cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 797 Documents
Analisis Hambatan dan Gaya Angkat dari Modifikasi Stephull dengan Variasi Sudut pada Kapal Pilot Boat 15 Meter ALU Menggunakan Metode CFD Citra Eka Febrian; Deddy Chrismianto; Good Rindo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1442.986 KB)

Abstract

Kapal berkecepatan tinggi merupakan jenis kapal yang paling banyak digunakan di berbagai kebutuhan seperti untuk keperluan balap, aplikasi militer, bahkan untuk rekreasi di bidang pariwisata. Peningkatan permintaan untuk kendaraan laut berkecepatan tinggi telah menyebabkan perkembangan beberapa desain bentuk lambung yang canggih untuk meningkatkan performa kecepatan dan efisiensi penggunaan. Oleh karena itu modifikasi bentuk lambung kapal cepat telah meningkat beberapa tahun terakhir. Stephull merupakan modifikasi bentuk lambung berupa step melintang yang ditempatkan pada bawah lambung bagian midship kapal. Aplikasi penggunaan stephull dapat menurunkan sudut trim sehingga stabilitas kapal lebih stabil, meningkatkan kinerja hidrodinamik, dan memperkecil luas permukaan basah sehingga bisa mengurangi hambatan yang dihasilkan. Pada penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan optimasi hambatan terhadap variasi bentuk stephull dalam sudut. Dalam melaksanakan penelitian ini penulis menggunakan program komputer berbasis Computational Fluid Dynamic (CFD) untuk penyelesaian masalah dari tujuan penelitian. Computational fluid dynamic (CFD) merupakan ilmu sains dalam penentuan penyelesaian numerik dinamika fluida.Penelitian dilakukan dengan cara menganalisa dan menghitung hambatan total kapal menggunakan model. Berdasarkan hasil analisa menggunakan software Tdyn 12.2.3.0 didapatkan nilai gaya angkat dan hambatan untuk berbagai variasi bentuk stephull. Nilai hambatan total dapat diperkecil  hingga 16,96%, nilai ini terjadi pada bentuk stephull sudut 1800 pada variasi kecepatan 26 knot.
STUDI KERUSAKAN LAMBUNG KAPAL KAYU PERIKANAN 30 GT AKIBAT TUBRUKAN DENGAN BALOK KAYU YANG MENGAPUNG Sedayun, Maulayas Shadak; Zakki, Ahmad Fauzan; Iqbal, Muhammad
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 4 (2015): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1455.002 KB)

Abstract

Tubrukan  kapal memberi dampak yang cukup signifikan terhadap kekuatan struktur kapal yang erat hubungannya dengan keamanan kapal. Sesuai data statistik yang ada pada Lloyed Register (1995), hampir setengah data tenggelamnya kapal diakibatkan tubrukan dan kandasnya kapal. Tubrukan kapal ini menyebabkan terjadinya deformasi hingga robeknya lambung kapal yang mengakibatkan kerugian materi hingga timbulnya korban jiwa serta merusak ekosistem laut akibat tumpahnya muatan kapal. Banyaknya kasus tubrukan yang terjadi sehingga di lakukannya studi kerusakan lambung kapal perikanan 30 GT akibat tubrukan dengan balok kayu yang mengapung dengan analisa numerikmenggunakan dynamicFEM pada satu ruang muat. Dengan 3 variasi sudut tubrukan dan variasi kecepatan kayu 2 knot, 3 knot dan 4 knot pada softwareANSYS LS DYNA agar dapat mengetahui pada posisi dan kecepatan berapa yang menimbulkan kerusakan pada lambung kapal pada saat terjadinya tubrukan. Dari hasil studi, lambung ruang muat kapal hanya mengalami deformasi pada kecepatan kayu2 knot terhadap ruang muat sedangkan dengan kecepatan 4 knot struktur mengalami kehancuran.Posisi tubrukan yang berpotesi menimbulkan kerusakan yang cukupp signifikan dan sangat parah adalah ketika suatu kayu mendapatkan posisi yang tegak lurus terhadap lambung kapal dan permukaan dari kayu sepenuhya mengenai target dari kayu itu sendiri.
Analisa Kekuatan Tarik, Tekuk, dan Mikrografi Pada Baja Karbon Rendah Dengan Variasi Heat input Pada Pengelasan Flux Cored Arc Welding (FCAW) Setelah Proses Normalizing Yosep Putera Marulam
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas pengelasan FCAW (Flux Cored Arc Welding) pada baja SS 400. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbandingan kekuatan tarik, tekuk, dan struktur mikrografi dari sambungan las dengan variasi masukan panas setelah normalizing. Masukan panas yang digunakan adalah 20,88 kJ/cm dan 25,2 kJ/cm. Suhu normalizing adalah 900ᵒC dan 1000ᵒC dengan waktu penahanan 60 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masukan panas dan normalizing mempengaruhi kualitas sambungan. Setelah normalizing 1000ᵒC pada masukan panas 25,2 kJ/cm memiliki rata-rata kekuatan tarik sebesar 287,16 Mpa, rata-rata regangan sebesar 62,65%,rata-rata modulus 153,23 Gpa dan rata-rata kekuatan tekuk sebesar 409,55 Mpa. Lalu pada normalizing 900ᵒC untuk Masukan panas 20,88 kJ/cm memiliki rata-rata kekuatan tarik 172,83 MPa, rata-rata regangan 27,77%, rata-rata kekuatan tekuk 425,38 Mpa, dan rata-rata modulus elastisitas 113,56 Gpa. Untuk masukan panas 25,2 kJ/cm memiliki rata-rata kekuatan tarik 284,18 Mpa, rata-rata regangan 56,68%, rata-rata kekuatan tekuk 505,43 MPa, dan rata-rata modulus elastisitas 152,09 GPa. Tanpa Normalizing pada masukan panas 20,88 kJ/cm memiliki kekuatan tarik 242,74 MPa, rengangan 24,74%, kekuatan tekuk 512,06 MPa, dan modulus elastisitas sebesar 180,5 Gpa, Masukan panas 25,2 kJ/cm memiliki kekuatan tarik 327,14 MPa, regangan sebesar 51,74%, kekuatan tekuk 620,37 MPa, dan modulus elastisitas 171,96 Gpa. Kesimpulannya kekuatan tarik paling besar  adalah masukan panas 25,2 kJ/cm tanpa normalizing, Regangan tarik paling besar adalah masukan panas 25,2 kJ/cm dengan normalizing 1000ᵒC, Modulus elastisitas paling besar adalah masukan panas sebesar 20,88 kJ/cm tanpa normalizing, Kekuatan tekuk paling besar adalah masukan panas 25,2 kJ/cm tanpa normalizing, hasil pengujian mikrografi  yang telah dilakukan, tanpa perlakuan normalizing memiliki sifat kekuatan paling tinggi dan sifat kekerasan paling tinggi juga.
PERANCANGAN KAPAL TANKER 4200 DWT RUTE PELAYARAN “SINGAPURA-JAKARTA-BALIKPAPAN” Paul CM; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 1, No 1 (2013): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sebagai negara maritim memilliki posisi yang sangat strategis dalam jalur pelayaran dunia. Hal ini membuat kebutuhan akan kapal semakin banyak,salah satu diantaranya adalah kapal tanker karena kapal tanker memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Kapal tanker memiliki fungsi untuk mendistribusikan bahan bakar minyak ke berbagai wilayah di Indonesia. Penelitian ini mengenai perancangan kapal Tanker 4200 DWT dengan rute pelayaran “Singapura-Jakarta-Balikpapan” yang dilengkapi dengan peralatan lengkap.Dalam melaksanakan penelitian ini dilakukan beberapa tahapan perancangan yaitu perhitungan ukuran utama, membuat rencana garis, rencana umum, analisa hidrostatik, analisa stabilitas dan analisis olah gerak kapal. Serta pemilihan perlengkapan kapal dan motor induk berdasarkan hasil perhitungan daya motor dan analisa hambatan yang dialami kapal.Hasil perancangan kapal Tanker 4200 DWT ini berupa gambar rencana garis, gambar rencana umum, analisa hidrostatik, analisa stabilitas serta olah gerak kapal.. Berdasarkan hasil hidrostatik, letak titik bouyancy terletak dibelakang midship kapal sejauh 0.02 m. Pada tinjauan stabilitas, nilai GZ maksimum terjadi pada kondisi VII atau pada saat berat ballast dan consumable 100% dengan berat muatan 0% dan nilai MG terbesar terjadi pada kondisi IX yang menyebabkan kapal memiliki waktu tercepat untuk kembali ke posisi tegak. Pada tinjauan olah gerak kapal, Tanker 4200 DWT ini memiliki olah gerak yang baik terbukti tidak terjadi deck weaknes. Kemudian pada hasil gambar rencana umum, kapal Tanker 4200 DWT ini memiliki space yang cukup untuk menata peralatan keselamatan, peralatan komunikasi dan navigasi
Analisa Sailing Performance Pada Kapal Pariwisata “KLM. Lestari Budaya” Rifandi Aditya; Eko Sasmito Hadi; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan sebuah negara kepulauan yang dimana memiliki sekitar 17000 lebih pulau dan 2/3 wilayahnya adalah perairan. Dalam pengimplementasian konsep tol laut tidak lepas peranan penting dari kapal pelayaran rakyat. Kapal pelra sendiri memiliki peranan penting untuk menghubungkan  pulau-pulau kecil yang jalur perairannya tidak dapat di lalui kapal perintis. Namun pada kenyataannya saat ini penggunaan kapal pelayaran rakyat sangat jarang untuk di wilayah yang sudah di lewati kapal perintis/kapal besar sehingga banyak kapal pelra yang menjadi menganggur. Untuk mengurangi jumlah kapal pelra yang hanya sandar, munculah sebuah ide gagasan bahwasannya kapal kapal pelra ini di konversi untuk menjadi sebuah kapal pariwisata. Pembuatan model 3d berdasarkan data yang di dapat menggunakan software design 3d. model lambung kapal di analisa dalam 3 variasi yaitu keadaan normal, di tambah lunas 2 m, dan di tambah lunas 5 m serta diberi tambahan tiang pada masing masing model untuk di analisa stabilitasnya. Analisa stabilitas menggunakan software perkapalan. Analisa hambatan kapal menggunakan software perkapalan dalam efisiensi 100% dan 60%. Perancangan layar menggunakan software perkapalan dan menggunakan variasi sudut datang angin sebesar 350, 450, 500, 600, 750, 800, 900, 1000, dan 1800. Serta menggunakan variasi velocity true wind dengan nilai 6, 8, 10, 12, 14, 16, dan 20 knots. Kecepatan yang di hasil oleh layar dengan kecepatan angin 20 knot pada sudut datang 75 derajat adalah 8,61 knot sedangkan pada model kapal dengan keel 2 dan 5 meter turun menjadi 8,3 knot dan 7,8 knot pada sudut datang dan kecepatan angin yang sama. Dengan kecepatan yang dihasilkan oleh layar sebesar itu maka mampu mengurangi tenaga pengoperasian mesin kapal kesebasar 85% untuk menggerakan kapal.
ANALISA PENGARUH VARIASI SARAT TONGKANG TERHADAP EKONOMIS PEMASUKAN (INCOME) PENGANGKUTAN MUATAN DAN OPERASIONAL TUG BOAT Ucok Maruli Silalahi; Hartono Yudo; Untung Budiarto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 1 (2016): JANUARI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1028.775 KB)

Abstract

Pengangkutan muatan barang tambang dapat dilakukan dengan berbagai jalur transportasi darat, dan laut. Dalam pengangkutan jalur laut dapat menggunakan kapal untuk memaksimalkan pengangkutan yang lebih banyak. Pengangkutan dengan kapal dapat menggunakan berbagai jenis kapal pengangkutan seperti kapal bulk carrier, tongkang, dll. Pengangkutan menggunakan tongkang  dapat dilakukan dengan adanya bantuan kapal tug boat sebagai penarik tongkang dalam pelayaran.Dalam melaksanakan penelitian ini, penulis melakukan penghitungan stabilitas tongkang dan menyesuaikan pembangunan tongkang dengan keuntungan apabila dengan menggunakan modal investasi sendiri, menggunakan pinjaman dari bank dengan beban resiko bunga pinjaman, dan dengan menyewa tongkang. Keuntungan didapatkan dengan mengurangkan besar nilai penjualan pengangkutan batubara dengan biaya produksi, biaya pembangunan tongkang, operasional tug boat.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan jenis perolehan keuntungan yang lebih baik jika menyewa tongkang, membangun dengan modal investasi sendiri, dan pembangunan dengan menggunakan pinjaman dari bank dengan beban biaya bunga sebesar 9,85% dari harga kapal.Berdasarkan hasil analisa dan perhitungan didapatkan bahwa besar nilai keuntungan yang didapatkan dengan membangun tongkang dengan modal sendiri lebih menguntungkan dengan persentase rataan 1,005% dari menggunakan pinjaman biaya investasi. Dan 1,5% lebih menguntungkan apabila menyewa tongkang. 
Analisa kekuatan pipa hollow berbentuk segitiga yang diberi beban momen bending Prasetya, Angga Adi; Yudo, Hartono; Amirudin, Wilma
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konstruksi dengan pipa hollow segitiga membutuhkan dua kekuatan, yaitu kekuatan dari desain konstruksinya dan kekuatan material pipa itu sendiri. Salah satu kegagalan struktur yang sering terjadi pada pipa segitiga adalah buckling atau tekuk.. Penyebab terjadinya buckling bisa bermacam-macam, salah satunya adalah kondisi pembebanan. Penelitian ini akan membahas tentang perubahan Cross-Sectional Oval Deformation (CSOD) pipa segitiga divariasikan menjadi 36 macam dengan model principle a=b=c ;a= 50, 100 ; a/t = 50, 100, 200; l/a = 25, 50, 100 menggunakan momen bending dengan yield stress 215 MPa dan elastic modulus 200 GPa. Buckling dianalisa menggunakan metode elemen hingga dengan menggunakan software MSC Patran sebagai pembuatan model dan analisa buckling menggunakan software MSC Marc Mentat. Hasil penelitian menunjukkan nilai Cross-Sectional Oval Deformation (CSOD) pipa segitiga arah bending keatas sebesar 0.0101 mm dengan moment buckling sebesar 1.75 x 101 dan nilai CSOD pipa segitiga arah bending kebawah sebesar 0.0078 mm dengan moment buckling sebesar 1.34 x 101. Kesimpulan dari penelitian ini adalah nilai CSOD dan moment buckling pada pipa segitiga arah bending keatas lebih besar dari pada pipa segitiga arah bending kebawah, dan semakin besar nilai a dan L/a maka nilai CSOD dan moment buckling yang terjadi juga semakin besar.
Analisa Teknis Komposit Berpenguat Serat Daun Nanas (Smooth Cayenne) Dan Serat Ampas Tebu (Saccharum Officinarum L) Sebagai Alternatif Komponen Kapal Ditinjau Dari Kekuatan Bending Dan Impact Abdurrachman Fiqri; Hartono Yudo; Untung Budiarto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 2 (2017): APRIL
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1529.363 KB)

Abstract

Serat daun nanas merupakan penguat komposit alami yang memiliki struktur serat yang kontinyu kuat, tidak membahayakan kesehatan, murah, tersedia melimpah karena belum temanfaatkan dengan baik serta dapat mengurangi polusi lingkungan.Serat ampas tebu (baggase) merupakan limbah organik yang banyak dihasilkan di pabrik-pabrik pengolahan gula tebu di Indonesia. Serat ini memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi selain merupakan hasil limbah pabrik gula tebu, serat ini juga mudah didapat, murah, tidak membahayakan kesehatan, dapat terdegredasi secara alami (biodegradability) sehingga nantinya dengan pemanfaatan sebagai serat penguat komposit mampu mengatasi permasalahan lingkungan.Pembuatan komposit serat daun nanas dan ampas tebu pada penelitian ini menggunakan metode hand layup dengan arah orientasi serat lurus, fraksi volume 60% matriks polyester dan 40% serat daun nanas dan serat ampas tebu. Hasil pengujian komposit berpenguat serat daun nanas dan serat ampas tebu didapatkan nilai uji bending tertinggi dimiliki oleh komposit dengan volume serat 50% nanas 50% tebu dengan nilai rata – rata 318 Newton,  rata-rata kekuatan tekuk sebesar 9,467 N/mm² dan rata-rata nilai modulus elastisitas sebesar 2699,61Kg/mm2, nilai uji impact tertinggi pada volume 60% nanas 40% tebu mempunyai energi impak rata-rata sebesar 4,00 joule dengan nilai keuletan rata-rata 0,0342 joule/mm2 dan berdasarkan hasil pengujian bending dan impak yang didapat, semakin besar volume serat nanas dari pada volume serat tebu maka semakin besar kekuatan yang mempengaruhi hasil pengujian.
PERANCANGAN KAPAL SPOB PENGANGKUT MINYAK SAWIT DI KAPUAS Wendi Riyandi; Berlian Arswendo Adietya; Sarjito Jokosisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 3 (2014): Agustus
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.249 KB)

Abstract

Kabupaten Kapuas terletak di antara 0o8'48" sampai dengan 3o27'00" Lintang Selatan dan 112o2'36" sampai dengan 114o44'00" terletak di Garis Khatulistiwa. Dan merupakan salah satu kota penghasil CPO (Crude Palm Oil) terbesar di indonesia. Prospek pasar CPO (Crude Palm Oil) di masa mendatang terlihat sangat baik untuk domestik maupun untuk ekspor, berapa ukuran utama kapal pengangkut minyak sawit yang optimal dan bias memenuhi kebutuhan yang ada di perusaan di kapuas, bagaimana proses pengangkutan minyak sawit di Kapuas.Dalam melaksanakan penelitian ini di lakukan beberapa tahapan  perancangan kapal pengangkut minyak sawit yaitu komputerisasi yang menggunakan bantuan computer untuk perhitungan dari kapal perancangan pengangkut minyak sawit ini, dan penambahan software maxsurf dan delsfhip untuk menentukan ukuran utama, membuat rencana garis, rencana umum,analisa hydrostatic,stabilitas kapal dan analisa olah gerak kapal pengangkut minyak sawit pemilihan peralatan kapal minyak sawit dan mesin induk berdasarkan hasil perhitungan daya sesuai dengan hambatan yang di alami kapal.Ukuran utama yang di hasilkan dari perhitungan adalah LOA : 29.160 m, LWL : 29,157 m,B: 7,5 m H: 3.00 m, T: 2.40 m. dari hasil hydrostatic, kapal pengangkut minyak sawit ini mempunyai displacement 399,78ton, CB 0.73 LCB 14,35 m. pada tinjauan stabilitas,hasil menujukan kapal stabil,karena titik M di atas titik G. pada tinjauan  olah gerak kapal ini memiliki olah gerak yang baik terbikti tidak terjadi deck weeknes. Pada tinjauan gambar rencana umum, kapal memiliki space yang sukup untuk kapal monohull dan untuk mempermudah proses bongkar muat kapal pengangkut minyak kelapa sawit ini menggunakan satu buah tenaga penggerak berupa mesin induk dengan daya yang di hasilkan sebesar 276.86HP. dengan kapal ini pengangkutan tiga ( 3) perusahaan bias di lakukan selama lima (5) hari
Pengaruh Kuat Arus Listrik dan Kecepatan Las Terhadap Kekuatan Tarik, Impak, dan Mikrografi Pada Sambungan Las Dissimilar Aluminium AA 5052 -AA 6061 Dengan Metode Pengelasan Metal Inert Gas (MIG) Bogie Ardianto; Untung Budiarto; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Besar arus listrik pada pengelasan dapat mempengaruhi kekuatan dari suatu material hasil pengelasan. Penelitian ini berbasis eksperimen laboratorium dan bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil kekuatan tarik, impak, dan mikrografi pada sambungan las dissimillar aluminium 5052 dan aluminium 6061 setelah pengelasan MIG dengan variasi arus 180 Ampere, 190 Ampere dan 200 Ampere menggunakan jenis sambungan single v-butt joint 60° dan untuk mengetahui besaran arus yang efektif untuk digunakan dalam pengelasan yang nantinya dapat digunakan sebagai referensi pada pengelasan khususnya pengelasan di kapal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sambungan las dengan arus 180 Ampere memiliki kekuatan tarik rata-rata 186.86 MPa dengan regangan 26.85%, kekuatan impak rata-rata 0.41 J/mm2, dan pada struktur mikro memiliki tingkat kerapatan yang tinggi. Spesimen dengan arus 190 Ampere memiliki kekuatan tarik rata-rata 178.01 MPa dengan regangan 26.07%, kekuatan impak rata-rata 0.28 J/mm2, dan pada struktur mikro memiliki tingkat kerapatan yang sedang. Spesimen dengan arus 200 Ampere memiliki kekuatan tarik rata-rata 91.53 MPa dengan regangan 20.76%, kekuatan impak rata-rata 0.23 J/mm2 dan pada struktur mikro memiliki tingkat kerapatan yang rendah. Nilai kekuatan tarik yang dihasilkan pada pengujian baik dari pengelasan MIG dengan arus 180 A dan 190 A berada diatas standar BKI ( ≥ 170 MPa).