cover
Contact Name
Teguh Ansori
Contact Email
teguhansori21@gmail.com
Phone
+6281231445793
Journal Mail Official
teguhansori21@gmail.com
Editorial Address
CV Omah Kreator JL. Roso Jati Perumahan Griya Cokromenggalan Blok BB 03 Babadan Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Indonesia, 63491.
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
At-Tafakkur: Journal of Islamic Studies
Published by CV Omah Kreator
ISSN : -     EISSN : 31105793     DOI : https://doi.org/10.63199/attafakkur
Core Subject :
At-Tafakkur: Journal of Islamic Studies is an international, peer-reviewed, open-access scholarly journal dedicated to advancing knowledge and promoting critical discourse in the field of Islamic Studies. The journal provides an academic platform for researchers, scholars, educators, practitioners, and policymakers to publish original research articles, conceptual papers, and critical reviews that contribute to the development of Islamic scholarship from interdisciplinary, multidisciplinary, and transdisciplinary perspectives.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Problematika Pendidikan Ramah Anak dalam Menghadapi Ancaman Kekerasan Seksual dan Bullying di Indonesia Diaz Zikrul Azizi; Dzikri Ihsan Nudin; Endang Wahyu Lestari
At-Tafakkur: Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 1 (2025): At-Tafakkur: Journal of Islamic Studies
Publisher : CV Omah Kreator

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63199/attafakkur.v1i1.1

Abstract

Peneltian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang persoalan kekerasan seksual dan bullying dalam pendidikan Saat ini terkhusus di Indonesia kekerasan amat sangat sering terjadi di lingkungan manapun, terutama bentuk kekerasan seksual yang semakin lama terus ada saja korban yang bermunculan. Kekerasan seksual sangat rentan terjadi disekolah dan instansi pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka atau library research. Data yang telah dikumpulkan, selanjutnya dianalisis memakai metode content analysis. Langkah-langkah dalam metode ini antara lain: reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan diakhir. Hasil survey ICRW menerangkan bahwa kekerasan seksual terjadi di lingkungan sekolah atau pendidikan sebesar 84%. Hal tersebut juga didukung dengan data melalui Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Indonesia (KPAI). Hal tersebut menjelaskan bahwa sekolah belum menjadi lingkungan yang aman bagi anak sebab masih sering terjadi kekerasan baik terhadap fisik, psikis, dan kekerasan seksual.
Filsafat Esensialisme dalam Perspektif Pendidikan Islam dan Pembentukan Karakter Eka Putri Febrilia; Dita Ramadani; Dzakira Keisa A S
At-Tafakkur: Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 1 (2025): At-Tafakkur: Journal of Islamic Studies
Publisher : CV Omah Kreator

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63199/attafakkur.v1i1.2

Abstract

Tujuan pendidikan nasional ialah mengembangkan kemampuan dasar peserta didik supaya dapat berkembang membentuk seseorang yang berbaik hati kemudian berpikiran baik sehingga berperilaku baik, memperkokoh dan mewujudkan perilaku masyarakat yang heterogen, mengembangkan peradaban bangsa yang kompetitif. Penulis memakai pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kepustakaan dari berbagai sumber terkait. Aliran esensialisme dianggap para ahli sebagai "conservatif road to culture, "yakni aliran ini ingin kembali kepada kebudayaan lama warisan sejarah yang telah membuktikan kebaikannya bagi kehidupan manusia. Karakter seringkali juga dimaknai pandangan hidup seseorang yang menjadi pedoman dalam menanggapi dan menyikapi peristiwa-peristiwa kehidupan sehari-hari. Proses pendidikan karakter dipandang sebagai usaha sadar dan terencana, bukan usaha yang sifatnya terjadi secara kebetulan. Thomas Lickona mengemukakan karakter berkaitan dengan konsep moral, sikap moral, dan perilaku moral. Berdasarkan ketiga komponen ini dapat dinyatakan bahwa karakter yang baik didukung oleh pengetahuan tentang kebaikan, keinginan untuk berbuat baik dan melakukan perbuatan kebaikan. Pembentukan karakter dalam pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk individu yang berakhlak mulia, berperilaku baik, dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat.
Integrasi Budaya Islami dalam Pendidikan Karakter Peserta Didik: Studi di SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo Atoulloh
At-Tafakkur: Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 1 (2025): At-Tafakkur: Journal of Islamic Studies
Publisher : CV Omah Kreator

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63199/attafakkur.v1i1.3

Abstract

This study aims to analyze the integration of Islamic culture as a strategy for character development among students at SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo. The research employs a combination of descriptive qualitative and field study approaches, using observation, interviews, and documentation as data collection techniques. The findings reveal that Islamic cultural values are implemented through religious habituation, teacher role modeling, structured religious programs, and the reinforcement of ethical values in social interactions within the school environment. This integration contributes to the development of students’ discipline, responsibility, politeness, and religiosity. The study highlights that Islamic culture is not merely symbolic or routine, but functions as a value system internalized through the educational process. These results contribute to the development of Islamic-based character education models in secondary educational institutions.
Filsafat Konstruktivisme dan Implikasinya terhadap Pendidikan Islam Berorientasi Peserta Didik Ahmad Rizki Suwardi; Ahmad Zhafari Musyafa; Ailia Fadias Putriamansyah
At-Tafakkur: Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 1 (2025): At-Tafakkur: Journal of Islamic Studies
Publisher : CV Omah Kreator

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63199/attafakkur.v1i1.4

Abstract

Constructivist philosophy posits that knowledge is not transferred passively but is actively constructed by learners through experience, reflection, and interaction. In the context of Islamic education, this paradigm aligns with the concept of tarbiyah, which places learners as active subjects with innate potential (fitrah) to grow. This study aims to examine the relevance of constructivism within the philosophy of Islamic education and its implications for student-centered learning. A literature review method was employed by analyzing modern constructivist theories alongside the perspectives of Islamic education scholars such as Al-Ghazali, Ibn Sina, and Abuddin Nata. The findings indicate that constructivism can be integrated into Islamic education through the strengthening of teachers’ roles as murabbi and learning facilitators, the implementation of dialogical, participatory, and reflective methods, and the development of learning environments that promote meaningful experiences. Furthermore, this approach supports the development of character, independence, and critical reasoning in learners, as emphasized in the Qur'an, particularly in Surah Al-Alaq (1–5) and Surah Luqman (12–19). The study concludes that constructivism does not contradict Islamic values; rather, it can enrich Islamic education practices in the 21st century when implemented contextually and grounded in the principles of tauhid.
Integrasi Filsafat Pendidikan Islam dan Tantangan Karakter dalam Masyarakat 5.0 Andrian Al Firdaus; Ahmad Faqih Alawi; Alfiah Wanda Vinita
At-Tafakkur: Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 1 (2025): At-Tafakkur: Journal of Islamic Studies
Publisher : CV Omah Kreator

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63199/attafakkur.v1i1.5

Abstract

The emergence of Society 5.0 presents new challenges in character formation, particularly in relation to moral decline, technological disruption, and shifts in social behavior. In Islamic education, character development is not merely a matter of social ethics but an integral part of tarbiyah, ta’dib, and the cultivation of akhlaq. This article aims to analyze the integration of Islamic philosophy of education with the challenges of character formation in the Society 5.0 era. This study employs a library research approach by examining the philosophical perspectives of Muslim scholars such as Al-Ghazali, Ibn Miskawaih, and Syed Muhammad Naquib al-Attas, and exploring their relevance to contemporary social dynamics. The findings indicate that core values in Islamic education—such as tauhid, fitrah, akhlaq, and the balance between reason and revelation—can serve as foundational principles to address moral disorientation in the digital era. The philosophy of Islamic education also emphasizes that character formation must be rooted in spirituality, moral literacy, and exemplary conduct. This integration provides an alternative framework for Islamic education in responding to the challenges of Society 5.0 in a substantive and sustainable way. Therefore, the Islamic philosophy of education is not only relevant but also strategic as an approach to reconstructing human character amid technological acceleration and socio-cultural transformation.
Paradigma Berpikir Al-Ghazali: Integrasi Akal, Wahyu, dan Maslahah dalam Menjawab Tantangan Sosial Kontemporer Setio Budi; Mohammad Mochtar Mas'od
At-Tafakkur: Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 2 (2026): At-Tafakkur: Journal of Islamic Studies
Publisher : CV Omah Kreator

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63199/attafakkur.v1i2.14

Abstract

The thought of Imam Al-Ghazali concerning reason and the process of thinking remains an important intellectual legacy within Islamic scholarship, particularly amid the expansion of modern rationalist paradigms that tend to position reason as the primary source of knowledge. This study aims to examine Al-Ghazali's concept of thinking, analyze the position of reason within his framework of Islamic epistemology, and explore the relevance of his thought in addressing contemporary social issues. This research employs a qualitative approach using a library research method. Data were collected from Al-Ghazali's primary works, scholarly journals, books, and other relevant academic sources, which were subsequently analyzed through descriptive-interpretative content analysis. The findings reveal that Al-Ghazali regards reason as an essential instrument for acquiring knowledge and understanding reality; however, its application must be proportional and integrated with revelation, namely the Qur'an and Hadith, particularly in metaphysical and theological matters. Al-Ghazali's criticism of philosophers was not directed toward the existence of reason itself, but rather toward its excessive and autonomous use that neglects the authority of revelation. Furthermore, Al-Ghazali's concept of maslahah remains highly relevant in responding to contemporary social challenges, including economic inequality, the crisis of justice, and corruption practices. Therefore, his thought continues to provide an ethical and epistemological foundation for developing a more just and prosperous society.
Tradisi Genduri sebagai Sarana Konstruksi Solidaritas Sosial dan Religiusitas Masyarakat: Studi Kasus di Desa Tajug, Siman, Ponorogo Asyirotul Ridho
At-Tafakkur: Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 2 (2026): At-Tafakkur: Journal of Islamic Studies
Publisher : CV Omah Kreator

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63199/attafakkur.v1i2.17

Abstract

Tradisi genduri merupakan salah satu kearifan lokal masyarakat Jawa yang hingga kini masih dipraktikkan sebagai bagian dari kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat. Di tengah arus modernisasi yang berpotensi menggeser berbagai tradisi lokal, masyarakat Desa Tajug, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo masih mempertahankan tradisi genduri sebagai sarana memperkuat solidaritas sosial dan religiusitas masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan tradisi genduri serta menganalisis nilai-nilai sosial keagamaan yang terkandung di dalamnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan kepala dusun, tokoh agama, serta tokoh pemuda Desa Tajug. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi genduri di Desa Tajug mengalami transformasi dari praktik yang bercorak tradisional menuju bentuk yang lebih bernuansa Islam tanpa menghilangkan fungsi sosialnya. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai media ungkapan syukur dan doa kepada Tuhan, tetapi juga sebagai sarana memperkuat hubungan kekeluargaan, solidaritas sosial, gotong royong, serta harmonisasi hubungan antarwarga. Selain itu, tradisi genduri berperan dalam mempertahankan identitas budaya lokal dan menjadi ruang pewarisan nilai-nilai sosial keagamaan kepada generasi muda. Dengan demikian, tradisi genduri tetap relevan sebagai mekanisme integrasi sosial dan penguatan religiusitas masyarakat di tengah perubahan sosial yang berlangsung.
Moderasi Beragama dalam Pendidikan Agama Islam Multikultural: Telaah Akulturasi Tradisi Pranikah Masyarakat Jawa L.Oktavia
At-Tafakkur: Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 2 (2026): At-Tafakkur: Journal of Islamic Studies
Publisher : CV Omah Kreator

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63199/attafakkur.v1i2.19

Abstract

Hubungan antara ajaran Islam dan tradisi lokal dalam masyarakat Jawa merupakan realitas sosial yang terus berkembang, khususnya dalam praktik-praktik pranikah yang masih dipengaruhi oleh berbagai ketentuan adat seperti perhitungan weton, larangan jilu, dan pemilihan waktu pernikahan. Di sisi lain, pendidikan agama Islam multikultural dan moderasi beragama menawarkan pendekatan yang menempatkan nilai-nilai agama dan budaya secara proporsional dalam kehidupan masyarakat. Namun, kajian yang secara khusus membahas akulturasi tradisi pranikah adat Jawa dalam perspektif pendidikan agama Islam multikultural dan moderasi beragama masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan agama Islam multikultural dalam membangun sikap moderasi beragama terhadap praktik-praktik pranikah masyarakat Jawa serta mengidentifikasi bentuk-bentuk akulturasi antara nilai-nilai Islam dan tradisi lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber pustaka, meliputi buku, artikel ilmiah, peraturan perundang-undangan, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan agama Islam multikultural berkontribusi dalam menumbuhkan pemahaman keagamaan yang inklusif, toleran, dan akomodatif terhadap budaya lokal selama tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariat Islam. Tradisi pranikah adat Jawa, seperti weton, bibit, bebet, bobot, dan berbagai pantangan perkawinan, dapat dipahami sebagai bagian dari kearifan lokal yang memiliki fungsi sosial dan budaya bagi masyarakat Jawa. Dengan demikian, moderasi beragama melalui pendidikan agama Islam multikultural dapat menjadi pendekatan strategis dalam membangun harmoni antara nilai-nilai keislaman dan tradisi budaya lokal sehingga tercipta kehidupan sosial yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Membangun Etos Peduli Lingkungan melalui Pendidikan Karakter: Perspektif Pendidikan Islam Abimansur
At-Tafakkur: Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 2 (2026): At-Tafakkur: Journal of Islamic Studies
Publisher : CV Omah Kreator

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63199/attafakkur.v1i2.22

Abstract

Degradasi lingkungan yang ditandai oleh meningkatnya pencemaran, eksploitasi sumber daya alam, dan rendahnya kesadaran ekologis masyarakat menuntut penguatan peran pendidikan sebagai instrumen pembentukan karakter peduli lingkungan. Artikel ini bertujuan menganalisis peran pendidikan karakter dalam membangun etos peduli lingkungan melalui perspektif pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber primer dan sekunder berupa buku, artikel ilmiah, dokumen kebijakan pendidikan, serta literatur yang relevan mengenai pendidikan karakter, etika lingkungan, dan ajaran Islam tentang pelestarian alam. Analisis data dilakukan melalui teknik analisis isi (content analysis) dengan mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan menginterpretasikan konsep-konsep yang berkaitan dengan pembentukan etos peduli lingkungan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam memiliki kontribusi strategis dalam membentuk kesadaran ekologis peserta didik melalui internalisasi nilai tanggung jawab, amanah, kesederhanaan, kebersihan, dan peran manusia sebagai khalifah di muka bumi. Implementasi pendidikan karakter peduli lingkungan dapat dilakukan melalui integrasi materi lingkungan dalam pembelajaran, pembiasaan perilaku ramah lingkungan di sekolah, keteladanan pendidik, serta penguatan budaya sekolah berwawasan lingkungan. Kebaruan kajian ini terletak pada upaya mensintesiskan konsep pendidikan karakter, etika lingkungan, dan nilai-nilai pendidikan Islam sebagai landasan pengembangan etos peduli lingkungan yang berkelanjutan. Dengan demikian, pendidikan karakter berbasis nilai Islam dapat menjadi instrumen penting dalam membangun generasi yang memiliki kesadaran ekologis, tanggung jawab sosial, dan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.
Globalisasi dan Degradasi Moral Generasi Muda Indonesia: Tinjauan Literatur dalam Perspektif Pendidikan Karakter Erna Amalia
At-Tafakkur: Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 2 (2026): At-Tafakkur: Journal of Islamic Studies
Publisher : CV Omah Kreator

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63199/attafakkur.v1i2.23

Abstract

Globalization has brought significant changes to various aspects of Indonesian society, particularly through the rapid development of digital technology and social media. While globalization provides easier access to information and communication, it also poses challenges to moral values, especially among younger generations. This study aims to analyze the impact of globalization on moral degradation in Indonesian society and to examine the role of character education and family involvement in addressing these challenges. The study employed a qualitative approach using a literature review method. Data were collected from relevant scholarly articles, books, and academic sources and analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that globalization, particularly through the internet and social media, contributes to changes in behavior, values, and character among young people. Moral degradation is reflected in the decline of responsibility, discipline, and courtesy, as well as increased exposure to inappropriate content that conflicts with national cultural and moral values. The study further reveals that character education based on Pancasila values and active parental involvement play a strategic role in strengthening the moral resilience of younger generations amidst globalization. The novelty of this study lies in its synthesis of the interrelationship between digital globalization, character education, and family roles as three key elements in preventing moral degradation. Therefore, collaboration among families, schools, and communities is essential to reinforce the character of young generations and preserve national moral values in the era of globalization.

Page 1 of 1 | Total Record : 10