cover
Contact Name
Umar Tangke
Contact Email
umbakhaka@gmail.com
Phone
+6282231453888
Journal Mail Official
biosainstek@gmail.com
Editorial Address
Kampus UMMU Ternate Jl. KH. A. Dahlan No. 100, Kelurahan Sasa. Kecamatan Ternate Selatan Ternate-Maluku Utara
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
JURNAL BIOSAINSTEK
ISSN : -     EISSN : 2685676X     DOI : https://doi.org/10.52046/biosainstek
Core Subject :
Jurnal BIOSAINSTEK merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Univeritas Muhammadiyah Maluku Utara, dikelola oleh Program Studi Teknologi Hasil Perikanan Fakultas Pertanian sebagai sarana publikasi hasil penelitian mahasiswa, dosen dan peneliti dari instansi pemerintah maupun instansi swasta. Jurnal ini memuat artikel yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya berupa artikel hasil penelitian atau penelitian terapan dengan bidang kajian EKSAKTA UMUM dan SAINS, meliputi kajian bidang KESEHATAN, KEHUTANAN, PERTANIAN, PERIKANAN, MIPA, BIOLOGI termasuk kajian tentang FLORA dan FAUNA dari segi ILMIAH, SOSIAL dan EKONOMI, serta bidang TEKNIK dan ilmu EKSAKTA lainnya. Semua artikel yang masuk akan melalui ‘proses "PEER-REVIEW’ dan di PUBLIKASI setelah memenuhi persyaratan sesuai pedoman penulisan. Penerbitan jurnal ini dilakukan sebanyak enam bulan sekali yaitu pada bulan Januari dan Juli.
Arjuna Subject : -
Articles 157 Documents
Analisis Representasi Graf Berarah dalam Matriks: (Studi Kasus Jaringan Lalu Lintas Jembatan VI Kalumata-Tanah Tinggi Kota Ternate Selatan) Ruslan Laisouw; Hasanaidi Burhanudin
BIOSAINSTEK Vol 2 No 01 (2020): Januari 2020
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v2i01.344

Abstract

Pada paper ini direpresentasikan graf berarah dalam matriks serta lintasan terpendek pada jaringan lalu lintas Jembatan VI Kalumata–Tanah Tinggi Kota Ternate Selatan, dengan menggunakan algoritma lintasan terpendek dijkstra. Hasil yang diperoleh berupa matriks ketetanggaan M dengan elemen baris (v1, v2, v3 ...v11) dan elemen kolom( v1, v2, v3 ...v13) dimana elemen pertama (v1, v2) = 0,5 dan elemen akhir (v11, v13) = 0. Graf berarahnya adalah graf G dengan 13 titik/verteks (v1, v2, v3, ..., v13) dan memuat min 12 sisi /edge yang menghubungkan 13 verteks, lintasan terpendek direpresentasikan pada vertex (v1, v2, v3, v4, v7, v8, v11, v12) dengan panjang lintasan adalah 3,61.
Respons Pemberian Pupuk NPK Phonska pada Berbagai Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kacang Tanah (Arichis hypogaea L.) di Desa Wali dengan Program SPSS Edy Said Ningkeula
BIOSAINSTEK Vol 1 No 01 (2019): Juli 2019
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v1i01.345

Abstract

Penelitian ini berlangsung dengan menggunakan teknik Penelitian praktikum menggunakan lahan di Dusun Wamsoba Desa Wali Kecamatan Namrole Kabupaten Buru Selatan. Tujuan Proposal Penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi tanaman Kacang tanah (Arichis hypogaea L.), akibat pemberian pupuk NPK Phonska dan berbagai jarak tanam di Dusun Wamsoba Desa Wali Kecamatan Namrole. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), faktorial yang terdiri dari 2 faktor dengan menggunakan pupuk Phonska dan Jarak Tanam. Berdasarkan hasil pengamatan diadakan perhitungan untuk mencari analisis ragam sesuai dengan rancangan yang dilakukan, di analisis dengan Program SPSS, dan dilanjutkan dengan mencari Uji Turkey pada tingkat 5% dan 1%. Berdasarkan hasil dan pembahasan pada penelitian ini, maka dapat disimpulkan beberapa hal penting yaitu, ada interaksi antara perlakuan jarak tanam dan pemberian dosis pupuk NPK Phonska pada vase vegetatif maupun generatif, artinya jarak tanam berpengaruh terhadap peran pemupukan.
Pengaaruh Pemberian Pupuk Bokashi Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Buncis (Phaseolas vulgaris L) di Desa Ubung Dengan Program SPSS Edy Said Ningkeula
BIOSAINSTEK Vol 2 No 01 (2020): Januari 2020
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v2i01.346

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik Penelitian praktikum menggunakan lahan di desa Ubung Kecamatan Lilialy Kabupaten Buru. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi tanaman Buncis (Phaseolus vulgaris L), akibat pemberian pupuk limbah kayu putih dan sistim olah tanah pada lahan kering di desa Ubung. Kegunaan Penelitian ini adalah dapat berguna sebagai basis data pertanian dan sebagai informasi bagi petani, peneliti lain, pihak-pihak yang berkepentingan serta pengembangan lebih lanjut dari produksi tanaman Buncis. Hasil dari penelitian ini, yaitu, 1) Kombinasi perlakuan dosis pupuk bokashi limbah kayu putih dengan dosis 15 ton.ha-1 dan sistim olah tanah sempurna berpengaruh terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman buncis 2) Sedangkan perlakuan dosis pupuk 30 ton.ha-1 dan sistim olah tanah sempurna berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan generative tanaman Buncis (Phaseolus vulgaris L.) pada lahan di desa Ubung. 3) Pemupukan yang dilakukan untuk tanaman buncis, seharusnya memperhatikan kelestarian lingkungan dengan program 4t, tepat waktu, tepat dosis, tepat lokasi dan tepat aplikasinya.
Dukungan Keluarga Berhubungan dengan Kepatuhan Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Terapi Hemodialisa di RSUD dr. M. HAULUSSY Ambon Dene Fries Sumah
BIOSAINSTEK Vol 2 No 01 (2020): Januari 2020
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v2i01.351

Abstract

Penelitian bertujuan ini untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Observasional analitik adalah metode yang digunakan dengan pendekatan potong lintang (cross sectional). Populasi penelitian adalah semua pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa di Ruang Hemodialisa RSUD dr. M. Haulussy Ambon yang berjumlah 85 orang dengan sampel sebanyak 46 responden dan teknik Accidental sampling dengan analisa data menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian di dapat bahwa dari 46 responden, 60,9% patuh menjalani hemodialisa serta dukungan keluarga pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa menunjukan bahwa ada hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa dengan nilai (p-value 0,000).Dukungan Keluarga
Kecerdasan Spiritual Berkorelasi dengan Tingkat Kecemasan Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa di Ruang Hemodialisa RSUD dr. M. HAULUSSY Ambon Dene Fries Sumah
BIOSAINSTEK Vol 2 No 01 (2020): Januari 2020
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v2i01.352

Abstract

Gagal Ginjal Kronik adalah gangguan fungsi ginjal yang progresif dan tidak dapat pulih kembali, dimana tubuh tidak mampu memelihara metabolisme, gagal memelihara keseimbangan cairan dan elektrolit yang berakibat pada peningkatan ureum. Pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis akan mengalami kecemasan yang disebabkan oleh berbagai stressor, diantaranya pengalaman nyeri pada daerah penusukan saat memulai hemodialysis. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa hubungan kecerdasan spiritual dengan tingkat kecemasan pasien hemodialisis di ruang hemodialisis RSUD dr. M. Haulussy Ambon. Desain penelitian ini merupakan deskriptif Analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling yang melibatkan 63 responden. Instrument penelitian menggunakan kuesioner untuk kecerdasan spiritual yang diadopsi dari penelitian Nurul Qomariah dan kuesioner kecemasan Zung Self-Rating Anxiety Scale dan modifikasi dengan kuesioner Hamilton Anxiety Range Of Scale menggunakan uji statistik chi-square dengan tingkat kemaknaan a = 0,05. Hasil analisis Chi Square terdapat hubungan yang bermakna antara kecerdasan spiritual dengan tingkat kecemasan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa dengan nilai signifikan (p-value) adalah 0,000 (<0,05). Kesimpulan Ada hubungan yang bermakna antara kecerdasan spiritual dengan tingkat kecemasan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSUD dr. M. Haulussy Ambon. Saran bagi pasien diharapkan agar dapat mengembangkan kecerdasan spiritual dengan cara mengikuti kegiatan-kegiatan ibadah sehingga kecemasan saat menjalani hemodialisa berkurang.
Pengaruh Jenis dan Kosentrasi Daging Ikan terhadap Mutu Organoleptik Bubur Ikan Umar Tangke; Muhammad Akbar; vanessa N. J. Lekahena
BIOSAINSTEK Vol 2 No 01 (2020): Januari 2020
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v2i01.454

Abstract

Bubur ikan adalah salah satu jenis diversifikasi dan merupakan produk olahan lokal yang selama ini sudah dikenal luas oleh masyarakat Maluku sebagai olahan pada acara adat, keagamaan sampai pada penyajiannya sebagai makanan konsumsi pada bulan ramadhan. Pembuatan bubur ikan oleh masyarakat Maluku umumnya masih bersifat turun temurun dimana mereka lebih mengandalkan pengalaman, hal ini tentunya akan sangat berdampak pada penggunaan bahan dan cita rasa produk yang dihasilkan. Penelitian ini dilaksanakan untuk mencari formulasi yang tepat untuk jenis bubur ikan terkait dengan penggunaan jenis dan konsentrasi daging ikan. Dengan menggunakan rancangan acak lengkap faktorial sebagai alat analisis dengan tujuan untuk mengetahui mutu organoleptik bubur ikan dengan menggunakan jenis dan konsentrasi yang berbeda serta mendapatkan formula yang terbaik. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap mutu organoleptik bubur ikan dimana pada perlakuan jenis ikan nilai mutu organoleptik tekstur berpengaruh nyata sedangkan kenampakan, bau bubur ikan tidak berpengaruh nyata, aroma, rasa dan warna, pada perlakuan konsentrasi daging ikan semua mutu organoleptik tidak berpengaruh nyata, sedangkan untuk perlakuan interaksi hanya mutu organoleptik kenampakan yang berpengaruh nyata dan pada perlakuan interaksi antara jenis ikan dan konsentrasi daging ikan perlakuan terbaik adalah pada perlakuan A1B1, A1B2, A2B1, A2B2, dan A2B3. Dimana perlakuan A1 adalah jenis ikan layang, A2 jenis ikan julung, B1 konsentrasi 25 g, B2 konsentrasi 50 g dan B3 konsentrasi 75g.
Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Masyarakat Terhadap Implementasi Kawasan Tanpa Rokok di Taman Nukila, Fort Oranje dan Landmark Kota Ternate Irnawati A Merek; Nani Supriyatni; Ramli Ramli
BIOSAINSTEK Vol 2 No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v2i2.466

Abstract

Kawasan tanpa rokok (KTR) merupakan ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan merokok atau kegiatan memproduksi, menjual, mengiklankan, dan/atau mempromosikan produk tembakau, meliputi fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja dan tempat umum dan tempat lain yang ditetapkan. Tujuan penelitian ini Untuk memperoleh informasi tentang pengetahuan, sikap dan tindakan masyarakat terhadap Imlementasi kawasan tanpa rokok di Taman Nukila, Fort Oranje dan Landmark Kota Ternate Metode penelitian adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan populasi pada penelitian ini adalah seluruh masyarakat Kota Ternate dan sampel pada adalah pengunjung taman Nukila, Fort Oranje dan Landmark Kota Ternate dengan besar sampel yang digunakan adalah 80 responden. Hasil penelitian pada pengetahuan masyarakat banyak yang mengetahui istilah KTR (kawasan tanpa rokok) yaitu sebanyak 74,2 (92,5%), masih ada masyarakat yang belum mengetahui mengenai sanksi yang diterapkan pada KTR yaitu 66 (82,5%). Untuk sikap masih banyak masyarakat yang bersikap tidak setuju dengan diterapkanya sanksi terhadap KTR yaitu 40 (50%), sikap masyarakat juga banyak yang setuju terhadap dampak dari asap rokok yaitu tidak hanya berdampak pada perokok tapi asap rokok berdampak juga pada yang bukan perokok 69 (86,2%). kepada instansi Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Dinas Perumahan rakyat kawasan permukiman dan pertanahan Perlu adanya advokasi lintas sektor lembaga kesehatan, tokoh keagamaan dan lembaga kepemerintahan dalam hal ini Kelurahan untuk membuat kegiatan sosialisasi tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) setiap bulannya.
Hubungan Pengetahuan dan Kebiasaan Menggosok Gigi dengan Kejadian Karies Gigi pada Siswa SD Negeri 5 Waai Kabupaten Maluku Tengah Zasendy Rehena; Maya Kalay; Lydia M Ivakdalam
BIOSAINSTEK Vol 2 No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v2i2.467

Abstract

Karies gigi adalah penyakit jaringan gigi yang ditandai dengan kerusakan jaringan, dimulai dari permukaan gigi meluas ke arah pulpa. Banyak faktor yang dapat menimbulkan karies gigi pada anak, diantaranya adalah faktor kebersihan mulut yang berhubungan dengan frekuensi dan kebiasaan menggosok gigi. Selain itu, terdapat faktor luar sebagai faktor predisposisi dan penghambat yang berhubungan tidak langsung yakni pengetahuan tentang pemeliharaan kesehatan gigi. Tujuan; penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan kebiasaan menggosok gigi dengan kejadian karies gigi pada siswa SD Negeri 5 Waai Kabupaten Maluku Tengah. Metode Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan menggunakan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel dengan metode total sampling. Data dianalisis dengan mengunakan Uji chi square. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara pengetahuan dengan kejadian karies gigi pada siswa SD Negeri 5 Waai Kabupaten Maluku Tengah,diperoleh nilai ρ=0,003<α 0,05 dan juga ada hubungan antara kebiasaan menggosok gigi dengan kejadian karies gigi pada siswa SD Negeri 5 Waai Kabupaten Maluku Tengah, dengan nilai ρ=0,027<α 0,05. Kesimpulan bahwa pengetahuan dan kebiasaan menggosok gigi berhubungan dengan kejadian karies gigi pada siswa SD Negeri 5 Waai Kabupaten Maluku Tengah. Disarankan kepada pihak sekolah agar dapat bekerjasama dengan petugas kesehatan untuk memberikan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut secara berkala.
Dilema Wilayah Lumbung Ikan: Dari Konsumerisme Menuju Produktivitas Herman Oesman
BIOSAINSTEK Vol 2 No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v2i2.473

Abstract

Maluku Utara memiliki produksi perikanan laut (tangkap) sebesar 286.629,486 ton, sementara potensi yang tersedia untuk perikanan tangkap, mengikuti data lama, sebesar 1.035.230 ton per tahun, di mana potensi lestari sebesar 517.000 ton per tahun, dari potensi tersebut yang baru dimanfaatkan sebesar 150.232 ton per tahun atau 29%. Dengan potensi sebesar itu, ternyata belum memberikan hasil maksimal dalam mendorong kesejahteraan masyarakat nelayan Maluku Utara. Tidak hanya itu, potensi besar itu juga belum banyak menyumbang bagi pembangunan daerah. Persoalan perikanan di Maluku Utara yang dikenal sebagai wilayah dengan produksi ikan terbesar, akhirnya tungkus dalam wacana, mengalami "involusi" yang dari waktu ke waktu, baik publik maupun pemerintah berada dalam wacana itu, tanpa memberi efek kejut bagi kemajuan pembangunan kelautan dan perikanan Maluku Utara. Tulisan ini tidak membahas persoalan perikanan an sich, tetapi lebih pada perspektif sosiologi dan budaya mengenai Maluku Utara sebagai wilayah penghasil ikan yang diperhitungkan, Mimpi dan cita-cita besar menjadikan Maluku Utara sebagai lumbung ikan bukan tidak mungkin dapat tercapai, apabila pemerintah dapat hadir untuk memberi “kepastian kebijakan dan tindakan” dengan menyiapkan infrastruktur pendukung yang memadai, dapat hadir ketika masyarakat membutuhkan peran dan “campur tangan” untuk mendorong pembangunan kelautan dan perikanan yang lebih baik. Karena itu, pelembagaan pada tingkat komunitas nelayan merupakan sesuatu yang mendesak untuk dilakukan. Hal yang paling penting adalah, menggeser kesadaran untuk menjadikan ikan sebagai komoditi utama, dan tidak sekadar hanya sebagai pelengkap untuk dikonsumsi. Kesadaran ini harus konsisten dijalankan, dan itu harus dimulai dari pemerintah daerah sebagai titik tolak hendak mengembangkan Maluku Utara sebagai wilayah lumbung ikan yang disegani dan dihormati.
Analisis Pemasaran Cabai Rawit di Wilayah Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) Koli Kecamatan Oba Kota Tidore Kepulauan Provinsi Maluku Utara Hasrul A Marsaoly
BIOSAINSTEK Vol 2 No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v2i2.474

Abstract

Pemasaran adalah serangkaian kegiatan yang terjadi dalam proses mengalirkan barang dari titik produsen sampai pada titik konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rantai pemasaran cabai rawit, margin pemasaran dan farmer’s share serta tingkat efisiensi pemasaran cabai rawit di wilayah Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) Koli Kecamatan Oba Kota Tidore Kepulauan Provinsi Maluku Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif dan kuantitaif. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu terdapat 4 bentuk saluran pemasaran di wilayah Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) Koli Kecamatan Oba Provinsi Maluku Utara. 1) Petani – Konsumen. 2) Petani – Pedagang Pengumpul Kecamatan – Konsumen. 3) Petani – Tengkulak – Pedagang Pengecer Desa – Konsumen. 4) Petani – Pedagang Pengumpul Luar Kecamatan – Pedagang Penegecer Luar Kecamatan – Konsumen. Rata-rata persentase margin pemasaran pada saluran pemasaran I adalah 0%, saluran pemasaran II sebesar 6,43%, saluran pemasaran III sebesar 9,29% dan saluran pemasaran IV sebesar 14,29%, sedangan rata-rata bagian harga yang diterima oleh petani (farmer’s share) pada saluran pemasaran I sebesar 100%, saluran pemasaran II sebesar 93,57%, saluran pemasaran III sebesar 90,71% dan saluran pemasaran IV sebesar 90,00%. Tingkat efisiensi pemasaran pada keempat saluran pemasaran cabai rawit tersebut merupakan saluran pemasaran yang efisien, yaitu saluran pemasaran I (Ep=0%), saluran pemasaran II (Ep=1,84%), saluran pemasaran III (Ep=3,29%) dan saluran pemasaran IV (Ep=6,38%).

Page 3 of 16 | Total Record : 157