cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geodesi Undip
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geodesi Undip adalah media publikasi, komunikasi dan pengembangan hasil karya ilmiah lulusan Program S1 Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014" : 26 Documents clear
Analisis Geospasial Persebaran TPS dan TPA di Kabupaten Batang Menggunakan Sistem Informasi Geografis Mufti Yudiya M.; Sawitri Subiyanto; Hani'ah .
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.082 KB)

Abstract

Informasi mengenai sarana kebersihan berupa TPS dan TPA sangat diperlukan guna menunjang sistem pengelolaan kebersihan di Kabupaten Batang. Dari hasil penelitian diketahui bahwa Kabupaten Batang memiliki 1 buah TPA dan 86 buah TPS. Daerah pelayanan dalam kota memiliki 78 buah TPS dengan total kapasitas 409,57 m3, sedangkan daerah pelayanan luar kota memiliki 8 buah TPS dengan total kapasitas 248,25 m3. Volume sampah yang masuk ke TPA yaitu 122 m3/hari dari dalam kota dan 23 m3/hari dari luar kota. Dari data tersebut diketahui bahwa TPS telah memenuhi daya tampung. Sementara itu dalam kesesuaian penempatan lokasi TPS, diketahui bahwa seluruh TPS di Kabupaten Batang telah sesuai dengan sedikit rekomendasi perbaikan untuk beberapa TPS seperti peletakan TPS agar tidak di badan jalan.Sementara itu keberadaan TPA Randukuning Kabupaten Batang sampai saat ini masih digunakan. Masa pelayanan sebenarnya yaitu hanya sampai tahun 2005, tetapi karena perlakuan khusus sampai saat ini masih digunakan sebagai tempat penampungan akhir sampah. Sebagai alternatif dilakukan pemilihan lokasi TPA Rekomendasi dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis. Penentuan lokasi dilakukan melalui tahapan regional, penyisih, dan penilaian menggunakan SNI 193241-1994. Dari hasil pengolahan data diperoleh lokasi layak zona TPA seluas 1.423,11 Ha yang tersebar di beberapa wilayah Kabupaten Batang. Dari zona layak tersebut terpilih 3 lokasi yang dianggap paling layak yaitu berada di Desa Candiareng Kecamatan Warungasem, Desa Kalibalik Kecamatan Banyuputih, dan Desa Banaran Kecamatan Banyuputih.Kata Kunci : TPS, TPA, Sistem Informasi Geografis.
Desain dan Visualisasi Kampus Universitas Diponegoro Berbasis WebGIS Tri Adi Hermawan; Arief Laila Nugraha; Bambang Sudarsono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.826 KB)

Abstract

Diponegoro University is one of the largest university in Central Java and has a wide area location. Because of the large area makes the location of each building study program each faculty dispersed and has a considerable distance to other faculty. The availability of information about the location of each study program on campus of the University of Diponegoro was minimal. The need for information on the campus demanding the availability of information systems that are informative and provide convenience for everyone who needs information about the campus.This research using spatial data coordinates of the position and photos of objects and attribute data in the form of a campus building inventory data. Processing of panoramic images using Pano2VR software while the coordinate data collection using GPS handheld. Maps are used utilizing Google Earth and Google Maps then developed using HTML website framework., MySQL with phpMyAdmin features used as database. Data that has been acquired is then processed using the software and information presented in a campus-based WebGIS.The final result of this research is the application of Diponegoro University campus map-based WebGIS equipped with information of each faculty, studi program, Unit contained in the University of Diponegoro and there are panoramic images to look around the location we were looking for.Keywords: Diponegoro University, campus maps, webGIS
Analisis Ruang Terbuka Hijau Kota Semarang Dengan Meggunakan Sistem Informasi Geografis Handayani Nur Arifiyanti; Moehammad Awaluddin; L. M. Sabri
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.39 KB)

Abstract

Ruang terbuka hijau atau yang sering disingkat RTH memiliki banyak pengertian. Di dalam pengaturannya RTH juga dapat disebut dengan ruang terbuka hijau kawasan perkotaan (RTHKP). Fungsi hijau dalam ruang terbuka hijau (RTH) kotamerupakan penyeimbang antara polusi udara dengan lingkungan alam. Lebih dari itu, masih banyak fungsi RTH termasuk fungsi estetika yang bermanfaat sebagai sumber rekreasi publik.Pada penelitian ini menggunakan Citra Quickbird Kota Semarang, peta garis Kota Semarang, peta permukiman Kota Semarang dan data Taman Kota semarang tahun 2012 untuk membuat sistem informasi geografis tentang RTH Kota Semarang. Jenis RTH yang diteliti dalam penelitian ini adalah hutan, jalur hijau jalan, taman, lapangan, makam, sawah dan perkebunan. Pengolahan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan software ArcGIS 9.3 dan Microsoft Excel 2010.Hasil penelitian ini menunjukkan dari 16 kecamatan yang dimiliki oleh Kota Semarang dengan luas sebesar 373,70  memiliki ruang terbuka hijau sebesar 17.149,902 Ha yang terdiri atas hutan 68.152.865,51, jalur hijau jalan 354.590,98 m, dan taman 268.143,41 , sedangkan ruang terbukah hijau privat yang dimiliki oleh Kota Semarang terdiri atas hutan produksi 23.347.152,35 , perkebunan 9.641.452,91, pertanian 17.588.565,97, lapangan 882,102,36 , dan makam 1.289.692,49 .Luasan kapasitas dari suatu taman atau yang bisa disebut dengan Carrying Capacity adalah 1,5 , dari acuan tersebut dan dilakukan perhitungan dengan cara perbandingan antara luasan taman dengan jumlah penduduk didapatkan hasil dari 64 taman aktif hanya 9 taman yang memenuhi standard dan 55 taman yang tidak memenuhi standart kapasitas taman bermain dan olahraga.Kata Kunci : Ruang Terbuka Hijau, Sistem Informasi Geografis, Carrying Capacity
Peta Persebaran Industri Batik Di Kota Surakarta Berbasis Website Bondan Arum Kusumahati; Sutomo Kahar; Arief Laila Nugraha
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1482.87 KB)

Abstract

Surakarta atau yang terkenal dengan Solo merupakan salah satu kota di Jawa Tengah. Dilihat dari aspek lalu lintas perhubungan di Pulau Jawa, posisi Kota Surakarta tersebut berada pada jalur strategis yaitu pertemuan atau simpul yang menghubungkan Semarang dengan Yogyakarta (JOGLOSEMAR), dan jalur Surabaya dengan Yogyakarta. Dengan posisi yang strategis ini maka Kota Surakarta menjadi pusat bisnis yang penting bagi daerah kabupaten di sekitarnya.Salah satu bisnis yang paling diminati adalah bisnis industri batik. Batik Surakarta adalah warisan budaya yang menjadi identitas Kota Surakarta. Promosi kebudayaan yang gencar dilakukan oleh pemerintah Kota Surakarta dengan mengadakan beberapa event besar menjadikan industri batik di Kota Surakarta  berkembang pesat dan beberapa diantaranya menjadi objek pariwisata.Penelitian ini menganalisis tentang persebaran industri batik di Kota Surakarta dengan memanfaatkan Google Map dan berbasis Website. Sistem ini dikembangkan dengan menggunakan kerangka website HTML, MySql dengan fitur phpMyAdmin sebagai basis data, dan GPS navigasi sebagai penentuan posisi koordinat.Hasil akhir dari penelitian ini adalah berupa aplikasi persebaran industri batik di Kota Surakarta berbasis website berdasarkan posisi, kemudian dilengkapi dengan peta, produk dan fitur lainnya.Kata kunci : Batik Surakarta, peta persebaran, Web, Google Maps
Analisis Pemanfaatan Citra Landsat 7 Untuk Pemetaan Kandungan Bahan Organik Tanah Dengan Metode Pca Dan Regresi Linier Berganda Bertahap Di Kabupaten Bangkalan Mohammad Idris; Sawitri Subiyanto; L. M. Sabri
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.44 KB)

Abstract

Information on soil organic matter (SOM) is required for consideration in planning development of sustainable land as land with high SOM score could be prioritized for field potential. Bangkalan regency encounters increased shift in land use after the operation of Suramadu bridge, causing land convertion does not consider natural value of the soils. In this study, mapping of soil organic matter on july 2013 is implemented by using remote sensing techniques. The remote sensing data is Landsat 7 (bands 1, 2, 3, 4, 5, and 7) with Normalized Difference Soil Index (NDSI) as the land identification. Ground-truth data be obtained by analyzing organic matter using ASTM D 2974 combustion method (American Society for Testing and Materials on Standard Test Methods for Moisture, Ash, and Organic Matter of Peat and Other Organic Soils). Data analysis uses stepwise multiple linear regression with three types of input (pixel values of 6 bands in grayscale mode,PCA with 6 PCs, and PCA with 3 PCs). The results showed that using principal component analysis (PCA) with 6 PCs can be used to predict soil organic matter. Application of stepwise multiple linear regression (SMLR) equation by using input principal component analysis (PCA) with 6 PCs to estimate soil organic matter showed that the soil in the study area generally contain diverse organic matter (covering 61.7% of the study area). Therefore, information on texture and structure contents of soils, harvest periods, cover crops, guided use of fertilizers, socio-economic incentives are needed to improve the results of BOT in study areaKeywords: remote sensing, mapping, soil organic matter, SMLR, PCA
Evaluasi Kesesuaian Lahan Tanaman Pertanian Berbasis Sistem Informasi Geografis Dengan Menggunakan Metode Fuzzy Set (Studi Kasus : Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri) Bhekti Hapsari; Moehammad Awaluddin; Bambang Darmo Yuwono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (813.923 KB)

Abstract

Secara umum, Sistem Informasi Geografis merupakan alat berbasis komputer yang mampu memfasilitasi pemetaan dan melakukan analisis keruangan objek-objek di permukaan bumi. Sehingga sistem ini dapat untuk menganalisis kesesuaian lahan pertanian dengan menggunakan analisis spasial dan pencocokan antara data karakteristik lahan dari suatu daerah. Kesesuaian lahan merupakan kecocokan suatu jenis lahan tertentu untuk macam penggunaan tertentu. Pada tingkat kelas kesesuaian lahan dikelompokkan pada 5 kelas kesesuaian, yaitu S1 (sangat sesuai), S2 (cukup sesuai), S3 (sesuai marginal), N1 (tidak sesuai pada saat ini), dan N2 (tidak sesuai permanen). Dalam penelitian ini untuk penentuan kelas kesesuaian lahan pada satuan lahan hasil overlay peta dilakukan dengan analisis matching dengan menggunakan metode Fuzzy Set. Sehingga pihak pengambil kebijakan dapat menjadikannya sebagai salah satu dasar dalam perencanaan tata guna lahan, khususnya di sektor pertanian sebagai perwujudan optimalisasi hasil pertanian.Pada hasil dari analisis matching dengan menggunakan metode Fuzzy Set didapat suatu nilai dengan rentang dari 0 sampai dengan 1. Nilai inilah yang menjadikan suatu satuan lahan tersebut berada pada kelas kesesuaian lahan tertentu. Berdasarkan hasil analisis evaluasi kesesuaian lahan, untuk komoditas jagung, padi, cengkeh, cokelat, dan tebu di Kecamatan Eromoko berada pada kelas kesesuaian S1 (sangat sesuai) dan S2 (cukup sesuai). Sedangkan untuk komoditas kacang tanah, kedelai, bawang putih, dan kelapa di Kecamatan Eromoko berada pada kelas kesesuaian S1 (Sangat Sesuai). Kata Kunci : Kesesuaian Lahan, Evaluasi Lahan, Tanaman Pertanian, Hortikultura, Perkebunan, Sistem Informasi Geografis, Matching,  Fuzzy Set.
Aplikasi WebGIS Hotel Di Kota Surakarta Memanfaatkan Google Maps API Fajar Rusdyanto; Andri Suprayogi; Hani'ah .
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.251 KB)

Abstract

Technology development at this junction was already well that especially in the field of wireless networks. Began from a tool that’s used until to speed of the existing wireless network. The information that exist in an area could easily spread to another areas in just seconds. These things would very made light of communication in era that completely advance now. But the information that was exist if not managed properly will certainly could be difficult for the communication. So for that was  required a system that regulates the information or better known as information systems. Information systems are just written only and there are completely with pictures and maps. Information system that equipped with a map is called a Geographic Information System.In every city at this junction certainly equipped with luxurious accommodation facilities or better known by the hotel. One of the town are Surakarta which there are one of the tourist city. Information about this hotel are felt still not enough because hasn’t systems that organize them. Information systems were felt good enough to managed geographic information about the hotel is a geographic information system used the Internet or  Geographic Information System that based on web. By utilizing Google Maps felt good enough because it is a quite familiar in all operating system platforms that exist today. Geographic Information System technology are expected could helped to the users to obtained information on the spatial and non-spatial regarding hotels in the Surakarta city, Central Java .Keywords: Hotels, Surakarta,WebGIS
Analisis Perubahan Penggunaan Lahan Di Kecamatan Karangawen Studi Kasus : Pembangunan Karang Awen, Demak Winoto, Hadi; Sudarsono, Bambang; Nugraha, Arief Laila
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.528 KB)

Abstract

Satu keuntungan utama pendekatan digital yaitu mudah mengupdate peta penggunaan lahan suatu wilayah dengan membandingkan dua skene citra satelit diambil dari dua waktu berbeda, pixel per pixel memungkinkan tiga pendekatan: (1) rasioing saluran; (2) penajaman transformasi data multispectral dan (3) deteksi perubahan perbandinganya dengan pascaklasifikasi. Rasioing saluran merupakan metode paling cepat dan paling mudah dari semua metode untuk deteksi perubahan penggunaan lahan. Metode ini meliputi, pertama, seluruh perekaman citra yang cermat dari dua waktu berbeda. Proses perekaman mencakup penggunaan titik control lapangan dan pemecahan serangkaian persamaan linier. Hal ini memungkinkan membuat sample ulang data citra dengan pixel 0.61 m persegi yang dibentuk kembali dengan system grim UTM.Peranan penting dari pengindraan jauh untuk pemetaan penggunaan lahan  dan penutup lahan dan untuk deteksi perubahan telah diberikan dengan tegas. Jelaslah bahwa hal ini merupakan metode paling baik dan paling cepat untuk mendapatkan data penggunaan lahan dan penutup lahan yang dapat dipercayai.Keuntungan utama adalah prospek interpretasi yang cepat dan cermat dari klasifikasi citra satelit pada areal yang luas. Hasil yang berupa peta perubahan penggunaan lahan dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak yang berkepentingan demi kemanfaatan bagi masyarakat setempat.Kata Kunci : ,Deteksi perubahan,Interpretasi, lahan,Citra Satelit
Analisis Cakupan Pelayanan Shelter Bus Trans Semarang Terhadap Kawasan CBD Menggunakan Network Analysis Tyas Arni Putri; Bambang Darmo Yuwono; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1803.823 KB)

Abstract

In this moment, Semarang has a transportation mode that expected to answer the needs of the community, that is Bus Trans Semarang. Bus Trans Semarang use transportation system that called Bus Rapid Transit (BRT). BRT apply One Stop Bus system, the system that can make a bus only stop in order to take passengers in one object that called shelter. This system has function to avoid a long bus-runtime that caused from undiscipline passengers and traffic jam. But, one stop bus system also has weakness in BRT transportation system because the position of shelter as bus stoppage become the most important thing. If the position of shelter cannot serve many significant areas like CBD (Central Business District), this system cannot work properly.In this research, GIS with its network analysis facility can be used to find out,”is Bus Trans Semarang shelter service could serve people in CBD areas?” There is one realization metodology cconsist of 4 phase, there are data collecting, preparation, processing (network analysis using software ArcGIS), and analysis.The result after doing analysis with network analysis method about all shelter in coridor I and coridor II is 119 shelter, and 11 shelter do not serve CBD. So the writer suggest to add 8 shelter. 3 shelter in coridor I and 5 shelter in coridor II. In coridor I exist 4 optimum shelter, there are Simpang 5 shelter, Bukopin shelter, Gramedia shelter, and Pandanaran shelter.While in coridor II only has 1 optimum shelter, that is BDP Johar shelter.Keywods: Bus Trans Semarang, Network Analyst, Central Business District
Aplikasi Pgrouting Untuk Penentuan Jalur Optimum Pada Pembuatan Rute Pemadam Kebakaran (Studi Kasus : Kota Semarang) Nasytha Nur Farah; Andri Suprayogi; Moehammad Awaluddin
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1239.399 KB)

Abstract

The technological developments of Geographic Information Systems (GIS) in integrating database processing operation has been very rapid. One of them is the use of SQL syntax which serves as a routing contained in PostgreSQL database. In pgRouting one of algorithm which is implemented is Dijkstra's algorithm. PgRouting is used to find out the optimum route from the starting point to the destination point which has been determined. In this study, pgRouting was applied to the Fire Company which requires timeliness in covering work areas in Semarang in case of fire.In order to use pgRouting, first install PostgreSQL, set up the data with a good quality control to be built in PostGIS and then add pgRouting extension itself. Furthermore, enable the required fields in the routing operations such as source, the target, length, topology, and index. After those required fields successfully activated, insert the SQL query in the SQL editor to implement the function of the shortest path by taking notice into the node source and the node target to be excecuted later on.The operation results are the shortest route layer along the attribute tables. And they are displayed on the Quantum GIS Wroclaw version by making the connection first. The results of dijkstra algorithm implementation are segments with weight/minimum cost from the starting node and aiming to the destination node. In the attributes which have been generated are also being taken notice the travel time problem. And it was analyzed to obtain the estimated time 1 that is 10 minutes and the estimated time 2 that is 15 minutes for the Firemen working. As the conclusion, that the Fire Company Central Office which is located in Jl.Madukoro has a strategic position to cover the area in Semarang City with the help of 2 Fire Company Sub Office which is located in Jl.Majapahit and Jl.Ngesrep Timur. But three districts namely Ngaliyan, Mijen, and Gunungpati are districts that is located beyond the reach of the office based on the analysis.Keywords: PostgreSQL, pgRouting, shortest path, Fire Route.

Page 1 of 3 | Total Record : 26


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 4 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Geodesi Undip Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 Vol 8, No 1 (2019) Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 More Issue