cover
Contact Name
Ahlal Kamal
Contact Email
Ahlal.pkl@gmail.com
Phone
+6285285123236
Journal Mail Official
Ahlal.pkl@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jermani Husein, Desa Lokbangkai RT.07 No.39 Kecamatan Banjang Kab, Lok Bangkai, Kec. Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan 71416
Location
Kab. hulu sungai utara,
Kalimantan selatan
INDONESIA
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 31237037     DOI : https://doi.org/10.66914/an-naba
Core Subject :
An Naba Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat adalah jurnal ilmiah yang terbit tiga kali dalam setahun, didedikasikan untuk mempublikasikan hasil penelitian empiris, studi kasus, dan kajian teoretis di bidang pendidikan serta pengabdian kepada masyarakat. Jurnal ini berfokus pada integrasi strategi pendidikan dalam upaya pengembangan masyarakat di dunia nyata, dengan tujuan mendorong kemajuan yang berkelanjutan melalui berbagi pengetahuan, peningkatan kapasitas, dan pemberdayaan sosial. Secara harfiah An Naba berasal dari bahasa Arab yang berarti berita besar atau informasi penting. Sejalan dengan makna tersebut, jurnal ini hadir sebagai wadah diseminasi gagasan inovatif, metodologi, dan praktik terbaik. An Naba bertujuan menyebarkan informasi berdampak besar yang mampu menciptakan perubahan sosial yang positif, meningkatkan kualitas pendidikan, dan memberdayakan berbagai lapisan masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Peran Ekonomi Syariah dalam Meningkatkan Kepercayaan pada UMKM Cita Rasa Emita Ayu Ningsih; Ezmi Permata Sari; Futri Nadilah; Hikma Karunia Lestari; Muhamad Ilham Maulana; Muhammad Rasyid Abdul Ghafir; Naufal Muhammad Dzakwan; Sinta Puji Lestari; Sriani Gusti
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 3, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/3r8vya10

Abstract

Perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia menjadi salah satu pilar penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam era persaingan bisnis yang semakin ketat, kepercayaan konsumen menjadi faktor utama dalam menjaga keberlangsungan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ekonomi syariah dalam meningkatkan kepercayaan konsumen pada UMKM Cita Rasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan prinsip ekonomi syariah seperti kejujuran,amanah, transparansi, keadilan, pelayanan yang baik,serta jaminan kehalalan produk mampu meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap UMKM Cita Rasa. Selain itu, penerapan nilai syariah juga memberikan dampak positif terhadap loyalitas pelanggan, peningkatan penjualan, serta citra usaha yang lebih baik di masyarakat.Implementasi ekonomi syariah tidak hanya menjadi strategi bsinis tetapi juga menjadi bentuk tanggung jawab moral dan spiritual dalam menjalankan usaha. Dengan demikian, ekonomi syariah memiliki peran penting dalam membangun hubungan jangka panjang antara pelaku UMKM dan Konsumen sehingga mampu meningkatkan daya saing UMKM di tengah perkembangan ekonomi modern. Kata Kunci : Ekonomi syariah, kepercayaan konsumen, UMKM, Etika bisnis Islam, UMKM Cita Rasa Abstract The develolopment of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Indonesia has become one of the main pillars supporting national economic growth. In the midst of increasingly competitive business conditions, consumer trust is an important factor in maintaining business sustainability. This study aims to analyse the role of Islamic economics in increasing consumer trust in UMKM Cita Rasa. The research used a descriptive studies. The result show that the implementation of Islamic economic principles sch as honesty, trustworthiness, transparency, fairness, good service, and hlal product assurance has a poritive influebce on consumer trust. Consumers tend to feel more confident and comfortable purchasing products from business that apply Islamic ethical values in their operations. In addition the application of sharia principles also contributes to customer  loyalty, increased sales, and a stronger business image in society. The existence of halal products and transparent transctions are important indicators in building long term relationships between business actors and consumers. However, the implementation of Islamic economics in MSMEs still faces several challenges, including ilimited understanding of sharia business concepst, certification costs, and technological limitations. Therefore, support from the government, Islamic financial institutions, and society is needed to strengthen the development of sharia based MSMEs. This study concludes that Islamic economics plays a significant role in increasing consumer trust and strengthening the competitiveness of UMKM Cita Rasa in the modern economic era. Keywords: Islamic economics, consumer trust, MSMEs, Islamic business ethics, UMKM Cita Rasa
Paradigma Dan Realitas Pluralisme: Konteks Dan Peran Pendidikan Agama Kristen Dalam Masyarakat Majemuk Indonesia Prety Gracia Dara; Agnes Dermarci Nuban; Valen Febriani Dama
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 3, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/jbqg5b85

Abstract

Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan keberagaman suku, agama, ras, dan budaya yang terangkum dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Keberagaman ini merupakan identitas bangsa yang dapat menjadi kekuatan sekaligus tantangan jika tidak dikelola secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan paradigma dan realitas pluralisme masyarakat Indonesia, serta menganalisis konteks dan peran strategis Pendidikan Agama Kristen dalam membangun harmoni dan persatuan nasional. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan analisis konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa paradigma pluralisme di Indonesia berlandaskan pada nilai filosofis, hukum, dan sosial budaya yang menjunjung tinggi persatuan di tengah perbedaan. Namun, dalam realitasnya masih terdapat tantangan berupa sikap eksklusivisme, intoleransi, dan potensi konflik, meskipun di sisi lain tersimpan peluang besar berupa kekayaan budaya dan modal sosial. Pendidikan Agama Kristen memiliki posisi strategis sebagai wadah pembentukan iman dan karakter, sekaligus berfungsi menanamkan nilai toleransi, menangkal paham radikal, serta memperkuat integrasi bangsa. Artikel ini diharapkan memberikan kontribusi pemikiran bagi pengembangan pendidikan agama yang inklusif, moderat, dan relevan dengan konteks masyarakat majemuk. Kata Kunci : Pluralisme, Masyarakat Majemuk, Pendidikan Agama Kristen, Toleransi, Persatuan Bangsa. Abstract Indonesia is known as a country with a rich diversity of ethnicities, religions, races, and cultures, encapsulated in the motto "Bhinneka Tunggal Ika" (Unity in Diversity). This diversity constitutes a national identity that can be both a strength and a challenge if not managed appropriately. This study aims to describe the paradigm and reality of pluralism in Indonesian society, and to analyze the context and strategic role of Christian Religious Education in building national harmony and unity. The method used is qualitative research with a literature review approach and conceptual analysis. The results of the study indicate that the paradigm of pluralism in Indonesia is based on philosophical, legal, and sociocultural values ​​that uphold unity amidst diversity. However, in reality, challenges remain in the form of exclusivism, intolerance, and potential conflict, although on the other hand, significant opportunities exist in the form of cultural richness and social capital. Christian Religious Education holds a strategic position as a forum for faith and character formation, while also functioning to instill values ​​of tolerance, counter radicalism, and strengthen national integration. This article is expected to contribute to the development of religious education that is inclusive, moderate, and relevant to the context of a pluralistic society. Keywords: Pluralism, Pluralistic Society, Christian Religious Education, Tolerance, National Unity.  
Hakikat Pendidikan dan Pembelajaran serta Tanggung Jawab dan Kompetensi Guru Saudah Mardhiyah; Epitasari Dwi Purwanti; Isma’il Sriwiyanti; Umu Salamah
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 3, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/xgsskd77

Abstract

Pendidikan dan pembelajaran merupakan dua komponen yang saling berkaitan dalam proses pengembangan potensi peserta didik. Namun, berbagai tantangan yang berkaitan dengan kualitas pembelajaran, tanggung jawab guru, dan kompetensi guru masih menjadi isu penting dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hakikat pendidikan dan pembelajaran serta tanggung jawab dan kompetensi guru dalam mendukung keberhasilan proses pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber sekunder berupa buku, jurnal ilmiah, artikel penelitian, dan dokumen akademik yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan dan pembelajaran merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam mencapai tujuan pendidikan. Keberhasilan pendidikan sangat dipengaruhi oleh kualitas pembelajaran yang dilaksanakan. Selain itu, guru memiliki tanggung jawab penting sebagai pendidik, pembimbing, fasilitator, dan teladan bagi peserta didik. Penelitian ini juga menemukan bahwa kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional merupakan faktor utama yang mendukung efektivitas pembelajaran dan keberhasilan pendidikan.   Pendidikan; Pembelajaran; Tanggung Jawab Guru; Kompetensi Guru; Kualitas Pendidikan
Dinamika Pendidikan Islam Era Orde Baru Dan Reformasi Siti Rapeah; Indri Tanjung; Abdusima Nasution
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 3, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/5xk7af45

Abstract

This study aims to analyze the dynamics of Islamic education during the New Order and Reform eras and the impact of globalization on its development in Indonesia. The research employs a qualitative approach using a library research method. Data were collected through documentation studies from various sources, including books, scientific journals, and relevant regulations. The findings indicate that during the New Order era, Islamic education was characterized by a centralized system under strong government control, although it gained formal recognition through several educational policies. In contrast, the Reform era was marked by educational decentralization, stronger legal foundations, improved status of madrasahs, and the modernization of Islamic boarding schools (pesantren). Globalization has brought positive impacts, such as wider access to information and the use of educational technology, while also posing challenges to Islamic values. Therefore, Islamic education is required to adapt to contemporary developments while maintaining its Islamic identity and values. Keywords: Islamic Education, New Order, Reform Era, Globalization, Educational Politics.   Abstrak       Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika pendidikan Islam pada era Orde Baru dan Reformasi serta dampak globalisasi terhadap perkembangannya di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui studi dokumentasi dari berbagai sumber, seperti buku, jurnal ilmiah, dan peraturan perundang-undangan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada era Orde Baru pendidikan Islam berada dalam sistem yang cenderung sentralistik dengan pengawasan pemerintah yang kuat, meskipun telah memperoleh pengakuan melalui berbagai kebijakan pendidikan. Sementara itu, era Reformasi ditandai dengan desentralisasi pendidikan, penguatan landasan hukum, peningkatan status madrasah, serta modernisasi pesantren. Globalisasi memberikan dampak positif berupa kemudahan akses informasi dan pemanfaatan teknologi pendidikan, tetapi juga menghadirkan tantangan terhadap nilai-nilai keislaman. Oleh karena itu, pendidikan Islam dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan identitas dan nilai-nilai Islam.   Kata kunci: Pendidikan Islam, Orde Baru, Reformasi, Globalisasi, Politik Pendidikan.  

Page 2 of 2 | Total Record : 14