cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 797 Documents
Studi Perancangan Fish Processing Vessel dengan Bentuk Lambung Monohull untuk Perairan Indonesia Iqbal Habib; Ahmad Fauzan Zakki; Deddy Chrismianto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1146.232 KB)

Abstract

Pelaksanaan kegiatan menangkap ikan di wilayah overfishing, merupakan salah satu faktor penyebab rendahnya pendapatan hasil tangkapan. Nelayan banyak melakukan kegiatan penangkapan pada perairan kurang dari 12 mill laut yang merupakan wilayah perairan overfishing. Hampir 95% nelayan nasional menggunakan kapal ikan yang tidak bermesin ataupun kapal bermesin dibawah 30 gross tonnage (GT) yang dilengkapi dengan alat tangkap tradisional. Selain itu, penanganan hasil tangkapan yang tidak mengikuti prosedur yang benar, karena tidak tersedianya fasilitas cold storage  pada kapal juga memperburuk kualitas tangkapan. Karena permasalahan tersebut maka di rancang Fish Processing Vessel yang memiliki fasilitas untuk bongkar muat dan pengelolaan hasil tangkapan ikan. Fish Processing Vessel dirancang dengan panjang LPP 82,89 m, LWL 90,049 m, lebar 15,544 m, sarat 6,76 m, Cb 0,539 dan kecepatan 17 knot.  Kapal ini dirancang untuk  perairan Indonesia dan juga dianalisa olah geraknya dengan melakukan evaluasi terhadap nilai RMS vertical acceleratioan at FP, pitching, rolling, MSI dan MII pada tinggi gelombang 1,25 m, 1,875 m dn 2,5 m dengan sudut heading 0o, 45o, 90o,135o dan 180o. Pada tinjauan stabilitas dan olah gerak pada model kapal ini telah memenuhi kriteria yang telah ditentukan.
Studi Perancangan Kapal Kargo 14.715 Dwt Rute Pelayaran Tanjung Perak-Batu Ampar Setto Pramudyo Kusumo; Berlian Arswendo Adietya; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 2 (2017): APRIL
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (859.116 KB)

Abstract

Sebagai negara kepulauan yang kaya akan hasil bumi, Indonesia memerlukan sarana penghubung untuk memeratakan hasil buminya. Salah satu alat transportasi tersebut adalah kapal laut. Kapal laut memiliki kapasitas yang bisa dirancang lebih besar dibanding alat transportasi lainya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang kapal kargo yang mampu untuk mengangkut hasil bumi dari wilayah satu ke wilayah lainya khususnya Tanjung perak - Batu ampar. Hal ini disebabkan karena wilayah Jawa Timur selalu surplus beras, sementara wilayah Kepulauan Riau selalu kekurangan stok beras. Perancangan kapal dengan metode perbandingan regresi linear. Untuk pemodelan kapal menggunakan software Auto Cad, Delftship, dan 3ds Mx sertasoftware Maxsurf untuk analisa karakteristik kapal. Ukuran utama kapal didapatkan yaitu LPP = 120,30 m, B = 19,80  m, H = 14,60 m, T = 9,51 m, Vs =15,7 knot, DWT = 14.715 Ton.
ANALISA STABILITAS DAN OLAH GERAK PADA KM. YELLOW FIN SETELAH PENAMBAHAN KAPAL PANCING Aglomerra, Hardhina; Santosa, Ari Wibawa Budi; Kiryanto, Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 4 (2014): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.74 KB)

Abstract

Kapal yellow fin merupakan salah satu jenis kapal ikan pamboat nelayan Philipina dan memiliki kapal pancing dengan alat penggerak yang dimodifikasi menggunakan layar sehingga penulis ingin mengetahui stabilitas, olah gerak, dan kekuatan cadik yellow fin setelah mendapatkan beban dari kapal pancing.          Tahapan untuk mencapai tujuan tersebut menggunakan beberapa software perkapalan yang terintegrasi. Pada awalnya adalah pembuatan gambar 3D dengan rencana garis yang sudah ada, kemudian dilakukan analisa stabilitas dan analisa olah gerak pada software perkapalan lainnya dengan tools import. Untuk analisa kekuatan cadik menggunakan software perkapalan dengan melakukan pemodelan yang sesuai dengan rencana umum kapal yellow fin.           Berdasarkan hasil perhitungan dan analisa yang mengacu pada aturan IMO (international maritime Organization) dengan Code A.749(18). Hasil perhitungan kapal pancing, kapal yellow fin dengan 2 (dua) kapal pancing, dan kapal yellow fin dengan 4 (empat) kapal pancing secara keseluruhan menunjukan bahwa stabilitas memenuhi standart kriteria yang ditetapkan oleh IMO. Analisa stabilitas menggunakan aturan IMO Code A.749(18). Untuk analisa Olah Gerak pada kapal pancing, kapal yellow fin dengan 2 (dua) kapal pancing, dan kapal yellow fin dengan 4 (empat) kapal pancing tidak mengalami deck wetness. Hasil ini diperoleh berdasarkan NORDFORSK (1987)-Seakeeping Criteria. Untuk analisa kekuatan cadik yellow fin setelah mendapatkan beban kapal pancing hasil perhitungan dan analisa menggunakan software mendekati kebenarannya (valid).
Analisa Engine-Propeller Matching pada Kapal Perintis 500 DWT Asiando Wijaya; Untung Budiarto; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kapal Perintis 500 DWT adalah kapal yang beroperasi di wilayah Indonesia dan kapal tersebut mengalami modifikasi lambung yang dimaksudkan agar meningkatnya peforma penggerak kapal dari lambung sebelumnya. Dalam perencanaan perancangan sistem permesinan dan propulsi pada kapal, engine-propeller matching (EPM) sangatlah dibutuhkan. Ketidaksesuaian antara daya yang dihasilkan oleh main engine, propeller dan hambatan kapal mengakibatkan tidak optimalnya gaya dorong yang dihasilkan untuk mendapatkan kecepatan service. Besaran daya menjadi tidak efisien apabila karakteristik dari main engine tidak sesuai dengan karakteristik propeller. Penelitian dilakukan dengan mengkaji hambatan kapal dengan metode holtrop, kemudian menghitung daya dan karakteristik tiap propeller yang telah ditentukan diantara variasinya adalah J dari 0,5 sampai 1,4 dan P/D dari 0,5 sampai dengan 1,4 untuk dilakukan engine propeller matching guna mencari kesesuaian antara daya dan kecepatan pada main engine dengan propeller. Dari hasil perhitungan didapatkan spesifikasi mesin dan propeller yang memiliki match point terbaik. Diantara spesifikasi mesinnya yaitu merk Catterpillar C32Acert dengan daya 1000 HP pada 1800 rpm. Sedangkan untuk spesifikasi propellernya yaitu dengan Diameter 1,46 m dengan Ae/Ao = 0,60, P/D = 1,20 dan J = 0,60. Adapun, menggunakan konfigurasi gearbox 3,7:1. Dari grafik Matching Point diketahui bahwa grafik matching point Kapal Perintis 500 DWT dengan modifikasi lambung baru lebih baik dari sebelumnya.
ANALISA KEKUATAN PERCABANGAN PIPA T JOINT Dh/Db = 1 TANPA PLAT PENGUAT DENGAN VARIASI SUDUT AKIBAT BEBAN MOMEN YANG BEKERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Alghifari, Azzaky; Yudo, Hartono; Amiruddin, Wilma
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 3 (2016): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.607 KB)

Abstract

Pipa T Joint merupakan komponen berbentuk sambungan, dipakai untuk menggabungkan beberapa jalur pipa kearah satu pipa atau sebaliknya dari satu pipa ke beberapa pipa pembagi. Kekuatan struktur pada pipa T joint sangat penting dalam industri. Salah satu kegagalan struktur yang sering terjadi pada pipa T joint adalah buckling atau tekuk. Penyebab terjadinya buckling bisa bermacammacam, salah satunya adalah kondisi pembebanan. Pada penelitian ini sudut dari pipa T joint di variasikan menjadi 90°, 60°, 45° dengan menggunakan momen bending pada kondisi yang berbedabeda. Buckling dianalisa menggunakan metode elemen hinga dengan mempertimbangkan sifat material pada pipa, yaitu elastis dan elasto-plastis, serta deformasi yang terjadi pada setiap sudut percabangan pipa. . Untuk analisa elasto-plastis, momen buckling berkisar 1.94 x 106 Nm. Semakin kecil sudut percabangan suatu pipa maka semakin kecil pula deformasi yang terjadi pada pipa tersebut. Tetapi, dengan semakin besar nilai deformasi, momen buckling yang terjadi semakin kecil dan yang akhirnya akan konstan.
Pengukuran Olah Gerak Ponton Prisma Segi Enam Dengan Penambahan Heaving Plate Berbentuk Lingkaran Berlubang Pada Gelombang Reguler Menggunakan Mikrokontroler Berbasis Wireless Citra Robiatul Adawiyah; Eko Sasmito Hadi; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 1 (2020): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1093.438 KB)

Abstract

Indonesia telah memberikan beberapa upaya dalam pengembangan teknologi konversi energi gelombang berupa Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut – Sistem Bandulan. Dalam penelitian ini menggunakan ponton dalam pembuatan pembangkit listrik tenaga gelombang laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai seakeeping ponton pada gelombang regular dengan variasi heaving plate, spar, muatan dan gelombang menggunakan pengukuran mikrokontroller berbasis wireless, selain itu penelitian ini juga diharapkan untuk mendapatkan nilai beban heaving pada ponton akibat aliran gelombang yang diberikan.. Penelitian ini menggunakan alat berupa Arduino untuk mikrokontroller, sensor HS-SR04 untuk mengukur heaving, sensor MPU untuk mengetahui pitching dan rolling, load cell untuk mengukur beban heaving dan juga menggunakan XBee S2C sebagai komunikasi dari Arduino ke PC. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan menunjukan hasil bahwa penambahan heaving plate meredam having sebesar 26,14% dari ponton tanpa heaving plate dikarenakan luas heaving plate yang semakin besar menyebabkan makin bertambahnya volume air yang tertahan oleh penampang heaving plate itu sendiri saat ponton mengalami gerak heaving . Dengan menghasilkan heaving dan beban heaving yang besar maka dapat menghasilkan daya yang besar pula guna pembangkit listrik tenaga gelombang.
Analisa Kekuatan Pipa Miter Bend Dengan Variasi Sudut Akibat Beban Momen Bending Abdi Wira Etua Sihombing; Hartono Yudo; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.945 KB)

Abstract

Pipa miter bend merupakan salah satu jenis pipa yang memiliki peran penting dalam suatu sistem perpipaan yang digunakan untuk mengalirkan dan membelokkan muatan fluida baik muatan cair maupun gas. Salah satu kegagalan struktur yang terjadi pada sambungan pipa miter bend yaitu buckling atau tekuk. Pada penelitian ini variasi model  pipa miter bend berdasarkan perbandingan jumlah segmen serta diameter dan tebal pipanya (D/t) dengan variasi kondisi pembebanan inplane, outplane, dan ­in-outplane. Pada analisa buckling ini menggunakan metode elemen hingga dengan mempertimbangkan pengaruh variasi sudut  terhadap nilai momen dan deformasi ovalisasi pada tiap variasi kondisi pembebanan. Berdasarkan hasil penelitian pada pipa miter bend radius 90° dengan variasi jumlah segmen yaitu 3 segmen, 4 segmen, dan 5 segmen serta kondisi pembebanan, semakin banyak jumlah segmen pada pipa dengan nilai D/t yang sama maka akan semakin besar pula momen yang diizinkan pada tiap kondisi pembebanan inplane, outplane dan in-outplane. Deformasi akan semakin kecil seiring dengan bertambahnya jumlah segmen dengan nilai D/t yang sama dengan variasi kondisi pembebanan.
ANALISA PENGARUH PENGGUNAAN CHINE PADA HAMBATAN KAPAL IKAN TIPE KATAMARAN Basir, Nadzirun Bin; Trimulyono, Andi; Santosa, Ari Wibawa Budi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 2 (2015): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1207.63 KB)

Abstract

Katamaran adalah tipe kapal laut multi lambung yang dapat mengakomodasi kebutuhan akan kecepatan, stabilitas dan kapasitas yang besar dalam sebuah kapal. Kapal dengan bentuk lambung yang baik akan berpengaruh terhadap hambatan yang ditimbulkan sehingga operasional kapal dan pergerakan kapal lebih baik pula.Perhitungan nilai hambatan kapal saat beroperasi juga penting karena berpengaruh terhadap besarnya kecepatan kapal yang di inginkan dan akhirnya berpengaruh pada nilai ekonomis suatu kapal saat beroperasi.Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh  penggunaan chine pada lambung kapal dengan cara memodifikasi bentuk lambung rounded menjadi multi-chine.Bentuk lambung tersebut akan di bandingkan sehingga akan diperoleh perbedaan nilai hambatan tiap model lambung. Model lambung kapal  dibuat di software Rhinoceros setelah itu di export agar terbaca pada program Computational Fluid Dynamic, diharapkan pada akhir simulasi  di dapatkan hasil analisa CFD yang akan di bandingkan dengan metode Slender Body.Berdasarkan hasil analisa dan perhitungan didapatkan nilai perbedaan hambatan kapal tiap bentuk lambung.Nilai hambatan total kapal terkecil terdapat pada lambung 3 chine sebesar 5,231 KN sedangkan nilai terbesar terdapat pada lambung rounded sebesar 5,931.Nilai hambatan viskos  kapal terkecil terdapat pada lambung rounded sebesar 1,269 KN sedangkan nilai terbesar terdapat pada lambung 3 chine sebesar 1,617 KN.Nilai hambatan gelombang kapal terkecil terdapat pada lambung 3 chine sebesar 3,614 KN sedangkan nilai terbesar terdapat pada lambung rounded sebesar 4,662 KN.
Analisa Pencapaian Produktivitas Reparasi Kapal Di PT. Janata Marina Indah Semarang Menggunakan Metode Objective Matrix Solihin Suwarsa; Imam Pujo Mulyatno; Ahmad Fauzan Zakki
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 2 (2019): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.061 KB)

Abstract

Dalam lingkungan bisnis perusahaan dituntut untuk menempuh langkah strategis agar dapat bersaing. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur capaian produktivitas parsial, delay dan  nilai indeks galangan JMI pada tahun 2017 menggunakan metode OMAX. Skor 10 untuk kegiatan replating dicapai pada bulan September dan Oktober dengan produktivitas sebesar 1183,26 kg/hari dan 970,60 kg/hari sedangkan skor 0 dicapai  pada bulan Juni dan Juli dengan produktivitas sebesar 323,38 kg/hari dan 92,77 kg/hari. Pada kegiatan shafting, skor 10 dicapai pada bulan Februari dan Oktober dengan produktivitas sebesar 0,35 unit shaft/hari dan 0,38 unit shaft/hari sedangkan skor 0 dicapai pada bulan Agustus sebesar 0,13 unit shaft/hari. Skor 10 untuk rata-rata delay durasi kapal naik dok dicapai pada bulan November dan Desember dengan delay sebesar -3% dan 5% sedangkan skor 0 pada bulan April, Mei, Agustus dan September dengan delay sebesar 79%, 78%, 95% dan 100%. Skor 10 untuk delay pada realisasi jadwal docking tertinggi dicapai pada bulan Maret dan November dengan delay sebesar 7% dan 5% sedangkan skor 0 dicapai pada bulan April, Juni dan Oktober dengan delay sebesar 88%, 73% dan 83%. Indeks perubahan performansi tertinggi dicapai pada bulan Januari sebesar 112% sedangkan indeks perubahan performansi terendah dicapai pada bulan April sebesar -83%. Produktivitas parsial galangan JMI pada tahun 2017 secara umum sudah cukup baik karena terdapat periode-periode kriteria yang melampaui skor 3 sebagai nilai rata-rata atau standar dari seluruh periode, akan tetapi pada beberapa periode pengukuran terdapat periode-periode kriteria yang pencapaiannya dibawah skor 3.
STUDI ANALISA KONTRUKSI DECK KAPAL ACCOMMODATION WORK BARGE PADA FR 0-12 AKIBAT PENAMBAHAN CRANE BERBASIS FEM Pujikuncoro, Farobi Tetuko; Zakki, Ahmad Fauzan; Yudo, Hartono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 4 (2016): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1075.12 KB)

Abstract

Accommodation Work Barge digunakan sebagai tempat akomodasi bagi perkerja offshore dan umumnya memiliki fasilitas bongkar muat sendiri seperti crane, namun dikarenakan kebutuhan yang sangat tinggi sehingga AWB tersebut harus dilakukan penambahan pedestal crane untuk menggantikan crawler crane yang biasa dipakai.Sehingga kapal tersebut memiliki nilai efisiensi yang bertambah. Dalam kaitannya dengan penambahan crane tersebut, maka perlu diadakan analisa pengaruh penambahan pedestal crane terhadap kekuatan deck  yang dibebani oleh crane dengan variasi sudut elevasi dan pembebanan. Hal ini pula yang mendasari penulis melakukan analisa kekuatan terhadap deck yang mengalami pembebanan crane. Untuk membantu penulis dalam menganalisa kekuatan kontruksi akibat penambahan pedestal crane pada AWB, penulis menggunakan alat bantu software yang berbasis metode elemen hingga. Hasil analisa menggunakan software Msc. Patran dan Msc. Nastran menunjukkan hasil tegangan maksimum  sebesar 69,9 Mpa di maindeck pertemuan antara bracket depan dan longitudinal bulkhead. Berdasarkan pengecekan terhadap tegangan izin struktur, hasil analisa menunjukkan bahwa sistem tersebut dinyatakan kuat menahan beban maksimum operasional crane.