cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Oceanography
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Oseanografi diterbitkan oleh Program Studi Oseanografi, FPIK, Undip. Jurnal ini digunakan untuk menerbitkan jurnal-jurnal karya lulusan S1 Oseanografi Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
STUDI KARAKTERISTIK PASANG SURUT DI PERAIRAN PULAU BIAWAK KABUPATEN INDRAMAYU, JAWA BARAT Rahmadeni, Hadin August; Setiyono, Heryoso; Widada, Sugeng
Journal of Oceanography Vol 6, No 4 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.75 KB)

Abstract

Pulau Biawak merupakan sebuah pulau yang terletak di lepas pantai Laut Jawa, 50 km di sebelah utara pantai Indramayu. Pulau Biawak merupakan daerah pariwisata yang membuat pemahaman mengenai kondisi oseanografi sangat diperlukan dalam upaya pengembangan wilayah tersebut. Salah satu faktor oseanografi yang perlu dikaji adalah pasang surut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasang surut di perairan Pulau Biawak dan meramalkan pasang surut. Penelitian ini dibagi menjadi dua tahap, yaitu pengumpulan data di lapangan dan pengolahan data. Pengumpulan data di lapangan terdiri dari pengamatan pasang surut selama 30 x 24 jam setiap 1 jam sekali. Pengolahan data terdiri dari analisis data menggunakan metode Admiralty. Hasil dari metode Admiralty diperoleh nilai Formzhal sebesar 0,86 dengan tipe pasang surut campuran harian ganda. Sedangkan nilai MSL yaitu 56,6 cm, LLWL yaitu 33 cm dan HHWL yaitu 86 cm. Peramalan pasang surut menggunakan software MIKE 21 yang memiliki nilai MRE 11,15 %.
STUDI POLA SEDIMENTASI DAERAH LEMBAH DAN SUNGAI PURBA (PALEO-CHANNEL) BERDASARKAN ANALISIS DATA SEISMIK DI PERAIRAN SELAT BANGKA Primananda, Mohamad Iqbal; Widada, Sugeng; Usman, Ediar
Journal of Oceanography Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.809 KB)

Abstract

Secara geologi Pulau Bangka merupakan bagian dari peneplain Sunda sehingga dimungkinkan terdapat sungai purba sebagaimedia terjadinya penyebaran sedimen di masa lampau. Sedimen akan mengalami proses transportasi dari darat ke laut melalui sungai-sungai purbadan menyebar dalam bentuk limpahan secara lateral dan vertikal (progadation) ke cekungan-cekungan di laut yang tertutup oleh sedimen resen yang lebih muda. Penelitiandilakukan dengan metode seismik yaitu suatu metode dalam geofisika yang digunakan untuk mempelajari struktur dan strata bawah permukaan bumi.Penelitian bertujuan untuk mengetahui pola pergerakan sedimen melalui pendekatan keberadaan sungai purba dan lembah purba beserta percabangannya serta mendapatkan pola rendahan (lembah atau sungai purba) sebagai wadah akumulasi sedimen. Hasil interpretasi seismik berupa perhitungan kedalaman dasar laut (batimetri) antara 16,2-30,9 meter, ketebalan sedimen (isopach) 3,7-45,6 meter dan kedalaman batuan dasar (basement) antara 30,9-75 meter,yang dimodelkan dalam bentuk 2D dan 3D yang kemudian dibagi menjadi daerah tinggian/punggungan, lereng dan daerah lembah/sungai purba. Berdasarkan pembagian daerah tersebut dapat diketahui pola aliran sedimen di daerah penelitian yang bergerak dari daerah tinggian ke daerah yang lebih rendah melalui daerah lereng.Hasil penelitian juga dapat menentukan bentuk pola penyebaran sedimen sungai purba dan sungai modern (recent) beserta percabangannya.
Studi Sebaran Sedimen di Perairan Sub-cekungan Tarakan Kalimantan Timur Hanum, Latifah Mitrayani; Widada, Sugeng; Atmodjo, Warsito; Wijaya, Priatin Hadi
Journal of Oceanography Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.36 KB)

Abstract

AbstrakSub-cekungan Tarakan termasuk dalam Cekungan Tarakan, Kalimantan Timur. Daerah utaranya berbatasan dengan perairan Blok Ambalat yang diklaim oleh Malaysia. Lokasi penelitian ini berdekatan dengan jalur Arus Lintas Indonesia (Arlindo), sehingga pergerakkannya dapat mengganggu kestabilan morfologi dan pengendapan sedimen laut. Proses pengendapan yang berlangsung, dapat dipelajari berdasarkan ukuran dan sebaran dari sedimennya. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 15 – 21 September 2012 menggunakan kapal Geomarin III dan analisis laboratorium dilakukan pada bulan Oktober – November 2012 di laboratorium Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (P3GL), Cirebon. Materi yang digunakan yaitu contoh sedimen, pemeruman dasar laut, dan perekaman data arus laut. Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif, penentuan titik sampling menggunakan sistem tematik, dan untuk perekaman data arus laut menggunakan metode langrangian. Untuk pengolahan data menggunakan software ArcGIS 9.3, software Petrel Schlumberger 2008, dan software WindRose. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebaran sedimen dari arah daratan (barat) menuju ke arah laut lepas (timur) berupa sedimen pasir, pasir lanauan, lanau pasiran, dan lanau. Sebaran hasil korelasi berhubungan saling menjari antara sedimen pasir – pasir lanauan, pasir lanauan – lanau pasiran, dan lanau pasiran – lanau. Sifat ukuran butir sedimen memiliki nilai mean antara 0.02 sampai 0.17, kategori sortasi terpilah sangat baik, kategori skewness menceng kasar dan kategori kurtosis puncak tumpul. Berdasarkan analisis hasil arah dan kecepatan arus laut, dapat diketahui pergerakkan arus laut yang berada di wilayah penelitian masih dipengaruhi dari daratan dan diduga adanya pengaruh dari Arlindo.
KAJIAN POLA ARUS DI TELUK UJUNGBATU JEPARA Hardani, Okky Muda; Rifai, Azis; Sugianto, Denny Nugroho
Journal of Oceanography Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1339.566 KB)

Abstract

Teluk Ujungbatu merupakan salah satu teluk yang berada di Kabupaten Jepara dan termasuk dalam rencana pengembangan untuk menunjang berbagai aktifitas masyarakat antara lain, pariwisata, transportasi, perdagangan, dan perikanan. Rencana pengembangan berupa penambahan panjang dermaga di Perairan Teluk Ujungbatu akan mempengaruhi faktor-faktor hidrooseanografi di daerah tersebut.Salah satu data faktor hidrooseanografi yang akan mendapat pengaruh adalah pola arus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pola arus akibat penambahan panjang dermaga di Perairan Teluk Ujungbatu Jepara berdasarkan pendekatan model numerik software Surface Modelling System (SMS) modul ADCIRC.Pengambilan data lapangan dilaksanakan di Perairan Teluk Ujungbatu Jepara pada tanggal 17 Februari 2014 sampai 3 Maret 2014 yang terdiri dari pengukuran arus selama 3 hari dengan ADCP dan pengamatan pasang surut selama 15 hari dengan palem pasut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik arus merupakan arus pasang surut dengan persentase sebesar 75,11% dan arus non pasut dengan persentase sebesar 24,89%. Tipe pasang surut yaitu pasang surut campuran condong ke harian tunggal. Kecepatan arus rata-rata pada kedalaman rata-rata sebesar 0,045 m/det. Kecepatan arus secara umum berkisar antara 0,001 m/det hingga 0,199 m/det. Dengan adanya penambahan panjang dermaga 50 meter terjadi penurunan kecepatan arus sebesar 4,22% dibandingkan dengan kondisi awal dermaga.
STUDI POLA ARUS LAUT DI PERAIRAN PANTAI KABUPATEN ACEH TIMUR Kusuma, Prima Danu; Rifa’i, Aziz; Ismanto, Aris
Journal of Oceanography Vol 5, No 4 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2542.464 KB)

Abstract

Kabupaten Aceh Timur merupakan  kabupaten yang berada di sisi timur Aceh dengan letak astronomis berada pada 4º 09’ 21,08” - 5º 06’ 02,16” LU dan 97º 15’ 22,07” - 97º 34’ 47,22” BT memiliki berbagai potensi dan permasalahan yang dihadapi hingga saat ini. Potensi wilayah pesisir tersebut antara lain berupa potensi perikanan laut dan darat, pelabuhan, pariwisata dan kawasan industri yang berada di wilayah pesisir. Permasalahan abrasi yang cukup parah mengakibatkan kerugian besar dengan rusaknya wilayah pantai dan pesisir dengan segala kehidupan yang ada diwilayah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola arus yang dapat dijadikan sebagai referensi dalam pengelolaan lingkungan laut dan perencanaan bangunan pantai. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 27 – 30 September 2014. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif. Pengambilan data arus dengan ADCP type Argounaunt-XR dengan sistem mooring. Pengolahan data pasang surut dilakukan dengan menggunakan metode Admiralty. Pemodelan pola arus menggunakan pemodelan matematis. Berdasarkan pengukuran di lapangan, perairan Aceh Timur memiliki kondisi arus yang didominasi oleh arus pasang surut. Kecepatan arus maksimum sebesar 0,647 m/s bergerak menuju arah Timur-Tenggara. Kecepatan arus minimum 0,003 m/s yang bergerak menuju ke arah Tenggara. Tipe pasang surut yang terjadi adalah pasang surut harian ganda dengan bilangan Formzahl sebesar 0,17, tinggi muka air laut rata-rata (MSL) sebesar 176, 03 cm, tinggi muka air terendah  (LLWL) sebesar 82,34 cm dan tinggi muka air tertinggi (HHWL) sebesar 269,98 cm. Hasil simulasi model hidrodinamika menunjukkan bahwa arus yang terjadi pada daerah model relatif menuju arah barat laut pada kondisi surut menuju pasang dan ke arah tenggara saat pasang menuju surut.
SEBARAN KONSENTRASI SEDIMEN TERSUSPENSI DI PERAIRAN LARANGAN, KABUPATEN TEGAL MENGGUNAKAN MODEL MATEMATIK 2 DIMENSI SED2D Umami, Raisha Media; Hariyadi, Hariyadi; Rochaddi, Baskoro
Journal of Oceanography Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2474.824 KB)

Abstract

Abstrak   Sungai Bongkok memiliki peran penting sebagai penyalur material tersuspensi dari daerah hulu menuju laut. Proses sebaran sedimen di perairan laut dipengaruhi oleh faktor fisika oseanografi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sebaran konsentrasi sedimen tersuspensi yang dipengaruhi oleh arus pasang surut dengan membuat simulasi model sebaran sedimen tersuspensi pada Peralihan I di Perairan Larangan, Kabupaten Tegal. Materi dalam penelitian meliputi data primer berupa konsentrasi sedimen tersuspensi, dan debit sungai sedangkan data sekunder berupa peta batimetri, RBI, citra satelit wilayah perairan Tegal, data pasut, arus, dan angin. Penelitian menggunakan metode kuantitatif, penentuan titik sampling dengan sampling purposive, analisis sampel sedimen tersuspensi menggunakan metode Gravimetri di laboratorium, dan pembuatan model sebaran konsentrasi sedimen tersuspensi menggunakan pendekatan matematik SED2D dalam software Surface Water Modelling System (SMS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai konsentrasi sedimen tersuspensi di Perairan Larangan, Kabupaten Tegal berkisar antara 0,1-0,4 gr/l pada Peralihan I. Nilai debit Sungai Bongkok pada saat pengukuran sebesar  1,31 m³/det. Arus dominan di Perairan Larangan adalah arus pasut, dan kecepatan arus rata-rata 0,47 m/detik. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa nilai konsentrasi sedimen tersuspensi terbesar berada di muara dan mengecil ketika menuju laut. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa sebaran sedimen tersuspensi di wilayah yang dikaji sangat dipengaruhi oleh arus pasang surut, dan pada Peralihan I arah sebaran sedimen tersuspensi dominan ke Timur.
STUDI ARUS PADA PERAIRAN LAUT DI SEKITAR PLTU SUMURADEM KABUPATEN INDRAMAYU, PROVINSI JAWA BARAT Permadi, Ludy Cahya; Indrayanti, Elis; Rochaddi, Baskoro
Journal of Oceanography Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.031 KB)

Abstract

Arus merupakan salah satu parameter oseanografi yang memiliki peranan penting dalam menentukan kondisi suatu perairan. Arus merupakan perpindahan massa air yang diakibatkan beberapa faktor, diantaranya perbedaan massa jenis air, perbedaan tekanan, gaya-gaya pembangkit lain seperti gelombang panjang dan angin. Pola dan karateristik arus yang meliputi jenis arus dominan, kecepatan dan arah serta pola pergerakan arus laut menyebabkan kondisi suatu perairan menjadi dinamis.Wilayah perairan desa Sumuradem di daerah Indramayu provinsi Jawa Barat merupakan suatu wilayah perairan yang terdapat di pantai Utara Jawa yang terletak pada daerah Teluk Ciasem. Terdapat sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sumuradem Indramayu. Pentingnya informasi mengenai arus laut  akan membantu dalam menunjang aktivitas PLTU Sumuradem, Indramayu. Penelitian  dilaksanakan pada 25 Juni – 26 Juni 2014 di Perairan sekitar PLTU Sumuradem, Indramayu. Data yang digunakan dalam penelitian merupakan data pengamatan kecepatan dan arah arus sebagai data primer dan peta batimetri sebagai data sekunder. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode deskriptif dengan hasil penelitian yang dianalisa dan dimodelkan menggunakan software DHI Mike 21 dan ArcGis 10.1.Hasil penelitian menunjukkan arus pada perairan di sekitar PLTU Sumuradem, Indramayu merupakan arus pasut yang dominan bergerak ke arah Timur Laut (menjauhi pantai) pada saat surut dengan kecepatan antara 0,017 – 0,11 m/s dan bergerak ke arah Selatan (meuju pantai) pada saat pasang dengan kecepatan antara 0,02 – 0,116 m/s.
STUDI BATIMETRI DAN BERKURANGNYA DARATAN DI WILAYAH PERAIRAN DESA MAYANGAN KABUPATEN SUBANG Ramadhan, Tegar; Rochaddi, Baskoro; Hariadi, Hariadi
Journal of Oceanography Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (901.606 KB)

Abstract

Pemanfaatan kawasan pantai utara Jawa Barat untuk menunjang kegiatan ekonomi menimbulkan kerusakan pada wilayah pesisir. Kerusakan tersebut meliputi akresi, abrasi, dan penurunan muka tanah serta adanya intrusi air laut. Salah satu kawasan pantai utara yang mengalami kerusakan wilayah pesisir tersebut adalah Kabupaten Subang. Perairan Desa Mayangan merupakan salah satu pantai wisata primadona yang berada di Kabupaten Subang. Namun dengan mundurnya pantai di wilayah Desa Mayangan ini menyebabkan banyak daratan yang hilang. Banyaknya daratan yang hilang di Desa Mayangan menjadikan pengetahuan mengenai kondisi kedalaman perairan terkini diperlukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kedalaman perairan terkini dan berkurangnya luas daratan di wilayah perairan Desa Mayangan, Kabupaten Subang dari tahun 2005 hingga 2016. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 19 April - 03 Mei 2016. Data primer dalam penelitian ini adalah batimetri dan tracking garis pantai. Sedangkan data sekunder meliputi pasang surut, peramalan pasang sururt NAO Tide, dan citra Landsat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif karena data yang digunakan berdasarkan angka – angka yang dianalisis. Hasil penelitian memperlihatkan kedalaman perairan lokasi penelitian berkisar antara 0 - 9 meter dan kedalaman 0 – 1 meter pada daerah yang telah hilang daratannya. Pada tahun 2005 – 2010 terlihat pada citra Landsat terjadi kemunduran garis pantai 20 – 620 meter dengan total daratan yang berkurang seluas 70.55 Ha. Pada tahun 2010 – 2016 terjadi kemunduran garis pantai 75 – 650 meter dengan total daratan yang berkurang seluas 146.24 Ha.
Distribusi Material Padatan Tersuspensi Di Perairan Bengkulu Dewanty, Rica; Zainuri, Muhammad; Setyawan, Wahyu Budi
Journal of Oceanography Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.662 KB)

Abstract

AbstrakPenyebaran material sedimen yang masuk ke laut dari muara sungai di tentukan oleh debit aliran sungai, volume muatan sedimen, kondisi arus, gelombang dan pasang-surut. Hal yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana distribusi material padatan tersuspensi (MPT) dari muara Sungai Bengkulu menuju Perairan Bengkulu. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pola sebaran material padatan tersuspensi dari muara Sungai Bengkulu menuju Perairan Bengkulu pada bulan Juni 2013. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus denganpendekatanstudikasus, dimana penentuan lokasi pengambilan sampel sedimen menggunakan metode sampling purposive. Penelitian ini dilakukan 2 tahap, pengamatandan pengukuran di lapangan, dan proses analisa di laboratorium. Pengamatandanpengukuran di Perairan Bengkulu terbagidalam 18 stasiun. Data primer yang diukur meliputi titik koordinat, kedalaman dan muatan padatan tersuspensi (MPT). Sedangkan data sekunder meliputi, arus, dan gelombang. Sampel sedimen tersuspensi (MPT) dianalisis di Laboratorium Geologi Laut LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia).Sebaran MPT memiliki nilai konsentrasi tinggi di Muara sungai, karena muara sungai membawa material sedimen dari darat, sehingga nilai konsentrasi yang berada di muara sungai lebih tinggi dibandingkan yang berada di laut. Pola penyebaran MPT dari Muara sungai yang tinggi dan terlihat relatif sama menuju perairan Bengkulu, karena arus yang terjadi mempunyai gerakan yang sama sehingga sebaran MPT pada Stasiun 1 – Stasiun 15 relatif sama.
STUDI SEBARAN MATERIAL PADATAN TERSUSPENSI DI PERAIRAN SEBELAH BARAT TELUK JAKARTA Millaty, Dian; Muslim, Muslim; Prihatiningsih, Wahyu Retno
Journal of Oceanography Vol 4, No 4 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (961.129 KB)

Abstract

Perairan sebelah barat Teluk Jakarta merupakan perairan yang mempunyai aktivitas yang tinggi, adanya muara sungai cisadane serta letaknya yang berada di sebelah barat Teluk Jakarta memberikan masukan run off dari sungai dan daratan menuju perairan. Material-material yang berasal dari daratan tersebut sebagian tersuspensi di kolom air dan sebagian mengendap di dasar perairan. Material yang tersuspensi menghalangi masuknya cahaya matahari ke perairan sehingga mengganggu proses fotosintesis. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui sebaran konsentrasi material padatan tersuspensi di perairan bagian barat Teluk Jakarta.Penelitian dilakukan pada tanggal 26 November 2014 di perairan bagian barat Teluk Jakarta. Pengambilan sampel air laut dilakukan pada 4 stasiun dengan beberapa variasi kedalaman guna mengetahui profil konsentrasi material padatan tersuspensi di air. Hasil penelitian menunjukkan nilai konsentrasi material padatan tersuspensi secara horizontal di kedalaman 0 m menunjukkan konsentrasi paling tinggi terdapat pada stasiun 1, hal ini disebabkan letak stasiun 1 yang paling dekat dengan muara sungai dibandingkan stasiun lainnya. Pengaruh arus permukaan dalam sebaran MPT secara horizontal tidak terlalu berpengaruh akibat kecepatan arus yang cenderung lemah, namun sebarannya cenderung lebih dipengaruhi oleh letak muara sungai. Konsentrasi secara vertikal menunjukkan terjadinya kenaikan material padatan tersuspensi dengan bertambahnya kedalaman pada semua stasiun kecuali stasiun 2. Perbedaan ini akibat adanya pengaruh kedalaman perairan stasiun 2 yang paling dalam dibandingkan stasiun lain, sehingga diduga resuspensi sedimen dasar tidak terlalu tinggi.

Page 8 of 39 | Total Record : 382