cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geodesi Undip
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geodesi Undip adalah media publikasi, komunikasi dan pengembangan hasil karya ilmiah lulusan Program S1 Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019" : 24 Documents clear
PEMBUATAN PETA POTENSI LAHAN MENGGUNAKAN METODE FUZZY ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS ( STUDI KASUS : KECAMATAN TUGU DAN KECAMATAN NGALIYAN KOTA SEMARANG) Ary Nurhidayati Sugianto; Andri Suprayogi; Moehammad Awwaluddin
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1205.682 KB)

Abstract

ABSTRAKKota Semarang merupakan kota metropolitan terbesar ke-5 se-Indonesia. Perkembangan wilayah yang semakin pesat, menyebabkan terjadinya alih fungsi lahan. Alih fungsi lahan menyebabkan pembangunan yang tidak sesuai peruntukan lahannya dan menimbulkan kerawanan terhadap bencana. Pembangunan harus mengacu kepada Perda RTRW agar lebih fokus dan terarah. Selain itu, pembangunan juga harus memperhatikan kondisi fisik lahan. Pembuatan peta potensi lahan perlu dilakukan, agar dapat digunakan sebagai acuan pembangunan dimasa yang akan datang. Penelitian ini menggunakan metode penilaian, pembobotan, dan tumpang tindih (overlay). Pembobotan pada setiap parameter menggunakan metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process dan pengolahan di ArcGIS menggunakan metode Weighted Overlay. Evaluasi kesesuaian potensi lahan dengan RTRW dan lahan existing menggunakan metode intersect.  Hasil persentase untuk potensi ketiga peruntukan (permukiman, pertanian, dan industri) adalah 89,54% dan mendominasi wilayah penelitian. Hasil perbandingan evaluasi antara lahan existing dan rencana 2011-2031 pada permukiman adalah luas kelas Sangat Sesuai (S1) meningkat cukup banyak, yaitu 262,734 Ha pada permukiman existing menjadi 279,664 Ha pada permukiman rencana. Pada pertanian adalah luas kelas Sesuai (S2) menurun sangat drastis, yaitu 2185,672 Ha pada pertanian existing menjadi 575,859  Ha pada pertanian rencana. Pada industri adalah luas kelas Sangat Sesuai (S1) menurun cukup drastis, yaitu 205,794 Ha pada industri existing menjadi 159,15  Ha pada industri rencana. Kata Kunci : Fuzzy AHP, Kondisi Fisik Lahan, Potensi Lahan, Weighted Overlay.        ABSTRACTSemarang is the 5th largest metropolis of Indonesia. The rapid development of the region, causing land-function over. Rather than land function causes development that is not suitable for the grounds and raises the insecurity of disasters. Development should refer to Perda RTRW to be more focused and directed. In addition, development should also pay attention to the physical condition of land. The creation of potential land map needs to be done, so it can be used as a reference for future development. The research uses a method of skoring, weighted, and overlay. The Weighted parameters of each parameter are using the Fuzzy Analytical Hierarchy Process method and the processing in ArcGIS using an overlay method. Evaluate potential land suitability with RTRW and existing land using the Intersect method.  The percentage result for the third potential allocation (settlements, farms, and industries) is 89,54% and dominates the research area. The results of the comparison of the evaluation between the existing land and 2011-2031 plan in the settlement is the size of the class very suitable (S1) increased quite a lot, namely 262,734 Ha in the existing settlement to 279,664 Ha on the settlement of the plan. On the farm is an area of appropriate class (S2) decreased very drastically, namely 2185,672 Ha on existing farms to 575,859 Ha on agricultural plans. In the industry is an area of very suitable class (S1) decreased quite drastically, namely 205,794 Ha in the existing industry to 159,15 Ha on the plan industry. Keywords: Fuzzy AHP, land physical condition, potential land, Weighted Overlay.
ZONASI DAERAH RAWAN PENCURIAN KENDARAAN BERMOTOR (CURANMOR) DI KOTA SEMARANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE CLUSTER ANALYSIS Johan Wisma Anggoro; Moehammad Awaluddin; Arief Laila Nugraha
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1640.113 KB)

Abstract

ABSTRAKTindak pencurian kendaraan bermotor (curanmor) merupakan salah satu tindakan kriminal yang terjadi di setiap daerah terutama Kota Semarang, namun belum ada visualisasi kejadian curanmor ke dalam bentuk peta dari Polrestabes Kota Semarang, sehingga Metode Cluster Analisis dalam SIG dapat digunakan untuk menentukan dan menganalisis daerah rawan curanmor. Pada penelitian ini, dilakukan pemetaan daerah rawan curanmor di Kota Semarang dengan menggunakan tiga Metode Cluster Analisis, yaitu Kernel Density, K-Means dan K-Medoids. Metode Kernel Density adalah pengelompokan data berdasarkan kerapatan/density TKP dari tindak curanmor, metode K-Means adalah pengelompokan data berdasarkan centroid/pusat kejadian curanmor di tiap kelurahan, sedangkan metode K-Medoids adalah pengelompokan data berdasarkan nilai medoids yang di ambil dari objek data jumlah kejadian curanmor di tiap kelurahan. Hasil penelitian ini terdapat 1286 kasus curanmor yang terdiri dari 275 kasus pada tahun  2014, 424 kasus pada tahun 2015, 307 kasus pada tahun 2016, 161 kasus pada tahun 2017 dan 119 kasus pada tahun 2018. Daerah kerawanan dari metode Kernel Density, K-Means dan K-Medoids mempunyai hasil yang berbeda-beda. Berdasarkan hasil dari verifikasi menggunakan data kasus bulan Januari – April 2019, metode Kernel Density memiliki nilai verifikasi daerah rawan (tingkat kerawanan tinggi dan sedang)  yang paling besar dibanding dengan metode K-Means dan K-Medoids, yaitu 82,35%. Kata Kunci : Curanmor, K-Means, K-Medoids, Kernel Density, SIG.  ABSTRACTMotor vehicle theft (curanmor) is one of the criminal acts that occurred in each area, especially Semarang City, but there is no visualization of the event of curanmor in the form of maps from the Semarang City Polrestabes, so the Cluster Analysis Method in GIS can be used to determine and analyze vulnerable areas chancel. In this study, mapping of the area of hazard-prone areas in Semarang using three Cluster Analysis Methods, namely Kernel Density, K-Means and K-Medoids. Kernel Density method is a grouping of data based on the density of the crime scene from the act of curanmor, the K-Means method is grouping data based on centroids/center of curanmor events in each village office, while the K-Medoids method is grouping data based on medoids values taken from the number of data objects incidents of fraud in each village. The results of this study were 1286 cases of fraud consisting of 275 cases in 2014, 424 cases in 2015, 307 cases in 2016, 161 cases in 2017 and 119 cases in 2018. The area of vulnerability from the Kernel Density method, K-Means and K-Medoids have different results. Based on the results of the verification using case data for January - April 2019, the Kernel Density method has the highest value of verification of hazard areas (high and medium vulnerability) compared to the K-Means and K-Medoids methods, which is 82.35%. Keyword : Curanmor, K-Means, K-Medoids, Kernel Density, GIS.
ANALISIS KESESUAIAN PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) DI SEKITAR DANAU RAWA PENING KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2013 DAN 2018 Indriyanto, Ignatius Wahyu; Sudarsono, Bambang; Sasmito, Bandi
Jurnal Geodesi Undip Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.792 KB)

Abstract

ABSTRAKDanau Rawa Pening merupakan salah satu danau di Provinsi Jawa Tengah yang terletak di Kabupaten Semarang. Danau Rawa Pening yang dikelilingi oleh Kecamatan Ambarawa, Kecamatan Bawen, Kecamatan Tuntang dan Kecamatan Banyubiru teridentifikasi terjadi konversi lahan yang cukup besar. Pertumbuhan penduduk yang semakin pesat mengakibatkan peningkatan kebutuhan sarana dan prasarana, sehingga akan menimbulkan masalah penggunaan lahan yang fungsinya tidak sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana kesesuaian antara rencana dengan keadaan yang ada di lapangan sehingga mempermudah dalam melakukan pengawasan dan membuat kebijakan terkait penataan ruang. Proses yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu membuat peta penggunaan lahan tahun 2013 dan 2018 dengan digitasi on screen. Hasil peta penggunaan lahan tahun 2013 dengan interpretasi citra Worldview-2 sedangkan peta penggunaan lahan tahun 2018 dengan citra SPOT 6. Peta penggunaan lahan tersebut akan dianalisis perubahan dan kesesuaiannya dengan RTRW. Berdasarkan analisis perubahan penggunaan lahan tahun 2013 dan 2018 didapatkan hasil berupa peningkatan dan penurunan luas penggunaan lahan. Luas lahan yang bertambah yaitu Kawasan Danau sebesar 18,61 Ha (1,15%), Kawasan Industri sebesar 45,51 Ha (56,63), Kawasan Perkebunan sebesar 43,63 Ha (0,51%), Kawasan Permukiman Perdesaan sebesar 77,02 Ha (5,69%), Kawasan Permukiman Perkotaan sebesar 68,17 Ha (4,69%) sedangkan luas lahan yang berkurang yaitu Kawasan Pertanian Lahan Basah sebesar 225,14 Ha (4,52%)  dan Kawasan Pertanian Lahan Kering sebesar 27,79 Ha (3,54%). Kesesuaian penggunaan lahan terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Semarang Tahun 2011-2031 pada tahun 2013 sebesar 14.627,34 Ha atau 76,10 % sedangkan pada tahun 2018 sebesar 14.433,01 Ha atau 75,09% dari total luas wilayah penelitian, sehingga kesesuaian penggunaan lahan wilayah penelitian mengalami penurunan dalam rentang waktu 5 tahun sebesar 194,33 Ha atau 1,01%.Kata Kunci :Danau Rawa Pening, Kesesuaian, Penggunaan Lahan, Perubahan Penggunaan Lahan, Rencana Tata                      Ruang Wilayah. ABSTRACTRawa Pening Lake is one of the lakes in Central Java Province located in Semarang Regency. Rawa Pening Lake is surrounded by Ambarawa Subdistrict, Bawen Subdistrict, Tuntang Subdistrict and Banyubiru Subdistrict, identified a fairly large land conversion. The rapid population in that place is increase causing the development of need for facilities and infrastructure, so that it will cause land use problems whose functions are not in accordance with the Spatial Regional Planning (RTRW). This study aims to look at how the plan matches the circumstances in the field making it easier to conduct surveillance and make policies related to spatial planning. The process carried out in this study is to make land use maps in 2013 and 2018 with digitization on screen. The results of the 2013 land use map with the interpretation of  Worldview-2 image while the land use map in 2018 with the SPOT 6 image. The land use map will be analyzed for changes and compliance with the RTRW. Based on the analysis of land use changes in 2013 and 2018 the results obtained in the form of an increase and decrease in land use. The area of land that has been increased is the Lake Area by 18,61 Ha (1,15%), Industrial Area by 45,51 Ha (56,63%), Plantation Area by 43,63 Ha (0,51%), Rural Settlement Area by 77,02 Ha (5,69%), Urban Settlement Area at 68,17 Ha (4,69%) while the reduced land area is Wetland Agriculture Area at 225,14 Ha (4,52%) and Land Agricultural Area Dry matter of 27,79 Ha (3,54%). The suitability of land use to the Semarang Regency’s Spatial Regional Planning (RTRW) in 2011-2031 in 2013 was 14.627,34 Ha or 76,10% while in 2018 it was 14.433,01 Ha or 75,09% of the total area of the study, so that the suitability of the land use of the study area has decreased in the span of 5 years by 194,33 Ha or 1,01%.Keyword : Change of Land Use, Land Use, Rawa Pening Lake, Spatial Planning, Suitability
PENGARUH FENOMENA EL NINO DAN LA NINA PADA PERSEBARAN CURAH HUJAN DAN TINGKAT KEKERINGAN LAHAN DI PULAU BALI Gabriel Yedaya Immanuel Ryadi; Abdi Sukmono; Bandi Sasmito
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.571 KB)

Abstract

Variabilitas persebaran curah hujan dan suhu permukaan laut secara spasiotemporal merupakan salah satu dampak dari El Nino dan La Nina selain kekeringan lahan. Dalam dunia pertanian diperlukan strategi untuk menghadapi dampak dari El Nino dan La Nina. Salah satu strategi yang dikembangkan adalah pembuatan pola tanam. Pada penelitian ini menganalisis pengaruh dari El Nino dan La Nina terhadap tingkat kekeringan lahan, persebaran curah hujan dan suhu permukaan laut. Metode pengolahan yang digunakan adalah komposit data citra harian untuk data suhu permukaan laut dan curah hujan, sedangkan untuk pengamatan kekeringan lahan menggunakan metode NDDI (Normalized Difference Drought Index) dan VHI. Analisis pengaruh fenomena El Nino dan La Nina menggunakan analisis statistik regresi linier. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pengaruh El Nino dan La Nina terhadap persebaran curah hujan dan suhu permukaan laut memiliki hubungan searah yaitu jika suhu permukaan laut tinggi maka curah hujan juga tinggi. Selain itu, pada penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh dari perubahan indeks ONI sebagai indikator El Nino dan La Nina terhadap perubahan luas kekeringan lahan dengan besar pengaruh sebesar 86%. Kata Kunci: ENSO, Kekeringan lahan, Pengindraan jauh  ABSTRACT Variability in spatial distribution of rainfall and sea surface temperature is one of the effects of El Nino and La Nina besides land drought. In agriculture world, a great strategy is needed to deal with the impact of the El Nino and La Nina. One strategy developed was the making of cropping patterns. In this research analyze the influence of El Nino and La Nina on land drought, the distribution of rainfall and sea surface temperature. The processing method used is composite daily image data for sea surface temperature and rainfall data, then for drought observation using NDDI (Normalized Difference Drought Index) and VHI (Vegetation Health Index) methods. For influence analyze of El Nino and La Nina phenomenon using linier regression analyze. The results of this study indicate the effect of El Nino and La Nina on the distribution of rainfall and sea surface temperature has a direct relationship if the sea surface temperature is high then rainfall is also high. In addition, in this study concluded that there is an effect from changes of the ONI index as an El Nino and La Nina indicator for changes in the area of dry land with a value of influence is 86%.
KAJIAN KESESUAIAN AKSESIBILITAS INFRASTRUKTUR SEBAGAI DAYA DUKUNG DALAM PENGEMBANGAN KAWASAN INDUSTRI (STUDI KASUS : KAWASAN INDUSTRI KENDAL, JAWA TENGAH) Dicky Nur Krisnha; Yudo Prasetyo; Nurhadi Bashit
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.676 KB)

Abstract

ABSTRAKKawasan industri merupakan salah satu hal kawasan yang mengalami perkembangan sangat pesat dari tahun ke tahun. Perkembangan kawasan industri di Indonesia berdampak pada kemajuan sektor perekonomian di Indonesia. Salah satu daerah di Provinsi Jawa Tengah yang mengalami perubahan besar-besaran adalah lahan sawah dan tambak menjadi kawasan industri yaitu Kabupaten Kendal.Kawasan Industri Kendal (KIK) memerlukan dukungan dari segi aksesibilitas seperti kelengkapan sarana dan prasana, jaringan jalan yang memadai, moda transportasi yang cepat dan mudah dijangkau serta daya dukung lahan untuk keberlangsungan dari KIK dalam rencana jangka panjang. Masalah lainnya yaitu kepentingan pemanfaatan lahan lebih dominan dibandingkan pertimbangan terhadap daya dukungnya, sehingga dapat terjadi penggunaan lahan yang melampaui kemampuannya. Dampak yang terjadi bisa berupa penurunan kualitas fisik lahan sebagai akibat adanya penggunaan lahan yang tidak sesuai peruntukkannya. Oleh karena itu, peneliti akan melakukan analisis kesesuaian aksesibilitas dan daya dukung lahan di Kawasan Industri Kendal menggunakan metode kombinasi pengindraan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk pengolahan dan analisis spasial.Peneliti melakukan analisis kesesuaian aksesibilitas dan daya dukung kawasan industri dan memperoleh hasil yaitu pertumbuhan jalan Kecamatan Kaliwungu, Kaliwungu Selatan dan Brangsong dari tahun 2010 sampai 2019 sebesar 48,616 km dengan arah pertumbuhan mengarah ke timur yaitu letak Kota Semarang. Kualitas nilai sarana dan prasarana KIK diperoleh sebesar 73,96%. Hal ini sangat mendukung sisi aksesibilitas Kawasan Industri Kendal (KIK). Berdasarkan hasil analisis aspek daya dukung lahan dan aspek geografis, didapat bahwa KIK memiliki tingkat kesesuaian 70%. Kata Kunci : Analisis Spasial, Kawasan Industri Kendal dan Kesesuaian Aksesibilitas ABSTRACTIndustrial park is one of the areas that is experiencing rapid development from year to year. The development of industrial parks in Indonesia has an impact on the progress of the economic sector in Indonesia. One area in Central Java Province that is undergoing massive changes is paddy fields and ponds being an industrial area, namely Kendal Regency.Kendal Industrial Park (KIP) requires support in terms of accessibility such as the completeness of facilities and infrastructure, adequate road networks, modes of transportation that are fast and easy to reach and the carrying capacity of land for the sustainability of KIP in the long-term plan. Another problem is that the interests of land use are more dominant than the consideration of the carrying capacity, so that land use can occur that is beyond its capacity. The impact that can occur in the form of a decrease in the physical quality of land as a result of land use that is not in accordance with its designation. Therefore, researchers will conduct an analysis of the suitability of the accessibility and carrying capacity of land in the Kendal Industrial Park use a combination of remote sensing and Geographic Information Systems (GIS) methods for spatial processing and analysis..Researchers analyzed the suitability of the accessibility and carrying capacity of the industrial area and obtained results, namely the growth of the roads in the Districts of Kaliwungu, Kaliwungu Selatan and Brangsong from 2010 to 2019 amounted to 48.616 km with the direction of growth heading eastward, namely the location of Semarang City. The quality of the value of KIP facilities and infrastructure obtained by 73.959%. This strongly supports the accessibility of KIP. Based on the analysis of land carrying capacity and geographical aspects, it was found that KIP has a quality value of 70%. Keywords: Kendal Industrial Park, Spatial Analysis and Suitability of Accessibility
ESTIMASI UMUR PADI MENGGUNAKAN METODE EVI MULTITEMPORAL BERBASIS IDENTIFIKASI THE EARLY PLANTING (TEP) DENGAN CITRA LANDSAT 8 DI KABUPATEN KENDAL DAN KABUPATEN DEMAK Arsyad Nur Ariwahid; Abdi Sukmono; Sawitri Subiyanto
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1103.399 KB)

Abstract

ABSTRAKPadi merupakan tanaman penghasil beras sebagai salah satu bahan makanan pokok bagi masyarakat Indonesia. Indonesia memiliki jumlah penduduk yang terus meningkat sedangkan lahan pertanian yang semakin sedikit di Indonesia yang sekarang ini dijadikan sebagai lahan bangunan. Provinsi Jawa Tengah sebagai salah satu penyumbang padi terbesar dengan total luas panen pada tahun 2018 adalah seluas 1,68 juta Ha. Dalam skala lebih kecil Kabupaten yang berada pada Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Kendal memiliki total luas panen padi 36.574 Ha, dan Kabupaten Demak memiliki total luas panen padi 113.876 Ha. Pada penelitian ini akan dilakukan estimasi awal tanam padi berdasarkan nilai EVI Maksimal hasil pengolahan dan dilakukan estimasi luas panen padi selama periode penelitian. Penginderaan jauh dapat dimanfaatkan untuk memperoleh informasi bidang pertanian secara cepat dan tepat. Penelitian ini menggunakan citra satelit Landsat 8 OLI untuk mengestimasi luas panen padi dengan menggunakan algortma EVI (Enhanced Vegetation Index) dan metode TEP (The Early Planting). Metode perkiraan umur padi ini akan dibangun berdasarkan nilai indeks pada tanaman berdasarkan nilai indeks sebuah citra baru yaitu EVI Maksimal yang merupakan sebuah citra yang memiliki nilai spektral tertinggi diantara kumpulan citra EVI, yang kemudian dilanjutkan dengan menggunakan metode TEP untuk mendapat perkiraan masa awal tanam padi, dan dapat dihitung perkiraan luas panen padi selama periode penelitian. Hasil penelitian menunjukkan estimasi awal tanam padi berdasarkan distribusi spasial dari metode TEP, dengan nilai kesesuaian RMSE sebesar 8,2 hari untuk Kabupaten Kendal dan 7,7 hari untuk Kabupaten Demak. Berdasarkan estimasi awal tanam tanaman padi, diperoleh estimasi luas panen pada Kabupaten Kendal seluas 21.234,9 Ha dan estimasi luas panen pada Kabupaten Demak seluas 56.016,53 Ha Kunci : EVI, HST, TEP, Umur Padi. ABSTRACTPaddy is plant that produce a rice, one of the main food for the people of Indonesia. Indonesia has a population that continues to increase while agricultural land is decreasing in Indonesia, which is now increasing to building land. Central Java Province as one of the biggest rice contributors with total harvested area in 2018 is 1.68 million hectares. On a larger scale, regencies in Central Java Province, Kendal regencies have a total rice harvest area of 36,574 hectares, and Demak regency has a total harvest area of 113,876 hectares. In this research, an initial estimation of planting will be carried out based on the maximum EVI value of the processing and an estimation of rice harvested area during the study period. Remote sensing can be used to obtain agricultural information quickly and accurately. This study uses Landsat 8 OLI satellite imagery to estimate rice harvested area using the EVI (Enhanced Vegetation Index) algorithm and the TEP (The Early Planting) method. This rice age estimation method will be built based on the index value of plants based on the index value of a new image, namely the Maximum EVI which is an image that has the highest spectral value among the EVI image collections, which is then continued by using the TEP method to get an estimate of the initial rice planting period, and it can be calculated the estimated rice harvested area during the study period. The results showed an initial estimation of rice planting based on the spatial distribution of the TEP method, with an RMSE conformity value of 8,2 days for Kendal District and 7,7 days for Demak Regency. Based on the initial estimation of rice planting, the estimated harvest area in the Kendal Regency was 21.234,9 Ha and the estimated harvested area in Demak was 56,016.53 Ha. Keywords: Age of Rice, EVI, HST, TEP.
PEMBUATAN PETA ZONA NILAI TANAH BERBASIS WEBGIS DI KECAMATAN GAJAHMUNGKUR KOTA SEMARANG Bunga Roliesta Sari; Sawitri Subiyanto; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (851.996 KB)

Abstract

ABSTRAK Tanah merupakan properti yang pemanfaatannya terkait dengan penataan ruang wilayah. Tanah semakin lama nilainya semakin naik dari tahun ke tahun. Kenaikan harga tanah tersebut disebabkan karena pertumbuhan penduduk yang cukup cepat dibandingkan dengan ketersediaan tanah untuk kawasan permukiman. Perkembangan permukiman tersebut menyebabkan kebutuhan informasi mengenai harga tanah yang akurat dan cepat sangat dibutuhkan. Informasi dapat dibuat dalam bentuk web yang bertujuan untuk menampilkan nilai tanah yang berada dalam suatu wilayah. Dalam penelitian ini dibuat peta Zona Nilai Tanah (ZNT) berdasarkan nilai tanah dengan penilaian masal. Penelitian ini diawali dengan pembuatan batas zona tanah untuk menentukan jumlah titik sampel yang akan dicari. Kemudian membuat peta ZNT berdasarkan harga tanah pasar wajar Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang. Pembuatan peta ZNT tahun 2019 menggunakan ArcGIS Desktop 10.3 dengan jumlah zona 80. Kemudian pembuatan webGIS menggunakan ArcGIS Online dengan mengupload shapefile dan dokumentasi serta pengaturan kartografi peta. Pembuatan webGIS ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mendapatkan informasi tentang harga tanah pasar wajar di Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang. Hasil dari penelitian ini yaitu peta ZNT berbasis webGIS dengan hasil uji usability yang menunjukkan efektivitas webGIS mendapatkan nilai kepuasan 82,1% sedangkan efisiensi mendapatkan nilai kepuasan 79%. Berdasarkan uji usability tersebut dapat disimpulkan bahwa responden sangat puas dengan webGIS yang sudah dibuat. Kata Kunci: Gajahmungkur, Harga Tanah Pasar Wajar, WebGIS, Zona Nilai Tanah (ZNT)   ABSTRACT Land is a property which utilization is related to spatial planning. The longer the land, the higher the value rises from year to year. The increase in land prices is due to the population growth which is quite fast compared to the availability of land for residential areas.  The development of these settlements causing the need for an accurate and these. Informations can be made in a web form to display the value of land within a region. In this study, a land value zone map was made based on land values with mass assessment. This research begins with the creation of land zone boundaries to determine the number of sample points to be searched. Then make a map of ZNT based on the fair market land price of Gajahmungkur District, Semarang City. The making of ZNT maps in 2019 done by ArcGIS Desktop 10.3 with the  number of zones of 80. While the making of the webGISis done using ArcGIS Online by uploading shapefiles, documentation and setting the cartographic map. WebGIS is expected to help the community in getting information about fair market land prices in Gajahmungkur District, Semarang City. The results of this study are webGIS-based ZNT maps with the usability test results that show the effectiveness of webGIS with satisfaction score of 82.1% while the efficiency aspect gets a satisfaction score of 79%. Based on the usability test it can be concluded that the respondents were very satisfied with the webGIS that had been made. Keywords: Gajahmungkur, Fair Market Land Price, WebGIS, Land Value Zone
Studi Land Subsidence dengan Kondisi Sumur Milik Masyarakat di Wilayah Utara Semarang dan Demak Diqja Yudho Nugroho; Bambang Darmo Yuwono; Arief Laila Nugraha
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.788 KB)

Abstract

ABSTRAKKota Semarang sebagai Ibukota Provinsi Jawa Tengah memiliki karakteristik geografis yang unik dimana  wilayah Semarang   terbagi  menjadi dua  yaitu dataran  rendah di  bagian utara  dan dataran tinggi di bagian selatan. Wilayah Semarang bagian utara merupakan dataran rendah yang  berada di pesisir pantai utara Pulau Jawa. Land Subsidence atau disebut juga penurunan permukaan tanah pada dasarnya merupakan perubahan (deformasi) permukaan tanah secara vertikal ke bawah dari suatu bidang referensi tinggi. Maka dari itu penulis mencoba untuk mencari dan menyajikan informasi mengenai korelasi antara kondisi air sumur galian terhadap penurunan muka tanah yang terjadi di wilayah Utara Semarang dan Demak. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini berupa data toponimi sumur, data peta penurunan muka tanah, data peta tata guna lahan, serta data peta struktur geologi Kota Semarang, pelaksaan dimulai dengan survey lapangan yang selanjutnya di plot-kan titik-titik observasi yang sudah didapat dari survey lapangan serta di digitasi, sehingga menghasilkan Peta Zona Penelitian yang selanjutnya ditambahkan ditambahkan data shapefile yang di satukan dalam satu geodatabase yang selanjutnya di topologi untuk kemudian di overlay menggunakan menu Intersect, sehingga dapat di analisis. Hasil dari penelitian ini adalah peta overlay antara peta penurunan muka tanah dengan peta zona penelitian, peta struktur geologi dengan peta zona penelitian, peta tata guna lahan dengan peta zona penelitian, setelah dilakukan analisis maka dapat disimpulkan bahwa:  Kondisi sumur yang ada pada daerah yang mengalami penurunan muka tanah, kandungan air sumur galian mengalami kepayauan. Sedangkan korelasi antara laju penurunan muka tanah dengan kondisi sumur galian di daerah yang mengalami laju penurunan muka tanah secara signifikan belum bisa di simpulkan secara pasti, hal ini disebabkan karena kurang nya distrbusi data penulis serta time seris dari penelitian ini. Kata Kunci : ArcGIS, Kabupaten Demak, Kabupaten Semarang, Sumur, Sistem Informasi Geografis, Penurunan Muka Tanah ABSTRACTSemarang City as the Capital of Central Java Province has unique geographical characteristics where the Semarang region is divided into two namely lowlands in the north and highlands in the south. The northern part of Semarang is a low-lying area on the north coast of Java Island. Land Subsidence or also called land subsidence is basically a change (deformation) of the land surface vertically downward from a high reference field. Therefore the author tries to find and present information about the correlation between the condition of dug well water on land subsidence that occurred in the northern part of Semarang and Demak. The data needed in this study are well toponimi data, land subsidence map data, land use map data, as well as Semarang City geological structure map data, the implementation begins with a field survey which is then plotted observation points that have been obtained from field survey and digitization, so that the resulting Research Zone Map is then added shapefile data added together in a geodatabase which is then topologized and then overlaid using the Intersect menu, so it can be analyzed. The results of this study are overlay maps between land subsidence maps with research zone maps, geological structure maps with research zone maps, land use maps with research zone maps, after analysis it can be concluded that: Condition of wells in the affected area land subsidence, the water content of dug wells has been subjected to headache. While the correlation between the rate of land subsidence and the condition of dug wells in areas experiencing significant land subsidence rates cannot yet be concluded with certainty, this is due to the lack of distribution of author data and time series of this study. Keywords: ArcGIS, Geografis Information System, Kabupaten Demak, Kabupaten Semarang, Land Subsidence, Well
ANALISIS AKSESIBILITAS SHELTER BRT TERHADAP SMP DAN SMA NEGERI DI KOTA SEMARANG BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS M Khoirul Baihaqi; Andri Suprayogi; Hana Sugiastu Firdaus
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.489 KB)

Abstract

ABSTRAK           Pertumbuhan kendaraan di Kota Semarang pertahunya sebesar 12%. Sedangkan pertumbuhan jalan hanya 0,9% pertahun. Begitu juga dengan tingginya mobilitas masyarakat dan pertumbuhan penduduk yang ikut menyumbang kepadatan jalan di Kota Semarang. Faktor tersebut tidak diimbangi oleh fasilitas angkutan umum yang memadai. Salah satu angkutan umum yang digunakan oleh masyarakat Kota Semarang adalah Bus Rapid Transit (BRT). Tidak hanya masyarakat umum yang menggunakan BRT, tetapi juga pelajar. Menurut data penumpang BRT tahun 2018, 30% dari penumpang BRT adalah pelajar. Pelayanan BRT Trans Semarang untuk saat ini memiliki 7 koridor. Jumlah koridor BRT Trans Semarang yang mencapai 7 koridor belum cukup untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat terutama siswa sekolah. Aksesibilitas shelter BRT Trans Semarang sangat penting untuk mendukung fasilitas umum pada sistem wajib belajar. Analisis aksesibilitas digunakan untuk mengetahui cakupan layanan shelter terhadap sekolah. Analisis tersebut bisa dilakukan dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG). Analisis aksesibilitas tersebut berupa analisis jarak dengan menggunakan network analysis. Setelah dianalisis kemudian didapatkan sekolah yang terakses maupun yang tidak terakses. Sekolah yang tidak terakses direncanakan rute tercepat dengan menggunakan closest facility dan rekomendasi penambahan shelter dengan menggunakan network analysis. Hasil dari analisis tersebut diperoleh dari 44 SMP Negeri di Kota Semarang, hanya 15 sekolah yang memiliki akses. Sementara pada jenjang SMA, dari 16 sekolah yang ada hanya 8 sekolah yang memiliki akses. Dan rekomendasi penambahan shelter ada 4 titik, yaitu untuk menjangkau SMP N 4 Semarang, SMP N 8 Semarang, SMP N 10 Semarang, dan SMP N 32 Semarang. Kata Kunci : Aksesibilitas, Network Analysis, Shelter BRT, SMA Negeri, dan SMP Negeri.  ABSTRACT            The growth of vehicles in Semarang City is 12%. While road growth is only 0.9% per year. Likewise, the high mobility of the people and population growth contributed to the density of roads in the city of Semarang. This factor is not balanced by adequate public transportation facilities. One of the public transportation used by the people of Semarang City is Bus Rapid Transit (BRT). Not only the general public uses BRT, but also students. According to BRT passenger data in 2018, 30% of BRT passengers are students. The Trans Semarang BRT service currently has 7 corridors. The number of Trans Semarang BRT corridors reaching 7 corridors is not enough to accommodate the needs of the community, especially school students. Accessibility of Trans Semarang BRT shelter is very important to support public facilities in the compulsory education system. Accessibility analysis is used to determine the coverage of shelter services to schools. This analysis can be done by utilizing the Geographic Information System (GIS). Accessibility analysis is in the form of distance analysis using network analysis. After being analyzed, it was found that accessible and non-accessible schools. Schools that are not accessible are planned for the fastest route by using the closest facility and recommendations for adding shelter by using network analysis. The results of the analysis were obtained from 44 Public Middle Schools in Semarang City, only 15 schools were accessed The results of the analysis were obtained from 44 state junior high schools in Semarang, only 15 schools has access. While at the high school level, out of the 16 schools there are only 8 schools that has access. And the recommendation for the addition of shelters is 4 points, namely to reach SMP N 4 Semarang, SMP N 8 Semarang, SMP N 10 Semarang, and SMP N 32 Semarang. Keywords : Accessibility, BRT Shelter, Network Analysis, Public High School, and Public Middle School.
ANALISIS TINGKAT DAERAH RAWAN KRIMINALITAS MENGGUNAKAN METODE KERNEL DENSITY DI WILAYAH HUKUM POLRESTABES KOTA SEMARANG Chairunisa Afnidya Nanda; Arief Laila Nugraha; Hana Sugiastu Firdaus
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.164 KB)

Abstract

ABSTRAK Tindak kriminalitas merupakan suatu permasalahan yang terjadi di setiap wilayah termasuk di Kota Semarang, namun di Polrestabes Kota Semarang belum dapat memvisualisasikan kejadian kriminalitas ke dalam bentuk peta sehingga diperlukan suatu metode untuk menganalisis dan menentukan daerah rawan kriminalitas. Pada penelitian ini, dilakukan pemetaan daerah rawan kriminalitas di Kota Semarang. Metode Clustering yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kernel Density. Metode Kernel Density adalah pengelompokan data berdasarkan kerapatan TKP dari tindak kejahatan berdasarkan radius tertentu. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat 1965 kasus kriminalitas selama tahun 2016-2018. Daerah tingkat kerawanan untuk seluruh kasus dan setiap kasus di 16 Kecamatan Kota Semarang  terbagi menjadi 5 kelas, yaitu daerah rawan sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah dan sangat rendah. Berdasarkan hasil verifikasi menggunakan metode Kernel Density berdasarkan data kriminalitas tahun 2019, nilai rata-rata yang di peroleh sebesar 49,13%Kata Kunci : Kernel Density, Kriminalitas, Sistem Informasi Geografis.   ABSTRACT Crime is a problem that occurs in every region including in the city of Semarang, but in Polrestabes city of Semarang has not been able to visualize the incidence of crime into the form of map so it is needed a method to Analyzing and determining areas of crime prone. In this research, conducted mapping of crime prone areas criminality in Semarang. The Clustering method used in this study is Kernel Density. The Kernel Density method is a grouping of data based on crime SCENE density from a specific radius. The results of this study showed 1965 cases of criminality during the year 2016-2018. Areas of insecurity for all cases and each case in 16 districts of Semarang is divided into 5 classes, namely the area is very high, high, medium, low and very low. Based on the verification results using Kernel Density method based on the crime data of 2019, the average value gained by 49,13%Keywords : Criminality, Geographic Information Systems, Kernel Density.

Page 1 of 3 | Total Record : 24


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 4 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Geodesi Undip Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 Vol 8, No 1 (2019) Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 More Issue