Articles
40 Documents
Search results for
, issue
"Vol 4, No 2: April 2016"
:
40 Documents
clear
Analisis Perbedaan Permintaan Pembelian pada Anak berdasarkan Terpaan Pesan Fantasi Iklan Televisi dan Persepsi Realitas
Erlita Ardiana .;
Nurist Surayya Ulfa S.Sos, M.Si
Interaksi Online Vol 4, No 2: April 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (202.054 KB)
Anak merupakan pangsa pasar yang potensial, sebab, selain memiliki keunikan tersendiri, mereka merupakan influencer market yang mana memiliki pengaruh besar dalam pengambilan keputusan pembelian di dalam keluarganya. Oleh karenanya pemasar berlomba-lomba mencari strategi yang tepat untuk menyasar anak. Salah satu strategi yang digunakan oleh produk Shampo and Conditioner Eskulin Frozen dalam menyasar anak adalah dengan menggunakan iklan yang berisi pesan fantasi. Strategi ini diduga memungkinkan pertimbangan anak dalam melakukan permintaan pembelian kepada orang tuanya, sebab kemampuan kognitif anak yang terbatas, menjadikan mereka mudah mempercayai apa yang mereka lihat. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui adanya Perbedaan Permintaan Pembelian pada Anak berdasarkan Terpaan Pesan Fantasi Iklan Televisi dan Persepsi Realitas. Dasar pemikiran yang digunakan adalah Advertising Eksposure Theory dan Children Information Processing of Advertising Theory. Jenis penelitian ini adalah penelitian Eksplanatori. Sampel dalam penelitian ini adalah anak-anak perempuan dengan rentan usia 7 hingga 11 tahun dengan ketentuan pernah menonton tayangan iklan Shampo & Conditioner Eskulin Frozen. Responden yang diambil adalah sejumlah 50 orang responden menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah uji non parametrik Mann-Whitney U test dengan bantuan alat statistik SPSS. Hasil uji hipotesis pertama dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan permintaan pembelian yang signifikan pada anak yang terkena terpaan pesan fantasi tinggi dan rendah. Hal ini dapat dilihat dari nilai P-value yang menunjukkan angka < 0.05 yaitu senilai 0.014. Uji hipotesis kedua menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan permintaan pembelian yang signifikan pada anak yang memiliki persepsi realitas tinggi dan rendah. Ini ditunjukkan dari hasil signifikasi yang menunjukkan nilai P-value > 0.05 yaitu sebesar 0.538. Hal ini mengindikasikan bahwa terdapat faktorfaktor lain diluar persepsi realitas yang mempengaruhi permintaan pembelian anak.
Pengaruh Terpaan Iklan Frisian Flag Versi Superhero di Televisi, Usia Anak, dan Persepsi Realitas terhadap Permintaan Pembelian Produk Susu Frisian Flag
Yogiyanti, Tiagita Reva;
Ulfa, S.Sos, M.Si, Nurist Surayya
Interaksi Online Vol 4, No 2: April 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (424.211 KB)
Anak-anak merupakan pasar yang unik dan potensial. Peran anak-anak dalam pemasaran adalah sebagai influencer, mereka memiliki lebih banyak otonomi dan kekuatan dalam pengambilan keputusan di dalam keluarga. Oleh karena itu, para pemasar saling bersaing untuk membuat strategi yang tepat dan menarik dengan target sasaran anak-anak. PT Frisian Flag Indonesia ini memanfaatkan iklan di televisi sebagai sarana promosi produk susu. Salah satu iklan Frisian Flag berisi pesan fantasi yang memanfaatkan karakter superhero. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menguji faktor usia anak, dan persepsi realitas yang mengintervensi terpaan iklan televisi dengan usia anak terhadap permintaan pembelian produk susu Frisian Flag. Penelitian ini menggunakan teori Advertising Eksposure Process dan teori Children Information Processing of Advertising. Jenis penelitian ini adalah penelitian Eksplanatori. Sampel dalam penelitian ini adalah anak-anak usia SD yakni 7-12 tahun dengan ketentuan telah menonton tayangan iklan Frisian Flag versi superhero. Jumlah responden yaitu 50 orang yang diambil berdasarkan teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan bantuan SPSS. Hasil uji hipotesis pertama, terpaan iklan Frisian Flag versi superhero di televisi tidak berpengaruh signifikan terhadap persepsi realitas dengan nilai 0,213. Uji hipotesis kedua menunjukkan variabel usia anak berpengaruh signifikan terhadap persepsi realitas dengan nilai 0,028. Uji hipotesis ketiga, variabel persepsi realitas tidak berpengaruh signifikan terhadap permintaan pembelian dengan nilai 0,906. Uji hipotesis keempat menunjukkan variabel terpaan iklan Frisian Flag versi superhero di televisi tidak berpengaruh signifikan terhadap permintaan pembelian produk susu Frisian Flag dengan nilai 0,597. Dan uji hipotesis kelima menunjukkan variabel usia anak tidak berpengaruh signifikan terhadap permintaan pembelian produk susu Frisian Flag dengan nilai 0,754.
Audience Interpretation of Humor Style on Redaksiana Crime News
Maulana Khalidin .;
Triyono Lukmantoro .;
Taufik Suprihartini .;
Turnomo Rahardjo .
Interaksi Online Vol 4, No 2: April 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (267.549 KB)
Until now, television in Indonesia is still become primary mass media for audience. They make television as an information resources, entertainment, education, and reflection of our society for social control. Humor has became main part of entertainment on our television since a long time ago. Almost all of the television stations has made humor program, and Redaksiana is one of them. A program that broadcasted by Trans 7 is a news crime which is interspersed with humor. But, humor element that used by Redaksiana exploits a group in our society. So, this research aims to know about audience interpretation of humor style on Redaksiana. This research was a descirptive type of research with qualitative. The subjects are five informant with different social and culture.This study used preferred reading theory by Stuart Hall. In reception analysis, the findings research that derived from interview would raised three main types of interpretation. That findings research is there are two informants who performs dominant hegemonic reading that interpreted Redaksiana as an entertainment and informative program. The oppositional reading consist of one person has made critical interpretation that Redaksiana is not entertaining, informative and has exploited the lower classes. Meanwhile, negotiated reading group has two informants has made two side of interpretation, that is lower classes exploitation is awful action. But, they assume that is fair because media institutions is profit oriented. So, they tend to do hegemonic and negotiated reading. The study of humor style interpretation on Redaksiana news can be made as a foundation for the next researches and study in active audience field adds study about preferred rading theory.
HUBUNGAN TERPAAN IKLAN PRODUK PEMUTIH KULIT DI TELEVISI DAN PERSEPSI ANAK TENTANG KULIT PUTIH DENGAN PREFERENSI ANAK PADA KULIT PUTIH
Luhung Nalar Wangi;
Nurist Surayya Ulfa, S.Sos, M.Si
Interaksi Online Vol 4, No 2: April 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (240.069 KB)
Penelitian ini berangkat dari data penelitian sebelumnya yangmenunjukkan tingginya persentase iklan produk dewasa terutama produkkecantikan pada jam tayang anak. Di lain sisi, data di lapangan yang penulisperoleh dari berbagai forum diskusi ibu-ibu menunjukkan banyaknya anak-anakusia sekolah dasar yang merasa tidak percaya diri dengan warna kulitnya dancenderung lebih menginginkan kulit putih. Selain itu data tersebut jugadidukung dari hasil pra riset yang penulis lakukan pada anak-anak perempuanusia sekolah dasar yang menunjukkan preferensi anak-anak terhadap kulit putihterbilang tinggi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan terpaan iklanproduk pemutih kulit di televisi dan persepsi anak tentang kulit putih denganpreferensi anak pada kulit putih. Penelitian ini menggunakan teori efek mediauntuk menjelaskan hubungan terpaan iklan produk pemutih kulit di televisi danpersepsi anak tentang kulit putih dengan preferensi anak pada kulit putih.Sedangkan teori tentang efek iklan pada anak intended and unintended effectdigunakan untuk menjelaskan bahwa persepsi anak tentang kulit putih danpreferensi anak pada kulit putih merupakan dampak tidak di sengaja dariadanya paparan iklan produk pemutih kulit di televisi. Populasi dalampenelitian ini adalah anak perempuan usia 10-12 tahun yang sudah terterpaiklan produk pemutih kulit di televisi dan sampel yang diambil sebanyak 50orang dengan teknik purposive sampling.Dalam uji hipotesis, penulis menggunakan Analisis Korelasi Kendall Taub.Uji hipotesis pertama antara terpaan iklan dengan preferensi menunjukkannilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05). Uji hipotesis kedua antara terpaan iklandengan persepsi menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,004 (<0,05). Ujihipotesis ketiga antara persepsi dengan preferensi menunjukkan nilaisignifikansi sebesar 0,000(<0,05).Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat ditarik kesimpulan bahwaterdapat hubungan antara terpaan iklan produk pemutih kulit di televisi danpersepsi anak tentang kulit putih dengan preferensi anak pada kulit putih.Penelitian ini menunjukkan bahwa iklan produk dewasa yang tayang pada jamtayang anak memiliki unintended effect pada anak-anak, sehingga saran untukmasyarakat khususnya kalangan orang tua agar menaruh perhatian lebih padapaparan iklan yang menerpa anak-anak dan saran untuk pihak pemegangregulasi (KPI) sebaiknya memperketat aturan tentang iklan pada jam tayanganak.
Title: Build Process of Adaptation to the New Environment in the Boys and Girls who Go Abroad
Karina Devi Utami;
Drs. Hj. Sri Widowati Herieningsih, MS
Interaksi Online Vol 4, No 2: April 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (142.088 KB)
Go abroad for the people in Indonesia is commonly done for a purpose. One of the causes is the education. When male students and female students decided to go abroad, a lot of things to deal with. They are experiencing cultural differences often become an obstacle that ultimately hinder them in the process of adaptation in the new environment. This study aims to determine how the process of building adaptations made by male and female students in the new environment with a culture different from his native residence. The method used is descriptive qualitative interpretive paradigm. This study uses a U-curve Theory of Adaptation, Communication Accommodation Theory and Uncertainty Reduction Theory as a research platform. Data collection techniques are depth interviews with six informants consisting of three male students and three female students informants who wander in Semarang. The results of this study indicate that: (1) Informants feel the cultural differences in language, speech, and habits which lead to the informant experiencing culture shock. (2) The biggest obstacle faced by the informant is language. In female students, another obstacle to be faced is the loneliness and the hassles of arranging for day-to-day while the barriers are not perceived by male students (3) In the adaptation of intercultural, informants faced with a situation of anxiety and uncertainty caused by differences in cultural background and lack of information held by the informant about the culture and customs in the new environment. (4) The difference in cultural background into a major cause of anxiety and uncertainty. In informants coming from Sumatra, Kalimantan and Jakarta speech with intonation hard or fast as commonly practiced in residence of origin actually become an obstacle when in Semarang predominantly spoke more slowly and softly (5) Informants do strategy in an effort to reduce anxiety and uncertainty among others with an active strategy, interactive strategy, and passive strategies. (6) All the informants accommodation in its communication in different ways. (7) There is a difference homesick phenomenon through which the male students and female students. At the male student informants felt homesick duration shorter than female student informant. (8) In the process of building adaptation, informants in a variety of ways in order to adjust and comfortable in new environments such as opening up, interaction, eliminate prejudice, stereotypes, ethnocentric, and encouragement through motivation. (9) The results of adaptation to the informer male students showed a level of comfort more than the adaptation of female student informants, for the student informant barriers they feel homesick slow to be tolerated. (10) The process of building adaptation informants showed diverse curve
PENGARUH USIA PEMAIN ADVERGAMES TERHADAP LEVELS OF COMPREHENSION (TINGKAT PEMAHAMAN) DARI BRAND MESSAGE (PESAN MEREK
Dewi Luqmania .;
Djoko Setyabudi S.Sos, MM
Interaksi Online Vol 4, No 2: April 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (150.669 KB)
Advergame, sebagai sebuah medium komunikasi pemasaran yang mulai popular di Indonesia akhir-akhir ini sangat menarik untuk diteliti. Berbeda dengan media untuk beriklan lainnya, seperti Koran, majalah, televisi, dan radio dimana informasi disampaikan dalam bentuk narasi, advergame memiliki keunikan tersendiri dalam menyampaikan informasinya yaitu dengan membuat konsumen berpartisipasi (aktif). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh usia pemain advergame terhadap levels of comprehension (tingkat pemahaman) dari brand message (pesan merek). Pendekatan yang menggunakan pendekatan positivistik ini mengujikan relasi 2 variabel, dengan total 24 indikator. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan teknik one shot case study dengan total sampel 45 orang yang terbagi dalam tiga kelompok eksperimen menurut usia. Pengambilan data dilakukan dengan diberikannya kuesioner pada partisipan setelah bermain advergame. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan uji perbedaan one-way ANOVA dengan pemenuhan asumsi independensi sampel, uji normalitas Kolomogrov Smirnov dan uji homogenitas variansi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa usia pemain advergame berpengaruh secara positif terhadap levels of comprehension (tingkat pemahaman) dari brand message (pesan merek). Ditemukan perbedaan nilai rata-rata levels of comprehension di antara ketiga kelompok eksperimen. Kelompok usia yang paling tua mendapatkan rata-rata nilai tertinggi dan kelompok anak-anak mendapat rata-rata nilai terendah. Ada perbedaan yang signifikan antara pemain anak-anak dan pemain dewasa. Berbeda dengan anak-anak, pemain dewasa mampu mencapai level pemahaman tertinggi yaitu deeper level comprehension.
“Pranala” Website Magazine Making in Collaboration with Ekspresi Suara Remaja
Nugroho, Didit Sarwo Edi;
., M. Bayu Widagdo
Interaksi Online Vol 4, No 2: April 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (321.492 KB)
ABSTRACT Website magazine become one source of information in this digital age. Music becomes commodities social exchange of teenager and young adult, especially in Semarang. Teenager and young adult looking for music information on the website magazine to the needs of their social exchange. This final project is intended to create website magazine which presents information about local music of Semarang city. This final project is a journalism product based on the theory of online journalism from book by Asep Syamsul M. Romli (2012) called Online Journalism. “Pranala” also became one of local movement that supports local wisdom. From the results of this final project , it is known that the visitors of “Pranala” is reach the target. The website visitors are always new every day and “Pranala”s social media followers also help spreading articles. It’s a prove that website magazine which presents music information of Semarang is required by teenager and young adult of the city. From the results of this final project, it is known that music theme-website magazine having influence on social exchange of teenager and young adult. Music theme-website magazine also can be a promotional medium for musicians for the better known work.
Hubungan Motivasi dan Intensitas Penggunaan LinkedIn dengan Kepuasan yang Didapatkan Pengguna LinkedIn
Eva Wijiyanti Hidayat;
Wiwid Noor Rakhmad;
Dwi Purba ningrum;
Nurriyatul Lailiyah M.I.Kom
Interaksi Online Vol 4, No 2: April 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (404.906 KB)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya ketertarikan terhadap model teori uses and gratification dan meningkatnya jumlah pengguna LinkedIn di kalangan mahasiswa dan fresh graduates berdasarkan data dari LinkedIn. Dalam perspektif teori uses and gratifications, audiens dipandang sebagai partisipan yang aktif dalam proses komunikasi, namun tingkat keaktifan setiap individu tidaklah sama (Morissan, 2013: 264). Perilaku komunikasi audiens mengacu pada target dan tujuan yang ingin dicapai serta berdasarkan motivasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara motivasi dan intensitas penggunaan LinkedIn dengan kepuasan yang didapatkan pengguna LinkedIn di kalangan mahasiswa yang turut menjadi kelompok pemegang kendali pertambahan jumlah pengguna LinkedIn. Metode penelitian meliputi kajian kuantitatif. Analisis kuantitatif dilakukan untuk menjelaskan hubungan antara motivasi dan intensitas penggunaan LinkedIn dengan kepuasan yang didapatkan pengguna LinkedIn di kalangan mahasiswa. Analisis kuantitatif dilakukan terhadap data yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner sebagai instrumen penelitian yang telah melewati uji validitas dan reliabilitas. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 96 yang ditentukan secara non acak dengan metode quota dan accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat motivasi dan intensitas penggunaan LinkedIn yang berbeda di antara responden. Motivasi dan intensitas penggunaan LinkedIn secara simultan memiliki hubungan yang positif dengan kepuasan yang didapatkan pengguna LinkedIn. Nilai koefisien korelasi antara motivasi dan intensitas penggunaan LinkedIn dengan kepuasan pengguna LinkedIn sebesar 0,736 yang menunjukkan adanya korelasi positif yang sangat kuat.
Workers experience guides Karaoke in Updating Status in Facebook as Interpersonal Relations and Personal Communication with Customers
Kiki Amelia Sari;
Dra. Taufik Suprihartini, M.Si
Interaksi Online Vol 4, No 2: April 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (229.777 KB)
The presence of information technology is rapid and practical nature can allow for changes in behavior or lifestyle. One of them is the development of information technology with the birth of social networks, namely Facebook. Karaoke guide also actively uses Facebook to update your status and communicate with customers. By using qualitative methods, this study aims to describe the "Experience of Guides Karaoke Workers when Updating status on Facebook as Interpersonal and Personality Communication with Customers." This study uses an interpretive paradigm with data analysis techniques which refer to the phenomenological approach. Subjects consisted of three informants working as guides karaoke. The theory used is the theory of Computer Mediated Communication (CMC) Thurlow, Crispin. 2000) and New Media Theory (LittleJohn and Karen A. Foss.2011) Results from this study that the type of work that was involved by the informant is to be a guide karaoke are still actively use facebook. Activities conducted by informants in using facebook to update your status and get comments from customers. The informant made a status on facebook just to fill time while waiting for customers to come. As one of the self-actualization of the informants also upload photos on facebook as their identity is gorgeous to attract customer attention. Customers make personal communications more personal with the informants through other media such as via mobile phone by way of SMS or phone. Customers rarely use facebook as not free to chat on facebook. Customers are also free to contact the informant via sms or phone to ask her to meet, say hello, even if the customer is already close to'm accompanied by a meal together. The interesting thing was, between the customer and these informants there is a love or a relationship even though they were not long relationship. The study concluded that the informants use to update your facebook status and find new friends or new customers. The informant in communicating with customers not only through facebook but also use other media, namely via sms or phone because according to the informant if through facebook customers are not free to talk privately with the informants.
Pengaruh Intensitas Komunikasi Peer Group, Motivasi dan Intensitas Bermain terhadap Perilaku Adiktif Bermain Video Game Online Clash Of Clans (COC)
Monalisa Sima Sebayang;
Nurist Surayya Ulfa S,Sos, M.Si
Interaksi Online Vol 4, No 2: April 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (606.372 KB)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh intensitas komunikasi peer group terhadap perilaku adiktif bermain video game. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh minat dan itensitas bermain terhadap perilaku adiktif bermain video game online Clash Of Clans (COC). Penulis menggunakan Structural Model of Media Use Theory untuk menjelaskan pengaruh intensitas komunikasi peer group, motivasi dan intensitas bermain terhadap perilaku adiktif bermain video game online Clash Of Clans (COC). Populasi penelitian ini adalah khalayak telah berumur 13 tahun keatas yang memainkan game COC dan sampel yang diambil sebanyak 100 orang, dengan teknik snowball sampling. Dalam uji hipotesis, penulis menggunakan Analisis Regresi Linier Berganda. Berdasarkan hasil pengujian dengan SPSS diperoleh untuk variabel intensitas komunikasi peer group terhadap variabel perilaku adiktif diperoleh nilai t = 2,858 dengan signifikansi 0,005 (p < 0,05). Pengaruh variabel motivasi terhadap perilaku adiktif diperoleh nilai t = 3,741 dengan signifikansi 0,000 (p < 0,05). Pengaruh intensitas bermain terhadap perilaku adiktif diperoleh nilai t = 2,934 dengan signifikansi 0,004 (p < 0,05). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh variable independen secara simultan berpengaruh positif terhadap variabel dependen. Variabel yang paling berpengaruh dalam penelitian ini adalah variabel intensitas komunikasi peer group. Hal itu berati bahwa semakin tinggi intensitas komunikasi peer group maka semakin tinggi pula perilaku adiktif bermain video game online Clash of Clans (COC).