cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
SulukIndo
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013" : 25 Documents clear
REPRESENTASI ‘LAKI-LAKI’ PADA MEDIA MASSA (STUDI KASUS PADA MAJALAH MEN’S HEALTH): SUATU KAJIAN SEMANTIK Risky, Nova
SULUK INDO Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.058 KB)

Abstract

penelitian ini difokuskan pada kelas kata yang merepresentasikan laki-laki di dalam majalah Men’s Health. Pertama, adakah representasi ‘laki-laki’ dalam kelas kata yang menunjukkan konstruksi sosial atas superioritas ‘laki-laki’ yang terdapat pada majalah ‘lakilaki’ dewasa di Indonesia, khususnya majalah Men’s Health?, Kedua. bagaimanakah bentuk representasi ‘laki-laki’ menunjukkan konstruksi sosial atas superioritas ‘laki-laki’ dalam media massa, khususnya pada majalah Men’s Health?.
Klasifikasi Leksikostatistik Bahasa Melayu Langkat, Bahasa Melayu Deli, dan Bahasa Dairi Pakpak NURSIWAN, NURSIWAN
SULUK INDO Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.85 KB)

Abstract

Leksikostatistik merupakan suatu teknik dalam pengelompokan bahasa yangmengutamakan aspek kata-kata (leksikon) atau membandingkan kosakata secara statistikdan berusaha menetapkan pengelompokan berdasarkan persentase kesamaan suatu bahasadengan bahasa lain. Glotokronologi adalah suatu teknik dalam linguistik historiskomparatif yang berusaha mengadakan pengelompokan dengan lebih mengutamakanperhitungan waktu (time depth) atau perhitungan usia bahasa-bahasa kerabat.   Penelitian ini difokuskan pada bahasa Melayu Langkat, bahasa Melayu Deli, danbahasa Dairi Pakpak yang bermaksud untuk mengetahui klasifikasi kekerabatan sertawaktu pisah yang terjadi pada ketiga bahasa tersebut. Hasil akhir yang diperoleh dari analisis untuk mengetahui usia ketiga bahasa, yaitubahasa Melayu Langkat dan bahasa Melayu Deli merupakan bahasa tunggal pada 216 ±48 tahun yang lalu atau berpisah dari bahasa proto antara tahun 1748-1844 Masehi(dihitung dari tahun 2012), bahasa Melayu Langkat dan bahasa Dairi Pakpak merupakanbahasa tunggal pada 2354 ± 184 tahun yang lalu atau berpisah dari bahasa proto antaratahun 526-58 SM (dihitung dari tahun 2012), dan bahasa Melayu Deli dan bahasa DairiPakpak merupakan bahasa tunggal pada 2.486 ± 196 tahun yang lalu atau berpisah daribahasa proto antara tahun 670-278 SM (dihitung dari tahun 2012).
ANALISIS GAYA BAHASA PADA IKLAN SUSU ANAK MAJALAH AYAHBUNDA (EDISI JUNI 2010 – MEI 2011) Efendi, Bahtiar
SULUK INDO Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.331 KB)

Abstract

Iklan adalah salah satu bentuk komunikasi. Sebagai salah satu bentuk komunikasi, iklan mempunyai fungsi-fungsi tertentu. Fungsi tersebut antara lain fungsi informasi, fungsi persuasif, dan fungsi pengingat. Produsen akan membuat iklan untuk produknya agar produk tersebut lebih diketahui oleh publik dan dibeli oleh konsumen. Salah satu iklan yang menarik perhatian saat ini adalah iklan susu anak. Beragam produk susu anak yang ditawarkan oleh para produsen menciptakan daya saing yang ketat. Dengan harga dan kandungan isi yang sedikit berbeda, tentu saja dibutuhkan daya tarik lebih agar calon konsumen membeli produk mereka. Salah satunya yaitu dengan menggunakan permainan bahasa. Permainan bahasa iklan susu anak ini dapat dilihat penggunaan gaya bahasa. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini untuk menjelaskan penggunaan gaya bahasa judul iklan susu anak, khususnya pada majalah Ayahbunda. Metode yang digunakan adalah metode dekriptif. Penelitian ini diawali dengan penyediaan data iklan yang benar-benar ada dan terjamin kesahihannya, dari 17 produk susu dengan 46 judul iklan terpilih 10 produk susu dengan 21 judul. Kemudian tahap klasifikasi dan mendeskripsikan data menurut teori. Tahap selanjutnya yaitu penganalisisan yang disampaikan dengan fakta sehingga terwujudlah sebuah fenomena bahasa. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori stilistika: hubungan penelitian gaya bahasa dengan linguistik dan macam-macam gaya bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya bahasa yang banyak digunakan oleh para produsen susu anak adalah gaya bahasa asonansi karena perulangan bunyi vokal yang sama lebih menarik perhatian para calon konsumen untuk melihat iklan tersebut, menghapal bunyi iklan, kemudian tertarik untuk membelinya.
PEMEROLEHAN BAHASA JAWA ANAK USIA 4-6 TAHUN (Studi Kasus: TK Al-Hidayah 06 Candisari Semarang) Mulyati, Mulyati
SULUK INDO Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.203 KB)

Abstract

Penelitian pemerolehan bahasa Jawa anak usia 4-6 tahun di TK Al- Hidayah 06 Kecamatan Candisari Semarang masih sangat rendah masih sangat mungkin dilakukan dengan pendekatan lainnya. Semoga dengan adanya penelitian ini dapat mendorong penelitianlain yang berkaitan dengan sosiolinguistik, sehingga dapat lebih mendalam.
KAJIAN SEMIOTIK SYAIR SINDHEN BEDHAYA KETAWANG PADA NASKAH SERAT SINDHEN BEDHAYA AFRIYANTI, FITRIANNA
SULUK INDO Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.119 KB)

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Sindhen Bedhaya Ketawang adalahsebuah naskah lama berisi syair yang digunakan untuk mengiringi tarian bedhayaketawang. Di dalam teks Sindhen Bedhaya Ketawang juga memuat beberapanilai-nilai sosial dari kandungan teks yang masih relevan dengan kehidupan saatini. Nilai-nilai sosial tersebut merupakan karakteristik budaya Jawa menurutpandangan masyarakat Jawa tentang kehidupannya. Syair tersebut berisi tentang perasaan cinta Kanjeng Ratu Kidul kepadaSultan Agung. Rasa cinta tersebut kemudian mewujudkan sebuah aktualisasiterhadap apa yang dirasakannya. Perwujudan itulah yang kemudian secara tidaklangsung tersirat nilai budaya Jawa mengenai karakteristik masyarakat Jawaterutama wanita Jawa. Secara keseluruhan, makna yang terkandung dalam teks Sindhen BedhayaKetawang adalah penggambaran karakter seorang wanita Jawa. Berdasarkan hasilpenelitian terhadap teks, karakter wanita Jawa digambarkan dengan sifat patuhkarena masyarakat Jawa sejak dahulu telah mengikuti sebuah istilah suwargonunut, neraka katut, dimana baik buruknya seorang istri tergantung kepada suami.Selain itu seorang wanita Jawa wajib berpenampilan menarik (berdandan) setiapkali di hadapan suaminya, selalu bertanggung jawab, setia dan dituntut harusmemiliki sikap pasrah (nrima) ketika berhadapan dengan berbagai masalah. Karakter wanita Jawa yang seperti itulah sampai sekarang ini masih tetapdipertahankan. Hal tersebut dikarenakan masyarakat berkeyakinan bahwa sifatsifatitu merupakan kunci tercapainya sebuah keselarasan. Keselarasan yangdimaksud di sini adalah kelanggengan sebuah rumah tangga di dalam masyarakatJawa. Peneliti berharap semoga penelitian yang sangat sederhana ini dapatmenjadi salah satu gagasan baru bagi para peneliti lainnya untuk melakukanpenelitian lebih lanjut di bidang sastra terutama sastra lama di mana termuatwarisan kebudayaan asli Indonesia. 
MINAT BACA SANTRI PONDOK PESANTREN FUTUHIYYAH ATAS FENOMENA MARAKNYA SASTRA BERTEMAKAN ISLAMI SEBUAH TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA Bramtalaras, Muhamad
SULUK INDO Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.637 KB)

Abstract

Di Indonesia banyak bermunculan karya sastra bertema Islami dalam kurun satu dasawarsa terakhir. Sastra bertema Islami adalah genre sastra yang mengangkat tema-tema yang memiliki kandungan nilai Islam di dalamnya. Penulisan skripsi ini bertujuan mengetahui minat baca karya sastra santri Pondok Pesantren Futuhiyyah, mengungkap manfaat, motif dan faktor apa saja yang mempengaruhi tinggi rendahnya minat santri, serta menemukan korelasi antara maraknya karya sastra bertema Islami terhadap tinggi rendahnya minat baca karya sastra. Setelah itu merumuskan hal apa saja yang dapat dilakukan untuk menyikapi hasil temuan di lapangan berkaitan dengan kebaruan hasil penelitian.
Gaya Bahasa Satir Program “Sentilan Sentilun” Metro TV RAHAYU, PATRICIA
SULUK INDO Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.444 KB)

Abstract

Stilistika sebagai salah satu ilmu bahasa, menyoroti gaya bahasa yang khas yangdipakai seseorang untuk mengungkapkan diri. Cara pengungkapan tersebut dapatmeliputi setiap aspek bahasa seperti kata-kata, kiasan, susunan kalimat, nada, dansebagainya. Gaya bahasa juga merupakan perwujudan bahasa yang digunakanpenutur atau penulis untuk menyampaikan gagasan, pendapat, gambaran, danmembuahkan efek tertentu bagi penanggapnya sebagaimana cara yangdiungkapkannya. Satir merupakan salah satu jenis gaya bahasa yang digunakanseseorang untuk menyampaikan pendapat dengan cara menyindir lawan bicaranya. Skripsi ini menyoroti tentang gaya bahasa satir yang digunakan dalamprogram “Sentilan Sentilun” Metro TV. Gaya bahasa satir dipilih karena dalamprogram tersebut mengangkat topik politik dengan para pemain yang seringmengeluarkan kritik-kritik pedas dan menyindir. Gaya bahasa sator yang diujarkan para lakon “Sentilan Sentilun” dianalisismenggunakan teori stilistika. Tahap pertama, mengumpulkan data berupa cuplikanpercakapan yang diujarkan Sentilan Sentilun sejumlah 38 buah. Metode yangdigunakan dalam penyediaan data ini adalah metode simak, sedangkan teknik yangdigunakan adalah teknik catat. Kedua, mengelompokkan data tersebut berdasarkangaya bahasa yang dipakai. Ketiga, menganalisis gaya bahasa satir seperti apa yangdipakai para lakon Sentilan Sentilun pada masing-masing data yang tersedia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada program “Sentilan Sentilun”(episode bulan Agustus-Desember 2011) ditemukan adanya penggunaan gaya bahasasatir dengan pemakaian gaya bahasa tanpa kias dan pemakaian gaya bahasa kias.Pemakaian bahasa tanpa kias yang ditemukan dalam penelitian ini antara lain menggunakan gaya bahasa repetisi, paradoks, ironi, dan gaya bahasa berdasarkan pilihan kata seperti penggunaan akronim dan slogan. Pemakaian bahasa kias dalam penelitian ini antara lain penggunaan majas metafora, sarkasme, penggunaanperibahasa, majas metonimia, dan majas epitet. Tindakan lucu yang diangkat dalamprogram SS meliputi humor dan wit. Tema yang diangkat dalam program “SentilanSentilun” meliputi tema kemiskinan, tema korupsi, dan tema pemimpin yang baik.Fungsi sindiran yang diujarkan dalam program “Sentilan Sentilun” antara lain fungsikritikan, ancaman, menjatuhkan, didikan, informasi, teguran, larangan, dan nasihat. 
Eksistensi Tokoh Medasing Terhadap Novel Anak Perawan Disarang Penyamun Karya Sutan Takdir Alisjahbana Sebuah Tinjauan Eksistensialisme Kierkegaard SUSANTI, ASTI; NOOR, REDYANTO; RETNO MARTINI, LAURA ANDRI
SULUK INDO Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Novel APDP bercerita keseharian hidup tokoh Medasing yang kejam terungkap dalam novel Anak Perawan Disarang Penyamun karya Sutan Takdir Alisjahbana. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap kaitan antarunsur struktur dan eksistensi manusia. Tahap analisis dilakukan dengan mengumpulkan data yang diperoleh, setelah itu dianalisis menggunakan teori struktural dan eksistensialisme Kierkegaard untuk mengetahui aspek-aspek sosial yang ada di dalamnya, yaitu aspek eksistensialisme tokoh Medasing. Penyajian hasil analisis data menggunakan metode deskriptif analisis. Metode ini digunakan untuk memaparkan hasil dari penelitian, struktur novel mulai dari alur pengaluran, tokoh penokohan, latar, tema dan amanat. Mendeskripsikan masalah eksistensi Kerkegaard yang terdiri dari eksistensi estetis, etis dan religius. Tokoh utama adalah Medasing, Penokohan menggunakan metode dramatik dan analitik. Alur pengaluran menggunakan alur lurus, peristiwa demi peristiwa diceritakan secara kronologis. Adapun latar novel APDP adalah di tengah-tengah hutan rimba, pada zaman dulu. Tema cerita novel APDP menggunakan tema implisit, dengan membaca secara tekun, barulah akan diketahui isi dan maksud dalam cerita novel APDP. Amanat yang terkandung pesan moral, bahwa kejahatan tidak harus dibalas dengan kejahatan. Eksistensi estetis tokoh Medasing berorientasi terbatas masalah materialistis saja, yaitu merampok. Eksistensi etis tokoh Medasing memperhatikan dunia batinnya, yaitu pernikahannya dengan Sayu. Eksistensi religius, tokoh Medasing sudah mulai menjalankan perintah agama, seperti sholat dan naik haji. Hasil penelitian novel Anak Perawan Disarang Penyamun karya Sutan Takdir Alisjahbana, tokoh Medasing memilih eksistensinya dengan menjadi perampok yang kejam hingga akhirnya bertobat dan kembali ke jalan yang benar. Kejahatannya luluh dengan kesabaran dan kasih sayang yang diberikan tokoh Sayu.  
KONDISI KEJIWAAN TOKOH UTAMA NOVEL PERAHU KERTAS KARYA DEWI LESTARI: SEBUAH TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA Wulandari, Ayu
SULUK INDO Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.223 KB)

Abstract

Wulandari, Ayu. 2012. “Kondisi Kejiwaan Tokoh Utama Novel Perahu Kertas Karya Dewi Lestari: Sebuah Tinjauan Psikologi Sastra”. Skripsi (S1) Fakultas Ilmu Budaya Undip Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan kondisi kejiwaan tokoh utama dalam alur novel Perahu Kertas, yakni Kugy. Penulis menggunakan metode struktur untuk mendeskripsikan aspek struktur (tokoh, latar, alur, dan konflik) yang membangun totalitas novel tersebut. Penulis menggunakan metode psikologi sastra sebagai landasan berpijak dalam melakukan analisis terhadap karakter tokoh. Tujuannya adalah mengungkapkan kondisi kejiwaan pada tokoh utama dalam alur novel Perahu Kertas, yakni Kugy. Hasil dari analisis struktur terhadap novel Perahu Kertas adalah terdapat tujuh tokoh yang terbagi dalam satu tokoh utama, satu tokoh utama tambahan dan lima sebagai tokoh bawahan; latar yang paling menonjol adalah latar fisik; terdapat tujuh komposisi alur cerita dan terjadi konflik yang paling menonjol adalah konflik internal. Hasil dari analisis psikologi sastra secara garis besar adalah Kugy memiliki keseimbangan antara Id, Ego dan Superego serta mekanisme pertahanan ego dan konflik yang memiliki fungsi untuk perasaan beralih yang di anggap aman dari apa yang terjadi pada dirinya dan menjadikan perubahan kepribadian pada tokoh Kugy tersendiri. Pada klasifikasi emosi dalam diri Kugy menjadikan emosi atau perasaan-perasaan tersebut sangat terkait dengan tindakan yang ditimbulkannya. Kata Kunci : novel, struktur, psikologi sastra, kejiwaan tokoh, id, ego, superego, konflik, kepribadian.
ANALISIS RESEPSI CERITA RAKYAT KEDUNG WALI Roni, Sub
SULUK INDO Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.812 KB)

Abstract

Cerita Kedung Wali adalah salah satu cerita rakyat yang dimillki oleh masyarakat Desa Keseneng. Kedung Wali merupakan sebuah kolam mata air, tempat bekas air wudlu Kyai Mandung, yang terletak di atas objek wisata Curug Tujuh Bidadari. Cerita ini mempunyai beberapa mitos suci, banyak orang yang percaya jika mengambil air ini dapat mempermudah hajat seseorang seperti untuk menyembuhkan penyakit, memperlancar rejeki, membuat awet muda, mempercepat jodoh dan sebagainya. Mitos-mitos tersebut muncul, disebabkan kesaktian yang dimiliki Kyai Mandung, sesepuh desa sekaligus cikal bakal masyarakat Desa Keseneng. Teori yang digunakan adalah teori foklor dan teori resepsi sastra. Teori foklor digunakan dalam pengumpulan data lisan yang ada di masyarakat Keseneng. Sedangakan teori resepsi sastra digunakan untuk mengetahui tanggapan pengunjung Kedung Wali dan masyarakat Keseneng terhadap cerita Kedung Wali, penyembelihan kambing kendit dan ziarah makam Kyai Mandung setiap tahunnya. Data penelitian ini bersumber dari cerita lisan yang masih ada dalam ingatan sebagian masyarakat Keseneng yaitu para narasumber dan informan. Kemudian peneliti menggunakan metode pengamatan langsung, wawancara dan penyebaran kuesioner untuk mengumpulkan data. Dari langkah-langkah tersebut dapat dihasilkan data berupa kondisi demografi masyarakat, cerita Kedung Wali, dan tanggapan masyarakat terhadap cerita Kedung Wali. Hasil dari penelitian ini menunjukan resepsi masyarakat Keseneng terhadap cerita Kedung Wali secara umum tahu dan percaya. Secara spesifik, hasil keragaman resepsi masyarakat Keseneng didasarkan oleh beberapa faktor yaitu usia, pendidikan, tingkat keimanan dan kebudayaan. Dari faktor-faktor tersebut dapat diketahui bahwa mayoritas masyarakat Keseneng mengetahui cerita, makna dan percaya Kedung Wali ini bertuah, tentunya dengan izin Allah SWT. Selain itu juga tradisi yang terkait Kedung Wali seperti ziarah makam Kyai Mandung dan penyembelihan kambing kendit adalah gambaran tentang kehidupan masyarakat Desa Keseneng. Kata kunci: Cerita Kedung Wali, masyarakat Keseneng, resepsi sastra.

Page 2 of 3 | Total Record : 25