cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jppt@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Marine Research
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 24077690     DOI : 10.14710/jmr.v9i4.28340
Core Subject : Science,
The Journal of Tropical Fisheries Management is managed by the Department of Water Resource Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Bogor Agricultural University aims to publish the results of basic, applied research in the scope of fisheries resources, fish stock studies, and population dynamics, fish biodiversity, fisheries technology, industrialization and fish trade, fisheries management, and fisheries development policies in the tropics, especially Indonesia. The scope of the area includes: Marine Fisheries Coastal Fisheries Inland Fisheries The focus and scope of this publication are expected to contribute thoughts for the government to strengthen the science of fisheries management
Arjuna Subject : -
Articles 825 Documents
Struktur Komunitas Gastropoda Di Perairan Pesisir Kecamatan Genuk Kota Semarang Nugroho, Krisna Dwi; Suryono, Chrisna Adhi; Irwani, Irwani
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.447 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v1i1.1996

Abstract

Gastropods have an important role in aquatic environments, especially in food and energy cycles. This aim of study determine the abundance and structure community of gastropods and physical parameters of the water, the type of substrate sediments and organic matter content in sediments that serve to optimize the utilization analysis and estimation of the abundance of gastropods conditions contained in the Genuk Coastal Waters, the city of Semarang. The method used in this research descriptive method by means of sampling stations gastropods includes 6 points. The study results for all sampling points had 260 individuals, that comprise of 10 species, namely Turricula javana, Thaislacera, Murex trapa, Bufonaria rana linnaeus, Nassarius sp, Natica tigrina, Babylonia spirata, Turritella terebra, Pseudoneptunea varicosa, and Conus sp. Sum abundance of species ranging between 0,08 to 2,37 individu/m2. Value index of diversity (H') ranged from 0,000 to 2,026 in the category of low and moderate, and values of uniformity index (e) ranged from 0,000 to 1,461 are included in the high category and the dominance index (c) between 0,255 to 1 in the category of not no dominance (TAD) and no dominance (AD), and for the distribution patterns are dominated by the uniform distribution pattern from the clumped distribution patterns whereas community similarity (S) category was up to the height ranges between 44,44% - 88,89%.
Evaluasi Perubahan Penggunaan Lahan Pesisir Kecamatan Tamalate Kota Makassar Menggunakan Citra Satelit Landsat 7 ETM+ Multitemporal Tahun 2006 - 2012 Herdiatma, M. Andry; Pratikto, Ibnu; Hartati, Retno
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1551.241 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i3.5989

Abstract

Pembangunan di Indonesia semakin berkembang pesat yang diikuti laju pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat. Hal tersebut mempengaruhi kebutuhan akan lahan sesuaii peruntukannya. Kebutuhan akan lahan permukiman semakin meningkat seiring pertambahan jumlah penduduk. Begitu juga kebutuhan terhadap tata guna lahan lainnya. Perubahan lahan menjadi hal yang penting untuk diketahui sehingga proses perencanaan dan pengelolaan fungsi tata guna lahan dapat dilaksanakan secara terpadu dan berkelanjutan. Kecamatan Tamalate, Makassar, mempunyai 3 kelurahan yang berbatasan langsung dengan laut yaitu Kelurahan Barombong, Kelurahan Tanjung Merdeka dan Kelurahan Maccinii Sombala. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui luas perubahan penggunaan lahan wilayah pesisir, Tamalate, Makassar, dengan menggunakan citra satelit Landsat 7 ETM+ path / row 114 / 64 yang direkam pada tanggal 10 November 2006, 2 November 2009 dan 9 Oktober 2012. Penelitian ini menggunakan metode supervised classification pada citra Landsat 7 ETM+ tahun 2006, 2009, dan 2012 dengan Er Mapper 7.0 untuk menghasilkan peta penggunaan lahan. Analisis perubahan penggunaan lahan dilakukan dengan metode tumpang susun (overlay) dengan bantuan ArcGis 9.3. Hasil penelitian menunjukkan lahan pesisir Kecamatan Tamalate digunakan untuk permukiman, tambak, sawah, lahan terbuka, kebun campur, tegalan/ladang, semak belukar, mangrove, dan perairan. Penggunaan lahan terluas pada tahun 2006, 2009 dan 2012 adalah untuk lahan pemukiman, yaitu berturut-turut ± 781,52, ± 827,05 dan ± 896,49 ha. Di pesisir Tamalate, Makassar selama 2006 – 2009 terdapat perubahan penambahan lahan terbuka terluas yaitu  ± 46,33 ha, dan ± 79,54 ha. Lahan kebun campur pada tahun 2009 – 2012 selalu mengalami pengurangan yaitu ± 29,27 ha. Pada tahun 2009 – 2012 lahan tambak merupakan yang mengalami pengurangan yaitu ± 49,39 ha. Penyebab perubahan penggunaan lahan tersebut adalah pesatnya laju pertumbuhan penduduk, pertumbuhan ekonomi dan adanya kebijakan pemerintah Kota Makassar, yaitu dijadikannya Tamalate sebagai pusat perkotaan baru dan pengembangan pariwisata sesuai RUTRW Kota Makassar tahun 2006 – 2016.
INJEKSI KARBON DIOKSIDA (CO2) PADA MEDIA PEMELIHARAAN TERHADAP BIOMASSA DAN KANDUNGAN TOTAL LIPID MIKROALGA Tetraselmis chuii Nurmalitasari, Erma; Ridlo, Ali; Sunaryo, Sunaryo
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.061 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i3.6013

Abstract

Mikroalga Tetraselmis chuii dapat berfotosintesis dan mampu tumbuh dengan cepat. Karbon dioksida (CO2) sangat penting peranannya dalam proses fotosintesis. Injeksi CO2 diperlukan untuk digunakan dalam fotosintesis, sehingga diharapkan dapat diperoleh biomassa dan kandungan total lipid T. chuii optimum. Metode penelitian yang dilakukan adalah eksperimental laboratoris, menggunakan 4 perlakuan yaitu injeksi CO2 selama 2 menit, 4 menit, 6 menit, 8 menit dan tanpa injeksi CO2 (kontrol) dengan 3 kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan sel tertinggi (1.944.000 sel/mL) dan laju pertumbuhan tertinggi sebesar 0,626 doubling/hari dicapai pada perlakuan injeksi CO2 selama 4 menit. Kepadatan sel terendah (970.000 sel/mL) dan laju pertumbuhan terendah (0,481 doubling/hari) pada perlakuan dengan injeksi CO2 selama 8 menit. Kandungan total lipid pada perlakuan injeksi CO2 selama 2 menit; 4 menit; 6 menit; 8 menit dan kontrol masing-masing adalah 67,27±2,70; 58,29±2,63; 37,41±2,69; 7,89±2,92dan 70,32±2,49%-dw. Pertumbuhan T. chuii optimum dicapai pada perlakuan injeksi CO2 selama 3 menit, biomassa T. chuii optimum dicapai pada 4,1 menit injeksi CO2, sedangkan kandungan total lipid semakin menurun sebanding dengan lama injeksi CO2 hingga titik optimum terendah pada menit ke 4,5 injeksi CO2, kemudian mengalami peningkatan kembali pada perlakuan injeksi CO2 selama 8 menit.
Analisis Kualitas Alginat Rumput Laut (Padina sp.) Menggunakan Metode Ekstraksi Jalur Kalsium Pasaribu, Adam Sojuangon; Sedjati, Sri; Pramesti, Rini
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.997 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v9i1.25502

Abstract

ABSTRAK: Padina sp. merupakan spesies rumput laut cokelat (Phaeophyta) penghasil alginat, namun kualitas alginat yang dihasilkan tergolong rendah dibandingkan alginofit lainnya. Metode ekstraksi jalur kalsium diduga dapat meningkatkan kualitas alginat sehingga penelitian ini perlu dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji apakah ekstraksi jalur kalsium dapat meningkatkan mutu alginat yang dihasilkan dari rumput laut Padina. Ekstraksi dilakukan dengan metode jalur kalsium konvensional dan jalur kalsium MAE (Microvawe Assisted Extraction). Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratoris dengan 1 perlakuan (kosentrasi CaCl2) dan 3 taraf konsentrasi yaitu 0,5 M 1,0 M dan 1,5 M. Parameter kualitas yang dianalisis meliputi rendemen, kadar air, Kadar abu, viskositas, pH dan FTIR. Hasil uji two way ANOVA menunjukan terdapat signifikansi rendemen dengan nilai 0,007. Metode jalur kalsium MAE dengan konsentrasi 1,0 M CaCl2 menghasilkan kualitas terbaik dengan nilai rendemen (26,83%), kadar air (10,67%), kadar abu (21,83%), viskositas (11,42 cPs)  dan pH (6,77). Hasil analisis FTIR menunjukan ke-2 metode ekstraksi menghasilkan natrium alginat dengan adanya sidik jari guluronat dan manuronat pada bilangan gelombang 930-890 cm-1 dan 870-820 cm-1. ABSTRACT: Padina sp. is a species of brown seaweed (Phaephyta) producing alginates, but the quality of alginates produced is relatively low compared to other alginophytes. The calcium pathway extraction method is thought to improve the quality of alginates thus the reason of the research. This research aims to examine whether the calcium pathway extraction improves the quality of alginates produced from Padina. Seaweed extraction was carried out using conventional calcium pathways and MAE (Microwave Assisted Extraction) calcium pathways. The research method used was laboratory experimental with 1 treatment (CaCl2 concentration) and 3 concentration levels : 0.5 M, 1.0 M, 1.5 M. Quality parameters analyzed includes yield, moisture content, ash contetnt, viscosity, pH and FTIR. The two way ANOVA test results showed that there was a significance of yield value of 0.007. The MAE calcium pathway method with a concentration of 1.0 M CaCl2 produces the best quality with a yield value (26.83%), water content (10.67%), ash content (21.83%), viscosity (11.42 cPs) and pH (6.77). FTIR analysis results show that the two extraction methods produces sodium alginate in the presence of guluronate and manuronic fingerprints at wave numbers 930-890 cm-1 and 870-820 cm-1.
Strategi Pengembangan Ekowisata di Pantai Pangandaran Kabupaten Ciamis Pasca Tsunami Nugroho, Prasetyo; Yusuf, Muh.; Suryono, Suryono
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1040.147 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v2i2.2468

Abstract

jung village and Pangandaran village who has a wealth of natural, culture and diverse appeal so has prospects for the development of ecotourism. From the SWOT analysis can be drawn that many factors influence the development of ecotourism in the Pangandaran Beach. The results showed that the internal factor such as strength (S) has a score of 1.811 and 1.313 scores for weaknesses (W). While External factors consist of Opportunity (O) and Threats (T) has a score of respectively 2.305 and 0.908. It means that is necessary to develop a more intensive and broader. So priority the future development strategy that needs to be done is Utilizing the support of the Government and stakeholders to optimize the function of the airport, Utilizing tourist attractions an attractive and safe then optimize asset development cooperation with travel agents both within and outside the country.
Studi Ukuran Butir Dan Bahan Organik Pada Kawasan Mangrove Di Kelurahan Karanganyar Dan Tambakharjo Kota Semarang Anugrah, Dimas Putra; Pri, Rudhi; Suryono, Suryono
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.027 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i4.11428

Abstract

Ukuran butir dan bahan organik merupakan komponen penting dalam sedimen yang berfungsi sebagai media tumbuh mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tekstur ukuran butir sedimen, kandungan bahan organik, N, P, dan K pada sedimen mangrove Kelurahan Karanganyar dan Pantai Maron Kelurahan Tambakharjo Kota Semarang.Metode yang digunakan adalah diskriptif eksploratif. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan November-Desember 2013 pada 3 stasiun di 3 lokasi penelitian. Sampel sedimen diambil dengan menggunakan D-Suction Correr pada kedalaman 10 cm. Penelitian menunjukan fraksi sedimen yang mendominasi di lokasi KRA 1 dan KRA 2 adalah fraksi silt (lanau) rata-rata sebesar 67,33% dan di lokasi MRN didominasi fraksi sand (pasir) rata-rata sebesar 70,66%. Jenis sedimen yang ditemukan di lokasi KRA 1 dan KRA 2 adalah jenis lempung lanauan dan di lokasi MRN adalah lempung berpasir. Kandungan bahan organik, N, P dan K pada lokasi penelitian bervariasi dan sesuai dengan tingkat kerapatan mangrove pada tiap lokasi. Kandungan bahan organik tertinggi berada di lokasi KRA 2 dengan rata-rata 2,87%. Kandungan N tertinggi terdaapat di lokasi KRA 2 rata-rata sebesar 0,51% dan terendah di lokasi MRN sebesar 0,10% untuk kandungan P tertinggi terdapat di lokasi KRA 1 rata-rata sebesar 259,54 mg/kg dan untuk kandungan K tertinggi terdapat di lokasi KRA 1 rata-rata sebesar 146,17%
Pertumbuhan Fragmen Karang Polyphyllian talpina dengan Metode Transplantasi Mini-floating Nursery di Perairan Teluk Awur Jepara Lukytasari, Jenny; Wijayanti, Diah Permata; Munasik, Munasik
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.931 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v2i3.3148

Abstract

Ornamental coral trade which is taken directly from nature is a source of revenue for the Indonesian economy, but on the other hand it is also a threat to coral reef conservation. Along with the increasing number of the ornamental coral exports it must be balanced with the conservation effort through coral transplantation. One of coral reef species that can regenerate and widely traded is Polyphillia talpina. Transplantation method used is the mini-floating nursery method, the coral transplantation method performed by a state hovering in the water column. This study aims was to determine the growth of solitary corals which were transplanted by mini-floating nursery method and to determine the process of regeneration that occurs with mini-floating nursery transplant method in Teluk Awur, Jepara. Growth of the highest coral transplant P. talpina seen in coral fragments with the size of 4 cm with a gain of 0,44 cm difference with regeneration process and the addition of the highest number of mouth was also to 70,12%. Statistical analysis showed there were no significant differences (p = 0,652) on growth and the initial size of the two fragments.
Arang Aktif dari Ampas Kopi sebagai Absorben Logam Cu Terlarut dalam Skala Laboratorium Samosir, Asnita Fraselina; Yulianto, Bambang; Suryono, Chrisna Adhi
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.914 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v8i3.25265

Abstract

Pencemaran logam berat Tembaga (Cu) di lingkungan perairan laut saat ini semakin meningkat. Logam berat ini memberikan dampak negatif bagi biota dalam perairan laut dengan menjadi penghambat pertumbuhan hingga menyebabkan kematian. Arang aktif dari ampas kopi dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bioadsorben yang efektif. Penelitian mengenai penggunaan ampas kopi sebagai bioadsorben telah banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan daya serap oleh arang aktif ampas kopi dengan lama perendaman dan konsentrasi yang berbeda terhadap logam berat Tembaga (Cu). Penelitian ini dilakukan pada tanggal 3 Juni – 18 Juli 2018. Metode yang digunakan ialah metode eksperimental laboratoris. Aktivasi adsorben dilakukan menggunakan HCl 0,1 M selama 48 jam. Kemudian arang aktif dikeringkan pada suhu 1100C selama 3 jam untuk meningkatkan daya serapnya. Berdasarkan analisa Atomic Absorption Spectrophotometric (AAS) yang telah dilakukan diperoleh daya serap arang aktif dengan konsentrasi 0,5 gr, 1 gr, dan 2 gr dengan masing-masing lama perendaman 15 menit, 30 menit, 60 menit, 90 menit, dan 120 menit berturut-turut adalah 99,28 %; 95,70 %; 98,79 %; 99,50%; 97,98 %; 95,39 %; 98,66 %; 99,46 %; 99,92 %; 97,04 %; 96,83 %; 98,57 %; 99,94 %; dan 99,96 % dengan kecepatan pengadukan 150 rpm. Konsentrasi adsorben dan lama perendaman yang berbeda terhadap larutan logam Cu diketahui berpengaruh nyata terhadap penyerapan logam berat Cu (p<0,05) oleh arang aktif. Terdapat penurunan daya adsorpsi arang aktif pada lama perendaman 30 menit kemudian tetap mengalami kenaikan daya adsorbsi terhadap logam Cu dengan semakin lama lama perendaman serta semakin tinggi konsentrasi adsorben yang digunakan. Pollution of heavy metals Copper (Cu) in the marine environment is currently increasing. This heavy metal has a negative impact on biota in marine waters by becoming a growth inhibitor that causes to death. Activated charcoal from coffee wastes can be used as an effective bio-adsorbent. Research on the use of coffee wastes as bio-adsorbent has been widely studied. This study aims to knowing the ability of activated charcoal from coffee wastes to absorb heavy metal of copper (Cu) using different immersion times and different concentrations of activated charcoal. The study was conducted on June 3 - July 18, 2018. The method used in this study was an experimental laboratory method. Activation of the adsorbent was carried out using 0.1 M HCl for 48 hours. Then the activated charcoal is dried at 1100C for 3 hours to improve the adsorption capacity of the adsorbent. Based on the analysis of Atomic Absorption Spectrophotometric (AAS), the absorption of activated charcoal has been obtained with concentrations of 0.5 gr, 1 gr, and 2 gr with contact time of 15 minutes, 30 minutes, 60 minutes, 90 minutes and 120 minutes are 99.28%; 95.70%; 98.79%; 99.50%; 97.98%; 95.39%; 98.66%; 99.46%; 99.92%; 97.04%; 96.83%; 98.57%; 99.94%; and 99.96% with a stirring speed of 150 rpm. The concentration of the adsorbent and the different immertion times for copper (Cu) solutions significantly affected the absorption of Cu heavy metals (p <0.05) by activated charcoal. There was a decrease in activated charcoal adsorption power at the immertion time of 30 minutes and continued to increase the adsorption power of Cu metal with the longer immertion time and the higher the concentration of the adsorbent used.
Pengaruh Perbedaan Ukuran Fragmen dan Metode Transplantasi Terhadap Pertumbuhan Karang Pocillopora damicornis di Teluk Awur, Jepara Prameliasari, Tiwi Ajeng; Munasik, Munasik; Wijayanti, Diah Permata
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.303 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v1i1.2005

Abstract

Coral transplantation is one of culture methods by cutting a part of coral colony to be planted in the other place. Many kinds of coral transplantation methods have been applied such as electrolysis methods and coral transplantation using concrete substrate. Transplantation method used 2 factor, they are initial size (3 and 5 cm) and transplantation media method (used line and cement). The highest survival rates was shown by the fragment that were transplanted using hanging method on rope with an initial size of fragments was 5 cm. The survival rates of the transplants achieved 100%. While the rest of transplants both with the initial size 3 and 5 cm of substrate cement method and hanging on rope with the initial size 3 cm, only 83% of coral transplant were survived due to some fragments were dead and or disappeared. The highest growth rate of coral transplants to monthly look at the string method with fragment size is 3 cm (0.56 cm / month). While the lowest rate of coral growth seen in the string method with fragment size is 5 cm (0.43 cm / month). The growth of coral transplants to data analysis using SPSS 16 indicates no significant difference (p> 0.05) at the rate of coral growth on initial size differences and transplantation methods used and there is no interaction between initial size and method of transplantation.
Pengaruh Pemberian Logam Berat Pb terhadap Akar, Daun, dan Pertumbuhan Anakan Mangrove Rhizophora mucronata Nugrahanto, Nico Prasetyo; Yulianto, Bambang; Nuraini, Ria Azizah Tri
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.793 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i2.4971

Abstract

Mangrove merupakan salah satu ekosistem pesisir yang mempunyai peranan penting di daerah estuari. Habitat mangrove sangat rawan terkena pencemaran logam berat, baik yang berasal dari laut maupun dari daerah darat. Rhizophora mucronata merupakan spesies mangrove yang hidup di daerah aliran sungai sebagai mayor dengan populasi terbanyak dan paling sering ditemukan, sedangkan Pb adalah salah satu polutan logam berat yang paling banyak dilepaskan oleh usaha industri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar tingkat pengaruh pemberian logam berat Pb pada media lingkungan terhadap akumulasinya pada akar dan daun serta pertumbuhan anakan mangrove Rhizophora mucronata. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental selama 40 hari, dengan pemberian konsentrasi Pb 0,1; 1; 10; dan 100 ppm, ditanam di dalam  pot ember berukuran diameter 50 cm dan tinggi 30 cm, di dalam rumah kaca yang berukuran 5,5 x 2 x 1,5 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian konsentrasi Pb yang berbeda tidak setabil di akar maupun di daun, ini memperlihatkan bahwa konsentrasi perlakuan logam berat tidak dapat mencerminkan tingkat akumulasi logam berat pada Rhizophora mucronata. Hasil uji GLM (General Linear Model) dari pengolahan data spss pemberian Pb dengan konsentrasi yang berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan anakan mangrove Rhizophora mucronata (p ≥ 0,05) selama 40 hari penelitian.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): Journal of Marine Research Vol 14, No 4 (2025): Journal of Marine Research Vol 14, No 3 (2025): Journal of Marine Research Vol 14, No 2 (2025): Journal of Marine Research Vol 14, No 1 (2025): Journal of Marine Research Vol 13, No 4 (2024): Journal of Marine Research Vol 13, No 3 (2024): Journal of Marine Research Vol 13, No 2 (2024): Journal of Marine Research Vol 13, No 1 (2024): Journal of Marine Research Vol 12, No 4 (2023): Journal of Marine Research Vol 12, No 3 (2023): Journal of Marine Research Vol 12, No 2 (2023): Journal of Marine Research Vol 12, No 1 (2023): Journal of Marine Research Vol 11, No 4 (2022): Journal of Marine Research Vol 11, No 3 (2022): Journal of Marine Research Vol 11, No 2 (2022): Journal of Marine Research Vol 11, No 1 (2022): Journal of Marine Research Vol 10, No 4 (2021): Journal of Marine Research Vol 10, No 3 (2021): Journal of Marine Research Vol 9, No 4 (2020): Journal of Marine Research Vol 9, No 1 (2020): Journal of Marine Research Vol 8, No 4 (2019): Journal of Marine Research Vol 8, No 3 (2019): Journal of Marine Research Vol 7, No 3 (2018): Journal of Marine Research Vol 3, No 4 (2014): Journal of Marine Research Vol 3, No 3 (2014): Journal of Marine Research Vol 3, No 2 (2014): Journal of Marine Research Vol 3, No 1 (2014) : Journal of Marine Research Vol 2, No 4 (2013) : Journal of Marine Research Vol 1, No 2 (2012): Journal of Marine Research Vol 1, No 1 (2012): Journal of Marine Research More Issue