cover
Contact Name
Eko Didik Widianto
Contact Email
rumah.jurnal@live.undip.ac.id
Phone
+6281390576830
Journal Mail Official
jurnalbiologi@live.undip.ac.id
Editorial Address
Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Akademika Biologi
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26219824     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Akademika Biologi diterbitkan oleh Departemen Biologi Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro Semarang. Jurnal ini sebagai media publikasi hasil karya ilmiah lulusan S1 Departemen Biologi. Jurnal Akademika Biologi menerima artikel-artikel yang berhubungan dengan bidang ilmu biologi.
Articles 234 Documents
Komposisi Struktur Vegetasi di Kawasan Wisata Alam Wono Lestari, Candi Gedong Songo, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah Fina Athaula Nurjanah Jatmiko; Jumari Jumari; Erry Wiryani
Jurnal Akademika Biologi Vol. 9 No. 1 Januari 2020
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.773 KB)

Abstract

Kawasan Wisata Alam Wono Lestari merupakan salah satu kawasan hutan wisata yang terletak di Candi Gedong Songo, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Kawasan Wono Lestari dibedakan menjadi dua stasiun yaitu hutan pinus dan hutan campuran sebagai objek penelitian. Tujuan penelitian adalah mengkaji komposisi vegetasi, struktur vegetasi, dan cadangan karbon pada kawasan area wisata alam Wono Lestari Candi Gedong Songo, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Pengambilan sampel menggunakan metode kuadrat dengan plot 10m x 10m untuk pohon, 5m x 5m untuk perdu, dan 1m x 1m untuk herba. Peletakan plot kuadrat dilakukan secara sistematis pada garis transek. Pengamatan tiap plot terdiri dari nama jenis, jumlah individu, DBA pada pohon, covering pada perdu dan herba. Analisis data meliputi kerapatan, dominansi, frekuensi, dan indeks nilai penting serta indeks keanekaragaman Shannon-Wienner. Penentuan potensi cadangan karbon setiap unit contoh diambil data pohon berdiri, necromass, serasah dan contoh tanah. Pada penelitian ini, ditemukan 21 famili terdiri dari 5 jenis pohon, 20 jenis perdu, dan 18 jenis herba. Jenis pinus secara konsisten mempunyai INP tertinggi pada tingkat pohon pada Hutan pinus (242,90%) dan hutan campuran (185%). Jenis kirinyuh mempunyai INP tertinggi pada tingkat perdu di hutan pinus (118%) dan jenis tanaman remujung mempunyai INP tertinggi pada tingkat perdu di hutan campuran (73%). Jenis rumput jariji mempunyai INP tertinggi pada tingkat herba di hutan pinus (86%) dan jenis remujung yang mempunyai INP tertinggi pada tingkat herba di hutan campuran (73%). Rata-rata simpanan karbon hutan pinus adalah 10,89 ton/ha, sedangkan simpanan karbon hutan campuran adalah 18,93 ton/ha.
Tingkat Kesamaan Mikroarthropoda Tanah di Ekosistem Lahan Pertanian Organik dan Anorganik Mochamad Hadi
Jurnal Akademika Biologi Vol. 9 No. 1 Januari 2020
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.968 KB)

Abstract

Mikroartropoda tanah bersama artropoda tanah lainnya mempunyai peran penting dalam proses dekomposisi material organik di dalam tanah. Lahan pertanian memiliki kandungan bahan organik yang cukup melimpah karena selalu ada penambahan pupuk sebagai sumber energi dan sebagai sarana produksi pertanian. Penelitian dilakukan di ekosistem lahan pertanian organik dan anorganik Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kota Salatiga. Tujuan penelitian adalah mengkaji kelimpahan, kepadatan, dan tingkat kesamaan mikroartropoda tanah di ekosistem lahan pertanian organik dan anorganik. Penelitian dilakukan dengan metode pengambilan cuplikan tanah dan ekstraksi dengan Barlese Tulgren Funnel Extractor. Kelimpahan tertinggi mikroartropoda di ekosistem lahan pertanian organik adalah taksa Carabidae (26,55%) dan Prostigmata (13,27%), sedangkan di lahan pertanian anorganik kelimpahan tertinggi adalah taksa Carabidae (17,24%) dan larva Coleoptera (13,79%). Kepadatan mikroartropoda di ekosistem lahan pertanian organik adalah 2260 individu/m2 , lebih tinggi daripada di lahan pertanian anorganik yaitu 1160 individu/m2 . Kekayaan taksa mikroartropoda tanah di lahan pertaian organik adalah 28 taksa, sedikit lebih banyak dibandingkan dengan kekayaan taksa mikroartropoda lahan pertanian anorganik, yaitu 23 taksa. Tingkat kesamaan taksa mikroartropoda tanah antara lahan pertanian organik dan laham pertanian anorganik dalam tingkatan sedang (kurang dari 60%) yaitu 47,06%. Mikroartropoda tanah di ekosistem lahan pertanian organik dan lahan pertanian anorganik relatif cukup sama.
Pertumbuhan Daun Tanaman Cabai (Capsicum annuum L.) yang Diinfeksi Fusarium oxysporum pada Umur Tanaman yang Berbeda Himmatul Ulya; Sri Darmanti; Rejeki Siti Ferniah
Jurnal Akademika Biologi Vol. 9 No. 1 Januari 2020
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.098 KB)

Abstract

Cabai merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang ditanam di Indonesia. Salah satu penyakit yang menyerang tanaman cabai adalah layu fusarium. Layu fusarium diakibatkan oleh infeksi fungi Fusarium oxysporum. Infeksi F.oxysporum menyebabkan pengguguran daun lebih cepat sehingga menyebabkan penurunan daerah fotosintesis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan pengguguran daun tanaman cabai yang diinfeksi fungi F.oxysporum pada fase vegetatif dan generatif. Parameter yang diamati adalah jumlah daun yang dihitung setiap 5 hari, luas daun dihitung setiap 20 hari, dan jumlah daun gugur yang dihitung setiap 5 hari. Setiap perlakuan dilakukan 5 ulangan. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah tanaman cabai yang diinfeksi fungi F.oxysporum pada fase generatif mengalami penurunan pertumbuhan daun lebih tinggi dan pengguguran daun lebih banyak bila dibandingkan dengan tanaman cabai yang diinfeksi F.oxysporum pada fase vegetatif.
Pengaruh Lama dan Tempat Penyimpanan yang Berbeda Terhadap Kandungan Gizi Umbi Jalar (Ipomoea batatas) var. Manohara Novita Ismi Faizah; Sri Haryanti
Jurnal Akademika Biologi Vol. 9 No. 2 Juli 2020
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.123 KB)

Abstract

Penanganan pasca panen yang baik bertujuan untuk memberikan perlindungan produk dari kerusakan dan memperpanjang masa simpan. Ubi Jalar (Ipomoea batatas var. Manohara) adalah produk pertanian yang mudah rusak saat dipanen, sehingga dibutuhkan penanganan yang baik untuk mempertahankan kualitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menggali potensi kualitas dan perubahan fisiologi umbi jalar varietas manohara dengan perbedaan perlakuan lama penyimpanan yaitu : 0 hari, 14 hari dan 28 hari pada dua tempat yang berbeda yaitu : diatas lantai dan didalam wadah kardus. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan 2 faktor yaitu lama penyimpanan (0 hari, 14 hari dan 28 hari) dan tempat penyimpanan (diatas lantai dan didalam wadah kardus). Parameter penelitian terdiri dari perubahan kimiawi (Kadar air, kadar abu, kadar lemak kasar, kadar serat kasar, kadar protein kasar dan BETN/Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen) dan perubahan fisiologi (susut bobot). Hasil penelitian menunjukkan susut bobot tertinggi pada umbi jalar yang disimpan didalam wadah kardus pada lama penyimpanan 28 hari. Perlakuan lama dan tempat penyimpanan yang berbeda tidak berpengaruh terhadap kualitas umbi jalar. Lama penyimpanan 28 hari dan tempat penyimpanan di lantai merupakan keadaan paling balik untuk mempertahankan kandungan gizi ubi jalar.
Perbandingan Keanekaragaman dan Kelimpahan Insekta pada Sawah Organik dan Sawah Semi Organik di Sekitar Danau Rawa Pening, Ambarawa Widya Zeki Ravelia; Jafron Wasiq Hidayat; Mochamad Hadi
Jurnal Akademika Biologi Vol. 10 No. 1 Januari 2021
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.7 KB)

Abstract

Serangga merupakan biota asosiasi paling banyak di habitat persawahan, dapat berperan sebagai hama, predator ataupun musuh alami di suatu ekosistem pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman , dominan, kelimpahan dan pengaruh faktor fisik lingkungan terhadap keragaman serangga pada sawah organik dan sawah semi organik. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak tiga kali. Setiap pengambilan sampel menggunakan metode, yaitu sweep net dan di analisi dengan indeks keanekaragaman jenis Shannon Wiener dan indeks kelimpahan. Hasil penelitian menunjukkan jumlah individu dan jumlah jenis yang didapatkan pada sawah organik lebih tinggi dibandingkan sawah semi organik. Serangga yang dominan ditemukan, yaitu Archimantis latistyla, Paranaemia vittigera, Oxyus chinensis, Leptosia acuta Keragaman jenis serangga pada sawah organik dan sawah semi organik termasuk dalam kategori sedang yaitu pada sawah organic 2,046 sedangkan pada sawah semi organic 2,047. Indeks kemerataan serangga sawah organik yaitu o,79 dan sawah semi organik 0,93 termasuk dalam kategori merata Indeks kesamaan antara kedua lahan pengambilan sampel menunjukkan tingkat kesamaan yang berbeda. Faktor fisik lingkungan seperti kelembaban udara 70%-85% suhu udara 22oC kecepatan angin 10m/s dan intensitas cahaya matahai 4 dapat berpengaruh terhadap aktivitas serangga di lahan penelitian.
Deteksi Escherichia coli dalam Sampel Obat Tradisional Jenis Jamu Bubuk di Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang Theresia Damayanti; Susiana Purwantisari
Jurnal Akademika Biologi Vol. 9 No. 2 Juli 2020
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.149 KB)

Abstract

Obat tradisional adalah obat yang seringkali dikonsumsi oleh masyarakat karena, murah, dan dipercaya secara turun-temurun sebagai alternatif menyembuhkan berbagai penyakit. Peraturan Menteri Nomor 661/Menkes/SK/VII/2008 tentang persyaratan obat tradisional menyatakan bahwa obat tradisional harus bebas dari mikroba patogen, salah satunya adalah Escherichia coli. Escherichia coli adalah bakteri flora normal pada usus manusia. Escherichia coli dapat bersifat patogen apabila hidup diluar usus manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan Escherichia coli pada sampel obat tradisional jenis jamu bubuk koleksi BBPOM Semarang. Metode yang dilakukan untuk penelitian ini adalah metode Analisa PPOMN Tahun 2016 di Laboratorium Mikrobiologi Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Semarang (BBPOM Semarang). Hasil Penelitian pada sampel obat tradisional jenis jamu bubuk yang diperoleh dari BBPOM Semarang menunjukkan hasil negatif. Hal ini diketahui dengan tidak adanya perubahan warna pada medium MCA (Mac Conkey Agar) dari merah bata menjadi merah muda.
Uji Bakteriologis Air Kemasan dengan Metode Most Probable Number (MPN) pada Sistem Quanti-Tray di PDAM Tirta Gemilang, Kabupaten Magelang Sofatun Misrofah; Susiana Purwantisari
Jurnal Akademika Biologi Vol. 10 No. 1 Januari 2021
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.102 KB)

Abstract

Air merupakan senyawa yang sangat penting bagi kehidupan baik manusia, hewan, tumbuhan maupun mikroorganisme. Air minum dalam kemasan adalah air minum yang telah diproses, dikemas dan diminum langsung tanpa dimasak. Oleh sebab itu, perusahaan air minum selalu memeriksa kualitas produknya sebelum didistribusikan pada masyarakat dan sesuai dengan persyaratan kualitas air minum. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk untuk mengetahui kualitas air minum kemasan yang di produksi oleh PDAM Tirta Gemilang Kabupaten Magelang berdasarkan uji bakteriologis menggunakan sistem Quanti-Tray dan didukung dengan uji fisik serta uji kimia. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimental dengan lima sampel yaitu air baku, air proses, air kemasan cup, air kemasan botol, dan air kemasan galon. Sampel air di uji secara bakteriologis menggunakan sistem Quanty-Tray yang didukung uji fisik dan uji kimia. Hasil penelitian menunjukkan hanya air kemasan cup yang memenuhi standar yang direkomendasikan Menteri Kesehatan sebagai air minum. Sementara itu, air kemasan botol dan air kemasan galon tidak memenuhi kriteria sebagai air minum karena terdapat bakteri Coliform.
Isolasi Bakteri Endofit Daun Alang-Alang (Imperata cylindrica) dan Metabolit Sekundernya yang Berpotensi sebagai Antibakteri Puteri Aryani; Endang Kusdiyantini; Agung Suprihadi
Jurnal Akademika Biologi Vol. 9 No. 2 Juli 2020
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.724 KB)

Abstract

Alang-alang (Imperata cylindrica) merupakan suatu gulma yang tahan terhadap kondisi panas dan kering, serta merupakan gulma tingkat tinggi yang dapat menginvasi suatu habitat. Hal tersebut memungkinkan alang-alang memiliki potensi metabolit sekunder akibat adanya adaptasi pertahanan tubuh dari lingkungan yang ekstrem. Penelitian tentang potensi metabolit sekunder untuk antibakteri dari bakteri endofit daun alang-alang belum banyak dilakukan. Bakteri endofit merupakan mikroorganisme yang tumbuh dalam jaringan tumbuhan. Kemampuan bakteri endofit memproduksi senyawa metabolit sekunder yang sama dengan tanaman inangnya merupakan peluang yang dapat diandalkan untuk memproduksi metabolit sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi bakteri endofit dari daun alang-alang dan metabolit sekundernya yang berpotensi sebagai antibakteri, serta dilakukan skrining metabolit sekunder dengan metode kualitatif. Isolasi bakteri endofit dari daun alang-alang dilakukan dengan karakterisasi  berdasarkan makroskopis. Uji aktivitas antibakteri adalah metode difusi agar (Disk diffusion test) dengan menggunakan dua bakteri uji : Escherichia coli, dan Staphylococcus aureus. Jumlah bakteri endofit yang diperoleh sebanyak empat isolat dengan kode BE1, BE2, BE3 dan BE4. Keempat isolat bakteri endofit yang didapatkan mempunyai persamaan metabolit sekunder dengan ekstrak daun alang-alang, dan menunjukkan hasil positif terhadap alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Total Fenol yang dihasilkan Isolat BE1, BE2, BE3, dan BE4 adalah 15,33 mg/l;  62,56 mg/l; 61,17 mg/l, dan 27,56 mg/l. Berdasarkan hasil rata-rata diameter zona hambat isolat bakteri endofit BE1, BE2, BE3 dan BE4 mampu menghambat Escherichia coli dengan respon hambatan lemah yaitu dari (1 – 4,8 mm), sedangkan Staphylococcus aureus dengan respon hambatan lemah berkisar dari (1 – 5,8 mm). 
Kelimpahan dan Keanekaragaman Serangga pada Sawah Organik dan Konvensional di Sekitar Rawa Pening Deni Elisabeth; Jafron Wasiq Hidayat; Udi Tarwotjo
Jurnal Akademika Biologi Vol. 10 No. 1 Januari 2021
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.543 KB)

Abstract

Serangga merupakan hewan yang memiliki jumlah terbesar di bumi, sehingga dengan dominasi tersebut menjadikan serangga sebagai penyambung kebutuhan dalam siklus energi dengan berbagai peran yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui kelimpahan dan keakaragaman serangga pada sawah organik dan sawah konvensional di sekitar Rawa Pening, mengetahui jenis serangga pada sawah padi organik dan sawah konvensional di Rawa Pening dan untuk mengetahui kondisi faktor lingkungan yang mempengaruhi kelimpahan dan keanekaragaman serangga di sawah organik dan sawah konvensional. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak tiga kali.Pengambilan sampel menggunakan metode sweep net dan di analisi dengan indeks keanekaragaman jenis Shannon Wiener dan indeks kelimpahan. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu jumlah individu pada sawah organic individu lebih tinggi (52 individu) dibandingkan dengan sawah konvensional (46) individu) dan pada jumlah jenis sawah organik lebih rendah dibandingkan dengan sawah konvensional. Serangga yang dominan pada sawah organik yaitu Archimantis, Kosciuscola, Conocephalus, Axion, Pantala, Acisoma dan Leptocorisa. Keanekaragaman pada sawah organik dan konvensional termasuk kategori sedang yaitu pada sawah pada sawah organik 2,04 dan sawah konvensional 2,40, mengindikasikan kestabilan lingkungan yang sedang. Indeks kemerataan pada sawah organik yaitu 0,79 dan pada sawah konvensional 0,88 yang termasuk dalam kategori merata. Faktor fisik lingkungan seperti kelembaban udara 80-95 %, kecepatan angin 10-15m/s, pada temperature udara 20-22˚C dan pada intensitas cahaya matahari 5; masih sesuai bagi aktivitas serangga di lahan persawahan.
Keragaman Anggota Lepidoptera di Kawasan Agrowisata Jollong Kabupaten Pati Mochamad Hadi; Muhammad Abu Naim
Jurnal Akademika Biologi Vol. 9 No. 2 Juli 2020
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.827 KB)

Abstract

Agrowisata Jollong terletak di Desa Jollong, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Perkebunan kopi menjadi komoditas terbesar di lokasi Agrowisata Jollong. Adanya kupu-kupu tentu berpengaruh positif secara langsung maupun tidak langsung terhadap produktivitas perkebunan karena peran kupu-kupu sebagai pollinator. Penelitian bertujuan untuk mengetahui keragaman anggota Lepidoptera di kawasan Agrowisata Jollong Kabupaten Pati. Data diambil menggunakan metode  Point Count. Data dianalisis menggunakan indeks kelimpahan, indeks keragaman dan indeks kemerataan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat  216 individu dari 34 spesies dan 5 famili. Indeks keragaman kupu-kupu di Agrowisata Jollong dikategorikan sedang dengan kisaran nilai H’ 2,53 - 2.77. Indeks kemerataan termasuk tinggi dan merata, dengan kisaran nilai e 0.82 - 0.88. Terdapat 5 spesies dominan tetapi hanya Eurema blanda dan Leptosia nina yang dominan di semua lokasi yang diteliti. Spesies dominan di sekitar pabrik adalah Chilades pandava, Eurema blanda, Papilio memnon dan Leptopsia nina.  Spesies dominan di Kebun Kopi adalah Eurema blanda, Eurema hecabe dan Leptosia nina. Spesies dominan di sekitar air terjun adalah Eurema blanda dan Leptosia nina. Spesies dominan di sekitar sungai adalah Eurema blanda dan Leptosia nina. Dari semua spesies yang ditemukan terdapat 2 spesies yang dilindungi menurut PP No.7 Tahun 1999 yaitu Troides helena dan Troides amphrysus. Terdapat satu spesies yaitu Mycalesis janardana memiliki status Least Concern IUCN (berisiko rendah) sedangkan yang lain berstatus NE (Not Evaluated).