cover
Contact Name
Ahlal Kamal
Contact Email
Ahlal.pkl@gmail.com
Phone
+6285285123236
Journal Mail Official
Ahlal.pkl@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jermani Husein, Desa Lokbangkai RT.07 No.39 Kecamatan Banjang Kab, Lok Bangkai, Kec. Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan 71416
Location
Kab. hulu sungai utara,
Kalimantan selatan
INDONESIA
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 31237037     DOI : https://doi.org/10.66914/an-naba
Core Subject :
An Naba Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat adalah jurnal ilmiah yang terbit tiga kali dalam setahun, didedikasikan untuk mempublikasikan hasil penelitian empiris, studi kasus, dan kajian teoretis di bidang pendidikan serta pengabdian kepada masyarakat. Jurnal ini berfokus pada integrasi strategi pendidikan dalam upaya pengembangan masyarakat di dunia nyata, dengan tujuan mendorong kemajuan yang berkelanjutan melalui berbagi pengetahuan, peningkatan kapasitas, dan pemberdayaan sosial. Secara harfiah An Naba berasal dari bahasa Arab yang berarti berita besar atau informasi penting. Sejalan dengan makna tersebut, jurnal ini hadir sebagai wadah diseminasi gagasan inovatif, metodologi, dan praktik terbaik. An Naba bertujuan menyebarkan informasi berdampak besar yang mampu menciptakan perubahan sosial yang positif, meningkatkan kualitas pendidikan, dan memberdayakan berbagai lapisan masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 67 Documents
Peran Ekonomi Syariah dalam Meningkatkan Kepercayaan pada UMKM Cita Rasa Emita Ayu Ningsih; Ezmi Permata Sari; Futri Nadilah; Hikma Karunia Lestari; Muhamad Ilham Maulana; Muhammad Rasyid Abdul Ghafir; Naufal Muhammad Dzakwan; Sinta Puji Lestari; Sriani Gusti
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 3, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/3r8vya10

Abstract

Perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia menjadi salah satu pilar penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam era persaingan bisnis yang semakin ketat, kepercayaan konsumen menjadi faktor utama dalam menjaga keberlangsungan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ekonomi syariah dalam meningkatkan kepercayaan konsumen pada UMKM Cita Rasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan prinsip ekonomi syariah seperti kejujuran,amanah, transparansi, keadilan, pelayanan yang baik,serta jaminan kehalalan produk mampu meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap UMKM Cita Rasa. Selain itu, penerapan nilai syariah juga memberikan dampak positif terhadap loyalitas pelanggan, peningkatan penjualan, serta citra usaha yang lebih baik di masyarakat.Implementasi ekonomi syariah tidak hanya menjadi strategi bsinis tetapi juga menjadi bentuk tanggung jawab moral dan spiritual dalam menjalankan usaha. Dengan demikian, ekonomi syariah memiliki peran penting dalam membangun hubungan jangka panjang antara pelaku UMKM dan Konsumen sehingga mampu meningkatkan daya saing UMKM di tengah perkembangan ekonomi modern. Kata Kunci : Ekonomi syariah, kepercayaan konsumen, UMKM, Etika bisnis Islam, UMKM Cita Rasa Abstract The develolopment of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Indonesia has become one of the main pillars supporting national economic growth. In the midst of increasingly competitive business conditions, consumer trust is an important factor in maintaining business sustainability. This study aims to analyse the role of Islamic economics in increasing consumer trust in UMKM Cita Rasa. The research used a descriptive studies. The result show that the implementation of Islamic economic principles sch as honesty, trustworthiness, transparency, fairness, good service, and hlal product assurance has a poritive influebce on consumer trust. Consumers tend to feel more confident and comfortable purchasing products from business that apply Islamic ethical values in their operations. In addition the application of sharia principles also contributes to customer  loyalty, increased sales, and a stronger business image in society. The existence of halal products and transparent transctions are important indicators in building long term relationships between business actors and consumers. However, the implementation of Islamic economics in MSMEs still faces several challenges, including ilimited understanding of sharia business concepst, certification costs, and technological limitations. Therefore, support from the government, Islamic financial institutions, and society is needed to strengthen the development of sharia based MSMEs. This study concludes that Islamic economics plays a significant role in increasing consumer trust and strengthening the competitiveness of UMKM Cita Rasa in the modern economic era. Keywords: Islamic economics, consumer trust, MSMEs, Islamic business ethics, UMKM Cita Rasa
Paradigma Dan Realitas Pluralisme: Konteks Dan Peran Pendidikan Agama Kristen Dalam Masyarakat Majemuk Indonesia Prety Gracia Dara; Agnes Dermarci Nuban; Valen Febriani Dama
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 3, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/jbqg5b85

Abstract

Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan keberagaman suku, agama, ras, dan budaya yang terangkum dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Keberagaman ini merupakan identitas bangsa yang dapat menjadi kekuatan sekaligus tantangan jika tidak dikelola secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan paradigma dan realitas pluralisme masyarakat Indonesia, serta menganalisis konteks dan peran strategis Pendidikan Agama Kristen dalam membangun harmoni dan persatuan nasional. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan analisis konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa paradigma pluralisme di Indonesia berlandaskan pada nilai filosofis, hukum, dan sosial budaya yang menjunjung tinggi persatuan di tengah perbedaan. Namun, dalam realitasnya masih terdapat tantangan berupa sikap eksklusivisme, intoleransi, dan potensi konflik, meskipun di sisi lain tersimpan peluang besar berupa kekayaan budaya dan modal sosial. Pendidikan Agama Kristen memiliki posisi strategis sebagai wadah pembentukan iman dan karakter, sekaligus berfungsi menanamkan nilai toleransi, menangkal paham radikal, serta memperkuat integrasi bangsa. Artikel ini diharapkan memberikan kontribusi pemikiran bagi pengembangan pendidikan agama yang inklusif, moderat, dan relevan dengan konteks masyarakat majemuk. Kata Kunci : Pluralisme, Masyarakat Majemuk, Pendidikan Agama Kristen, Toleransi, Persatuan Bangsa. Abstract Indonesia is known as a country with a rich diversity of ethnicities, religions, races, and cultures, encapsulated in the motto "Bhinneka Tunggal Ika" (Unity in Diversity). This diversity constitutes a national identity that can be both a strength and a challenge if not managed appropriately. This study aims to describe the paradigm and reality of pluralism in Indonesian society, and to analyze the context and strategic role of Christian Religious Education in building national harmony and unity. The method used is qualitative research with a literature review approach and conceptual analysis. The results of the study indicate that the paradigm of pluralism in Indonesia is based on philosophical, legal, and sociocultural values ​​that uphold unity amidst diversity. However, in reality, challenges remain in the form of exclusivism, intolerance, and potential conflict, although on the other hand, significant opportunities exist in the form of cultural richness and social capital. Christian Religious Education holds a strategic position as a forum for faith and character formation, while also functioning to instill values ​​of tolerance, counter radicalism, and strengthen national integration. This article is expected to contribute to the development of religious education that is inclusive, moderate, and relevant to the context of a pluralistic society. Keywords: Pluralism, Pluralistic Society, Christian Religious Education, Tolerance, National Unity.  
Hakikat Pendidikan dan Pembelajaran serta Tanggung Jawab dan Kompetensi Guru Saudah Mardhiyah; Epitasari Dwi Purwanti; Isma’il Sriwiyanti; Umu Salamah
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 3, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/xgsskd77

Abstract

Pendidikan dan pembelajaran merupakan dua komponen yang saling berkaitan dalam proses pengembangan potensi peserta didik. Namun, berbagai tantangan yang berkaitan dengan kualitas pembelajaran, tanggung jawab guru, dan kompetensi guru masih menjadi isu penting dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hakikat pendidikan dan pembelajaran serta tanggung jawab dan kompetensi guru dalam mendukung keberhasilan proses pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber sekunder berupa buku, jurnal ilmiah, artikel penelitian, dan dokumen akademik yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan dan pembelajaran merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam mencapai tujuan pendidikan. Keberhasilan pendidikan sangat dipengaruhi oleh kualitas pembelajaran yang dilaksanakan. Selain itu, guru memiliki tanggung jawab penting sebagai pendidik, pembimbing, fasilitator, dan teladan bagi peserta didik. Penelitian ini juga menemukan bahwa kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional merupakan faktor utama yang mendukung efektivitas pembelajaran dan keberhasilan pendidikan.   Pendidikan; Pembelajaran; Tanggung Jawab Guru; Kompetensi Guru; Kualitas Pendidikan
Dinamika Pendidikan Islam Era Orde Baru Dan Reformasi Siti Rapeah; Indri Tanjung; Abdusima Nasution
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 3, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/5xk7af45

Abstract

This study aims to analyze the dynamics of Islamic education during the New Order and Reform eras and the impact of globalization on its development in Indonesia. The research employs a qualitative approach using a library research method. Data were collected through documentation studies from various sources, including books, scientific journals, and relevant regulations. The findings indicate that during the New Order era, Islamic education was characterized by a centralized system under strong government control, although it gained formal recognition through several educational policies. In contrast, the Reform era was marked by educational decentralization, stronger legal foundations, improved status of madrasahs, and the modernization of Islamic boarding schools (pesantren). Globalization has brought positive impacts, such as wider access to information and the use of educational technology, while also posing challenges to Islamic values. Therefore, Islamic education is required to adapt to contemporary developments while maintaining its Islamic identity and values. Keywords: Islamic Education, New Order, Reform Era, Globalization, Educational Politics.   Abstrak       Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika pendidikan Islam pada era Orde Baru dan Reformasi serta dampak globalisasi terhadap perkembangannya di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui studi dokumentasi dari berbagai sumber, seperti buku, jurnal ilmiah, dan peraturan perundang-undangan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada era Orde Baru pendidikan Islam berada dalam sistem yang cenderung sentralistik dengan pengawasan pemerintah yang kuat, meskipun telah memperoleh pengakuan melalui berbagai kebijakan pendidikan. Sementara itu, era Reformasi ditandai dengan desentralisasi pendidikan, penguatan landasan hukum, peningkatan status madrasah, serta modernisasi pesantren. Globalisasi memberikan dampak positif berupa kemudahan akses informasi dan pemanfaatan teknologi pendidikan, tetapi juga menghadirkan tantangan terhadap nilai-nilai keislaman. Oleh karena itu, pendidikan Islam dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan identitas dan nilai-nilai Islam.   Kata kunci: Pendidikan Islam, Orde Baru, Reformasi, Globalisasi, Politik Pendidikan.  
Jenis-Jenis Strategi Pembelajaran Melinda Saputri Pulungan; Nur Annisa; Vandawa Sipahutar; Muhammad Darwis Dasopang; Irwandi Sihombing
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 3, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/s7b4ja56

Abstract

Learning strategies play a crucial role in improving the quality of instruction and achieving educational objectives. The selection of appropriate learning strategies can help students develop critical thinking skills, social competencies, independent learning abilities, and problem-solving skills. This article aims to examine and analyze several student-centered learning strategies, namely Cooperative Learning, Problem-Based Learning (PBL), Information Search, and Inquiry. This study employed a library research method with a qualitative descriptive approach. Data were collected from various literature sources, including books, scientific journals, and other academic references related to learning strategies. The data were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that each learning strategy possesses distinct characteristics and advantages. Cooperative Learning emphasizes teamwork and collaboration, Problem-Based Learning focuses on solving real-life problems, Information Search develops information literacy skills, while Inquiry promotes investigation and independent knowledge discovery. These strategies have been proven to enhance student participation, critical thinking, social skills, and learning autonomy. Keywords: learning strategies, cooperative learning, problem-based learning, information search, inquiry.   Abstrak       Strategi pembelajaran merupakan komponen penting dalam proses pendidikan yang berperan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan pencapaian tujuan pendidikan. Pemilihan strategi pembelajaran yang tepat dapat membantu peserta didik mengembangkan kemampuan berpikir kritis, keterampilan sosial, kemandirian belajar, serta kemampuan pemecahan masalah. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis berbagai strategi pembelajaran yang berorientasi pada peserta didik (student-centered learning), yaitu strategi pembelajaran kooperatif, Problem-Based Learning (PBL), Information Search, dan Inquiry. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari berbagai sumber literatur berupa buku, jurnal ilmiah, dan referensi akademik yang relevan dengan strategi pembelajaran. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa setiap strategi pembelajaran memiliki karakteristik dan keunggulan yang berbeda. Strategi kooperatif menekankan kerja sama kelompok, PBL berfokus pada pemecahan masalah nyata, Information Search mengembangkan kemampuan literasi informasi, sedangkan Inquiry menekankan proses penyelidikan dan penemuan pengetahuan secara mandiri. Keempat strategi tersebut terbukti mampu meningkatkan keaktifan peserta didik, kemampuan berpikir kritis, keterampilan sosial, serta kemandirian belajar.   Kata kunci: Strategi Pembelajaran, Pembelajaran Kooperatif, Problem-Based Learning, Information Search, Inquiry.
Analisis Penerapan Prinsip Transparansi Produksi dalam Membangun Kepercayaan Konsumen Perspektif Ekonomi Syariah pada UMKM Cita Rasa Bengkulu Emita Ayu Ningsih; Ezmi Permata Sari; Futri Nadilah; Hikma Karunia Lestari; Muhamad Ilham Maulana; Muhammad Rasyid Abdul Ghafir; Naufal Muhammad Dzakwan; Sinta Puji Lestari; Sriani Gusti
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 3, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/6abzjm43

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip transparansi produksi dalam membangun kepercayaan konsumen pada UMKM Cita Rasa Bengkulu berdasarkan perspektif ekonomi syariah. Transparansi produksi merupakan salah satu aspek penting dalam kegiatan bisnis yang mampu meningkatkan keyakinan konsumen terhadap kualitas, keamanan, dan kehalalan produk yang ditawarkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transparansi produksi yang diterapkan melalui keterbukaan informasi bahan baku, proses produksi, kebersihan lingkungan kerja, serta informasi kehalalan produk mampu meningkatkan kepercayaan konsumen. Dalam perspektif ekonomi syariah, transparansi merupakan implementasi prinsip shiddiq, amanah, dan keadilan yang menjadi dasar dalam aktivitas bisnis Islam. Kepercayaan konsumen yang terbentuk melalui transparansi berdampak pada loyalitas pelanggan, peningkatan citra usaha, serta keberlanjutan bisnis UMKM. Penelitian ini merekomendasikan agar UMKM Cita Rasa Bengkulu terus meningkatkan keterbukaan informasi produksi sebagai bentuk implementasi etika bisnis Islam dan strategi peningkatan daya saing usaha. Temuan ini sejalan dengan berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa transparansi, kejujuran, dan penerapan prinsip syariah berkontribusi positif terhadap kepercayaan konsumen. Abstract This study aims to analyze the implementation of production transparency principles in building consumer trust at UMKM Cita Rasa Bengkulu from the perspective of Islamic economics. Production transparency is an important aspect of business activities because it provides clear information regarding raw materials, production processes, product quality, cleanliness, and halal assurance. This research employed a qualitative method with a case study approach. Data were collected through observation, interviews, documentation, and literature studies. The findings indicate that UMKM Cita Rasa Bengkulu has implemented production transparency through the disclosure of raw material information, hygienic production processes, clear product labeling, and halal-related information. These practices positively influence consumer trust by reducing uncertainty and increasing confidence in the products offered. From the perspective of Islamic economics, production transparency reflects the values of shiddiq (honesty), amanah (trustworthiness), and ‘adl (justice), while also preventing elements of gharar (uncertainty) in business transactions. The implementation of transparency not only strengthens consumer trust and loyalty but also enhances business competitiveness and sustainability. Therefore, transparency serves as an important strategy in developing consumer-oriented and sharia-compliant business practices among UMKM. Keywords: Producton Transparency, Consumer Trust, Islamic Economics, UMKM, Halal Products.
Menerapkan Ekonometrika Lingkungan: Analisis Faktor Penghambat dan Pendorong Adopsi Teknologi Ramah Ekosistem di Kalangan Masyarakat Pesisir Pelabuhan Ratu (Dengan Fokus pada UMKM Perikanan dan FGD Partisipatif) Lis M. Yapanto; Rumtini; Yulya Fitria; Heryoko
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 3, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/5fw3my38

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis faktor penghambat dan pendorong adopsi teknologi ramah ekosistem di kalangan masyarakat pesisir, dengan fokus pada UMKM perikanan di Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kegiatan dilaksanakan pada Juni 2026 menggunakan pendekatan ekonometrika lingkungan yang dipadukan dengan Focus Group Discussion (FGD). Data kuantitatif dikumpulkan melalui survei terhadap 150 UMKM perikanan dan dianalisis menggunakan model regresi logistik biner (Logit). Sementara itu, FGD melibatkan 30 pelaku UMKM, nelayan, dan pemangku kepentingan untuk menggali faktor kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat adopsi teknologi ramah ekosistem masih rendah (33%). Faktor pendorong utama adalah akses kredit (meningkatkan probabilitas adopsi sebesar 23%), pendapatan (18%), dan keanggotaan kelompok (15%). Sebaliknya, faktor penghambat terbesar adalah biaya investasi awal (menurunkan adopsi hingga 21%) dan ketidakpastian pasar (16%). FGD mengonfirmasi bahwa kurangnya teknisi, suku cadang, serta pengalaman buruk dengan teknologi sebelumnya turut menjadi penghambat signifikan. Peserta FGD mengusulkan skema kredit bunga 0%, bengkel bersama, sertifikasi produk ramah ekosistem, dan pelatihan praktik langsung. Simpulan pengabdian ini adalah bahwa intervensi pembiayaan, penguatan kelembagaan, dan demonstrasi teknologi secara nyata merupakan rekomendasi kebijakan berbasis bukti untuk mempercepat adopsi teknologi ramah ekosistem di kawasan pesisir Pelabuhan Ratu. Kata kunci: ekonometrika lingkungan, adopsi teknologi ramah ekosistem, UMKM perikanan, FGD, Pelabuhan Ratu
Validitas Dan Reliabilitas Instrumen Evaluasi Pembelajaran Berbasis Hots Pada Jenjang Pendidikan Menengah Dysna Laqamuriandy Snae; Novita Beri Yalla; Mida Metri Kase
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 3, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/nzcw8r79

Abstract

Instrumen evaluasi pembelajaran berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skills) merupakan alat penilaian yang dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik seperti kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Pada jenjang pendidikan menengah, penerapan evaluasi berbasis HOTS sangat penting karena mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta kemampuan pemecahan masalah siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pentingnya validitas dan reliabilitas dalam pengembangan instrumen evaluasi pembelajaran berbasis HOTS pada jenjang pendidikan menengah. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji berbagai buku, jurnal, artikel ilmiah, dan sumber lain yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa validitas dan reliabilitas merupakan dua syarat utama dalam penyusunan instrumen evaluasi HOTS. Validitas berkaitan dengan ketepatan instrumen dalam mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik, sedangkan reliabilitas berkaitan dengan konsistensi hasil pengukuran. Instrumen yang valid dan reliabel akan menghasilkan data penilaian yang objektif, akurat, dan dapat dipercaya sehingga dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pembelajaran. Oleh karena itu, guru perlu memahami langkah-langkah penyusunan instrumen HOTS melalui penyusunan kisi-kisi, validasi ahli, uji coba instrumen, serta analisis statistik terhadap kualitas butir soal. Kata Kunci : Validitas, Reliabilitas, Instrumen Evaluasi, HOTS, Pendidikan Menengah.   Abstract A HOTS (Higher Order Thinking Skills)-based learning evaluation instrument is an assessment tool designed to measure students' higher-order thinking skills, such as analysis, evaluation, and creativity. At the secondary education level, the implementation of HOTS-based evaluation is crucial because it can improve students' critical thinking, creativity, and problem-solving abilities. This study aims to describe the importance of validity and reliability in developing HOTS-based learning evaluation instruments at the secondary education level. The research method used was library research, reviewing various books, journals, scientific articles, and other relevant sources. The results of the study indicate that validity and reliability are two primary requirements in developing HOTS evaluation instruments. Validity relates to the instrument's accuracy in measuring students' higher-order thinking skills, while reliability relates to the consistency of the measurement results. Valid and reliable instruments will produce objective, accurate, and trustworthy assessment data that can be used as a basis for decision-making in learning. Therefore, teachers need to understand the steps involved in developing HOTS instruments, including developing a grid, expert validation, instrument trials, and statistical analysis of item quality. Keywords: Validity, Reliability, Evaluation Instruments, HOTS, Secondary Education.  
Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) Dalam Pendidikan Agama Islam: Sebuah Kajian Literatur Hotmatua Harahap; Winny Khodijah; Ummi Syarifah Auliyah; Zulhimma
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 3, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/mtj2ap51

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk keimanan, akhlak, dan karakter peserta didik. Namun, praktik pembelajaran PAI di banyak sekolah masih bercorak konvensional, berpusat pada guru, dan menekankan hafalan, sehingga kurang membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan mengaitkan nilai-nilai keislaman dengan persoalan kehidupan nyata. Problem Based Learning (PBL) ditawarkan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang menempatkan masalah kontekstual sebagai titik tolak proses belajar. Artikel ini bertujuan mengkaji secara komprehensif konsep, karakteristik, sintaks, manfaat, serta tantangan penerapan PBL dalam pembelajaran PAI melalui pendekatan penelitian kepustakaan (library research). Sumber kajian berasal dari lima artikel jurnal nasional terbitan tahun 2023-2025 yang membahas penerapan PBL pada pembelajaran PAI di jenjang sekolah dasar dan menengah. Data dianalisis secara tematik dan komparatif untuk menemukan pola kesamaan dan perbedaan temuan antarstudi. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan PBL dalam PAI secara konsisten terbukti meningkatkan hasil belajar, keaktifan, kemampuan berpikir kritis, serta internalisasi nilai-nilai keislaman peserta didik. Penerapannya umumnya mengikuti lima fase yang dikemukakan Arends, yaitu orientasi pada masalah, mengorganisasikan peserta didik, membimbing penyelidikan individu maupun kelompok, mengembangkan dan menyajikan hasil karya, serta menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Meski demikian, implementasi PBL menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan waktu, kesiapan guru dalam merancang skenario masalah autentik, keragaman karakteristik peserta didik, dan keterbatasan sarana prasarana. Kajian ini diharapkan menjadi rujukan akademik bagi pendidik dan peneliti dalam mengembangkan strategi pembelajaran PAI yang lebih kontekstual dan bermakna.Kata Kunci: Problem Based Learning, Pendidikan Agama Islam, Strategi Pembelajaran, Hasil Belajar, Berpikir Kritis AbstractIslamic Religious Education (PAI) plays a strategic role in shaping students' faith, morals, and character. However, the practice of PAI learning in many schools remains conventional, teacher-centered, and memorization-oriented, leaving students underprepared in critical thinking and in connecting Islamic values with real-life problems. Problem Based Learning (PBL) is offered as an alternative learning strategy that places contextual problems as the starting point of the learning process. This article aims to comprehensively examine the concept, characteristics, syntax, benefits, and challenges of implementing PBL in PAI learning through a library research approach. The sources of this study consist of five national journal articles published between 2023 and 2025 that discuss the application of PBL in PAI learning at the elementary and secondary school levels. Data were analyzed thematically and comparatively to identify patterns of similarity and difference among the findings. The results show that the implementation of PBL in PAI consistently improves learning outcomes, student engagement, critical thinking skills, and the internalization of Islamic values. Its implementation generally follows the five phases proposed by Arends: orienting students to the problem, organizing students for study, guiding individual and group investigation, developing and presenting artifacts, and analyzing and evaluating the problem-solving process. Nevertheless, the implementation of PBL faces several challenges, such as limited instructional time, teachers' readiness in designing authentic problem scenarios, the diverse characteristics of students, and inadequate facilities. This study is expected to serve as an academic reference for educators and researchers in developing more contextual and meaningful PAI learning strategies.Keywords: Problem Based Learning, Islamic Religious Education, Learning Strategy, Learning Outcomes, Critical Thinking
Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menerapkan Penilaian Autentik pada Kurikulum Merdeka Siti Juraidah Hasibuan; Rahmad Husain Lubis; Hotnida Siregar; Muhammad Darwis Dasopang; Irwandi Sihombing
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 3, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/q1a5a637

Abstract

Penerapan Kurikulum Merdeka sejak tahun 2022 menjadi upaya transformasi pendidikan Indonesia menuju pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, fleksibel, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi abad ke-21. Salah satu komponen penting dalam kurikulum ini adalah asesmen autentik yang berfungsi menilai kemampuan peserta didik secara menyeluruh pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotor melalui tugas-tugas yang relevan dengan kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi asesmen autentik dalam Kurikulum Merdeka pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), mengidentifikasi tantangan yang dihadapi guru, serta mengkaji strategi yang digunakan untuk mengoptimalkan pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis berbagai artikel ilmiah, jurnal nasional dan internasional, serta dokumen yang relevan dengan topik penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru PAI menerapkan berbagai strategi asesmen autentik, seperti penilaian portofolio, proyek, unjuk kerja, observasi sikap, penilaian diri, dan penilaian teman sebaya yang didukung oleh pemanfaatan teknologi digital. Strategi tersebut terbukti mampu meningkatkan keterlibatan, motivasi, kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, kolaborasi, komunikasi, serta hasil belajar peserta didik. Namun, implementasi asesmen autentik masih menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan kompetensi guru, kurangnya instrumen dan rubrik penilaian, beban administrasi yang tinggi, keterbatasan waktu dan fasilitas, serta kesenjangan kemampuan teknologi. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan berkelanjutan, penguatan literasi asesmen, penyediaan instrumen yang kontekstual, serta dukungan kebijakan dan infrastruktur yang memadai. Dengan demikian, asesmen autentik memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mendukung pencapaian tujuan Kurikulum Merdeka secara efektif.