cover
Contact Name
Nova Khairul Anam
Contact Email
jurnalrisingstar@gmail.com
Phone
+6281324616616
Journal Mail Official
jurnalrisingstar@gmail.com
Editorial Address
Perum GIS No. 16 Desa Sampih Kec. Wonopringgo Kab. Pekalongan Jawa Tengah
Location
Kab. pekalongan,
Jawa tengah
INDONESIA
Rising Star: Journal of Early Childhood Education
ISSN : 31249949     EISSN : 31249884     DOI : -
Core Subject :
Rising Star: Journal of Early Childhood Education is a reputable peer-reviewed academic journal that publishes high-quality research articles, conceptual papers, and empirical studies focusing on early childhood education. The journal serves as a scholarly platform for researchers, academics, and practitioners to disseminate innovative findings, promote the development of effective and context-based educational practices, and contribute to the advancement of both theoretical frameworks and practical applications in the field of early childhood education.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Implementasi Kegiatan Jurnal dalam Pembelajaran untuk Menstimulasi Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini Fernita Berliana
Rising Star: Journal of Early Childhood Education Vol. 1 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan bahasa anak usia dini perlu distimulasi melalui kegiatan pembelajaran yang memberi ruang bagi anak untuk berekspresi dan berkomunikasi secara alami. Salah satu kegiatan yang berpotensi mendukung hal tersebut adalah kegiatan jurnal, yaitu aktivitas menggambar bebas yang diikuti dengan menceritakan hasil gambar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kegiatan jurnal dalam pembelajaran serta perannya dalam menstimulasi perkembangan bahasa anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur dengan guru, dan dokumentasi kegiatan pembelajaran. Subjek penelitian melibatkan guru dan anak usia dini di TK Islam Nurus Sunnah Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan jurnal mampu meningkatkan keberanian berbicara, kemampuan bercerita, dan pengayaan kosakata anak. Anak menjadi lebih aktif menggunakan bahasa lisan ketika menceritakan pengalaman dan hasil karyanya dalam suasana belajar yang santai dan tidak menekan. Interaksi verbal melalui pertanyaan pemantik dan penguatan positif dari guru berperan penting dalam menstimulasi perkembangan bahasa anak. Meskipun terdapat tantangan berupa perbedaan kemampuan bahasa dan rentang perhatian anak, pendampingan guru yang tepat menjadikan kegiatan jurnal tetap efektif sebagai strategi pembelajaran bahasa anak usia dini.
Pemanfaatan Buku Cerita Sebagai Media Pengembangan Bahasa Anak Usia Dini di TK Qolbu Ilmi Islamic School Leni
Rising Star: Journal of Early Childhood Education Vol. 1 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan bahasa merupakan aspek penting dalam pendidikan anak usia dini yang perlu distimulasi melalui media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Salah satu media yang efektif untuk tujuan tersebut adalah buku cerita bergambar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan buku cerita sebagai media pengembangan bahasa anak usia dini di TK Qolbu Ilmi Islamic School. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru kelas dan anak usia dini yang terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran menggunakan buku cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku cerita dimanfaatkan secara rutin dan terintegrasi dalam kegiatan pembelajaran harian melalui aktivitas membaca bersama, bercerita interaktif, dan menceritakan kembali isi cerita. Pemanfaatan buku cerita berdampak positif terhadap perkembangan bahasa anak, khususnya kemampuan menyimak, peningkatan kosakata, serta keberanian dan kemampuan anak dalam berbicara. Meskipun terdapat kendala berupa perbedaan tingkat fokus anak, guru mampu mengatasinya melalui strategi bercerita yang kreatif dan adaptif. Temuan penelitian ini memperkuat teori emergent literacy dan konstruktivisme sosial yang menekankan pentingnya interaksi dan pengalaman bermakna dalam pengembangan bahasa anak usia dini.
Peran Kegiatan Ibadah di Sekolah Dalam Pembentukan Karakter Disiplin Anak Usia Dini di TK Islam Mutiara Sunnah Winaeni
Rising Star: Journal of Early Childhood Education Vol. 1 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembentukan karakter disiplin pada anak usia dini merupakan bagian penting dari pendidikan karakter yang perlu ditanamkan melalui pembiasaan sejak dini. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui kegiatan ibadah di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kegiatan ibadah di sekolah dalam pembentukan karakter disiplin anak usia dini di TK Islam Mutiara Sunnah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru kelas TK A dan TK B serta anak usia dini yang terlibat dalam kegiatan ibadah di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ibadah yang dilaksanakan secara rutin dan terstruktur, seperti doa bersama dan salat Dzuhur berjamaah, berperan positif dalam membentuk karakter disiplin anak. Anak dilatih untuk mengenali waktu, mengikuti aturan dan urutan kegiatan, serta mengembangkan kemampuan pengendalian diri. Meskipun terdapat tantangan seperti perbedaan tingkat kesadaran anak dan keterbatasan waktu pelaksanaan, strategi keteladanan, pembiasaan, dan pendampingan yang diterapkan guru mampu mengoptimalkan peran kegiatan ibadah. Temuan ini menegaskan bahwa kegiatan ibadah di sekolah merupakan media yang efektif dan relevan dalam menanamkan karakter disiplin anak usia dini.
Analisa Kesalahan Berbahasa Pada Anak Usia Dini di TK Nurussunnah Kisaran Yuyun Ahmad Katili
Rising Star: Journal of Early Childhood Education Vol. 1 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesalahan berbahasa merupakan fenomena yang lazim terjadi dalam proses pemerolehan bahasa anak usia dini dan mencerminkan tahapan perkembangan linguistik anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk kesalahan berbahasa serta faktor-faktor yang mempengaruhinya pada anak usia dini di TK Nurussunnah Kisaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru kelas, orang tua, dan anak usia dini yang terlibat langsung dalam proses pembelajaran dan interaksi bahasa sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum perkembangan bahasa anak usia 4–5 tahun berada pada kategori berkembang sesuai tahap usia. Namun demikian, ditemukan beberapa kesalahan berbahasa yang bersifat wajar, terutama pada penggunaan kata penghubung (konjungsi), kata depan (preposisi), serta struktur kalimat sederhana. Kesalahan berbahasa tersebut tidak menghambat proses komunikasi anak, melainkan mencerminkan sistem bahasa internal yang sedang berkembang. Faktor yang mempengaruhi kesalahan berbahasa meliputi perkembangan biologis anak dan kualitas lingkungan bahasa di rumah maupun di sekolah. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa kesalahan berbahasa merupakan bagian normal dari pemerolehan bahasa anak usia dini dan perlu disikapi melalui stimulasi bahasa yang tepat dan lingkungan belajar yang suportif.
Pemanfaatan Media Audio Visual untuk Meningkatkan Pemahaman Praktik Ibadah Anak Usia Dini Imam Faizin; Indri Astuti
Rising Star: Journal of Early Childhood Education Vol. 1 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman praktik ibadah pada anak usia dini memerlukan strategi pembelajaran yang konkret, menarik, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Salah satu media yang dinilai efektif untuk mendukung pembelajaran tersebut adalah media audio visual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan media audio-visual dalam meningkatkan pemahaman praktik ibadah anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru kelas, serta anak usia dini yang mengikuti pembelajaran praktik ibadah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media audio-visual berupa video pembelajaran praktik wudhu, tata cara shalat, dan doa-doa harian mampu meningkatkan fokus, antusiasme, serta keterlibatan anak dalam proses pembelajaran. Anak lebih mudah memahami urutan gerakan dan bacaan ibadah serta lebih percaya diri dalam mempraktikkannya setelah memperoleh contoh visual dan audio secara bersamaan. Meskipun terdapat kendala teknis, seperti keterbatasan fasilitas dan potensi distraksi anak, strategi pendampingan dan pengelolaan pembelajaran yang tepat mampu mengoptimalkan pemanfaatan media audio-visual. Temuan ini menegaskan bahwa media audio-visual merupakan media pembelajaran yang efektif dan relevan untuk meningkatkan pemahaman praktik ibadah anak usia dini.
Model Internalisasi Nilai-Nilai Keislaman dalam Pengembangan Karakter Moral Anak Usia Dini Eti Komalasari
Rising Star: Journal of Early Childhood Education Vol. 1 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengonstruksi model internalisasi nilai-nilai keislaman dalam pengembangan karakter moral anak usia dini di TKIT An Nashiihah 7 Citarik, Cikarang Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah sekaligus guru, orang tua, observasi kegiatan pembelajaran, serta dokumentasi penilaian perkembangan diniyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai keislaman dilakukan melalui tiga mekanisme utama: (1) keteladanan guru sebagai model moral, (2) pembiasaan religius terstruktur melalui kegiatan rutin harian dan praktik ibadah, serta (3) sinergi sekolah dan keluarga dalam penguatan karakter. Model ini membentuk karakter moral anak dalam aspek disiplin, tanggung jawab, sopan santun, kepedulian sosial, dan kebiasaan beribadah. Penelitian ini menegaskan bahwa internalisasi nilai keislaman yang dilakukan secara konsisten, kontekstual, dan kolaboratif berkontribusi signifikan terhadap pembentukan fondasi moral anak pada masa golden age.
Menanam Nilai Sejak Dini: Proses Pembentukan Karakter Anak dalam Kehidupan Sehari-hari Nita Annisa Sholihah
Rising Star: Journal of Early Childhood Education Vol. 1 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembentukan karakter anak usia dini melalui aktivitas keseharian di lingkungan sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di RA Baiturrahman Rembiga, Mataram, Nusa Tenggara Barat. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan 20 anak kelompok A dan B. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi berupa modul ajar, catatan anekdot, serta lembar penilaian perkembangan harian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan nilai melalui kegiatan rutin harian seperti doa sebelum dan sesudah kegiatan, hafalan surat pendek, kegiatan keteladanan, praktik kedisiplinan, serta kolaborasi guru dan orang tua berkontribusi terhadap perkembangan karakter anak dalam aspek disiplin, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan kemandirian. Data observasi menunjukkan sebagian besar anak berada pada kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dalam aspek nilai agama dan sosial-emosional. Proses internalisasi nilai berlangsung melalui pembiasaan konsisten, keteladanan, penguatan positif, dan integrasi nilai dalam kurikulum tematik. Penelitian ini menegaskan bahwa kehidupan sehari-hari anak merupakan ruang strategis dalam menanamkan karakter secara holistik sejak usia dini.
Implementasi Guru dalam Pengembangan Kegiatan Keagamaan Pada Anak Usia Dini di TK Islam A-Z Ceria Kampung Kramat Rika
Rising Star: Journal of Early Childhood Education Vol. 1 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi guru dalam pengembangan kegiatan keagamaan pada anak usia dini di TK Islam A-Z Ceria Kampung Kramat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara dengan pembina yayasan, kepala sekolah, guru, wali murid, staf administrasi, masyarakat, serta siswa, dilengkapi observasi dan doku-mentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan diintegrasikan dalam kurikulum dan budaya sekolah melalui pembiasaan doa harian, hafalan surat pendek, hadits, praktik sholat berjamaah, metode tilawati, serta pembiasaan 5S (senyum, salam, sapa, sopan, santun). Guru berperan sebagai teladan dalam perilaku dan tutur kata, serta menggunakan strategi pembelajaran variatif seperti bercerita, bernyanyi, tanya jawab, dan praktik langsung. Faktor pendukung meliputi komitmen yayasan, kompetensi guru, fasilitas memadai, dan kolaborasi dengan orang tua. Tantangan yang dihadapi antara lain belum optimalnya pembelajaran berbasis digital. Implementasi ini berdampak positif pada perkembangan aqidah, akhlak, dan kebiasaan ibadah anak.
Peran Guru Dalam Pengembangan Perilaku Moral Pada Anak di RA Ubay Bin Kaab Duri Riau Sri Hartati
Rising Star: Journal of Early Childhood Education Vol. 1 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran guru dalam pengembangan perilaku moral anak di RA Ubay Bin Kaab Duri Riau. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen pembelajaran terhadap kepala sekolah dan guru kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai teladan, pembimbing, fasilitator, dan penguat nilai dalam proses pembentukan moral anak usia dini. Strategi utama yang diterapkan adalah learning by doing melalui praktik konkret seperti kotak kejujuran, pembiasaan merapikan mainan, berbagi bekal, serta mendoakan teman yang sakit. Nilai agama diintegrasikan melalui rutinitas doa harian dan pengenalan hadits aplikatif yang relevan dengan kehidupan anak. Pendekatan dialogis digunakan dalam menangani perilaku kurang baik, disertai kolaborasi aktif dengan orang tua untuk menjaga konsistensi pembinaan. Temuan ini menegaskan bahwa pengembangan perilaku moral pada anak usia dini memerlukan keteladanan guru, pembiasaan yang konsisten, serta sinergi antara sekolah dan keluarga dalam menciptakan lingkungan belajar yang suportif dan berkelanjutan.
Internalisasi Nilai-Nilai Agama dalam Pembentukan Karakter Empati pada Anak Usia Dini: Studi Kualitatif di RA Falahul Mukminin 02 Wadhifatul Chanifah
Rising Star: Journal of Early Childhood Education Vol. 1 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai-nilai agama dalam pembentukan karakter empati pada anak usia dini di RA Falahul. Mukminin 02, Kabupaten Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru kelas, kepala sekolah, dan orang tua, observasi perilaku anak, dan analisis dokumen pembelajaran dan modul pengajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai agama dilakukan melalui metode teladan, kebiasaan beragama, kegiatan sosial berbasis tindakan konkret seperti zakat Jumat, berbagi makanan, mendoakan teman yang sakit, dan melakukan ibadah berjamaah. Temuan menunjukkan perubahan perilaku prososial anak, seperti kemampuan berbagi, membantu teman, menunjukkan kepedulian terhadap makhluk hidup, dan kepekaan terhadap kondisi sosial di sekitarnya. Keberhasilan internalisasi nilai-nilai empati sangat dipengaruhi oleh konsistensi kebiasaan di sekolah dan kerja sama dengan orang tua di rumah. Penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran agama yang kontekstual dan berbasis praktik efektif dalam membangun karakter empati sejak usia dini.

Page 1 of 2 | Total Record : 14