cover
Contact Name
Widodo WInarso
Contact Email
widodo@uinssc.ac.id
Phone
+6285659748716
Journal Mail Official
eduma.iaincrb@gmail.com
Editorial Address
F Building, Departement of Tadris Matematika, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Perjuangan By Pass Sunyaragi St, Cirebon, West Java, Indonesia
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching
ISSN : 20863918     EISSN : 25025309     DOI : https://doi.org/10.24235/eduma
Core Subject :
EduMa Mathematics Education Learning and Teaching ISSN 2502 5309 electronic ISSN 2086 3918 print is a peer reviewed journal dedicated to the dissemination of research outcomes developmental initiatives studies and innovative ideas in the field of Mathematics Education. EduMa is an open platform welcoming researchers academics practitioners and observers of mathematics education. The journal promotes high quality research and scholarly contributions that advance Mathematics Education. Focus EduMa publishes cutting edge research in mathematics education with emphasis on student learning innovative use of media and multimedia effective didactic design curriculum development assessment teacher professional development and practical applications of mathematics. Particular attention is given to the context of Indonesia and Southeast Asia including regional challenges solutions and best practices that can inform mathematics education globally. Scope Research on effective mathematics teaching and learning strategies Development of mathematics teaching materials and learning resources Development and evaluation of mathematics education curricula Application of statistical methods in mathematics education research Technological innovation and multimedia based learning in mathematics Assessment and evaluation of mathematics learning outcomes Professional development in mathematics education Practical applications of mathematics in various contexts
Arjuna Subject : -
Articles 269 Documents
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SAVI (SOMATIC, AUDITORY, VISUAL, AND INTELLECTUAL) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR GEOMETRI SISWA (Studi Eksperimental Terhadap Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Gegesik Cirebon Pada Pokok Bahasan Bangun Ruang Sisi Datar) kusniya kusniya; Arif Muchyidin
EduMa: Mathematics education learning and teaching Vol. 2 No. 2 (2013)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/eduma.v2i2.38

Abstract

Matematika sangat erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Pembelajaran matematika khususnya pada materi bangun ruang sisi datar adalah salah satu materi yang sangat sulit dipahami oleh siswa. Bangun ruang merupakan bangun berdimensi tiga yang sangat membutuhkan penalaran yang tinggi. Kemampuan berpikir geometri siswa rendah karena sebagian siswa mengalami kesulitan dalam menalar suatu gambar bangun ruang. Agar kemampuan berpikir geometri siswa meningkat maka dalam proses pembelajaran diperlukan sebuah model pembelajaran. Salah satu jenis model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran SAVI (Somatic, Auditory, Visual And Intellectual). Tujuan  dari  penelitian  ini  adalah  (1)  untuk  mendeskripsikan  tentang  repon  siswa  terhadap  penerapan  model pembelajaran SAVI (Somatic, Auditory, Visual And Intellectual) di kelas VIII SMP Negeri 1 Gegesik, (2) untuk mengetahui kemampuan berpikir geometri siswa di kelas VIII SMP Negeri 1 Gegesik, (3) untuk mengetahui terdapat pengaruh atau tidaknya penerapan model pembelajaran SAVI (Somatic, Auditory, Visual And Intellectual) terhadap kemampuan berpikir geometri siswa di kelas VIII SMP Negeri 1 Gegesik Tahun 2012/2013.Penelitian ini bertitik tolak dari pemikiran bahwa model pembelajaran SAVI berperan dalam meningkatkan kemampuan berpikir geometri siswa. Ada dua jenis variabel yaitu variabel X dan variabel Y. variabel X adalah variabel bebas dalam hal  ini  yaitu model pembelajaran SAVI, sedangkan variabel Y  adalah variabel terikat dan dalam hal  ini  adalah kemampuan berpikir geometri siswa.Metode dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket dan tes. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Gegesik yang berjumlah 1.063 siswa dengan sampel sebanyak satu kelas yaitu kelas VIII F yang diambil secara cluster random sampling. Sedangkan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran SAVI terhadap kemampuan berpikir siswa, maka dilakukan analisis uji regresi sederhana dengan menggunakan SPSS.Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa nilai korelasi 0,498. Hal ini berarti ada hubungan yang cukup kuat antara variabel X (model pembelajaran SAVI) dengan variabel Y (kemampuan berpikir geometri siswa). Begitu juga perolehan uji regresi Y = a + b x dari hasil perhitungan diperoleh a = 39,706 dan b = 0,466. Sehingga persamaan regresi yang didapat adalah sebagai berikut: Y =39,706 + 0,466 X. nilai thitung = 3,538 dan ttabel = 2,021. Karena thitung = 3,538 >  2,021 maka  Ho  ditolak dan  Ha  diterima. Berarti  terdapat pengaruh yang  signifikan variabel X  (model pembelajaran SAVI) terhadap variabel Y (kemampuan berpikir geometri siswa). Kata Kunci : SAVI, berpikir Geometri
PENGARUH PEMAHAMAN KONSEP ARITMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR ALJABAR SISWA (Studi Kasus pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Ketanggungan Kabupaten Brebes ) ninis hayatun nisa; indah nursuprianah
EduMa: Mathematics education learning and teaching Vol. 2 No. 2 (2013)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/eduma.v2i2.39

Abstract

Aritmatika merupakan bagian dari matematika yang mempelajari tentang operasi dasar bilangan (penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian). Penguasaan pada keempat operasi dasar tersebut mutlak diperlukan untuk mempelajari aljabar. Berpikir aljabar merupakan jembatan antara aritmatika dengan aljabar. Ketika seorang siswa sudah menguasai aritmatika, tentu tingkat pengetahuannya akan beralih pada tingkatan yang lebih rumit, misalnya dalam hal ini aljabar. Dalam transisi dari aljabar menuju aritmatika, siswa akan mengalami proses berpikir aljabar. Sehingga selain berpengaruh pada aljabar, aritmatika juga memiliki pengaruh pada proses berpikir aljabar.Tujuan  dari  penelitian  ini  adalah  (1)  untuk  mengetahui  tingkat  pemahaman  siswa  kelas  VII  SMP  Negeri  1Ketanggungan Kabupaten Brebes pada konsep aritmatika, (2) untuk mengetahui tingkat kemampuan berpikir aljabar siswa kelas VII SMP Negeri 1 Ketanggungan Kabupaten Brebes, (3) untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pemahaman konsep aritmatika terhadap kemampuan berpikir aljabar siswa kelas VII SMP Negeri 1 Ketanggungan Kabupaten Brebes.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah tes. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Ketanggungan Kabupaten Brebes yang berjumlah 324 siswa dengan sampel sebanyak 35 siswa yang terkumpul dalam satu kelas yaitu kelas VII F yang dimbil secara purposive sampling melalui pertimbangan guru matematika kelas VII SMP Negeri 1 Ketanggungan.Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa rata-rata nilai pemahaman konsep aritmatika sebesar 51,86 sedangkan rata-rata nilai kemampuan berpikir aljabar siswa sebesar 57,49. Setelah dilakukan uji hipotesis dengan α = 0,05, diperoleh koefisien korelasi (R) = 0,543, artinya keeratan pengaruh pemahaman konsep aritmatika terhadap kemampuan berpikir aljabar sebesar 54,3%. Koefisien determinasi (R Square) diperoleh sebesar 0,295, artinya terdapat pengaruh pemahaman konsep aritmatika terhadap kemampuan berpikir aljabar siswa sebesar 29,5%, sedangkan sisanya sebesar 70,5% ditentukan oleh faktor lain. Persamaan regresi Ŷ = 25,937 + 0,607 X, dari persamaan tersebut koefisien regresi sebesar 0,607 menyatakan bahwa setiap satu penambahan (peningkatan) pemahaman konsep aritmatika. Kata Kunci : Konsep aritmatika, berpikir aljabar 
PENGARUH KEMAMPUAN BERPIKIR STATISTIK TERHADAP KREATIVITAS BERPIKIR SISWA DALAM MATEMATIKA (Studi Kasus di Kelas XI IPA MAN 2 Kota Cirebon ) rachmawati tsoraya; Reza Oktiana Akbar
EduMa: Mathematics education learning and teaching Vol. 2 No. 2 (2013)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/eduma.v2i2.40

Abstract

Kreativitas merupakan suatu hal yang jarang sekali diperhatikan dalam proses pembelajaran matematika. Guru biasanya menempatkan logika lebih tinggi dan menganggap kreativitas hal yang tidak penting dalam pembelajaran matematika. Berdasarkan informasi  yang  disampaikan oleh  Ibu  Nunung (Seorang Guru bidang  Matematika di  MAN  2  Kota Cirebon), menyatakan bahwa “mayoritas siswa mengerti ketika guru menerangkan materi dan contoh soal.Ketika siswa diberikan soal yang sedikit berbeda, mereka pun agak kesulitan menjawabnya”. Hal ini dikarenakan kemampuan kreativitas berpikir siswa dalam memanipulasi matematika masih sangat kurang, akibatnya siswa kurang berkesempatan untuk  mengembangkan kreativitas yang  dimilikinya dalam menyelesaikan soal  matematika secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, a) Bagaimana kemampuan berpikir statistik siswa dalam menyelesaikan soal matematika.  b)  Bagaimana  kreativitas  berpikir  siswa untuk  menyelesaikan soal  matematika.  c)  Apakah  terdapat pengaruh kemampuan berpikir statistik terhadap kreativitas berpikir siswa dalam matematika.Kemampuan berpikir statistik merupakan salah satu fokus pembelajaran matematika yang diharapkan mampu menumbuhkembangkan kreativitas siswa dalam belajar matematika. Kreativitas berpikir berarti kemampuan yang mengarah pada penemuan ide-ide baru melalui pendekatan baru dan berpikir fleksibel dalam memecahkan masalah secara mudah dengan menekankan pada aspek kelancaran (fluency), keluwesan (flexibility), kebaruan (originality), dan keterincian (elaboration).Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, sedangkan metode penelitiannya menggunakan metode ex- post facto. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MAN 2 Kota Cirebon yang berjumlah 290 siswa, sedangkan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan mengambil satu kelas dari tujuh kelas yaitu kelas XI IPA 2 yang berjumlah 34 siswa sebagai sampel penelitian. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan tes uraian. Setelah data diperoleh, kemudian data dianalisis secara deskriptif dan dilakukan pengujian statistik berupa uji regresi.Setelah dilakukan penelitian dan pengolahan data menggunakan software SPSS 16.0, diperoleh rata-rata tes kemampuan berpikir statistik siswa sebesar 65,29, yang tergolong kriteria cukup dan rata-rata tes kreativitas berpikir matematika siswa sebesar 70,96 tergolong kategori kreatif, yang artinya siswa mampu menunjukkan berbagai macam penyelesaian meskipun tidak dengan cara yang berbeda. Persamaan regresi yang dihasilkan yaitu dengan koefisien determinasi sebesar 37,8%. Hal ini diartikan bahwa pengaruh kemampuan berpikir statistik terhadap kreativitas berpikir siswa sebesar 37,8%, sedangkan sisanya 62,2% ditentukan oleh faktor lain diluar variabel yang digunakan dalam penelitian ini. Kata Kunci : Kemampuan berpikir statistik, Kreativitas berpikir siswa dalam matematika
PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN PENALARAN STATISTIK MAHASISWA TADRIS MATEMATIKA siti nurhairiyah; budi manfaat
EduMa: Mathematics education learning and teaching Vol. 2 No. 2 (2013)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/eduma.v2i2.41

Abstract

Evaluasi pembelajaran tidak lepas dari penggunaan instrumen. Instrumen ini mempunyai peranan yang penting dalam mengetahui sejauh mana kemampuan peserta didik dalam memahami materi. Instrumen yang sering diberikan dosen pada pembelajaran statistika berbentuk tes essay. Instrumen ini sesuai untuk mengukur kemampuan penalaran statistik, akan tetapi memiliki unsur subjektivitas yang tinggi. Sementara untuk bentuk pilihan ganda memiliki unsur objektivitas yang tinggi, tetapi unsur menebak jawaban peserta didik juga tinggi dan kurang dapat mengukur kemampuan peserta. Oleh karena itu perlu dikembangkan bentuk tes pilihan ganda yang memiliki kualitas baik dan dapat mengukur kemampuan penalaran statistik mahasiswa.Penelitian  ini  bertujuan:  (1)  Untuk  menemukan instrumen  yang  dapat  mengukur  kemampuan penalaran statistik mahasiswa ditinjau dari karakteristik instrumen yang baik. (2) Untuk mengetahui hasil analisis kemampuan penalaran statistik dengan menggunakan instrumen yang telah dikembangkan. Instrumen tes untuk mengukur kemampuan penalaran statistik  adalah  instrumen tes  yang  meliputi  aspek  penalaran terhadap  ukuran  pemusatan, penalaran terhadap ketidakpastian, penalaran tehadap sampel, dan penalaran terhadap perkumpulan. Instrumen tes tersebut berupa pilihan ganda yang memiliki tingkatan soal analisis (C4), sintesis (C5), dan evaluasi (C6).Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research & Development). Adapun tahapannya meliputi studi pendahuluan dan pengembangan model. Pada tahap pengembangan model melalui tahap validasi isi, uji coba terbatas (dengan 30 mahasiswa dari semester II, IV dan VI), dan uji coba luas (dengan 171 mahasiswa dari semester II, IV dan VI). Semua mahasiwa dipilih secara random.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Instrumen yang dikembangkan memiliki karakteristik yang baik dari segi validitas dengan indeks validitas isi (CVI) sebesar 0,94 dan koefisisen reliabilitas sebesar 0,68. Adapun dari segi daya pembeda, butir yang berkategori sangat baik sebanyak 11 butir dan yang baik sebanyak 3 butir, dari segi tingkat kesukaran semua butir berkategori sedang, dari segi korelasi skor butir dengan skor total yang signifikan sebanyak 12 butir, dan dari kualitas distraktor yang efektif sebanyak 13 butir. (2) Hasil analisis kemampuan penalaran statistik dengan menggunakan instrumen yang telah dikembangkan menunjukkan bahwa 99% peserta tes memiliki nilai estimasi kemampuan/ability yang berkategori cukup yaitu antara -1,5 sampai dengan kurang dari 1,5, sementara hanya 1% peserta tes yang memiliki nilai estimasi kemampuan/ability dengan kategori baik yaitu antara 1,5 sampai dengan kurang dari 3. Kata Kunci : instrumen tes, research & developmend 
ANALISIS KETERAMPILAN BERPIKIR ALJABAR MAHASISWA SEMESTER IV TAHUN AJARAN 2011 – 2012 IAIN SYEKH NURJATI CIREBON sihabudin sihabudin; Toheri Toheri
EduMa: Mathematics education learning and teaching Vol. 2 No. 2 (2013)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/eduma.v2i2.42

Abstract

Banyak ragam cara berpikir manusia, diantanya berpikir kreatif, kritis, inovatif, kompleks. Dalam matematika juga banyak ragam cara berpikir seperti, berpikir geometri (Geometry Thinking), berpikir aritmatika (Aritmatic Thinking), berpikir matematika (Matematichal Thinking). Didalamnya juga terdapat penalaran, berpikir induktif, deduktif , dan sebaganya. Berpikir aljabar (Algebraic Thinking) adalah salah satu cabang dari berpikir matematika. Berpikir aljabar sangatlah penting bagi kehidupan.Di Perguruan Tinggi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati  Cirebon  Jurusan  Matematika,  berpikir  aljabar  erat  kaitannya  dengan  berbagai  mata  kuliah  mahasiwa matematika. Sejauh ini dalam   taraf mahasiswa pun masih rendah dalam berpikir aljabar diantaranya variabel, pernyataan, hubungan-hubungan aljabar (persamaan dan ketidaksamaan), analisis perubahan (graphing), pola, fungsi, serta pemodelan (pemecahan masalah).Penelitian bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya: (1) keterampilan membuat pernyataan dan variabel serta pola dan fungsi, (2) keterampilan membuat hubungan-hubungan aljabar (persamaan dan ketidaksamaan), (3) keterampilan analisis perubahan (graphing), (4) keterampilan pemodelan (pemecahan masalah), serta (5) indikator- indikator yang paling dominan dan pengaruhnya terhadap prestasi mahasiswa.Dalam kaitannya dengan berfikir aljabar, sebagian besar mahasiswa sangat terbatas keterampilannya dalam menganalis masalah yang ada dalam soal matematika. Kemampuan mahasiswayang beragam ini tentu menghasilkan keterampilan berfikir yang bermacam-macam pula, tetapi sebagian besarnya ternyata merasa kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal tersebut. Disamping itu, berfikir aljabar erat kaitannya dengan sejauh mana keterampilan berfikir mahasiswa dalam menyelasaikan masalah-masalah yang terdapat dalam soal-soal matematika. Teknik  pengumpulan data  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  angket  dan  tes.  Populasi  dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon semester VI yang tengah mempelajari mata kuliah MPM 1 dan 2. Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling. Dari empat kelas yang ada, diperoleh kelas C  (30 mahasiswa) sebagai sampel penelitian  dan kelas A sebagai kelas untuk uji coba instrumen.Hasil perhitungan menunjukkan: (1)  Keterampilanmahasiswa ditinjau dari pernyataan, variabel, pola dan fungsi,  yaitu  sebesar  32,30%.  Sedangkan  jika  dilihat  dari  jawaban  angket  Keterampilanmahasiswa ditinjau  dari pernyataan, variabel, pola dan fungsi adalah sebesar 60,51%, (2) Keterampilanmahasiswa ditinjau dari hubungan- hubungan aljabar (persamaan dan ketidaksamaan), yaitu sebesar 49,60%. Sedangkan jika dilihat dari jawaban angket keterampilanmahasiswa ditinjau  dari  hubungan-hubungan  aljabar  (persamaan  dan  ketidaksamaan)  adalah  sebesar 68,77%, (3) Keterampilanmahasiswa ditinjau dari analisis perubahan (graphing), yaitu sebesar 76,60%. Sedangkan jika dilihat dari jawaban angket keterampilanmahasiswa ditinjau dari analisis perubahan (graphing) adalah sebesar 59,04%, (4) Keterampilanmahasiswa ditinjau dari pemodelan (pemecahan masalah) yaitu sebesar 23,50%. Sedangkan jika dilihat dari jawaban angket keterampilanmahasiswa ditinjau dari pemodelan (pemecahan masalah) adalah sebesar 58,77%, (5) terdapat indikator dominan yang dapat menggambarkan keterampilan berpikir aljabar mahasiswa yaitu sebesar 76% variabel indikator analisis perubahan (graphing) mampu menjelaskan komponen baru yang terbentuk. Kata Kunci : Algebraic Thinking 
ANALITYCAL DESCRIPTIVE STUDY OF STUDENTS’ CRITICAL MATHEMATIC THINKING ABILITY THROUGH GRADED RESPONSE MODEL (GRM) didin nurul; zara zahra anasha
EduMa: Mathematics education learning and teaching Vol. 2 No. 2 (2013)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/eduma.v2i2.43

Abstract

Critical mathematic thinking ability is very important to solve daily problems. But in reality, junior high school students’ critical  mathematic  thinking  ability  is  still  low.  Ability  measurement such  as  measurement of  critical mathematic thinking ability cannot be measured through multiple choices test. In that case, an essay test in which graded scoring is used as scoring technique more suitable than multiple choices test. The result of the essay test will be analyzed to describe the already tested ability. There are two approaches in the measurement analysis; classical test theory and item response theory (IRT). The classical test theory has some weaknesses because it only depends on how many the right answers student could achieved. Meanwhile, the IRT technique is more suitable to analyze ability because lies on the pattern of the response and parameter of item test. Graded response models (GRM) is one of the IRT models that analyzed graded response.The purposes of this research are to know about the result of the item parameter estimation of the test which has been developed  by  the  researcher  and  to  know  the  result  of  student’s critical  mathematic thinking  ability  parameter estimation  through  GRM  (Graded  Response  Models).  The  research  is  a  descriptive  quantitative  research.  The population of this research are 8th grade students of MTs Al-Ishlah Bobos and of SMP N 1 Dukupuntang in the academic year of 2012/2013. Applying purposive sampling method this research took 140 students as a sample, from whom 70 students from MTs Al-Ishlah Bobos and 70 students from SMP N 1 Dukupuntang. Measurement theory used in this research is Item Response Theory (IRT) with the GRM model and the instrument used to collect data is critical mathematic thinking ability test paper.The result of the item parameter estimation shows that in terms of the item discrimination all four items tested are less good, meanwhile in the terms of item difficulty the results vary. The first item of the test is considered to be easy, the second and the third item of the test is considered to be very difficult, and the last item of the test is considered just difficult. The result of the critical mathematic thinking ability parameter estimation shows that 4,2% of students have very high critical mathematic thinking ability, 16,4% have high critical mathematic thinking ability, 65,7% have mean critical mathematic thinking ability, 13,5% have low critical mathematic thinking ability and there is no single student with very low critical mathematic thinking ability. Key words : critical mathematic thinking, item of the test parameter, ability parameter, IRT, GRM 
PENGARUH TINGKAT BERPIKIR GEOMETRI (TEORI VAN HIELE) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR SISWA DALAM MENGERJAKAN SOAL PADA MATERI GARIS DAN SUDUT achmad iqbal zhumni; muhamad ali misri
EduMa: Mathematics education learning and teaching Vol. 2 No. 2 (2013)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/eduma.v2i2.44

Abstract

Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi sumber daya manusia (SDM) adalah pendidikan. Salah satu mata pelajaran yang diberikan dari awal proses pendidikan adalah pelajaran matematika. Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang sangat penting. Pada kenyataannya matematika menjadi salah satu mata pelajaran yang paling tidak disukai para siswa. Salah satu cabang matematika yang diajarkan di sekolah adalah geometri. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa materi geometri kurang dikuasai oleh sebagian besar siswa.Salah satu faktor yang akan diteliti adalah tingkat kemampuan berpikir geometri siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah: untuk mengetahui tingkat berpikir geometri siswa, untuk mengetahui kemampuan siswa dalam mengerjakan soal pada materi garis dan sudut dan untuk mengetahui pengaruh antara tingkat kemampuan berpikir geometri (teori Van Hiele) siswa dengan kemampuan siswa mengerjakan soal pada materi garis dan sudut. Tingkat kemampuan berpikir geometri adalah kedudukan atau posisi siswa berdasarkan pada kemampuan siswa untuk menangkap serta mampu mengungkapkan pola–pola visual.Salah satu teori yang yang membahas masalah ini adalah teori Van Hiele. Kemampuan mengerjakan soal adalah kapasitas atau kecakapan individu dalam mengerjakan atau memecahkan pertanyaan. Materi garis dan sudut adalah salah satu materi yang di ajarkan dalam mata pelajaran matematika, khususnya pada kelas tujuh (VII). Peneletian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan one-shot casestudy. Teknik pengumpulan data menggunakan tes yang berupa tes essay. Penelitian ini dilakukan di kelas VII SMP Negeri 1 Ciledug, dengan jumlah populasi sebanyak 358 siswa dan jumlah sampel sebanyak 40 siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat kemampuan berpikir geometri siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Ciledug bervariasi, yaitu 13 siswa atau 32,5% siswa berada pada tingkat 1 atau tahap pengenalan, 22 siswa atau 55% siswa berada pada tingkat 2 atau tahap analisis, 5 siswa atau 12,5% siswa berada pada tingkat 3 atau tahap pengurutan serta belum ada siswa yang berada pada tingkat 4 (tahap deduksi) dan tingkat 5 (tahap rigor). Kemampuan siswa dalam mengerjakan soal pada materi garis dan sudut termasuk dalam kategori baik.Sebanyak 21 siswa atau 52,5% siswa mendapat nilai di atas KKM yang ditetapkan di sekolah tersebut. Berdasarkan perhitungan analisis regresi, dapat disimpulkan bahwa pengaruh tingkat kemampuan geometri siswa terhadap kemampuan siswa mengerjakan soal garis dan sudut sebesar 60,6% dan selebihnya dipengaruhi faktor lain. Karena thitung>ttabel (7,651 > 2,023), maka tingkat berpikir geometri siswa mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan siswa dalam mengerjakan soal garis dan sudut, dengan persamaan regresi yang dihasilkan adalah Ŷ = 41,189 + 28,951 . Kata Kunci : berpikir geometri, teori van Hiele 
PENGARUH KEMAMPUAN BERPIKIR ALJABAR TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA (Studi Kasus di Kelas VIII SMP Negeri 1 Kaliwedi Kabupaten Cirebon) winda sari; Alif Ringga Persada
EduMa: Mathematics education learning and teaching Vol. 2 No. 2 (2013)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/eduma.v2i2.45

Abstract

Matematika merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. Dari tujuan umum pendidikan matematika, mempelajari matematika tidak hanya menghitung semata, tetapi siswa diharapkan mampu bernalar, berpikir kritis serta logis, dapat memecahkan masalah matematis, masalah dalam bidang ilmu lain serta masalah dalam kehidupan sehari-hari. Artinya salah satu kompetensi yang penting dimiliki siswa adalah kemampuan pemecahan masalah. Dikalangan siswa  sering terjadi  kesulitan dalam mengerjakan soal-soal. Apalagi jika soal tersebut sedikit berbeda dengan contoh yang diberikan atau merupakan pengembangan dari konsep yang diberikan dan membutuhkan penyelesaian yang lebih rumit. Hal tersebut terjadi karena kemampuan pemecahan masalah siswa yang kurang terasah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kemampuan berpikir aljabar siswa dalam matematika, untuk mengetahui besarnya kemampuan pemecahan masalah siswa dalam matematika serta untuk mengetahui besarnya pengaruh kemampuan berpikir aljabar siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa dalam matematika. Untuk hipotesis  penelitiannya  yaitu  terdapat  pengaruh  yang  signifikan  antara  kemampuan  berpikir  aljabar  terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif, sedangkan metode yang digunakan adalah metode studi kasus. Jumlah populasi terjangkau dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kaliwedi Kabupaten Cirebon yang berjumlah 318 siswa. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan teknik cluster random sampling dengan mengambil 1 kelas dari 8 kelas yaitu kelas VIII E dengan jumlah siswa sebanyak 36 siswa.Variabel  dalam  penelitian  ini  adalah  kemampuan  berpikir  aljabar  sebagai variabel  independent  dan kemampuan pemecahan masalah matematika sebagai variabel dependent. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini  menggunakan  tes  pilihan  ganda  untuk  variabel  kemampuan  berpikir  aljabar  dan  tes  uraian  untuk  variabel kemampuan pemecahan masalah matematika. Setelah data diperoleh selanjutnya dilakukan analisis secara deskriptif dan pengujian statistik berupa regresi sederhana. Dari hasil pengolahan data dengan bantuan program SPSS 16.0 diperoleh hasil bahwa kemampuan berpikir aljabar siswa termasuk dalam kategori sedang dengan nilai rata-rata tes62,50 dan simpangan baku 13,706. Untuk kemampuan pemecahan masalah matematikanya memiliki rata-rata 63,06 dan simpangan baku 10,523. Persamaan regresi yang dihasilkan adalah Y = 23,654 + 0,630X dengan nilai koefisien determinasi dalam uji kebaikan model sebesar 67,4%. Hal ini berarti bawa setiap ada peningkatan kemampuan berpikir aljabar, maka akan mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah matematika sebesar 0,630. Kata Kunci : Berpikir Aljabar, Pemecahan Masalah
PERBANDINGAN PEMAHAMAN SISWA ANTARA YANG MENGGUNAKAN SOFTWARE GEOGEBRA DENGAN YANG TIDAK MENGGUNAKAN SOFTWARE GEOGEBRA PADA POKOK BAHASAN SPLDV (Studi Eksperimen di Kelas VII MTs Negeri Cirebon 1 Kota Cirebon) mohamamad_ irfadi; darwan darwan
EduMa: Mathematics education learning and teaching Vol. 2 No. 2 (2013)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/eduma.v2i2.47

Abstract

Dalam proses pembelajaran diperlukan adanya suatu media yang dapat membantu dalam menyampaikan informasi  dan  juga  mampu  untuk  memberikan  stimulan  pada  peserta  didik  hingga  mereka  dapat  mengikuti pembelajaran dengan seksama. Media Pembelajaran adalah segala wahana atau alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang pembelajar untuk belajar. Penelitian ini terdiri dari dua variable yaitu variable bebas (X) penggunaan software GeoGebra, dan untuk variable terikatnya (Y) adalah pemahaman siswa.Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan pemahaman siswa antara kelas yang  menggunakan software  GeoGebra  dengan  kelas  yang  tidak  menggunakan software  Geogebra.  Serta  untuk mengetahui bagaimana respon siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan software Geogebra.Metode yang digunakan dalam melakukan penelitian ini adalah metode eksperimen dengan teknik pengumpulan datanya menggunakan angket dan tes. Sedangkan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh sisiwa kelas VII MTs Negeri Cirebon 1 Kota Cirebon. Untuk teknik pengambilan samplenya dilakukan dengan teknik random. Didapat kelas VII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VII C sebagai kelas kontrol.Setelah data diperoleh data kemudian dianalisis dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, untuk uji prasyarat analisis menggunakan uji normalitas dengan chi-kuadrat dan juga dengan bantuan SPSS. Dan uji analisi data dengan menggunakan analisis uji non-parametrik dikarenakan data tersebut tidak berdistribusi dengan normal. Dari hasil penelitian didapat bahwa penggunaan software GeoGebra ini dapat meningkatkan pemahaman siswa. Terbukti dari hasil rata-rata hitung antara kelas ekperimen dan kelas kontrol, rata-rata kelas eksperimen yaitu 51.4773. Lebih tinggi dari nilai rata-rata kelas kontrol yaitu 40.2841.Sedangkan dari nilai uji Mann-Whitney U, dapat dilihat pada output “Test Statisticb” nilai test statistik Asymp sig.(2-tailed) adalah 0,03 < 0,05. Karena itu hasil ujinya signifikan secara statistik, dengan demikian Hipotesis null (H0) ditolak, dimana terdapat perbedaan distribusi skor antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol.Sesuai dengan hipotesis statistik jika Hipotesis null (H0) ditolak maka terdapat perbandingan pemahaman siswa antara yang menggunakan software GeoGebra dengan yang tidak menggunakan software GeoGebra, dilihat dari hasil test penelitian, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan pemahaman yang cukup signifikan antara kelas yang diberi perlakuan (kelas eksperimen) dengan kelas yang tidak diberi perlakuan (kelas kontrol). Kata Kunci : penggunana Software GeoGebra, Pemahaman siswa, 
PENGARUH PENERAPAN MODEL THINKING ALOUD PAIRS PROBLEM SOLVING (TAPPS) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKATERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DI KELAS VII MTs PUI CIWEDUS KABUPATEN KUNINGAN dini citra norma utami; jamali_ sahrodi
EduMa: Mathematics education learning and teaching Vol. 2 No. 2 (2013)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/eduma.v2i2.48

Abstract

 Proses pembelajaran yang dilakukan oleh banyak tenaga pendidik saat ini cenderung pada pencapaian target materi kurikulum, lebih mementingkan pada penghafalan konsep bukan pada pemahaman, dilihat dari kegiatan pembelajaran di dalam kelas selalu didominasi oleh guru sehingga matematika dianggap sebagai ilmu yang sukar dan ruwet. Hal ini menyebabkan peserta didik enggan mengerjakan soal-soal, padahal peserta didik dapat melatih kemampuan memecahkan masalah dari setiap tipe soal yang diberikan guru. Perubahan yang sangat penting adalah kemampuan guru dalah memilih model pembelajaran yang disesuaikan dengan materi, khususnya memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berpikir sehingga peserta didik dapat menggunakan kemampuan pemecahan masalah dalam soal matematika dengan baik.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon siswa terhadap penggunaan model TAPPS, hasil belajar siswa setelah menggunakn model TAPPS, dan menjelaskan tentang pengaruh penggunaan model TAPPS terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. Model TAPPS yaitu suatu model pembelajaran yang berorientasi pada kemampuan berpikir konstruktivisme, dimana fokus pembelajaran tergantung masalah yang dipilih sehingga siswa tidak saja mempelajari konsep-konsep yang berhubungan dengan masalah tetapi juga metode ilmiah untuk memecahkan masalah. Dalam pembelajaran TAPPS ada satu pihak siswa menjadi problem solver dan satu pihak menjadi listener.Langkahlangkah dalam memecahkan masalah yaitu: memahami masalah, menyusun rencana, melaksanakan rencana,memeriksa kembali.Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi yang diambil adalah seluruh siswa kelas VII MTs PUI Ciwedus Kabupaten Kuningan yang berjumlah 4 kelas, sedangkan sampel yang diambil adalah kelas VII B. Pengumpulan data yang digunakan adalah skala sikap dan tes.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata skor respon siswa terhadap penerapan model TAPPS yaitu sebesar 63,23, interpretasi skor mendapatkan kategori respon baik. Nilai rata-rata posttest sebesar 67,41. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,277, berarti pengaruh penerapan model TAPPS terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis sebesar 27,7 % berada pada interval kategori rendah, sedangkan sisanya 72,3% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain. Hasil uji hipotesis diperoleh thitung > ttabel (3,724 > 1,701). Karena thitung > ttabel maka Ho ditolak, artinya  bahwa  terdapat  pengaruh  penerapan  model  TAPPS  tehadap  kemampuan  pemecahan  masalah  matematis.Persamaan regresinya adalah Y = 9,455 + 0,706 X. Kata Kunci : Model TAPPS, Pemecahan Masalah

Page 4 of 27 | Total Record : 269