cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Industrial Engineering Online Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
INDUSTRIAL ENGINEERING ONLINE JOURNAL adalah Karya Ilmiah S1 Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang memuat tulisan ilmiah dan hasil-hasil penelitian, kajian ilmiah, analisis dan pemecahan permasalahan di Industri yang erat hubungannya dengan bidang Ilmu Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014" : 19 Documents clear
ANALISIS PENERAPAN KEBIJAKAN TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE PADA PROSES PRODUKSI TRANSFORMER (Studi Kasus : PT. NIKKATSU ELECTRIC WORKS) Abdurrobi Hanifa; Nia Budi Puspitasari; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.766 KB)

Abstract

PT. Nikkatsu Electric Works adalah perusahaan yang bergerak di bidang  industri manufaktur alat –alat listrik dan lampu hemat energi. Saat perusahaan belum memiliki metode yang tepat untuk mengukur keefektifan mesin pada  proses produksi transformer sehingga proses produksi menjadi tidak maksimal dan berdampak pada tidak tercapainya target produksi perusahaan serta perlu mengidentifikasi terhadap faktor – faktor yang mempengaruhi keefektifan mesin dan analisis terhadap aktivitas maintenance yang dapat menjadi  bahan  masukan  untuk  penerapan TPM bagi  perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat efektivitas peralatan total pada proses produksi transformer, menentukan faktor – faktor  apa saja yang  menyebabkan   nilai  Overall Equipment Effectiveness (OEE)  rendah dengan mengidentifikasi kerugian / losses yang terjadi Memberikan usulan perbaikan untuk penerapan TPM. Hasil perhitungan Overall Equipment Effectiveness (OEE)  mesin winding periode Juli 2012 – Juni 2013 memiliki nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) berkisar dari 74,80% -  81,19% yang dimana nilai ini masih dibawah standar nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) world class yaitu sebesar 85% dan hasil perhitungan six big losses didapat reduced speed loss 42,50%, breakdown loss 21,90%, setup and adjustment 20,20%, quality defect loss 8,67%, dan idle and minor stoppage loss 6,73%. Dengan  menghitung  tingkat  keefektifan peralatan menggunakan metode Total Productive Maintenance (TPM) yang dengan formula perhitungannya yaitu Overall Equipment Effectiveness (OEE) perusahaan menjadi mengetahui apakah mesin sudah bekerja secara efektif apa belum dan dengan menggunakan metode Total Productive Maintenance (TPM)  dan diharapkan dapat  meningkatkan efektivitas peralatan  yang  dapat mengeliminasi kerugian- kerugian besar bagi perusahaan yang lebih dikenal dengan six Big losses, sehingga semakin mendekati tujuan utama TPM yaitu zero breakdown.  ABSTRACTPT. Nikkatsu Electric Works is a company of manufactures that the product is an electrical equipment and energy saving lamps. At the company  there is no exact methode to measure the effectiveness of the machines on the production process of transformers, it’s make the production process not optimal and impact on not achieving the target production company and need to identify the factors that influence the effectiveness of the machine and analysis of maintenance activities that can be input to the implementation of the Total Productive Maintenance (TPM)  for the company. The purpose of this research to measure the level of effectiveness of the total equipment in the production process of transformers, determine factors which is causing the value of Overall Equipment Effectiveness (OEE) is low by identifying damages / losses that occur and give proposed improvement  for the implementation of TPM. The result  calculation of  Overall Equipment Effectiveness ( OEE ) for winding machine period July 2012 - June 2013 had a value of Overall Equipment Effectiveness ( OEE ) ranged from ,80% -  81,19% that is where the value is still below the standard value of Overall Equipment Effectiveness ( OEE ) world class 85 % and the six big losses calculation results obtained : reduced speed loss 42,50%, breakdown loss 21,90%, setup and adjustment 20,20%, quality defect loss 8,67%, idle and minor stoppage loss 6,73%. With calculating the effectiveness of the equipment using the Total Productive Maintenance ( TPM ) which is the calculation formula is Overall Equipment Effectiveness ( OEE ) the company will know if the machine has working effectively  or not with Total Productive Maintenance ( TPM ) and be expectedy to increase the effectiveness of equipment that can eliminate large losses for the company, that called as Six Big losses , so it’s make getting closer to the main goal of TPM that is zero breakdown .
ANALISIS RISIKO KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA PADA PEKERJA DIVISI MILL BOILER (Studi Kasus di PT Laju Perdana Indah PG Pakis Baru, Pati) Hutami Nuke Ardani; Haryo Santoso; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.461 KB)

Abstract

PT Laju Perdana Indah merupakan perusahaan yang bergerak dalam produksi gula yang berlokasikan di desa Pakis kecamatan Tayu kabupaten Pati. Bahan baku tebu ini digiling dengan melalui beberapa tahap seperti milling (penggilingan), purification (pemurnian), evaporation (penguapan), boiling (pemasakan), centrifuge (puteran) dan packaging (pengemasan). Dalam menjalankan aktivitas operasional, pekerja yang langsung berhadapan dengan proses produksi yang terdiri dari banyak mesin mekanik, panas dan tajam, sehingga keselamatan dan kesehatan kerja menjadi penting. Berdasar data historis, telah terjadi kecelakaan kerja yang paling banyak ditemui pada divisi mill boiler. Untuk itu perlu adanya pengelolaan manajemen resiko kesehatan dan keselamatan kerja yang baik untuk mengacu pada zero accident terutama pada divisi mill boiler.Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif semi kuantitatif dengan Job safety analysis serta analisis risiko semi kuantitatif AS/ NZS 4360:1999/2004. Maka didapatkan analisis risiko K3 dengan hirarki pengendalian risiko sehingga tiga risiko dengan rating tertinggi dapat direduksi, yaitu terbakar 90%, tertabrak 94% dan low back pain 96%.  AbstractPT Laju Perdana is one of company which engaged in sugars’ production, and it’s located in Pakis village, Pati. The main ingredient of sugar, well known as sugar cane is milled through some stage, i.e milling, purification, evaporation, boiling, centrifuge, dan packaging. In order to make sugar, the labor have to face many overheat and sharp mechanic machine which is dangerous for them. According to the past research, there were many accident in the workplace especially in mill boiler department. In order to make zero accident, the company must manage some risk management and HSE (Health Safety Environment).Reseach method using descriptive semi quantitative with Job safety analysis and risk analysis semi quantitative AS/ NZS 4360:1999/2004. So health and safety work risk analysis can be obtained with hierarchy risk control so that three highest risks reduced, that is afire 90%, hit by vehicle 94% and low back pain 96%.
ANALISIS POTENSI BAHAYA MENGGUNAKAN METODE HAZARD IDENTIFICATION RISK ASSESSMENT (STUDI KASUS BAGIAN PRODUKSI CV MAJAWANA) achmad rachim; Aries Susanty; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.527 KB)

Abstract

CV. Majawana merupakan perusahaan yang bergerak dibidang furniture dan permeubelan ukir. CV Majawana berada di Desa Bawu Batealit Jepara dengan jumlah pekerja 467 orang dan melakukan produksi secara massal dan proses produksinya sebagaian besar dilakukan secara Manual Handling, disamping itu juga menerima pesanan khusus dari konsumen. ). Adapun peralatan dan mesin-mesin yang digunakan pada CV. Majawana dalam proses produksinya adalah sebagai berikut : Saw Mill, Kiln Dry, Band Saw, Cyrcle, Router, Spindle, Serut, Bubut, Radial Arm Saw, Jig Saw, Amplas, Bor.Menurut data kecelakaan kerja 2008 - 2012, selama 4 tahun terakhir ini telah terjadi 81 kasus kecelakaan kerja. yang terbagi meliputi : luka ringan, luka sedang dan luka berat. Kecelakaan adalah suatu peristiwa yang tidak diduga dan tidak diharapkan kehadirannya bagi siapa saja maupun pekerja. dimana dapat dijelaskan pada kejadian kecelakaan kerja di bagian produksi meliputi : infeksi saluran pernafasan sebanyak 35 orang, luka tergores atau tersayat alat pemotong sebanyak 20 orang, luka tertimpa objek kerja sebanyak 13 orang, luka terjepit material kayu sebanyak 3 orang, dan kecelakaan lain-lain sebanyak 10 orang (tergelincir, otot kejang, tersetrum, terjatuh, terbentur, terkena benda panas).Berdasarkan hasil penelitian untuk memperoleh Risk Priority tiap stasiun kerja, penanggulangan yang dilakukan dengan menggunakan metode Hazard Identification Risk Assessment (HIRA). Tujuannya untuk mengidentifikasi bahaya tiap stasiun kerja yang berpotensi bahaya besar dan melakukan penilaian risiko terhadap bahaya tersebut untuk dapat meminimalkan kecelakaan kerja yang terdapat pada perusahaan. Risk Priority diperoleh dari hasil melakukan estimasi kekerapan atau kemungkinan (likelihood) dan estimasi keparahan atau konsekuensi (severity) terjadinya kecelakaan atau penyakit yang mungkin timbul, maka selanjutnya dapat ditentukan tingkat risiko dari bahaya yang telah diidentifikasi dan dinilai. Cara sederhana adalah dengan dengan membuat matriks risiko (Risk Matrix) dimana peringkat kemungkinan dan keparahan dikalikan dan hasilnya untuk menentukan seberapa besar risiko yang ditimbulkan.  
PERANCANGAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK PEMILIHAN SUPPLIER BATIK MENGGUNAKAN ALGORITMA ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) Lutfi Mardiansyah; Sri Hartini; Wiwik Budiawan
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.09 KB)

Abstract

Batik merupakan salah satu jenis produk sandang yang berkembang pesat di Jawa Tengah sejak beberapa dekade, bahkan beberapa abad yang lalu. Hingga saat ini batik menjadi ikon beberapa daerah di Jawa Tengah, yakni Pekalongan, Jogja  dan Solo. Pada tahap persiapan membatik, IKM batik mempersiapkan bahan baku utama seperti kain katun, bahan pewarna dan malam. Bahan baku utama tersebut didapat dengan cara memesan ke supplier-supplier bahan baku yang sebelumnya telah dipilih oleh IKM batik sesuai dengan kriteria masing-masing IKM. Akan tetapi dalam melakukan pemilihan supplier terdapat permasalahan yaitu tidak terdapatnya metode yang pasti untuk pengambilan keputusan pemilihan supplier bahan baku batik, yang mengakibatkan IKM rentan melakukan kesalahan dalam penentuan supplier. Dalam penelitian tugas akhir ini, penulis akan membuat sebuah Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang akan membantu pemilik IKM batik dalam melakukan pengambilan keputusan untuk menentukan supplier yang memenuhi kriteria dari masing-masing IKM. Sistem pendukung keputusan ini berbasis web dengan bahasa pemrograman PHP dan menggunakan database My SQL. Model pengambilan keputusan dalam SPK ini menggunakan Algoritma Analytical Hierarchy Process (AHP). Dalam perancangan sistem ini menggunakan metode yang sering dipakai yaitu metode prototipe. Tujuan menggunakan metode ini agar sesuai dengan prosedur standar yang harus dilakukan mulai dari menganalisa, merancang, mengimplementasikan, dan memelihara sistem informasi. Sedangkan Dengan begitu kelak dalam pembuatan website akan lebih mudah dan meminimalisir kesalahan. Setelah sistem dibangun berdasarkan desain awal dilakukan pengujian prototipe dengan membandingkan hasil SPK Supplier Bahan Baku Batik dengan hasil perhitungan Software Expert Choice. Dari perbandingan tersebut terdapat selisih berkisar antara 0,01 – 0,06 disebabkan adanya pembulatan desimal pada Software Expert Choice, tetapi hasil tersebut tidak mempengaruhi hasil keputusan supplier terbaik.  ABSTRACT Batik is one type of clothing products are growing rapidly in Central Java since several decades , even centuries ago . Until now batik became iconic several areas in Central Java , namely Pekalongan , Yogyakarta and Solo . In the preparation phase of batik , the batik industry prepare for key raw materials such as cotton fabrics , dyes and paraffin . The main raw material is obtained by means of ordering to suppliers of raw materials that have previously been selected by the batik industry in accordance with the criteria of each the batik industry . But in doing that supplier selection, problems are the absence of a definite method for supplier selection decision-making batik material , which resulted in the batik industry prone to make mistakes in the determination of the supplier . In this thesis , we will make a Decision Support System ( DSS ) that will help owners of the batik industry in decision making to determine the suppliers that meet the criteria of each the batik industry . The system is web-based decision support with the PHP programming language and uses MySQL database . Models of decision making in this DSS uses Algorithm Analytical Hierarchy Process ( AHP ) . In designing the system uses a method that is often used is the method prototype . The purpose of using this method to fit a standard procedure that should be done starting from analyzing , designing , implementing , and maintaining information systems . That way in the future while making the website easier and minimize errors . Once the system is built based on the design of the initial prototype testing done by comparing the results of SPK Raw Material Supplier Batik with the calculated Expert Choice Software. From this comparison there is a difference ranged from 0.01 to 0.06 due to rounding decimal in Expert Choice Software, but the result does not affect the decision of the best suppliers.
PENGARUH HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN KOMPENSASI DAN PENGHARGAAN TERHADAP KINERJA GURU SMK NEGERI DI KABUPATEN TEGAL Farisa Rima Sofiana; Nia Budi Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru adalah salah satu unsur manusia dalam proses pendidikan. Dalam proses pendidikan di sekolah,guru memegang tugas ganda yaitu sebagai pengajar dan pendidik. Berbagai upaya peningkatan kinerja guru telah dilakukan pemerintah, salah satunya adalah melalui program sertifikasi guru sebagaimana dinyatakan dalam Undang-Undang guru dan dosen. Tetapi permasalahan yang ditemukan di lapangan adalah masih rendahnya jumlah guru yang sudah tersertifikasi serta masih cukup tingginya tingkat absensi guru SMK Negeri di Kabupaten Tegal, sehingga perlu diupayakan usaha-usaha untuk meningkatkan kinerja guruTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompensasi dan penghargaan terhadap kinerja guru dan memberikan solusi dalam meningkatkan kinerja guru SMK Negeri di Kabupaten Tegal. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner yang ditunjukan kepada guru yang masih aktif mengajar. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi. Hasil penelitian ini menujukan bahwa pada guru yang belum tersertifikasi penghargaan berpengaruh positif terhadap kinerja guru dan kompensasi tidak berpengaruh positif terhadap kinerja guru, sedangkan pada guru yang sudah tersertifikasi penghargaan dan kompensasi masing- masing keduanya tidak memiliki pengaruh positif terhadap kinerja guru. ABSTRACT  Teachers are one of the human element in the educational process. In the educational process in schools, teachers hold double duty as a teacher and educator. Various efforts to improve teacher performance has been done by the government, such as, by the teacher certification program based on law teacher and lecturer. But the problems found in the field are a low number of teachers who are already certified and low rates of teacher absenteeism from from certified teacher at State Vocational Secondary School in Tegal Regency, so it necessary to improve teacher performance by some efforts.The purpose of this study was to determine the effect of compensation and rewards on teacher performance, and give solutions to improve the performance of teachers at State Vocational Secondary School in Tegal Regency. The type of data used primary data collected through a questionnaire to the teachers who are still actively teaching. Analysis of the data used regression analysis. In the findings of this present study shows that uncertified teacher was found to have significant relationship with teacher performance, while not for compensation. Whereas for certified teacher was found to have unsignificant relationship for reward and compensation.
IMPLEMENTASI MODEL PENGENDALIAN PERSEDIAAN EOQ MULTI ITEM DENGAN MEMPERTIMBANGKAN MASA DEATHSTOCK PADA NON-KONSTAN DEMAND (STUDI KASUS : RUMAH SAKIT X TANGERANG) Dythia Rointan Sianturi; Ary Arvianto
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.366 KB)

Abstract

Rumah sakit adalah fasilitas pelayanan masyarakat yang disediakan oleh pemerintah. Rumah sakit memiliki tujuan pelayanan yaitu untuk memberikan pelayanan obat-obatan pada waktu yang tepat dan dalam dosis serta cara pemakaian yang tepat. Proses pengelolaan obat di rumah sakit meliputi perencanaan, pengadaan, penyimpanan dan distribusi. Keempat tahap ini saling terkait dan memiliki dampak yang besar terhadap ketersediaan obat di rumah sakit sehingga harus dikoordinasi dengan baik. Penyakit dan permintaan obat adalah hal yang tidak bisa diramalkan. Oleh sebab itu, pengelolaan persediaan sangat penting dalam menangani kasus non konstan demand seperti permintaan obat. Setiap tahunnya, jumlah deathstock meningkat setiap tahunnya sehingga meningkatkan biaya simpan digudang. Hal ini disebabkan karena pemesanan obat tidak terjadwal sehingga menimbulkan penumpukan obat (deathstock) digudang dan menyebabkan obat menjadi kadaluwarsa. Oleh karena itu pentingnya pengendalian persediaan dirumah sakit. Pengendaliaan persediaan pada penelitian ini menggunakan Model EOQ Multi Item dengan mempertimbangkan kondisi deathstock dan masa kadaluwarsa sehingga rumah sakit memiliki jadwal pemesanan obat yang tepat yaitu setiap 0,406 tahun atau setiap 149 hari sehingga menurunkan total biaya simpan sebesar Rp 10.274.584,52 per siklus.  Abstract The hospital is a community service facilities provided by the government . The hospital has a service goal is to provide medicines at the right time and in the dosage and how to use the right . Medication management process in hospitals include planning , procurement , storage and distribution . These four stages are interrelated and have a considerable impact on the availability of drugs in the hospital so it must be well coordinated . Disease and drug demand is unpredictable . Therefore , the management of inventory is crucial in dealing with cases of non- constant demand as demand for drugs . Each year , the number increases every year deathstock thereby increasing the cost of the warehouse store . This is because reservations are not scheduled drugs , causing a buildup of the drug ( deathstock ) warehouse and cause drug becomes outdated. Hence the importance of inventory control in the hospital . Controlling inventory in this study using Multi- Item EOQ model by considering deathstock conditions and expiry dates so that hospitals have the right medication ordering schedule is 0,406 in every year or once order for 149 days and resulting in lower total cost savings of Rp 10,274,584.52 per cycle.
ANALISIS BEBAN KERJA DENGAN METODE FULL TIME EQUIVALENT UNTUK MENGOPTIMALKAN KINERJA KARYAWAN PADA PT ASTRA INTERNATIONAL TBK-HONDA SALES OPERATION REGION SEMARANG Tridoyo Tridoyo; Sriyanto Sriyanto
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.94 KB)

Abstract

Pertumbuhan pasar motor di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Pesatnya perkembangan industri otomotif khususnya sepeda motor juga diimbangi dengan meningkatnya persaingan antara produsen sepeda motor yang semakin dinamis, kompetitif dan cenderung sulit untuk diprediksi pada era globalisasi seperti sekarang ini. Suatu perusahaan membutuhkan sumber daya manusia yang mampu bekerja dengan efektif dan efisien untuk mendorong tercapainya visi, misi dan tujuan perusahaan. Untuk menghasilkan sumber daya manusia yang bekerja dengan efektif dan efisien maka diperlukan pengelolaan sumber daya manusia yang tepat. Perencanaan dan pengelolaan sumber daya manusia dapat dilakukan melalui analisis beban kerja. Terdapat fenomena menarik pada Astra Motor (PT Astra International Tbk. - Honda Sales Operation region Semarang) bahwa terjadi ketidaksesuaian antara beban kerja dengan jumlah pekerja yang mengakibatkan terjadi inefisiensi kerja. Untuk itu perlu dilakukan pengukuran beban kerja sebagai dasar perhitungan kebutuhan tenaga kerja yang optimal. Pada penelitian ini akan dibahas pengukuran beban kerja karyawan PT Astra International Tbk- Honda Sales Operation region Semarang pada level administrator dengan metode Full Time Equivalent. (FTE) melalui audit manajemen sumber daya manusia dengan metode analitik observasional cross sectional. Hasil penelitian menunjukan bahwa beban kerja yang ditanggung karyawan pada level administrator adalah 64 % atau 25 karyawan memiliki beban kerja rendah/underload, 33% atau 13 karyawan memiliki beban kerja normal/fit, dan 3% atau 1 karyawan memiliki beban kerja tinggi/overload. Sedangkan jumlah kebutuhan tenaga kerja optimal pada level administrator adalah 34 karyawan. Untuk mengoptimalkan kinerja karyawan dapat dilakukan dengan merubah komposisi jumlah tenaga kerja sesuai perhitungan jumlah tenaga kerja optimal  dan melakukan penyusuanan kembali job description.  AbstractThe increase of motorcycle market growth in Indonesia is getting higher from year to year. The rapid development of automotive industry, especially motorcycle, is also balanced with the increase of competition among motorcycle producers who are more dynamic, competitive, and tends to be difficult for predicting in this globalization era. A company needs human resources who are able to work effectively and efficiently to motivate the achievement of company’s vision, mision, and goal. In producing human resources who can work effectively and efficiently needs an accurate human resource management. Planning and managing of human resources can be carried out by using workload analysis. There is an interesting phenomenon in Astra Motor ( PT Astra International Tbk- Honda Sales Operation region Semarang) that there is an incompatibility between the workload and the number of workers which cause  inefficiency works. Therefore, it needs to be carried out the workload measurement as the basis of the measurement of optimal worker needs. In this research, it discusses the workload measurement of PT Astra International Tbk- Honda Sales Operation region Semarang workers at the administrator level by using Full Time Equivalent method ( FTE ) through human resource management audit by using observational cross sectional analytic method. The results show that the workload that is warranted by workers at the administrator level is 64% or 25 workers have underload, 33% or 13 workers have normal/fit, and 3% or 1 worker has overload whereas the total number of optimal worker needs at the administrator level are 34 workers. To optimize employee performance can be done by changing the composition of manpower according to the calculation of optimal manpower and reconstitute job description.
PENGEMBANGAN USAHA EKSPOR PADA PERUSAHAAN JENANG KUDUS KHARISMA DENGAN IMPLEMENTASI HACCP (HAZARD ANALYSIS CRITICAL CONTROL POINTS) DAN DAMPAKNYA TERHADAP ASPEK KELAYAKAN INVESTASI Dentista Puspitawangi; Haryo Santoso; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.908 KB)

Abstract

Jenang merupakan makanan khas Kudus yang mulai merambah pasar ekspor. Namun, kasus keracunan pangan yang banyak terjadi menyebabkan konsumen semakin selektif dalam memilih produk pangan. Bahkan negara-negara tujuan ekspor produk pangan Indonesia mulai menerapkan aturan baru terkait keamanan pangan produk impor. Sementara, sebagian besar pengusaha makanan Indonesia belum mengetahui tentang pemenuhan jaminan keamanan pangan tersebut. Masalah ini menjadi kendala bagi industri kecil untuk mengembangkan usahanya.HACCP (Hazard Analysis Critical Control Points) merupakan sistem manajemen mutu keamanan pangan yang direkomendasikan oleh Codex Alimentarius Commision (CAC). HACCP mendasarkan kepada kesadaran atau perhatian bahwa bahaya akan timbul pada berbagai titik atau tahap produksi, tetapi pengendaliannya dapat dilakukan untuk  mengontrol bahaya-bahaya tersebut.Hasil penelitian menunjukkan Perusahaan Jenang Kharisma dapat menyasar pasar ekspor, terutama pasar ekspor Malaysia dengan potensi pasar sebesar 95,15%. Dengan penerapan HACCP ditemukan 8 titik kritis yang perlu diperhatikan, yaitu suplai air, bahan tambahan pangan, penerimaan bahan baku, pemasakan jenang, pendinginan adonan jenang, pengirisan jenang, pengemasan jenang, dan proses distribusi jenang. Dalam jangka waktu 3 tahun 7 bulan dengan NPV sebesar Rp. 1.944.081.024, 62, dan nilai IRR sebesar 84%, maka PJ. Kharisma layak melakukan pengembangan usaha ekspor.   AbstractJenang is a Kudus traditional food which started to have known globally. However, many cases of food poisoning cause the consumers become more selective for choosing food products. Even for export destination countries from Indonesia food products have started to apply a new regulations related to food safety of imported products. Meanwhile, mostly Indonesian food entrepreneurs do not know yet about the fulfillment of the food safety assurance. The problem has become an obstacle for small industry to develop their business.HACCP (Hazard Analysis Critical Control Points) is a food safety management system which recommended by Codex Alimentarius Commision (CAC). HACCP based on awareness that danger will arise at various points, but restraint can be done to control these hazards.The result showed that Jenang Kharisma Company could target the export market, especially Malaysia export market with 95,15% potential market. With HACCP implementation,  eight critical points that need to be considered have been found, there are water supply, food additives, receiving raw material, cooking jenang, dough cooling jenang, slicing jenang, packaging jenang, and jenang distribution processes. In 3 years and 7 months with NPV at Rp. 1.944.081.024, 62 and the IRR value at 84%, PJ. Kharisma worth to do export business development.
IDENTIFIKASI BAHAYA, PENGENDALIAN RESIKO DAN KESELAMATAN KERJA PADA BAGIAN BENGKEL REPAIR GALANGAN KAPAL DENGAN MENGGUNAKAN METODE JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) DI PT JANATA MARINA INDAH, SEMARANG Fran Mahendar; Darminto Pujutomo
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.126 KB)

Abstract

Masalah keselamatan secara umum di PT Janata Marina Indah I masih perlu mendapatkan perhatian. Data cedera yang pernah terjadi baik bersifat ringan maupun cukup serius bahkan menimbulkan kematian menunjukkan bahwa kecelakaan kerja pernah terjadi pada tahun 2011-2013 di bengkel repair galangan kapal.          Berdasarkan informasi dari pihak manajemen perusahaan diperoleh informasi bahwa penelitian terkait dengan kecelakaan kerja belum pernah dilakukan, sementara di sisi lain fakta menunjukkan adanya kejadian terkait dengan kecelakaan kerja di masa lalu. Oleh karena itu, penelitian ini menarik untuk dilakukan dalam rangka memberikan masukan kepada perusahaan untuk dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat sebagai upaya untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja di kemudian hari, sehingga pada gilirannya dapat meningkatkan produktivitas kerja karyawan.Kecelakaan pertama pada bagian Lambung menempati angka tertinggi yaitu 24 kecelakaan kerja, kecelakaan kedua pada bagian listrik 5 kecelakaan kerja, kecelakaan ke tiga pada bagian pembersihan badan kapal, pengecatan badan kapal, pemeriksaan las-lasan 4 kecelakaan kerja, kecelakaan ke empat pada bagian pemeriksaan pipa 1 kecelakaan kerja.Menyusun prosedur kerja yang benar merupakan salah satu keuntungan dari menerapkan Job Safety Analysis (JSA), yang meliputi mempelajari dan melaporkan setiap langkah pekerjaan, mengidentifikasi bahaya pekerjaan yang sudah ada atau potensi, melakukan penilaian resiko (Risk Assessment) pada aktivitas kerja yang sudah ada atau berpotensi resiko dan menentukan jalan terbaik untuk mengurangi dan mengeliminasi bahaya.Dalam proses penelitian ini penulis menggunakan metode JSA (Job Safety Analysis). Dipilihnya metode Job Safety Analysis karena peneliti ingin mengidentifikasi bahaya yang berfokus pada interaksi antara pekerja, tugas/pekerjaan, alat dan lingkungan. Setelah diketahui bahaya yang tidak bisa dikendalikan, maka dilakukan usaha untuk menghilangkan atau mengurangi resiko bahaya ke tingkat level yang bisa diterima.     AbstractOccupational safety issues  is generally in PT Janata Marina Indah I still need to get attention. Data injuries that never happened either be mild or quite serious and even cause death showed that the accident happened in the year 2011-2013 in the workshop repair shipyard. The first accident on the hull occupies the highest ever at 24 accidents, electrical accidents both at the 5 accidents, accidents to three on the hull cleaning , hull painting , welding - weld inspection 4 accidents,Based on the information obtained from the management company that the information related to the work accident research has not been done, while the other side shows the incidence of facts related to occupational accidents in the past. Therefore, it is interesting to do research in order to provide input to the company to be able to create a working environment that is safe and healthy in an effort to prevent the occurrence of occupational accidents in the future, which in turn will improve employee productivity.The first accident on the hull occupies the highest ever at 24 accidents, electrical accidents both at the 5 accidents, accidents to three on the hull cleaning, hull painting, welding-weld inspection 4 accidents, accidents to four in the pipeline inspection 1 accidents.Constructing the correct working procedures is one of the advantages of implementing Job Safety Analysis (JSA), which includes the study and report each step of work, conduct a risk assessment in a potentially dangerous work activities  identifying job hazards existing or potential and determine the best way to reduce and eliminate danger.In the course of this study the authors use the method of JSA (Job Safety Analysis). Job Safety Analysis method was chosen because the researchers wanted to identify the hazards that focuses on the interaction between the worker, the task / job, the tools and the environment. Having in mind the dangers that can not be controlled, then an attempt is made to eliminate or reduce the risk of harm to a level acceptable levels.    

Page 2 of 2 | Total Record : 19


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024 Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024 Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024 Vol 13, No 1 (2024): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2024 Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023 Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023 Vol 12, No 2 (2023): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2023 Vol 12, No 1 (2023): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2023 Vol 11, No 4 (2022): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2022 Vol 11, No 3 (2022): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2022 Vol 11, No 2 (2022): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2022 Vol 11, No 1 (2022): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2022 Vol 10, No 1 (2021): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2021 Vol 9, No 4 (2020): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2020 Vol 10, No 4 (2021): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2021 Vol 10, No 3 (2021): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2021 Vol 9, No 3 (2020): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2020 Vol 9, No 2 (2020): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2020 Vol 9, No 1 (2020): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2020 Vol 8, No 4 (2019): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2019 Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019 Vol 8, No 2 (2019): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2019 Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019 Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018 Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018 Vol 7, No 2 (2018): WISUDA PERIODE APRIL 2018 Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018 Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017 Vol 6, No 3 (2017): wisuda periode juli 2017 Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017 Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017 Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016 Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Juli Tahun 2016 Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016 Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016 Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015 Vol 4, No 3 (2015): Wisuda Juli Tahun 2015 Vol 4, No.2 Tahun 2015 Vol 4, No.1 Tahun 2015 volume 3,nomor 4,tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012 More Issue