cover
Contact Name
Sabda Wahab
Contact Email
sabdaboda8@gmail.com
Phone
+6282290280383
Journal Mail Official
jurnallanterailmiahkesehatan@gmail.com
Editorial Address
Komp. OPI Cempaka Blok E No. 5 RT/ RW: 65/ 11 Kel, 15 Ulu, Kec. Jakabaring, Palembang City, South Sumatra 30967
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Lantera Ilmiah Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 30908361     DOI : -
Core Subject :
Penamaan Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat memiliki makna simbolis yang kuat, di mana kata "lentera" melambangkan cahaya, pencerahan, dan petunjuk dalam kegelapan. Sebagaimana lentera memberikan penerangan di tengah gelap, jurnal ini diharapkan menjadi sumber pencerahan bagi masyarakat melalui publikasi hasil-hasil pengabdian yang bersifat ilmiah dan aplikatif. Nama ini mencerminkan peran jurnal sebagai media yang menyinari jalan perubahan sosial, menyebarkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat, serta memberikan harapan dan solusi atas berbagai permasalahan masyarakat. Dengan demikian, "lantera" bukan sekadar nama, tetapi juga representasi dari semangat untuk menerangi dan memberdayakan masyarakat melalui kontribusi nyata dunia akademik. Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM) adalah jurnal yang diterbitkan oleh CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut. Jurnal ini berfokus pada publikasi artikel ilmiah dari hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat, mencakup berbagai topik dan inisiatif yang berkaitan dengan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Jurnal ini diterbitkan tiga kali dalam setahun, yaitu pada periode April, Agustus dan Desember. Jurnal Lantera Ilmiah Pengabdian Masyarakat menerima berbagai jenis artikel yang berhubungan dengan pengabdian kepada masyarakat. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan hasil pengabdian yang berkualitas dan memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan dan pemberdayaan masyarakat. Selain itu, jurnal ini juga bertujuan untuk menjadi wadah bagi para peneliti dan praktisi untuk berbagi pengalaman dan hasil dari berbagai program pengabdian masyarakat. Artikel yang diterima akan melalui proses penelaahan sejawat (peer-review) untuk memastikan kualitas dan kredibilitas dari hasil pengabdian yang dipublikasikan.
Arjuna Subject : -
Articles 56 Documents
Edukasi Kesehatan Kehamilan Untuk Meningkatkan Pengetahuan Ibu Hamil Di Puskesmas Ujanmas Rini Gustina Sari; Ainaya Dinda; Andriani Nurohmah
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v3i2.106

Abstract

Pengetahuan ibu hamil mengenai jadwal pemeriksaan kehamilan, konsumsi tablet tambah darah, dan tanda bahaya kehamilan berperan dalam pengambilan keputusan untuk memperoleh pelayanan secara tepat waktu. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu hamil melalui edukasi kesehatan kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Ujanmas, Kabupaten Muara Enim. Kegiatan dilaksanakan pada 18 Juni 2026 dan diikuti oleh 32 ibu hamil. Program menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi sederhana, tanya jawab, presentasi audiovisual, serta pembagian leaflet. Pengetahuan dievaluasi secara deskriptif menggunakan pre-test dan post-test pada tiga indikator. Proporsi peserta yang mengetahui standar minimal enam kali kunjungan antenatal meningkat dari 37,5% menjadi 90,6% (kenaikan 53,1 poin persentase). Pemahaman mengenai manfaat konsumsi tablet tambah darah meningkat dari 43,8% menjadi 87,5% (43,7 poin persentase), sedangkan kemampuan menyebutkan sedikitnya tiga tanda bahaya kehamilan meningkat dari 34,4% menjadi 93,8% (59,4 poin persentase). Peningkatan terbesar terdapat pada pengenalan tanda bahaya kehamilan. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi terstruktur dan interaktif berpotensi memperkuat pengetahuan langsung ibu hamil. Edukasi berkala yang terintegrasi dengan pelayanan antenatal, kelas ibu hamil, serta pendampingan kader dan keluarga diperlukan untuk mempertahankan pengetahuan dan mendorong perubahan perilaku.
Edukasi Berbasis CBPR Meningkatkan Efikasi Diri Menghadapi Kegawatdaruratan Hipertensi di Lebung Gajah Oscar Ari Wiryansyah
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v3i2.110

Abstract

Kurangnya kemampuan masyarakat mengenali tanda bahaya hipertensi dapat menunda rujukan pada kondisi akut. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan efikasi diri masyarakat dalam mengenali kegawatdaruratan hipertensi dan melakukan tindakan awal yang aman. Program menggunakan pendekatan Community-Based Participatory Research (CBPR) bersama Ketua RT dan kader kesehatan di RT 44 Kelurahan Lebung Gajah, Palembang. Sebanyak 30 orang dewasa dan lansia mengikuti identifikasi kebutuhan, perencanaan bersama, edukasi interaktif, demonstrasi, simulasi, pemeriksaan tekanan darah, serta evaluasi pretest-posttest. Rerata pengetahuan meningkat dari 58,7 menjadi 86,5 (27,8 poin; 47,4%). Proporsi peserta yang yakin mengenali tanda bahaya meningkat dari 36,7% menjadi 90,0%; melakukan tindakan awal dari 30,0% menjadi 86,7%; segera membawa pasien ke fasilitas kesehatan dari 56,7% menjadi 96,7%; dan menghadapi kondisi darurat dari 33,3% menjadi 90,0%. Secara deskriptif, edukasi partisipatif berbasis simulasi meningkatkan pengetahuan dan efikasi diri jangka pendek serta layak diintegrasikan dalam kegiatan Posbindu PTM.
Edukasi Booklet Meningkatkan Kepatuhan Diet Pasien Diabetes Melitus di Posyandu Bina Sejahtera Yora Nopriani; Fira Mitha Rustika
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v3i2.109

Abstract

Rendahnya pemahaman pengaturan makan dan belum tersedianya media edukasi tertulis menjadi masalah mitra di Posyandu Lansia Bina Sejahtera, wilayah kerja Puskesmas Bukit Sangkal, Palembang. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendukung pemahaman dan memperkuat kepatuhan diet peserta dengan diabetes melitus melalui edukasi berbasis booklet. Program melibatkan 30 peserta dan dilaksanakan melalui identifikasi kebutuhan, koordinasi mitra, penyusunan booklet, pengukuran awal, penyampaian materi interaktif, diskusi, pembagian booklet, dan pengukuran akhir. Materi meliputi prinsip diet 3J, pemilihan bahan makanan, pembatasan gula, komposisi zat gizi, dan keteraturan jadwal makan. Proporsi peserta yang patuh diet meningkat dari 17 orang (56,7%) menjadi 21 orang (70,0%), atau naik 13,3 poin persentase. Booklet menyediakan rujukan yang dapat dibaca kembali setelah sesi edukasi. Penguatan berkala oleh kader dan tenaga kesehatan diperlukan untuk mempertahankan perubahan perilaku.
Peningkatan Pengetahuan Manajemen Laktasi Melalui Konseling Berbasis Booklet di PMB Fitri Susanti Palembang Sri Emilda; Adisty Dwi Treasa
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v3i2.108

Abstract

Pengetahuan mengenai manajemen laktasi perlu dibangun sejak kehamilan dan diperkuat pada masa nifas agar ibu siap menghadapi masalah menyusui. Hasil evaluasi awal di PMB Fitri Susanti Palembang menunjukkan 19 dari 30 peserta (63,3%) belum mencapai kategori pengetahuan baik. Mendeskripsikan perubahan pengetahuan ibu hamil trimester III dan ibu nifas segera setelah konseling manajemen laktasi berbasis booklet. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada Juni 2026 dengan evaluasi satu kelompok pretest–posttest. Sebanyak 30 peserta mengikuti pretest, konseling individual menggunakan booklet, demonstrasi teknik menyusui dengan phantom bayi, diskusi, dan posttest. Kelompok usia dominan adalah 20–35 tahun dan pendidikan dominan SMA/sederajat. Instrumen evaluasi internal berisi 10 pertanyaan dan digunakan sama pada kedua pengukuran. Rekap agregat dianalisis secara deskriptif menggunakan rata-rata, frekuensi, persentase, dan selisih absolut. Rata-rata skor pengetahuan berubah dari 51 sebelum edukasi menjadi 87 sesudah edukasi, atau meningkat 36 poin. Peserta pada kategori pengetahuan baik bertambah dari 11 orang (36,7%) menjadi 27 orang (90,0%), setara dengan peningkatan 53,3 poin persentase. Terjadi peningkatan deskriptif pada skor pengetahuan segera setelah konseling. Hasil ini belum menunjukkan perubahan praktik atau cakupan ASI eksklusif dan perlu dikonfirmasi melalui evaluasi lanjutan.
Pengenalan Prototipe SMART-ATONIA kepada Bidan Praktik di Kota Palembang Rini Gustina Sari; Ainaya Dinda; Adriani Nurohmah
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v3i1.109

Abstract

Atonia uteri merupakan penyebab penting perdarahan postpartum, tetapi alat stratifikasi risiko memiliki kinerja yang bervariasi dan memerlukan validasi sebelum digunakan untuk keputusan klinis. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendeskripsikan pengenalan prototipe SMART-ATONIA kepada bidan di 10 Tempat Praktik Mandiri Bidan di Kota Palembang. Kegiatan pada April 2026 meliputi koordinasi, pemaparan dasar ilmiah, demonstrasi, simulasi kasus, diskusi, dan penyerahan prototipe. Luaran kegiatan berupa tersampaikannya konsep dan alur pengisian prototipe. Kegiatan tidak mengumpulkan data pre-post, karakteristik peserta, penerimaan pengguna, reliabilitas, atau luaran klinis; karena itu, peningkatan pengetahuan, kelayakan, dan manfaat klinis tidak dapat disimpulkan. Bobot, titik potong, dan algoritme tindak lanjut juga belum tervalidasi. SMART-ATONIA harus diposisikan sebagai media edukasi awal, bukan alat diagnosis atau dasar mandiri penentuan frekuensi antenatal, tempat persalinan, maupun rujukan. Tahap berikutnya memerlukan validasi isi, uji kegunaan dan reliabilitas, serta validasi prospektif.
Edukasi Kesehatan Berbasis Kebutuhan untuk Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat Desa Aoma Ririt Yuliarti Taha; Juli Purnama Hamudi; Ano Luthfa; Dian Rosmala Lestari; Via Zakiah; Harni
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/gxyym041

Abstract

Literasi kesehatan yang belum merata dapat menghambat pengambilan keputusan dan pemanfaatan pelayanan kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menggambarkan perubahan pengetahuan masyarakat setelah edukasi kesehatan berbasis kebutuhan di Desa Aoma, Kecamatan Wolasi, Kabupaten Konawe Selatan. Kegiatan dilaksanakan pada 27 April-9 Mei 2026 dengan evaluasi satu kelompok pre-test dan post-test. Sebanyak 99 peserta yang menyelesaikan kedua pengukuran mengikuti edukasi interaktif mengenai HIV/AIDS dan penyakit menular seksual, ASI eksklusif, pemeriksaan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA), Pap smear, gizi balita, dan imunisasi. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner yang sama sebelum dan sesudah edukasi. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan proporsi peserta dalam kategori pengetahuan baik dan perubahan dalam poin persentase. Proporsi pengetahuan baik meningkat pada HIV/AIDS dan PMS dari 47,47% menjadi 89,90% (+42,42 poin persentase), ASI eksklusif dari 58,59% menjadi 90,91% (+32,32), IVA dari 63,64% menjadi 88,89% (+25,25), Pap smear dari 69,70% menjadi 91,92% (+22,22), gizi balita dari 77,78% menjadi 90,91% (+13,13), dan imunisasi dari 89,90% menjadi 91,92% (+2,02). Temuan menunjukkan adanya perbaikan pengetahuan segera setelah edukasi, terutama pada topik dengan pengetahuan awal lebih rendah. Penguatan materi oleh puskesmas dan kader serta evaluasi lanjutan diperlukan untuk menilai keberlanjutan pengetahuan dan perubahan perilaku