cover
Contact Name
Umar Tangke
Contact Email
umbakhaka@gmail.com
Phone
+6282231453888
Journal Mail Official
biosainstek@gmail.com
Editorial Address
Kampus UMMU Ternate Jl. KH. A. Dahlan No. 100, Kelurahan Sasa. Kecamatan Ternate Selatan Ternate-Maluku Utara
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
JURNAL BIOSAINSTEK
ISSN : -     EISSN : 2685676X     DOI : https://doi.org/10.52046/biosainstek
Core Subject :
Jurnal BIOSAINSTEK merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Univeritas Muhammadiyah Maluku Utara, dikelola oleh Program Studi Teknologi Hasil Perikanan Fakultas Pertanian sebagai sarana publikasi hasil penelitian mahasiswa, dosen dan peneliti dari instansi pemerintah maupun instansi swasta. Jurnal ini memuat artikel yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya berupa artikel hasil penelitian atau penelitian terapan dengan bidang kajian EKSAKTA UMUM dan SAINS, meliputi kajian bidang KESEHATAN, KEHUTANAN, PERTANIAN, PERIKANAN, MIPA, BIOLOGI termasuk kajian tentang FLORA dan FAUNA dari segi ILMIAH, SOSIAL dan EKONOMI, serta bidang TEKNIK dan ilmu EKSAKTA lainnya. Semua artikel yang masuk akan melalui ‘proses "PEER-REVIEW’ dan di PUBLIKASI setelah memenuhi persyaratan sesuai pedoman penulisan. Penerbitan jurnal ini dilakukan sebanyak enam bulan sekali yaitu pada bulan Januari dan Juli.
Arjuna Subject : -
Articles 157 Documents
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Tosa Kota Tidore Kepulauan Tahun 2018 Umar Latif; Agustin Rahayu; Suryani Mansyur
BIOSAINSTEK Vol 1 No 01 (2019): Juli 2019
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v1i01.305

Abstract

Kekurangan energi kronis (KEK) merupakan kondisi yang disebabkan karena adanya ketidakseimbangan asupan gizi antara energi dan protein, sehingga zat gizi yang dibutuhkan tubuh tidak tercukupi. Ibu hamil yang menderita Kekurangan Energi Kronis (KEK) mempunyai resiko kematian ibu mendadak pada masa perinatal atau resiko melahirkan bayi dengan berat bayi lahir rendah. Dari data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan Prevalensi KEK tertinggi berada di Puskesmas Tosa dari tahun 2015-2017 yaitu sebanyak 68 Kasus (44%) sedangkan yang terendah prevalensi KEK berada di Puskesmas Soasio yaitu sebanyak 22 kasus dari tahun 2015-2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Tosa Kota Tidore Kepulauan Tahun 2018. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitaf melalui pendekatan observasional dengan rancangan Cross Sectional Study dan menggunakanTotal sampling dengan jumlah 54 sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengisian kuesioner secara langsung, pengukuran lingkar lengan (LILA) dan recall 2x24 jam kepada responden, sedangkan penyajian data dalam bentuk tabel distribusi frekuensi, selanjutnya untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kekurangan energi kronis (KEK) dilakukan dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asupan energi dan pendapatan keluarga berpengaruh signifikan dengan KEK pada ibu hamil dengan nilai P yaitu p=0,01 dan p=0,00 kurang dari 0,05 sedangkan asupan protein (p=0,29), lemak (p=0,05), pengetahuan (p=0,32), usia ibu hamil (p=1,00), dan jarak kelahiran (p=0,63) tidak berhubungan dengan KEK pada ibu hamil.
Faktor Risiko Diabetes Mellitus Tipe 2 Pada Populasi Asia: A systematic Review Rosfiah A. Salasa; Hamidah Rahman; Andiani Andiani
BIOSAINSTEK Vol 1 No 01 (2019): Juli 2019
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v1i01.306

Abstract

Diabetes mellitus adalah penyakit kronis yang ditandai oleh hiperglikemia akibat gangguan produksi insulin, aksi insulin, atau keduanya. Diabetes melitus (DM) tipe 2 dikenal juga sebagai non-insulin dependent yaitu diabetes yang disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh untuk secara efektif menggunakan insulin. Beberapa penelitian telah melaporkan bahwa faktor risiko terjadinya DM tipe 2 yaitu varian genetik (genetic varian), lingkungan (environment) dan oleh interaksi gen-lingkungan (gene-environment interaction). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendata dan mengetahui faktor risiko kejadian DM tipe 2 pada populasi Asia dengan menggunakan jenis penelitian kajian sistematik (systematic review). Publikasi yang dikaji berupa hasil penelitian yang diperoleh dari lembaga pengindeks Pubmed dengan batasan waktu publikasi 5 tahun terakhir. Dari hasil penelitian ini diperoleh sebanyak 561 artikel tentang faktor risiko DM tipe 2 pada populasi Asia yang kemudian disaring dan dieliminasi dengan beberapa alasan hingga diperoleh 72 artikel yang dinilai layak untuk dikaji. Dari hasil kajian ini diketahui bahwa faktor risiko DM tipe 2 pada populasi Asia secara garis besar yaitu karena varian genetik (genetic varian), faktor lingkungan (environment) dan adanya interaksi antara gen-lingkungan (gene-environment interaction). Terdapat 24 varian genetik yang dilaporkan pada populasi Asia sebagai gen yang rentan terhadap DM tipe 2. Terdapat pula beberapa faktor lingkungan sebagai faktor risiko DM tipe 2 antara lain gaya hidup (lifestyle) dan profil antropometri. Interaksi antara gen-lingkungan juga sebagai faktor risiko terjadinya DM tipe 2, sebagai contoh antara lain interaksi antara gen dengan obesitas dan interaksi antara gen dengan merokok. Secara keseluruhan hasil kajian sistematik ini bermanfaat untuk mengetahui faktor risiko kejadian DM tipe 2 yang dapat dimodifikasi sehingga pencegahan kejadian DM tipe 2 dapat dilakukan.
Karakteristik Kimia dan Evaluasi Sensori Produk Ikan Teri Kering Lokal di Desa Toniku Ruslan A. Daeng; Ibnu W. Laitupa
BIOSAINSTEK Vol 2 No 01 (2020): Januari 2020
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v2i01.309

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Hasil Perikanan THP UMMU Ternate untuk uji organoleptik dan Laboratorium Ilmu Pangan IPB untuk uji Kimia, dengan tujuan untuk mengetahui mutu organoleptik dan kimia pada produk lokal ikan teri kering yang diproduksi oleh masyarakat di Desa Toniku Kabupaten Halmahera Barat Provinsi Maluku Utara. Penggunaan analisa mutu ditinjau dari aspek organoleptik dan kimia serta rancangan percobaan yang digunakan dalam penilitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal serta analisis varian (Anova)dan hasil uji organoleptik dihitung menggunakan nilai rata-rata dan standar Deviasi dalam metode penelitian diharapkan menjawab tujuan penelitian. Hasil penelitisan didapat bahwa hasil pengujian organoleptik ikan teri kering yang dihasilkan oleh nelayan/pengusaha ikan di Desa Toniku masih sesuai dengan standar mutu organoleptik yang ditetapkan, dengan rata-rata nilai dari ke empat parameter adalah Kenampakan (8-7), Bau (8-7), Rasa (7), Konsistensi (8-7). Hasil Uji karakteristik kimiawi meliputi kadar air dengan nilai (2,08 pada penyimpanan 3 bulan, sedangkan nilai terendah adalah 1,27), kadar abu (1,83 yaitu diperoleh pada penyimpanan 3 bulan. Sedangkan nilai terendah adalah 1,01 yaitu diperoleh pada penyimpanan bulan), kadar protein (7,38 yaitu diperoleh pada penyimpanan 3 bulan. Sedangkan nilai terendah 7,36 yaitu diperoleh pada penyimpanan 1 bulan dan 2 bulan), kadar lemak (22,94 yaitu diperoleh pada penyimpanan 3 bulan. Sedangkan nilai terendah adalah 20,08 yaitu diperoleh pada penyimpanan 1 bulan) dan Karbohidrat (1,48 yaitu diperoleh pada penyimpanan 3 bulan. Sedangkan nilai terendah adalah 1,22 yaitu diperoleh pada penyimpanan 1 bulan)
Pengaruh Pemberian Pupuk Npk Mutiara Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung (Zea Mayz L) Iskandar Hamid
BIOSAINSTEK Vol 2 No 01 (2020): Januari 2020
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v2i01.311

Abstract

Berdasarkan hasil Uji BNJ (Beda Nyata Jujur) pada table 1 menunjukan bahwa perlakuan NPK Mutiara P5 (180 gr/petak) diperoleh bahwa rata-rata pertumbuhan tinggi tanaman jagung bervariasi. Pertumbuhan tinggi tanaman jagung memberikan nilai rata-rata pada 14 HST sebesar 40,84 cm, 28 HST sebesar 106,16 cm dan 42 HST sebesar 196,72 cm berbeda sangat nyata dengan P0 (konrol), P1 (60 gr/petak), P2 (90 gr/petak), P3 (120 gr/petak) sedangkan dengan perlakuan P4 (150 gr/petak) tidak berbeda nyata. Hal ini disebabkan kebutuhan tanaman masih memanfaatkan unsur hara yang tersedia di dalam tanah. Dengan adanya peningkatan dosis pupuk NPK Mutiara Semakin meningkat dosis pupuk, maka terjadi kenaikan pertumbuhan tinggi tanaman, oleh karena itu bahwa dengan semakin dewasanya tanaman, maka sistim perakaran telah berkembang dengan baik dan lengkap, sehingga tanaman semakin mampu menyerap unsur hara dalam bentuk anion dan kation yang mengandung unsur N, P dan K yang terdapat pada pupuk Mutiara tersebut.
Peramalan Cuaca Menggunakan Metode Rantai Markov: (Studi Kasus : Rekaman Cuaca Harian Di Kantor BMKG Kota Ternate) Fauziah Nurhamiddin; Fadli M. Sulisa
BIOSAINSTEK Vol 2 No 01 (2020): Januari 2020
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v2i01.312

Abstract

Peramalan cuaca merupakan salah satu faktor penting dalam kehidupan sehari-hari, karena dapat mempengaruhi aktifitas yang dilakukan oleh masyarakat. Peramalan cuaca mengacu pada rangkaian aktivitas yang dilakukan untuk menghasilkan sekumpulan informasi mengenai kondisi cuaca. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam memodelkan kondisi-kondisi yang tidak pasti tersebut yaitu dengan rantai markov (Markov Chain). Rantai Markovmerupakan proses acak di mana semua informasi tentang masa depan terkandung di dalam keadaan sekarang. Pada penelitian ini penulis mengggunakan data cuaca harian yang terjadi pada tanggal 12- 18 desember 2017 di Stasiun BMKG Kota Ternate. Data cuaca tersebut didasarkan pada kategori kondisi cuaca Cerah, Berawan, Hujan Ringan dan Hujan, serta kategorikan lagi berdasarkan waktu perubahan cuaca yang terjadi yaitu di pagi hari, siang hari, sore hari dan malam hari. Dari hasil peramalan menggunakan metode rantai markov diperoleh data cuaca harian yang cukup bervariasi, namun cuaca yang paling dominan terjadi dalam satu minggu yaitu hujan ringan dengan probabilitas rata-rata di atas 0,433 atau 43,3% dan hujan dengan probabilitas rata-rata di atas 0,427 atau 42,7%.
Analisis Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Kelurahan Rum di Wilayah Kerja Puskesmas Rum Balibunga Kota Tidore Kepulauan Risaldi Abas; Eri Marwati; Didik Kurniawan
BIOSAINSTEK Vol 2 No 01 (2020): Januari 2020
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v2i01.313

Abstract

Pemanfaatan pelayanan kesehatan merupakan faktor penting dalam penentu kesehatan. Pemanfaatan pelayanan kesehatan paling erat hubungannya dengan kapan seseorang memerlukan pelayanan kesehatan dan seberapa jauh efektifitas pelayanan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh masyarakat Kelurahan Rum di wilayah kerja Puskesmas Rum Balibunga Kota Tidore Kepulauan Tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif, dengan informan sebanyak 6 informan. Hasil penelitian menunjukan pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh masyarakat Kelurahan Rum di Wilayah Kerja Puskesmas Rum Balibunga, meliputi pengetahuan dan persepsi masyarakat akan pelayanan kesehatan sudah baik, perilaku memanfaatkan pengobatan tradisional dibanding pelayanan kesehatan harus di ubah, sikap dan tindakan masyarakat akan pemanfaatan pelayanan kesehatan belum baik, sikap masyarakat biasa saja ketika melihat masyarakat melakukan pengobatan tradisional padahal tindakan petugas kesehatan dalam memberikan pelayanan sudah baik, fasilitas belum lengkap tetapi sudah sesuai standar kesehatan, dimana berpengaruh dan tidak berpengaruh terhadap minat masyarakat untuk berkunjung, petugas kesehatan melakukan kunjungan rumah ke masyarakat. Sosial budaya mempunyai pengaruh dan tidak membatasi minat masyarakat. Bahkan masyarakat tetap percaya dan butuh pelayanan kesehatan, namun ada yang masih melakukan pengobatan tradisional dan berobat ke Dukun. Diharapkan masyarakat agar lebih memanfaatkan pelayanan kesehatan sebelum melakukan pengobatan tradisional. Puskesmas Rum Balibunga dapat meningkatkan pelayanan dan melengkapi fasilitas yang belum tersedia, kegiatan kunjungan rumah atau pemberian pelayanan di luar gedung.
Pengaruh Dosis Pupuk Kandang dan Pupuk Urea Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Buncis (Phaseolus vulgaris L) di Desa Batuboy Kecamatan Namlea Kabupaten Buru Said AR. Assagaf
BIOSAINSTEK Vol 1 No 01 (2019): Juli 2019
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v1i01.322

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Dosis mana yang terbaik dari pemberian Pupuk Kandang dan Urea terhadap hasil Tumbuh Tanaman Buncis (Phaseolus Vulgaris L). Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial yang terdiri dari dua faktor, yaitu Pupuk Kandang (K) terdiri dari : K0 = Kontrol (tanpa perlakuan), K1 = 10 ton/Ha setara dengan 3 kg/bedeng, K2 = 20 ton/Ha setara dengan 6 kg/bedeng dan Pupuk Urea (U) terdiri dari : U0 = Kontrol (tanpan perlakuan), U1 = 200 kg/Ha setara dengan 0,06 g/bedeng , U2 = 400 kg/Ha setara dengan 0,12 g/bedeng dengan ulangi sebanyak 3 kali, sehingga terdapat 27 unit percobaan. Setiap percobaan ditentukan 10 tanaman sampel yang diambil secara acak. Hasil penelitian di dapat bahwa pemberian pupuk kandang sapi (organik) 10 ton/Ha setara dengan 3 kg/bedeng dan 20 ton/Ha setara dengan 6 kg/bedeng memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis, pupuk Urea (anorganik) 200 kg/Ha setara dengan 0,06 kg/bedeng dan 400 kg/Ha setara dengan 0,12 kg/bedeng memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis dan interaksi antara pemberian pupuk kandang sapi (organik) 10 ton/Ha setara dengan 3 kg/bedeng dan pupuk Urea (anorganik) 200 kg/Ha setara dengan 0,06 kg/bedeng memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis.
Pengaruh Pemberian Mulsa Alang-Alang dan Pupuk NPK Phonska Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum) Said AR. Assagaf
BIOSAINSTEK Vol 2 No 01 (2020): Januari 2020
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v2i01.323

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus – November 2019 di Desa Namlea, dengan tujuan untuk mengetahui pemberian musa alang-alang serta NPK Phonska berbagai takaran agar menghasilkan Hasil terbaik dari Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor yaitu faktor pemberian Mmulsa alang-alang dan faktor pemberian pupuk NPK ponska. Faktor pertama adalah mulsa (M) yang terdiri atas 3 taraf perlakuan yaitu M0 = Tanpa mulsa, M1 = Dengan ketebalan 2 cm, M2 = Dengan ketebalan 4 cm. Faktor kedua adalah pupuk Npk ponska (P) yang terdiri atas 4 taraf perlakuan yakni P0 = tanpa pupuk Npk (control), P1 = 200 Kg /Ha setara dengan 5 Gram/Tanaman, P2 = 300 Kg/Hasetara dengan 7,5 Garam/Tanaman. Hasil Penelitian di dapat bahwa pada pemberian mulsa alang dengan ketebalan 4 cm perpetak bepengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat. Pada Pemberian pupuk NPK Phonska dengan dosis 300 Kg/Ha setara dengan 7,5 Gram/Tanamanberpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat. Interaksi antara mulsa alang dengan ketebalan 4 cm perpetak dan pupuk NPK Phonska dengan dosis P2 = 300 Kg/Ha setara dengan 7,5 Gram/Tanaman berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat.
Stigma terhadap Orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) pada Masyarakat di Kelurahan Kayu Merah Kota Ternate Tahun 2019 Emamalina Asra; Nani Supriyatni; Suryani Mansyur
BIOSAINSTEK Vol 2 No 01 (2020): Januari 2020
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v2i01.325

Abstract

Stigma adalah suatu sifat yang menghubungkan seseorang yang terinfeksi HIV dengan nilai-nilai negatif yang diberikan oleh masyarakat. Pemberian Stigma membuat ODHA diperlakukan secara berbeda dengan orang lain dan dapat menghambat proses pengobatan dan dapat meningkatkan jumlah pengidap AIDS. Jenis penelitian ini adalah penelitian Survey Analitik dengan rancangan Cross Sectional Study.Pengumpulan data menggunakan koesener untuk megidentifikasi variabel penelitian.Pengelolaan data menggunakan komputerisasi dengan menggunakan program spss dan analisis data menggunakan analisis Chi-square.Penyajian data penelitian dalam bentuk tabel dari populasi pada penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga masyarakat Kayu Merah Kota Ternate dengan besar sampel yang digunakan adalah 88 KK (kepala keluarga).Hasil penelitian yang dilihat dari uji Chi-square diperoleh distribusi tidak bermakna antara pengetahuan ( =0,754 > 0,1) tingkat pendidikan ( =0,988 > 0,1), dan keterpaparan media ( =0,710 > 0,1) dengan stigma terhadap ODHA (orang dengan HIV dan AIDS). Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan kepada instansi Puskesmas setempat perlu meningkatkan promosi tentang HIV dan AIDS, dan penanggulangan preventif atau peraturan dari pemerintah pusat dan daerah dalam bentuk UU serta adanya kontrol masyarakat terhadap hukum yang berkaitan perzinaan (seks bebas) dan kepada peneliti selanjutnya sebaiknya mengmbil variabel selain dari penelitian ini yakni variabel interaksi dengan ODHA dan pemberian label negatif misalnya penyakit kutukan.
Strategi Promosi Kesehatan Dalam Upaya Rehabilitasi Penyalahgunaan Narkoba Oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku Utara Tahun 2019 Ramli Ramli; Namira Namira; Agustin Rahayu
BIOSAINSTEK Vol 2 No 01 (2020): Januari 2020
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v2i01.331

Abstract

Undang-Undang Narkotika Nomor 35 Tahun 2009 mengamanahkan dilakukannya proses wajib lapor pecandu narkotika ke Puskesmas, Rumah Sakit, atau lembaga rehabilitasi medis dan lembaga rehabilitasi sosial yang ditunjuk oleh pemerintah untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan. Pelaksanaan proses wajib lapor memerlukan koordinasi antara instansi-instansi yang terkait dengan dukungan dari masyarakat sehingga dapat mencapai hasil yang optimal (BNN RI, 2014). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi terkait Advokasi, Kemitaraan dan Pemberdayaan dalam Upaya Rehabilitasi Penyelahgunaan Narkoba di BNNP Maluku Utara. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Kualitatif, pengumpulan data melalui wawancara mendalam, penentuan informan dilakukan dengan tehnik purposive sampling dan jumlah informan sebanyak 4 orang dengan rincian 2 informan pegawai BNNP Maluku Utara dan 2 informan pegawai Lapas Kelas IIA Ternate. Berdasarkan hasil penelitian terkait Advokasi adanya dukungan dari berbagai pihak, diantaranya : Lapas Kelas IIA Ternate, Puskesmas Kalumata, RSUD Dr. Hasan Boesoirie, Klinik Pratama, LSM Rorano, dan lain-lain. Bentuk Kemitraan BNNP Malut dirumuskan dalam surat Perjanjian Kerja Sama (PKS) antar institusi, diantaranya : Perjanjian Kerjasama antara Bidang Rehabilitasi BNNP Maluku Utara dengan Lapas Kelas IIA Ternate tentang dukungan layanan Rehabilitasi bagi pecandu dan korban penyalahgunaan Narkoba, Perjanjian Kerjasama dengan Puskesmas Kalumata tentang dukungan Pelayanan Rehabilitasi bagi pecandu dan korban Penyalahgunaan Narkotika pada fasilitas pemerintah. Adapun kegiatan Pemberdayaan melakukan penyuluhan dan pelatihan untuk memotivasi klien agar mengikuti layanan program rehabilitasi dan mengasah ketrampilan yang dimiliki klien sesuai bakat dan minat. Kendala yang ditemukan kurangnya pengguna melapor diri secara sukarela, sumber daya terbatas dan kurangnya sarana prasarana pendukung lainnya. Disarankan kepada Bidang Rehabilitasi BNNP Maluku Utara agar selalu melakukan penyuluhan dan memotivasi pengguna sehingga mereka secara sukarela melakukan rehabilitasi narkoba, menyediakan rumah damping, dan alat transportasi seperti bus dan speed boat.

Page 2 of 16 | Total Record : 157