cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jppt@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Marine Research
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 24077690     DOI : 10.14710/jmr.v9i4.28340
Core Subject : Science,
The Journal of Tropical Fisheries Management is managed by the Department of Water Resource Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Bogor Agricultural University aims to publish the results of basic, applied research in the scope of fisheries resources, fish stock studies, and population dynamics, fish biodiversity, fisheries technology, industrialization and fish trade, fisheries management, and fisheries development policies in the tropics, especially Indonesia. The scope of the area includes: Marine Fisheries Coastal Fisheries Inland Fisheries The focus and scope of this publication are expected to contribute thoughts for the government to strengthen the science of fisheries management
Arjuna Subject : -
Articles 847 Documents
Analisis Hubungan Panjang Berat Kerang yang Berbeda Cara Makannya : Kerang Darah dan Kerang Hijau yang didapat Di Perairan Tambak Lorok Semarang Muhammad Faiz Abadi; Chrisna Adhi Suryono; Retno Hartati
Journal of Marine Research Vol 14, No 1 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i1.43844

Abstract

Kerang darah (Anadara granosa) dan kerang hijau (Perna viridis) merupakan biota laut dari kelas bivalvia yang banyak dimanfaatkan untuk dijadikan bahan konsumsi. Kerang mudah ditemukan di darah pesisir seperti Tambak Lorok Semarang. Penangkapan kerang yang tidak memperhatikan ukuran dapat mengakibatkan overfishing yang berdampak pada penangkapan di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi ukuran panjang dan berat serta hubungan panjang cangkang dan berat total. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskreptif kuantitatif. Sebanyak 360 sampel kerang darah dan 360 sampel kerang hijau yang diperoleh dari tempat pelelangan ikan pasar Tambak Lorok diukur panjang dan beratnya. Panjang cangkang kerang diukur dari ujung anterior sampai ujung posterior dan pengukuran berat total kerang dilakukan dengan menimbang keseluruhan cangkang dan dagingnya. Hasil pengukuran kerang darah yang diperoleh menunjukan panjang cangkang adalah 23,4-40,6 mm dengan berat total 4,2-22,4 gram serta pengukuran kerang hijau yang diperoleh menunjukan panjang cangkang adalah 31-80 mm dengan berat total 3-32 gram. Pola pertumbuhan pada kerang darah (A. granosa) dan kerang hijau (P. Viridis) yang ditemukan di daerah perairan Tambak Lorok adalah allometrik negatif dengan nilai b sebesar 2, 4509 dan 2,5236 yang menunjukan bahwa pertumbuhan panjang cangkang akan lebih cepat dibandingkan pertumbuhan berat kerang.  
Tingkat Herbivori Daun Mangrove Avicennia marina (Forskk.) Vierh di Kota Pekalongan, Jawa Tengah Rany Nabilla Sari; Nirwani Soenardjo; Nur Taufiq Syamsudin Putra Jaya
Journal of Marine Research Vol 14, No 4 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i4.49182

Abstract

Ekosistem mangrove berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir, terutama dalam penyediaan bahan organik dan penyerapan karbon. Aktivitas herbivori pada daun mangrove dapat mengurangi produktivitas ekosistem dan memengaruhi keseimbangannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat herbivori daun pada spesies Avicennia marina (Forskk.) Vierh di Desa Kandang Panjang, Kota Pekalongan, berdasarkan kategori tinggi pohon (2 m) dan umur daun (muda, tua). Pengambilan sampel dilakukan pada Oktober 2023 menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan acak. Sampel daun dianalisis menggunakan perangkat lunak ImageJ untuk menghitung persentase kerusakan daun. Hasil menunjukkan bahwa tingkat herbivori tertinggi pada A. marina terjadi pada daun tua dengan tinggi pohon 1–2 m sebesar 9,66%, sedangkan tingkat terendah pada daun tua dengan tinggi pohon
Tingkat Herbivori Daun Mangrove Di Desa Bedono, Sayung, Demak, Jawa Tengah Rahma Nimas Healthy Jayanti; Hadi Endrawati; Nur Taufiq-SPJ
Journal of Marine Research Vol 14, No 2 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i2.38645

Abstract

Bentuk aktivitas herbivori merupakan kegiatan memakan daun mangrove oleh fauna (herbivor) yang berada di dahan pohon secara langsung. Mengetahui aktivitas herbivori pada daun mangrove sangatlah penting karena merupakan indikator kesehatan dan kualitas pada ekosistem mangrove. Pemangsaan yang dilakukan oleh herbivor akan mempengaruhi perubahan keseimbangan karbohidrat yang dihasilkan dan melemahnya struktur fisik pada tumbuhan. Oleh karena itu, penting diketahui tingkat herbivori pada tumbuhan mangrove untuk melihat tingkat kesehatan ekosistem mangrove. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis tingkat herbivori daun mangrove Avicennia marina dan Rhizophora mucronata pada ekosistem mangrove di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Penelitian dilakukan pada bulan Januari 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling. Metode penentuan lokasi ini dilakukan berdasarkan pertimbangan kondisi mangrove yang ada di lapangan yaitu pada lokasi yang banyak terdapat kerusakan dan letaknya lebih mudah dijangkau. Sampel daun spesies Avicennia marina dan Rhizophora mucronata diambil berdasakan tiga kategori ketinggian berbeda, yaitu <1 m, 1-2 m, dan >2m, masing-masing sebanyak 10 pohon sebagai ulangan. Daun dipisahkan berdasarkan umur daun (muda dan tua) dan kondisi daun (rusak dan utuh). Total daun yang diambil sebanyak 10% dari setiap pohon. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata tingkat herbivori pada setiap kategori spesies, umur daun dan tinggi pohon yaitu pada spesies Avicennia marina 6.739% kisaran (0.038-46.202) hingga 32.180% kisaran (14.821-59.066) sedangkan pada spesies Rhizophora mucranata sebesar 5.40% kisaran (0,19-21.57) hingga 10,87% kisaran (0,53 - 43,46). Tingkat herbivori Avicennia marina lebih tinggi daripada Rhizophora mucronata. Rendahnya persentase tingkat herbivori mengidentifikasikan bahwa ekosistem mangrove di Bedono masih tergolong sehat. The form of herbivory activity is the activity of eating mangrove leaves by fauna (herbivores) that are directly on the tree branches. Knowing herbivorous activity in mangrove leaves is very important because it is an indicator of the health and quality of mangrove ecosystems. Predation by herbivores will affect changes in the balance of carbohydrates produced and the weakening of the physical structure of plants. Therefore, it is important to know the level of herbivory in mangrove plants to see the level of health of the mangrove ecosystem. The purpose of this study was to analyze the herbivory level of Avicennia marina and Rhizophora mucronata mangrove leaves in the mangrove ecosystem in Bedono Village, Sayung District, Demak Regency. The research was conducted in January 2023. The method used in this study was a purposive sampling method. This method of determining the location was based on consideration of the condition of the mangroves in the field, namely at locations where there was a lot of damage and where it was easier to reach. Leaf samples of Avicennia marina and Rhizophora mucronata species were taken based on three different height categories, namely <1 m, 1-2 m, and >2 m, with 10 trees each as replicates. Leaves are separated based on leaf age (young and old) and leaf condition (damaged and intact). The total leaves taken were 10% from each tree. The results showed that the average value of herbivory in each species category, leaf age and tree height was for Avicennia marina species 6.739% range (0.038-46.202) to 32.180% range (14.821-59.066) while for Rhizophora mucranata species it was 5.40% range (0.19-21.57) to 10.87% range (0.53 - 43.46). Avicennia marina herbivory level is higher than Rhizophora mucronata. The low percentage of herbivory indicates that the mangrove ecosystem in Bedono is still relatively healthy.
Screening Squalene dari Hati Hiu Non Appendiks Carcharhinus brevipinna di PPN Pemangkat Kalimantan Barat Dwi Imam Prayitno; Nadiya Nadiya; Nora Idiawati; Dwi Ari Priyatno
Journal of Marine Research Vol 14, No 4 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i4.39408

Abstract

Tangkapan hiu di PPN Pemangkat Kalimantan Barat dari bulan Mei sampai Agustus tahun 2022, menunjukkan hiu Non Appendiks lebih dominan,dengan presentase sebagai berikut: 88, 87,50, 85,71dan75% dari keseluruhan jumlah tangkapanhiu. Dalam penelitian ini dilakukan analisis kandungan minyak hati hiu Non Appendiks jenis Carcharhinus brevipinna. Untuk menghasilkan minyak kaya squalene dan senyawa lainnya dilakukan ekstraksi menggunakan metode dry rendering dengan alat vakum drying pada perlakuan suhu 50oC selama 8 jam, kemudian sampel minyak hati Carcharhinus brevipinna dianalisis menggunakan GC-MS (Gas Chromatography Mass Spectrometry) Shimadzu QP 2010. Hasil analisis menunjukkan kandungan senyawa squalene sebesar 27,60% selain itu terdapat kandungan senyawa lain seperti SFA (Saturated Fatty Acid), MUFA (MonoUnsaturated Fatty Acid), PUFA (PolyUnsaturated Fatty Acid) memiliki nilai kandungan 49,44, 14,77dan 35,80%. Penelitian ini menunjukkan bahwa hiu Non Appendiks yang secara statistik mendominasi hasil tangkapan nelayan PPN memiliki potensi sebagai sumber baru squalene selain hiu Appendiks, namun masih perlu peninjauan kembali tentang populasi hiu Carcharhinus brevipinna dan metode ekstraksi untuk menghasilkan kandungan squalene yang berorientasi konservasi dalam menjaga kelestarian hiu.
Peran Tasamu Rawanang dalam Restorasi Hutan Mangrove di Pesisir Kampung Asai Kabupaten Kepulauan Yapen Papua Orgenes Bleskadit; Nurhani Widiastuti; Fanny Fransina Carolina Simatauw; Ruben Bais Rumbiak; Imam Setiawan; Emmanuel Manangkalangi; Fitriyah Irmawati Elyas Saleh
Journal of Marine Research Vol 15, No 1 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i1.50692

Abstract

Sebagai upaya memulihkan kondisi perikanan dan ekosistem pesisir,  masyarakat Kampung Asai melaksanakan tasamu rawanang (peleh lautan) yang berlangsung sejak Agustus 2022.  Penelitian ini dilaksanakan pada April hingga Mei 2023, bertujuan untuk mengetahui apakah restorasi mangrove secara alami dapat terjadi tanpa adanya penanaman mangrove, melalui pengkajian struktur vegetasi mangrove dan indeks ekologi mangrove. Untuk memperoleh data vegetasi digunakan metode transek kuadran di 3 stasiun. Struktur komunitas mangrove yang dianalisi adalah Indeks Nilai Penting (INP) dan indeks ekologi yang dianalisis antara lain indeks keanekaragaman, indeks kemerataan, dan indeks dominansi. Hasil penelitian menginformasikan bahwa terdapat 11 jenis mangrove sejati. INP tingkat pohon tertinggi adalah R. apiculata (154,743%) diikuti B. gymnorrhiza (59,696%) dan R. mucronata (26,655%). Pada tingkat anakan dan semai, R.apiculata juga memiliki INP tertinggi. Nilai rata-rata keanekaragaman pada tingkat pohon adalah 1,263, tingkat anakan 1,165 dan tingkat semai 1,051, yang masuk dalam kelas keanekaragaman sedang. Indeks kemerataan jenis pada tingkatan pohon berkisar antara 0,595-0,625. Untuk tingkat anakan berkisar antara 0,626-0,786. Sedangkan untuk tingkatan semai berkisar antara 0,768-0,772. Hal ini menunjukkan bahwa penyebaran individu mangrove di lokasi penelitian cenderung merata atau memiliki tingkat kemerataan yang tinggi. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa pelaksanaan tasamu rawanang selama 9 bulan telah berkontribusi positif terhadap restorasi mangrove secara alami. Meskipun demikian,  kondisi ekosistem masih mengalami tekanan sehingga upaya pengelolaan berkelanjutan yang inklusif harus terus diupayakan.  The Asai village community has been conducting tasamu rawanang since August 2022 to restore the condition of fisheries and coastal ecosystems. This research was conducted from April to May 2023 to determine whether natural mangrove restoration can occur without mangrove planting by studying mangrove vegetation structure and the mangrove ecological index. To obtain vegetation data, the quadrant transect method was used at three stations. The mangrove community structure analysed was the Important Value Index (INP), and the ecological indices analysed were the Diversity Index, Uniformity Index, and Dominance Index. The study's results indicate that there are 11 true mangrove species. The highest INP at the tree level was R. apiculata (154.743%), followed by B. gymnorrhiza (59.696%) and R. mucronata (26.655%). At the sapling and seedling level, R. apiculata also had the highest INP.  The species uniformity index at the tree level ranged from 0.595 to 0.625. For the sapling level, it ranged from 0.626 to 0.786. At the seedling level, it ranged from 0.768 to 0.772. This shows that the distribution of mangrove individuals in the study area tends to be even, or at least highly uniform. Furthermore, this study's findings demonstrate that, even within a relatively short 9-month implementation period, the Tasamu approach has contributed to natural mangrove restoration. Nevertheless, the ecosystem remains under pressure, and inclusive, sustainable management efforts need to continue.
Analisis Nutrien dan COD Terhadap Keberadaan Fitoplankton di Pantai Lombok 2, Carita Hadi, Alifya Putri; Muslim, Muslim; Ismunarti, Dwi Haryo
Journal of Marine Research Vol 15, No 2 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i2.49778

Abstract

Kabupaten Pandeglang, Banten, khususnya Pantai Lombok 2, Carita, merupakan kawasan wisata yang banyak dikunjungi wisatawan. Aktivitas wisata dan antropogenik di kawasan ini berpotensi meningkatkan masukan bahan organik dan anorganik yang mengandung nutrien ke perairan melalui limbah. Akumulasi nutrien dalam kondisi tertentu dapat menyebabkan eutrofikasi yang berdampak pada peningkatan pertumbuhan fitoplankton secara tidak terkendali. Selain itu, peningkatan bahan organik dapat menyebabkan tingginya konsentrasi Chemical Oxygen Demand (COD) yang dapat menurunkan kadar oksigen terlarut serta menyebabkan perubahan pH perairan yang berpotensi mengganggu aktivitas biologis fitoplankton. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kandungan nutrien dan COD serta hubungannya dengan keberadaan fitoplankton di Pantai Lombok 2, Carita. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Oktober 2024 menggunakan metode purposive sampling. Hubungan antara parameter dianalisis menggunakan uji Principal Component Analysis (PCA) dengan bantuan software XLSTAT 2024. Hasil analisis PCA menunjukkan bahwa nitrat dan silikat memiliki pengaruh paling besar terhadap kelimpahan fitoplankton, diikuti oleh fosfat dan nitrit. Sementara itu, COD menunjukkan korelasi lemah dengan fitoplankton, mengindikasikan bahwa peningkatan COD dalam dapat mengganggu aktivitas biologis fitoplankton. Pandeglang Regency, Banten, particularly Lombok 2 Beach in Carita, is a popular tourist destination. Tourism and human activities in this area can potentially increase the input of organic and inorganic materials containing nutrients into the waters through waste discharge. Under certain conditions, the accumulation of nutrients can lead to eutrophication, resulting in uncontrolled phytoplankton growth. Additionally, an increase in organic matter can result in high concentrations of Chemical Oxygen Demand (COD), which may reduce dissolved oxygen levels and alter water pH, potentially disrupting the biological activities of phytoplankton. Therefore, this study aims to analyze nutrient and COD levels and their relationship with the presence of phytoplankton in Lombok 2 Beach, Carita. This research employs a quantitative method with a descriptive analysis approach. Sampling was conducted in October 2024 using a purposive sampling method. The relationship between parameters was analyzed using Principal Component Analysis (PCA) with the assistance of XLSTAT 2024 software. PCA analysis results indicate that nitrate and silicate have the most significant influence on phytoplankton abundance, followed by phosphate and nitrite. Meanwhile, COD shows a weak correlation with phytoplankton, indicating that the increase in COD in the waters may disrupt the biological activities of phytoplankton. 
Screening Aktivitas Antibakteri Isolat Bakteri Endofit Mangrove dari Kawasan Mangrove Karangsong, Indramayu Hanafi, Hanafi; Atika, Salwa; Amrulloh, Muhamad; Nugraha, Felda Shafira; Purnamasari, Yun; Assajid, Lathif Akmal; Riyanti, Riyanti
Journal of Marine Research Vol 15, No 2 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i2.50891

Abstract

Multidrugs Resistance (MDR) adalah sebuah kasus dimana bakteri memiliki kemampuan resistensi terhadap beberapa antibiotik. Permasalahan ini akan menjadi semakin kronis hingga diprediksi akan terjadi 10 juta kematian sampai tahun 2050. Oleh karena itu, diperlukan eksplorasi senyawa antibiotik yang mampu melawan bakteri patogen yang telah memiliki resistensi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik dan potensi aktivitas antibakteri melalui perbedaan metode uji antibakteri dan media kultur dari bakteri endofit mangrove jenis Avicennia sp. dan Rhizophora sp. terhadap bakteri patogen Escherichia coli K12, Micrococcus luteus ATCC 4698, dan Bacillus megaterium DSM32. Penelitian menggunakan metode eksperimental untuk menguji optimasi perbedaan media kultur dan metode uji antibakteri, yaitu media TSA dan PDA serta metode agar plug dan kertas cakram. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa zona inhibisi yang diproduksi menggunakan metode agar plug berkategori sangat kuat (AA6T, AA5P,dan AA28P sebesar 37,35 mm, dan 30 mm terhadap B. megaterium serta 24,5 mm terhadap M. luteus), kuat (AA9P & AA9T sebesar 13.7 dan 11,3 mm terhadap B. megaterium), sedang (AR13P & AR13T sebesar 9,7 mm terhadap B. megaterium), dan lemah (AA7P & DA10T sebesar 3 dan 2,1 mm terhadap B. megaterium)  sedangkan pada metode difusi kertas cakram hanya berkategori lemah (DR4P dan AA8T sebesar 5,05 mm dan 5,75 terhadap B. megaterium). Kesimpulan dari penelitian ini didapatkan bahwa isolat bakteri endofit mangrove jenis Avicennia sp. dan Rhizophora sp. memiliki potensi sebagai sumber senyawa antibakteri dan zona inhibisi yang diproduksi lebih besar menggunakan metode difusi agar plug serta perbedaan media akan berpengaruh terhadap zona inhibisi yang diproduksi.Multidrug Resistance (MDR) is a case where bacteria have the ability to resist multiple antibiotics. This problem will become increasingly chronic until it is predicted that there will be 10 million deaths by 2050. Therefore, it is necessary to explore antibiotic compounds that are able to against pathogenic bacteria that already have resistance.The purpose of this study was to determine the characteristics and antibacterial potential of mangrove endophytic bacteria isolated from Avicennia sp. and Rhizophora sp. using different antibacterial test methods and culture media, against the pathogenic bacteria Escherichia coli coli K12, Micrococcus luteus ATCC 4698, and Bacillus megaterium DSM32. Experimental method was applied to test the optimization of different culture media and antibacterial test methods, namely TSA and PDA media as well as agar plug and paper disc methods. The results of this study revealed that the inhibition zones produced using the agar plug method were categorized as very strong (AA6T, AA5P, and AA28P by 37.35 mm, and 30 mm against B. megaterium and 24.5 mm against M. luteus), strong (AA9P & AA9T by 13.7 and 11.3 mm against B. megaterium), moderate (AA9P & AA9T by 13.7 and 11.3 mm against M. luteus), and strong (AA9P & AA9P by 13.3 mm against B. megaterium). megaterium), moderate (AR13P & AR13T by 9.7 mm against B. megaterium), and weak (AA7P & DA10T by 3 and 2.1 mm against B. megaterium) while in the disc paper diffusion method only categorized as weak (DR4P and AA8T by 5.05 mm and 5.75 against B. megaterium). Mangrove endophytic bacterial isolates of Avicennia sp. and Rhizophora sp. have potential as a source of antibacterial compounds and the inhibition zone produced is greater using the agar plug diffusion method and differences in media will affect the inhibition zone produced.
Evaluasi Konsentrasi Logam Berat Arsen (As) dalam Air dan Kerang Hijau (Perna viridis) di Perairan Tambak Lorok, Semarang Firdaus, Ghulam; Suryono, Chrisna Adhi; Yulianto, Bambang
Journal of Marine Research Vol 15, No 2 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i2.50992

Abstract

Tambak Lorok sebagai sentra budidaya kerang hijau (Perna viridis) terbesar di Jawa Tengah menghadapi tekanan pencemaran berat akibat aktivitas antropogenik intensif. Studi terdahulu membuktikan kontaminasi logam berat di perairan ini, seperti kadar timbal (Pb) pada kerang hijau mencapai 13,448 mg/kg (melebihi baku mutu) dan kadmium (Cd) pada sedimen sebesar 1,649 mg/kg. Namun, data arsen (As) sebagai polutan karsinogenik masih terbatas, padahal kawasan ini menerima limpahan limbah industri Terboyo, PLTU batubara, dan limbah domestik melalui Banjir Kanal Timur/Barat yang mengandung senyawa arsen trioksida (As₂O₃). Penelitian ini menganalisis kandungan arsen pada air laut dan jaringan kerang hijau di tiga stasiun (Banjir Kanal Timur, Pelabuhan Tanjung Emas, Banjir Kanal Barat) pada Januari 2025. Metode deskriptif-analitik digunakan dengan pengambilan sampel air secara komposit dan kerang hijau langsung dari rumpon budidaya. Analisis arsen dilakukan dengan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) Shimidzu AA-7000 (sensitivitas 0,003 ppm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan arsen (As) dalam air laut di Tambak Lorok terdeteksi <0,003 mg/L (di bawah batas akurasi alat AAS), nilai yang masih berada di bawah baku mutu 0,012 mg/L menurut PP No. 22 Tahun 2021. Pada kerang hijau (Perna viridis), akumulasi arsen berkisar antara 0,428– 0,447 mg/kg masih di bawah ambang aman SNI  7387:2009 sebesar 1 mg/kg. Nilai Bioconcentration   Factor (BCF) arsen     142–149 mengindikasikan kemampuan akumulasi arsen tingkat sedang dari lingkungan perairan oleh kerang hijau. Berdasarkan kadar arsen tersebut, batas aman konsumsi mingguan (Maximum Tolerable Intake) ditetapkan sebesar 0,50–0,53 kg untuk anak-anak (berat 15 kg) dan 2,01–2,10 kg untuk dewasa (berat 60 kg). Meskipun kadar arsen masih dalam batas aman, tingginya aktivitas industri dan dinamika hidrologi di Tambak Lorok berpotensi meningkatkan akumulasi arsen jangka panjang. Pemantauan berkala dengan instrumen berpresisi tinggi (ICP-MS) dan pengendalian limbah industri direkomendasikan untuk menjamin keberlanjutan ekosistem dan keamanan pangan.
Dinamika Perubahan Garis Pantai Pesisir Pangale Mamuju Tengah 2020-2025 Berbasis Citra PlanetScope Hardiana, Arpin; Fathuddin, Fathuddin; Mulyawan, Ardi Eko
Journal of Marine Research Vol 15, No 2 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i2.55152

Abstract

Perubahan garis pantai merupakan indikator utama dinamika wilayah pesisir yang dipengaruhi oleh interaksi proses oseanografi, dinamika sedimen, morfologi pantai, dan aktivitas antropogenik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika perubahan garis pantai di pesisir Kecamatan Pangale, Kabupaten Mamuju Tengah, selama periode 2020-2025. Metode yang digunakan adalah analisis penginderaan jauh berbasis citra satelit PlanetScope dengan resolusi spasial 3 m. Ekstraksi garis pantai dilakukan menggunakan Normalized Difference Water Index (NDWI), sedangkan analisis perubahan garis pantai dilakukan secara kuantitatif menggunakan Digital Shoreline Analysis System (DSAS) melalui parameter Net Shoreline Movement (NSM) dan End Point Rate (EPR). Analisis hidrodinamika pesisir didukung oleh data pasang surut dan angin musiman untuk mengidentifikasi faktor pengontrol perubahan garis pantai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar segmen pantai mengalami pergeseran garis pantai ke arah darat, yang mengindikasikan abrasi sebagai proses dominan. Nilai abrasi maksimum berdasarkan NSM mencapai -173.55 m dengan rata-rata -23.65 m, sedangkan akresi hanya terjadi secara lokal dengan nilai rata-rata 12.59 m. Analisis EPR menunjukkan laju abrasi maksimum sebesar -33.03 m/tahun dengan rata-rata -4.57 m/tahun, yang secara konsisten lebih besar dibandingkan laju akresi. Dominasi angin barat hingga barat laut serta karakteristik pasang surut campuran condong harian ganda berkontribusi terhadap peningkatan energi gelombang dan transport sedimen sejajar pantai. Secara keseluruhan, hasil penelitian menegaskan bahwa pesisir Kecamatan Pangale menunjukkan dinamika garis pantai yang didominasi oleh proses erosi, sehingga diperlukan pengelolaan pesisir yang adaptif dan berbasis proses sebagai dasar mitigasi abrasi dan perencanaan pesisir berkelanjutan.  Changes in the coastline are a key indicator of coastal area dynamics, influenced by the interaction of oceanographic processes, sediment dynamics, beach morphology, and human activities. This study aims to analyze the dynamics of shoreline changes along the coast of Pangale Subdistrict, Central Mamuju Regency, during the period 2020–2025. The method used is remote sensing analysis based on PlanetScope satellite imagery with a spatial resolution of 3 meters. Shoreline extraction was conducted using the Normalized Difference Water Index (NDWI), while quantitative analysis of shoreline changes was carried out using the Digital Shoreline Analysis System (DSAS) through the parameters of Net Shoreline Movement (NSM) and End Point Rate (EPR). Coastal hydrodynamic analysis was supported by tidal and seasonal wind data to identify the controlling factors of shoreline change. The results show that most beach segments experienced landward shifts of the shoreline, indicating abrasion as the dominant process. The maximum abrasion value based on NSM reached -173.55 m with an average of -23.65 m, while accretion occurred only locally with an average value of 12.59 m. EPR analysis revealed a maximum abrasion rate of -33.03 m/year with an average of -4.57 m/year, which is consistently higher than the accretion rate. The dominance of westerly to northwesterly winds and the characteristics of mixed, mainly semidiurnal tides contribute to increased wave energy and alongshore sediment transport. Overall, the results confirm that the coastline of Pangale Subdistrict is characterized by erosion-dominated shoreline dynamics, highlighting the need for adaptive and process-based coastal management as the basis for abrasion mitigation and sustainable coastal planning in the future.
Kualitas Perairan dalam Mendukung Kesesuaian Wisata Bahari di Desa Teluk Awur, Jepara Febrianti, Tri Ikukoh; Indarjo, Agus; Setyati, Wilis Ari
Journal of Marine Research Vol 15, No 2 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i2.49583

Abstract

: Desa Teluk Awur ditetapkan menjadi desa wisata bahari yang merupakan salah satu pengembangan wisata melalui pendekatan potensi desa dengan pemanfaatan jasa sumberdaya kelautan dan perikanan. Bentuk pengembangan desa wisata bahari melalui pendekatan potensi Desa Teluk Awur yaitu objek wisata Pantai Teluk Awur. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi dan strategi pengembangan objek wisata Pantai Teluk Awur. Waktu dan tempat pelaksanaan penelitian ini pada tanggal 12-18 Oktober 2024 yang berlokasi di Pantai Teluk Awur, Jepara, Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan metode deskriptif, yaitu metode yang meneliti suatu objek yang bertujuan untuk membuat deskripsi atau gambaran secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diteliti. Sumber data yang didapatkan, diperoleh langsung dalam bentuk pengukuran data di lapangan. Metode pengambilan sampel pada penelitian menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan indeks kesesuaian wisata Pantai Teluk Awur dilakukan pada 5 stasiun sebesar 96,71% (sangat sesuai). Daya dukung kawasan pada objek wisata Pantai Teluk Awur sebesar 368 orang/hari. Berdasarkan hasil penelitian, objek wisata Pantai Teluk Awur adalah wisata yang sesuai dan layak untuk dijadikan wisata bahari The village of Teluk Awur has been designated as a marine tourism village, which is part of tourism development through a village potential approach utilizing marine and fishery resources. The development of the marine tourism village is based on the potential of Teluk Awur Village, with the main attraction being Teluk Awur Beach. The objective of this research is to analyze the potential and development strategies of Teluk Awur Beach as a tourist destination. The research was conducted from October 12 to 18, 2024, at Teluk Awur Beach, Jepara, Central Java. The research method used in this study is descriptive, which involves examining an object to create a systematic, factual, and accurate description of the facts, characteristics, and relationships between the phenomena being studied. Data sources were obtained directly through field measurements. The sampling method used in the research was purposive sampling. The results of the study show that the tourism suitability index for Teluk Awur Beach, measured across 5 stations, is 96.71% (highly suitable). The carrying capacity of the Teluk Awur Beach tourist area is 368 people per day. Based on the research findings, Teluk Awur Beach is a suitable and viable destination for marine tourism.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 2 (2026): Journal of Marine Research Vol 15, No 1 (2026): Journal of Marine Research Vol 14, No 4 (2025): Journal of Marine Research Vol 14, No 3 (2025): Journal of Marine Research Vol 14, No 2 (2025): Journal of Marine Research Vol 14, No 1 (2025): Journal of Marine Research Vol 13, No 4 (2024): Journal of Marine Research Vol 13, No 3 (2024): Journal of Marine Research Vol 13, No 2 (2024): Journal of Marine Research Vol 13, No 1 (2024): Journal of Marine Research Vol 12, No 4 (2023): Journal of Marine Research Vol 12, No 3 (2023): Journal of Marine Research Vol 12, No 2 (2023): Journal of Marine Research Vol 12, No 1 (2023): Journal of Marine Research Vol 11, No 4 (2022): Journal of Marine Research Vol 11, No 3 (2022): Journal of Marine Research Vol 11, No 2 (2022): Journal of Marine Research Vol 11, No 1 (2022): Journal of Marine Research Vol 10, No 4 (2021): Journal of Marine Research Vol 10, No 3 (2021): Journal of Marine Research Vol 9, No 4 (2020): Journal of Marine Research Vol 9, No 1 (2020): Journal of Marine Research Vol 8, No 4 (2019): Journal of Marine Research Vol 8, No 3 (2019): Journal of Marine Research Vol 7, No 3 (2018): Journal of Marine Research Vol 3, No 4 (2014): Journal of Marine Research Vol 3, No 3 (2014): Journal of Marine Research Vol 3, No 2 (2014): Journal of Marine Research Vol 3, No 1 (2014) : Journal of Marine Research Vol 2, No 4 (2013) : Journal of Marine Research Vol 1, No 2 (2012): Journal of Marine Research Vol 1, No 1 (2012): Journal of Marine Research More Issue