cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Interaksi Online
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Interaksi Online adalah jurnal yang memuat karya ilmiah mahasiswa S1 Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Undip. Interaksi Online menerima artikel-artikel yang berfokus pada topik yang ada dalam ranah kajian Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial
Arjuna Subject : -
Articles 29 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3: Agustus 2014" : 29 Documents clear
Memahami Pengalaman Pengguna Instant Messenger Terhadap Brand yang Melakukan Sales Promotion di Instant Messenger (Studi Fenomenologi terhadap Pengikut Plus Friends KakaoTalk) Rifni Lestari; Nurist Surayya Ulfa; Nuriyatul Lailiyah; Djoko Setyabudi
Interaksi Online Vol 2, No 3: Agustus 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.458 KB)

Abstract

Tingginya penggunaan Instant Messenger menunjukan kenaikan yangcukup signifikan. Ini menunjukan bahwa sudah lebih banyak orang yangmengirimkan pesan melalui Instant Messenger dibandingkan dengan SMS. Olehkarena itu tak heran jika berbagai produsen maupun pemasar juga menggunakanmedia ini sebagai alat promosi mereka, salah satunya adalah KakaoTalk. Ketika dimedia lain promo semacam ini cenderung dihindari, tetapi yang menarik adalahdengan adanya Plus Friends ini orang justru secara sukarela menjadi pengikutnya.Sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengkaji motives pengikut plus friends,bagaimana pemrosesan informasi dari brand dan apa efek dan persepsi terhadapbrand.Penelitian ini menggunakan paradigma interpretif, Tipe penelitianKualitatif dan pendekatan fenomenologi yang berusaha untuk menyelami duniapengalaman individu dalam kasus ini, yaitu pemaknaan pengalaman para pengikutPlus Friends untuk mengetahui motives pengikut plus friends, bagaimanapengalaman mereka ketika memproses pesan dari 5 brand plus friends dan apapersepsi mereka terhadap brand. Teori yang digunakan untuk mengetahui motivesadalah Uses and Gratification, sedangkan untuk mengetahui pemrosesaninformasi menggunakan konsep atau penjelasan dari Elaborate Likelihood Modeldimana teori ini juga sekaligus menjelaskan persepsi. Penelitian ini menggunkanteknik pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam (Indepth Inerview)pada 5 orang informan yang menjadi pengikut Plus Friends.Temuan penelitian ini menunjukan motives pengikut plus friends iniditentukan oleh motives cultural dan motives kognitif, sedangkan pemrosesaninformasi terjadi pada jalur periferal kemudian menuju jalur central. Perpindahanjalur tersebut dipengaruhi oleh Persepsi konsumen terkait pesan pada Plus Friendsmenghasilkan 3 tingkatan yang berbeda yaitu tidak berubah, tertarik danmenyukai. Rasa suka yang muncul disertai dengan perubahan sikap (attitude)yaitu menukarkan kupon Plus Friends secara langsung.Key words : Pemrosesan Informasi, Motives, Persepsi, Instant Messenger
Hubungan Partisipasi Pendengar dalam Event Off-Air dan Partisipasi Interaksi Pendengar melalui Social Media Online dengan Frekuensi Mendengarkan Radio 105,2 SSFM Annisa Kusumawardhani; Tandiyo Pradekso; Djoko Setyabudi; Nurrist Surayya Ulfa
Interaksi Online Vol 2, No 3: Agustus 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Based on AC Nielsen data, the scale cume obtained by the Radio 105.2 SSFM decreased by 2,000 listeners in October to December of 2012. It shows that the activity of a vigorous campaign conducted by the Radio 105.2 SSFM through event off-air and online social media, inversely proportional to the AC Nielsen research data results, which demonstrate the scale cume of the SSFM 105.2 radio decreased. Thus, this study aimed to finding out the correlation among audience’s participation in off-air event (X1), audience’s participation in interaction through online social media (X2), and audience's frequency of listening on the Radio 105,2 SSFM (Y).Theoretical framework are used as a basic premise in this study is the theory of classical conditioning by Ivan Pavlov and Expectancy Value Theory, and social information processing theory by Walter. Classical conditioning theory and Expectancy Value Theory helps to explain that the association established between off-air event with the radio 105.2 SSFM, can motivate audience to act towards the radio 105.2 SSFM. While the social information processing theory helps to explain that the activity of the interaction between the audience with the radio 105.2 SSFM in cyberspace, is pioneering the future of relationship commitment, namely to increase the loyalty of listeners to the radio 105.2 SSFM. The method used on this research is quantitative-survey, involving 100 respondents and non-randomly selected using accidental sampling technique. The hypothesis testing tool used is a statistical test of correlation coefficient kendall's tau-b, with the help of SPSS ver. 16 for Windows.The results of this study are : (1) there is no correlation between participation in audience’s participation in off-air event and audience's frequency of listening on the Radio 105,2 SSFM, and (2) there is a significant correlation between audience’s participation in interaction through online social media and audience's frequency of listening on the Radio 105,2 SSFM. Thus the recommendations given to the radio 105.2 SSFM which can increases the frequency of the listening on the radio 105,2 SSFM by the audience are : (1) the need to review of the use of off-air events as a tool of brand activation by the radio 105.2 SSFM, and (2) the need of a massive effort to use social media online as a tool of brand activation by the radio 105.2 SSFM.Keyword : Off-Air Event, Online Social Media, Frequency of Listening the Radio
Wacana Pencalonan Rhoma Irama Sebagai Calon Presiden Dalam Pemilihan Presiden 2014 Dalam Bingkai Surat Kabar Harian KOMPAS Indra Prayoga; Adi Nugroho; Wiwid Noor Rakhmad; Much. Yulianto
Interaksi Online Vol 2, No 3: Agustus 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.616 KB)

Abstract

Wacana pencalonan Rhoma Irama menjadi presiden Republik Indonesia mengundangbanyak pro dan kontra pada kalangan politisi. KOMPAS sebagai salah satu media massanasional yang popular juga mempunyai peran dalam menyebarkan berita melalui tulisannya.Oleh karena itu, penelitian ini bermaksud untuk mengetahui analisis framing pada KOMPASdalam melakukan penulisan berita.Analisis framing meliputi analisis yang dilakukan pada media massa meliputi analisissintaksis, skrip, tematik dan retorik; selanjutnya dikaitkan pula dengan berita yangdisampaikan pada pembaca apakah tergolong good news atau bad news. Penulisan inidilakukan dengan metode penelitian kualitatif dengan menguraikan berita berdasarkananalisisnya yaitu sintaksis, skrip, tematik, dan retoris.Berdasarkan pada penelitian ini diperoleh hasil bahwa KOMPAS melakukan analisismulai dari headline, gaya penulis dalam melakukan framing relatif konsisten dalammenguraikan berita Rhoma Irama yaitu dengan memberikan judul yang sesuai dengan isiberita, kemudian dalam paragraf awal memberikan penjelasan umum tentang berita tersebut,kemudian dilanjutkan dengan berota berikutnya yang berupa penjelasan paragraf sebelumnya.Kalimat dalam berita saling bertautan, dengan menggunakan majas, grafik, hasil survey danpemilihan kata yang berupa pengandaian untuk membangkitkan emosi pembaca. Analisisframing dalam media KOMPAS tidak mempunyai unsur berita yang lengkap denganmenguraikan seluruh unsur yang berupa 5W + 1 H, namun unsur berita dituliskan denganfleksibel sesuai dengan permasalahan yang dibahas. Analisis framing yang dilakukan padaKOMPAS dengan cara melakukan kombinasi antara berita bagus (good news) dan beritaburuk (bad news).Kata kunci : analisis framing, wacana pencalonan presiden,
STRUKTUR NARASI PADA TAYANGAN STAND UP COMEDY Yoga M Pamungkas; Adi Nugroho; Triyono Lukmantoro; M Bayu Widagdo
Interaksi Online Vol 2, No 3: Agustus 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.425 KB)

Abstract

Stand  Up Comedy, merupakan sebuah wadah bagi beberapa masyarakat untuk menyalurkan pendapat, pikiran, dan kritik terhadap keadaan sekitar yang pada mulanya dianggap tabu kemudian layak untuk diperbincangkan seperti pemerintahan yang buruk, isu sosial, politik, Tuhan, dan SARA (Suku, Agam, Ras, dan Antargolongan). Seseorang yang seringkali melakukan aksi Stand Up Comedy atau disebut dengan comic memegang perang penting dalam memberikan sebuah suguhan yang menarik kepada penonton. Materi Stand Up Comedy yang dibuat oleh comic berangkat dari observasi yang dilakukan untuk kemudian dituangkan ke dalam sebuah materi dengan memiliki struktur yang tersusun sedemikian rupa serta untuk menghasilkan tawa dari penonton. Struktur narasi pada materi Stand Up Comedy pada akhirnya memegang peranan penting bagaimana comic dapat menyampaikan pendapat, pikiran, dan kritiknya tanpa menyakiti hati penonton bahkan bersama-sama menertawakan hal-hal yang seringkali dianggap tabu bahkan sensitif untuk diperbincangkan.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur narasi pada tayangan Stand Up Comedy oleh Pandji Pragiwaksono dan Sam D Putra yang ditayangkan oleh Metro TV dan Kompas TV. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dalm kajian budaya dan media terkati struktur narasi untuk memahami materi Stand Up Comedy yang dibuat oleh comic. Selain itu, juga menggunakan paradigma naratif, istilah atau pakem yang menjadi acuan dalam dunia Stand Up Comedy yaitu set up dan punchline, serta menggunakan teori humor.Hasil penelitian menunjukkan baik Pandji Pragiwaksono maupun Sam D Putra sama-sama memberikan kritik kepada pemerintahan serta tingkah laku masyarakatnya. Pandji memiliki kemampuan berinteraksi dengan penonton serta menirukan gerakan-gerakan unik dalam menunjang penampilan Stand Up Comedy miliknya. Sedangkan Sammy memiliki kemampuan untuk mengajak penonton sejenak berpikir dari materi yang disampaikan olehnya untuk kemudian menertawakan hal yang sebenarnya sangat-sangat sensitif bahkan tabu untuk diperbincangkan dan sangat berani dalam membeberkan fakta-fakta bahkan berani untuk menyindir dengan menyebutkan nama baik secara langsung maupun tidak langsung. Keduanya memiliki gaya penyampaian yang berbeda untuk menarik perhatian dan tawa namun tetap memberikan pengetahuan dan pendidikan kepada penonontonnya. Kata Kunci: Struktur Narasi, Humor, Paradigma Naratif, Pandji Pragiwaksono, Sam D Putra
PENERIMAAN KHALAYAK TERHADAP EKSPLOITASI WILAYAH DOMESTIK PESOHOR DALAM TALKSHOW HITAM PUTIH Destika Fajarsylva Anggraini; Turnomo Rahardjo; Wiwid Noor Rakhmad; Adi Nugroho
Interaksi Online Vol 2, No 3: Agustus 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.025 KB)

Abstract

Televisi merupakan teknologi audio visual yang dapat menyajikan informasi dan hiburan secara cepat, terjangkau, dan umum dimiliki oleh masyarakat. Setiap stasiun televisi berusaha memberikan program-program terbaru sesuai dengan tren program yang berlangsung. Begitu beraneka ragam produk yang disajikan televisi, salah satu produk unggulan yang disajikan televisi adalah talkshow.Hitam Putih adalah salah satu program dari talkshow. Tayangan tersebut sangat menarik untuk di teliti, karena Hitam Putih mengandung format mind reading. Mind reading merupakan format membaca pikiran sehingga bintang tamu akan dibuat tidak berdaya ketika “dicecar” pertanyaan oleh pembawa acara Deddy Corbuzier yang memaksa mereka memaparkan kehidupan pribadinya tanpa disadari. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemaknaan audiens tentang tayangan Hitam Putih. Penelitian ini menggunakan model encoding-decoding Stuart Hall untuk menjelaskan jalannya proses encoding-decoding tayangan Hitam Putih.Penelitian ini adalah penelitian dengan tipe deskriptif yang bersifat kualitatif dan menggunakan pendekatan analisis resepsi. Dalam analisis resepsi khalayak dipandang sebagai produser makna yang tidak hanya menjadi konsumen isi media. Hasil penelitian akan membagi khalayak ke dalam tiga posisi pemaknaan. Yaitu kelompok dominat reading, khalayak yang memaknai tayangan Hitam Putih sesuai dengan preffered reading (makna dominan). Kelompok negotiated reading, memaknai tayangan ini dari dua sisi, yaitu menganggap bahwa tayangan ini tidak etis dan menganggap tayangan ini adalah tayangan yang memotivasi serta memberikan
REPRESENTASI NASIONALISME WARGA PERBATASAN KALIMANTAN BARAT DALAM FILM (Analisis Semiotika pada Film Tanah Surga...Katanya) Febryana Dewi Nilasari; Taufik Suprihatini; Triyono Lukmantoro; M Bayu Widagdo
Interaksi Online Vol 2, No 3: Agustus 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.258 KB)

Abstract

Film bertema nasionalisme dianggap memiliki daya tarik tersendiri. Berbeda dengan film lainnya yang memiliki tema drama dan mengangkat fenomena kehidupan sehari-hari, film yang bertema nasionalisme sangat dipengaruhi oleh faktor sosial politik yang ada di Indonesia. Pada film Tanah Surga... Katanya memperlihatkan secara gamblang kondisi keterpurukan dan kekalahan Indonesia dari negara tetangga (Malaysia) dalam  hal mensejahterakan rakyatnya. Film ini bercerita tentang sudut pandang lain dari semangat nasionalisme bangsa Indonesia yaitu bagaimana perjuangan warga perbatasan Kalimantan Barat untuk mempertahankan semangat nasionalismenya di tengah kehidupan yang serba terbatas di daerah perbatasan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi nasionalisme warga perbatasan Kalimantan Barat dalam film Tanah Surga... Katanya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori representasi Stuart Hall dalam paradigma konstruktivis. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan analisis semiotika John Fiske “the code of television” yang memasukkan kode-kode sosial ke dalam tiga level yakni level realitas, level representasi dan level ideologi.Hasil penelitian menunjukkan pada level realitas film ini menunjukkan realitas kesenjangan yang terjadi di perbatasan Kalimantan Barat dan perbatasan Malaysia (Sarawak). Perbatasan Kalimantan digambarkan miskin (tradisional) sedangkan Malaysia digambarkan sejahtera (modern). Pada level representasi film ini menunjukkan visualisasi pesan nasionalisme di tengah keterpurukan warga perbatasan Kalimantan Barat yang disampaikan melalui beberapa aspek teknis. Alur cerita, konflik, dan dialog menceritakan kehidupan Salman dan Kakek Hasyim sebagai tokoh utama yang memiliki jiwa nasionalisme melawan setiap keadaan perbatasan yang menguji rasa nasionalisme. Level ideologis dalam film ini mengungkapkan ideologi nasionalisme warga perbatasan Kalimantan Barat melalui bentuk-bentuk perlawanan atau perjuangan melawan menghadapi keadaan (kemiskinan, keterpencilan, ketidakadilan dalam pembangunan). Bentuk-bentuk nasionalisme warga perbatasan meliputi, nasionalisme pada simbol-simbol negara, nasionalisme dalam mempertahankan kewarganegaraan, nasionalisme dalam kemiskinan, nasionalisme untuk generasi selanjutnya. Kata Kunci : film, nasionalisme, semiotika, perbatasan Kalimantan Barat
HUBUNGAN TERPAAN SOSIALISASI BPJS KESEHATAN DAN SIKAP MASYARAKAT PADA PROGRAM DENGAN KEPUTUSAN MASYARAKAT SEBAGAI PESERTA BPJS KESEHATAN Prescilla Roesalya; Tandiyo Pradekso; Djoko Setyabudi; Sri Widowati
Interaksi Online Vol 2, No 3: Agustus 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.346 KB)

Abstract

Dalam jangka waktu kurang lebih 4 bulan (Januari-April) BPJS Kesehatan telahmenjadi pemberitaan di berbagai media televisi maupun media cetak, dalam artikelnyamereka menuliskan beberapa tulisan mengenai BPJS Kesehatan yang membahas tentangkeluhan masyarakat mengenai sosialisasi program peralihan PT ASKES yang kini telahmenjadi BPJS Kesehatan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan terpaan sosialisasi BPJSKesehatan dan sikap masyarakat pada program dengan keputusan masyarakat untuk menjadipeserta BPJS Kesehatan. Populasi dalam penelitian ini adalah warga Kecamatan Candisari,kelurahan Jatingaleh, RT 02 RW 03 dengan rentan usia 20-60 tahun. Responden yang terlibatdalam penelitian ini sebanyak 100 sampel. Didalam penelitian ini menggunakan teori difusiinovasidan Analisis yang digunakan adalah Analisis kuantitatif dengan menggunakanKorelasi kendall.Hasil dari analisis Korelasi kendall yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa antaravariabel (X1) dengan variabel (Y) terdapat hubungan yang signifikan. Hal ini ditunjukkanoleh nilai probabilitas kesalahan (sig) sebesar 0,037 yang lebih kecil dari 5% dan besarnyanilai koefisien korelasi adalah 0,179. Sedangkan variabel (X2) dan (Y) terdapat hubunganyang sangat signifikan. Hal itu ditunjukkan oleh nilai probabilitas kesalan (sig) sebesar 0,000yang lebih kecil dari sig 1%, dan nilai koefisien korelasi adalah 0,405. Variabel independenyang lebih memiliki hubungan ialah variabel sikap (0,405) yang terbukti memiliki hubunganpositif dengan variabel dependen yaitu keputusan sebagai peserta.Kata kunci : Terpaan sosialisasi, Sikap masyarakat, dan keputusan sebagai peserta.
Hubungan Partisipasi Pendengar dalam Event Off-Air dan Partisipasi Interaksi Pendengar melalui Social Media Online dengan Frekuensi Mendengarkan Radio 105,2 SSFM Kusumawardhani, Annisa; Pradekso, Tandiyo; Setyabudi, Djoko; Ulfa, Nurrist Surayya
Interaksi Online Vol 2, No 3: Agustus 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.637 KB)

Abstract

Based on AC Nielsen data, the scale cume obtained by the Radio 105.2 SSFM decreased by 2,000 listeners in October to December of 2012. It shows that the activity of a vigorous campaign conducted by the Radio 105.2 SSFM through event off-air and online social media, inversely proportional to the AC Nielsen research data results, which demonstrate the scale cume of the SSFM 105.2 radio decreased. Thus, this study aimed to finding out the correlation among audience’s participation in off-air event (X1), audience’s participation in interaction through online social media (X2), and audience's frequency of listening on the Radio 105,2 SSFM (Y).Theoretical framework are used as a basic premise in this study is the theory of classical conditioning by Ivan Pavlov and Expectancy Value Theory, and social information processing theory by Walter. Classical conditioning theory and Expectancy Value Theory helps to explain that the association established between off-air event with the radio 105.2 SSFM, can motivate audience to act towards the radio 105.2 SSFM. While the social information processing theory helps to explain that the activity of the interaction between the audience with the radio 105.2 SSFM in cyberspace, is pioneering the future of relationship commitment, namely to increase the loyalty of listeners to the radio 105.2 SSFM. The method used on this research is quantitative-survey, involving 100 respondents and non-randomly selected using accidental sampling technique. The hypothesis testing tool used is a statistical test of correlation coefficient kendall's tau-b, with the help of SPSS ver. 16 for Windows.The results of this study are : (1) there is no correlation between participation in audience’s participation in off-air event and audience's frequency of listening on the Radio 105,2 SSFM, and (2) there is a significant correlation between audience’s participation in interaction through online social media and audience's frequency of listening on the Radio 105,2 SSFM. Thus the recommendations given to the radio 105.2 SSFM which can increases the frequency of the listening on the radio 105,2 SSFM by the audience are : (1) the need to review of the use of off-air events as a tool of brand activation by the radio 105.2 SSFM, and (2) the need of a massive effort to use social media online as a tool of brand activation by the radio 105.2 SSFM.Keyword : Off-Air Event, Online Social Media, Frequency of Listening the Radio
Normalisasi Relasi Homoseksual dalam Film Arisan! 2 Stella Natalia; Dr Sunarto; Lintang Ratri Ramiaji; Hapsari Dwiningtyas
Interaksi Online Vol 2, No 3: Agustus 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.943 KB)

Abstract

Film merupakan salah satu media massa yang digunakan untuk menyampaikanpesan dan ideologi ke masyarakat. Film merepresentasikan beberapa kejadian didunia nyata. Film Arisan! 2 adalah film yang menggambarkan normalisasi relasihomoseksual. Kehidupan homoseksual sama seperti kehidupan masyarakatdominan, tidak ada yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah merepresentasikannormalisasi relasi homoseksual dalam film Arisan! 2 dan merepresentasikanheteronormativity yang ada dalam film Arisan! 2.Penelitian ini juga menunjukkan bahwa homoseksual dapat diterima dikalangan menengah ke atas. Komunikasi ditandai dengan kamera, dialog, danideologi di film. Penelitian ini digunakan teori Queer dan metode penelitian dariRoland Barthes dengan lima kode pembacaan untuk mengetahui ideologi dalamfilm ini. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa homoseksual belum bisa terlepasdari heteronormativity yang ada. Heteronormativity hanya menerimaheteroseksual sebagai orientasi seksual yang ada, walau film ini sudah berusahamerepresentasikan secara nyata normalisasi relasi homoseksual.Kata kunci : Semiotika, Barthes, Film, Homoseksual, Heteronormativitas
Perempuan Sebagai Objek Seksual dalam Tabloid Otomotif (Analisis Semiotika Foto pada Rubrik “Cepot” hal 34 Tabloid Motorplus) Ulya Anggie Pradini; Dr Sunarto; Adi Nugroho; Hapsari Dwiningtyas
Interaksi Online Vol 2, No 3: Agustus 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.042 KB)

Abstract

Media massa kini hadir dengan berbagai kemasan dan segmen. Diantaranya adalah media cetak yang berpengaruh besar terhadap perkembangan media massa, sebagai contoh adalah tabloid "Motorplus" yang merupakan tabloid dengan segmentasi pembaca pria. Pada salah satu rubrik tabloid Motorplus yang berjudul "Cepot", terdapat foto-foto perempuan yang menonjolkan sisi sensualitasnya. Jika dicermati secara kritis, tabloid tersebut menjadikan perempuan sebagai objek. Lalu, bagaimana bentuk objektifikasi perempuan dalam tabloid ini? Dan apa ideologi yang melatarbelakanginya?Penelitian ini bertujuan untuk melihat posisi perempuan sebagai objek melalui foto-foto yang terdapat dalam rubrik tersebut, dan menjelaskan ideologi dominan yang melatarbelakanginya. Teori dalam penelitian ini menggunakan teori standpoint dan teori feminis radikal kultural. Metode dalam penelitian ini menggunakan analisis semiotika Roland Barthes, yang terdiri dari analisis sintagmatik dan paradigmatik.Hasil dalam penelitian ini adalah pada tabloid "Motorplus" terdapat dua temuan bahwa perempuan dijadikan objek seksual. Pertama, perempuan dijadikan sebagai "objek santapan" atau komodifikasi seksual, yaitu perempuan dan nilai sensualitasnya dijadikan komoditas yang dijual kepada pembaca tabloid tersebut. Kedua, perempuan dijadikan sebagai objek tatapan atau objek hasrat seksual bagi pria pembaca tabloid ini. Kemudian pada penelitian ini subjek menjadi objektivikasi seksual aktif yang mana subjek juga dengan aktif dan sadar melakukan pose-pose sensual. Dan dalam hal ini ideology yang melatarbelakangi adalah patriarki. Dimana laki-laki lebih berkuasa penuh atas kontrol seksualnya.Kata Kunci: objek seksual, perempuan

Page 2 of 3 | Total Record : 29