cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geodesi Undip
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geodesi Undip adalah media publikasi, komunikasi dan pengembangan hasil karya ilmiah lulusan Program S1 Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013" : 10 Documents clear
PEMBUATAN APLIKASI PENGOLAH KOMPONEN PASUT METODE PERATAAN KUADRAT TERKECIL BERBASIS WEB Agung Setiawan; Andri Suprayogi; Arief Laila Nugraha
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.976 KB)

Abstract

Pengamatan pasang surut laut merupakan fungsi dari lamanya waktu pengamatan dan mempunyai cara pengamatan yang disesuaikan dengan teknik pengambilan data yang akan digunakan. Teknik pengambilan data secara oseanografik dilakukan di tepi pantai dimana data pengamatan pasang surut berupa ketinggian permukaan laut yang diambil dengan interval waktu tertentu.Dalam penulisan tugas akhir ini akan dikaji penentuan konstanta harmonik pasut laut menggunakan web (Web Based) sebagai sarana untuk mengeksekusinya, dengan metode analisis harmonik teknik kuadrat terkecil (least square). Karena kemampuan web based dapat menjalankan aplikasi berbasis web dimanapun kapanpun tanpa harus melakukan penginstalan program merupakan kelebihan dari aplikasi ini.Setelah menyelesaikan tugas akhir ini, maka didapat kesimpulan telah dibangunnya aplikasi yang memudahkan pengguna khususnya untuk menghitung konstanta komponen-komponen pasut yang nantinya dapat digunakan untuk menghitung Mean Sea Level, Higher High Water Level, Lower Low Water Level, atau keperluan lain yang berhubungan dengan survei Hidrografi. Hasil dari penelitian ini nantinya dapat digunakan untuk keperluan navigasi kapal, sebagai landasan penanggulangan rob atau sebagai pengambilan keputusan yang berkaitan dengan survei hidrografi lainnya.Kata Kunci : Pasang surut, kuadrat terkecil, Web based
PERBANDINGAN KETELITIAN PERHITUNGAN VOLUME GALIAN MENGGUNAKAN METODE CROSS SECTION DAN APLIKASI LAIN (STUDI KASUS: BENDUNGAN PANDANDURI LOTIM) Ana Rosida; Sutomo Kahar; Moehammad Awaluddin
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1849.385 KB)

Abstract

Galian dan timbunan atau yang lebih dikenal oleh orang-orang lapangan dengan Cut and Fill adalah bagian yang sangat penting baik pada pekerjaan pembuatan jalan,bendungan, bangunan, dan reklamasi. Galian dan timbunan dapat diperoleh dari peta situasi yang dilengkapi dengan garis - garis kontur atau diperoleh langsung dari lapangan melalui pengukuran sipat datar profil melintang sepanjang jalur proyek atau bangunan. Perhitungan galian dan timbunan dapat dilakukan dengan menggunakan peta situasi dengan metode penggambaran profil melintang sepanjang jalur proyek atau metode grid-grid (griding) yang meninjau galian dan timbunan dari tampak atas dan menghitung selisih tinggi garis kontur terhadap ketinggian proyek ditempat perpotongan garis kontur dengan garis proyek.Dalam survei rekayasa, penentuan volume tanah adalah suatu hal yang sangat lazim. Seperti halnya pada perencanaan pondasi, galian dan timbunan pada rencana irigasi, jalan raya, jalan kereta api, penanggulangan sepanjang aliran sungai, perhitungan volume tubuh bendung, dan lain-lain, tanah harus digali dan dibuang ke tempat lain atau sebaliknya.Pada tugas akhir kali ini penulis akan mencoba membuat perhitungan volume dengan menggunakan metode koordinat untuk perhitungan luas penampang dan metode prismoida untuk tubuh tanah pada Microsoft Office Excel dan perhitungan dengan beberapa aplikasi lainnya sebagai pembanding yang akhirnya akan dibandingkan dengan hasil akhir galian di lapangan. Penulis berharap nantinya hasil perhitungan ini akan dapat benar-benar di aplikasikan pada perhitungan galian di pekerjaan galian pada proyek-proyek yang membutuhkan.Kata kunci: galian dan timbunan, volume, metode koordinat, prismoida, aplikasi, hasil akhir galian
PEMBUATAN PETA MODEL UNDULASI LOKAL (STUDY KASUS : KECAMATAN RAO, KABUPATEN PASAMAN-SUMATERA BARAT) M. Khaeru Reza; Sutomo Kahar; L. M. Sabri
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1106.459 KB)

Abstract

Pembuatan model undulasi lokal dari pengukuran gravitasi serta ketinggian orthometric bumi. Gaya berat yang digunakan adalah gaya berat relatif. Gaya berat relatif adalah gaya berat yang diperoleh dari hasil pengukuran gaya berat di suatu tempat yang diikatkan dengan gayaberat absolut. Untuk memperoleh nilai gaya berat absolut dilakukan pengukuran gaya berat yang diikatkan dengan sistem yang sudah ada yang dikenal sebagai Sistem Postdam. Sistem ini merupakan jaringan stasiun gaya berat yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pengkuran gaya berat relatif di suatu tempat di permukaan bumi ini. Penelitian ini dilaksanakan di daerah pengukuran gaya berat relative yang telah dilakukan di kecamatan Rao kabupaten Pasaman Sumatra Barat.Dari penelitian yang dilakukan untuk pembuatan model undulasi lokal diperlukan beberapa tahapan pengolahan. Tahapan-tahapan yang dilakukan tersebut meliputi tahapan penentuan anomali dari data gravity yang diperoleh dilapangan, yang terdiri dari : bacaan alat gravimeter, dikoreksi pasut, perhitungan G observasi, perhitungan gaya berat normal, koreksi udara bebas, koreksi terrain, serta koreksi bouger hingga diperoleh nilai anomaly bouger.Sedangkan untuk perhitungan undulasi dilakukan tahap-tahap perhitungan stokes serta perhitungan spherical harmonic serta kontribusi geoid global (N1) dari Nico Sneew. Untuk perhitungan N0 untuk penentuan titik nol pusat bumi serta trunsection error (€N) tidak perlu dilakukan perhitungan karena tidak signifikan pengaruhnyaKata Kunci : Gayaberat ,Undulasi, Geoid.
ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN NDVI DAN TUTUPAN LAHAN TERHADAP SUHU PERMUKAAN DI KOTA SEMARANG Ayu Hapsari Aditiyanti; L. M. Sabri; Bandi Sasmito
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1332.598 KB)

Abstract

Sebagai salah satu Kota tujuan transmigrasi yang cukup aktif di Pulau Jawa, Kota Semarang beberapa tahun ke belakang ini sudah dirasa mengalami peningkatan panas yang cukup signifikan. Terlebih lagi di daerah urban atau yang biasa disebut daerah Semarang Bawah. Pertumbuhan penduduk menjadi pemicu beralihnya area bervegetasi menjadi perumahan atau akses jalan.                Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh perubahan tutupan lahan dan vegetasi melalui NDVI terhadap perubahan suhu permukaan berdasarkan interpretasi citra satelit Landsat tahun perekaman 2001, 2006, dan 2011. Penginderaan jauh dilakukan untuk memperoleh data spasial dalam waktu singkat dengan akurasi tinggi. Hal ini akan sangat memudahkan penggunanya untuk mendapatkan informasi tanpa harus melakukan survey di lapangan.                Superfised Classification digunakan untuk mendapatkan data perubahan tutupan lahan, kemudian untuk mendapatkan nilai NDVI dan suhu permukaan dilakukan konversi digital number dari setiap pixel pada citra tersebut. Pengolahan citra satelit Landsat tersebut dilakukan dengan menggunakan software ER Mapper. Kemudian dilakukan pengambilan sambel dengan metode simple random sampling dan systematic sampling untuk dilakukan analisis statistik dengan metode regresi linier menggunakan software SPSS 17.0.                Hasil penelitian menunjukkan dari tahun ke tahun Kota Semarang mengalami penurunan luas area vegetasi dan peningkatan area terbangun. Secara keseluruhan perubahan suhu permukaan dipengaruhi signifikan oleh NDVI dan tutupan lahan secara bersama-sama dengan koefisien determinasi (R2) sebesar  82,6% (tahun 2001), 76,7% (tahun 2006),  78,8% (tahun 2011). Secara parsial NDVI memberikan pengaruh sebesar 78,9% (tahun 2001), 70,3% (tahun 2006), 73,0% (tahun 2011) terhadap suhu permukaan. Secara parsial tutupan lahan memberikan pengaruh sebesar 74,0% (tahun 2001), 70,7% (tahun 2006), 70,4% (tahun 2011) terhadap suhu permukaan.Kata Kunci : Perubahan Suhu Permukaan, NDVI, Tutupan Lahan, Regresi Linier, Penginderaan Jauh.
ANALISIS PERSEBARAN BIDANG TANAH BERDASARKAN PEMANFAATAN TANAH MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (STUDI KASUS : KECAMATAN KEDUNGKANDANG, KOTA MALANG, PROVINSI JAWA TIMUR) Rico Waskito Putro; Sawitri Subiyanto; Moehammad Awaluddin
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1676.57 KB)

Abstract

Soil is the main source of well-being and lives of the people, therefore the use of land and optimum utilization of land. Embodiments of use and optimum utilization of land can be done through the preparation of spatial plans that integrate the principles of sustainable development. Harmonizing with the land use plan should be organized in spatial planning so that every area of soil can provide optimal and sustainable benefits and cultivated in an efficient and balanced while respecting the rights of the people, it will be quickly prepared and organized when available land use maps and large-scale land use. In Article 40 of the National Land Agency Regulation No.. 4 of 2006 regulating the duties and Potential of Sub Soil Thematic Section in the Land Office is preparing a survey, mapping, maintenance and development of thematic mapping, soil potential surveys, maintenance of technical equipment and coaching officials computerized land appraiser. Thematic Mapping Section provides Thematic Maps, on the other hand measurements and surveys section provides the Land Registry Map. The second map illustrates the results so far have not shared in the ranks of the Land Office for each component in the making and has a map coordinate system and different scales, so that the information given as a result the data is still partially owned by the Land Office can not provide the information and results maximum, and mapping costs become very large.This study was conducted to obtain accurate results and a thorough map of the distribution of land parcels complete with the land use and land use especially in sub Kedungkandang complete, Malang. Land use in the District Kedungkandang mostly used for agricultural production, better utilization of land for fields registered or not registered or less have the total percentage of 55.87%. As for the land that has not been used has the smallest percentage than others, namely the extent of utilization of 0.10%Keywords: Land Use, Land Affairs, Thematic Maps, GIS.
IDENTIFIKASI DAN KLASIFIKASI AREA PERUMAHAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Gilang Andhika Surya J.; Bambang Sudarsono; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.354 KB)

Abstract

Kota Semarang merupakan Ibu Kota Jawa Tengah yang terletak di  6°58′0″ LU 110°25′0″ BT dengan luas wilayah 373.67  km2 dan  pertumbuhan penduduk rata rata 1,4% per tahun. Seiring dengan peningkatan pembangunan serta pertumbuhan penduduk, maka kebutuhan terhadap lahan juga meningkat. Hal ini dibatasi oleh ketersediaan lahan yang menyebabkan ketidakseimbangan antara sarana dan prasarana dengan pelayanan terhadap penduduk. Sehingga diperlukan informasi mengenai perubahan penggunaan lahan dan pola permukiman dalam perencanaan tata kota.Seiring dengan kemajuan teknologi di bidang pemetaan dan informasi spasial, konsumen lebih mudah untuk mencari informasi rumah yang akan mereka beli. Teknologi Sistem Informasi Geografis merupakan teknologi survey dan pemetaan yang dapat digunakan untuk mengambil, menyimpan, memperbaharui, manipulasi, analisis dan menampilkan seluruh bentuk informasi yang memiliki referensi geografis.Dalam tugas akhir ini dilakukan pembuatan peta klasifikasi perumahan berdasarkan rencana pola ruang kota Semarang. Dimana dalam visualisasi posisi perumahan yang dilengkapi database menggunakan aplikasi Google Earth. Database tersebut berisi deskripsi dari perumahan yang ada dalam wilayah penelitian.Kata Kunci : Perumahan, Google Earth, Sistem Informasi Geografis, kecamatan Semarang Barat, kecamatan Ngaliyan.
PEMBUATAN PROGRAM PERHITUNGAN PERATAAN JARING SIPAT DATAR Setiaji Nanang Handriyanto; Moehammad Awaluddin; Bandi Sasmito
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.44 KB)

Abstract

Sipat datar bertujuan menentukan beda tinggi antara titik-titik di atas permukaan teliti.Di dalam geodesi, tinggi suatu titik didefinisikan sebagai jarak terhadap suatu bidang referensi. Bidang referensi yang dipakai adalah bidang equipotensial gaya berat (bidang nivo) yang berimpit dengan muka air laut rata-rata yang tidak terganggu. Bidang tersebut dinamakan geoid.Dalam pengukuran jaringan Sipat Datar, untuk mendapatkan titik tinggi yang akurat terlebih dahulu dilakukan pengolahan beda tinggi kemudian dilakukan perataan jaringan (Network Adjustment).Perataan jaringan menggunakan metode kuadrat terkecil. Kuadrat terkecildimaksudkan untuk mencari suatu nilai akhir sehingga jumlah kuadrat dari residu adalah minimum. Sehingga tidak mungkin ada nilai hasil hitungan yang lain yang jumlah kuadrat residunya lebih kecil.Seiring dengan kemajuan di bidang komputer dan pemrograman, maka perhitungan perataan jaring Sipat Datar menjadi lebih praktis dalam pengolahannya. Aplikasi GLN 1.0 menggunakan bahasa pemrograman berbasis windows yaitu Visual Basic 2008. Aplikasi GLN 1.0 dapat meratakan jaring Sipat Datar dengan dua metode yaitu parameter dan Bersyarat. Hasil perataan pengamatan jaring Sipat Datar dari aplikasi GLN 1.0 dibandingkan dengan hasil perataan dari Adjust dan Microsoft Office Excel menunjukan hasil yang relatif sama. Berdasarkan hal tersebut, maka disimpulkan bahwa aplikasi yang dibuat dapat digunakan untuk keperluan perataan jaring Sipat Datar.Kata Kunci : visual basic, Sipat Datar, beda tinggi, perataan kuadrat terkecil.
IDENTIFIKASI DAERAH PRIORITAS REHABILITASI LAHAN KRITIS KAWASAN HUTAN DENGAN PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (STUDI KASUS: KABUPATEN PATI) Heri Setiawan; Bambang Sudarsono; Moehammad Awaluddin
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.421 KB)

Abstract

Kerusakan Hutan masih menjadi perbincangan hangat di Indonesia. Banjir bandang yang sering penambangan karst liar di kawasan hutan pegunungan Kendeng Utara sehingga hutan terdegradasi dan akan menadi lahan kritis. Faktor yang mempengaruhi terjadinya lahan kritis kawasan hutan  antara lain; kerapatan vegetasi, kelerengan hutan, erosi lahan dan manajemen hutan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persebaran lahan kritis kawasan hutan dan berapa luas daerah prioritas rehabilitasinya. Pengolahan dilakukan dengan metode overlay tiap parameter; peta kelas vegetasi, peta kelas lereng, peta kelas erosi dan peta kelas manajemen. Pembuatan peta kelas kerapatan vegetasi dibuat dari klasifikasi NDVI citra Landsat 7 ETM+. Kemudian analisis tiap kecamatan, Kesatuan Pemangkuan Hutan, Bagian Hutan dan fungsi hutan dilakukan dengan overlay data vektor.Berdasarkan hasil pengolahan data, kawasan hutan Kabupaten Pati didominasi oleh kriteria potensial kritis seluas 14.351,74 ha (62,67%) dari luas hutan di Kabupaten Pati. Kerusakan hutan tertinggi berada di kecamatan Margorejo dan Sukolilo. Lahan kritis paling banyak berada di kecamatan Margorejo 252,02 ha. Sedangkan lahan agak kritis paling banyak terdapat di kecamatan Sukolilo 1.492,22 ha.Kata Kunci: Lahan kritis, Hutan, Kabupaten Pati
PEMODELAN GEOID KOTA SEMARANG Tanggo Rastawira; Sutomo Kahar; L. M. Sabri
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.281 KB)

Abstract

Kota Semarang merupakan ibukota provinsi Jawa Tengah yang memiliki kondisi topografi yang unik dengan variasi dataran dan perbukitan. Kondisi topografi yang seperti itu menjadikan penentuan tinggi orthometrik dengan metode sipat datar menyebar ke seluruh wilayah Kota Semarang membutuhkan tenaga, waktu, dan biaya yang tidak sedikit. Adanya teknologi GPS yang mampu menyajikan data informasi tentang posisi secara cepat dan tepat dapat dijadikan alternatif penentuan tinggi teliti di masa kini. Akan tetapi tinggi yang dihasilkan oleh GPS adalah tinggi yang mengacu pada ellipsoid, maka dibutuhkan model geoid yang teliti untuk mengkonversi tinggi geodetik menjadi tinggi orthometrik.Pada tugas akhir ini akan dibahas mengenai penentuan model geoid pada lokasi pengukuran gayaberat lokal Kota Semarang. Penentuan geoid dilakukan dengan metode kombinasi yaitu dengan menggabungkan informasi dari gayaberat lokal dengan model geopotensial global EGM96 sampai dengan derajat dan orde 120. Tinggi undulasi geoid Kota Semarang hasil perhitungan metode kombinasi berkisar antara 26,73026703 sampai dengan 26,99150681 meter dengan titik terendah di BM Surip 7 sedangkan yang tertinggi di daerah Walter Mongisidi. Hasil verifikasi menunjukkan bahwa model geoid yang dihasilkan dari metode kombinasi lebih baik dibandingkan dengan pemakaian model geopotensial global EGM96 dan EGM2008 sampai derajat dan orde penuh.Kata kunci: Tinggi Orthometrik, Model Geoid, Metode Kombinasi.
UJI COBA GNSS CORS DALAM PEMETAAN BATAS BIDANG TANAH MENGGUNAKAN SPIDERWEB ( STUDI KASUS : KABUPATEN SEMARANG ) Kukuh Ibnu Zaman; Sawitri Subiyanto; L. M. Sabri
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.737 KB)

Abstract

SpiderWeb merupakan suatu integrasi software dan hardware untuk mengontrol dan mengoprasikan satu receiver GPS ataupun beberapa receiver dalam satu network. CORS BPN sering mendapat kendala pada Communication Link (GPRS) dan Virtual Private Network (VPN) sehingga pengukuran CORS menggunakan NTRIP (Networked Transport of RTCM via Internet Protocol) cenderung lama untuk mendapatkan solusi pengukuran “fix”, untuk itu BPN RI bekerjasama dengan Leica mencoba memberikan alternatif baru untuk membuat software SpiderWeb.Pada penelitian tugas akhir ini analisis yang digunakan adalah selisih luasan bidang tanah hasil Post Processing menggunakan Spiderweb dengan hasil Post Processing menggunakan GNSS Solutions yang mengikat pada stasiun referensi Kantor Pertanahan Kabupaten Semarang. Metode pengukuran GPS yang digunakan adalah statik singkat (rapid static), dengan waktu pengamatan selama 5 menit. Data luasan bidang tanah definitif yang digunakan adalah luasan hasil Post Processing menggunakan GNSS Solutions.Selisih luasan yang dihasilkan dari hasi pengolahan data adalah sebagai berikut: pengukuran bidang tanah metode statik singkat menggunakan SpiderWeb dengan waktu pengamatan 5 menit dan jarak dari base stasion 2 km mendapatkan selisih luasan yang cukup besar, dengan selisih terkecil luasan bidang tanah terdapat pada bidang 7 yaitu sebesar 0,603 m2 (0,13%), dan selisih terbesar adalah pada bidang 17 yaitu sebesar 147,508 m2  (18,42%).Kata Kunci : SpiderWeb, GNSS CORS, Statik singkat, Pengukuran bidang tanah.

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 4 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Geodesi Undip Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 Vol 8, No 1 (2019) Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 More Issue