cover
Contact Name
Sabda Wahab
Contact Email
sabdaboda8@gmail.com
Phone
+6282290280383
Journal Mail Official
jurnallanterailmiahkesehatan@gmail.com
Editorial Address
Komp. OPI Cempaka Blok E No. 5 RT/ RW: 65/ 11 Kel, 15 Ulu, Kec. Jakabaring, Palembang City, South Sumatra 30967
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Lantera Ilmiah Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 30908361     DOI : -
Core Subject :
Penamaan Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat memiliki makna simbolis yang kuat, di mana kata "lentera" melambangkan cahaya, pencerahan, dan petunjuk dalam kegelapan. Sebagaimana lentera memberikan penerangan di tengah gelap, jurnal ini diharapkan menjadi sumber pencerahan bagi masyarakat melalui publikasi hasil-hasil pengabdian yang bersifat ilmiah dan aplikatif. Nama ini mencerminkan peran jurnal sebagai media yang menyinari jalan perubahan sosial, menyebarkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat, serta memberikan harapan dan solusi atas berbagai permasalahan masyarakat. Dengan demikian, "lantera" bukan sekadar nama, tetapi juga representasi dari semangat untuk menerangi dan memberdayakan masyarakat melalui kontribusi nyata dunia akademik. Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM) adalah jurnal yang diterbitkan oleh CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut. Jurnal ini berfokus pada publikasi artikel ilmiah dari hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat, mencakup berbagai topik dan inisiatif yang berkaitan dengan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Jurnal ini diterbitkan tiga kali dalam setahun, yaitu pada periode April, Agustus dan Desember. Jurnal Lantera Ilmiah Pengabdian Masyarakat menerima berbagai jenis artikel yang berhubungan dengan pengabdian kepada masyarakat. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan hasil pengabdian yang berkualitas dan memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan dan pemberdayaan masyarakat. Selain itu, jurnal ini juga bertujuan untuk menjadi wadah bagi para peneliti dan praktisi untuk berbagi pengalaman dan hasil dari berbagai program pengabdian masyarakat. Artikel yang diterima akan melalui proses penelaahan sejawat (peer-review) untuk memastikan kualitas dan kredibilitas dari hasil pengabdian yang dipublikasikan.
Arjuna Subject : -
Articles 55 Documents
Peningkatan Kesadaran Masyarakat dan Mutu Pelayanan Kesehatan Mata melalui Edukasi Berbasis Prinsip Keselamatan Pasien di Mitra Optik Palembang Leni Noviyanti; Nabila Farisya; Putri Dewi
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v3i2.102

Abstract

Kesehatan mata merupakan bagian penting dalam menunjang kualitas hidup, namun kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan mata secara rutin masih tergolong rendah. Di sisi lain, mutu pelayanan di fasilitas optik belum sepenuhnya menerapkan prinsip keselamatan pasien dan mutu pelayanan yang diadaptasi dari prinsip akreditasi Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan pada Januari–Maret 2025 di Mitra Optik Palembang dan diikuti oleh 50 responden, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat serta mutu pelayanan kesehatan mata. Metode kegiatan meliputi observasi awal, penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, demonstrasi, dan pendampingan tenaga pelayanan berbasis prinsip keselamatan pasien, dengan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test yang dianalisis secara deskriptif melalui persentase dan rerata. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 60 menjadi 86, disertai perubahan sikap masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan mata rutin serta peningkatan kepuasan terhadap pelayanan. Sebanyak 90% responden menunjukkan peningkatan kesadaran dan penilaian positif terhadap pelayanan mitra optik. Dari sisi mitra, terjadi perbaikan pada aspek komunikasi, pemberian edukasi, dan penerapan prinsip keselamatan pasien. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi dan pendampingan berbasis prinsip mutu pelayanan efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dan kualitas pelayanan, sehingga penting untuk dilaksanakan secara berkelanjutan.
Edukasi Dan Pelatihan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Terhadap Kepatuhan Petugas Radiologi Di Instalasi Radiologi Rs Bhayangkara Palembang Tahun 2026 Harry Wahyudhy Utama; Yopania Angela
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v3i2.103

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam pelayanan radiologi karena petugas memiliki risiko tinggi terhadap paparan radiasi pengion. Rendahnya kepatuhan petugas radiologi terhadap penerapan K3 dapat meningkatkan risiko kecelakaan kerja, gangguan kesehatan, serta menurunkan mutu pelayanan radiologi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kepatuhan petugas radiologi terhadap penerapan K3 melalui edukasi dan pelatihan berbasis praktik di Instalasi Radiologi RS Bhayangkara Palembang Tahun 2026. Kegiatan menggunakan desain evaluasi one-group pretest-posttest, melibatkan 30 petugas radiologi, dan dilaksanakan melalui ceramah edukatif, diskusi interaktif, simulasi penggunaan alat pelindung diri (APD), serta pelatihan praktik prosedur keselamatan kerja. Data pengetahuan dan kepatuhan dikumpulkan melalui pre-test dan post-test, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan rerata skor sebelum dan sesudah intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rerata skor pengetahuan dan kepatuhan dari 62 menjadi 88 (peningkatan 26 poin atau 41,9%), dengan 92% peserta mengalami peningkatan kepatuhan dalam penggunaan APD, penerapan SOP keselamatan kerja, serta kesadaran terhadap risiko radiasi. Peningkatan tersebut mengindikasikan bahwa pendekatan edukasi yang dipadukan dengan simulasi dan praktik langsung lebih efektif dibandingkan penyuluhan berbasis ceramah semata, karena turut membentuk perubahan perilaku, tidak hanya pengetahuan. Program ini merupakan salah satu upaya integrasi edukasi berbasis praktik yang masih jarang diterapkan secara khusus pada petugas radiologi di rumah sakit daerah, dan diharapkan dapat mendukung terbentuknya budaya keselamatan kerja yang berkelanjutan di lingkungan radiologi rumah sakit.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Homecare Berbasis Digital dalam Meningkatkan Keterampilan Perawatan Luka Rumah Tangga di Wilayah Kerja Puskesmas Ujan Mas Kabupaten Muara Enim Ria wulandari; Raden Ayu Adibah; Kesya Ales Sayinka
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v3i2.104

Abstract

Luka rumah tangga ringan seperti lecet, memar, dan luka iris merupakan kejadian yang umum dialami keluarga, namun sering ditangani tanpa prinsip perawatan luka yang tepat sehingga berisiko menimbulkan infeksi. Data nasional menunjukkan luka lecet, lebam, dan memar mendominasi hampir dua pertiga kejadian cedera rumah tangga di Indonesia, sementara transformasi kesehatan digital belum banyak dimanfaatkan untuk edukasi perawatan luka berkelanjutan di tingkat keluarga, khususnya di wilayah perdesaan. Rendahnya pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam perawatan luka, kebiasaan penggunaan bahan nonmedis tanpa indikasi jelas, serta minimnya pemanfaatan media digital untuk konsultasi kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Ujan Mas, Kabupaten Muara Enim. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian keluarga dalam melakukan perawatan luka ringan di rumah melalui program Homecare Berbasis Digital. Metode: kegiatan dilaksanakan melalui tahap persiapan, penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, serta pendampingan digital via WhatsApp Group selama empat minggu, dengan evaluasi pretest-posttest dan checklist keterampilan pada peserta yang terdiri atas ibu rumah tangga, kader kesehatan, dan caregiver keluarga. Hasil: ditemukan peningkatan skor pengetahuan dan keterampilan peserta yang bermakna setelah intervensi, disertai peningkatan pemanfaatan media digital untuk edukasi dan konsultasi kesehatan mandiri. Kesimpulan: program Homecare Berbasis Digital efektif meningkatkan kapasitas keluarga dalam perawatan luka rumah tangga dan berpotensi direplikasi di wilayah kerja Puskesmas lain dengan karakteristik serupa.
Penguatan Kesiapsiagaan Keluarga dalam Pencegahan Risiko Kehamilan melalui Program Suami Siaga di Wolasi Andriyani Andriyani; Ira Nurmala; Efa Kelya Nasrun
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v3i1.107

Abstract

Kehamilan merupakan kondisi fisiologis yang dapat berkembang menjadi keadaan berisiko apabila tidak mendapatkan perhatian dan penanganan yang tepat. Keterlibatan keluarga, khususnya suami, memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan ibu hamil serta mencegah terjadinya komplikasi selama kehamilan dan persalinan. Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan keluarga dalam pencegahan dan penanganan risiko kehamilan melalui Program Suami Siaga di Kecamatan Wolasi, Sulawesi Tenggara. Kegiatan dilaksanakan dengan menggunakan metode edukatif dan partisipatif yang melibatkan ibu hamil dan suami sebagai peserta. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, pelaksanaan edukasi kesehatan, dan evaluasi. Materi yang diberikan mencakup tanda bahaya kehamilan, persiapan persalinan, perencanaan rujukan, serta peran suami dalam mendukung kesehatan ibu hamil. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti edukasi, yang ditandai dengan meningkatnya pemahaman tentang tanda bahaya kehamilan, kesiapan menghadapi persalinan, serta pentingnya keterlibatan suami dalam pengambilan keputusan terkait kesehatan maternal. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Program Suami Siaga terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan keluarga terhadap risiko kehamilan dan dapat dijadikan sebagai salah satu strategi pemberdayaan masyarakat dalam mendukung upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak.
Transformasi Literasi Obat Herbal melalui Edukasi Digital Faisal; Muhammad Sujarwad; Nurfitriyana Rahmat; Syaiful Katadi; Rahayu Aprianti; Poyizar
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v3i1.108

Abstract

Penggunaan obat herbal di masyarakat terus meningkat seiring berkembangnya minat terhadap pengobatan berbasis bahan alam. Namun, tingginya penggunaan obat herbal belum sepenuhnya diikuti oleh pemahaman yang memadai mengenai manfaat, keamanan, dosis, dan cara penggunaan yang tepat. Selain itu, maraknya informasi kesehatan di media digital sering kali menimbulkan kesulitan bagi masyarakat dalam membedakan informasi yang valid dan berbasis ilmiah dengan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi obat herbal masyarakat melalui edukasi digital di Kecamatan Wolasi, Sulawesi Tenggara. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif melalui penyuluhan, diskusi interaktif, pemutaran video edukasi, serta distribusi media digital berupa infografis dan e-booklet. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai manfaat dan keamanan obat herbal, pemilihan produk herbal yang legal, penggunaan obat herbal yang rasional, serta kemampuan dalam mengakses informasi kesehatan dari sumber yang terpercaya. Peserta juga menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Edukasi digital terbukti menjadi media yang efektif dalam meningkatkan literasi obat herbal dan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan bahan alam yang aman dan bertanggung jawab. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung upaya peningkatan kesehatan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital dan sumber daya bahan alam secara berkelanjutan.
Peningkatan Literasi Obat Herbal dan Kemandirian Kesehatan Masyarakat melalui Gerakan Herbal Digital di Desa Aunepe Muhammad Sujarwad; Faisal Faisal; Poyizar Poyizar; Nurfitriyana Rahmat; Syaiful Katadi; Rahayu Aprianti
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v3i2.101

Abstract

Pemanfaatan obat herbal telah menjadi bagian dari budaya kesehatan masyarakat Indonesia dan terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap penggunaan bahan alam untuk menjaga kesehatan. Namun, penggunaan obat herbal yang belum disertai dengan pemahaman yang memadai mengenai manfaat, keamanan, dosis, dan cara penggunaan yang tepat berpotensi menimbulkan berbagai risiko kesehatan. Selain itu, pesatnya perkembangan teknologi informasi menyebabkan masyarakat terpapar berbagai informasi kesehatan yang belum tentu valid dan berbasis ilmiah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi obat herbal dan literasi digital kesehatan masyarakat melalui program Gerakan Herbal Digital di Desa Aunepe, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif melalui penyuluhan kesehatan, pemutaran video edukasi, diskusi interaktif, serta distribusi media digital berupa infografis dan e-booklet. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai manfaat dan keamanan obat herbal, pemilihan produk herbal yang legal, penggunaan obat herbal yang rasional, serta kemampuan mengakses informasi kesehatan dari sumber digital yang terpercaya. Peserta juga menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Program Gerakan Herbal Digital terbukti efektif dalam meningkatkan literasi obat herbal dan mendukung kemandirian kesehatan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital dan sumber daya bahan alam secara berkelanjutan.
Model Edukasi dan Pengawasan Praktik Sangkal Putung Berbasis Kolaborasi Kedokteran Ortopedi dan Hukum Kesehatan di Desa Arisan Buntal Ronny Sutanto; Hilda Muliana; Sabda Wahab
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v3i1.105

Abstract

Praktik pengobatan tradisional sangkal putung (patah tulang) masih menjadi pilihan utama masyarakat pedesaan di Indonesia akibat faktor budaya, ekonomi, dan aksesibilitas. Namun, penanganan fraktur tanpa evaluasi medis yang adekuat berisiko tinggi menyebabkan komplikasi muskuloskeletal, keterlambatan rujukan, hingga kecacatan permanen, yang juga memicu sengketa hukum kesehatan. Artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi model edukasi dan pengawasan praktik sangkal putung berbasis kolaborasi kedokteran ortopedi dan hukum kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode pemberdayaan masyarakat dengan pendekatan promotif dan preventif, dilaksanakan di Desa Arisan Buntal, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Sasaran kegiatan meliputi masyarakat umum, tokoh masyarakat, dan kader kesehatan. Metode pelaksanaan mencakup edukasi interaktif mengenai tanda bahaya fraktur, prinsip keselamatan pasien (patient safety), dan batasan kewenangan hukum tenaga kesehatan tradisional. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan masyarakat mengenai risiko komplikasi dan alur rujukan medis. Model ini berhasil membangun kesadaran bahwa praktik tradisional tidak perlu ditiadakan, melainkan harus diawasi dan diintegrasikan ke dalam sistem keselamatan pasien. Kesimpulannya, kolaborasi interdisipliner antara ilmu ortopedi dan hukum kesehatan efektif meningkatkan literasi kesehatan masyarakat dan membentuk sistem pengawasan partisipatif yang melindungi masyarakat dari malapraktik tanpa mendegradasi kearifan lokal.
Edukasi DAGUSIBU sebagai Strategi Peningkatan Literasi Pengelolaan Obat Rumah Tangga pada Masyarakat Desa Tanjung Lubuk Hilda Muliana; Ronny Sutanto; Nia Azzahra
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v3i1.106

Abstract

Pengelolaan obat rumah tangga yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko kesalahan penggunaan obat, kegagalan terapi, keracunan, resistensi antibiotik, serta pencemaran lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi masyarakat mengenai pengelolaan obat rumah tangga melalui edukasi DAGUSIBU di Desa Tanjung Lubuk. Kegiatan diikuti oleh 46 peserta dan dilaksanakan menggunakan metode ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, serta pembagian leaflet edukasi. Materi yang disampaikan meliputi cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar. Evaluasi pengetahuan dilakukan menggunakan desain pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan peserta meningkat dari 58,4 ± 11,2 sebelum edukasi menjadi 83,7 ± 8,6 setelah edukasi, dengan peningkatan sebesar 25,3 poin atau 43,3%. Proporsi peserta dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 21,7% menjadi 78,3%, sedangkan kategori pengetahuan kurang menurun dari 26,1% menjadi 2,1%. Penurunan simpangan baku dari 11,2 menjadi 8,6 juga menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan peserta setelah edukasi menjadi lebih merata. Secara deskriptif, hasil tersebut menunjukkan bahwa edukasi DAGUSIBU melalui pendekatan interaktif dan media leaflet menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan obat rumah tangga. Kegiatan ini dapat dikembangkan sebagai strategi promotif dan preventif berbasis masyarakat untuk mendukung terbentuknya keluarga yang mampu menggunakan dan mengelola obat secara rasional, aman, dan bertanggung jawab.
Edukasi Gizi Seimbang sebagai Upaya Pencegahan Anemia pada Remaja Putri di SMP Negeri 2 Gelumbang Reffi Dhamayanti; Angel Laura S; Conery Dery
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v3i2.107

Abstract

Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan karena dapat memengaruhi kondisi fisik, konsentrasi belajar, dan kesehatan pada masa mendatang. Rendahnya pengetahuan dan sikap mengenai pencegahan anemia dapat menghambat penerapan pola konsumsi pangan bergizi seimbang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri tentang pencegahan anemia melalui edukasi gizi seimbang di SMP Negeri 2 Gelumbang. Kegiatan menggunakan desain one-group pretest–posttest yang melibatkan 83 remaja putri kelas VIII. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah edukasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji McNemar. Proporsi peserta dengan pengetahuan kategori baik meningkat dari 30,1% menjadi 85,5% atau sebesar 55,4 poin persentase. Proporsi peserta dengan sikap positif meningkat dari 41,0% menjadi 89,2% atau sebesar 48,2 poin persentase. Uji McNemar menunjukkan perubahan yang bermakna pada pengetahuan dan sikap (masing-masing p = 0,001). Temuan ini mengindikasikan bahwa edukasi gizi seimbang berpotensi memperkuat literasi kesehatan remaja putri sebagai bagian dari pencegahan anemia berbasis sekolah
Edukasi Perawatan Luka Berbasis Sistem Informasi Home Care di Puskesmas Ujanmas Kabupaten Muara Enim Yazika Rimbawati; Alex Atmasubrata; Alex Cardo
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v3i2.105

Abstract

Luka merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling sering dijumpai dalam pelayanan kesehatan primer di Indonesia, dengan risiko infeksi dan keterlambatan penyembuhan yang tinggi apabila penanganannya tidak dilakukan secara tepat. Masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Ujanmas, Kabupaten Muara Enim, masih menghadapi keterbatasan pengetahuan dalam melakukan perawatan luka secara mandiri di rumah, sementara pemanfaatan sistem informasi kesehatan berbasis home care di fasilitas kesehatan primer belum berjalan optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga pasien serta kader kesehatan dalam melakukan perawatan luka yang benar melalui pendampingan berbasis Sistem Informasi Home Care. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan identifikasi masalah, koordinasi dengan mitra, penyusunan media edukasi, pelaksanaan pretest, penyuluhan, demonstrasi perawatan luka, pelatihan penggunaan Sistem Informasi Home Care, pendampingan, posttest, serta monitoring dan evaluasi. Sasaran kegiatan meliputi keluarga pasien, kader kesehatan, dan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Ujanmas. Media edukasi yang digunakan berupa leaflet, booklet digital, video tutorial, kode QR, grup WhatsApp, dan website Sistem Informasi Home Care. Evaluasi dilakukan melalui pretest-posttest, observasi keterampilan, serta kuesioner kepuasan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam perawatan luka mandiri serta peningkatan kemampuan peserta dalam mengakses layanan kesehatan melalui sistem informasi digital. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model edukasi kesehatan berbasis teknologi yang berkelanjutan di layanan kesehatan primer, khususnya dalam mendukung continuity of care bagi pasien dengan luka di lingkungan keluarga.