Articles
42 Documents
Search results for
, issue
"Vol 12, No 1: Januari 2024"
:
42 Documents
clear
PENGARUH TERPAAN INFORMASI AKUN INSTAGRAM @suara_tanpa_rokok DAN INTENSITAS KOMUNIKASI PEER GROUP BERHENTI MEROKOK ELEKTRIK DENGAN MINAT BERHENTI MEROKOK ELEKTRIK
Wahyu Kuncoro Aji, Danar;
Surayya Ulfa, Nurist;
Pradekso, Tandiyo
Interaksi Online Vol 12, No 1: Januari 2024
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Indonesia menempati posisi pertama sebagai pengguna rokok elektrik dimana 25% penduduk Indonesia menggunakan rokok elektrik. Survey Global Adult Tobacco Survey (GATS) pada tahun 2021 menunjukan bahwa jumlah pengguna rokok eletrik di Indonesia pada tahun 2011 sebanyak 480 ribu pengguna meningkat menjadi 6,6 juta pengguna pada tahun 2021. Minat masyarakat untuk berhenti merokok pada tahun 2021 hanya sebesar 63,4%. Kampanye @suara_tanpa_rokok merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan minat masyarakat untuk berhenti merokok elektrik. Adanya komunikasi peer group berhenti merokok elektrik diharapkan mampu mendorong minat masyarakat untuk berhenti merokok elektrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh terpaan informasi akun Instagram @suara_tanpa_rokok terhadap minat berhenti merokok elektrik dan mengetahui bagaimana pengaruh intensitas komunikasi peer group berhenti merokok elektrik terhadap minat berhenti merokok elektrik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksplanatori dengan teknik purposive sampling yang melibatkan 100 responden dan dianalisis menggunakan teknik analisis regresi linear sederhana. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terpaan akun Instagram @suara_tanpa_rokok terhadap minat berhenti merokok elektrik memiliki signifikansi 0,142 > 0,05 yang artinya tidak ada pengaruh terpaan akun Instagram @suara_tanpa_rokok terhadap minat berhenti merokok elektrik. Sedangkan intensitas komunikasi peer group berhenti merokok elektrik memiliki terhadap minat berhenti merokok elektrik memiliki nilai signifikansi 0,00 < 0,05 dengan nilai koefesien determinasi 0,120. Artinya, terdapat pengaruh intensitas komunikasi peer group berhenti merokok elektrik dengan minat berhenti merokok elektrik ke arah positif namun lemah dimana besar pengaruh intensitas komunikasi peer group berhenti merokok elektrik terhadap minat berhenti merokok elektrik adalah sebesar 12%.
Pengaruh Terpaan Promosi Penjualan dan Brand Image terhadap Keputusan Pembelian di Shopeefood
Reichan Anantyo, Muhamad;
Setyabudi, Djoko;
Pradekso, Tandiyo
Interaksi Online Vol 12, No 1: Januari 2024
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
In line with the rapid growth of the Online Food Delivery (OFD) industry, ShopeeFood entered the Indonesian market as a new competitor in 2021. Since its inception, ShopeeFood has offered a diverse range of sales promotions. Additionally, the platform successfully built a favorable brand image, evident in the increased ShopeeFood brand index in 2022. However, in 2022, ShopeeFood experienced a decline in sales figures. The theory employed to elucidate the impact of sales promotion exposure on purchasing decisions is Operant Conditioning, while the Consumer-Based Brand Equity Theory is used to explain the influence of brand image on purchasing decisions. This research involved respondents aged 17-40 in Jabodetabek exposed to ShopeeFood promotions. Regression analysis results indicate that sales promotion exposure has a significance value of 0.001 with a positive coefficient of 0.030, and brand image significance is 0.002 with a positive coefficient of 0.048. The conclusion emphasizes the importance for ShopeeFood to leverage sales promotion strategies and maintain brand image to enhance sales.
WACANA PEMBUNGKAMAN TERHADAP PEREMPUAN SEBAGAI KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DALAM FILM PENYALIN CAHAYA (2021)
Octari Ambarita, Angelica;
Sunarto, Sunarto;
Ratri Rahmiaji, Lintang
Interaksi Online Vol 12, No 1: Januari 2024
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Aduan mengenai kasus kekerasan seksual tercatat masih sangat tinggi sepanjang tahun 2022 dengan mayoritas korbannya adalah perempuan. Para penegak hukum selalu memilih cara penyelesaian kasus secara “damai” dengan tidak memihak pada korban atau terjadi ketidakadilan. Film merupakan wacana yang merepresentasikan realitas sosial. Dengan berlandaskan realitas sosial yang ada, film Penyalin Cahaya diproduksi untuk menunjukkan pembungkaman yang terjadi terhadap para korban kekerasan seksual. Tujuan dilakukannya penelitian adalah untuk mendeskripsikan wacana pembungkaman terhadap perempuan sebagai korban kekerasan seksual yang dimuat dalam film Penyalin Cahaya. Teori Kelompok Bungkam oleh Cheris Kramarae digunakan sebagai teori utama dan didukung oleh aliran feminisme radikal-libertarian. Penelitian ini menggunakan metode analisis wacana kritis milik Sara Mills yang dibagi dalam empat struktur, yaitu karakter, fragmentasi, fokalisasi, dan skemata. Hasil menunjukkan bahwa karakter perempuan dalam film Penyalin Cahaya merepresentasikan perempuan sebagai korban kekerasan seksual. Walaupun mereka memiliki peran yang penting, para karakter perempuan ditunjukkan tetap dibungkam oleh karakter laki-laki. Fragmentasi berfokus pada mimik wajah dari para karakter sehingga menunjukkan rasa marah dan frustrasi dari para korban. Fokalisasi pada film menunjukkan karakter perempuan yang menjadi korban kekerasan seksual sebagai subjek yang aktif. Subjektivitas dari para korban kekerasan seksual juga berorientasi feminin ketika menceritakan pengalaman mereka. Analisis skemata mengungkap ideologi victim blaming bahwa para perempuan yang menjadi korban kekerasan seksual masih sangat sulit untuk mengungkapkan kebenaran dan menemukan keadilan.
Memaknai Autisme di Dunia Pekerjaan dalam Serial Korea Extraordinary Attorney Woo
Shafira Fairuuz Hasnaa, Elza;
Dwiningtyas Sulistyani, Hapsari;
Qurrota Ayun, Primada
Interaksi Online Vol 12, No 1: Januari 2024
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Film merupakan salah satu media yang sering digunakan tidak hanya sebagai hiburan namun juga sebagai salah satu media untuk memberikan pemaknaan atau pesan. Drama Korea Extraordinary Attorney Woo merupakan salah satu drama yang mengangkat cerita mengenai karakter autisme sebagai karakter utama. Penelitian ini mengkaji bagaimana sebuah film memperlihatkan karakter Woo Young Woo sebagai seorang pengacara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan paradigma interpretif dan menggunakan teori semiotika milik Roland Barthes yang terdiri dari denotasi, konotasi, dan mitos. Penelitian ini menggunakan beberapa adegan untuk memperlihatkan bagaimana film tersebut menggambarkan profesionalitas karakter autisme dalam drama ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa drama ini mencoba untuk mereduksi penggambaran karakter autisme agar lebih mudah diterima oleh masyarakat. Secara keseluruhan, drama ini cukup memberikan penggambaran yang baik pada level hiburan saja. Hal ini ditunjukkan dari bagaimana struggle dan hambatan yang dijalani oleh karakter Woo Young Woo kurang dieksplorasi lebih dalam. Karakter autism dalam drama ini cukup memberikan hiburan dan pemaknaan yang cukup baik, menunjukkan bahwa seorang penyandang autisme juga mampu mengerjakan pekerjaannya secara profesional, bahkan lebih baik dari orang lain. Walaupun pada akhirnya hal ini memberikan kesan bahwa karakter autisme ditampilkan seperti karakter yang sempurna yang minim kekurangan.Penggambaran karakter autisme ini tentu dapat lebih dieksplorasi untuk memberikan penggambaran karakter yang lebih dalam. Karena pada kenyataannya, menjadi profesional lebih dari sekedar memiliki kemampuan menghafal yang luar biasa.
Analisis Faktor Pembentuk Dalam Melakukan Keputusan Mendaftar di SMA Islam Al Azhar 14 Semarang
Istivani, Yulia;
Luqman, Yanuar;
Setyabudi, Djoko
Interaksi Online Vol 12, No 1: Januari 2024
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Private schools cannot be separated from the commercial activities within them to achieve the school's target enrollment. Al Azhar 14 Islamic High School is a relatively new Islamic private school in the city of Semarang. However, Al Azhar 14 Islamic High School can show quite rapid and significant development in terms of the number of applicants or students from the first generation to the present. For this reason, this research was carried out to find out what factors can influence applicants or students to make the decision to register at this school so that the school can review and also consider these factors for the benefit of the school. This research is quantitative research with an exploratory type using factor analysis techniques. Researchers collected various basic concepts regarding factors that influence decision making to register and collected 18 factors which will be analyzed further. The respondents of this research were 100 students at SMA Islam Al Azhar 14 Semarang and then the data obtained was processed using IBM SPSS through several stages of factor analysis data processing. Of these 18 factors, five new factors were produced, namely School Facilities Factors, SpiritualIntellectual Education Factors, Organizational Strategy Factors, Non-Academic Factors, and Security Reputation Factors. However, the results of data processing also show that the School Facilities Factor (component 1) is the most appropriate factor to summarize the 18 existing factors.
SIKAP DETIK.COM TERHADAP PEMBERITAAN GANJAR PRANOWO MENJELANG PILPRES 2024
Adi Utama, Pradipta;
Nugroho, Adi;
Hasfi, Nurul
Interaksi Online Vol 12, No 1: Januari 2024
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Setiap media massa diwajibkan untuk menyajikan berita secara objektif, namun nyatanya masih terdapat media yang membranding citra bakal calon presiden dalam Pilpres 2024 sehingga subjektivitas dalam pemberitaan tidak dapat terhindarkan. Analisis yang digunakan adalah analisis framing oleh Pan dan Kosicki yang memiliki struktur framing berupa Sintaksis, skrip, tematis dan retoris. Sementara teori yang digunakan adalah social construction of reality dan teori agenda setting untuk menjelaskan fenomena pemberitaan Ganjar Pranowo menjelang Pilpres 2024. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui sikap media detik.com melalui pendeskripsian pembingkaian yang dilakukan oleh detik.com dalam memuat berita tentang Ganjar Pranowo menjelang Pilpres 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap detik.com ini menunjukkan adanya ketidak netralan, ada keberpihakan kepada Ganjar Pranowo sebagai salah satu Capres 2024, ada pemberitaan yang tidak berimbang menarasikan Ganjar Pranowo dengan narasi positif sedangkan pada Capres lain yaitu Prabowo maupun Anies Baswedan dengan narasi yang cenderung negatif. Sikap detik.com terhadap Ganjar Pranowo menjelang Pilpres 2024 adalah positif dapat dilihat dari narasinya bahwa Ganjar adalah Capres yang memiliki tingkat elektabilitas tertinggi; memiliki citra positif ditengah-tengah polemik di masyarakat; Capres yang memiliki banyak dukungan; mendapat penilaian positif dari para tokoh politik; dan giat mencari dukungan untuk kemenangannya di Pilpres 2024.
ANALISIS RESEPSI FILM YUNI : FILM PERLAWANAN PEREMPUAN BANTEN TERHADAP KETIDAKADILAN GENDER
Rahma Aulia, Zulfa;
Hasfi, Nurul;
Sunarto, Sunarto
Interaksi Online Vol 12, No 1: Januari 2024
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Film Yuni is a film that brings up the issue of women's resistance to patriarchal domination. This research uses qualitative methodology with Stuart Hall's reception analysis to determine the audience's meaning position based on dominant, negotiation and opposition positions. To reveal the dominant meaning that emerges, this research uses Roland Barthes' semiotics. The theory used in this research is Muted Group Theory. This research aims to determine the representation of Banten women's resistance to gender injustice in the Film Yuni and to determine the audience's reception regarding the issue of Banten women's resistance to gender injustice in the Film Yuni. The results of research related to the representation of Banten women's resistance to gender injustice in the film Yuni found that women resisted by expressing their desire to continue their education, rejecting early marriage proposals directly, filing for divorce, deciding to continue their education. having free sex, crying, living alone and independently, and escaping from early marriage. Regarding public reception, the research results show that the majority of informants are in an oppositional position regarding the silencing process and a dominant position in women's resistance strategies.Keywords : Film, Woman Resistance, Reception Analysis
Resistensi Perempuan Marginal dalam Film Gangubai Kathiawadi
Larassati Setiawan, Zahwa;
Dwiningtyas Sulistyani, Hapsari;
Hasfi, Nurul
Interaksi Online Vol 12, No 1: Januari 2024
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Film Gangubai Kathiawadi adalah film yang menampilkan realitas sosial akan perempuan PSK yang menjadi kelompok marginal dan upaya mereka untuk melawan kelompok yang dominan. Kelompok PSK adalah kelompok marginal secara sosial dan ekonomi, kelompok ini juga mendapatkan marginalisasi secara berlapis dari berbagai pihak yang kemudian mendorong adanya resistensi sebagai upaya untuk mengurangi atau membebaskan diri dari dominasi kelompok yang berkuasa. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan upaya resistensi dan kuasa perempuan marginal untuk bisa melepaskan diri dari dominasi. Penelitian ini menggunakan teori feminist standpoint, resistensi dari James C.Scott, kuasa perempuan dalam power feminism yang digagas oleh Naomi Wolf. Metode penelitian ini adalah tipe kualitatif deskriptif dengan paradigma kritis menggunakan teknik analisis John Fiske. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Gangubai Kathiawadi menampilkan upaya perlawanan perempuan dengan resistensi terbuka, resistensi tertutup, dan kuasa perempuan. Melalui upaya tersebut terlihat bahwa film Gangubai Kathiawadi tidak sepenuhnya menampilkan perempuan bisa menggunakan kuasanya sendiri untuk melepaskan diri dari marginalisasi struktural, melainkan untuk merubah tatanan dan melepaskan diri dari marginalisasi perempuan masih bergantung kepada laki-laki untuk memberikan dorongan dan bantuan. Selain itu, kuasa perempuan yang ditampilkan oleh tokoh perempuan Marginal dalam film ini ditampilkan sebagai upaya perempuan untuk melawan stigma yang diinternalisasikan oleh mereka.
PENGARUH INTENSITAS MENGAKSES MEDIA SOSIAL WEVERSE DAN TINGKAT FEAR OF MISSING OUT (FOMO) TERHADAP IMPULSIVE BUYING BEHAVIOR ARMY INDONESIA
Elisa, Nova;
Setyabudi, Djoko;
Manalu, S. Rouli
Interaksi Online Vol 12, No 1: Januari 2024
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penyebaran hallyu atau Korean Wave khususnya musik KPop dapat memicu terjadinya perilaku impulsive buying dikalangan penggemar. Hal tersebut terjadi pada ARMY yang merupakan penggemar dari boy group BTS. Beberapa cuitan ARMY di Twitter menjadi indikasi bahwa mereka telah melakukan impulsive buying terhadap merchandise official BTS seperti album, merch box, maupun merchandise lainnya. Perilaku impulsive buying ARMY tersebut muncul seriring dikembangkannya media sosial Weverse, dimana melalui Weverse ARMY tidak hanya mendapatkan update resmi mengenai BTS maupun update mengenai merchandise official yang dirilis, akan tetapi ARMY juga dapat melakukan pembelian merchandise yang dirilis tersebut langsung melalui Weverse. Penelitian ini menggunakan teori Uses and Gratification untuk menjelaskan hipotesis. Penelitian ini menggunakan teknik non probabilitas untuk teknik pengambilan sampelnya. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 127 responden dengan karakteristik ARMY Indonesia berusia 20 -30 tahun, pengguna Weverse, dan pernah membeli merchandise official BTS selama tiga bulan terakhir. Hasil tes hipotesis pertama menunjukkan bahwa terdapat pengaruh dari intensitas mengakses media sosial Weverse terhadap impulsive buying behavior ARMY Indonesia Hasil tes hipotesis kedua juga menunjukkan bahwa terdapat pengaruh dari tingkat fear of missing out (FoMO) terhadap impulsive buying behavior ARMY Indonesia. Dengan demikiankedua hipotesis penelitian ini diterima.
MANAJEMEN KOMUNIKASI KOMUNITAS SATOE ATAP DALAM GERAKAN SOSIAL PENDIDIKAN ANAK KELUARGA PRA SEJAHTERA
Faradila, Sabna;
Luqman, Yanuar;
Suryanto Gono, Joyo Nur
Interaksi Online Vol 12, No 1: Januari 2024
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Numerous social education communities have emerged to support the education of children by providing free learning facilities, relying on support from external parties for the implementation of their activities. However, this support is voluntary, making it irregular and uncertain, posing challenges and obstacles for the community in carrying out its initiatives. This research aims to investigate how the Satoe Atap community manages to secure support to aid the education of underprivileged families' children. It employs a qualitative research approach using a case study method within the post-positivism paradigm. Data collection techniques involve in-depth interviews with pattern-matching analysis. The research incorporates Anthony Giddens' Structuration Theory and John A. Ledingham's Relationship Management Theory. The findings indicate that Satoe Atap's communication management to obtain support is achieved through several methods. The planning process is documented through regular meeting activities. The execution process is evident in every activity conducted by Satoe Atap, such as managing social media, organizing events, and maintaining relationships with those who have previously assisted them. As a form of evaluation, Satoe Atap consistently assesses its activities to implement improvements for future events. However, the research results reveal that Satoe Atap has not fully implemented two-way relationship maintenance with all parties, and the community lacks specialized training for its internal management team.