cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Nutrition College
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 23376236     EISSN : 2622884X     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Journal of Nutrition College (P-ISSN : 2337-6236; E-ISSN : 2622-884X) diterbitkan oleh Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro sebagai media publikasi artikel-artikel ilmiah dalam biang Ilmu Gizi dengan skala terbit 4 kali dalam setahun, yaitu pada Januari, April, Juli, dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 704 Documents
PENGARUH PEMBERIAN SERBUK BIJI LABU KUNING (Cucurbita moschata) TERHADAP PENURUNAN KADAR TRIGLISERIDADARAHPADA TIKUS WISTAR JANTAN YANG DIBERI DIET TINGGI LEMAK Wijayanti, Renny; Rahayuni, Arintina
Journal of Nutrition College Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.038 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v3i4.6859

Abstract

Latar belakang:Biji labu kuning mengandung bahan yang memiliki efek menurunkan kadar trigliserida seperti fitokimia (fitosterol), antioksidan (vitamin C, vitamin E, dan beta karoten) dan polyunsaturated fatty acids (PUFA), tetapi pemanfaatannya masih minim. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian serbuk biji labu kuning terhadap penurunan kadar trigliserida darah pada tikus Wistar jantan yang diberi diet tinggi lemak.Metode:Merupakanrancanganpenelitiantrue experimental dengan pre-post test randomized control group design. Tikus sebanyak 28 ekor dibagi menjadi 4 kelompok yaitu K, P1, P2 dan P3 selanjutnya tikus dikandangkan secara individual. Pada saat intervensi, semua kelompok mendapatkan pakan standar BR-2 sebanyak 20 g, tetapi pada kelompok P1, P2 dan P3 mendapat tambahan serbuk biji labu kuning yang diberikan secara sonde dengan dosis masing-masing 0,54 g; 0,72 g dan 0,90 g. Data didapat dari pengukuran kadar trigliserida serum yang diukur dengan metode Enzymatic Colorimetric Test dengan GPO (Glycerol-3-Phosphate Oxidase). Selanjutnya dilakukan uji statistik dengan uji Saphiro Wilk, paired t-test dan anova.Hasil:Kadar trigliserida pada kelompok P2, P1 dan P3 mengalami penurunan secara berurutan yaitu 13,40%; 7,98% dan 0,54%. Sedangkan pada kelompok K mengalami peningkatan kadar trigliserida sebesar 1,36%. Tidak ada beda antara tahap hiperlipid dan intervensi (p>0,05) dan tidak ada pengaruh pemberian dosis antar kelompok (p>0,05).Kesimpulan:Pemberian serbuk biji labu kuning tidak dapat menurunkan kadar trigliserida secara signifikan pada tikus Wistar jantan yang diberi diet tinggi lemak (p>0,05). Pada ketiga kelompok perlakuan mengalami penurunan kadar trigliserida secara berurutan yaitu P2 sebesar 13,40%; P1 sebesar 7,98% dan P3 sebesar 0,54%.
PENGARUH PEMBERIAN AIR KELAPA HIBRIDA TERHADAP STATUS HIDRASI ATLET SEPAKBOLA Sari, Dini Dewi Purnama; Nuryanto, Nuryanto
Journal of Nutrition College Vol 5, No 1 (2016): Januari
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.691 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v5i1.16348

Abstract

Latar Belakang: Status hidrasi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja fisik atlet sepakbola. Konsumsi cairan elektrolit dengan komposisi seimbang dan jumlah yang optimal dapat menjaga status hidrasi atlet. Air kelapa hibrida merupakan minuman elektrolit alami yang dapat menjaga status hidrasi. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian air kelapa hibrida terhadap status hidrasi atlet sepakbola.Metode: Studi eksperimental dengan pendekatan randomized pre test and post test design with a control group pada 28 atlet sepakbola usia 14-18 tahun di Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar Jawa Tengah. Kelompok perlakuan mengkonsumsi air kelapa hibrida sedangkan kelompok  kontrol mengkonsumsi air putih. Air kelapa dan air putih diberikan sebanyak 200 ml setiap 15 menit selama latihan 75 menit. Pengukuran status hidrasi dilakukan dengan menghitung persentase kehilangan berat badan setelah latihan. Uji statistik yang digunakan untuk melihat perbedaan status hidrasi antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol adalah uji Independent t test dan Mann Whitney.Hasil: Kelompok perlakuan memiliki persen kehilangan berat badan sebesar -0.3±1.8 % sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 0.12±1.5 %. Tidak ada perbedaan yang bermakna pada berat badan sebelum dan sesudah latihan pada kelompok perlakuan (t=-0.643, p=0.532) dan kelompok kontrol (t=0.323, p= 0.752). Tidak ada perbedaan yang bermakna pada persen kehilangan berat badan antara kelompok yang mengkonsumsi air kelapa hibrida dengan kelompok yang mengkonsumsi air putih (t=0.768,p=0.504). Kesimpulan: Pemberian air kelapa hibrida dibandingkan air putih sebanyak 200 ml setiap 15 menit selama latihan  75 menit tidak memberikan perbedaan yang bermakna terhadap status hidrasi berdasarkan persentasi kehilangan berat badan.
HUBUNGAN ANTARA DERAJAT SINDROM PRAMENSTRUASI DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN PERILAKU MAKAN PADA REMAJA PUTRI Pratiwi Putri, Rosa Pratita Dwi; Margawati, Ani
Journal of Nutrition College Vol 2, No 4 (2013): Oktober 2013
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.892 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v2i4.3826

Abstract

Latar Belakang : Masa remaja merupakan masa terjadinya pubertas. Pubertas pada remaja putri ditandai dengan terjadinya menstruasi. Menstruasi yang disertai sindrom pramenstruasi akan mempengaruhi kualitas hidup remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara derajat sindrom pramenstruasi dan aktivitas fisik dengan perilaku makan pada remaja putri.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Subjek terdiri dari 63 siswi kelas VII dan VIII SMP PL Domenico Savio yang dipilih secara consecutive. Data sindrom pramenstruasi diperoleh dari SPAF (Shortened Premenstrual Assessment Form). Data aktivitas fisik diperoleh dari kuesioner aktivitas fisik 24jam dari WHO. Data perilaku makan diperoleh melalui kuesioner frekuensi makanan semi kuantitatif dengan beberapa pertanyaan tambahan. Data dianalisis menggunakan uji chi-square.Hasil : Sebagian besar (96.8%) subjek memiliki sindrom pramenstruasi ringan, 66.7% subjek memiliki aktivitas sedang dan 52.4% subjek memiliki perilaku makan yang baik. Tidak terdapat hubungan antara derajat sindrom pramenstruasi dengan perilaku makan pada remaja putri (p=0.132). Tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan perilaku makan pada remaja putri (p=0.593)Simpulan : Tidak terdapat hubungan antara derajat sindrom pramenstruasi dengan perilaku makan pada remaja putri. Tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan perilaku makan pada remaja putri.
ASUPAN VITAMIN D, KALSIUM DAN FOSFOR PADA ANAK STUNTING DAN TIDAK STUNTING USIA 12-24 BULAN DI KOTA SEMARANG Chairunnisa, Estillyta; Kusumastuti, Aryu Candra; Panunggal, Binar
Journal of Nutrition College Vol 7, No 1 (2018): Januari
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.214 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v7i1.20780

Abstract

 Latar Belakang : Stunting merupakan masalah gizi yang banyak ditemukan pada anak di negara berkembang seperti di Indonesia. Stunting yaitu gangguan pertumbuhan disebabkan kekurangan gizi kronis berdasarkan nilai z-score panjang badan menurut umur kurang dari -2 SD. Kecukupan asupan zat gizi mikro yang tidak adekuat menjadi salah satu faktor penyebab terjadi stunting pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan asupan vitamin D, kalsium dan fosfor pada anak  stunting dan tidak stunting usia 12-24 bulan. Metode : Penelitian ini menggunakan desain case-control. Subjek adalah anak stunting dan tidak stunting usia 12-24 bulan di Kelurahan Rowosari dan Meteseh, Semarang. Total subjek pada masing-masing kelompok kasus dan kontrol sejumlah 40 orang. Pengambilan subjek menggunakan metode simple random sampling. Data asupan zat gizi diperoleh dengan menggunakan Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ). Analisis zat gizi menggunakan software NutriSurvey. Analisis data secara statistik menggunakan uji Chi Square, Fisher’s exact dan regresi logistik ganda.Hasil : Rerata asupan kalsium dan fosfor pada kelompok kasus sebesar 303,3±2,8 mg dan 440,1±1,9 mg sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 606±3 mg dan 662±2,5 mg. Rerata asupan vitamin D pada kelompok kasus sebesar 2,2±3,3 mcg dan pada kelompok kontrol sebesar 4,8±4,1 mcg. Terdapat perbedaan antara asupan kalsium (p=0,003; OR=4,5) dan fosfor (p=0,001; OR=13,5) pada anak stunting dan tidak stunting usia 12-24 bulan. Tidak terdapat perbedaan asupan vitamin D antara anak stunting dan tidak stunting (p=0,615; OR=3,162).Simpulan: Terdapat perbedaan antara asupan kalsium dan fosfor pada anak stunting dan tidak stunting usia 12-24 bulan.
PENGARUH PEMBERIAN SUP JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) TERHADAP KADAR TRIGLISERIDA PADA SUBJEK OBESITAS Rahmawati, Fiqhi Cahyaningrum; Rahayuningsih, Hesti Murwani
Journal of Nutrition College Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.813 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v3i4.6914

Abstract

Latar Belakang : Obesitas sentral berkaitan erat dengan kejadian hipertrigliseridemia. Hipertrigliseridemia didefinisikan sebagai abnormalnya kadar trigliserida dalam darah, dan berhubungan dengan kejadian aterosklerosis, penyakit jantung, dan pankreatitis akut. Jamur tiram putih mengandung Beta Glukan, yaitu serat larut air yang dapat menurunkan kadar trigliserida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian sup jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) terhadap kadar trigliserida pada subjek obesitas.Metode : Jenis penelitian adalah pre experiment dengan rancangan one group pre test – post test. Subjek 15 orang terdiri dari 6 orang pria dan 9 orang wanita obesitas berusia 40-50 tahun dengan kadar trigliserida ≥100 mg/dl. Subjek mendapat 1,21 g/kgbb/hari jamur tiram putih dalam bentuk sup jamur tiram putih selama 21 hari. Metode GPO-PAP digunakan untuk menganalisis kadar trigliserida, darah diambil setelah subjek berpuasa selama 10 jam. Asupan zat gizi subjek sebelum dan selama penelitian dicatat menggunakan formulir food recall 24 jam. Uji normalitas menggunakan Shapiro Wilk. Analisis statistik menggunakan dependent t-test dan wilcoxon. Hasil : Rerata kadar trigliserida subjek sebelum intervensi yaitu 152,13±25,71 mg/dl. Rerata kadar trigliserida setelah intervensi yaitu 116,00±30,62 mg/dl. Konsumsi sup jamur tiram putih dengan dosis 1,21 g/kgbb/hari berpengaruh terhadap penurunan kadar trigliserida (p=0,002). Tidak terdapat perbedaan rerata asupan energi total, karbohidrat sederhana, lemak jenuh, dan serat sebelum dan selama penelitian. Terdapat perbedaan berat badan dan lingkar pinggang sebelum dan selama penelitian.Simpulan : Konsumsi sup jamur tiram putih 1,21 g/kgbb dapat menurunkan kadar trigliserida pada subjek obesitas secara bermakna.
KADAR SERAT, AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, AMILOSA DAN UJI KESUKAAN MI BASAH DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas var Ayamurasaki) BAGI PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE-2 Nintami, Ayudya Luthfia; Rustanti, Ninik
Journal of Nutrition College Vol 1, No 1 (2012): Oktober 2012
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.317 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v1i1.679

Abstract

Latar Belakang : Peningkatan konsumsi pangan tinggi serat, antioksidan dan amilosa diharapkan dapat menanggulangi Diabetes Melitus (DM) tipe 2. Tepung ubi jalar ungu merupakan bahan pangan tinggi serat, aktivitas antioksidan dan amilosa. Mi basah yang disubstitusi tepung ubi jalar ungu diharapkan mampu menjadi pangan alternatif diet tinggi serat, antioksidan dan amilosa. Tujuan: Menganalisis pengaruh substitusi tepung ubi jalar unguterhadap kadar serat, aktivitas antioksidan, amilosadan uji kesukaan mi basah. Metode : Metode merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap satu faktor dengan menggunakan 4 perlakuan substitusi (0,10,20 dan 30%). Analisis statistik dari kadar serat, aktivitas antioksidan dan amilosa menggunakan uji One Way ANOVA sedangkan uji kesukaan menggunakan uji Friedman dengan dilanjutkan dengan uji Wilcoxon. Hasil :Perbedaan persentase substitusi tepung ubi jalar ungu berpengaruh secara nyata terhadap peningkatan kadar total serat dan aktivitas antioksidan, akan tetapi tidakberpengaruh secara nyata terhadap kadar amilosa. Kadar serat tertinggi pada mi basah dengan substitusi 30% yaitu 1,4% per 100 g dan kadar serat terendah pada mi basah tanpa substitusi tepung ubi jalar ungu yaitu 0,66% per 100 g. Aktivitas antioksidan tertinggi pada mi basah dengan substitusi tepung ubi jalar ungu 30% yaitu 7,51% per 100 g dan kadar amilosa tertinggi pada mi basah tanpa substitusi yaitu 10% per 100 g. Substitusi tepung ubi jalar ungu berpengaruh nyata terhadap tekstur dan warna, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap rasa dan aroma mi basah. Simpulan:Substitusi tepung ubi jalar ungu secara bermakna meningkatkan kadar serat dan aktivitas antioksidan, akan tetapi tidak berpengaruh secara bermakna terhadap kadar amilosa mi basah. Berdasarkan kadar serat, aktivitas antioksidan, amilosa serta uji kesukaan mi basah yang direkomendasikan yaitu mi basah dengan substitusi tepung ubi jalar ungu 30%.
PENGARUH PEMBERIAN KAPSUL CENGKIH (Syzygium aromaticum) TERHADAP TEKANAN DARAH WANITA PREDIABETES Oksidriyani, Safrina; Murbawani, Etisa Adi
Journal of Nutrition College Vol 5, No 3 (2016): Juli
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.719 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v5i3.16405

Abstract

Latar Belakang :Salah satu dampak yang muncul akibat keadaan prediabetes adalah meningkatnya risiko hipertensi. Cengkih diketahui bermanfaat dapat menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian bubuk cengkih berbagai dosis terhadap tekanan darah pada wanita prediabetes.Metode :Penelitian inimenggunakan desain quasi experimental dengan pre and post test groupterhadap wanita prediabetes dengan prehipertensi usia 25-45 tahun di Tlogosari, Semarang. Subjek penelitian dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok pemberian 1 kapsul (n=15), 2 kapsul (n=15), dan 3 kapsul cengkih(n=15). Satu kapsul berisi 1 gram bubuk cengkih yang dibuat dengan menumbuk cengkih kering. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan setelah 14 hari perlakuan. Uji paired t test dilakukanuntuk menganalisis perbedaan tekanan darah antara pre dengan postperlakuan. Uji One Way ANOVA dan Kruskall Wallis untuk menganalisis perbedaan tekanan darah post dan variabel perancu antara ketiga kelompok. Uji regresi linear ganda untuk menganalisis variabel perancu yang paling berpengaruh terhadap tekanan darah. Uji ANCOVA untuk menganalisis pengaruh kapsul cengkih setelah dikendalikan dengan variabel perancu.Hasil :: Terdapat penurunan tekanan darah  sistolik dan diastolik sebesar 19 mmHg dan 8 mmHg pada pemberian 1 dan 2 kapsul cengkih (p<0,05). Variabel yang ikut berperan terhadap penurunan tekanan darah sistolik adalah asupan natrium. Setelah dikontrol dengan variabel perancu, tidak ada pengaruh signifikan asupan natrium terhadap penurunan tekanan darah sistolik (p>0,05).Kesimpulan :Konsumsi 1 dan 2 kapsul cengkihselama 14 hari dapat menurunkan tekanan darah  secara signifikan pada wanita prediabetes.
PENGARUH PEMBERIAN YOGHURT KORO PEDANG (CANAVALIA ENSIFORMIS) TERHADAP KADAR SERUM TRIGLISERIDA TIKUS SPRAGUE DAWLEY HIPERTRIGLISERIDEMIA Wulandari, Widya Ayu; Pramono, Adriyan
Journal of Nutrition College Vol 3, No 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.061 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v3i1.4555

Abstract

Latar Belakang : Hipertrigliseridemia ditandai dengan meningkatnya kadar trigliserida dalam darah. Koro pedang mengandung isoflavon, tanin, saponin, serat  dan protein yang berpotensi menurunkan kadar trigliserida. Yoghurt mengandung bakteri asam laktat yang dapat menurunkan kadar trigliserida. Proses pengolahan dan fermentasi dapat meningkatkan aktivitas antioksidan dengan menghidrolisis isoflavon menjadi aglikon yang lebih tinggi aktivitasnya.Metode : Desain penelitian ini adalah true experiment dengan pre-post test with randomized control group design. Subjek penelitian adalah tikus jantan sprague dawley berusia 3 bulan sebanyak 21 ekor yang diinduksi hipertrigliseridemia. Subjek dibagi menjadi 3 kelompok, kelompok kontrol (K) tidak diberi yoghurt koro pedang, kelompok perlakuan 1(P1) diberi yogurt koro pedang 2,1ml dan kelompok perlakuan 2 (P2) diberi yoghurt koro pedang 4,5ml selama 21 hari. Pengukuran kadar trigliserida serum menggunakan metode GPOP-PAP.Hasil : Kadar trigliserida pada kelompok K  naik dari 58,73 mg/dl menjadi 61,71 mg/dl, kelompok P1 naik dari 53,69mg/dl menjadi 58,10 mg/dl dan kelompok P2 naik dari 51,44 mg/dl menjadi 56,50mg/dl. Berdasarkan uji Paired t_test menunjukan peningkatan trigliserida yang tidak bermakna  dan uji Anova menunjukan tidak terdapat perbedaan yang bermakna pada perubahan kadar trigliserida antar kelompok.Simpulan : Pemberian yoghurt koro pedang dengan dosis 2,1ml dan 4,5ml selama 21 hari tidak dapat menurunkan kadar trigliserida pada tikus.
HUBUNGAN ASUPAN ZAT BESI HEME, ZAT BESI NON-HEME DAN FASE MENSTRUASI DENGAN SERUM FERITIN REMAJA PUTRI Arima, Lia Andriani Titik; Murbawani, Etisa Adi; Wijayanti, Hartanti Sandi
Journal of Nutrition College Vol 8, No 2 (2019): April
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.438 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v8i2.23819

Abstract

Latar Belakang : Remaja putri di Indonesia memiliki asupan zat besi tergolong kurang dimana sumber zat besi didominasi asupan non heme. Biovailabilitas besi non heme dipengaruhi oleh zat yang menghambat penyerapan sehingga berisiko mengalami defisiensi besi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan asupan zat besi heme, zat besi non-heme dan fase menstruasi dengan serum feritin remaja putri.Metode : Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan 50 remaja putri berusia 12-16 tahun yang dipilih dengan metode random sampling. Data yang diambil yaitu asupan zat besi heme dan non heme, fase menstruasi dan serum feritin. Data asupan zat besi diperoleh dari kuesioner Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ). Data fase menstruasi adalah rata-rata fase menstruasi selama tiga bulan. Serum feritin dan Kadar C-Reactive Protein (CRP) diukur menggunakan metode Immunosorbent Enzyme-Linked). Analisis data menggunakan  uji korelasi rank spearman.Hasil : Prevalensi defisiensi besi ditemukan sebanyak 28%. Rata-rata asupan besi total 16,43 ± 5,63 mg. Rata-rata asupan zat besi heme dan non heme sebesar 5,16 ± 2,23 mg dan 11,27 ± 4,1 mg. Terdapat hubungan yang signifikan antara asupan zat besi heme (p<0,001), zat besi non heme (p<0,001), zat besi total (p<0,001) dan fase menstruasi (p=0,012) dengan serum feritin remaja putri. Simpulan : Terdapat hubungan signifikan antara asupan zat besi heme, zat besi non heme dan fase menstruasi dengan serum feritin remaja putri.
INTERVENSI HIDDEN VEGETABLE TERHADAP PENERIMAAN SAYURAN PADA ANAK PRASEKOLAH DI TK PGRI 21 KARANGASEM KOTA SEMARANG Widiyastuti, Liska; Pramono, Adriyan
Journal of Nutrition College Vol 4, No 2 (2015): April 2015
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.218 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v4i2.10065

Abstract

Latar belakang: Penerimaan sayuran yang rendah terjadi pada anak usia prasekolah. Rasa pahit pada sayuran diduga berakibat pada rendahnya penerimaan sayuran. Hidden vegetable adalah metode penambahan puree (bubur) sayuran ke dalam makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan penerimaan sayuran pada anak prasekolah.Metode: Jenis penelitian adalah praexperimental design dengan rancangan static group comparison. Subjek sebanyak 20 anak dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol dan perlakuan dengan masing – masing kelompok terdiri dari 10 anak. Subjek diambil dengan menggunakan metode purposive sampling. Hidangan untuk kelompok kontrol berupa bakso ayam dan sawi hijau rebus, nugget ayam dan wortel rebus, serta perkedel kentang dan brokoli rebus. Hidangan untuk kelompok perlakuan berupa bakso sawi hijau, nugget ayam wortel, dan perkedel brokoli. Penelitian dilakukan selama 3 hari berturut – turut. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact Test.Hasil: Jumlah subjek pada kelompok kontrol yang menyukai sawi hijau sebanyak 1 orang (10%), wortel 4 orang (40%), dan brokoli 3 orang (30%); sedangkan pada kelompok perlakuan jumlah subjek yang menyukai sawi hijau sebanyak 9 orang (90%), wortel 10 orang (100%), dan brokoli 9 orang (90%). Ada perbedaan penerimaan sawi hijau (p = 0,000), wortel (0,011), dan brokoli (0,020) pada kelompok kontrol dan perlakuan.Simpulan: Terdapat perbedaan penerimaan sawi hijau, wortel, dan brokoli antara kelompok kontrol dan perlakuan.