Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

TINDAKAN KORUPSI PADA DANA PEMBERANTASAN BUTA AKSARA DI KABUPATEN CIREBON SEBAGAI KESALAHAN MANAJEMEN DAN ANALISISNYA MENURUT TEORI PERTUKARAN Munawaroh, Mumun
-
Publisher : akultas Ilmu Trabiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.834 KB)

Abstract

ABSTRAK Tindakan korupsi merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dan menghambat pembangunan nasional sehingga harus diberantas dengan serius. Setidaknya ada tiga Undang-Undang yang mengatur tentang tindak pidana korupsi yaitu Undang-undang Nomor 3 Tahun 1971 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sikap dan perilaku korupsi yang bersenyawa dengan praktek kolusi dan nepotisme pada gilirannya akan meniadakan etos kompetisi secara sehat, makin memperkuat hubungan patron-client, siapa yang berkuasa dan mempunyai uang bisa mengatur segalanya, kesenjangan antar kelompok semakin menganga dan melembaga sehingga dapat menciptakan kesenjangan dan kerawanan sosial. Semua hasil penelitian menyebutkan 56% dari dompet dikembalikan, dan 44% dibawa pergi. Hanya di Norwegia dan Denmark saja, seluruh dompet (100%) dikembalikan kepada pemiliknya. Sementara itu di tempat lain seperti Italia (35% dikembalikan), Swiss (35% dikembalikan), Hong Kong (30% dikembalikan), Meksiko (21% dikembalikan), dan Amerika Serikat (67% dikembalikan).
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA DENGAN POKOK BAHASAN RELASI DAN FUNGSI ali alamuddin; mumun munawaroh
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.818 KB) | DOI: 10.24235/eduma.v3i2.62

Abstract

Pembelajaran  adalah  suatu  komponen  penting  yang  saling  berkaitan  satu  samalainnya. Di dalam pembelajaran, adanya interaksi antara pendidik dan peserta didik adalah peranan penting dalam mencapai tujuan suatu pembelajaran yang diinginkan. Keberhasilan suatu proses pembelajaran dapat dilihat dari tingkat pemahaman materi, penguasaan materi, serta hasil belajar peserta didik. Berdasarkan observasi, pembelajaran matematika di MTsN Karangkendal Kec. Kapetakan Cirebon ditemukan beberapa  kelemahan,  diantaranya  adalah  hasil  belajar matematika siswa  di  MTsN Karangkendal rata-rata dibawah nilai KKM yang ditentukan oleh pihak sekolah. Penelitian ini bertujuan:1) untuk mengetahui respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran snowball throwing.2) untuk mengetahui hasil belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran snowball throwing.3) untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran snowball throwing pada siswa kelas VIII MTsN Karangkendal dalam pokok bahasan relasi dan fungsi. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian  ini  adalah  seluruh  siswa  kelas  VIII  di  MTsN  Karangkendal  Kapetakan dengan jumlah 283 siswa. Peneliti mengambil sampel pada kelas VIII dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling, yaitu pengambilan anggota sampel dari jumlah populasi yang dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi tersebut. Dari 8 kelas yang ada, peneliti mengambil 1 kelas sebagai sampel yaitu kelas VIII F. Hasil penelitian diperoleh persamaan regresinya adalah Y = 41,252 + 0,142 X. Nilai thitung   sebesar 0,142 kemudian dibandingkan dengan nilai ttabel  sebesar 2,045. Maka dapat  dilihat  bahwa  nilai  ttabel>  thitung   atau  2,045  >  0,142,  dengan    demikian  Ho diterima dan Ha ditolak. Koefisien determinasi diperolah (R Square) = 0,005 artinya hasil   belajar   matematika   siswa   pada   pokok   bahasan   relasi   dan   fungsi   0,5% dipengaruhi atau ditentukan oleh model pembelajaran Snowball Throwing, karena pengaruhnya  hanya  0,5%  maka  dapat  dikatakan  tidak ada  penagruhnya  dan  yang99,5% dipengaruhi oleh faktor lain.  Kata Kunci : pembelajaran, snowball throwing, relasi fungsi
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISON (STAD) PADA BANGUN KUBUS DAN BALOK DI KELAS VIII MTs AL-HIDAYAH DESA PASURUAN PABEDILAN-CIREBON mumun munawaroh; masroh masroh masroh
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.786 KB) | DOI: 10.24235/eduma.v1i1.279

Abstract

Penelitian ini berangkat dari latar belakang rendahnya hasil belajar yang dicapai oleh siswa kelas VIII MTs AlHidayahdesa Pasuruan Pabedilan-Cirebon. Dari hasil pengamatan awal, dapat diketahui penyebab hal ini adalahkarena siswa merasa jenuh, bosan dengan pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran tradisionalyang pada akhirnya membuat siswa mencari kegiatan lain untuk menghilangkan kejenuhannya seperti ngobrol,menggambar, bercanda dan hal-hal lain yang menyebabkan suasana kelas tidak kondusif. Untuk itu, dibutuhkan modelpembelajaran yang dapat merubah tingkah laku negatif siswa menjadi hal yang positif tanpa siswa merasa bosanmelainkan menyenangkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses penerapan modelpembelajaran kooperatif tipe STAD, seberapa besar prestasi yang didapat dan dapatkah meningkatkan hasil belajar(aspek afektif,psikomotor dan kognitif) matematika siswa.Dari pemaparan di atas, melalui metode penelitian tindakan kelas dengan menggunkan alat evaluasi observasi dansoal tes, peneliti mengupayakan perbaikan hasil belajar dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipeSTAD. Di mana nantinya akan dilakukan beberapa siklus dengan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, observasidan evaluasi serta tahap akhir yaitu refleksi. Setelah data didapat, selanjutnya akan menjadi landasan untukpelaksanaan siklus berikutnya sampai pada meningkatnya hasil belajar dengan kriteria yang sudah ditentukan.Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTs Al-Hidayah desa Pasuruan Pabedilan-Cirebon tahun ajaran2010/2011 yang berjumlah 25 orang. Metode yang akan digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan melalui 3siklus. Untuk siklus I diadakan 5 kali pertemuan, siklus II 2 kali pertemuan dan siklus III 2 kali pertemuan.Setelah melakukan penelitian selam 9 kali pertemuan dan merangkumnya dalam tiga siklus, peneliti memperolehpresentase aspek afektif sebesar 92%, 93% untuk aspek psikomotor dan 96% untuk aspek kognitif dalam hal persentaseketuntasan belajar. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti dapat menyimpulkan bahwa model pembelajrankooperatif tipe STAD sangat efektif digunakan karena dapat meningkatkan hasil belajar matematika pada pokokbahasan kubus dan balok di kelasVIII MTs Al-Hidayah desa Pasuruan Pabedilan-Cirebon. Sehingga sudah saatnya metode pembelajaran denganmengandalakan metode ceramah dan tanya jawab yang biasa disebut metode konvensional untuk menambahkanmetode pembelajaran kooperatif tipe STAD agar siswa tidak lagi menjadi pendengar, akan tetapi bisa lebihmengeluarkan pemikiran, pertanyaan dan pendapat dalam kelompoknya masing-masing. Sedangkan guru tetapbersedia untuk membantu jika ada permasalahan yang belum terselesaikan . Kata Kunci : STAD, kooperatif 
KONTRIBUSI KETERAMPILAN MANAJERIAL KETUA JURUSAN TERHADAP MOTIVASI BELAJAR BAHASA INGGRIS MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA DALAM MENGHADAPI ERA MEA Mumun Munawaroh
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.076 KB) | DOI: 10.24235/eduma.v7i1.2245

Abstract

This research based on the demands of English proficiency in order to face ASEAN Economic Community, including students majoring in mathematics education. In fact, students have not been motivated to master English, even though the departement chief has been skilled at managing. The purpose of this study is to examine the influence of managerial skills of department chairman  and motivation to learn English, analyzing the policy of English program, analyze what efforts have  been done by students, analyze what the factors become the driving and inhibitors. Methodologically, using mixed methods, the results show that the influence is about 33% only, the program held Speaking, Tenses, Structure and Writing, Reading Comprehension, Listening and TOEFL. Students are looking for vocabulary from the games, memorize it, watching English movies, listening to English songs, using google translate, taking TOEFL test, be an English MC. The existence of institutional policies that responded negatively by students can be an obstacle to this program. Keywords: managerial skills, motivation to learn, English language, ASEAN Economic Community Era
PENGARUH KEINGINTAHUAN DAN RASA PERCAYA DIRI SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS VII MTs NEGERI I KOTA CIREBON Irna Hanifah Ameliah; mumun munawaroh
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.896 KB) | DOI: 10.24235/eduma.v5i1.598

Abstract

In the world of education right now, a lot of complex issues occur and need special attention from all parties. One of them is the lack of curiosity and self-confidence of students thus affecting student learning results primarily on mathematical subjects. The better the curiosity and self-confidence of students, then students will be more motivated to learn. So the students will obtain a meaningful learning and get the results of the study are in accordance with the national education goals. The purpose of this research was to review; How big is the curiosity of students, how high the confidence of students, and how great the influence of curiosity and self-confidence of students toward outcome studied mathematics students. The research method used is the quantitative methods. The population in this research is grade VII MTs Negeri 1 Cirebon  in the year 2014/2015 Lessons, with the number of students 1127 people. The technique of sampling using purporsive sampling. By using the selected sampling engineering 80 students to become respondents. The dwarf in the collection of data for the variable X is now with the spread against the target of research. As for the variable Y by using the test instrument. Then the data obtained were analyzed by using test normality, test its homogeneity, linierity test regression, autocorrelation test, and test the multikolinieritas as well as a test of the hypothesis. Based on the results of the analysis of the obtained an average score of curiosity is 59,25% by category and average score results of learning math is 69,11% with high category as well a  the average score of studen learning outcomes i.e. 67,81% by category enough. The result statistical hypothesis test note that 11,782>2,37 the Ho are received. With equation regresion is 83.866 + 0.128 0.364 x 1 + X 2 which means there are influences between curiosity and self-confidence of students toward outcome studied mathematics. Based on the determination of the magnitude of the influence coefficient is 4,79% meaning that curiosity and self-confidence of students gives only a small influence against the results of the study of mathematics students. While the rest of 95,21% is affected by other factors. Key words: students ' Curiosity, self-confidence of the students, the results of the study
PERBANDINGAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA DALAM BELAJAR MATEMATIKA ANTARA YANG MENGGUNAKAN METODE JIGSAW DENGAN METODE INKUIRI TERBIMBING DI KELAS VII SMP SATU ATAP NEGERI TALUN KABUPATEN CIREBON ineu andriani; indah nursuprianah; mumun munawaroh
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (985.181 KB) | DOI: 10.24235/eduma.v4i2.28

Abstract

Kepercayaan diri merupakan suatu hal terpenting bagi siswa khususnya dalam belajar matematika. Apabila individu tersebut memiliki kepercayaan diri yang rendah maka akan mempengaruhi hasil belajarnya. Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang di anggap sulit bagi siswa di sekolah, hal inilah yang menjadi ketakutan siswa sehingga kepercayaan diri menjadi rendah ketika belajar matematika. Oleh sebab itu,  guru  dapat  menggunakan metode  active  learning  yang  membuat  pembelajaran matematika menjadi menyenangkan dan tidak hanya berpusat pada guru saja melainkan berpusat juga pada siswa, sehingga dapat menumbuhkan dan mengembangkan kepercayaan diri siswa. Metode active learning diantaranya metode Jigsaw dan metode inkuiri  terbimbing.  Dari  kedua  metode  tersebut  peneliti  akan  membandingkan dan menganalisis metode manakah yang baik bagi kepercayaan diri siswa dalam belajar matematika. Setelah itu, hasilnya terdapat perbedaan dari kedua metode tersebut.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain “One Shot Case Study”. Dari hasil analisis diperoleh sebesar 62% kepercayaan diri siswa yang menggunakan metode Jigsaw sedangkan metode inkuiri terbimbing sebesar 65%. Dari kedua metode tersebut diperoleh bahwa kepercayaan diri siswa berada pada kategori sama yaitu kategori tinggi. Untuk uji t diperoleh bahwa sig.2 (tailed) 0,026 < 0,05 sehingga H0 ditolak dengan demikian disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kepercayaan diri siswa dalam belajar matematika antara yang menggunakan metode Jigsaw dengan metode inkuiri terbimbing.Kata Kunci: Kepercayaan Diri, Metode Jigsaw, dan Metode Inkuiri Terbimbing
ANALISIS HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA DITINJAU DARI PERBEDAAN KEPRIBADIAN EKSTROVERT DAN INTROVERT Yuyun Yukentin; Mumun Munawaroh; Widodo Winarso
JIPMat Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jipmat.v3i2.2700

Abstract

Tujuan penelitian untuk menganalisis dan mengetahui hasil belajar matematika siswa yang ditinjau dari perbedaan kepribadian ekstrovert dan introvert. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain komparatif expost pasto, sampel yang dipilih yaitu kelas XI MIPA 3 SMA 1 Rajagaluh. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan tes  dan observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa: (1) sebaran kepribadian siswa ekstrovert 26%, siswa introvert  42%, dan ditemukan pula sebaran siswa ambivert 32% (2) sebaran rata-rata hasil belajar matematika ranah kognitif yang diperoleh siswa ekstrovert sebesar 66,40 sedangkan siswa introvert rata-rata sebesar 75,3750. Rata-rata hasil belajar matematika ranah afektif yang didapatkan siswa ekstrovert sebesar 64,50 sedangkan siswa introvert rata-rata sebesar  70,9375. Rata-rata hasil belajar ranah psikomotorik sebesar 68,75 sedangkan siswa introvert memperoleh rata-rata sebesar 60,9375. (3) Hasil uji hipotesis  bahwa terdapat perbedaan hasil belajar matematika siswa yang ditinjau dari perbedaan kepribadian ekstrovert dan introvert. Dibuktikan dengan uji One Way Anova diperoleh nilai sig. Statistik hasil belajar ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik berturut-turut adalah 0,031; 0,025; 0,23 < 0,05, Ftabel = 3,422132, dan Fhitung berturut-turut pula sebesar 5, 227; 4, 864; dan 5, 914. Karena nilai Fhitung > Ftabel maka H0 ditolak dan Ha diterima
THE IMPLEMENTATION OF CLINICAL SUPERVISION IN IMPROVING THE QUALITY OF LEARNING AT AL-BAHJAH Lili Gozali; Mumun Munawaroh
MANAGERIA: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Prodi Manajemen Pendidikan Islam FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/manageria.2021.61-06

Abstract

During the pandemic covid-19 era, teachers felt difficulties in adjusting their learning activities. This study aims to determine the implementation of clinical supervision in improving the quality of learning at SDIQu Al-Bahjah during the pandemic. Through a descriptive qualitative research approach, it was found that implementing clinical management at SDIQu Al-Bahjah during the pandemic was almost the same as implementing it in standard times. What distinguishes it is the findings. In the observation process, it was found that there was a mismatch between the agreed criteria and the learning actions carried out by the teacher. In the first cycle, the majority of teachers felt less prepared in terms of facilities in teaching. Of the 20 teachers, 18 people have not mastered online learning techniques, 12 people have not compiled the learning media needed during the pandemic. In the next cycle, there was significant progress. Almost all teachers had facilitated their learning needs. They can apply online learning with the media used. In the following process, observation is focused on maximizing the learning media on the learning functions that can be achieved. After several clinical supervision cycles, teachers successfully solved their learning problems and were more motivated to improve their professional competence continuously.
Manajemen Strategi Kepala Madrasah dalam Memotivasi Masyarakat Menyekolahkan Anaknya ke Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Darussalamah Losari Cirebon Siti Aminah; Mumun Munawaroh; Imroatul Fatihah
JIEM (Journal of Islamic Education Management) Vol 6, No 2 (2022): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jiem.v6i2.11849

Abstract

Manajemen dapat diartikan sebuah seni untuk mengelola sebuah organisasi atau instansi untuk mencapai tujuan yang ditetapkan, dan manajemen strategik yaitu upaya untuk mengelola strategik suatu pendidikan agar tercapai tujuan pendidikan. Proses manajemen strategik mencakup formulasi, implementasi serta evaluasi, dengan langkah – langkah yaitu identifikasi, analisis eksternal dan internal, perumusan, implementasi, dan evaluasi strategi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen strategik yang dilakukan dalam memotivasi masyarakat menyekolahkan anaknya ke Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Darussalamah Losari Cirebon. Metodologi penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi, sumber data meliputi ketua Madrasah Diniyah , wakasek bidang kurikulum Madrasah Diniyah, staf TU Madrasah Diniyah, murid Madrasah Diniyah, masyarakat sekitar, teknik analisis data seperti pengumpulan data, reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian bahwa kegiatan manajemen strategik sudah dilakukan, dan setiap tahunnya mengalami peningkatan walaupun tidak terlalu signifikan, adanya perkembangan setiap tahunnya membuat kepala Madrasah Diniyah dan jajarannya lebih semangat untuk menjalankan strategi dan berinovasi dalam menyusun pembelajaran, agar murid mengerti dan faham dan berkembang serta siap menghadapi kompetisi – kompetisi yang ada. Maka dapat disimpulkan bahwa manajemen startegik dalam memotivasi masyarakat menyekolahkan anaknya ke Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Darussalmaah sudah ada peningkatan jumlah pendaftar setiap tahunnya.Kata Kunci : Manajemen strategi, Motivasi, Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA). Management can be interpreted as an art to manage an organization or agency to achieve the goals set, and strategic management is an effort to manage an education strategically in order to achieve educational goals. The strategic management process includes formulation, implementation and evaluation, with steps - identification, external and internal analysis, formulation, implementation, and evaluation of strategy. This study aims to determine the strategic management carried out in motivating the community to send their children to Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Darussalamah Losari Cirebon. The research methodology used is descriptive qualitative, with data collection using interview, observation and documentation techniques, data sources include the head of Madrasah Diniyah, deputy head of the Madrasah Diniyah curriculum, Madrasah Diniyah TU staff, Madrasah Diniyah students, surrounding communities, data analysis techniques such as data collection reduction, data presentation and conclusion drawing. The results of the study show that strategic management activities have been carried out, and each year there is an increase, although not too significant, the developments every year make the head of Madrasah Diniyah and his staff more enthusiastic to carry out strategies and innovate in preparing learning, so that students understand and understand and develop and are ready to face challenges. existing competitions. So it can be concluded that strategic management in motivating the community to send their children to Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Darussalmaah has increased the number of registrants every year.Key Word : Strategic Management, Motivation, Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA)
Non-Muslim Students' Perceptions of Islamic Religious Education Learning in class X at YPI Tunas Bangsa High School Palembang Asep Mulyana; Mumun Munawaroh; Yayat Suryatna; Miftahus Surur; Syafruddin Syafruddin
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 01 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i01.2862

Abstract

The purpose of this study was to determine how the perceptions of non-Muslim students towards learning Islamic religious education in Class X at YPI Tunas Bangsa High School Palembang. The research method used is a quantitative method with descriptive analysis. The total population is four non-Muslim students in class X. The data collection technique uses interviews, observation, documentation and questionnaire techniques. The data analysis technique used quantitative analysis to find out the perception data of non-Muslim students towards Islamic religious education learning by describing its implementation analytically using the percentage model. The results show 1) non-Muslim students like to hear PAI teachers with alternative answers: strongly agree (75%) and agree (25%); 2) non-Muslim students enjoy reading Islamic religious books with alternative answers: strongly agree (50%) and agree (50%); 3) non-Muslim students pay attention to all islamic education activities with alternative answers: agree (25%), unsure (25%) and disagree (50%); 4) non-Muslim students feel that Islamic religious lessons are not boring with alternative answers: strongly agree (25%), agree (50%) and disagree (25%); 5) non-Muslim students find it challenging to do islamic education lesson assignments with alternative answers: strongly agree (75%) and agree (25%); 6) non-Muslim students find islamic education lesson very enjoyable with alternative answers: strongly agree (25%), agree (50%) and disagree (25%); 7) non-Muslim students feel islamic education lesson are easy to understand with alternative answers: agree (75%) and unsure (25%); 8) non-Muslim students are not happy with Islamic religious lessons with alternative answers: unsure (25%) and disagree (75%); 9) religious education provides benefits in the lives of non-Muslim students with alternative answers: strongly agree (25%) and undecided (75%). Based on the results of the questionnaire above, it can be concluded that Islamic religious education has been carried out well, and all students participate in classroom learning. Although non-Muslim students are not required to take Islamic religious lessons, non-Muslim students remain silent in class and often participate in Islamic religious studies.