cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jppt@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Marine Research
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 24077690     DOI : 10.14710/jmr.v9i4.28340
Core Subject : Science,
The Journal of Tropical Fisheries Management is managed by the Department of Water Resource Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Bogor Agricultural University aims to publish the results of basic, applied research in the scope of fisheries resources, fish stock studies, and population dynamics, fish biodiversity, fisheries technology, industrialization and fish trade, fisheries management, and fisheries development policies in the tropics, especially Indonesia. The scope of the area includes: Marine Fisheries Coastal Fisheries Inland Fisheries The focus and scope of this publication are expected to contribute thoughts for the government to strengthen the science of fisheries management
Arjuna Subject : -
Articles 867 Documents
Karakterisasi Bakteri Asosiasi Sedimen Teluk Awur, Jepara Kandidat Penghasil Antibakteri dan Enzim Nadya Sekar Khoirunnisa; Delianis Pringgenies; Sri Sedjati
Journal of Marine Research Vol 15, No 3 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i3.54199

Abstract

Keanekaragaman mikroorganisme yang berasal dari sedimen laut di Indonesia berpotensi dalam menghasilkan senyawa metabolit sekunder serta enzim yang memiliki nilai aplikatif dalam perkembangan bioteknologi industri. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari isolat bakteri yang mampu melawan patogen dalam uji antibakteri dan kemampuannya dalam memproduksi enzim protease, lipase dan amilase. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif eksploratif dengan tahapan penelitian meliputi isolasi bakteri, karakterisasi makroskopis dan mikroskopis, uji aktivitas antibakteri dengan metode agar plug, uji enzim yang meliputi protease, amilase dan lipase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 6 isolat bakteri yang berhasil diisolasi dan memiliki karakteristik morfologi serta potensi produksi metabolit sekunder dan enzim yang berbeda pada setiap isolatnya. Uji antibakteri memperlihatkan bahwa isolat S2. T4. 1b (B), S2. T4. 3a (F), S2. T4. 3b (G), S2. T4. 2c (H) dan S2. T4. 1a (K) aktif terhadap Staphylococcus aureus, sementara isolat S2. T4. 1b (B) dan S2. T4. 3a (F) hanya aktif terhadap Escherichia coli. Uji enzimatis yang dilakukan memperlihatkan bahwa isolat dengan kode S2. T4. 2c (H) dan S2. T4. 1a (K) memiliki aktivitas enzimatis protease, lipase dan amilase. Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya zona bening yang terlihat ketika media uji ditambahkan dengan substrat enzim sesuai dengan enzim yang diujikan. Berdasarkan hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa isolat S2. T4. 1a (K) memiliki aktivitas enzim amilolitik, proteolitik dan lipolitik yang mana mengindikasikan potensinya dalam bidang industri pangan dengan memerlukan uji lanjutan lainnya.
Struktur Komunitas Terumbu Karang dan Ikan Karang di Pantai Bembeng, Buleleng, Bali Jasmine Masyitha Amelia; I Nyoman Dodik Prasetia; I Gede Iwan Setiabudi
Journal of Marine Research Vol 15, No 3 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i3.58793

Abstract

Pantai Bembeng di Kabupaten Buleleng, Bali merupakan kawasan pesisir yang memiliki ekosistem terumbu karang dan berpotensi mendukung berbagai aktivitas pemanfaatan sumber daya pesisir. Informasi mengenai kondisi terumbu karang dan komunitas ikan karang di kawasan ini masih terbatas sehingga diperlukan kajian sebagai dasar pengelolaan dan pemanfaatan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas terumbu karang dan ikan karang di Pantai Bembeng. Pengambilan data dilakukan pada Agustus - Desember 2025 di tiga stasiun pengamatan menggunakan metode Line Intercept Transect (LIT) untuk mengukur tutupan karang dan Underwater Visual Census (UVC) untuk mengamati komunitas ikan karang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tutupan karang hidup tergolong rendah dengan nilai berturut-turut sebesar 8,0%, 23,5%, dan 12,8% pada Stasiun 1, 2, dan 3. Komponen substrat didominasi oleh pasir, batuan vulkanik, dan pecahan karang dengan persentase antara 69,0–90,0%. Sebanyak 38 spesies ikan karang yang tergolong ke dalam 16 famili berhasil diidentifikasi dengan total kelimpahan 587 individu. Famili Pomacentridae dan Acanthuridae merupakan kelompok yang memiliki jumlah individu tertinggi. Meskipun kondisi terumbu karang masih tergolong buruk, keberadaan berbagai kelompok ikan karang menunjukkan bahwa habitat perairan Pantai Bembeng masih mendukung fungsi ekologis ekosistem terumbu karang. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai informasi dasar dalam upaya pengelolaan, konservasi, dan pemantauan ekosistem terumbu karang di Pantai Bembeng.
Analysis of Nitrogen Concentration and Distribution in Galesong Waters, Takalar Regency, South Sulawesi. Nur Halizah Roebetho; Putri Sakinah Resman; Rahmat Pratama Putra; Andi Alya Yusriyyah; Amanda Pricella Putri; Asmi Citra Malina; Nita Rukminasari; Joeharnani Tresnati; Jamaluddin Fitrah Alam
Journal of Marine Research Vol 15, No 3 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i3.54399

Abstract

This study evaluated the suitability of dissolved inorganic nitrogen relative to marine water quality standards, described horizontal distribution patterns, and examined links with non nutrient physicochemical parameters in the coastal waters of Galesong, Takalar. Sampling in April to May 2025 covered five stations representing nearshore, seaweed farming areas, and more open waters. In situ measurements included temperature, pH, dissolved oxygen, and salinity, and laboratory analyses quantified ammonium and nitrate with a spectrophotometer. Environmental conditions were within ranges favorable for seaweed growth. Ammonium was not detected at any station, while nitrate ranged from 0.017 to 0.023 mg L⁻¹, below the Government Regulation No. 22 of 2021 threshold of 0.06 mg L⁻¹. Spatial mapping showed higher nitrate concentrations at non farming stations, while the lower concentrations within farming areas indicate nitrogen uptake by cultivated seaweeds. Theese findings suggest that Galesong Waters remain suitable for seaweed aquaculture, provide that nutrient conditions are monitored regularly to prevent potential nutrient deficits that could reduce cultivation productivity.
Persentase Tutupan Lamun Berdasarkan Jenis Sedimen Substrat di Pantai Blebak dan Ujung Piring, Jepara Ahmad Luthfy Alfarizzy Ammar; Ita Riniatsih; Chrisna Adhi Suryono
Journal of Marine Research Vol 15, No 3 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i3.51876

Abstract

Pantai Blebak dan Pantai Ujung Piring merupakan salah satu kawasan wisata yang yang berada di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah dengan aktivitas perikanan tangkap yang cukup tinggi dan sekaligus menjadi habitat alami bagi ekosistem lamun. Aktivitas masyarkat telah diyakini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya tutupan padang lamun. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan karakteristik substrat dan parameter lingkungan perairan terhadap komposisi jenis dan persentase tutupan lamun di Pantai Blebak dan Pantai Ujung Piring. Penelitian diawali dengan menetukan titik stasiun di padang lamun yang sekiranya memungkinkan untuk dilakukan pengamatan. Penelitian dilanjutkan dengan melakukan pengambilan sampel sedimen dan data tutupan lamun di dua stasiun penelitian. Pengambilan data tutupan dan jenis lamun dilakukan dengan metode line transect quadran. Sampel sedimen dari lokasi penelitian dibawa untuk kemudian dianalisis di laboratorium geologi laut untuk mengetahui ukuran dan fraksi butir sedimen di tiap stasiun penelitian. Pengolahan data tutupan lamun dilakukan menggunakan software Ms Excel dan analisis korelasi dengan metode Principal Component Analysis (PCA) pada software XLSTAT. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh diketahui bahwa jenis substrat dan faktor parameter perairan mempengaruhi persentase tutupan lamun. Variabel substrat pasir berlumpur, DO dan pH menghasilkan korelasi positif terhadap persentase tutupan lamun. Sedangkan substrat pasir dengan pecahan karang, suhu, salinitas dan kecerahan perairan menghasilkan korelasi negatif terhadap tutupan lamun. Penelitian diharapakan dapat menjadi acuan dalam menentukan pengelolaan yang cocok di kawasan pesisir Pantai Blebak dan Pantai Ujung Piring. Terwujudnya kolaborasi dari pihak pemerintah maupun masyarakat dengan harapan meningkatkan aspek perekonomian dan mempertahankan kelestarian ekosistem pesisir.
Pemetaan dan Analisis Kesesuaian Ekowisata Pantai Berbasis Industri Petrokimia Berkelanjutan di Pantai Pasir Panjang Pulau Sangiang, Banten Denny Hendrik Nainggolan; Amelia Naomi Agustina; Ihsan Wiratama
Journal of Marine Research Vol 15, No 3 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i3.55298

Abstract

Pantai Pasir Panjang di Pulau Sangiang, Provinsi Banten, merupakan kawasan pesisir dengan karakteristik oseanografi dan ekosistem yang relatif alami serta memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai ekowisata pantai berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan menganalisis tingkat kesesuaian ekowisata pantai berbasis keberlanjutan dengan mempertimbangkan kondisi fisik pantai, dinamika oseanografi, kualitas lingkungan perairan, serta keterkaitannya dengan aktivitas industri petrokimia di wilayah pesisir Banten. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif yang dipadukan dengan analisis spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Parameter yang dianalisis meliputi tipe dan kemiringan pantai, lebar pantai, tinggi dan periode gelombang, pasang surut, kedalaman perairan, kualitas air laut, vegetasi pantai, serta dinamika abrasi. Tingkat kesesuaian ekowisata dianalisis menggunakan metode Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) berbasis pembobotan dan penilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pantai Pasir Panjang memiliki kondisi gelombang rendah hingga sedang, perairan dangkal, kualitas air laut yang masih berada dalam ambang baku mutu, serta laju abrasi pantai yang relatif rendah dan bersifat lokal. Nilai IKW menunjukkan bahwa kawasan ini tergolong pada kategori sesuai hingga sangat sesuai untuk pengembangan ekowisata pantai berbasis konservasi dan edukasi lingkungan. Penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan ekowisata pantai di Pulau Sangiang dapat dilakukan secara berkelanjutan melalui pengelolaan terpadu yang mengintegrasikan aspek ekologi, sosial, dan peran kawasan sebagai zona penyangga dalam mendukung industri petrokimia berkelanjutan di wilayah pesisir.
Distribution of Coral Cover and Benthic Substrate Composition in the GITA NADA Marine Protected Area, West Lombok Raja Aditya Sahala Siagian; Relis Gabriel Sihaloho; Muhammad Farhan Anshory; Ivonne Herlina Tani; Muhamad Dipa Hariadi; Kara M A Majerus
Journal of Marine Research Vol 15, No 3 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i3.56202

Abstract

Coral reefs in Indonesia are under increasing pressure from natural and anthropogenic disturbances, requiring detailed spatial assessments to support effective management. This study assessed coral cover condition and benthic substrate composition across management zones of the Gili Tangkong-Gili Nanggu-Gili Sudak (GITA NADA) Marine Protected Area (MPA), West Lombok, Indonesia. We conducted surveys from October 2023 to August 2024 across 46 stations using the Underwater Photo Transect (UPT) method. Sampling occurred in two depth categories: 44 shallow surveys at 3-5 m and 39 deep surveys at 8-10 m, as not all stations included both depth zones. We analyzed benthic photographs using CPCe software to quantify coral cover and substrate categories. Mean coral cover at 3-5 m depth was 32.57% ± 20.57%, classified as fair, whereas coral cover at 8-10 m depth averaged 17.51% ± 11.90%, indicating poor reef condition. Kruskal-Wallis analysis showed a significant difference in coral cover between depths (P < 0.05), with shallow reefs supporting higher coral cover than deeper reefs. At shallow depths, coral cover in the Fisheries, Utilization, and Other-use Zones was generally fair, while the Core Zone was classified as poor. In contrast, coral cover at 8-10 m depth was predominantly poor across all zones. Kruskal-Wallis analysis showed no significant difference in coral cover among management zones at either depth (P > 0.05). Substrate composition at 3-5 m depth was dominated by hard coral and rubble, whereas deeper reefs were characterized by high proportions of rubble and silt, reflecting habitat degradation and limited reef resilience. This study represents one of the first comprehensive UPT-based assessments of coral cover and benthic substrate composition across management zones within the GITA NADA MPA. These results indicate widespread coral reef degradation in the GITA NADA MPA, particularly at deeper depths, highlighting the need to re-evaluate zoning effectiveness, strengthen enforcement, and implement targeted reef restoration and sediment management strategies.
Evaluasi Tingkat Keberhasilan Penanaman Mangrove Metode Konvensional: Studi Kasus Semai Rhizophora mucronata di Pulau Serangan, Bali I Putu Sugiana; Martobi Ndolu; Rahmat Suhada Lawang; Samudra Alfatiha; Noventius Manek; Dionisius Prawira Hidayat; I Wayan Suarjaya; Ni Kadek Noni Purnama Dewi
Journal of Marine Research Vol 15, No 3 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i3.55217

Abstract

Rehabilitasi mangrove merupakan salah satu strategi penting dalam pemulihan ekosistem pesisir yang mengalami degradasi. Namun, keberhasilan kegiatan rehabilitasi sangat dipengaruhi oleh kesesuaian metode penanaman dengan kondisi lingkungan setempat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat keberhasilan penanaman mangrove menggunakan metode konvensional melalui analisis pertumbuhan dan kelangsungan hidup semai Rhizophora mucronata di Pulau Serangan, Bali. Penelitian dilakukan selama 12 bulan, mulai Juni 2024 hingga Mei 2025, dengan memantau 300 semai yang ditanam secara langsung pada substrat. Pengamatan dilakukan setiap bulan melalui pengukuran tinggi semai, pencatatan jumlah individu yang bertahan hidup, serta observasi kondisi lingkungan di sekitar lokasi penanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan semai relatif rendah dengan rata-rata pertambahan tinggi sebesar 1,3 cm per bulan. Tingkat kelangsungan hidup semai juga sangat rendah, di mana hanya sekitar 10% semai yang mampu bertahan hingga akhir periode pengamatan. Penurunan jumlah semai paling signifikan terjadi pada fase awal setelah penanaman yang menunjukkan tingginya kerentanan semai terhadap kondisi lingkungan setempat. Kematian semai diduga dipengaruhi oleh ketidakstabilan sedimen, penimbunan lumpur, keberadaan sampah plastik, penutupan oleh alga hijau (Ulva lactuca), serta organisme penempel seperti teritip yang menghambat proses fisiologis tanaman. Temuan ini menunjukkan bahwa metode penanaman konvensional memiliki tingkat keberhasilan yang rendah pada kawasan pesisir Pulau Serangan dengan tekanan lingkungan tinggi. Oleh karena itu, penerapan metode rehabilitasi yang lebih adaptif dan sesuai dengan karakteristik habitat diperlukan untuk meningkatkan keberhasilan restorasi mangrove di masa mendatang.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 3 (2026): Journal of Marine Research Vol 15, No 2 (2026): Journal of Marine Research Vol 15, No 1 (2026): Journal of Marine Research Vol 14, No 4 (2025): Journal of Marine Research Vol 14, No 3 (2025): Journal of Marine Research Vol 14, No 2 (2025): Journal of Marine Research Vol 14, No 1 (2025): Journal of Marine Research Vol 13, No 4 (2024): Journal of Marine Research Vol 13, No 3 (2024): Journal of Marine Research Vol 13, No 2 (2024): Journal of Marine Research Vol 13, No 1 (2024): Journal of Marine Research Vol 12, No 4 (2023): Journal of Marine Research Vol 12, No 3 (2023): Journal of Marine Research Vol 12, No 2 (2023): Journal of Marine Research Vol 12, No 1 (2023): Journal of Marine Research Vol 11, No 4 (2022): Journal of Marine Research Vol 11, No 3 (2022): Journal of Marine Research Vol 11, No 2 (2022): Journal of Marine Research Vol 11, No 1 (2022): Journal of Marine Research Vol 10, No 4 (2021): Journal of Marine Research Vol 10, No 3 (2021): Journal of Marine Research Vol 9, No 4 (2020): Journal of Marine Research Vol 9, No 1 (2020): Journal of Marine Research Vol 8, No 4 (2019): Journal of Marine Research Vol 8, No 3 (2019): Journal of Marine Research Vol 7, No 3 (2018): Journal of Marine Research Vol 3, No 4 (2014): Journal of Marine Research Vol 3, No 3 (2014): Journal of Marine Research Vol 3, No 2 (2014): Journal of Marine Research Vol 3, No 1 (2014) : Journal of Marine Research Vol 2, No 4 (2013) : Journal of Marine Research Vol 1, No 2 (2012): Journal of Marine Research Vol 1, No 1 (2012): Journal of Marine Research More Issue