cover
Contact Name
Sugeng Setia Nugroho
Contact Email
sugengsnugroho@uny.ac.id
Phone
+628562977629
Journal Mail Official
sugengsnugroho@uny.ac.id
Editorial Address
Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta Jl. Colombo No. 1 Karangmalang Yogyakarta 55281, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Medikora: Jurnal Ilmiah Kesehatan Olahraga
ISSN : 02169940     EISSN : 27212823     DOI : 10.21831
Core Subject : Health, Education,
MEDIKORA is a sports health scientific journal published by the Sports Science Study Program of the Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Yogyakarta which contains the results of critical analysis studies and research in the field of sports health. The Journal is published twice a year (April and October).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. V, No. 2, Oktober 2009" : 9 Documents clear
TERAPI LATIHAN PASCACEDERA BAHU BM. Wara Kushartanti
MEDIKORA Vol. V, No. 2, Oktober 2009
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2997.155 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v0i2.4685

Abstract

Cedem merupakan masalah yang sulit dihindari oleh olahragawan, baikdi dalam kompetisi maupun di saat latihan. Beberapa kasus, cedera membuatseorang olahragawan terpaksa harus pensiun dini dari dunia olahraga prestasi.Cedera diakibatkan oleh kekuatan luar yang menimpa tubuh, melebihidaya tahan jaringan tubuh. Cedera bisa mengenai otot dan tendon, sendidan ligamen, tulang, serta saraf.Berbagai model terapi latihan unmk rehabilitasi cedera sudah diteliti.Model Terapi Larihan untuk cedera bahu dan lengan telah banyak ditelitidan terbukd bermanfaat dalam memulihkan cedera, baik secara subjektifmaupun objektif komponen dasar terapi latihan melipuri latihan fleksibiiitasdan ROM, latihan kekuatan dan daya tahan otot, serta latihan proprioseptif,koordinasi, dan kelincahan.Hasil Latihan dapat diketahui adanya peningkatan fleksibiiitas atauRange of Movement (ROiVI), kekuatan, dan daya tahan otot. Untuk unsur kekuatandapat dinilai dari kemampuannya melawan beban, baik mendorong,menarik, mengangkat, maupun menekan. Untuk daya tahan otot dapat dinilaidari kemampuannya melakukan usaha secara berulang-ulang, sedangkanuntuk fleksibiiitas dinilai dari kemampuannya menusuri kisaran gerak sendi.Besarnya kisaran gerak sendi pada saat tidak cedera dapat menjadi targethasil latihan, dan secara rinci tersaji sebagai berikut: (1) fleksi ke depan: 0 -180 derajat, (2) ekstensi: 0 - 7 0 derajat, dan (3) adduksi: 0 - 4 5 derajatKata kunci: Cedera, Terapi Latihan
TINGKAT KEBUGARAN KARDIORESPIRASIGURU SDIT LUQMAN AL HAKIM YOGYAKARTA dan Suharjana, Septiyana Sari Doa
MEDIKORA Vol. V, No. 2, Oktober 2009
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2274.82 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v0i2.4686

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebugaran kardiorespirasiguru SDIT Luqman A l Hakim Yogyakarta.Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan persentase. Metodeyang digunakan adalah survai dengan teknik tes dan pengukuran. Populasidalam penelitian ini semua guru di SDIT Luqman A l Hakim Yogyakarta.Sampel yang digunakan sebanyak 60 orang yang terdiri atas 28 orang gurulaki-iaki dan 32 guru perempuan. Teknik yang digunakan untuk mengambilsampel adalah teknik sampel populasi (sensus). Instrumen yang digunakanadalah Multistage Fitness Test. Teknik analisa data menggunakan tcknik analisisdeskriptif dengan persentase.Penelitian ini menjimpulkan bahwa tingkat kebugaran kardiorespirasiguru SDIT Luqman A l Hakim Yogyakarta kategori sangat kurang 30 (50%), kategori kurang 25 (41,6 %), kategori cukup 1 (1,7 %), kategori baik4 (6,7 %), sedangkan kategori sangat baik 0 (0 %). Jadi tingkat kebugarankardiorespirasi guru SDIT Luqman A l Hakim Yogyakarta adalah sangatkurang.Kata Kunci: SDIT, Kebugaran Kardiorespirasi
RERAN SENAM DIABETES INDONESIA BAGI PENDERITA DIABETES MELLITUS Suryanto, -
MEDIKORA Vol. V, No. 2, Oktober 2009
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2249.281 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v0i2.4681

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit yang ditandai oleh tingginyakadar gula pada darah dan air seni. D M yang sekarang dikenal ada 2macam, yaim (1) Diabetes mellitus terganmng insulin (DMTI), dan (2)Diabetes mellitus tidak terganmng instilin (DMTTI). Penatalaksanaan DMdengan cara edukasi, perencanaan makanan, olahraga, dan obat-obatan.Olahraga yang teratur dapat digunakan sebagai program pengobatanDM, terutama diabetes tipe II dan sudah dikenal sejak lama selain diet danobat-obatan. Meskipun olahraga yang teramr pada penurunan gula darahD M tipe I masih kontroversial, namun mempunyai beberapa keuntungan,seperti dapat mengurangi resiko penyakit jantung, gangguan pembuluhdarah dan saraf.Prinsip olahraga bagi penderita D M harus mengikuti pemnjuk yangtelah ditentukan, yaim (1) Program latihan, (2) Porsi latihan, dan (3) Latihankaki. D i samping mengikuti pemnjuk tersebut, penderita masih mengikutipemnjuk lainnya demi keberhasilan dalam mengikuti latihan senam D Mtersebut.Kata kunci: Senam, Diabetes Mellims
PEMBERDAYAAN LANSIA DENGAN AKTIVITASOLAHRAGA REKREASI THERAPUETIK Bernadeta Suhartini
MEDIKORA Vol. V, No. 2, Oktober 2009
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2505.065 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v0i2.4676

Abstract

Perekonomian Indonesia yang semakin maju, berakibat positif bagiperbaikan lingkungan hidup dan kemajuan ilmu pengetahuan, sehinggameningkad^an usia harapan hidup sampai 65 tahun. Jumlah lansia padatahun 2005-2010 diperkirakan mencapai + 19 juta. Jumlah tersebut akanberpengaruh pada ekonomi negara, yang akan menanggung beban pendudukusia muda yang mempunyai sifat konsumtif dari pada produktif.Sebagairnana usia muda, lansia pada umumnya juga mempunyai sifat kon-^sumtif karena dianggap sudah tidak produktif dengan alasan gangguankesehatan.Model olahraga therapuetik merupakan salah sam olahraga lansiayang dapat dilakukan dengan rasa senang dan tidak membebani, karenalansia sudah mengalami penurunan secara anatomis, fisiologis, fisik, psikis.Dalam upaya meningkatkan rasa percaya diri, etos kerja dan semangathidup serta kemandirian, maka perlu melakukan aktivitas olahraga secarateratur, terukur dan terus menerus dilakukan untuk memacu produktivitaslansia.Selama ini olahraga lansia hanya terbatas pada olahraga yang bersifatformal dan tanpa ada permainan yang memotifasi lansia melakukan denganrasa senang. Perlombaan tidak pernah dilibatkan, misalnya pada saat perayaan17 Agustus, lansia jarang diberi kesempatan untuk ambil bagian padakegiatan olahraga. Olahraga therapeutik merupakan model olahraga per-Pemberdayaan Lansia dengan Aktivitas Rekreasi Therapuetik mainan yang dapat diperuntukkan pada lansia, karena olahraga ini mempunyaisifat menggcmbirakan sekaligus bermanfaat untuk melatih fisik danmeningkatkan kesehatan. Kunci: Aktivitas therapuetik, Lansia.
PENTINGNYA KEBUGARAN JASMANIBAGI GURU PROFESIONAL Eka Swasta Budayati
MEDIKORA Vol. V, No. 2, Oktober 2009
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1930.179 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v0i2.4679

Abstract

Guru sebagai tenaga profesional bertugas merencanakan dan melaksanakanpcmbelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembim-- bingan dan pcladhan, melakukan penelitian, membanm pengembangandan pengelolaan program sekolah serta mengembangkan profesionalitasnya.Kenyataan tersebut di atas menunjukkan bahwa tugas seorang gurusangadah berat dan menyita waktu. Unmk mendukung pekerjaan yangbegitu padat tersebut, salah satunya seorang guru harus memiliki tingkatkebugaran jasmani (kondisi fisik) yang baik.Unmk meningkatkan kebugaran jasmani dapat dilakukan denganpedoman lauhan diantaranya adalah: 1) Frekuensi ladhan dilakukan secarateratur 3-5 kali per minggu, 2) intensitas laihan harus mencapai 70 %-80% denyut nadi maksimal, 3) durasi ladhan aerobik yang baik adalah 2 -60menit, dilakukan secara kondnu, dengan melibatkan otot-otot besar, 4)Untuk meningkatkan kebugaran jasmani, maka tipe latihan atau benmklatihan yang cocok adalah ladhan aerobic, seperti jogging, jalan, jalan danlari, bersepeda, berenang, senam aerobik.Kata Kunci: Guru Profesional, Kebugaran Aerobik
TERAPI LATIHAN DI AIR BAGI PENDERITASTROKE - Yudik Prasetyo
MEDIKORA Vol. V, No. 2, Oktober 2009
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v0i2.4684

Abstract

Stroke termasuk penyakit serebrovaskuler (pembuluh darah otak)yang ditandai dengan kematian jaringan otak (infark serebrai) yang terjadikarena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Untuk mengatasimasalah penyakit stroke, diperlukan strategi penanggulangan stroke yangmencakup aspek prcventif, terapi rahabilitasi, dan promotifTerapi latihan adalah latihan yang terdiri gerakan tubuh atau bagiantubuh tertentu untuk mcngatasi gangguan atau mempcrbaiki fungsi. Terapilatihan di air bagi penderita stroke dilakukan dengan jangka waktu 6-8minggu, dengan durasi 2 kali seminggu, sekali terapi waktunya 1 jam. Padapenderita stroke, wakm pemulihan tergantung berat-ringan dan jenisstrokenya. Selama mclakukan terapi latihan di air, seorang penderita strokeidcalnya dibantu oleh empat orang peiatih. Proses penyembuhan dalamair merangsang saraf sensorik dan mcrangsang sel-sel otak. Anggota tubuhdi dalam air akan lebih mudah digerakkan dan dilatih kelcnturannya Terapilatihan dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan penderitastroke.Kata kunci: Terapi Latihan, Stroke
TERAPI LATIHAN DI AIR BAGI PENDERITASTROKE - Yudik Prasetyo
MEDIKORA Vol. V, No. 2, Oktober 2009
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v0i2.4683

Abstract

Stroke termasuk penyakit serebrovaskuler (pembuluh darah otak)yang ditandai dengan kematian jaringan otak (infark serebrai) yang terjadikarena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Untuk mengatasimasalah penyakit stroke, diperlukan strategi penanggulangan stroke yangmencakup aspek prcventif, terapi rahabilitasi, dan promotifTerapi latihan adalah latihan yang terdiri gerakan tubuh atau bagiantubuh tertentu untuk mcngatasi gangguan atau mempcrbaiki fungsi. Terapilatihan di air bagi penderita stroke dilakukan dengan jangka waktu 6-8minggu, dengan durasi 2 kali seminggu, sekali terapi waktunya 1 jam. Padapenderita stroke, wakm pemulihan tergantung berat-ringan dan jenisstrokenya. Selama mclakukan terapi latihan di air, seorang penderita strokeidcalnya dibantu oleh empat orang peiatih. Proses penyembuhan dalamair merangsang saraf sensorik dan mcrangsang sel-sel otak. Anggota tubuhdi dalam air akan lebih mudah digerakkan dan dilatih kelcnturannya Terapilatihan dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan penderitastroke.Kata kunci: Terapi Latihan, Stroke
PERBEDAAN TINGKAT KEBUGARANKARDIORESPIRASI SISWA PESERTAEKSTRAKbRIKULER BOLA BASKET DAN BOLAVOLI DI SMA NEGERI 2 PURWOREJO Suharjana dan Arif Purwandito
MEDIKORA Vol. V, No. 2, Oktober 2009
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v0i2.4682

Abstract

Penelitian ini bertiijuan untuk mengetahui adakah perbedaan tingkatkebugaran kardirespirasi siswa yang mcngikud ekstrakurikuier bola basketdan siswa yang mengikuti ekstrakurikuier bola voli di SMA Negeri 2Purworejo.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa yang mengikutiekstrakurikuier bola basket dan bola voli sebanyak 41 siswa. Sampel penelitianini sebanyak 24 anak. Penelitian ini menggunakan metode survai danteknik pengambilan datanya menggunakan instrumen tes. Tes yang digunakanmultistagefitness test, tes ini untuk mengukur besarnya VO^max siswayang mengikuti ekstrakurikuier bola basket dan bola voli. Analisis datamenggunakan uji independent sample A/^j/dengan banman program SPSS17, taraf signifikansi yang digunakan sebesar 5 %.Hasil penelitian menunjukan bahwa ada perbedaan yang signifikanantara siswa yang mengikuti ekstrakurikuier bola basket dan bola voli diSMA Negeri 2 Purworejo yang ditunjukkan dengan hasil perhimnganbahwa t hitung = 2,132 lebih bcsar dari t tabel dengan taraf signifikansinya5% = - 2,074 atau p value = 0,044 a = 0,05. Mean siswa peserta ekstrakurikuierbola basket 34,46 sedangkan mean siswa peserta ekstrakurikuier bola voli 31,94. Maka dapat disimpulkan bahwa siswa peserta ekstrakurikuierbola basket memiliki kebugaran kardiorespirasi yang lebih baik dibamdingkan ekstrakurikuier bola voli.Kata Kunci: Sistem Kardiorespirasi, Exstrakurikuler Olahraga
PENGATURAN TEKANAN DARAH JANGKAPENDEK, JANGKA MENENGAH,DAN JANGKA PANJANG Eka Novita Indra
MEDIKORA Vol. V, No. 2, Oktober 2009
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v0i2.4677

Abstract

Tekanan darah merupakan salah satu dari tanda vital penting selaindenyut nadi, frekuensi nafas dan suhu mbuh. Tekanan darah dalam kehidupanseseorang bervariasi sccara alami.Tekanan darah dipengaruhi oleh aktivitas fisik, akan lebih tinggi padasaat mclakukan aktivitas dan lebih rendah ketika beristirahat. Tanda vitalini mencerminkan aspek dasar kcsehatan seseorang, bahkan juga kemampuanseseorang untuk bertahan hidup. Tekanan darah dan den)ait nadiseringkali dijadikan acuan sebagai tolok ukur untuk menentukan takaranlatihan, khususnya latihan yang sifatnya melatih sistem kardiorespirasi ataulatihan aerobik.Mekanisme pengaturan tekanan darah dalam tubuh manusia diklasifikasikanmenjadi tiga, yaitu mekanisme pengaturan tekanan darah jangkapendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Pengaturan tekanan darahjangka pendek melibatkan refleks neuronal susunan saraf pusat dan regulasicurah jantung, mekanisme ini bertujuan untuk mempertahankan mean arterialbloodpressure yang optimal dalam waktu singkat. Pengaturan tekanan darahjangka menengah dan jangka panjang mengatur homeostasis sirkulasi melaluisistem humoral endokrin dan parakrin vasoaktif yang melibatkan ginjalsebagai organ pengatur utama distribusi catran ekstraseluler. Kata Kunci: Kebugaran, Tekanan Darah.

Page 1 of 1 | Total Record : 9