cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 65 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 4 (2018): Oktober" : 65 Documents clear
Analisa Stabilitas (Intact, Damage Stability) Dan Olah Gerak Landing Craft Tank (LCT) Di Konversi Menjadi Tipe Ro-Ro oktaqul anwar; deddy chrismianto; hartono yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal penumpang merupakan sarana transportasi yang cukup efisien dan efektif untuk menjangkau daerah-daerah terpencil yang tidak bisa di jangkau oleh pesawat maupun mobil sebagai alat transportasi penumpang. Larangan penggunaan kapal Lending Craft Tank (LCT) mengharuskan galangan kapal untuk konversi kapal menjadi tipe RoRo. Tujuan dari penelitian ini ialah  melakukan analisis stabilitas (Intact, Damage Stability dan olah gerak) pada kapal sebelum dan sesudah konversi. Metode yang digunakan ialah metode kuantitatif. Dari hasil analisis stabilitas didapatkan kapal sebelum dan sesudah konversi memenuhi kriteria IS CODE 2008 Perbedaan nilai GZ maksimum pada kedua model kapal yaitu 26,53 %. Hasil perhitungan Damage stability ketiga kapal yaitu, kapal LCT SMS SWAKARYA 757 GT dengan indek A = 0,9875 dan indek R= 0,2315, kapal RORO SMS SWAKARYA 757 GT dengan indek A = 0,8526 indek R= 0,68415. Kapal RORO TRISNA DWITYA 876 GT dengan indek A = 0,9627 indek R= 0,6844 memenuhi standar safety of life at sea (SOLAS) 2009  Chapter II-1. Analisis olah gerak kapal sebelum dan sesudah konversi memenuhi standar kriteria Nordforsk ‘87 dengan nilai rolling, 2,010 x 10 -1deg dan  2,060 x 10-1 deg Vertical acceleration at FP dengan nilai 1,837 x 10-3 g dan 1,735 x 10 -3g. Analisa factor kenyaman penumpang sesuai refrensi O’Hanlon and McCauley 1974 Kapal aman dan nyaman bagi penumpang pada following seas dan beam seas. 
Studi Perancangan Senta Sisi (Side Stringer) dengan Mempertimbangkan Jarak Antar Senta Sisi (Side Stringer) dan Dimensi Profil pada Kapal General Cargo 6000 DWT Pangestu, Naufal; Yudo, Hartono; Iqbal, Muhammad
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan konstruksi kapal merupakan hal terpenting dalam sebuah fase perancangan kapal tersebut. Karena perencanaan konstruksi memberikan data perhitungan kekuatan struktur konstruksi kapal yang merupakan aspek teknis yang dapat berpengaruh terhadap keselamatan kapal pada berbagai kondisi gelombang saat operasional kapal tersebut berjalan. Salah satu bagian terpenting dalam sebuah konstruksi kapal adalah lambung. Pada bagian ini terdapat penegar yang mendukung kekuatan memanjang suatu kapal yaitu senta sisi. Dalam peraturan klasifikasi, terutama BKI tidak ditemukan peraturan secara jelas tentang pemasangan serta jumlah senta sisi dalam perancangan. Dari permasalahan tersebut, maka dilakukan percobaan dengan melakukan perubahan jumlah senta sisi  agar didapatkan desain konstruksi yang efisien dari segi teknis dan ekonomisnya. Variasi dalam penelitian ini yaitu mengurangi dan menambah jumlah senta sisi, dari dua menjadi satu senta sisi kemudian dari dua menjadi tiga senta sisi dan variasi profil yang digunakan berdasarkan perhitungan modulusnya.. Kemudian membandingkan hasil tegangan maksimum yang diperoleh pada tiap kondisi pada perairan Atlantik Utara. Permodelan dan analisa kekuatan dilakukan dengan menggunakan finite element software. Dari aspek teknis dengan semua variasi yang dilakukan, didapatkan tegangan maksimal yang memenuhi standar BKI. Kemudian pertimbangan dari aspek ekonomis, dipilihlah desain konstruksi satu senta sisi dengan ukuran profil T 400 x 7 + FP 270 x 8 dengan hasil tegangan maksimal 22,7 N/mm2 pada kondisi flat, 141 N/mm2 pada kondisi sagging dan 132 N/mm2 pada kondisi hogging.
Analisa Pengaruh Perbedaan Kecepatan Putaran Tool Terhadap Kekuatan Tarik, Impak, Dan Mikrografi Pada Aluminium 6061 Dengan Metode Pengelasan Friction Stir Welding (FSW) Ammar Faruq Haidar Majid; Sarjito Joko Sisworo; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aluminium 6061 merupakan logam ringan dan memiliki ketahanan korosi, hantaran listrik yang baik. Dalam dunia perkapalan, aluminium 6061 banyak digunakan untuk konstruksi kapal. Pengelasan Friction Stir Welding (FSW) menggunakan prinsip memanfaatkan gesekan dari benda kerja yang berputar dengan benda kerja lain yang diam sehingga mampu melelehkan benda kerja yang diam tersebut dan akhirnya tersambung menjadi satu.  Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil impak, tarik, dan struktur mikrografi dengan feed rate 10 mm/menit dengan variasi kecepatan rpm (1640 rpm, 2620 rpm, dan 3820 rpm) terhadap pengelasan FSW dengan jenis penyambungan butt joint. Hasil penelitian menunjukkan sambungan las FSW pada kecepatan 1640 rpm memiliki kekuatan uji tarik 83,34 MPa, regangan 5,93%, dan kekuatan uji impak 0,23 J.  Pada kecepatan 2620 rpm memiliki kekuatan uji tarik 19,27 MPa, regangan 3,41%, dan kekuatan uji impak 0,13 J. Dan pada kecepatan 3820 rpm memiliki kekuatan uji tarik 45,02 MPa, regangan 3,65%, dan kekuatan uji impak 0,20 J. Pada hasil uji struktur mikrografi menunjukkan perubahan bentuk dan ukuran butir pertikel struktur mikro sehingga mempengaruhi sifat mekanik. Dan pada kecepatan 1640 rpm memiliki tingkat kerapatan yang baik dibandingkan kecepatan 2620, dan 3820 rpm dengan dibuktikan hasil foto mikro pada stir zone yang lebih menyatu pada daerah HAZ.
Analisa Pengaruh Sudut Serang (Angle of Attack) Foil dan Sudut Defleksi Trailing Edge Flap terhadap Gaya Angkat dan Hambatan Kapal Hydrofoil Katamaran Ivel Afra Sevira; Parlindungan Manik; Untung Budiarto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hambatan kapal merupakan gaya yang arahnya berlawanan dengan arah laju kapal [7]. Kapal didesain sedemikian rupa sehingga meminimalisir nilai hambatannya. Pada penelitian sebelumya menambahkan hydrofoil pada lambung kapal telah berhasil mengurangi nilai hambatan kapal. Menambahkan flap pada kemudi untuk menambah gaya angkat juga sudah pernah berhasil dilakukan. Pada penelitian ini mengkaji tentang pengaruh nilai sudut serang foil dan sudut defleksi trailing edge flap pada kapal hydrofoil katamaran terhadap gaya angkat dan hambatan kapal hydrofoil katamaran yang bertujuan untuk mendapatkan variasi model yang paling banyak mengurangi nilai hambatan. Analisa ini dilakukan dengan menggunakan program komputer berbasis Computational Fluid Dynamics (CFD), yaitu Tdyn. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari delapan model variasi, tujuh diantaranya mampu menurunkan nilai hambatan total KMP.CATAMARAN. Model dengan sudut serang foil sebesar 3° dan sudut defleksi trailing flap sebesar 3°menjadi model terbaik karena mampu menurunkan nilai hambatan total KMP.CATAMARAN sebanyak 31,35% pada kecepatan maksimum.
Pengaruh Viskositas Oli Sebagai Media Pendingin Pada Hasil Pengelasan Alumunnium 5083 Terhadap Kekuatan Tarik, Impak, Mikrografi Gerry Eka Aprilianto; Untung Budiarto; Ari Wibawa Budi.S
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses pengelasan ada banyak faktor yang memengaruhi hasil lasan tersebut, salah satunya adalah media yang digunakan sebagai media pendingin.Dalam penelitian kali ini bertujuan unutuk mengetahui pengaruh viskositas oli sebagai media pendingin pada hasil pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas) alumunium 5083 terhadap kekuatan tarik,harga impak,dan sruktur mikrografinya.Hasil penelitian menunjukkan kekuatan tarik terbesar didapat pada pengelasan yang didinginkan dengan oli SAE 90 sebesar 223,01 MPa,sedangkan regangan terbesarnya didapat pada pengelasan yang didinginkan dengan oli SAE 140 yaitu sebesar 17,33%,kekuatan impak terbesar didapat pada pengelasan yang didinginkan dengan oli SAE 140 sebesar 0,23 J/mm²,dari struktur mikronya juga terlihat komposisi ferit dan perlit yang menunjukkan hasil pengelasan yang didinginkan dengan oli SAE 140 memiliki komposisi ferit yang lebih banyak sehingga hasil pengelasannya lebih ulet,sedangkan hasil pengelasan yang didinginkan dengan oli SAE 90 memiliki komposisi perlit yang lebih banyak sehingga hasil pengelasannya lebih kaku. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa hasil pengelasan yang didinginkan dengan oli SAE 90 memiliki kekuatan tarik yang lebih baik disusul oli SAE 40,SAE140,sedangkan hasil pengelasan yang didinginkan dengan oli SAE 140 memiliki nilai regangan dan kekuatan impak yang lebih baik disusul dengan oli SAE 40, SAE 90 pendingin,oli adalah media pendingin yang sering digunakan tetapi dalam penggunaannya jarang diperhatikan viskositas oli.
Pengaruh Media Pendingin Air Garam dan Oli Terhadap Kekuatan Tarik, Impak, dan Mikrografi Pada Sambungan Las Aluminium 6061 Pasca Pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas) dan MIG (Metal Inert Gas) Muhammad Said Rinaldy; Untung Budiarto; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aluminium 6061 merupakan logam paduan yang banyak digunakan dalam bidang industri sebagai rangka konstruksi. Jenis pengelasan yang tepat dibutuhkan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas) dan MIG (Metal Inert Gas) merupakan jenis pengelasan yang digunakan karena memiliki kelebihan dibandingkan jenis pengelasan yang lain. Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil kekuatan tarik, impak, dan mikrografi dengan variasi media pendingin air garam dan oli untuk memperoleh hasil yang paling optimal. Pada aluminium 6061 dilakukan pengelasan TIG dan MIG dengan sambungan double v-butt joint60°. Hasil penelitian menunjukkan faktor pendinginan berpengaruhAluminium 6061 merupakan logam paduan yang banyak digunakan dalam bidang industri sebagai rangka konstruksi. Jenis pengelasan yang tepat dibutuhkan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas) dan MIG (Metal Inert Gas) merupakan jenis pengelasan yang digunakan karena memiliki kelebihan dibandingkan jenis pengelasan yang lain. Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil kekuatan tarik, impak, dan mikrografi dengan variasi media pendingin air garam dan oli untuk memperoleh hasil yang paling optimal. Pada aluminium 6061 dilakukan pengelasan TIG dan MIG dengan sambungan double v-butt joint 60°. Hasil penelitian menunjukkan faktor pendinginan berpengaruh terhadap kualitas pengelasan dilihat dari grafik kekuatannya. Pengelasan TIG dengan pendingin air garam mendapatkan nilai tertinggi sebesar 184 MPa untuk kekuatan tarik dan 12,67% untuk regangan rata-rata. Kekuatan impak terbesar dari pengelasan MIG dengan pendingin oli sebesar 0,40 J/mm2. Dari hasil pengujian di dapatkan nilai terendah yaitu pengelasan MIG dengan pendingin oli untuk kekuatan tarik dan regangan. Kekuatan impak terendah dari pengelasan TIG dengan pendingin oli. Perubahan struktur mikro sambungan las TIG lebih baik dibandingkan dengan MIG, karena strukturya lebih menyatu dilihat pada daerah HAZ (Heat Afected Zone). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan hasil pengelasan rata-rata TIG lebih baik dibandingkan MIG dengan variasi media pendingin air garam dan oli.terhadap kualitas pengelasan dilihat dari grafik kekuatannya. Pengelasan TIG dengan pendingin air garam mendapatkan nilai tertinggi sebesar 184 MPa untuk kekuatan tarik dan 12,67% untuk regangan rata-rata. Kekuatan impak terbesar dari pengelasan MIG dengan pendingin oli sebesar 0,40 J/mm2. Dari hasil pengujian di dapatkan nilai terendah yaitu pengelasan MIG dengan pendingin oli untuk kekuatan tarik dan regangan. Kekuatan impak terendah dari pengelasan TIG dengan pendingin oli. Perubahan struktur mikro sambungan las TIG lebih baik dibandingkan dengan MIG, karena strukturya lebih menyatu dilihat pada daerah HAZ (Heat Afected Zone). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan hasil pengelasan rata-rata TIG lebih baik dibandingkan MIG dengan variasi media pendingin air garam dan oli.
Analisa Pengaruh Anti-Slamming Bulbous bow Tipe Ellips (0-Type) Terhadap Gerakan Slamming dan Hambatan pada Kapal Kontainer MV.Intan Daya 17 Menggunakan Metode CFD Muhammad Raditya Daniswara; Deddy Chrismianto; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MV. Intan daya 17 merupakan kapal container (409 Teus) dan memiliki Bulbous bow dengan bentuk titik air terbalik (˅ -Type). Kapal ini  dimiliki oleh PT. Bandar Abadi dengan rute pelayaran Batam-Jakarta. Pada saat kapal di laut, memiliki kemampuan olah gerak kapal (seakeeping) dan mempunyai hambatan kapal (resistance) merupakan aspek yang sangat penting pada perencanaan pembuatan sebuah kapal. Untuk mengurangi nilai Seakeeping dan hambatan pada kapal. Maka membentuk haluan kapal dengan memodifikasi haluan yang lebih rendah dari baseline kapal. Yang dinamakan Anti Slamming bulbous bow. Pada penelitian ini, anti slamming bulbous bow ditambahkan  pada  bulbous bow kapal dengan variasi tinggi anti slamming bulbous bow 10%, 15%, 20% dari tinggi sarat kapal tersebut , memodifikasi panjang bulbous bow( ), lebar bulbous bow( ) dengan ukuran: a.panjang bulbous bow(1,656 m, 3,719 m, 3,903 m), b. lebar bulbous bow (3,995 m, 3,336 m, 2,464m) dan menggunakan bulbous bow tipe ellips (0-Type)   . Dengan tinggi gelombang( = 2 m dan Periode gelombang rata-rata ( = 4s. Pada penelitian ini, semua variasi anti slamming bulbous bow memenuhi standar dari Nordfoks ’87 dengan nilai probabilitas dibawah 0,03. Akibat penambahan anti slamming bulbous bow dan bulbous bow tipe ellips dapat mengurangi hambatan viscous 0,05%-1,9% dari model exiting.
ANALISA PENGARUH PACK CARBURIZING DAN QUENCHING TERHADAP KEKERASAN DAN KEKUATAN TARIK BAJA ST 60 Fajar Azmi Amrullah
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas sejauh mana variasi waktu penahanan berpengaruh terhadap peningkatan kekerasan dan kekuatan tarik baja ST 60 setelah mengalami proses carburizing. Pengujian bahan yang digunakan adalah pengujian kekuatan tarik, pengujian kekerasan, dan uji komposisi. Dari hasil pengujian didapat spesimen tanpa perlakuan menghasilkan kekuatan tarik sebesar 646,94 Mpa dan nilai rata-rata terhadap beban tarik yang paling tinggi diperoleh pada perlakuan carburizing penahanan waktu 60 menit sebesar 976,04 Mpa dan terendah pada spesimen carburizing dengan penahanan 120 menit sebesar 616,94 Mpa. Sedangkan nilai kekerasan tertinggi pada spesimen raw material sebesar 875,5 VHN, pada semua spesimen dengan carburizing mengalami penurunan nilai kekerasan, yaitu spesimen carburizing penahanan waktu 60 menit sebesar 853,3 VHN dan sebesar 221,3 VHN pada spesimen dengan carburizing penahanan waktu 120 menit. Secara keseluruhan menunjukan, nilai rata-rata kekuatan tarik mengalami kenaikan pada spesimen dengan carburizing penahanan waktu selama 60 menit. Sedangkan rata-rata nilai kekerasan pada spesimen perlakuan carburizing lebih rendah dari spesimen raw material.
Analisa Pengaruh Penambahan Grothues Spoilers Dengan Variasi Posisi Spoiler Pada Kapal Perintis 750 DWT Terhadap Hambatan Dan Nilai Wake Kapal Dengan Menggunakan Metode CFD Dame Kita Ginting; Parlindungan Manik; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi di dunia perkapalan semakin maju seiring dengan berjalannya waktu. Hal ini bertujuan agar performa kapal dapat ditingkatkan menjadi lebih baik, salah satunya yaitu dengan mengurangi nilai hambatan dan wake. Wake merupakan perbandingan antara kecepatan air yang melewati baling-baling dengan kecepatan kapal dinas kapal. Perancangan Grothues Spoilers pada bagian buritan kapal dapat mengarahkan aliran air menuju baling-baling dari aliran turbulen menjadi aliran laminar. Penelitian ini bertujuan agar mendapatkan nilai hambatan dan wake kapal yang lebih baik setelah dilakukan penambahan Grothues Spoilers dengan memvariasikan posisi dari spoiler tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan program komputer berbasis Computational Fluid Dynamic (CFD) dengan memvariasikan 5 posisi  spoiler berbentuk foil NACA yaitu NACA 6409 terhadap model 3D kapal perintis 750 DWT. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan grothues spoilers dengan variasi posisi 1 foil NACA 6409 merupakan hasil yang paling optimal dalam mengurangi hambatan. Dimana pada hambatan total pada Fn 0,26 dapat berkurang sebesar 5,9548% dari 11,772 N menjadi 11,071 N, hambatan viskositas pada variasi posisi 1 dapat berkurang sebesar 5,8931% dari 8,235 N menjadi 7,7497 N, dan hambatan gelombang pada variasi posisi 1 berkurang sebesar 6,0948% dari 3,537 N menjadi 3,3213 N. Dan dari hasil analisa wake fraction, model dengan variasi posisi 1 juga menjadi model yang paling optimal dalam mengurangi nilai wake, dimana pada kecepatan dinas nilai wake mengalami penurunan sebesar 1,075% yaitu dari 0,237 menjadi 0,234.
Efek Post Weld Heat Treatment Dengan Variasi Temperature Terhadap Mechanical Properties Pada Sambungan Pipa Offshore API X52 Dennis Oscha Cholik; Sarjito Jokosisworo; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akibat perkembangan ekonomi, kebutuhan gas alam pun menjadi hal yang tidak bisa dihindari. Pengelasan Shield Metal Arc Welding (SMAW) menjadi sangat diperlukan karena dinilai sangat efisien untuk pengelasan pipa gas alam yang ukuran dan jenisnya bervariasi. Dari efek pengelasan, beberapa zona terkena efek panas seperti Heat Affected Zone (HAZ). Struktur mikro dan sifat mekanik dari HAZ cenderung menurun kualitasnya. Perubahan tersebut dikarenakan efek panas dari pengelasan. Dalam penelitian ini pengaruh dari Post  Weld Heat Treatment (PWHT) terhadap sifat struktur mikro dan sifat mekanik sambungan pipa offshore SMAW API X52 telah di teliti. Sambungan SMAW diberi perlakuan  PWHT dengan waktu tahan 30 menit dan variasi temperatur dari 400ºC sampai 800ºC. Berdasarkan hasil penelitian, perubahan terjadi baik dari sifat struktur mikro maupun sifat mekanik. PWHT menyebabkan perubahan struktur mikro yang brittle menjadi struktur mikro yang ductile dengan hal tersebut ketangguhan dari material juga meningkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PWHT dengan temperatur 800 ºC merupakan temperatur yang optimum dari sisi ketangguhan retak pada sambungan pipa offshore API X52.