cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL KARYA TEKNIK SIPIL
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018" : 26 Documents clear
PERENCANAAN SUDETAN SUNGAI KUALA TENDEKI PADA JALAN TOL MANADO – BITUNG Laksmana Angga; Toebagus Galih; Sutarto Edhisono; Dyah Ari Wulandari
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara bekerja sama untuk membuat Jalan Tol Manado – Bitung. Jalan Tol Manado – Bitung dibangun untuk menyediakan jalan alternatif dari ruas jalan existing yang masih menjadi satu-satunya jalur penghubung kedua kota tersebut dan akan menjadi jalan akses utama ke kawasan ekonomi khusus (KEK) Bitung dan pelabuhan hubungan internasional Bitung.Trase jalan tol tersebut melewati alur sungai yang berkelok-kelok dan untuk mengamankan badan jalan agar tidak tergerus aliran sungai maka diperlukan sudetan. Sebagai akibatnya alur sudetan menjadi curam, sehingga diperlukan ambang  untuk menjaga kelandaian dan perkuatan dasar sungai dan tebing. Pada perencanaan sudetan dilakukan beberapa analisis di antaranya, analisis hidrologi, analisis hidrolika sungai, dan analisis erosi dan sedimentasi.
REDESAIN STRUKTUR GEDUNG HOTEL CITIHUB MAGELANG Andryan Mistavhirul P; Triana Setianingrum; Ilham Nurhuda; Sukamta Sukamta
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1190.396 KB)

Abstract

Desain struktur Hotel Citihub Magelang merupakan hasil perencanaan yang masih mengacu pada standar lama, antara lain SNI 03-2847-2002 dan SNI 1726-2002. Hal ini menjadi dasar dilakukannya redesain struktur gedung dengan mengacu pada standar-standar terbaru yaitu SNI 2847:2013 tentang persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung dan SNI 1726:2012 tentang tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung, menggunakan dimensi balok dan kolom struktur yang sama dengan desain sebelumnya. Redesain struktur dengan menerapkan konfigurasi Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) bertujuan agar nantinya struktur memiliki tingkat daktilitas yang mampu menahan beban gempa rencana. Analisis struktur menggunakan program SAP2000 untuk mendapatkan gaya-gaya dalam yang bekerja pada struktur berdasarkan kombinasi pembebanan yang digunakan. Hasil dari redesain menunjukkan bahwa dengan menggunakan dimensi balok dan kolom struktur yang sama dengan desain sebelumnya, redesain struktur Hotel Citihub Magelang mempunyai perbedaan penulangan balok dan kolom yang bervariasi. 
EVALUASI SIMPANG TERDAMPAK SISTEM SATU ARAH JALAN IMAM BONJOL SELATAN, JALAN PIERRE TENDEAN, DAN JALAN PEMUDA SEMARANG Dwie Leonita Aulia; Nandana Shabila Hatta Rabbi; Epf.Eko yulipriyono; Djiko Purwanto
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPemerintah Kota Semarang sedang mencanangkan Kota Semarang sebagai kota tujuan wisata. Berbagai pembangunan dan perbaikan fasilitas penunjang program ini juga sedang dilakukan, salah satunya adalah sistem transportasi yang memadai. Terkait dengan kondisi kepadatan lalu lintas dan pertumbuhan ruas jalan yang tidak mampu memfasilitasi pertumbuhan jumlah kendaraan di Kota Semarang, maka Dinas Perhubungan Kota Semarang memberlakukan manajemen lalu lintas sistem satu arah (SSA) yang berlaku efektif mulai Februari 2017 pada beberapa ruas jalan, diantaranya: 1. Jl. Pemuda, satu arah dari depan Paragon Mall hingga Tugu Muda. 2. Jl Imam Bonjol, satu arah dari Tugu Muda hingga simpang Indraprasta/Pierre Tendean. 3. Jl. Pierre Tendean satu arah dari simpang Imam Bonjol/Indraprasta hingga Jl. Pemuda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja lalu lintas pada saat ini (kondisi SSA eksisting) di ruas jalan dan simpang-simpang yang terkait apakah lebih baik dibanding kondisi sebelum SSA, mengoptimasikan waktu siklus simpang terkait pada kondisi SSA eksisting untuk memberikan hasil kinerja yang lebih baik, membuat skenario alternatif lain dari kondisi SSA untuk dibandingkan kinerjanya dengan kondisi ssat ini (SSA eksisting). Metode yang digunakan yaitu didahului dengan melakukan kajian pustaka dan survei pendahuluan yang kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan data dengan cara traffic counting, observasi, dan pengukuran terkait. Sedangkan untuk data pada kondisi sebelum SSA didapatkan melalui sumber yaitu studi-studi terdahulu. Hasil analisis ruas jalan dan simpang pada kondisi SSA eksisting masih tergolong baik, namun masih terdapat beberapa ruas jalan dan pendekat pada simpang yang memiliki nilai derajat kejenuhan > 0,75. Solusi perbaikan kinerja yang diberikan adalah optimasi waktu siklus dan fase sinyal, dan skenario perubahan pergerakan arus menjadi berlawanan dengan kondisi SSA eksisting. Pada skenario dibuat dua buah kondisi yaitu skenario optimis dan skenario pesimis. Berdasarkan hasil analisis dengan penetapan skor apabila kondisi skenario dibandingkan dengan kondisi SSA eksisting di lapangan, kondisi skenario optimis memperoleh skor 4 dan kondisi skenario pesimis memperoleh skor 6 untuk ruas jalan dan untuk simpang kondisi skenario optimis memperoleh skor 32 dan kondisi skenario pesimis memperoleh skor 28, sedangkan apabila kondisi skenario dibandingkan dengan kondisi SSA eksisting optimasi, kondisi skenario optimis memperoleh skor 4 dan kondisi skenario pesimis memperoleh skor 6 untuk ruas jalan dan untuk simpang kondisi skenario optimis memperoleh skor 20 dan kondisi skenario pesimis memperoleh skor 14. Disimpulkan bahwa kinerja kondisi skenario optimis adalah yang terbaik.
PERENCANAAN SUBMERGED DAN NON SUBMERGED BREAKWATER UNTUK PENANGANAN ABRASI, DI PANTAI MOROSARI DEMAK Zhafarina Hafizha Kautsar; Tubagus Nauval Dzaki; Sriyana Sriyana; Slamet Hargono
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Perubahan garis pantai dapat disebabkan oleh faktor alam maupun ulah manusia. Pantai Morosari Demak salah satu pantai yang mengalami abrasi disetiap tahunnya sehingga menenggelamkan pemukiman warga serta ekosistem mangrove. Tujuan dari perencanaan bangunan pelindung pantai ini adalah mengembalikan daratan pantai beserta eksistensi dari mangrove yang tenggelam akibat abrasi dengan merencanakan bangunan pelindung pantai. Bangunan pelindung pantai inilah yang nantinya berfungsi untuk meredam energi gelombang dan membuat garis pantai maju akibat sedimentasi. Dari analisa windrose dengan data angin selama 10 tahun 5 bulan (2007 - Bulan Mei 2017) diketahui arah angin dominan berasal dari barat laut. Gelombang rencana menggunakan periode ulang 25 tahun. Simulasi terhadap tinggi gelombang dan periode gelombang maksimum menggunakan program Mike21. Perbandingan perubahan garis pantai sebelum dan sesudah adanya bangunan pantai menggunakan program Genesis. besarnya deformasi bangunan pelindung pantai menggunakan program Plaxis. Besarnya kedalaman cerucuk bambu pada bangunan pelindung pantai menggunakan program Foundation Pro V1. Perencanaan bangunan pelindung pantai berupa bangunan submerged dan non submerged breakwater yang ditempatkan rangkap pada dua lokasi, yaitu dari arah barat laut garis pantai sebagai lokasi 1 dan dari arah barat daya garis pantai sebagai lokasi 2. Susunan lapisan dari yang paling bawah sampai ke lapisan yang paling atas pada bangunan pelindung pantai submerged dan non submerged breakwater adalah lapisan geoteknik berupa cerucuk bambu dengan kedalaman 12 m untuk non submerged breakwater dan kedalaman 20 m untuk submerged breakwater, matras bambu dengan tebal 3 lapisan atau setebal 0,5 m, lapisan geogrid setebal 20 cm; dilanjutkan pada lapisan diatasnya terdapat tumpukan batu mulai dari lapisan inti dan berm kaki, untuk lapis lindung kedua dari kedua bangunan tersebut menggunakan tumpukan batu kasar dengan berat 50 kg per butir, pada lapisan yang paling atas terdapat lapis lindung luar menggunakan struktur tetrapod dengan berat 500 kg per butir. Rekapitulasi rencana anggaran biaya untuk pembangunan submerged dan non submerged breakwater pada lokasi 1 sebesar Rp. 71.252.574.500, sedangkan rekapitulasi rencana anggaran biaya untuk pembangunan submerged dan non submerged breakwater pada lokasi 2 sebesar Rp. 30.727.219.500.
ANALISIS DAMPAK MANUVER KENDARAAN PADA KINERJA SIMPANG MENGGUNAKAN SIMULASI VEHICLE TRACKING (STUDI KASUS SIMPANG ARTERI UTARA, SIMPANG SULTAN AGUNG DAN SIMPANG AHMAD YANI) Nuriyana Wahida Azka; Dhiah Syafitri; Kami Hari Basuki; Djoko Purwanto
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (826.601 KB)

Abstract

 ANALISIS DAMPAK MANUVER KENDARAAN PADA KINERJA SIMPANG MENGGUNAKAN SIMULASI VEHICLE TRACKING(STUDI KASUS SIMPANG ARTERI UTARA, SIMPANG SULTAN AGUNG DAN SIMPANG AHMAD YANI) Nuriyana W. A, Dhiah Syafitri, Kami Hari Basuki*), Djoko Purwanto*) Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas DiponegoroJl. Prof Soedarto,SH Tembalang, Semarang. 50275, Telp.: (024)7474770,Fax.: (024)7460060 ABSTRAK Di Kota Semarang, persimpangan seringkali belum dapat mengakomodasi pergerakan kendaraan secara maksimal. Hal ini ditunjukkan dengan sering adanya tundaan, baik karena pengaturan lalu lintasnya maupun kondisi geometrik yang kurang mendukung untuk manuver kendaraan khususnya pada lokasi simpang Arteri Utara, simpang Jalan Sultan Agung, dan simpang Jalan Ahmad Yani yang dapat mempresentasikan simpang-simpang yang sering dilalui kendaraan baik kendaraan pribadi, kendaraan umum, maupun angkutan barang. Oleh karena itu dilakukan analisa kinerja simpang untuk mengurangi adanya tundaan.Tahap-tahap yang dilakukan adalah menganalisis kinerja simpang eksisting menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 dan mensimulasikan manuver kendaraan rencana pada simpang eksisting menggunakan simulasi vehicle tracking. Analisis kinerja simpang akan menghasilkan keluaran berupa nilai derajat kejenuhan yang selanjutnya akan menjadi tolak ukur apakah simpang dapat melayani arus eksisting atau tidak, sedangkan simulasi manuver kendaraan menghasilkan keluaran berupa jejak kendaraan yang menentukan apakah geometrik simpang mampu melayani manuver kendaraan dengan efisien atau tidak. Setelah dilakukan analisis terhadap kondisi eksisting, dilanjutkan dengan optimasi jika diperlukan, baik dengan melakukan pengaturan ulang fase sinyal lalu lintas maupun dengan perubahan geometrik.Pada hasil analisis kinerja Simpang Arteri Utara, didapat kinerja seluruh pendekat memiliki DS<0,85. Geometrik simpang dinilai masih dapat dioptimasi untuk meningkatkan kinerja simpang dalam melayani kendaraan. Optimasi Simpang Arteri Utara dilakukan dengan pengaturan ulang waktu sinyal lalu lintas dan pemotongan median. Pada Simpang Sultan Agung, didapat DS semua pendekat <0,85. Pada Simpang Ahmad Yani, pendekat timur, selatan, dan utara memiliki DS<0,85 namun pada pendekat barat didapatkan nilai derajat kejenuhan 0,992. Optimasi Simpang Ahmad Yani adalah dengan pengaturan ulang sinyal lalu lintas dan adanya perlebaran jalan pada pendekat selatan. Menyadari bahwa masih banyak hal yang bisa ditingkatkan/diperbaiki dari studi ini, diharapkan adanya studi lebih lanjut berkaitan dengan pengaruh manuver kendaraan belok kiri pada kinerja simpang untuk menyempurnakan penelitian yang telah ada.
PERENCANAAN PENGENDALIAN BANJIR SUNGAI TUNTANG DI DESA SIDOHARJO KABUPATEN DEMAK Adika Cakranagara; Suripin Suripin; Hary Budieny
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSetiap tahun  akibat kerusakan lahan dari bagian hulu hingga bagian tengah DAS Tuntang telah mengakibatkan banjir di Wilayah Kabupaten Demak dan Grobogan. Hal ini dikarenakan ketika bagian tengah dan hulu DAS rusak maka air yang seharusnya terserap tidak dapat di serap dengan baik mengakibatkan air tersebut melimpas ke sungai selain itu, menyebabkan potensi erosi dan sedimentasi besar sehingga mengurangi tampungan sungai. Karena berkurangnya tampungan sungai akibat erosi dan sedimentasi menyebabkan tampungan sungai semakin kecil terjadilah banjir akibatnya menyebabkan banyak kerugian seperti kerugian harta benda, gangguan kesehatan pasca banjir, mobilisasi yang tersendat dan lain sebagainya. Oleh sebab itu sangat mendesak untuk dilakukan penanganan secara khusus melalui Rencana Tindak  Pengendalian Banjir Wilayah DAS Tuntang . Dalam beberapa waktu terakhir ini sudah dilakukan perencanaan pengelolaan wilayah sungai sebagai solusi untuk penanganan banjir seperti pembangunan bendungan, embung, normalisasi sungai, dan peningkatan saluran drainase. Akan tetapi terdapat beberapa kendala dalam perencanaan tersebut, terutama terkait dengan pembebasan lahan yang belum bisa terselesaikan sejak tahun 2009. Maksud dari perencanaan tanggul pada Sungai Tuntang ini adalah untuk menerapkan suatu sistem pengedalian banjir yang optimal dan dapat segera dilaksanakan pembangunannya karena tidak membutuhkan pembebasan lahan yang besar, atau paling tidak bisa meminimalkan kemungkinan pembebasan lahan, sehingga diharapkan dapat menjadi solusi cepat dan tepat untuk pengendalian banjir di kawasan Sungai Tuntang. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kapasitas pada Sungai Tuntang, agar tidak terjadi luapan. Peningkatan kapasitas Sungai Tuntang dilakukan dengan  berbagai cara, yaitu dengan perbaikan penampang dan perencanaan tanggul.
PERENCANAAN KOLAM BANJIR DI BAGIAN HILIR KALI TENGGANG, KOTA SEMARANG Shofyan Satria Rahman; Angela Widya Rezky; Sugiyanto Sugiyanto; Robert Kodoatie
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Drainase Semarang Timur sering kali terjadi banjir yang berakibat pada tergenangnya wilayah-wilayah di daerah tersebut. Pembuatan kolam banjir di bagian hilir Kali Tenggang dapat menjadi alternatif penanganan masalah banjir untuk wilayah tersebut yang mana memiliki topografi landai, pengaruh muka air laut yang tinggi dan mengalami penurunan tanah. Perencanaan kolam banjir ini meliputi perencanaan kolam retensi, tanggul, dan pompa, serta pintu air. Perhitungan debit banjir rencana 25 tahun menggunakan HSS Nakayasu. Kolam banjir direncanakan memiliki luas 10 hektar dengan kedalaman kolam 2 meter dan debit banjir rencana untuk perencanaan kolam adalah 90,32 m3/s, kemudian dianalisis kebutuhan pompa dan diperoleh jumlah pompa sebanyak 8 buah pompa, 4 pompa dengan kapasitas setiap pompa sebesar 5 m3/s dan 3 pompa dengan kapasitas setiap pompa sebesar 2 m3/s dan 1 pompa dengan kapasitas 1 m3/s. Tanggul direncanakan dengan mempertimbangkan data hidrooceanografi dan penurunan tanah di lokasi tanggul. Tinggi tanggul direncanakan 6 m dengan elevasi puncak +4 meter. Kolam dibangun di bagian hilir Kali Tenggang. Pembangunan kolam banjir di bagian hilir Kali Tenggang Kota Semarang ini memerlukan biaya sebesar Rp 230.625.278.000. 
STUDI KELAYAKAN PEMANFAATAN CAMPURAN FLY ASH DAN TANAH PUTIH SEBAGAI SEMEN ALTERNATIF Samuel Parluhutan; Gilbert Fernando; Purwanto Purwanto; Yulita arni priastiwi
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMortar merupakan campuran semen, pasir, dan air dengan proporsi tertentu. Pada umumnya bahan ikat campuran yang digunakan adalah semen. Unsur utama pembentuk semen itu sendiri adalah silika, alumina, dan kalsium. Kandungan silika dan alumina pada semen dapat pula diperoleh dari fly ash sedangkan kandungan kalsium dapat diperoleh dari tanah putih. Dalam penelitian ini akan dibuat mortar yang menggunakan campuran fly ash, tanah putih, dan pasir yang akan diteliti mengenai kuat tekan mortar tersebut. Variasi perbandingan fly ash dan tanah putih dengan persentase masing - masing sebesar 0%-100%, 25%-75%, 50%-50%, 75%-25%, dan 100%-0% dalam campuran mortar. Bentuk benda uji yang digunakan berbentuk kubus berukuran 5 cm x 5 cm x 5 cm. Mortar dibuat dengan metode adukan manual. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh persentase tanah putih dan fly ash terhadap kuat tekan mortar. Kuat tekan tertinggi pada umur 28 hari ditunjukkan oleh varian mortar dengan persentase fly ash dan tanah putih 50%-50%, yaitu sebesar 2,218 kg/cm2. Nilai kuat tekan mortar yang menggunakan fly ash dan tanah putih tersebut masih sangat rendah, sehingga campuran fly ash dan tanah putih tidak dapat digunakan sebagai pengganti semen bahan konstruksi.
PENGARUH DIMENSI STUD TERHADAP KEKUATAN PENGHUBUNG GESER TIPE STUD PADA STRUKTUR KOMPOSIT BAJA-BETON Edrial Sulistyo; Adhe Verdianto Hidayat; Ilham Nurhuda; Yulita Arni P
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Struktur komposit adalah struktur yang terdiri dari dua atau lebih komponen dengan material yang berbeda. Permasalahan utama dalam struktur komposit adalah mencegah kegagalan geser yang terjadi pada interaksi permukaan antar material. Permasalahan ini dapat diselesaikan dengan penghubung geser. Dalam penelitian ini akan dikaji pengaruh panjang dan diameter stud tanpa kepala terhadap kekuatan dan mekanisme kegagalan dari struktur komposit. Penelitian dilakukan dengan analisis numerik menggunakan ANSYS, software dengan metode elemen hingga. Tes validasi dilakukan untuk membandingkan hasil uji fisik dengan simulasi numerik. Hasil penelitian menunjukan bahwa mekanisme kegagalan stud tanpa kepala bergantung pada diameter dan panjangnya. Stud yang lebih kaku akan mengalami kegagalan terlebih dahulu dari beton, sementara stud yang lebih fleksibel sudah mengalami leleh.
PENGENDALIAN BANJIR SUNGAI SIANGKER SEMARANG Brasta Diyu Wasesa; Imam Arifin; Salamun Salamun; Dwi Kurniani
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Siangker merupakan salah satu bagian penting dalam sistem drainase Bandara Ahmad Yani. Sebagian debit drainase bandara akan dibuang menuju laut melalui Sungai Siangker sehingga kapasitas pengaliran dari Sungai Siangker harus dianalisis dan direncanakan kembali. Analisis dan perencanaan terhadap Sungai Siangker merupakan salah satu upaya dalam pengendalian banjir akibat dampak dari sistem drainase bandara. Debit drainase dari bandara yang dialirkan menuju Sungai Siangker melalui sistem pompa dengan debit pompa (Qp) sebesar 4,5 m3/dt. (Sumber : Angkasa Pura) Daerah Aliran Sungai (DAS) siangker memiliki luas 7,156 km2 dengan stasiun hujan, Stasiun Ahmad yani, Stasiun Simongan, dan Stasiun Maritim. Analisis curah hujan area menggunakan Metode Poligon Thiessen dan perhitungan curah hujan rencana menggunakan distribusi Log Pearson III. Intensitas hujan dihitung berdasarkan data curah hujan otomatis yang dicatat menggunakan alat pengukur Hellman. Perhitungan debit rencana menggunakan beberapa metode yaitu Metode FSR Jawa Sumatra, Metode HSS Gamma 1, Metode Haspers, dan Metode Passing Capacity sebagai kontrol terhadap perhitungan debit rencana. Dari Analisis Hidrologi tersebut didapatkan debit banjir rencana periode ulang 25 Tahun sebesar 69,59 m3/dt dengan metode terpilih adalah Metode HSS Gamma 1.Berdasarkan debit rencana dan debit tambahan pompa dianalisis menggunakan pemodelan HEC-RAS versi 4.1. Debit tambahan pompa dimodelkan pada Sta. 1850 yang merupakan letak  rumah pompa.  Pemodelan dilakukan pada dua kondisi yaitu kondisi eksisting dan kondisi desain. Hasil dari pemodelan pada kondisi eksisting terdapat penampang sungai yang tidak mampu menampung kapasitas aliran (Sta. 350 – Sta. 3350 dan Sta. 4250 – Sta. 4900) sehingga diperlukan upaya normalisasi penampang sungai. Dari hasil analisis pemodelan kondisi desain direncanakan penampang  sungai  trapesium dengan kemiringan 1:1 dan 1:0,5. Pada Analisis Back Water akibat pasang surut terdapat penampang yang tinggi jagaan kurang dari 0,6 m yaitu pada Sta. 1250 – Sta. 1450 sehingga dilakukan peninggian tanggul setinggi 0,25 m.Pada perencanaan teknis dilakukan dua analisis yaitu Analisis Stabilitas Alur Dasar Sungai dan Analisis Stabilitas Lereng Tanggul. Kedua analisis tersebut diperlukan untuk menjamin stabilitas lereng tanggul. Perkuatan lereng direncanakan menggunakan pasangan batu belah dengan ketebalan 0,9 m dan 0,7  m. Cerucuk bambu diameter 15 cm dan panjang 2 m dipasang pada perkuatan dengan ketebalan 0,9 m untuk meningkatkan daya dukung tanah. 

Page 2 of 3 | Total Record : 26