cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Topik-topik yang berhubungan dengan pemanfaatan sumberdaya perikanan, teknologi penangkapan, desain alat tangkap, fish behaviour, experimental fishing, fishing boat desain, fishing port management, sosial ekonomi perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 39 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 3: Agustus, 2014" : 39 Documents clear
ANALISIS DAERAH PENANGKAPAN RAJUNGAN DENGAN JARING INSANG DASAR (BOTTOM GILLNET) DI PERAIRAN BETAHWALANG, DEMAK Apriliyanto, Hariyadian; Pramonowibowo, -; Yulianto, Taufik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.731 KB)

Abstract

Rajungan ditemukan hampir di seluruh perairan Indonesia dengan kondisi perairan substrat pasir berlumpur. Informasi tentang distribusi rajungan sangat penting bagi nelayan untuk mengoptimalkan hasil tangkapan, sehingga diperlukan adanya penelitian. Tujuan penelitian ini adalah: (1) menganalisis hasil tangkapan rajungan dengan bottom gillnet; (2) menganalisis daerah penangkapan rajungan di Perairan Betahwalang; (3) menganalisis hubungan antara kedalaman, salinitas, dan substrat terhadap hasil tangkapan rajungan. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif dengan fakta yang diteliti jumlah hasil tangkapan rajungan dengan parameter oseanografi (kedalaman, salinitas, substrat dasar perairan). Analisis data metode regresi berganda yaitu Uji F dengan SPSS. Pengolahan data menggunakan pemetaan sebaran dari hasil tangkapan rajungan dan parameter oseanografi, didukung dengan citra satelit Landsat ETM 7 serta program aplikasi ER Mapper 7.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 22 stasiun daerah penangkapan diperoleh sebagai berikut; kedalaman perairan  4–7 meter, salinitas 29‰–29,5‰, kandungan bahan organik 10% - 14%, dan sebagian besar substrat berlumpur. Hasil menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh terhadap hasil tangkapan rajungan adalah kedalaman (P < 0,05). Blue Swimming crabs was found across the Indonesian waters, particulary in muddy sand substrate. Information of blue swimming crabs distribution was important for fisherman to optimize the catches, so that the study needed. The purpose of the research were: (1) to analyze the blue swimming crabs catched by gillnet; (2) to analyze the blue swimming crab’s fishing ground in Betahwalang; (3) to analyze the influences between depth, salinity, sediment to blue swimming crab catch. Research carried out by descriptive methods with the fact who analyze such as catch of swimming crabs with oceanography parameters (depth, salinity, sediment). The data are analysis by using multiple regression are F test with SPSS program. The blue swimming crabs distribution data and oceanography parameters were analyzed, supported by Landsat ETM 7 satellite imagery and ER Mapper 7.0 application program. The results showed that from 22 fishing ground stasion, the data could be obtained as follows; depth 4 - 7 meters, salinity 29 - 29.5‰, organic material content 10 – 14%, and mostly muddy substrate. The results showed that influences variable to blue swimming crabs cathced is depth (P < 0,05).
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERBENTUKNYA HARGA IKAN BAWAL PUTIH (Pampus argenteus) DENGAN ALAT TANGKAP GILL NET DI TPI TEGAL KATILAYU KABUPATEN CILACAP Susanti, Ika; Bambang, Azis Nur; Asriyanto, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.552 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jumlah produksi dan nilai produksi ikan Bawal putih (Pampus argenteus) serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi harga ikan Bawal Putih (Pampus argenteus). Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode deskriptif yang bersifat studi kasus. Pengambilan responden menggunakan metode purposive sampling. Data dianalisis menggunakan analisis regresi dan analisis korelasi dengan software SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi rata-rata ikan Bawal Putih tahun 2009 - 2013 di TPI Tegal Katilayu sebesar 572.738,28 kg/tahun dan nilai produksi rata-rata sebesar Rp 4.202.080.876,-./tahun. Faktor mutu dan berat ikan memiliki pengaruh yang kuat terhadap terbentuknya harga ikan Bawal Putih. The research aims to analyze the volume and value of fish production of Silver Pomfret (Pampus argenteus) and to determine the factors that influence to price Silver Pomfret (Pampus argenteus). The research method used by descriptive case study method. Respondens took by purposive sampling method. Data analyzed by multiple linear regression and multiple linear correlation used by software SPSS 20. Research results showed that the averages of volume Silver Pomfret at year 2009-2013 in TPI Tegal Katilayu are 572.738,28 kg/year and averages production value of Rp 4.202.080.876,-. Quality and weight factor of fish are most influence factors of Silver Pomfret price.
ANALISIS DISTRIBUSI PEMASARAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DI DESA BETAHWALANG KABUPATEN DEMAK Agustina, Edwi Ria; Mudzakir, Abdul Kohar; Yulianto, Taufik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.985 KB)

Abstract

Rajungan (Portunus pelagicus) merupakan salah satu komoditas ekspor yang mempunyai nilai jual tinggi. Rata-rata produksi sumberdaya rajungan yang didaratkan di Desa Betahwalang 176 ton/tahunnya. Rajungan ditangkap menggunakan tiga alat tangkap, yaitu bubu lipat, arad, dan gillnet. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis  distribusi pemasaran, margin pemasaran di masing-masing lembaga pemasaran dan efisiensi pemasaran rajungan di Desa Betahwalang, Kabupaten Demak. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Kasus yang diteliti pada penelitian ini adalah pemasaran hasil tangkapan rajungan (Portunus pelagicus) di Desa Betahwalang selama bulan Desember 2013-Januari 2014. Metode pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Metode pengambilan data menggunakan metode observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 2 bentuk distribusi pemasaran. Rajungan yang memenuhi standar ekspor (first grade) dipasarkan ke pasar ekspor Amerika sedangkan rajungan dengan kualitas second grade dipasarkan ke pasar lokal Indonesia. Marjin pemasaran rajungan paling besar adalah marjin dari mini plant A ke eksportir sebesar Rp 10.119/kg rajungan. Lembaga pemasaran yang paling efisien pada distribusi pemasaran rajungan adalah pedagang pengumpul dengan nilai efisiensi sebesar 0,03 karena biaya pemasarannya yang sedikit. Blue swimming crab (Portunus pelagicus) is one of export commodities which have high value. Average production swimming crab resources are landed by fisherman in Betahwalang Village is 176 ton/years. Blue swimming crabs are catched by three fishing gears, include traps, mini trawl, and gillnet. The purposes of this research were to analysis marketing distribution, margin dan profit in each marketing agencies of blue swimming crab and marketing efficiency in Betahwalang Village, Distric of Demak. This research use descriptive method with approach of case study. The case of this research is marketing of blue swimming crabs in Betahwalang during December 2013 until Januari 2014. The analysis method of sampling is purposive sampling. The data required has been collected through observation and interview method. The result of this research is showed that two form of blue swimming crab marketing distribution. Blue swimming crabs that have export standart (first grade) are distributed to export market in Amerika. Blue swimming crabs that have second grade quality are distributed in local market in Indonesia. Marketing margins are highest obtained by mini plant A to exporter of Rp 10,119/kg blue swimming crab. The marketing agencies have the most value of marketing efficiency was found in collector with the value is 0.03 because it have smaller marketing cost.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN IKAN TEMBANG (Sardinella fimbriata) DI PPI BLANAKAN SUBANG JAWA BARAT Cahyaningrum, Dewi Setya; Wibowo, Bambang Argo; Sardiyatmo, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.029 KB)

Abstract

Ikan tembang (Sardinella fimbriata) merupakan sumberdaya ikan pelagis kecil dan salah satu komoditas penting dalam perikanan. Banyaknya permintaan akan kebutuhan ikan ini menyebabkan ikan tembang sebagai salah satu target tangkapan yang banyak dicari oleh nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produksi dan alat tangkap ikan tembang serta faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan ikan tembang di PPI Blanakan, Subang, Jawa Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2014 di PPI Blanakan, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Metode yang digunakan adalah metode studi kasus dengan analisis deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah 95 sampel. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi rata-rata ikan tembang di PPI Blanakan tahun 2009-2013 adalah 1.591.363 kg. Alat tangkap yang digunakan untuk menangkap ikan tembang di PPI Blanakan adalah mini purse seine. Variabel yang berpengaruh nyata terhadap permintaan ikan tembang segar adalah pendapatan, harga ikan tembang segar, dan harga telur ayam. Sedangkan variabel yang berpengaruh nyata terhadap permintaan olahan ikan tembang (ikan asin) adalah harga ikan asin, harga barang substitusi (daging ayam dan telur ayam), dan selera konsumen. The fringescale sardinella (Sardinella fimbriata) is the one of the pelagic fish that has become one of the most important commodities in Indonesian fishery. The higher demand to this kind of fish has resulted in the higher activities to catch the fish. The purpose of this study was to identify the production and the fishing gear used to catch the fringescale sardinella and the factors influencing the demand of fringescale sardinella at PPI Blanakan, Subang, West Java. The research was done in February 2014 at PPI Blanakan, Subang, West Java. The method used was case study method with a descriptive analysis. The sample was collected using purposive  sampling method that resulted in 95 samples. The data analysis was done using double linear regression method using SPSS 16. The result has shown that the average production of fringescale sardinella at PPI Blanakan in 2009-2013 are 1.591.363 kgs. The fishing gear used to catch the fish at PPI Blanakan is mini purse seine. The variables that has influenced to the demand of fringescale sardinella are the income, the price of fringescale sardinella and the price of chicken eggs. While the variables that has influenced to the demand of salted fish are the price of salted fish, the price of substitution goods (chicken meat and eggs) and the consumer’s attitude.
ANALISIS TEKNIS DAN FINANSIAL USAHA PENANGKAPAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DENGAN ALAT TANGKAP BUBU LIPAT (TRAPS) DI PERAIRAN TEGAL Shalichaty, Shiffa Febyarandika; Mudzakir, Abdul Kohar; Rosyid, Abdul
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.313 KB)

Abstract

Usaha penangkapan ikan merupakan kegiatan ekonomi yang dipengaruhi oleh faktor produksi dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan. Usaha penangkapan dikatakan berhasil apabila mendapatkan keuntungan yang maksimal bagi pelaku usahanya. Bubu lipat adalah alat tangkap yang banyak digunakan oleh nelayan Tegal untuk menangkap rajungan. Rajungan merupakan komoditi perikanan yang memiliki nilai jual tinggi, baik sebagai komoditi lokal maupun komoditi ekspor. Tujuan dari penelitian ini antara lain untuk menganalisa aspek teknis alat tangkap bubu lipat (Traps) di Perairan Tegal, menganalisa pendapatan, biaya dan keuntungan usaha penangkapan, menganalisa tingkat kelayakan finansial usaha penangkapan rajungan dengan alat tangkap bubu lipat (Traps)  di Perairan Tegal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2013 hingga Januari 2014 di Desa Suradadi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan metode pengambilan sampel snowball sampling. Model analisis data menggunakan analisis kelayakan usaha dengan menggunakan beberapa indikator diantaranya NPV, B/C Ratio, IRR, dan payback period. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pendapatan usaha penangkapan menggunakan bubu lipat sebesar Rp 73.867.733 per tahun dan keuntungan rata-rata sebesar Rp. 12.971.844 per tahun. Usaha penangkapan tersebut layak untuk dijalankan, karena nilai NPV usaha tersebut bernilai positif dengan nilai NPV Rp 34.025.723 – Rp 52.554.963  (rata-rata Rp. 42.178.564); IRR 53 % - 66 % (rata-rata 61 %); payback period 3,7 – 5,0 tahun (rata-rata 4,4 tahun); dan B/C Ratio 0,13 – 1,18 (rata-rata 1,15). Hal ini membuktikan bahwa usaha penangkapan tersebut layak dijalankan. Fishery is an economic activity affected by a production factors which aimed to gain profit. Fishery can be categorized as successful if the fisherman can gain the maximum profit. Traps is fishing gear catching used by people in Tegal to catch blue swimming crab. Blue swimming crab is a fishing commodity with high economic value, either for local and export. The purpose of this research were to analyze the technical aspect in form fishing gear catching traps in Tegal, to analyze the income, to expense and profit, and to analyze the financial feasibility of traps in Tegal. This research was conducted from December 2013 to January 2014 in Suradadi village. The method used descriptive qualitative and quantitative. Sampling method used  snowball sampling. This research used  variables of business feasibility including NPV, B/C Ratio, IRR, and payback period. The value of NPV is Rp 34.025.723 – Rp 52.554.963 (the average is Rp 42.178.564). The value of  IRR is 53 % - 66 % (the average is 61 %). The value of payback period is 3,7 – 5,0 years (the average is 4,4 years) and the value of B/C Ratio is 0,13 – 0,18 (the average is 0,15). This research proved of blue swimming crab fisheries are feasible and profitable. 
ANALISIS PENGEMBANGAN PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) ASEMDOYONG PEMALANG JAWA TENGAH DITINJAU DARI FASILITAS FUNGSIONAL DAN PENUNJANG Caksono, Thohir Aji; Rosyid, Abdul; Ismail, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.361 KB)

Abstract

Pelabuhan Perikanan Pantai Asemdoyong merupakan pelabuhan yang sedang dalam tahap pengembangan dimana sebelumnya pelabuhan ini adalah pangkalan pendaratan ikan. Mengingat fungsinya yang sangat strategis sebagai pusat kegiatan dan perekonomian masyarakat sekitar, sehingga perlu adanya pengkajian pengembangan fasilitas yang berkelanjutan sehingga Pelabuhan Perikanan Pantai Asemdoyong dapat melayani kegiatan di pelabuha secara maksimal.  Penelitian bertujuan untuk mengetahui kondisi fasilitas-fasilitas, menganalisa estimasi perkembangan kebutuhan di pelabuhan, dan melakukan analisa strategi pengembangan Pelabuhan Perikanan Pantai Asemdoyong Pemalang untuk diterapkan dalam pengembangan PPP Asemdoyong dengan kondisi saat ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif serta menggunakan analisa data yaitu analisa tingkat pemanfaatan fasilitas, analisis estimasi dan analisis SWOT. Hasil penelitian diperoleh bahwa fasilitas-fasilitas yang ada di Pelabuhan Perikanan Asemdoyong kondisi fisiknya masih baik namun ada beberapa yang kurang berfungsi, dengan tingkat pemanfaatan alur pelayaran 75%, dermaga 81%, TPI 90% dan luas parkir 91%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Optimalisasi fasilitas dasar dan fungsional keseluruhan belum termanfaatkan secara optimal. Hasil analisis SWOT didapatkan hasil 3,63 ; 2,63 sehingga penerapannya menggunakan strategi S-O (Strength-opportunity). Strategi ini dibuat dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan  peluang sebesar-besarnya. Asemdoyong Coastal Fishing Port is the under development port where previously was a fish landing base. Considering the highly strategic function as a center of economic activity and the surrounding communities, so it is necessary for continuous study of the facility development that Asemdoyong Coast fishing port can serve maximally. The research aims to determine the condition of the facilities, to estimate the development requirement in the port, and to analyze the strategy of port development of Asemdoyong Coastal Fisheries located in Pemalang to be applied in the development of PPP Asemdoyong with current conditions . The method used in this research is descriptive method, using the data analysis  of the level of facilities utilization, SWOT analysis, and its estimation. The result showed that the existing facilities at the fishing port Asemdoyong is still good , but there are some less function, with a utilization rate of 75 % shipping channel , pier 81 % , TPI  90% and parking area 91 %. From these results, it can be concluded that the optimization of the overall function and basic facilities have not utilized optimally. The results of the SWOT analysis showed 3.51 ; 2.57 so that the application using the strategy SO ( Strength - opportunity) , which means strategy in its application to take advantage of an opportunity.
PROFIL ASAM AMINO YANG TERDISTRIBUSI KE DALAM KOLOM AIR LAUT PADA IKAN KEMBUNG (Rastrelliger kanagurta) SEBAGAI UMPAN (SKALA LABORATORIUM) Rahayu, Mutia; Pramonowibowo, -; Yulianto, Taufik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.71 KB)

Abstract

Umpan berfungsi untuk menarik perhatian ikan agar tertangkap. Salah satu kandungan  kimia  umpan  yang  berpengaruh  terhadap  tingkah laku makan dan pemilihan mangsa pada ikan adalah  asam amino. Beberapa alat tangkap di Indonesia umumnya menggunakan ikan kembung sebagai umpan. Distribusi asam amino pada kolom air laut mempengaruhi besaran ruang aktif. Penelitian ini bertujuan mengetahui kandungan dan profil asam amino serta distribusinya di dalam kolom air laut pada umpan ikan kembung skala laboratorium. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen laboratorium dengan mensimulasikan operasi rawai tuna dan menggunakan analisis deskriptif pada metode analisis data. Ikan kembung (Rastrelliger kanagurta) dianalogikan sebagai umpan alami yang dikaitkan pada mata pancing dan direndam pada kolom air laut selama 24 jam. Data penelitian meliputi sampel air laut pada waktu rendam 1 jam (K1), 2 jam (K2), 4 jam (K4), 8 jam (K8), 16 jam (K16) dan 24 jam (K24). Metode HPLC (High Performance Liquid Chromatography) digunakan untuk menguji 6 sampel air laut yang telah diambil dan pengujian dilakukan sebanyak dua kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan 15 asam amino merupakan stimulan bagi ikan dari total 17 asam amino yang terdeteksi. Distribusi akumulasi asam amino menunjukkan kecenderungan meningkat selama 24 jam perendaman umpan ikan kembung. The bait has a function to attract for fish to be caught. One of the chemical content of feed that contributeson feeding behaviour and prey selection of fish is amino acid. Some fishing gears in Indonesia are generally using mackerel as bait. The distribution of amino acids into the water column affect the amount of active space. The aims of the reserached were to determine content and profile of amino acid on mackerel as bait and its distribution in the water column on a laboratory scale. Research carried out by laboratory experimental methods to simulated the operation of tuna longline and using descriptive analysis of data analisys methods. Mackerel (Rastrelliger kanagurta) which are analogous to natural bait that hooked and soaked in the water column for 24 hours. The research data includes samples of sea water at 1 hour soak time (K1), 2 hours (K2), 4 hours (K4), 8 hours (K8), 16 hours (K16) and 24 hours (K24). HPLC method (High Performance Liquid Chromatography)was used to test 6 samples of sea water were taken two times of replications. The results showed that 15 of the 17 amino acids were detected as stimulant for fish. Accumulation distribution of amino acids showed a rising trend during 24 hours soaking time of mackerel.
ANALISIS TEKNIS DAN FINANSIAL USAHA PERIKANAN TANGKAP CANTRANG DAN PAYANG DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI ASEMDOYONG KABUPATEN PEMALANG Karningsih, Fitri; Rosyid, Abdul; Wibowo, Bambang Argo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.46 KB)

Abstract

Kabupaten Pemalang merupakan salah satu kabupaten yang berada di pesisir Utara Pulau Jawa. Kabupaten Pemalang memiliki sebuah Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) yaitu PPP Asemdoyong. PPP  Asemdoyong adalah salah satu fasilitas pendukung disektor perikanan tangkap.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek teknis alat tangkap cantrang dan payang, serta aspek ekonomis yang meliputi modal dan biaya usaha, serta menganalisis tingkat kelayakan usaha dari segi finansial dengan menghitung nilai PP, NPV, IRR dan B/C. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif studi kasus dan seskriptif survey. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan quota sampling. Jumlah sampel yang diambil yaitu 9 usaha payang dan 12 usaha cantrang. Metode analisa data yang digunakan adalah analisis teknis dan analisis finansial. Analisis data menggunakan uji parsial t (t test) dengan SPSS. Hasil penelitian meyimpulkan bahwa rata-rata tingkat pendapatan usaha penangkapan cantrang dan payang sebesar Rp 252.170.000,- dan Rp 293.023.333,- per tahun dan keuntungan rata-rata sebesar Rp 30,155,500,- dan Rp 31,293,609,- per tahun. Analisis finansial usaha perikanan tangkap cantrang dan payang didapatkan nilai NPV Rp 194,762,025,- dan Rp 216,939,900,-; IRR 36 % dan 52 %; PP 3 tahun 5 bulan 6 hari dan 2 tahun 9 bulan 4 hari; dan B/C ratio 1,24 dan 1,17 yang berarti bahwa usaha perikanan tangkap cantrang dan payang di PPP Asemdoyong layak untuk dilakukan. Pemalang is one of the regency in the north coast of Java island. Asemdoyong is the Coastal Fishing Port located in Pemalang regency. It has become one of the facilities that support fishing activities in Pemalang. Coastal Fishing Port Asemdoyong become one of the facilities that support fishseries sector in Pemalang. This study aims to determine the technical aspects of fishing gear payang and cantrang, and economic aspects which include venture capital and costs, as well as analyze the level of effort in terms of financial feasibility by calculating the value of PP, NPV, IRR, and B/C. The method used in this research is a case descriptive method and secretive survey by the sample of 9 Payang fishermen and 12 Cantrang fishermen. The sampling method used was purposive sampling with quota sampling. The data analyzing method used partial t test (t test) with SPSS. The results of the study concludes that an average income level of fishing firm payang and cantrang is Rp 252.170.000, - and Rp 293.023.333, - per year and athe average profit is Rp 30.155.500, - and Rp 31.293.609, - per year. The financial analysis of fishing firm payang and cantrang obtained the NPV Rp 194,762,025, - and Rp 216,939,900, -; IRR of 36% and 52%; PP 3 years 5 months 6 days and 2 years 9 months 4 days; and B / C ratio of 1.24 and 1.17, which means that the fishery firm payang and cantrang in Coastal Fishing Port Asemdoyong Pemalang is feasible.
ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA NELAYAN MINI PURSE SEINE DENGAN FISHING BASEDI PPP TASIK AGUNG KABUPATEN REMBANG JAWA TENGAH Kadhita, Merry; Ismail, -; Wijayanto, Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.858 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesejahteraan nelayan juragan dan ABK mini purse seine di PPP Tasik Agung Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.Metode yang digunakan adalah metode deskriptif yang bersifat survei. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam yang dilengkapi daftar kuisioner dan juga observasi langsung di lapangan. Teknik analisis data menggunakan 12 indikator kemiskinan gabungan yang terdiri dari indikator kemiskinan menurut Badan Pusat Statistik Pusat (2007), Badan Pusat Statistik Pusat 2006), indikator kemiskinan menurut Pridaningsih (2011), indikator kemiskinan menurut Safitri (2011), serta konsep Nilai Tukar Nelayan (NTN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan nelayan yang dianalisis menggunakan 12 indikator kemiskinan gabungan menunjukkan bahwa nelayan termasuk ke dalam kriteria tidak miskin atau tergolong sejahtera. Sedangkan hasil analisis tingkat kesejahteraan nelayan berdasarkan NTN juragan sebesar 1,67 (NTN > 1) dan NTN ABK sebesar 1,44  (NTN >1) yang menunjukkan bahwa nelayan juragan dan ABK termasuk dalam kriteria tidak miskin/sejahtera. Hasil uji z,nilai z hitung = 0,445 < 1.985= z tabel, dan sig = 0,657 >5% menunjukkan bahwa  tidak ada perbedaan metode antara NTN dengan Indikator Kemiskinan Gabungan yang mempengaruhi tingkat kesejahteraan nelayan secara signifikan. The purpose of this research was to analyze prosperity level of Employer and Crew Mini Purse Seine Fisheries in Tasik Agung Fishing Port of Rembang Regency Central Java. The method used is descriptive method by survey. The sampling technique used purposive sampling method. Data was collected by depth interview method that include a list of questionnaires and direct observation in the field. The collection data was carried out by combination of 12 poverty indicators, consisted of poverty indicator according to The Statistical Corporation (2007), The Statistical Corporation (2006), modification poverty indicator according to Pridaningsih (2011), modification poverty indicator according Safitri (2011), and a Fishery Term of Trade Index (NTN) concept. The result of the analysis using combination of 12 poverty indicators have shown that those fisherman were not poor or prosperous. Meanwhile, the analysis employer’ NTN = 1,67 (NTN > 1) and crew’ NTN = 1,44(NTN > 1) that mean both of them were not poor or prosperous. Test results z, the value of z = 0.445 <1.985 = z table, and sig = 0.657> 5% indicates that there is no difference between the method NTN Combined with Poverty Indicators affecting significantly the welfare of fishermen.
PENGARUH PERBEDAAN BENTUK DAN WARNA UMPAN TIRUAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN GURITA PADA ALAT TANGKAP PANCING ULUR DI PERAIRAN BARON, GUNUNG KIDUL Farikha, Kunti; Pramonowibowo, -; Asriyanto, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.686 KB)

Abstract

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar. Panjang pantai Indonesia mencapai 95.181 km dengan luas wilayah laut 5,4 juta km2. Potensi pengembangan untuk perikanan tangkap di perairan umum seluas 54 juta hektar dengan potensi produksi 0,9 juta ton/tahun. Salah satu jenis alat tang yang dioperasikan di Perairan Baron adalah pancing ulur.  Pemilihan umpan yang akan digunakan tergantung pada kebiasaan makan ikan. Ketertarikan ikan terhadap umpan dapat disebabkan karena adanya rangsangan berupa bau, rasa, bentuk dan warna. Dalam hal ini peneliti mamanfaatkan indera penglihatan dari fish target yaitu gurita dengan variasi bentuk, warna dan jenis pancing pada umpan buatan. Produksi gurita di Perairan Baron bulan Desember 2013 adalah 4.576 kg. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh perbedaan bentuk umpan tiruan yaitu kepiting dan udang dengan warna berbeda yaitu oranye dan merah muda serta jenis pancing (biasa dan jigger) terhadap hasil tangkapan gurita pada alat tangkap pancing ulur. Materi yang digunakan adalah perahu jukung, alat tangkap pancing ulur dan umpan tiruan. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental. Jenis data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder dan primer. Sumber data sekunder yaitu TPI Arghamina Baron dan DKP Kabupaten Gunung Kidul. Analisis data menggunakan uji normalitas dan uji Anova dengan SPSS 16.0 atau uji-F. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh perbedaan bentuk umpan tiruan yang digunakan terhadap hasil tangkapan gurita pada alat tangkap pancing ulur. Hasil tangkapan yang diperoleh dengan mengguankan umpan tiruan mnyerupai kepiting adalah 238 ekor, sedangkan umpan tiruan udang  adalah 230 ekor. Warna tidak berpengaruh terhadap hasil tangkapan. Tidak ada interaksi antara bentuk dan warna umpan tiruan pada alat tangkap pancing ulur terhadap hasil tangkapan Gurita. Indonesia is a largest archipelago in the world. That has 95.181 km coastal line and 5.4 million km2 sea area. Its means Indonesia dominate by sea. Potential of capture developtmen is about 0.9 million ton/years. Hand line is one type of populer fishing gear in Baron. The smells, shape and colour of bait are kind of attraction for the fish. In this case shape, colour and hook type will attraction octopus. The purpose of this experiment is to analyze the different shape of artificial bait there are crab shape and shrimp shape. The colour are orange and pink, also type of hook the are jigs and ordinary hook. Production of an octopus in Baron water area on december  2013 is  4.576 kg. Traditional boat (jukung), hand line and artificial bait is used in this experimental. The methode is experimental fishing. Primary and secondary data will be used in this riset (TPI Arghamina Baron and DKP Kabupaten Gunung Kidul). The data will be test this SPSS 16.0. Is the result shape of the bait will give significantly different for the catch. There are crab shape catch 238 octopus, and shrimp shape catch 230 octopus. Where using colour and hook type have no different. And there is no intraction among them.

Page 1 of 4 | Total Record : 39