cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geodesi Undip
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geodesi Undip adalah media publikasi, komunikasi dan pengembangan hasil karya ilmiah lulusan Program S1 Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015" : 14 Documents clear
PEMBUATAN APLIKASI PETA WISATA DI SALATIGA BERBASIS MOBILEGIS MEMANFAATKAN SMARTPHONEANDROID Fajar Dwi Hernawan; Moehammad Awaluddin; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.443 KB)

Abstract

ABSTRAK Salatiga adalah kota kecil di Provinsi Jawa Tengah yang mempunyai luas wilayah ± 56,78 km² dan berada di antara Kota Semarang dan Kota Solo. Di Kota Salatiga didirikan universitas swasta dimana banyak orang dari berbagai daerah di Indonesia menimba ilmu di Salatiga. Kota Salatiga memiliki berbagai objek wisata yang tersebar luas di beberapa tempat. Keberadaan objek wisata yang berada jauh dari pusat kota dan jalan utama, serta medan jalan menuju objek wisata yang berkelok dan memiliki banyak persimpangan jalan, jelas menyulitkan wisatawan yang baru pertama kali berkunjung di Kota Salatiga. Makasudah seharusnya Kota Salatiga memiliki fasilitas pendukung berupa panduan mengenai objek wisata, sehingga dapat memudahkan para wisatawan yang akan berkunjung.Dengan memanfaatkan teknologi Global Positioning System (GPS) danLocation Based Service (LBS) yang tertanam pada smartphone android serta dengan menggabungkannya dengan google maps, maka dapat menghasilkan sebuah aplikasi yang memberikan layanan informasi lokasi. Aplikasi ini dapat dibuat menggunakan software MIT App Inventor 2 yang menyediakan bahasa pemrograman visual block.Hasilpenelitian ini adalah sebuah aplikasi Wisata Salatiga berbasis mobile GIS memberikan informasi seputar wisata, hotel, kafe dan restoran yang tersebar di Salatiga dan sekitarnya. Beberapa fitur dalam penggunaannya diperlukan koneksi internet dimana jaringan WLAN merupakan jaringan tercepat saat uji coba aplikasi. Dengan kesalahan rata – rata jarak sekitar 23 m yang diperoleh dari perbandingan jarak antara menu near list dengan menu distance measurement tool pada google maps, aplikasi ini masih dapat memberikan petunjuk navigasi dengan baik. Kata Kunci:aplikasi, wisata, Kota Salatiga, mobile GIS, GPS, LBS, android ABSTRACT Salatiga is a small town in Central Java province which has an area of ± 56.78 km² and is located between Semarang City and Solo City. In Salatiga founded private universities, where many people from various regions in Indonesia studying at Salatiga. Salatiga city has a variety of attractions that are widespread in some places. The existence of attractions that are far away from the city center and the main roads, and the road to the attraction field winding and has many crossroads, obviously complicate the tourists who first visited in Salatiga. Therefore, it is necessary for Salatiga to have supporting facilities in forms of leisure destination guides as it makes travel to Salatiga easier.By utilizing the technology of Global Positioning System (GPS) and Location Based Service (LBS) that are embedded in a smartphoneandroid and combine it with google maps, it can produce an application that can provide location information services. This application can be created using the software MIT App Inventor 2 which uses programming language visual block.Results this research is an applicationbased mobile GIS Wisata Salatiga which provide information about tours, hotels, cafes and restaurants scattered in Salatiga and surroundings. Some features in which the internet connection is required to use the WLAN network is the fastest network while testing applications. With the average distanceerror of about 23 mwere obtained from comparison of the distance betweennear list menu with the distance measurement tool menu on google maps, the application is still able to provide navigation instructions properly. Keywords :aplication, tourism,Salatiga City, mobile GIS, GPS, LBS, android.  *) Penulis PenanggungJawab
ANALISIS DAYA TAMPUNG FASILITAS PENDIDIKAN TERHADAP JUMLAH PENDUDUK USIA SEKOLAH BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS widya Prajna; Sutomo Kahar; Arwan Putra Wijaya
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.594 KB)

Abstract

ABSTRAK Sebagai salah satu kota metropolitan Semarang boleh dikatakan cukup padat, pada tahun 2011 kepadatan penduduknya sebesar 4.133 jiwa per km2, sedikit mengalami kenaikan dibandingkan dengan keadaan tahun 2010. Dikarenakan tingginya nilai kepadatan penduduk tersebut maka perlu ditunjang dengan sarana-sarana penunjang kegiatan penduduknya terutama di bidang pendidikan.Pada penelitian ini untuk analisis lokasi sekolah terhadap kawasan pemukiman menggunakan service area analyst, sedangkan analisis daya tampung dilakukan dengan menghitung nilai APK, APM, TPS, dan Ketertampungan yang kemudian disajikan secara spasial dalam bentuk peta. Penelitian ini mengambil 5 kecamatan di Kota Semarang saja, yaitu Candisari, Gayamsari, Semarang Selatan, Semarang Tengah, dan Semarang Timur. Fasilitas pendidikan yang diteliti adalah tingkat SMP dan SMA.                Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa lokasi sekolah yang ada baik di tingkat SMP dan SMA sudah dapat menjangkau kawasan pemukiman yang ada. Sesuai dengan Permendiknas No. 24 Tahun 2007 yang menyatakan lokasi sekolah harus dapat dijangkau dari kawasan pemukiman dengan jarak 6 km. Untuk tingkat SMP, di kecamatan Candisari terdapat sebesar 13,12% penduduk usia 13-15 tahun  yang tidak tertampung  dan kecamatan Gayamsari terdapat sebesar 11,95% penduduk usia 13-15 tahun yang tidak tertampung. Sedangkan di tingkat SMA hanya kecamatan Candisari terdapat sebesar 12,16% penduduk usia 16-18 tahun tahun yang tidak dapat tertampung. Kata kunci: Lokasi Sekolah, Pemukiman, Semarang, Service Area Analyst.ABSTRACTAs one of a metropolitan city, Semarang has a high density population. In 2011, the population density is 4.133 population per km2, this amount is higher than in 2010. Because of the high density population, it is necessary that the  public facility have to match it’s necessity, especially in education.                In this reasearch, the school location to residence area analysis was analyzed using service area analyst method. Meanwhile the school capacity analysis was  done by calculating APK, APM, TPS, and Accomodated that than it is presented spatially in the form of a map. This study took 5 subdistricts of Semarang City, there are Candisari, Gayamsari, Semarang Selatan, Semarang Tengah, and Semarang Timur. The  education facility objects are junior high schools, and senior high schools.This study showed that the location of existing schools at both the junior high schools and senior high schools have reached residence area. In accordance with the Ministerial Regulation No. 24 of 2007 that the school should be reachable from the residence area within a distance of 6 km. For the junior high school level, in Candisari subdistrict there are 13.12% population aged 13-15 are not accommodated and in Gayamsari subdistrict 11.95% of the population aged 13-15 are not accommodated. While in senior high school level only in Candisari subdistrict 12.16% of the population aged 16-18 years who can’t be accommodated. Keywords: School Location, Resident, Semarang, Service Area Analyst.   *) Penulis Penanggung Jawab
PEMANFAATAN WEBGIS UNTUK PEMETAAN PERSEBARAN SPBU DI KOTA SEMARANG Shindy Mariska Zulkarnain; Bambang Sudarsono; arief Laila Nugraha
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.842 KB)

Abstract

ABSTRACT Semarang is the fifth largest city after Jakarta, Medan, Surabaya, and Bandung, with a population of nearly two million people. With a dense population, then the distribution of fuel oil (BBM) in the city of Semarang is getting bigger. Therefore, PT. Pertamina as the official agent of the fuel oil supplier is also growing rapidly, thus causing a lot of Gas Station (SPBU) establishment, especially in Semarang.With the development of today’s technology, the maps can be created in digital form with the use of Geographic Information Systems (GIS). In order to be more efficient in its use, then the map is integrated into a web, so users can access them anywhere and anytime. This research was developed using an HTML website framework, the java programming language, PHP, and MySQL with phpMyAdmin features as base data, and GPS handheld as the determinant position coordinate.The final result of this research is GIS application in distribution of Gas Station (SPBU) in Semarang based website which can be accessed on the spbu-semarang.com situs. This website shows the location and the facilities at the Gas Station (SPBU) and served through the google Maps, so can make it easy to find the location of Gas Station (SPBU) in Semarang.  Keywords : GIS, SPBU, Semarang City  ABSTRAKKota Semarang merupakan Kota ke lima terbesar setelah Jakarta, Medan, Surabaya dan Bandung dengan jumlah penduduk mencapai 2 juta jiwa. Seiring dengan perkembangan kepadatan penduduk dan  jumlah kendaraan bermotor  juga  semakin meningkat,  maka pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Semarang semakin besar dan berkembang  pesat, oleh karena itu PT.Pertamina sebagai agent resmi penyalur BBM juga kian berkembang  pesat sehingga menyebabkan banyaknya pendirian SPBU di wilayah Kota Semarang.Dalam perkembangan teknologi informasi saat ini peta dapat dibuat secara digital yakni dengan menggunakan Sistem Informasi Geografi (SIG), untuk lebih dapat efisien lagi peta tersebut diintergrasikan kedalam sebuah web agar bisa diakses oleh pengguna di mana saja dan kapan saja.Penelitian ini dikembangkan menggunakan Kerangka website HTML, bahasa pemrograman java, PHP dan MySQL dengan fitur phpMyAdmin sebagai basis data, dan GPS handheld sebagai penentuan posisi koordinat.Hasil akhir penelitian ini berupa aplikasi SIG Persebaran SPBU di Kota Semarang berbasis website yang dapat di akses pada situs spbu-semarang.com dengan menampilkan lokasi dan fasilitas yang ada di SPBU yang disajikan melalui Google Maps sehingga bisa dengan  mudah menemukan lokasi SPBU yang ada di Kota Semarang  Kata Kunci : SIG,SPBU,Kota Semarang      *) Penulis PenanggungJawab
PEMETAAN ZONA NILAI TANAH UNTUK MENENTUKAN NILAI JUAL OBJEK PAJAK (NJOP) MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Heranda Ibnu Adhi; Sawitri Subiyanto; Arwan Putra Wijaya
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1030.804 KB)

Abstract

ABSTRAKZNT dimaknai sebagai area yang menggambarkan nilai tanah yang relatif sama, yang batasanya bersifat imajiner atau pun nyata sesuai penggunaan tanah. Tanah tersebut mempunyai perbedaan nilai antara yang satu dengan yang lainnya berdasarkan analisis perbandingan harga pasar dan biaya. Mengingat ZNT berbasis nilai pasar, ZNT dapat dimanfaatkan untuk penentuan tarif dalam pelayanan pertanahan, referensi masyarakat dalam transaksi, penentuan ganti rugi, inventori nilai aset publik maupun aset masyarakat, monitoring nilai tanah dan pasar tanah, dan referensi penetapan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) untuk PBB, agar lebih adil dan transparan. Dalam  penelitian  dibentuk  peta  ZNT  berdasarkan  nilai  tanah  dengan  penilaian  massal menggunakan pendekatan perbandingan penjualan (sales comparative) yang di overlay dengan peta administrasi kecamatan Candisari, kota Semarang dan peta blok PBB tahun 2012 dan dibandingkan dengan nilai tanah berdasarkan NJOP. Data harga tanah yang dihitung adalah data harga tanah murni dengan nilai bangunan yang sudah dikeluarkan dan penyesuaian sesuai karakteristik kondisi sosial ekonomi daerah.Hasil penelitian didapatkan 60 Zona Nilai Tanah dari data NJOP dan data berdasarkan Survey Transaksi Harga Tanah. Kata Kunci :Zona Nilai Tanah (ZNT), Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). ABSTRACTLand value zone is defined as an area that describes the relative same value of land, The limit is either imaginary or real according to the land use. It also has a different value between one and another based on the comparison analysis of the market price and the cost.Considering land value zone based on the market value, land value zone can be utilized for the tariff determination in service land , reference for the community in  transactions, compensation, inventory for public assets or community assets value, monitoring the value and market of land, and as reference for the NJOP's determination for PBB , to make it more fair and transparent.On the research land value zone is mapped by land's value in mass assessment using salescomperative approach which is overlaid with administration map of Candisari subdistric, Semarangand map of field in 2013 which is being compared with the land's value based on tax object salesvalue (NJOP). Land price data calculated is the original land price data to the value of building that have been issued and it is also beingadjusted with the characteristic of the household economy in theresearch area.The result on the research shows that there are 60 land value zone from tax object salesvalue (NJOP) and also from the land value transaction survey. Keyword : Land Value Zone, Tax Object Sales Value, Tax on Aquistion of Land and Building     *) Penulis PenanggungJawab

Page 2 of 2 | Total Record : 14


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 4 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Geodesi Undip Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 Vol 8, No 1 (2019) Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 More Issue