cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Oceanography
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Oseanografi diterbitkan oleh Program Studi Oseanografi, FPIK, Undip. Jurnal ini digunakan untuk menerbitkan jurnal-jurnal karya lulusan S1 Oseanografi Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
STUDI TRANSPOR SEDIMEN DI PANTAI SLAMARAN PEKALONGAN Yudowaty, Shinta Oktaria; Atmodjo, Warsito; Wulandari, Sri Yulina
Journal of Oceanography Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.975 KB)

Abstract

Pantai akan memulihkan bentuknya sendiri ketika dihadapkan dengan gelombang normal, atau akan terjadi erosi di satu lokasi dan sedimentasi di sisi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui transpor sedimen di Pantai Slamaran Pekalongan dan memprediksikan selama 10 tahun (2012-2022 dengan menggunakan model NEMOS. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 27 Mei – 11 Juni 2012 di Pantai Slamaran Pekalongan. Data yang digunakan sebagai data primer adalah data gelombang, data pasang surut, data tracking garis pantai dan sampel sedimen dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pemodelan dan penentuan titik sampling menggunakan metode sampling purposif. Analisis data menggunakan metode matematis dengan pendekatan permodelan. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis sedimen dasar yang dominan di perairan Slamaran adalah pasir lanauan dan jenis sedimen yang dominan di sepanjang pantai Slamaran adalah pasir. Sepanjang tahun 2003-2012 Pantai Slamaran telah mengalami sedimentasi seluas 1121.39 m2 dan erosi seluas 102.4 m2. Tahun 2013-2022 diprediksikan akan terjadi sedimentasi seluas 1621,72 m2 dan erosi seluas 84,44 m2 di Pantai Slamaran Pekalongan. Dengan demikian Pantai Slamaran dalam 10 tahun kedepan diprediksikan akan mengalami sedimentasi.
SEBARAN HORIZONTAL KONSENTRASI NITRAT (NO3-) DAN KELIMPAHAN FITOPLANKTON PADA BULAN SEPTEMBER 2013 DI PERAIRAN KOMODO NUSA TENGGARA TIMUR Kusumadewi, Afrisha Catur; Yusuf, Muh.; Wulandari, Sri Yulina
Journal of Oceanography Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2641.939 KB)

Abstract

Produktivitas primer di perairan Komodo cukup tinggi, hal ini dibuktikan dengan produksi perikanan laut di perairan tersebut. Fitoplankton merupakan agen dari produktivitas primer dan dalam melakukan fotosintesis fitoplankton membutuhkan unsur hara yang terkandung dalam perairan.Pengambilan sampel dilakukan pada tanggal 15-16 September 2013. Materi yang digunakan berupa sampel air laut, arus laut dan parameter kimia-fisika perairan seperti salinitas, suhu, DO dan pH. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi nitrat (NO3-) dan kelimpahan fitoplankton di perairan Komodo, Nusa Tenggara Timur.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi nitrat terendah 0,005 mg/l, dan tertinggi 0,102 mg/l, sebaran konsentrasi nitrat dominan ke arah barat. Hasil analisis kelimpahan fitoplankton terendah 100 sel/ml dan tertinggi 1050 sel/ml, sebaran kelimpahan fitoplankton dominan ke arah selatan. Sebaran konsenrasi nitrat dipengaruhi oleh sumber asal nitrat tersebut dan pola arus, sedangkan sebaran kelimpahan fitoplankton lebih dipengaruhi oleh pola arus. Tidak begitu tampak keterkaitan antara konsentrasi nitrat yang tinggi dengan kelimpahan fitoplankton. 
KAJIAN KARAKTERISTIK LONGSHORE CURRENT PADA PERAIRAN SEKITAR BANGUNAN JETTY DI PANTAI KEJAWANAN CIREBON Erlangga, Lucki; Purwanto, Purwanto; Sugianto, Denny Nugroho
Journal of Oceanography Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.371 KB)

Abstract

Pantai Kejawanan adalah salah satu tempat wisata di Cirebon yang berdekatan dengan  bangunan jetty. Pantai merupakan tempat yang dinamis sehingga jetty dapat mempengaruhi pantai. Longshore current merupakan salah satu fenomena alam yang terjadi daerah pantai yang di pengaruhi oleh angin, gelombang dan morfologi pantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwalongshore current di Pantai Kejawanan di pengaruhi oleh gelombang yang dibangkitkan angin.Materi yang digunakan yakni data primer berupa data tinggi gelombang, periode gelombang dan data sekunder yaitu peta RBI Cirebon serta data angin ECMWF (2006-2016). Penelitian ini menggunakan metode penentuan lokasi pengukuran gelombang Purposive Sampling dengan menentukan lokasi gelombang yang dapat mewakili keseluruhan daerah penelitian. Interpretasi keadaan lapangan melalui pemodelan gelombang dan arus. Kecepatan longshore current dihitung dengan rumus empiris V= 1,17 (g Hb)1/2 sin αb cos αb.  Hasil simulasi model menunjukan penjalaran gelombang di perairan tersebut mengalami refraksi dan shoaling akibat adanya perubahan kedalaman yang mengakibatkan pembelokan arah gelombang. Kecepatan longshore current pada musim barat adalah 2,06 m/det, musim timur adalah 0,37 m/det sedangkan musim peralihan I dan II adalah 1,88 dan 0,28 m/det. Arus sejajar pantai (longshore current) di pantai ini memiliki dua arah dominan yang berlawanan arah setiap msuimnya
PEMETAAN BATIMETRI UNTUK ALUR PELAYARAN PELABUHAN PENYEBERANGAN MOROREJO KABUPATEN KENDAL Supriadi, Agus; Widada, Sugeng; Setiyono, Heryoso
Journal of Oceanography Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.582 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan batimetri perairan Pelabuhan Penyeberangan Desa Mororejo Kaliwungu Kabupaten Kendal dan selanjutnya menentukan alur pelayaran yang aman dan efisien.Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 24 - 27 Mei 2013 di Pelabuhan Penyeberangan Mororejo Kabupaten Kendal. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data perekaman batimetri dengan menggunakan Echosounder Singlebeam 585, data pasang surut lapangan selama 3 hari, dan data pasang surut lapangan dari instansi Stasiun Meteorologi dan Maritim Semarang pada bulan Mei 2013. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Metode analisis data dengan metode matematis dan pendekatan pemodelan menggunakan perangkat lunak Surfer 9.0 dan Global Mapper.Hasil penelitian menunjukkan kelerengan dasar perairan kawasan Pelabuhan Penyeberangan Kabupaten kendal cenderung landai dengan nilai kelerengan rata – rata sebesar 0,321 % atau bisa dikategorikan Flat to almost flat (rata/hampir rata). Kapal yang dapat berlabuh memiliki berat maksimal 5000 GT atau setara kapal yang memiliki draft maksimal 6,5 m. Sedangkan untuk alur pelayaran memiliki 2 jalur yaitu jalur pemberangkatan dan jalur kedatangan menuju dan dari arah jalur pelayaran nasional Kumai - Semarang. Sehingga alur pelayaran yang terbentuk memiliki arah berbeda antara jalur pemberangkatan dan jalur kedatangan kapal.
PENGARUH PASANG SURUT TERHADAP SEBARAN MUATAN PADATAN TERSUSPENSI DI PERAIRAN MORODEMAK Suprapto, Senopati Satya; Atmodjo, Warsito; Widada, Sugeng
Journal of Oceanography Vol 4, No 4 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.369 KB)

Abstract

Muatan Padatan Tersuspensi (MPT) merupakan salah satu variabel yang dipengaruhi oleh pasang surut dan arus yang ditimbulkannya sehingga berdampak pada Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Morodemak. Pelabuhan perikanan tersebut terletak di Desa Purworejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, Jawa Tengah dengan letak geografis  110º32'40'' BT dan 6°49'30'' LS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan muatan padatan tersuspensi dan pola persebarannya di perairan Morodemak, sebagai akibat dari pasang surut dan arus yang ditimbulkannya.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kasus dan kuantitatif. Sejumlah 12 stasiun ditetapkan sebagai lokasi penelitian, pada koordinat 6º  82’ 32.77”  LS dan 110º 54’ 33.68” BT  hingga  6 º  80’ 97.10” LS dan  110º 54’ 42.66” BT. Pengambilan sampling air untuk analisis MPT sebagai data primer, dilakukan 2 kali pada saat pasang dan surut, yang dilanjutkan analisis di laboratorium. Pengamatan pasang surut dilakukan selama 15 hari. Data MPT dianalisis dengan model persebaran Surfer. Sedangkan pasang surut dan arus dianalisis dengan metode admiralty pada Ms.Excel dan ArcGIS serta SMS.Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi muatan padatan tersuspensi di Pelabuhan Perikanan Morodemak Pada saat pasang, kandungan MPT terbagi menjadi 3 kelompok besar,  yaitu kandungan tertinggi pada stasiun 1 dan 2 dengan nilai 355.60 mg/l dan 84.60 mg/l., kandungan  pada kisaran  menengah adalah 84.60 mg/l dan 143.60 mg/l., pada stasiun 3 dan 5. Terendah  adalah  stasiun 4, 6, 7, 8, 9, 10, 11 serta 12 dengan konsentrasi nilai antara 9.40 mg/l sampai 64.20 mg/l. Pola persebaran MPT pada saat pasang di stasiun 1 dan 2 cenderung berbentuk lingkaran  dengan diameter kecil.,  stasiun 3 dan 5 berbentuk setengah lingkaran dan melingkupi stasiun 1 dan 2., serta stasiun 4, 6, 7, 8, 9, 10, 11 serta 12 berbentuk setengah  lingkaran  penuh menutupi stasiun sebelumnya sebagai akibat perpaduan massa air pasang dan arus yang ditimbulkannya. Pada saat surut, kandungan MPT terbagi menjadi 3 kelompok besar, yaitu kandungan tertinggi pada stasiun 3 dengan nilai 270 mg/l., kandungan pada kisaran menegah adalah 102.20 mg/l sampai 141 mg/l., pada stasiun 4, 5, 6 serta 7. Terendah adalah stasiun 1, 2, 8, 9, 10, 11 serta 12 dengan konsentrasi nilai antara 10.50 mg/l sampai 61.80 mg/l. konsentrasi MPT pada saat surut di stasiun 3 mempunyai persebaran membentuk melingkar dengan diameter yang lebih besar, yang dikuti dengan kelompok  stasiun 4, 5, 6 dan 7, serta kelompok stasiun 1, 2, 8, 9, 10, 11 serta 12 dalam bentuk setengah lingkaran kearah laut lepas.
ANALISA PERUBAHAN GARIS PANTAI DITELUK PACITAN, KABUPATEN PACITAN, JAWA TIMUR Wahyuningsih, Indah; Sugianto, Denny Nugroho; Helmi, Muhammad
Journal of Oceanography Vol 1, No 1 (2012): Journal of Oceanography
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1553.358 KB)

Abstract

Kabupaten Pacitan merupakan salah satu kabupaten yang terletak di wilayah  Jawa Timur bagian selatan, yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia sehingga daerahnya mendapat pengaruh sifat-sifat laut seperti angin laut, dan pasang surut air laut. Hal ini sangat menguntungkan bagi Teluk Pacitan karena dapat dikembangkan sebagai daerah wisata serta sebagai daerah pengembangan perikanan. Di samping itu, gelombang yang datang dari Samudera Hindia memliki tingi dan energi yang sangat besar, sehingga berdampak buruk terhadap ketahanan morfologi pantai seperti perubahan garis pantai.Penelitian ini dilakukan pada bulan tanggal 5-6 April 2011 di Teluk Pacitan, Kabupaten Pacitan. Secara geografis lokasi penelitain terletak pada 111°04'44.65"-111°05'35.39" BT dan 8°13'17.18" – 8°13'17.64" LS. Tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya perubahan garis pantai yang terjadi selama 10 tahun (tahun 2001-2011).  Serta prediksi perubahan garis pantai selama sepuluh tahun (2012-2020). Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan acuan dalam menentukan kebijakan tentang pembangunan bangunan pantai ataupun pembangunan yang tekait dengan ekowisata, dan dapat menjadi referensi pada dinas terkait dalam upaya penyelamatan wilayah pantai, serta menambah rasa kepedulian masyarakat pada lingkungannya. Analisa perubahan garis pantai dilakukan dengan menggunakan bantuan software  CEDAS (Coastal Engineering Design and Anlysis System) sub program NEMOS.Berdasarkan hasil simulasi perubahan garis pantai selama 10 tahun (2001-2011) Teluk Pacitan mengalammi abrasi. Dengan rata-rata transpor sedimen kotor (Qg) pertahun 9.447.312 m3 dan 5.252.514 m3 untuk transpor sedimen bersih (Qn). Serta hasil simulasi prediksi perubahan garis pantai setiap tahun selama 9 tahun (2012-2020) adalah pantai mengalami abrasi dengan abrasi terluas pada tahun 2016, yaitu seluas 82.820 m2 dan lahan terakresi seluas 32.900 m2.
KAJIAN POTENSI ENERGI PASANG SURUT DI PANTAI WARU DOYONG KABUPATEN BANYUWANGI Al Ghifari, Hamas; Prasetyawan, Indra Budi; Atmodjo, Warsito
Journal of Oceanography Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.557 KB)

Abstract

Pantai Waru Doyong, Kabupaten Banyuwangi merupakan perairan yang terletak di Selat Bali yang diduga terdapat potensi energi pasang surut yang tinggi. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi energi pasang surut yang terdapat di Pantai Waru Doyong pada khusunya dan Perairan Banyuwangi pada umumnya. Pasang surut merupakan parameter penting dalam memperoleh besaran energi pasang surut yang berdasarkan nilai muka air pasang tertinggi dan surut terendah. Selain karena lokasinya yang terletak di Selat Bali, faktor lokal yang mempengaruhi adalah bentuk morfologi pantai yang berbentuk alamiah dan di perairan pantai yang agak curam. Tipe pasang surut dan nilai muka air pasang tertinggi serta muka air surut terendah diperoleh menggunakan Metode Admiralty, hasil yang didapat adalah tipe pasang surut campuran condong ke harian ganda dengan nilai Formzahl sebesar 0,687. Sedangkan nilai tunggang pasang surut didapat perbulan selama masing-masing dalam kurun waktu 5 tahun di Perairan Banyuwangi dengan simulai untuk luasan kolam tunggal sebesar 1000 m2. Hasil simulasi energi pasang surut tersebut secara berturut-turut yaitu pada tahun 2012 menghasilkan energi sebesar 74,303 kWh, pada tahun 2013 menghasilkan energi sebesar 71,189 kWh, pada tahun 2014 menghasilkan energi sebesar 69,432 kWh, pada tahun 2015 menghasilkan energi sebesar 50,395 kWh, dan pada tahun 2016 menghasilkan energi sebesar 51,899 kWh. Hasil nilai energi tersebut berasal dari energi sesaat ketika terjadi tunggang maksimum. Hal tersebut dikarenakan oleh dinamika yang berbeda antara muka air laut dan muka air kolam simulasi yang periodenya berbeda. Maka dengan adanya hasil simulasi tersebut dapat dijadikan acuan dalam pembangunan perencanaan ke depannya untuk memperoleh energi pasang surut yang maksimal sebagai sumber energi alternatif.
PENJALARAN GELOMBANG DI LOKASI PEMBANGUNAN PERMEABLE DAMS HYBRID ENGINEERING, TIMBUL SLOKO, DEMAK Puspitasari, Vera Chandra; Purwanto, Purwanto; Atmodjo, Warsito
Journal of Oceanography Vol 3, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.838 KB)

Abstract

Timbul Sloko, Demak merupakan salah satu wilayah erosi di Indonesia (Verschure, 2013a) dan menjadi prioritas Pemerintah dalam upaya perlindungan kerentanan pantai. Berangkat dari permasalahan yang ada, direncanakan pembangunan permeable dams Hybrid Enginerring guna memerangkap sedimen dengan menduplikasi sistem perakaran mangrove. Gelombang laut adalah rambatan masa air laut yang berfluktuasi naik turun terutama diakibatkan pembangkitan angin di laut dalam (Danial, 2008). Mengetahui penjalaran gelombang menuju pantai di lokasi rencana merupakan tujuan penelitian. Manfaat penelitian sebagai alat analisis perencanaan pembangunan. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 13 Mei 2013 hingga 27 Juni 2013. Data primer yakni data pengukuran gelombang menggunakan wave gauge, data batimetri di lokasi penelitian menggunakan echosounder dan tongkat ukur skala serta digitasi garis pantai. Data sekunder terdiri dari Peta Google Earth satelit GeoEye (2014), Peta Rupa Bumi Indonesia (2001) terbitan Bakosurtanal, data pasang surut Semarang selama 29 hari dan data angin perjam BMKG Bandara A. Yani Semarang selama 10 tahun (2001-2010). Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif. Pengolahan data yakni pasang surut metode Admiralty, pemetaan batimetri menggunakan ArcGIS 10, peramalan gelombang metode Darbyshire dan pemodelan gelombang menggunakan software SMS 11.1 modul BOUSS-2D. Lokasi perencanaan memiliki tipe gelombang laut dangkal dengan pembangkitan angin. Hasil pengukuran wave gauge di lokasi pembangunan pada tanggal 13 Mei 2013 – 19 Juni 2013 adalah tinggi gelombang signifikan (Hs) sebesar 0,047 m dan periode gelombang signifikan (Ts) sebesar 4,862 detik. Penjalaran gelombang yang terjadi pada tipe gelombang laut transisi menuju ke tipe gelombang laut dangkal mengalami deformasi gelombang yakni refraksi, pendangkalan (shoaling) yang mengakibatkan naiknya tinggi gelombang kemudian dilanjutkan menjadi gelombang pecah, difraksi yang merupakan pembelokkan gelombang akibat tertahan oleh gosong pasir pantai (sand bar), terjadi pemusatan pada tanjung dan penyebaran pada teluk. Hasil pemodelan tiap musim di lokasi pembangunan menunjukkan bahwa tinggi gelombang signifikan (Hs) sebesar 0,051 m - 0,056 m. Periode gelombang signifikan (Ts) sebesar 5,898 detik - 7,266 detik.
SEBARAN LOGAM BERAT Pb DAN Cu PADA SEDIMEN MUARA SUNGAI SILUGONGGO KECAMATAN BATANGAN KABUPATEN PATI Sabila, Sarah; Yusuf, Muh.; Saputro, Siddhi
Journal of Oceanography Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.118 KB)

Abstract

Juwana merupakan salah satu daerah yang terdapat di kota Pati, banyak penduduknya yang bekerja sebagai nelayan dan pengerajin kuningan. Di Juwana juga terdapat pelabuhan dan tempat pelelangan ikan yang cukup besar. Limbah industri galangan kapal dan kuningan tersebut sebagian besar dibuang melalui sungai Silugonggo yang melintasi wilayah Juwana. Salah satu limbah buangan tersebut adalah logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi dan sebaran logam berat Pb dan Cu pada sedimen di sekitar muara sungai Silugonggo yang dipengaruhi oleh ukuran butir sedimen dan pola arus yang terdapat di perairan tersebut. Data lapangan diambil pada tanggal 28-29 Maret 2015 di sekitar muara sungai Silugonggo kecamatan Batangan, Kabupaten Pati. Analisa konsentrasi Pb dan Cu dilakukan di Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit, Yogyakarta dan analisa ukuran butir sedimen dilakukan di Laboratorium Geologi Laut FPIK Universitas Diponegoro. Hasil analisa konsentrasi Pb berkisar antara 2,083-8,840 mg/l, dan konsentrasi Cu berkisar antara 29,635-122,809 mg/l. sebaran Pb dan Cu dipengaruhi oleh pola arus, batimetri perairan serta jalur lalu lintas kapal yang menuju dan keluar sungai.
Pemetaan Zona Rip Current sebagai Upaya Peringatan Dini Untuk Bahaya Pantai (Lokasi Kajian : Pantai Kuta Bali) Khoirunnisa, Nurfa; Hariyadi, Hariyadi; Rifai, Azis
Journal of Oceanography Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.906 KB)

Abstract

Abstrak                Wisata pantai merupakan wisata favorit yang mengandung resiko tinggi. Bahaya pantai salah satunya adalah kecelakaan yang terjadi di wilayah pantai dan  beberapa kasus kecelakaan yang terjadi di pantai biasanya akibat pengawasan yang lemah, kurangnya pemahaman wisatawan akan bahaya pantai, fasilitas pengawasan yang kurang memadai, atau wisatawan yang tidak dapat berenang kemudian terseret arus sampai ke tengah laut. Menurut Daryono (2010), arus yang membawa korban tersebut adalah Rip Current. Penelitian ini bertujuan untuk Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui zona potensi rip current, Mengetahui persentase potensi terjadinya rip current di Pantai Kuta Bali. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pantai Kuta Bali dibagi kedalam 2 (dua) zona, yaitu zona aman dan zona bahaya. Pada zona aman terdapat 2 (dua) pola rip current, karena gelombang yang datang tidak membentuk sudut yang tegak lurus terhadap garis pantai, sedangkan pada zona berbahaya terdapat 7 (tujuh) pola rip current. Persentase terjadinya rip current di sepanjang Pantai Kuta Bali adalah sebesar 83%, nilai ini berdasarkan kejadian gelombang pecah tipe plunging. Slope pantai akan mempengaruhi terjadinya rip current. Pada penelitian ini pantai landai memiliki potensi rip current paling besar yaitu sebesar 91.5% yang memiliki slope sebesar 7.5˚, berada pada koordinat 08˚43’23” LS dan 115˚10’9” BT. Sedangkan, pantai datar memiliki potensi rip current yang kecil yaitu sebesar 51.5% dan memiliki slope antara 0.5˚ sampai 1.8˚.

Page 6 of 39 | Total Record : 382