Claim Missing Document
Check
Articles

Fenomena Remaja Menggunakan Media Sosial dalam Membentuk Identitas Ayun, Primada Qurrota
CHANNEL Jurnal Komunikasi Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.38 KB)

Abstract

The Internet and teens are the two things are interrelated. Survey from the Ministry of Communications and Information in Indonesia showed that the largest internet usage is to access social media. In Indonesia, the phenomenon of young people in using social media is quite interesting to study. Teens build their self-identity to obtain the image they want and express private problem into a social media issues raised in this study. The theory used in this research is the Social Identity Theory, Symbolic Interaction and Media Ecology. This study is a qualitative study using phenomenological method. Results from this study showed that adolescents show identity vary in their social media and they express personal problems in social media, but in the form implied.Keywords: Social Media, Teens, Identity.
Sensualitas dan Tubuh Perempuan dalam Film-film Horor di Indonesia (Kajian Ekonomi Politik Media) Ayun, Primada Qurrota
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Vol 1, No 1 (2015): JURNAL SIMBOLIKA APRIL
Publisher : Communication Sciences Department Faculty of Social and Political Sciences Medan Area Univ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.002 KB)

Abstract

AbstrakAdanya ketidakseimbangan hubungan sosial antara laki-laki dan perempuan adalah hasil dari strukturasi dalam sistem sosial yang membuat perempuan selalu menjadi objek dalam media massa. Film horor di Indobesia, menampilkan perempuan sebagai komoditas yang di tawarkan. Melalui pendekatan kritis, tulisan ini mencoba untuk melihat bagaimana film horor di Indonesia yang menunjukkan sensualitas dan tubuh perempuan adalah hasil dari tendensi ekonomi dan politik.  
KARYA BIDANG PEMBUATAN DAN PENGELOLAAN WEBSITE “WAWASAN.CO” (REPORTER 2, ADMIN 2, DAN VIDEOGRAPHER) Hikmandika, Trian Kurnia; Widyatmoko, Agus Toto; Lukmantoro, Triyono; Ayun, Primada Qurrota
Interaksi Online Vol 3, No 4: Oktober 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.235 KB)

Abstract

Saat ini, industri media di Indonesia saling terintegrasi antara media cetak dengan media online. Portal berita online digunakan untuk mempublikasikan berita yang dihasilkan oleh media cetak. Karya bidang jurnalistik ini berawal dari keresahan karena tidak dikelolanya portal berita online milik Harian Wawasan. Kami bekerjasama dengan Harian Wawasan untuk membuat dan mengelola portal berita online www.wawasan.co. Tujuannya yaitu menyediakan dan membagikan informasi seputar Jawa Tengah. Segmentasi dari www.wawasan.co yaitu anak muda yang hidup di Jawa Tengah khususnya Semarang.Dalam proses pengelolaanya, penulis berperan sebagai reporter 2, admin 2, serta videographer. Sebagai reporter 2, penulis melakukan penulisan artikel dan pengambilan foto/gambar pada rubrik Komunitas, Pesona, Musik & Film, Galeria, dan Kuliner. Sebagai admin 2, penulis bertanggung jawab mengunggah berita pada rubrik Semarang dan membagikannya melalui akun sosial media Twitter, Facebook, dan Fanpage Facebook. Sebagai videographer, penulis mengambil gambar dan melakukan proses editing.Selama proses pengelolaan website, Wawasan.co berhasil memenuhi target sebanyak 6.856 visitors, dengan rincian 258 visitors per hari, dan 1.500 visitors per bulannya dengan target awal 50 visitors per hari. Tim Wawasan.co juga berhasil mengunggah 69 artikel dan 7 video dari target 60 artikel selama project berlangsung.Dari hasil evaluasi diketahui bahwa sebesar 93% khalayak tahu keberadaanWawasan.co dan 95 % berminat untuk mengunjungi Wawasan.co.
Memahami Adaptasi Budaya pada Pelajar Indonesia yang Sedang Belajar di Luar Negeri Mumpuni, Restu Ayu; Rahardjo, Turnomo; Suprihatini, Taufik; Ayun, Primada Qurrota
Interaksi Online Vol 4, No 1: Januari 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.526 KB)

Abstract

Banyaknya masalah yang disebabkan oleh kegagalan adaptasi budaya serta kurangnyapersiapan terkait bahasa dan budaya setempat sebelum seseorang berangkat ke luar negerimenjadi latar belakang penelitian ini. Pelajar Indonesia adalah salah satu contoh yang akanmenjadi fokus bagaimana pengalaman adaptasi mereka untuk berinteraksi dengan orangorangdi lingkungan yang baru. Tujuan penelitian adalah untuk menggambarkan prosesadaptasi budaya yang dilakukan pelajar Indonesia di hostcountry.Penelitian ini menggunakan metoda deskriptif kualitatif, genre interpretif, sertapendekatan fenomenologi. Anxiety/Uncertainty Management Theory dan CommunicationAccommodation Theory digunakan dalam penelitian ini untuk membantu menjelaskansebagai basis awal. Subjek penelitian adalah tiga orang pelajar Indonesia yang sedang belajardi luar negeri. Pengumpulan data diperoleh melalui hasil wawancara dan studi pustaka.Hasil penelitian menunjukan bahwa saat Pelajar Indonesia datang ke luar negerimereka mengalami culture shock karena perubahan kultural dan kehilangan petunjukpetunjukyang telah mereka ketahui sebelumnya. Besarnya cultural shock tergantung padatingkat perbedaan kultural negara, bahasa, serta kesiapan pelajar. Persiapan sebelumkeberangkatan baik itu bahasa dan pengetahuan tentang budaya negara tujuan akanmembantu memahami surface culture serta menjadi bekal untuk mengatasi culture shock.Selain itu dukungan sosial adalah hal yang penting dalam proses adaptasi. Teman-teman dinegara tujuan akan berperan untuk membantu mengenalkan kebiasaan di lingkungan baru,teman-teman universitas untuk membantu menjalani proses belajar di universitas, serta temanuntuk mengikuti aktivitas sosial dan hiburan. Pelajar Indonesia melakukan beberapa strategiadaptasi seperti mencari sesuatu yang baik atas apa yang terjadi (positive reinterpretation),mengerjakan aktivitas lain untuk melepas beban pikiran (mental disangagement), merelakansesuatu yang diinginkan (behavioral disangagement), serta mencari teman atau dukungansosial (social support). Pelajar Indonesia juga melakukan strategi konvergensi denganmenyesuaikan perilaku komunikasi dengan host country.
Penggunaan Path sebagai Media Maintaining Intimacy in Friendship Trihapsari, Ganes; Qurrota Ayun, S.I.Kom, MA, Primada
Interaksi Online Vol 4, No 4: Oktober 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.772 KB)

Abstract

Path dikenal di masyarakat luas sebagai jurnal online yang selalu menyertai kegiatan para penggunanya. Sebagai jejaring sosial yang dapat mempermudah komunikasi dan interaksi para penggunanya, Path memiliki fitur-fitur unik dan beragam yang tidak dimiliki oleh jejaring sosial lainnya. Dengan beragamnya fitur yang tersedia pada Path, tidak hanya dimanfaatkan oleh para penggunanya sebagai jurnal online saja, namun juga sebagai media memelihara keintiman dalam hubungan pertemanan (maintaining intimacy in friendship). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi dimana meneliti pengalaman pengguna Path dalam memelihara hubungan pertemanan. Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigma interpretif. Subjek dari penelitian ini terdiri dari tiga orang, dengan rentang usia 18-24 tahun, aktif menggunakan Path, dan tergabung ke dalam satu kelompok pertemanan (circle). Hal ini dikarenakan penelitian ini akan meneliti bagaimana suatu kelompok memelihara hubungan pertemanan yang telah terjalin. Teknik pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini adalah wawancara secara mendalam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk untuk mendeskripsikan bagaimana penggunaan Path yang dilakukan oleh informan dalam memelihara keintiman hubungan pertemanan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori CMC, Self Disclosure, dan juga Intimate Relationship. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa penggunaan Path sehari-hari yang dilakukan oleh para informan mencerminkan perilaku-perilaku rutin dalam memelihara hubungan intim pertemanan. Perilaku-perilaku tersebut adalah: 1)kegiatan bersama, yaitu pembagian momen bersama; 2) berbicara, yaitu interaksi melalui komentar 3) afeksi, yaitu pembagian momen spesial bersama teman; 4)keterbukaan, yaitu pengekspresian diri; 5)jaringan sosial, yaitu fitur inner circle dan private sharing; 6)komunikasi yang termediasi, yaitu penggunaan Path itu sendiri. Dengan penggunaan Path, interaksi komunikasi antar sesama pengguna menjadi lebih mudah sehingga hubungan pertemanan dapat terpelihara dan menjadi lebih akrab.
Political Public Relations Campaign for Election of Mayor and Deputy Mayor of Solok Period 2016-2020, Creative Design Coordinator Division Sanjaya, Lovegi David; M.Si, Agus Naryoso; M.Si, Much Yulianto; Gono, Joyo M S; Ayun, Primada Qurrota
Interaksi Online Vol 4, No 2: April 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.119 KB)

Abstract

Public relations, as one of the strategies are quite effective for building the image, as well as long-term relationship with the community or public. This strategy is often combined with a political strategy to win a pair of political party candidates, which is the background of the writing of this scientific work ; the intention to won Irzal Ilyas and Alfauzi Bote as pair of political candidates to become mayor and deputy mayor of Solok period 2016-2021. There need to be applied various effective PR tools such as events, merchandising, advertising combined with two way communication to be established with both among the community leaders, traditional leaders and communities in Solok During the effective PR branding is applied, unique creative strategies is needed in order to create a positioning of the candidate to be accepted by the public successfuly. One of them by creating a tagline, and supporting visual design. In the progress, all of these tools will be in synergy with each other, to lead a better perception from the public about the candidate image. This “Kita Sahabat Imam” campaign has succeeded in shaping good public perception about the candidate image. although PR as one of the major contributing factors. but in the end, in the social and political world, there are always other major factors that determine the success of the elections of the candidate.
Analisis Resepsi Pembaca Ramalan Zodiak di Ask fm Lightgivers Dela Rosa, Teofani; Qurrota Ayun, S.I.Kom, MA, Primada
Interaksi Online Vol 4, No 4: Oktober 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.473 KB)

Abstract

Seiring dengan perkembangan atau perubahan teknologi terjadi juga perubahan pola konsumsi media. Hal ini juga merubah cara orang dalam membaca ramalan zodiak. Ada satu kebiasaan atau mungkin bisa dikatakan suatu hal yang tetap dianggap menarik oleh beberapa orang di masyarakat. Ketika media berkembang, disitu termasuk didalamnya media sosial, kebiasaan membaca ramalan zodiak tetap ada dan bertahan dengan baik namun medianya berubah. Hal ini terbukti dari salah satu media sosial yang sedang marak digunakan oleh mereka para kaum muda, yakni Ask fm Lightgivers, adalah salah satu akun Ask fm berisi mengenai ramalan zodiak dan banyak diminati oleh para pengguna Ask fm, terbukti dari akunnya yang kini sudah di verified oleh pihak perusahaan Ask fm. Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk memahami keragamanan resepsi para pembaca ramalan zodiak di Ask fm Lightgivers. Adapun mereka yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah pria dan wanita, usia 22-26 tahun, yang memiliki latar belakang berbeda berkaitan dengan kepercayaan terhadap ramalan zodiak. Melalui analisis resepsi, penelitian ini merujuk pada paradigma interpretative. Penelitian ini menggunakan landasan Teori Kepribadian Implisit yang memfokuskan perhatian pada penerimaan pembaca mengenai dirinya berdasarkan ramalan zodiak dan Konsep Level Komunikasi Intrapersonal yang menjelaskan bagaimana pemaknaan pembaca berkaitan dengan kepercayaan, sikap dan harapan terhadap ramalan zodiak. Serta Teori Media Baru yang menjelaskan bagaimana penggunaan media kini telah berubah, yang dahulu media konvensional kini menjadi media baru. Hasil penelitian ini menunjukkan dalam memaknai ramalan zodiak di Ask fm Lightgivers muncul tiga tipe pemaknaan, yakni dominant—hegemonic, negotiated reading dan oppositional reading. Latar belakang kepercayaan para pembaca mempengaruhi bagaimana pemaknaan pembaca terhadap ramalan zodiak yang ada di Ask fm Lightgivers. Latar belakang para informan yang sejak kecil sudah mengetahui tentang ramalan zodiak juga ikut mempengaruhi pemaknaan mereka terhadap ramalan zodiak di Ask fm Lightgivers. Dimana dukungan orang tua dan lingkungan pertemanan ikut memberi pengaruh pemaknaan mereka terhadap ramalan zodiak. Berkaitan dengan level komunikasi intrapersonal, para informan yang masuk di kategori dominant—hegemonic yang percaya terhadap ramalan zodiak sampai pada tahap memiliki harapan terhadap ramalan zodiak. Informan yang masuk pada kategori negotiated reading yang percaya namun masih mempertimbangkan ramalan zodiak tersebut dan menyesuaikan terhadap keadaan dirinya sampai pada tahap perubahan sikap dan informan yang masuk pada kategori oppositional reading yang tidak mempercayai ramalan zodiak sama sekali dan menganggap bahwa ramalan zodiak di Ask fm Lightgivers adalah penjelasan mengenai sifat-sifat umum manusia bukan sebuah ramalanhanya sampai pada tahap belief. Berkaitan dengan penggunaan media dalam mengakses informasi, ditemukan bahwa kelima informan kini menggunakan media baru untuk mendapatkan informasi mengenai ramalan zodiak. Penggunaan media ini berkaitan dengan peralihan penggunaan dari media konvensional ke media baru. Sebelumnya ramalan zodiak didapatkan dari media seperti koran dan majalah, kini informasi tersebut didapatkan menggunakan media baru, khususnya media sosial seperti Ask fm.
Sensualitas dan Tubuh Perempuan dalam Film-film Horor di Indonesia (Kajian Ekonomi Politik Media) Primada Qurrota Ayun
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 1, No 1 (2015): JURNAL SIMBOLIKA APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v1i1.46

Abstract

AbstrakAdanya ketidakseimbangan hubungan sosial antara laki-laki dan perempuan adalah hasil dari strukturasi dalam sistem sosial yang membuat perempuan selalu menjadi objek dalam media massa. Film horor di Indobesia, menampilkan perempuan sebagai komoditas yang di tawarkan. Melalui pendekatan kritis, tulisan ini mencoba untuk melihat bagaimana film horor di Indonesia yang menunjukkan sensualitas dan tubuh perempuan adalah hasil dari tendensi ekonomi dan politik.  
Fenomena Selfie Kalangan Remaja Perempuan di Instagram Puji Purwati; Hedi Pudjo Santosa; Lintang Ratri Rahmiaji; Primada Qurrota Ayun
Interaksi Online Vol 4, No 1: Januari 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.953 KB)

Abstract

Fenomena selfie merupakan fenomena yang lahir dari perkembangan teknologi yang semakin pesat. Selfie adalah seni foto diri yang biasanya dilakukan sendirian atau bersama orang lain dengan menggunakan kamera yang ada pada handphone dan gadget canggih lainnya, kemudian diupload ke situs – situs jejaring sosial. studi ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi untuk memberikan penjelasan tentang pengalaman remaja perempuan dalam aktivitas selfie di Instagram serta untuk mengetahui konsep diri mengenai penampilan fisik yang terbentuk dalam diri masing – masing remaja perempuan, karena penelitian ini juga melibatkan isu – isu kecantikan perempuan dengan konsep cantik putih, tinggi, dan langsing yang selama ini media massa ciptakan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Interaksi Simbolik karya dari George Herbert Mead dan Herbert Blumer dengan didukung oleh Teori Media Baru dan Teori Mitos Kecantikan Perempuan karya Naomi Wolf.Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja perempuan berlomba – lomba untuk terlihat cantik melalui sebuah foto selfie yang mereka upload di media sosial Instagram, dan mereka juga memiliki pose – pose selfie favorit yang sering digunakan saat selfie, yang mana pose – pose tersebut adalah pose – pose selfie yang dipercaya mampu mendongkrak kecantikan fisik yang mereka miliki. Remaja perempuan pelaku selfie memiliki alasan yang beragam mengapa mereka menyukai selfie, tetapi alasan dan motivasi yang paling krusial adalah karena mereka ingin menunjukkan penampilan fisik yang dimilikinya. Selfie menjadi kebutuhan dalam diri remaja perempuan, sehingga mereka cenderung menghiraukan penilaian orang lain terhadap foto selfie yang dihasilkan, dalam arti penilaian orang lain akan foto selfie-nya tidak memberikan pengaruh yang besar bagi remaja perempuan dalam menilai dirinya sendiri, karena remaja perempuan menilai diri mereka berdasarkan dengan pemahaman mereka atas diri mereka sendiri bukan hanya karena penilaian dari orang lain.Adapun hal menarik yang membuktikan bahwa remaja perempuan yang tidak dinilai cantik secara sosial, justru mereka lebih percaya diri mengenai kecantikan atau penampilan fisik mereka, sehingga konsep diri mereka cenderung positif. Dari fenomena selfie, konsep diri positif dapat terlihat pada aktivitas mereka saat sebelum upload selfie, yaitu mereka tidak memanipulasi foto selfie-nya secara berlebihan, karena mereka dapat menerima diri apa adanya, sedangkan untuk remaja perempuan yang sering dinilai cantik secara sosial, justru dia memiliki kepercayaan diri yang lebih rendah, dan konsep diri yang negatif. Dari fenomena selfie, konsep diri negatif pada diri remaja perempuan ditunjukkan dari aktivitasnya dalam melakukan selfie, yang mana dia selalu berusaha untuk memanipulasi foto selfie-nya secara berlebihan dengan cara merubah bentuk – bentuk wajah dan tubuhnya pada foto selfie-nya tersebut.
Pembuatan Program Talkshow Wedangan di Radio IBC FM ( Produser ) Dilla Maulida; Indra Prasetya; Primada Qurrota Ayun; Hedi Pudjo Santosa
Interaksi Online Vol 3, No 4: Oktober 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.215 KB)

Abstract

Memasuki era baru, dimana persaingan media semakin ketat. Banyak media baru yang bermunculan sebagai sarana informasi dan hiburan. Radio adalah salah satu media lama yang hingga kini masih memiliki eksistensi dalam memberikan informasi dan hiburan dengan terus berinovasi dalam program-program yang dimilikinya.Menyadari belum adanya program talkshow radio pada radio-radio di Semarang yang bersegmentasi anak muda, maka dibuatlah program talkshow radio Wedangan. Program talkshow radio yang inspiratif tapi menghibur. Bekerjasama dengan radio IBC FM Semarang, selama satu bulan program ini berjalan dengan tema-tema dan mendatangkan satu narasumber yang berbeda setiap kali siarnya. Sarana promosi yang digunakan dalam program ini adalah twitter, facebook, instagram, path, dan line.Tugas yang dilaksanakan selama pelaksanaan program ini adalah sebagai produser. Sebagai produser hal yang dilakukan membuat konsep pra dan hari H program, mencari bahan materi siaran, mengatur dan mengawasi saat program berjalan. Produser juga memberikan evaluasi setelah program selesai agar program selanjutnya dapat berjalan lebih baik.Meskipun begitu ada pula beberapa hambatan yang dialami seperti mengalami kesalahpahaman dengan narasumber, kekurangan bahan materi siaran, kesulitan dalam mencari narasumber. Namun, secara keseluruhan hambatan tersebut bisa diatasi.Selanjutnya, dari hasil data kuesioner yang diperoleh bahwa pendengar radio IBC FM meningkat 50% dari target yang ditentukan sebelumnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa melalui program Wedangan dapat menaikkan jumlah pendengar radio IBC FM. Konsep dapat berjalan sesuai dengan rencana. Program Wedangan mampu mencapai target sasaran pendengar yaitu anak muda. Meskipun begitu masih terdapat beberapa kekurangan dalam program Wedangan, seperti kurang matangnya persiapan serta publikasi. Hal tersebut perlu diperbaiki agar program Wedangan di episode selanjutnya dapat lebih baik.
Co-Authors Adi Nugroho Adi Nugroho Adi Setiawan, Candra Adi Sukma Waldi Aditya Muhaimin Andika Agus Naryoso Agus Toto Widyatmoko Agus Toto Widyatmoko, Agus Toto Aldana, Dava Alvina Amallia Putri Damayanti Anunsiata Vanda Sanderiana Apriliansyah, Dimas Asti Amalina Widiyasari Atasa Yudha Ergana Aulia Ecallypta, Saffa Cokky _ Deffa Prameyta Desy Kurniasari Dewi Anggraini, Elysia Dilla Maulida Dimas Setiawan Hutomo Djoko Setyabudi DR Sunarto Dyah Puspita Saraswati Fransiscus Anton Saputro Ganes Trihapsari, Ganes Hapsari Dwiningtyas Hapsari Dwiningtyas Sulistyani Hedi Pudjo Santosa Hedi Pudjo Santosa Hedi Pudjo Santosa Indra Prasetya Intan Maylani S.D. Jasmine Zahra Joyo NS Gono Joyo Nur S Gono Kania Azzahra Wibowo Khairani, Yulia Khoirunnisa Nur Fithria Klara Laurensia Lintang Ratri Rahmiadji Lintang Ratri Rahmiaji Lovegi David Sanjaya, Lovegi David M Bayu Widagdo M Rofiuddin Makarim, Nabil Martina Aurelia Carissa Maya Lestari Much Yulianto M.Si, Much Yulianto Musyafi Tribun Jateng Nabilah Amarilys Nadif Rizqulloh, Muhammad Naga Mulia, Wim Nandya Finandika Naura Iftika Ramadhanti Nur Fajriani Falah Nurist Surayya Ulfa Nurul Hasfi Nurul Laelatul Latifah Pemelia, Ehma Puji Purwati Rakasiwi Oktaviana Hadi Saputri Ranti Dinda Cintya Restu Ayu Mumpuni, Restu Ayu Riesma Laylinisa Rifqi Aditya Utama S Rouli Manalu Sabila Rosyad, Ananda Santoso, Hedi Pudjo Sarah Veradinata Purba Shafa Amanda, Karina Shafa Amira Rezkananda Shafira Fairuuz Hasnaa, Elza Shinta Maheswari, Irene Sri Budi Lestari Sriadi Lintang Kusumadewi Sunarto Sunarto Tandiyo Pradekso Taufik Suprihatini Taufik Suprihatini Teofani Dela Rosa, Teofani Thriyani Rahmania Trian Kurnia Hikmandika, Trian Kurnia Triyono Lukmantoro Triyono Lukmantoro Triyono Lukmantoro Turnomo Rahardjo Veramitha Indriyani Widya Septiana Simangunsong Wiwid Noor Rakhmad Yanuar Luqman Yayuk Indriyani.S Yuliyanto, Muh.