jarakjauh yang didalamnya terdapat pembelajaran online, diskusi online sampai evaluasi atau tes online juga dapat dilakukanmelalui internet. Komunikasi atau diskusi dengan para pakar diseluruh dunia juga dapat dilakukan melalui internet. Dariaktivitas-aktivtias yang dilakukan ini, akhirnya muncul istilah baru yang kemudian dikenal dengan sebutan “e-learning”,salah satu aplikasi model eleraning yaitu pembelajaran berbasis web yang populer dengan sebutan Web Based Training(WBT).Pembelajaran berbasis web dapat didefinisikan sebagai aplikasi teknologi web dalam dunia pembelajaran untuk sebuahproses pendidikan. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa semua pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi internetdan selama proses belajar dirasakan terjadi oleh yang mengikutinya maka kegiatan itu dapat disebut sebagai pembelajaranberbasis web. Dalam penelitian ini menggunakan model Web course, yaitu penggunaan internet untuk keperluanpendidikan, yang mana siswa dan guru sepenuhnya terpisah dan tidak diperlukan adanya tatap muka. Seluruh bahan ajar,diskusi, konsultasi, penugasan, latihan, ujian, dan kegiatan pembelajaran lainnya sepenuhnya disampaikan melalui internet.Penelitian ini terdiri dari dua variabel, yaitu variabel bebas (X), pembelajaran berbasis web dan variabel terikat (Y), hasilbelajar siswa.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melaluiangket dan tes. Sedangkan populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Jurusan Akuntansi dan Tataboga SMKPariwisata Cirebon. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposif sampling, yang terambil kelas XI Akuntansiyang berjumlah 30 Siswa sebagai kelas eksperimen. Setelah data diperoleh, data kemudian dianalisis dengan pendekatankuantitatif, untuk uji prasyarat analisis menggunakan uji normalitas dengan Chi-Kuadrat, uji homogenitas dengan uji F, danuji analisis data dengan uji t test.Dari hasil penelitian didapat bahwa penggunaan Pembelajaran berbasis web dapat meningkatkan hasil belajar siswa ,penggunaan pembelajaran berbasis web ini mempunyai pengaruh yang signifikan untuk kelompok siswa kelas tengah, halini dapat dibuktikan dari uji gain untuk kelompok siswa tengah ini dapat dibuktikan dari uji gain kelas eksperimen untukkelompok siswa tengah diperoleh thitungsebesar 4,69 . Karena thitung> ttabel, maka Ha diterima.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan penggunaan pembelajaran pembelajaranberbasis web terhadap hasil belajar siswa untuk kelompok siswa tengah kelas XI Jurusan Akuntansi di SMK PariwisataCirebon.Kata Kunci : WBT, peluang
PENGARUH PENGGUNAAN BILINGUAL MODULE TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA (Studi Kasus di MAN 2 Kota Cirebon) eti nurhayati; anis septiawati
EduMa: Mathematics education learning and teaching Vol. 2 No. 1 (2013)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/eduma.v2i1.68

Abstract

Mata pelajaran matematika adalah salah satu mata pelajaran yang diajarkan pada setiap jenjang pendidikan dan merupakanbagian integral dari pendidikan nasional dan tidak kalah pentingnya bila dibandingkan dengan ilmu pengetahuan lainnyaRendahnya minat belajar matematika siswa, mengakibatkan aktivitas dalam kegiatan belajar siswa dalam mengikuti prosespembelajaran di dalam kelas belum seperti yang kita harapkan. Kegiatan siswa yang memperhatikan pelajaran yangditerangkan oleh guru masih sedikit, sehingga materi pelajaran yang disampaikan kurang dipahami siswa. Untuk mengatashal tersebut, penggunaan media adalah salah satu alternatif yang bisa digunakan agar konsep-konsep matematika bisa lebihdipahami oleh siswa. Salah satu bentuk media yang dapat digunakan adalah alat peraga kartu persamaan. Tujuan daripenelitian ini adalah : pertama, ingin mengetahui seberapa besar respon siswa dalam penggunaan alat peraga kartupersamaan dalam pembelajaran matematika. Kedua, ingin mengetahui seberapa besar prestasi belajar matematika siswa dkelas VII MTs Darul Falah Cijati Kabupaten Majalengka. Ketiga, ingin mengetahui adakah pengaruh penggunaan alaperaga kartu persamaan terhadap prestasi belajar matematika siswa.Alat peraga kartu persamaan adalah suatu bentuk alat peraga matematika yang berkonsep dasar pada Persamaan Linear SatuVariabel. Alat peraga ini mudah didapatkan dan dibuat bersama-sama siswa, karena bahan dasarnya terbuat dari kertas lipat.Alat peraga ini juga bermanfaat untuk membantu mempermudah menyelesaikan persamaan linear satu variabel.Dalam penelitian ini, terdapat 2 variabel yaitu penggunaan alat peraga kartu persamaan sebagai variabel bebas (X) danprestasi belajar siswa sebagai variabel terikat (Y). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII MTs DaruFalah Cijati Kabupaten Majalengka tahun pelajaran 2011/2012 yang berjumlah 142 siswa. Sampel yang dipilih adalah 1kelas sebagai kelas eksperimen dengan menggunakan teknik Cluster Sampling. Pengumpulan data menggunakan angket dantes.Pada umumnya siswa menyatakan setuju pembelajaran matematika menggunakan alat peraga kartu persamaan di kelas VIMTs Darul Falah Cijati Kab. Majalengka. Hal ini dapat dilihat dari respon siswa dilihat dari hasil angket bahwa sebanyak77,1% siswa memberikan respon tinggi dan 22,9% siswa memberikan respon rendah. Berdasarkan uji statistik didapabahwa thitung > ttabel yaitu 6,704 > 2,035 yang berarti bahwa hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis a (Ha) diterima.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikanKata Kunci : kartu persamaan, PLSV
PERBANDINGAN PRESTASI BELAJAR SISWA ANTARA YANG MENGGUNAKAN MEDIA PAPAN KOORDINAT KARTESIUS DENGAN YANG TIDAK MENGGUNAKAN MEDIA PAPAN KOORDINAT KARTESIUS PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA POKOK BAHASAN TRIGONOMETRI (Studi Terhadap Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Ja moh syukur
EduMa: Mathematics education learning and teaching Vol. 2 No. 1 (2013)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/eduma.v2i1.69

Abstract

Matematika adalah mata pelajaran yang dianggap sulit oleh sebagian besar siswa, cara guru yang menyampaikan materiyang konvensional (metode ceramah) disinyalir menjadi penyebabnya, guru lebih sering mengajarkan konsepkonsepmatematika yang abstrak secara verbal dan jarang sekali mengaitkan konsep-konsep tersebut dengan realita kehidupan yangnyata. Untuk mengatasi kesulitan tersebut, penggunaan media adalah salah satu alternatif yang bisa digunakan agar konsepkonsepmatematika bisa dipahami oleh siswa. Papan koordinat kartesius adalah media yang bisa membantu menerangkankonsep-konsep matematika sehingga lebih mudah untuk dipahami oleh siswa.Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik untuk mengadakan penelitian untuk mengetahui bagaimana prestasi belajarmatematika siswa yang menggunakan media papan koordinat kartesius. Selain itu untuk mengetahui bagaimana prestasibelajar siswa yang tidak menggunakan media papan koordinat kartesius. Dan untuk mengetahui adakah perbedaan prestasibelajar matematika antara yang menggunakan media papan koordinat kartesius dengan yang tidak menggunakan mediapapan koordinat kartesius.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Jatitujuh Kabupaten Majalengka tahun pelajaran2010/2011 yang berjumlah 173 siswa. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling. Satu kelaseksperimen (kelas X-2) yang menggunakan media papan koordinat kartesius dengan jumlah siswa 32 dan satu kelas kontrol(kelas X-1) yang tidakmenggunakan media papan koordinat kartesius dengan jumlah siswa 32.Sedangkan Instrumen penelitiannya menggunakan tes pilihan ganda yang sudah teruji validitas, reliabilitas, tingkatkesukaran dan daya pembedanya. Pengumpulan data selain menggunakan tes digunakan juga observasi dan wawancara.Sebelum menganalisis data, dilakukan terlebih dahulu uji prasyarat analisis yaitu dengan menguji normalitas danhomogenitas dilanjutkan dengan uji kesamaan dua rata-rata dengan uji-u.Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai rata-rata prestasi belajar siswa kelas eksperimen pada tes awal adalah 36,87sedangkan pada tes akhir adalah 71,41, dengan N-Gain sebesar 54,83. Nilai rata-rata prestasi belajar siswa kelas kontrolpada tes awal adalah 36,41 sedangkan pada tes akhir adalah 56,41dengan N-Gain sebesar 32,53. Berdasarkan hasilperhitungan uji-u dari Mann whitney (uji non parametrik) pengujian ini menggunakan SPSS 19, berdasarkan hasilperhitungan N-Gain diperoleh nilai sig sebesar 0,000 > 0,05 artinya ada perbedaan prestasi belajar antara kelas eksperimendengan kelas kontrol.Berdasarkan hasil perhitungan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar siswa antara yangmenggunakan media papan koordinat kartesius dengan yang tidak menggunakan media papan koordinat kartesius padapembelajaran matematika pokok bahasan trigonometri.Kata Kunci : papan koordinat kartesius, trigonometri
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR ANTARA SISWA YANG DIAJAR MENGGUNAKAN METODE RECIPROCAL TEACHING (RT) DENGAN METODE AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION (AIR)PADA POKOK BAHASAN KUBUS DAN BALOK (Studi Eksperimen Siswa Kelas VIII SMP NU Gebang Kabupaten Cirebon) Edi prio baskoro; farhatun sholihah
EduMa: Mathematics education learning and teaching Vol. 2 No. 1 (2013)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/eduma.v2i1.70

Abstract

Proses pembelajaran merupakan penentu kualitas hasil belajar siswa. Salah satu persoalan yang sering terjadi dalam prosestersebut adalah cara mengajar guru. Khususnya dalam bidang matematika, cara mengajar yang diterapkan guru matematikasaat ini cenderung kurang kreatif, variatif, dan korektif dan terjebak dalam proses pembelajaran yang kaku, dan membuatpeserta didik pasif dan membosankan. Banyak hasil di bidang matematika yang cenderung lemah dan masihmemprihatinkan. Dalam hal ini bahwa proses pembelajaran matematika perlu diperbaiki guna meningkatkan hasil belajarsiswa. Karena itulah penelitian ini mencoba menguji secara komparatif hasil belajar siswa bidang matematika pada pokokbahasan kubus dan balok dengan dua metode yang lebih kreatif dan dinamis, yakni metode Reciprocal Teaching (RT) danmetode Auditory Intellectualy Repetition (AIR).Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar hasil belajar siswa yang menggunakan metode RT danmetode AIR, untuk mengatahui perbandingan hasil belajar siswa yang menggunakan metode RT dan metode AIR, danuntuk mengetahui sebarapa besar korelasi antara penggunaan metode RT dengan hasil belajar.Berdasarkan keunggulan dari kedua metode RT dan metode AIR peneliti memprediksi hasil belajar siswa yang lebih baikyaitu yang menggunakan metode RT, karena dalam metode RT memiliki keunggulan dan manfaat bagi siswa yaitu siswadilatih untuk membaca konsepkonsep matematika dengan cermat, kemudian dituangkan kedalam tulisan-tulisan denganmenggunakan bahasa mereka sendiri, kegiatan-kegiatan tersebut dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsepmatematika yang terkadang cenderung diabaikan oleh siswa maupun guru. Padahal pemahaman konsep merupakan modalutama siswa untuk mengerti dan memahami soal-soal matematika yang siswa hadapi.Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Adapun jenis masalah yang peneliti kajiadalah masalah komparatif yaitu akan membandingkan hasil belajar siswa antara yang diajarkan dengan menggunakanmetode RT dengan metode AIR. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik angket dan tes. Di SMP NUGebang terdapat 2 kelas untuk kelas VIII yaitu kelas VIII A dan kelas VIII B yang masing-masing terdiri dari 30 siswa.Peneliti menjadikan kelas VIII A sebagai kelas eksperimen I yang diajarkan menggunakan metode RT dan kelas VIII Bsebagai kelas eksperimen II dengan metode AIR, pengambilan sampel ini dengan cara purposive.Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa kelas eksperimen I dengan metode RT dengan nilai rata-rata tes sebesar 64.Sedangkan kelas eksperimen II metode AIR dengan nilai rata-rata tes sebesar 60,8. Setelah dilakukan uji hipotesis dengan α= 0,05, diperoleh bahwa thitung = 1.07 dan ttabel = 2.0017 dengan taraf kepercayaan 95% dan taraf kesalahan 5% makaberdasarkan kriteria uji-ttes dua sampel thitung < ttabel sehingga Ho diterima dan Ha ditolak, artinya tidak ada perbedaanhasil belajar antara siswa yang diajarkan menggunakan metode RT dan metode AIR pada pokok bahasan kubus dan balok.Kata Kunci : Reciprocal Teaching, Auditory Intellectualy Repetition
UPAYA MENINGKATKAN KETUNTASAN BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE OUTBOUND TRAINING DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS VIII MTs NEGERI KARANG SEMBUNG sofwan hadi hadi; andri ruri wiryanto
EduMa: Mathematics education learning and teaching Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/eduma.v1i1.274

Abstract

Hasil observasi awal diketemukan bahwa kriteria ketuntasan minimal di MTs Negeri Karang Sembung belum mencapaiideal sehingga perlu adanya inovasi dalam meningkatkan ketuntasan belajar siswa kelas VIII MTs Negeri KarangSembung. Metode outbound training dalam pembelajaran matematika menjadi alternatif pola pengajaran matematikayang lebih aktif, menyenangkan dan dapat meningkatkan ketuntasan belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana ketuntasan belajar siswa setelah penerapan metode outboundtraining. Tujuan lainnya untuk membuktikan bagaimana respon siswa terhadap penerapan metode outbound trainingdalam pembelajaran matematika. Metode outbound training merupakan kegiatan pembelajaran yang dilakukan di alam terbuka, yang tediri dariserangkaian permainan (games), tantangan (challenge), dimana masing-masing permainan memiliki tujuan danhikmah tertentu.dalam pembelajaran matematika menjadi alternatif pola pengajaran matematika yang lebih aktif danmenyenangkan, dengan penerapan metode ini ketuntasan belajar siswa meningkat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode outbound training. Populasi dalam penelitian ini adalahseluruh siswa kelas VIII MTs Negeri Karang Sembung tahun ajaran 2010-2011 yang berjumlah 267 siswa.Pengambilan sampel dilakukan dengan pertimbangan guru-guru matematika MTs Negeri Karang Sembung yangdijadikan sampel adalah kelas VIII-A. Tes dan Angket disebarkan setelah satu siklus. Keberhasilan penelitian ini dilihatdari hasil belajar apabila mencapai ketuntasan belajar minimal 85% dari jumlah siswa serta ketuntasan individudengan nilai≥ 63. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Ketuntasan belajar siswa pada materi bangun ruang sisi datar di kelas VIII-A MTs Negeri Karang Sembung yangmenggunakan model pembelajaran matematika dengan metode Outbound Training meningkat, terlihat pada kuis Iadalah sebesar 87,18% dari 39 siswa. Sementara KKM yang ditetapkan oleh guru sebesar 63, berarti ada 34 siswayang nilainya lebih dari 63 dan 5 siswa nilainya kurang dari 63. Pada kuis II terjadi peningkatan ketuntasan belajarsebanyak 2,56% sehingga ketuntasan pada kuis II menjadi 89,74%. Pada kuis III terjadi peningkatan ketuntasanbelajar sebanyak 2,57% sehingga ketuntasan mencapai 92,31%. Berarti pada kuis III terdapat 36 siswa yang nilainyalebih dari 63 dan 3 siswa yang nilainya kurang dari 63. Respon siswa terhadap penerapan model pembelajaranmatematika dengan metode outbound training adalah positif. Siswa beranggapan bahwa metode ini merupakan halyang baru, senang mengikuti pembelajaran tersebut, membuat siswa semakin aktif, game-game sangat menarik,berminat mengikutinya lagi, tertantang, proses pembelajaran lebih menyenangkan, setuju agar metode pembelajaranserupa diterapkan dalam proses pembelajaran mata pelajaran lain. Kata Kunci : Ketuntasan Belajar Siswa, Outbond Training

Page 6 of 27 | Total Record : 269