cover
Contact Name
Sugeng Setia Nugroho
Contact Email
sugengsnugroho@uny.ac.id
Phone
+628562977629
Journal Mail Official
sugengsnugroho@uny.ac.id
Editorial Address
Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta Jl. Colombo No. 1 Karangmalang Yogyakarta 55281, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Medikora: Jurnal Ilmiah Kesehatan Olahraga
ISSN : 02169940     EISSN : 27212823     DOI : 10.21831
Core Subject : Health, Education,
MEDIKORA is a sports health scientific journal published by the Sports Science Study Program of the Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Yogyakarta which contains the results of critical analysis studies and research in the field of sports health. The Journal is published twice a year (April and October).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol II, No. 2,Oktober 2006" : 7 Documents clear
PENGARUH LATIHAN INTERVAL AEROBIKTERHADAP PENURUNAN KADAR GULADARAH PADA PENDERITA DIABETESMELITUS USIA LANJUT C Fajar Sriwahjoiniati dan Siswantoyo
MEDIKORA Vol II, No. 2,Oktober 2006
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3119.27 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v11i2.4768

Abstract

Penyakit degeneratif yang menonjol saat ini adalah penyakitjantung, hipertensi, dan penyakit diabetes melUtus. Penyakitdiabetes kebanyakan sering dijumpai pada usia lanjut. Penyakitdegeneratif mulai menggescr penyakit kronis lainnya. Penyebabterjadinya penyakit tersebut, antara lain: gaya hidup, pola makan,dan aktivitas fisik yang sangat kurang. Olahraga merupakan salahsatu altematif yang dapat bersifat preventif dan kuratif terhadappenyakit. Olahraga tidak hanya dibutuhkan bagi yang masih muda,tetapi juga bagi yang berusia lanjut. Banyak macam olahragaditawarkan untuk menurunkan gula darah, seperti senampernapasan, dan senam aerobik. Pertanyaannya olahraga yangbagaimana, yang efektif dan efisien bagi usia lanjut khususnyaperempuan?Penelidan ini akan mcngkaji treatment ^tn?^m diabetes melitusdengan metode interval aerobik yang diberikan kepadaperempuan usia lanjut yang menderita diabetes meUtus selama 8minggu, frekuensi 3 kaU/minggu. Metode yang dipakai dalampeneHrian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakanrancangan pretest posttest group design
PENGARUH PELATIHAN OLAHRAGA RENANGINTENSITAS SEDANG DAN INTENSITAS TINGGITERHADAP RESPONS SEL ABSORPTIF SEBAGAIPENGABSORPSI HASIL PENCERNAAN PADAUSUS HALUS I Wayan Artanayasa dan I Nyoman Kanca
MEDIKORA Vol II, No. 2,Oktober 2006
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3185.525 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v11i2.4769

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruhpelatihan olahraga renang dengan intensitas sedang dan intensitastinggi terhadap respons sel absortif sebagai pengabsorpsi hasilproses pencernaan di usus halus.Jenis penelitian tergolong eksperimental laboratoris,menggunakan rancangan ''theseparatesarfTplepretest-posttestamtrolgrcxpdesign". Data dianalisis dengan rumus t-test program SPSS 10.Penelitian menggunakan pelatihan olahraga renang denganintensitas sedang dan intensitas tinggi selama 4 minggu (12 kalipelatihan) pada hewan coba tikus putih jantan jenis wistar, umur± 5 bulan, berat badan 246-278 gram, eksperimen dilakukanmalam hari, pukul 19.30-22.30 WIB, suhu air 28-30° C. Hewancoba sebanyak 80 ekor yang homogen dibagi menjadi 4 kelompoksecara alokasi rwxhn [random asd^vnent) berdasarkan undian, yaitusatu kelompok pretest, satu kelompok kontrol, dan dua kelompokperlakuan (satu kelompok pelatihan olahraga renang denganintensitas sedang, dan satu kelompok pelatihan olahraga renangdengan intensitas tinggi.Hasil penelitian menunjukkan, bahwa (1) pelatihanolahraga renang dengan intensitas sedang dan intensitas tinggidapat meningkatkan respons sel absorptif, detigan nilai I = -73,281,p = 0,000, (2) ada perbedaan pengaruh antara olahraga renangintensitas sedang dengan olahraga intensitas tinggi padapeningkatan respons sel absorptif (t = -0,860 p = 0,393). Dapatdisimpulkan, bahwa (1) pelatihan olahraga ren ang dengan intensitassedang dan intensitas tinggi selama 4 minggu dapat meningkatkanjumlah sel absorptif di usus halus, (2) ada perbedaan antarapelatihan olahraga dengan intensitas sedang dan intensitas tinggipada peningkatan jumlah sel absorptif. Peningkatan jumlah selabsorptif pada pelatihan olahraga renang intensitas sedang lebihsedikit dibanding dengan pelatihan olahrga renang intensitastinggi.Kata kunci: pelatihan, olahraga, sel, usus halus.
LATIHAN TIDAK TERATUR DANKERUSAKAN JARINGAN Widiyanto dan Yudik Prasetyo
MEDIKORA Vol II, No. 2,Oktober 2006
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3495.079 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v11i2.4764

Abstract

Prinsip latihan yang teratur dengan cara memberikantekanan fisik secara teratur, sistematik, berkesinambungansedemikian rupa sehingga dapat meningkatkan kemampuan fisikdi dalam melakukan aktivitas. Latihan yang tidak teraturmerupakan latihan fisik yang dilakukan dengan frekuensi yang tidakteratur. Latihan yang tidak teratur ini tidak mempunyai programlatihan yang tepat dan juga tidak mempunyai dosis latihan yangtepat. Latihan yang dilakukan dengan frekuensi yang tidak teraturakan menyebabkan terjadinya kerusakan jaringan. ' -Kerusakan jaringan adalah suatu kondisi dalam tubuh yangmenyebabkan terjadinya gangguan fungsi dari suatu jaringan salahsatu hal yang memicu terjadinya kerusakan jaringan adalahterjadinya ketidakseimbangan antara produksi oksidan dan amioksidan {stress oksidatif). Salah satu teori yang dapat digunakanuntuk menjelaskan tentang terjadinya kerusakan jaringan akibatlatihan adalah teori tentang radikal bebas.Indikator paling baik yang digunakan sebagai tandakerusakan jaringan adalah keratin kinase, karena mempunyai dayasensitivitas yang tinggi terhadap terjadinya kerusakan jaringan. ;..Kata kunci: latihan, kerusakan jaringan, radikal bebas.
OLAHRAGA DAN KESEHATAN REPRODUKSI I Nyoman Kanca
MEDIKORA Vol II, No. 2,Oktober 2006
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3457.82 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v11i2.4765

Abstract

Pelaksanaan program pelatihan olahraga yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja gerak fisik seharusnya dapatmenimbulkan respons adaptasi ketahanan tubuh yang tercermindalam kondisi sehat. Kondisi sehat merupakan dasar dan sekaligusmenjadi tujuan dalam pembinaan kebugaran jasmaniPelatihan olahraga dapat meningkatkan ketahanan tubuhdan dapat digunakan untuk mengatasi kecepatan kemunduranorgan dan pengembangan terapi biologik pada beberapa macampenyakit. Pelatihan olahraga yang teratur dapat meningkatkankemampuan fisiologik organ tubuh 25 % lebih tinggi dibandingkandengan orang yang tidak aktif, demikian juga orang yangmelakukan pelatihan olahraga yang terattir di waktu umur 50 tahundidapatkan kemampuan fungsi neuromuskulo-skeletal dankardiorespirasi yang hampir sama dengan orang yang berumur20-30 tahun. Pelatihan olahraga merupakan salah satu cara yangefektif untuk meningkatkan kondisi fisik, psikis, dan sosialseseorang, sebab dengan melakukan olahraga kebugaran seseorangtetap terjaga dan terhindar dari berbagai penyakit dan stres yangdapat mengganggu seseorang dalam melakukan aktivitas seksual.Kebugaran dan kesehatan fisik, psikis, dan sosial merupakanmodal utama untuk dapat melakukan aktivitas seksual denganoptimal, dengan demikian kebugaran dan kesehatan fisik, psikis,dan sosial harus dijaga dengan baik melalui pelatihan olahraga.Seseorang tidak dapat melakukan aktivitas seksual apabila keadaantubuh dan pikirannya terganggu. Jadi kehidupan seksual yang sehatterdapat pada pasangan yang sehat baik secara fisik, psikis, maupunsosialnya. Gairah seks bertambah berkat aktivitas olahraga yangteratur, sebab olahraga terbukti mampu meningkatkan kadarhormon testoteron bagi laki-laki dan hormon estrogen bagiperempuan. Kedua hormon tersebut memberi pengaruh langsungterhadap kemauan dan kepuasan seksual.Rata kunci: olahraga, kesehatan, reproduksi.
KONSUMSI PROTEIN UNTUKPENINGKATAN PRESTASI Cerika Rismayanthi
MEDIKORA Vol II, No. 2,Oktober 2006
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v11i2.4763

Abstract

Gizi yang cukup yang dapat nnenjamin kesehatan optimaldibutuhkan oleh seorang atlet untuk berprestasi tinggi. Meskipundemikian, banyak atlet yang berbakat tidak mengerti hubunganlangsung gizi yang cukup dengan bentuk tubuh, endurance,fitness,dan pencegahan terhadap kecelakaan berlatih. Tuiisan di bawahini akan membahas salah satu zat gizi, yaitu protein dalamhubungannya dengan praktik makan atlet, pertumbuhan, dankekuatan, serta performance atlet, dengan harapan bahwa atlet,pelatih, manajer, ahli gizi, dan orang-orang yang memberikanpelayanan kepada atlet, memahami serta dapat mempraktikkannyadalam tugas nyata sehari-hari.Dalam hidup protein memegang peraran yang penting.Proses kimia dalam tubuh dapat berlangsung dengan baik karenaadanya enzim, suaai protein yang berfungsi sebagai biokatalis. Disamping itu, hemoglobin dalam butir-butir darah merah ataueritrosit yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paruparuke selumh bagian aibuh, adalah satu jenis protein. Demikianpula zat-zat yang berperan untuk melawan bakteri penyakit atauyang disebut antigen, juga suatu protein.Maniisia memperoleh protein dari makanan yang berasaldari hewan dan tumbuhan. Protein yang berasal dari tumbuhandisebut protein nabati, sedangkan yang berasal dari hewan disebutprotein hewani. Beberapa sumber protein adalah daging, telur, 'susu, beras, kacang, kedelai, gandum, jagung, dan buah-buahan.Katakunci: protein, kebutuhan, prestasi
PENGARUH KESEHATAN TERHADAPPERCEPATAN PERTUMBUHAN FISIK ANAK USIA 0-2 TAHUN Endang Rini Sukamti
MEDIKORA Vol II, No. 2,Oktober 2006
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v11i2.4767

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan berlangsung dimulai daridalam kandungan yaitu semenjak terjadinya pembuahan hinggalahir sampai dewasa. Periode pertumbuhan dan perkembanganfisik maupun mental terjadi ridak hanya sekali tetapi melalui satutahap ke tahap berikutnya. Ada periode pada saat pertumbuhandan perkembangan terjadi dengan cepat, melambat, dan stabil.Anak usia 0-2 tahun mcrupakan usia yang sangat kritiskarena pada usia ini pertumbuhan dan perkembangan fisik maupunmental terjadi dengan cepat dan akan mempengaruhi perkembanganselanjutnya. Banyak faktoryangdapatmempengaruhi cepatatau lambatnya pertumbuhan dan perkembangan antara lain faktorgenetik atau keturunan dan lingkungan.Salah satu faktor lingkungan adalah faktor kesehatan.Seorang ibu yang senantiasa selalu memperhatikan dan menjagakesehatan anak yang sedang dalam masa pertumbuhan akanberdampak positif terhadap perkembangan fisik maupun mentalanak. Adanya perhatian dari orang tua maupun lingkungan sekitaranak akan membawa anak pada tingkat pertumbuhan danperkembangan yang optimal, sehingga tercipta generasi penerusyang sehat psikis maupun fisik.Kata kunci: kesehatan, pertumbuhan.
PEMENUHAN KEBUTUHAN GIZI ATLET UNTUK MENCAPAI PRESTASI SEPAK BOLA INDONESIA Komamdin, -
MEDIKORA Vol II, No. 2,Oktober 2006
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v11i2.4766

Abstract

Sepakbola meaipakan salah satu olahraga yang banyakdigemari oleh masyarakat di selumh dunia termasuk di Indonesia.Pembinaan teihadap olahraga ini telah lama dilakukan oleh indukorganisasi sepakbola Indonesia (PSSI), namun masih belummenampakkan prestasi yang menggembirakan.Pemanfaatan dan penerapan ilmu pengetahuan danteknologi dalam sepakbola modem mutlak harus sudah dilakukandalam pembinaan sepakbola. Salah satu faktor yang perludiperhatikan unmk mewujudkan prestasi sepakbola yang tinggiadalah pemanfaatan dan penerapan ilmu gizi olahraga yang benardan profesional.Kebutuhan gizi bagi pemain sepakbola meliputikarbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, air, dan serat.Pemberian makanan bergizi bagi pemain sepakbola dilakukanpada periode pelatihan, periode pertandingan, dan periodepemulihan.Katakunci: sepakbola, gizi.

Page 1 of 1 | Total Record : 7