cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Oceanography
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Oseanografi diterbitkan oleh Program Studi Oseanografi, FPIK, Undip. Jurnal ini digunakan untuk menerbitkan jurnal-jurnal karya lulusan S1 Oseanografi Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
PERAMALAN PASANG SURUT DI SEKITAR PERAIRAN TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) BANYUTOWO, KABUPATEN PATI, JAWA TENGAH Effendi, Rizki; Handoyo, Gentur; Setiyono, Heryoso
Journal of Oceanography Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.764 KB)

Abstract

Pasang surut adalah fenomena alam yang terjadi pada air laut,  permukaan air laut akan mengalami naik turun secara teratur dan berulang-ulang yang dapat menyebabkan pergerakan partikel massa air dari permukaan sampai ke dasar laut. Dalam memprediksi pasang surut dibutuhkan data amplitudo dan beda fase setiap masing-masing komponen pembangkit pasang surut.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik HHWL, LLWL, MSL, dan tipe pasut; untuk peramalan pasang surut dengan metode World Tides dan MIKE 21 di sekitar perairan TPI Banyutowo selama 5 tahun kedepan; serta untuk mengetahui elevasi lantai dermaga TPI Banyutowo.Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 6 – 20 Mei 2016 di Sekitar TPI Banyutowo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer pasang surut yang diambil di lokasi penelitian dan data sekunder pasang surut Tuban bulan Mei 2016 dari BIG; serta data gelombang yaitu nilai Hb, db, dan T yang diperoleh dari data bersama. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus yaitu bertujuan untuk menjelaskan objek yang di teliti sekaligus menjelaskan objek yang di teliti tersebut bisa terjadi. Sedangkan untuk pengambilan data metode yang digunakan adalah metode kuantitatifkarena dibantu dengan menggunakan instrumen atau alat yang dapat mempermudah mendapatkan data. Hasil penelitian dengan menggunakan metode admiraltydiperoleh karakteristik pasang surut di Sekitar Perairan TPI Banyutowo adalah tipe pasut tunggal atau Diurnaldengan nilai formzahl 5,17. Nilai HHWL, LLWL, dan MSL sudah dikoreksi dengan pasang surut Tuban dari BIG yaitu HHWL sebesar 247 cm, LLWL sebesar 115 cm, dan MSL sebesar 181 cm. Peramalan pasang surut menggunakan World Tides dan MIKE 21 memiliki nilai MRE sebesar 2,492% untuk World Tides, dan 20,277% untuk MIKE 21. Serta elevasi lantai dermaga TPI Banyutowo adalah sebesar 3,652 m.
PEMETAAN BATIMETRI KOLAM PELABUHAN KHUSUS PT. ARUN NGL, LHOKSEUMAWE, ACEH Yudianto, Anugerah Cahyo; Ismunarti, Dwi Haryo; Indrayanti, Elis
Journal of Oceanography Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.373 KB)

Abstract

ABSTRAKKolam pelabuhan adalah salah satu fasilitas paling penting di dalam sebuah pelabuhan. Hal ini dikarenakan merupakan tempat keluar masuk dan bersandarnya kapal di pelabuhan. Kedalaman kolam pelabuhan ini harus berada pada kondisi normal untuk lancarnya aktivitas keluar masuk kapal.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi mengenai kedalaman kolam pelabuhan khusus pada tahun 2013. Penelitian dilaksanakan di kolam pelabuhan PT. Arun NGL Lhokseumawe, Aceh pada tanggal 15-23 Juni 2013.Metode penelitian yang digunakan adalah pengamatan langsung dan analisis di laboratorium. Untuk pengamatan langsung, mengamati pasang surut dan melakukan pemeruman. Untuk pengambilan sampel menggunakan purposive sampling method mengambil 3 sampel sedimen. Hasil penelitian menunjukkan kedalaman kolam pelabuhan berkurang dibandingkan dengan kedalaman pemeruman terakhir tahun 2011. Kedalaman kolam pelabuhan masih dinyatakan aman untuk draft kapal terbesar yang masuk ke dalam kolam pelabuhan. Untuk sedimen kolam pelabuhan PT. Aun NGL pada 3 stasiun pengambilan adalah pasir.
DISTRIBUSI SEDIMEN TERSUSPENSI BERDASARKAN ARUS PASANG SURUT DI MUARA SUNGAI KUTO, KABUPATEN KENDAL Simbolon, Maria Yosephine; Saputro, Siddhi; Hariyadi, Hariyadi
Journal of Oceanography Vol 4, No 4 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (941.325 KB)

Abstract

Muara Sungai Kuto berpotensi mengalami pendangkalan yang disebabkanoleh pengendapan atau penumpukan sedimen suspensi maupun material sedimen lainnya yang terbawa air sungai dari hulu ke muara, serta yang berasal dari hasil abrasi pantai. Pendangkalan ini akan berdampak negatif terhadap kondisi perairan seperti terhambatnya aliran sungai ke laut. Potensi terjadinya pendangkalan dapat diketahui dengan menentukan besar konsentrasi sedimen tersuspensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai konsentrasi dan sebaran sedimen tersuspensi berdasarkan arus pasang surut di Muara Sungai Kuto, Kabupaten Kendal.Data penelitian meliputi data utama dan data pendukung. Data utama antara lain percontoh air laut dan arus laut yang diambil di lokasi penelitian pada 8 November 2014. Data pendukung antara lain data peramalan pasang surut, Peta RBI, dan Peta LPI. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Penentuan lokasi pengambilan percontoh menggunakan metode purposive sampling. Analisis percontoh sedimen tersuspensi di laboratorium menggunakan metode Gravimetri. Peta sebaran sedimen tersuspensi diinterpolasi menggunakan software ArcGIS 10.0.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai konsentrasi sedimen tersuspensi pada saat pasang di kedalaman 0.2d berkisar antara 14,1 mg/l – 17,9 mg/l, kedalaman 0.6d berkisar antara 13,9 mg/l – 19,7 mg/l, dan kedalaman 0.8d berkisar antara 14 mg/l – 21,6 mg/l, sedangkan pada saat surut di kedalaman 0.2d berkisar antara 14,1 mg/l – 30,7 mg/l, pada kedalaman 0.6d berkisar antara 15,7 mg/l – 33,7 mg/l, dan pada kedalaman 0.8d berkisar antara 16,3 mg/l – 46,8 mg/l. Kecepatan arus pada saat pasang berkisar 0.05 m/s – 0.07 m/s dengan arah barat menuju timur laut dan pada saat surut berkisar0.06 m/s – 0.11 m/s dengan arah timur laut menuju barat. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa nilai konsentrasi sedimen tersuspensi terbesar berada di daerah muara sungai dan mengecil menuju laut serta sebaran sedimen tersuspensi di lokasi penelitian dipengaruhi oleh arus pasang surut.
KAJIAN ARUS SEJAJAR PANTAI (LONGSHORE CURRENT) AKIBAT PENGARUH TRANSFORMASI GELOMBANG DI PERAIRAN SEMARANG R. R, Intan Meilistya; Sugianto, Denny Nugroho; Indrayanti, Elis
Journal of Oceanography Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.978 KB)

Abstract

Abstrak Gelombang yang merambat dari perairan dalam menuju ke perairan dangkal (pantai) akan mengalami perubahan perilaku gelombang (transformasi). Gelombang pecah yang membentuk sudut dengan garis pantai dapat menimbulkan arus menyusur pantai (longshore current), dimana dapat mengakibatkan proses erosi pantai secara alami. Perairan Semarang merupakan salah satu daerah di Jawa Tengah yang pesisirnya mengalami erosi pantai. RCPWAVE (Regional Coastal Processes Wave) digunakan untuk simulasi penjalaran gelombang. Kecepatan longshore current dihitung dengan perhitungan empiris . Hasil simulasi model menunjukkan bahwa arah penjalaran gelombang menuju Perairan Semarang akan mengalami refraksi dan shoaling akibat adanya perubahan kedalaman. Kecepatan longshore current dari pengukuran tinggi dan periode gelombang signifikan adalah 1,586 m/det, sedangkan kecepatan longshore current dari hasil simulasi adalah 0,9017 – 1,1832 m/det.  
PERAMALAN PASAG SURUT UNTUK MENGETAHUI PERUBAHAN LUAS GENANGAN BANJIR PASANG DI KECAMATAN KRAKSAAN, PROBOLINGGO Mahesha, Pratama Danang; Setiono, Heryoso; Handoyo, Gentur
Journal of Oceanography Vol 6, No 4 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1700.175 KB)

Abstract

Kecamatan Kraksaan merupakan wilayah yang potensial di bidang perikanan dan pertanian. Wilayah Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo memiliki masalah dengan banjir pasang.. Tujuan dilakukannnya penelitian ini adalah untuk mengetahui luas genangan banjir pasang di Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo pada tahun 2016 dan memprediksi luas genangannya untuk 5 tahun ke depan. Penelitian ini menggunakan metode studi kasusdengan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk membuat model genangan banjir pasang dalam bentuk peta. Data yang digunakan untuk membuat model genangan banjir pasang adalah data pasang surut, DEM (Digital Elevation Model), Peta Rupabumi Indonesia 2000, dan citra GeoEye perekaman tahun 2016. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diketahui nilai kenaikan muka laut rerata atau MSL (Mean Sea Level) dan muka air laut tinggi tertinggi atau HHWL(Highest High Water Level) sebesar 2,5 cm/tahun dan 2.9 cm/tahun. Luas genangan banjir pasang yang terjadi di Kecamatan kraksaan, Kabupaten Probolinggo pada tahun 2016 seluas 955,38 ha. Berdasarkan hasil prediksi luas genangan banjir rob pada tahun 2017 sebesar 967,58 ha, pada tahun 2018 sebesar 983,32 ha, pada tahun 2019 sebesar 995,25 ha, pada tahun 2020 sebesar 1012.29 ha, dan pada tahun 2021 sebesar 1020.60 ha.
LONGSHORE CURRENT DAN PENGARUHNYA TERHADAP TRANSPORT SEDIMEN DI PERAIRAN PANTAI SENDANG SIKUCING, KENDAL Bani Putri, Ratih Wulan; Atmodjo, Warsito; S, Denny Nugroho
Journal of Oceanography Vol 3, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.354 KB)

Abstract

Angkutan sedimen sejajar pantai dibangkitkan oleh gelombang pecah di Perairan Pantai Sendang Sikucing, akan berpengaruh terhadap berbagai macam kegiatan di wilayah pesisir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tinggi gelombang pecah (Hb), kedalaman gelombang pecah (db) longshore current serta mengetahui transport sedimen yang dipengaruhi longshore current yang dibangkitkan oleh gelombang pecah di Perairan Pantai Sendang Sikucing, Kendal. Materi yang digunakan pada penelitian ini meliputi data sedimen dan data gelombang. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah data angin tahun 2005 – 2014, Peta Rupa Bumi Indonesia dan LPI BAKOSURTANAL skala 1 : 25.000. Metode penelitian yang digunakan untuk menentukan transport sedimen yaitu dengan menggunakan rumus empiris yang didapat dari pengaruh gelombang. Peramalan gelombang diperoleh dari data angin dengan menggunakan metode SMB. Berdasarkan hasil penelitian diketahui tinggi gelombang pecah adalah  0,41 meter yang akan membangkitkan gelombang pecah sehingga terjadi arus sejajar pantai yang besarnya adalah 4 m/detik dengan arah datang arus cenderung dari barat laut menuju timur yang dapat mengangkut sedimen. Potensi angkutan sedimen signifikan Pantai Sendang Sikucing, Kendal adalah 1243,83 m3/hari atau 453999,86 m3/tahun.
Run-up dan Overtopping Gelombang Pada Off-shore Breakwater di Pantai Tirtamaya, Indramayu Windadi, Agung; Setiyono, Heryoso; Widada, Sugeng
Journal of Oceanography Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3100.339 KB)

Abstract

Pantai Tirtamaya yang berada di Indramayu, Jawa Barat, memiliki potensi yang sangat baik di bidang pariwisata laut. Sebagai upaya melindungi pantai dari pengaruh gelombang dan erosi, maka dibangunlah sepasang off-shore breakwater. Gelombang yang menjalar dari arah laut menuju pantai dan menghantam struktur pemecah gelombang akan mengalami run-up dan overtopping gelombang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai run-up dan overtopping gelombang yang terjadi pada off-shore breakwater di Pantai Tirtamaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan metode pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Analisis data gelombang menggunakan metode SMB untuk mendapatkan nilai tinggi dan periode gelombang signifikan. Analisis harmonic pasang surut menggunakan metode Admiralty untuk mengetahui elevasi muka air laut.Analisis nilai run-up dan overtopping didapatkan melalui pendekatan Saville. Tinggi dari run-up gelombang pada section 1 dan section 2 adalah 1,57 meter. Dengan tinggi dari run-up gelombang yang demikian, maka dapat terjadi fenomena overtopping pada section 1 yaitu sebesar 0,0085 m3/m/sdan section 2 yaitu sebesar 0,0197 m3/m/s, perbedaan nilai dari overtopping ini dikarenakan pengaruh dari perbedaan tinggi elevasi pada kedua bangunan tersebut yang mana pada section 1 memiliki tinggi 2 meter dan pada section 2 setinggi 1,5 meter
STUDI PENDAHULUAN RADIONUKLIDA 137Cs DI PERAIRAN INDONESIA TIMUR Hoir, Ilham Fathul; Muslim, Muslim; Suseno, Heny; Wahyono, Ikhsan Budi
Journal of Oceanography Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.401 KB)

Abstract

Abstrak                 KasuskecelakaanPembangkitListrikTenagaNuklir di Chernobyl dan Fukushima, merupakansalahsatupenyumbangradionuklidaantropogenik di lautankhususnya di samuderaPasifik. Selainitu, sumber lain sepertiujicobanuklir di atmosfer yang banyakdilakukansetelahPerangDunia II. Radionuklida yang masukkelautdapatdisebarkanolehadanyaaruslaut.Penelitianinibertujuanuntukmengetahuidistribusi137Cs di perairan Indonesia timur yang merupakanmasukandariSamuderaPasifik. Pengambilansampel air lautdilakukanpada 1 – 18 September 2012 kemudiansampel di analisis di LabolatoriumRadioekologiKelautan, BATAN (BadanTenagaNuklir) Serpong yang dilakukanpada 9 Oktobersampai 21 Desember 2012. Penelitianinibersifatdeskriptifeksploratif, denganpengambilansampelmenggunakanmetode sampling purposive. Analisisaktivitas137Cs menggunakanmetodedari IAEA-MEL (International Atomic Energy Agency’s Marine Environmental Labolatories).Hasilpenelitianmenunjukkan, bahwakonsentrasiradionuklida137Cs di Perairan Indonesia Timur. berkisarantara 0,14 – 0,43 mBq/L. Hal tersebutdidugaberasaldariSamudraPasifik yang berkisar  0,7 – 2, 8 mBq/L dan global fallout yang dibawaoleharuslaut, karena di perairantersebuttidakadasumberaktivitasradionuklida yang menghasilkan137Cs..  
SEBARAN SEDIMEN DASAR DI PERAIRAN MUARA SUNGAI BAGONG, TELUK LEMBAR Saratoga, Esha Etlin; Saputro, Siddhi; Widada, Sugeng
Journal of Oceanography Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.428 KB)

Abstract

Pelabuhan Lembar merupakan salah satu pintu utama menuju pulau Lombok yang terletak di Teluk Lembar. Sungai Bagong yang bermuara di teluk ini diduga membawa material sedimen sehingga menyebabkan potensi pendangkalan pada alur pelayaran Pelabuhan Lembar. Erosi yang terjadi pada pantai Cemara juga berpengaruh terhadap pendangkalan Teluk lembar. Arus diukur menggunakan Current Meter pada kedalaman 10 m dan pengambilan contoh sedimen permukaan dasar perairan menggunakan Sedimen Grab, sedangkan data sekunder berupa peta bathimetri dan peramalan pasang surut Teluk Lembar. Sedimen dasar yang mendominasi daerah penelitian adalah jenis pasir dan pasir lanauan. Kecepatan arus total maksimum dalam pengukuran adalah 0.1469 m/s dengan arah dominan 159o dan kecepatan arus total minimum 0.0193 m/s dengan arah dominan 338o. Jenis arus yang mendominasi di perairan Teluk Lembar adalah arus pasang surut dengan persentase dominasi arus pasang surut sebesar 83.74% dan arus residu (non pasang surut) sebesar 16.26%. Simulasi pergerakan arah arus pada 4 kondisi pasang surut menggunakan software SMS 8.1. Pengolahan pasang surut dengan software World Tide perairan Lembar diperoleh HHWL (Highest High Water Level) sebesar 210.1 cm, LLWL (Lowest Lower Water Level) sebesar 10 cm dan MSL (Mean Sea Level) sebesar 110.1 cm sedangkan  bilangan Formzahl (F) adalah 1.37 yaitu tergolong tipe campuran condong ke harian ganda. Potensi pendangkalan terjadi di sekitar Tg. Cemara dan Muara Sungai Bagong yang merupakan alur pelayaran Pelabuhan Lembar dilihat dari persebaran sedimen dasar jenis pasir dan adanya gosong pasir di depan muara Kali Bagong. Berkaitan dengan hal tersebut, maka dilakukan penelitian tentang arus dan sedimen dasar di perairan tersebut.
SEBARAN KONSENTRASI NITRAT, FOSFAT DAN KLOROFIL-A DI PERAIRAN PANTAI SLAMARAN PEKALONGAN Raharjo, Mada; Muslim, Muslim; Maslukah, Lilik
Journal of Oceanography Vol 5, No 4 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5499.386 KB)

Abstract

Pantai Slamaran merupakan suatu perairan yang banyak dimanfaatkan oleh aktivitas manusia seperti tempat pelelangan ikan, pemukiman penduduk dan pariwisata. Berbagai faktor tersebut akan mempengaruhi keseimbangan kondisi perairan Pantai Slamaran. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2016. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui sebaran konsentrasi nitrat, fosfat dan klorofil-a di perairan Pantai Slamaran serta mengetahui hubungan klorofil-a dengan nitrat dan fosfat. Penelitian ini bersifat kuantitatif dan menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan pada 12 stasiun dengan pertimbangan dapat mewakili wilayah muara sungai, dekat pantai, wilayah transisi dan laut lepas. Data yang diamati adalah konsentrasi nitrat, konsentrasi fosfat, konsentrasi klorofil-a, DO dan kecerahan serta pemodelan arus laut menggunakan software pengolah data numerik.. Pengolahan data menggunakan software pengolah data spasial sehingga menghasilkan output berupa sebaran konsentrasi spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi nitrat, fosfat dan klorofil-a akan semakin kecil menuju ke arah laut. Konsentrasi nitrat berkisar 0,3325-0,6821 mg/l, konsentrasi fosfat berkisar 0,0590-0,3276 mg/l dan konsentrasi klorofil-a berkisar 0,1207-0,9522 µg/l. Hubungan antara klorofil-a dengan nitrat secara linier menunjukkan keeratan yang cukup tinggi dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,710, dan hubungan antara klorofil-a dengan fosfat sebesar 0,786. Pola sebaran konsentrasi nitrat, fosfat dan klorofil-a tidak mengikuti pola arus.

Page 5 of 39 | Total Record : 382