cover
Contact Name
Awalul Fatiqin
Contact Email
fatiqin@mipa.upr.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
fatiqin@mipa.upr.ac.id
Editorial Address
Universitas Palangka Raya borneo, borneo@upr.ac.id
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
Journal of Biotropical Research and Nature Technology
Published by Pandawa Institute
ISSN : 29640431     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.47352/jbrnt.2964-0431
Core Subject :
Focus and Scope Journal of Biotropical Research and Nature Technology (J.Biotropica. Res. Nat. Technol.) is an open access, peer-reviewed journal dedicated to the publication of novel research concerned with the advancement of Biodiversity studies of Wetland tropical. It publishes original research articles, short communication, reviews or results of case study and projects base learning (PJBL) on the following subjects: Studies on Biodiversity topics such as: biodiversity patterns, conservation priority, wildlife management, conservation plan and ecosystem functioning under global change in Asia. Studies on Zoological topics such as: Animal Behavior, Comparative Physiology, Evolution, Ecology, Systematics and Biogeography. Studies on Botanical topics such as: plant genetics, biochemistry, cell biology, molecular biology, plant physiology and biosystematics. This includes comprehensive series of volumes dealing with the genome evolution of plants. Recent developments on plant metabolic. Studies Potential Biology topics such as: exploration of the applicable of probiotics, antimicrobials including antibacterial, antiviral, antifungal, antiprotozoal agents, and their derivatives in biomedical, agricultural, food, and cosmetic products. Manuscripts that are not in accordance with the subjects will not be considered to be published. We also discourage manuscripts written by a single author.
Arjuna Subject : -
Articles 56 Documents
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kasar Bonggol Nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) Terhadap Salmonella enterica Serotipe Typhi Kusumawardhani Fildzah Hani; Syarifah Syarifah; Riri Novita Sunarti
Journal of Biotropical Research and Nature Technology Vol. 1 No. 1 (2022): Journal of Biotropical Research and Nature Technology
Publisher : Pandawa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/borneo.v1i1.5770

Abstract

Salmonella enterica serotype Typhi is sufficient to cause clinical infection, compared to other serotypes. Antibiotics are often used as antibacterial, but inappropriate use of antibiotics can cause serious side effects. Pineapple hump is an alternative because of its better enzyme activity potential as an antibacterial. This study aimed to determine the effect of the antibacterial activity of the crude extract of pineapple weevil (Ananas comosus (L) Merr) on the growth of Salmonella enterica serotype Typhi. This study is an experimental study (RAL) with 7 treatments and 4 replications. Tested by diffusion method at concentrations of crude pineapple wee extract 50%, 60%, 70%, 80%, 90%, 100% and positive control chloramphenicol 30 g. The results showed that the crude extract of pineapple hump in this study had no effect as an antibacterial on the growth of Salmonella enterica serotype Typhi. However, this activity can still be proven by isolating certain compounds and modifying the method used in pineapple weevil extraction which can produce antibacterial compounds in pineapple weevil to optimize antibacterial activity. 
Pemanfaatan Salvinia molesta, Marsilea crenata dan Azolla pinnata Sebagai Agent Fitoremediasi Insektisida Diazinon Authors Hamdani Dwi Prasetyo; Afida Fajar N; Anindya Amelia K; Yuni Nazirah; Viska P; Nurina Hapsari L
Journal of Biotropical Research and Nature Technology Vol. 1 No. 1 (2022): Journal of Biotropical Research and Nature Technology
Publisher : Pandawa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/borneo.v1i1.5645

Abstract

Bioremidiasi dapat mengunakan tumbuhan dalam penuruanan polutan yang ada dilingkunganm. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi tumbuhan Salvinia molesta, Marsilea crenata dan Azolla pinnata sebagai agent fitoremidiasi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2022 di Laboratorium Terpadu, Universitas Islam Malang, dengan mengunakan tanaman semanggi (Marsilea crenata), azolla (Azolla pinnata) dan apu-apu (Salvinia molesta). Pestisida yang digunakan adalah Diazinon 600 EC, dengan rancangan acak lengkap dengan ulangan sebanyak tiga kali dengan dua konsentrasi berbeda. Parameter yang diamati adalah pH, TDS dan EC. Hasil analisis tiga jenis tanaman dan beda konsentrasi dengan mencari Mean dan Standart Devisiasi diperoleh hasil pengukuran pH dengan beda konsentrasi yaitu pada tanaman Ap/Azollaprinata (K1: 6,92 ± 0.20 dan K2: 6,83 ± 0.13), tanaman Mc/Marsileacrenata (K1: 6,84 ± 0.19 dan K2: 6,87 ± 0.18) dan tanaman P/Salviniamolesta (K1: 6,78 ± 01,4 dan K2: 6,90 ± 0.18). sehingga menunjukkan semakin tinggi konsentrasi larutan, maka akan semakin cepat terjadinya layu pada ketiga jenis tanaman.
Analisis Total Mikroba Dan Coliform Pada Perairan Sungai Rupit Di Kabupaten Musi Rawas Utara Sumatera Selatan Aneke Lestari; Rukmini Rukmini; R. A. Hoetari Tirta Amalia; Riri Novita Sari; Amelia Amelia; Awalul Fatiqin
Journal of Biotropical Research and Nature Technology Vol. 1 No. 1 (2022): Journal of Biotropical Research and Nature Technology
Publisher : Pandawa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/borneo.v1i1.7342

Abstract

Sumatera Selatan mempunyai aliran sungai dengan jumlah yang banyak salah satunya sungai Rupit di Kabupaten Musi Rawas aliran sungai kawasan ini digunakan sebagai sumber air yang biasa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Indikator pencemaran suatu perairan yaitu ditemukannya bakteri coliform. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jumlah total mikroba dan kadar cemaran coliform pada perairan sungai Rupit di Wilayah Kecamatan Karang Jaya serta kesesuaian baku mutu untuk keperluan hiegene sanitasi. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dan metode yang digunakan adalah Most Probable Number (MPN) dan Total Plate Count (TPC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total mikroba yang didapatkan di wilayah hilir, tengah dan hulu memiliki kadar yang tinggi yaitu masing-masing bernilai 108,7 x 105 CFU/ml, 12,7 x 105 CFU/ml dan 6,6 x 105 CFU/ml. Sedangkan nilai kadar cemaran koliforrm dan Escherichia coli di perairan sungai Rupit di Wilayah Kecamatan Karang Jaya di wilayah hilir, tengah dan hulu masing-masing sebesar 585 CFU/100 ml, 2400 CFU/100 ml, dan 1557 CFU/100 ml. Nilai koliforrm dan Escherichia coli yang didapatkan ini melebihi standar baku mutu air untuk keperluan hiegene sanitasi yang ditetapkan oleh Permenkes Nomor 32 Tahun 2017.
Studi Budidaya Jamur Kuping (Auricularia auricula) dengan Variasi Jenis Substrat dan Konsentrasi Supplemen Arif Yachya; Sulistyowati Sulistyowati; Awalul Fatiqin; Ria Windi Lestari; Umi Novita Fitriah; Decenly Decenly; Rahayu Opi Anggoro
Journal of Biotropical Research and Nature Technology Vol. 1 No. 1 (2022): Journal of Biotropical Research and Nature Technology
Publisher : Pandawa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/borneo.v1i1.7329

Abstract

Terbatasnya stok serbuk gergaji kayu sengon sebagai bahan baku baglog dapat mempengaruhi kelangsungan produksi jamur kuping (Auricularia auricula). Pemanfaatan limbah pertanian sebagai bahan baku alternatif baglog jamur kuping belum banyak diungkap. Ketiga jenis limbah pertanian yang tersedia melimpah di dataran rendah, yaitu jerami padi (PJP), potongan ampas tebu (PAT) dan serbuk gergaji kayu kelapa (SKK). Peforma pertumbuhan dan hasil panen jamur kuping pada ketiga jenis limbah pertanian tersebut yang dikombinasikan dengan dedak (0, 5, 10 dan 15%) diinvestigasi pada penelitian ini. Serbuk kayu sengon (SKS) digunakan sebagai kontrol. Hasil menunjukkan bahwa waktu tercepat miselium penuh, pembentukan pinhead dan panen pertama dicapai berturut-turut pada hari ke-17-20, 29-32, dan 39-40 inkubasi oleh baglog SKK. Pengamatan pada hasil panen menunjukkan PJP adalah substrat terbaik dibanding SKS (sebagai substrat kontrol), SKK dan PAT. Sebaliknya, peningkatan konsentrasi dedak berdampak negatif pada hasil panen baglog PJP. Performa hasil panen terbaik diperoleh pada baglog PJP dengan dedak 0 % yaitu 13,67 g (berat basah) dengan berat baglog 240 g (berat basah). Hasil ini lebih tinggi 64,11 % dari hasil panen baglog SKS dengan dedak 5-10%. Pada akhirnya, hasil studi ini merekomendasikan PJP sebagai substrat alternatif pengganti SKS.
Keanekaragaman Tumbuhan Herba Di Zona Pemanfaatan Kawasan Ranu Darungan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Kabupaten Lumajang Jawa Timur Luthfinia Farah Dina
Journal of Biotropical Research and Nature Technology Vol. 1 No. 1 (2022): Journal of Biotropical Research and Nature Technology
Publisher : Pandawa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/borneo.v1i1.7373

Abstract

Hutan merupakan jenis sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan memiliki beberapa tipe, salah satunya adalah hutan tropis di Indonesia. Hutan tropis memiliki keunikan keanekaragaman yang membentuk strata seperti tumbuhan pohon, perdu, semak, herba, dan lumut. Herba merupakan tumbuhan penyusun hutan yang termasuk ground cover yang memiliki batang tidak berkayu. Herba dapat bersifat individu atau soliter dengan berbagai habitat. Keanekaragaman jenis tumbuhan herba di hutan tropis dipengaruhi oleh faktor biotik dan faktor abiotik. Ranu Darungan mempunyai ekosistem khas berupa hutan hujan tropis pegunungan, memiliki kondisi yang relatif bagus serta keanekaragaman hayati yang tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui genus dan nilai keanekaragaman tumbuhan herba di Zona Pemanfaatan Kawasan Ranu Darungan TNBTS. Metode penelitian dengan line and transect plot dengan 4 transek sepanjang 20 m masing-masing terdapat 5 plot berukuran 1x1 m dengan jarak antar plot 3 m. Ditemukan sebanyak 180 individu tumbuhan herba di Zona Pemanfaatan TNBTS yang terdiri dari 15 genus dan 13 famili. Genus Ageratina sp. Merupakan genus yang terbanyak dengan jumlah 41 individu dari famili Asteraceae. Genus tumbuhan herba terbanyak terdapat pada famili Poaceae yaitu 2 genus dan Araceae yaitu 2 genus. Keanekaragaman tumbuhan herba di Zona Pemanfaatan Kawasan Ranu Darungan TNBTS dengan nilai 2,39 kategori keanekaragaman sedang.
Profil fitokimia dan aktivitas antibakteri fraksi etil asetat daun jarak pagar (Jatropha curcas) Sudarman Rahman
Journal of Biotropical Research and Nature Technology Vol. 1 No. 1 (2022): Journal of Biotropical Research and Nature Technology
Publisher : Pandawa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/borneo.v1i1.8332

Abstract

Bacterial infection is a major cause of chronic infection and death that continues to threath public health worldwide. Improper use of antibiotics can cause pathogenic bacteria to become resistant to antibiotics and have side effects, so alternative sources of antibiotics from natural ingredients are needed. One type of plant that is efficacious as an antibacterial is jarak pagar leaves (Jatropha curcas). This study aims to examine the phytochemical content qualitatively using the tube method and the antibacterial activity of the ethyl acetate fraction of jarak pagar leaves using the disc diffusion method. Extraction of jarak pagar leaves by maceration method with 96% ethanol then fractionated with ethyl acetate. Data on the diameter of the inhibition zone in the antibacterial test were analyzed using the non-parametric test, namely the Kruskal Wallis test. The analysis was continued with Mann Whitney's post hoc with a confidence level (pvalue<0.05). Based on the results of the phytochemical test obtained alkaloids, saponins, flavonoids, polyphenols and tannins. The antibacterial activity of the ethyl acetate fraction of jarak pagar leaves at a concentration of 8 mg/mL showed an inhibition zone of 19.73±0.25 mm which was included in the very moderate category and weakly inhibited at a concentration of 0.5 mg/mL which was 4.87±0.31 mm and the results of statistical tests showed that the ethyl acetate fraction of jarak pagar leaves had antibacterial activity and each concentration had a significant effect on inhibiting the growth of S. aureus.
Growth Response of Some Leguminous Plants to Peat Water from Central Kalimantan Decenly Decenly
Journal of Biotropical Research and Nature Technology Vol. 1 No. 2 (2023): Journal of Biotropical Research and Nature Technology
Publisher : Pandawa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/borneo.v1i2.8016

Abstract

Legumes are cultivated plants that are widely used by the community. In central Kalimantan, especially in Palangka Raya city, the legume is planted by the community as a garden plant which is consumed daily. The condition of acidic peatlands in Central Kalimantan is a limiting factor for plant growth. This study aims to determine the effect of peat water from the Sabangau River in Central Kalimantan on the germination of legume plants. The study used 4 (four) types of plants such as Vigna radiata L, Vigna unguiculata L, Phaseolus vulgaris L, and Glycine max L using a Completely Randomized Design (CRD). The plant seeds were first soaked in peat water for 3 (three) hours, then transferred to a medium covered with cotton and watered using the same water. Observations were made from the first day to the seventh day. The results showed that 3 (three) types of plants such as Vigna radiata L, Vigna unguiculata L, and Phaseolus vulgaris L were able to grow using peat water as a medium, while soybeans could not germinate. The results show that out of these three types of plants, Vigna radiata L has a better growth rate than Vigna unguiculata L and Phaseolus vulgaris L. Statistical tests using ANOVA analysis showed no significant differences between the three types of plants that grow.
Quantitative Traits of Melodi Gama-3 Melon (Cucumis Melo L.), A New Superior Cultivar, on Rainy Season and Altitude Variation Rizko Hadi
Journal of Biotropical Research and Nature Technology Vol. 1 No. 2 (2023): Journal of Biotropical Research and Nature Technology
Publisher : Pandawa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/borneo.v1i2.8998

Abstract

Melodi Gama 3 is a superior melon cultivar candidate which was developed presently. Purposes of this study were to determine quantitative traits of the Melodi Gama 3, as well as to compare it to commercial melon cultivars, based on trial on rainy season and altitude variation. Materials used were Melodi Gama-3 seeds originated from Laboratory of Genetics, Faculty of Biology, Universitas Gadjah Mada, and commercial cultivars seeds, i.e., Action 434, Glamour Sakata, MAI, and LADIKA, respectively. The trial had been conducted at three variations of altitude i.e., mediumland, lowland, and beach shore, respectively, in period of rainy season. The quantitative traits, that were fruit weight and girth, flesh, and rind thickness, as well as vertical and horizontal diameter (longitudinal section), respectively, had been observed and measured at the Laboratory of Genetics, Faculty of Biology, Universitas Gadjah Mada. Data then analyzed with Honestly Significant Different test following balanced ANOVA, all using PKBT-STAT 2 software. Results showed that all the quantitative traits, except for flesh thickness, were influenced very significantly by interaction of cultivars x locations (P < 0.01). The Honestly Significant Difference test indicated that the Melodi Gama-3 had higher measurement of its quantitative traits (fruit weight: 2.68 kg; fruit girth: 55.45 cm; rind thicknesss: 0.93 – 1 cm; vertical diameter: 15.94 – 18.19 cm; horizontal diameter: 17.79 cm) than other cultivars. It was revealed that the Melodi Gama-3 was best planted at lowland altitude. Plant breeders should benefit from this study for the Melodi Gama-3 has great potency to be bred based on its traits comparison with commercial cultivars.
Transpirasi Tiga Spesies Dominan dalam Konservasi Air di Daerah Tangkapan Air (DTA) Wonosadi Kabupaten Gunungkidul Umi Novita Fitriah
Journal of Biotropical Research and Nature Technology Vol. 1 No. 2 (2023): Journal of Biotropical Research and Nature Technology
Publisher : Pandawa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/borneo.v1i2.8990

Abstract

Cuaca ekstrem di Indonesia menyebabkan terjadinya fenomena krisis air di beberapa daerah, salah satunya Gunungkidul. Daerah Tangkapan Air (DTA) Wonosadi Kabupaten Gunungkidul merupakan kawasan DTA yang luas dan mampu menyimpan air. Konservasi DTA perlu dilakukan untuk menjamin ketersediaan air. Keberadaan vegetasi tumbuhan yang ada di DTA memberi pengaruh besar terhadap ketersediaan air dan nutrien di tanah, karena vegetasi memegang peran penting dalam siklus hidrologi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peranan ekofisiologis dalam mengkonservasi air dalam proses transpirasi. Penelitian dilaksanakan selama lima bulan di DTA Wonosadi Kabupaten Gunungkidul dan Laboratorium Ekologi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada. Sampel tumbuhan diperoleh melalui analisis vegetasi berdasarkan tiga jenis kerapatan vegetasi (tinggi, sedang, dan rendah). Pengukuran laju transpirasi dilakukan pada tiga spesies dominan di DTA Wonosadi dengan menggunakan kertas Kobalt klorida. Tiga spesies dominan yang diperoleh yaitu yaitu Swietenia macrophylla King., Tectona grandis L., dan Acacia auriculiformis A.Cunn. Ex Benth. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tectona grandis L., merupakan spesies yang paling berpengaruh besar terhadap ketersedian air dengan laju transpirasi 181.00 detik. Tingkat transpirasi tumbuhan juga dipengaruhi oleh faktor abiotik yaitu pH tanah, suhu tanah, suhu udara, kelembapan tanah, kelembapan udara dan intensitas cahaya. Hasil analisis faktor lingkungan menunjukkan bahwa masing-masing kelas kerapatan vegetasi menunjukkan perbedaan hasil di tiap parameter lingkungan. Area kerapatan tinggi memiliki suhu udara dan kelembapan yang tinggi dibanding kelas lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa semakin rapat vegetasi maka semakin tinggi kelembapan di area tersebut.
Identifikasi Parasit Pada Saluran Gastrointestinal Kecoa Mirnawati Dewi Mirna
Journal of Biotropical Research and Nature Technology Vol. 1 No. 2 (2023): Journal of Biotropical Research and Nature Technology
Publisher : Pandawa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/borneo.v1i2.8991

Abstract

Kecoa memiliki kemampuan secara mekanis menularkan parasit dan mikroorganisme penyebab penyakit ke manusia sehingga menimbulkan ancaman kesehatan masyarakat. Tujuan penelitian ini yaitu mengkaji jenis parasit yang terdapat pada saluran pencernaan kecoa. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan cross sectional dan sampel diambil secara excidental sampling. Kecoa dikoleksi dari lokasi yang berbeda di sekitar pemukiman masyarakat kemudian dilakukan identifikasi. Kecoa tersebut jenis Periplaneta americana dan Blatta orientalis. Selanjutnya dilakukan pembedahan pada kecoa. Pembedahan dilakukan untuk mengeluarkan saluran pencernaan dari esophagus sampai rectum. Jenis parasit yang di temukan yaitu Hammerschmidtiella diesingi. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa kecoa mampu menularkan parasit tersebut ke bahan makanan yang dilewati oleh kecoa jika kecoa tersebut bermigrasi ke rumah-rumah masyarakat. Penelitian ini menemukan nematoda Hammerschmidtiella diesingi yang diisolasi dari P. americana untuk pertama kalinya di Palangka Raya