cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jppt@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Marine Research
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 24077690     DOI : 10.14710/jmr.v9i4.28340
Core Subject : Science,
The Journal of Tropical Fisheries Management is managed by the Department of Water Resource Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Bogor Agricultural University aims to publish the results of basic, applied research in the scope of fisheries resources, fish stock studies, and population dynamics, fish biodiversity, fisheries technology, industrialization and fish trade, fisheries management, and fisheries development policies in the tropics, especially Indonesia. The scope of the area includes: Marine Fisheries Coastal Fisheries Inland Fisheries The focus and scope of this publication are expected to contribute thoughts for the government to strengthen the science of fisheries management
Arjuna Subject : -
Articles 847 Documents
Tutupan Kanopi Mangrove Di Tapak Tugurejo, Semarang, Jawa Tengah Arimurti, Della; Soenardjo, Nirwani; Pramesti, Rini
Journal of Marine Research Vol 15, No 2 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i2.44117

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan komunitas tumbuhan yang hidup di daerah tropis serta memiliki kemampuan adaptasi pada perairan dengan salinitas tinggi yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Rusaknya ekosistem mangrove dapat menghilangkan fungsi fisik, ekologi dan ekonomi. Upaya rehabilitasi mangrove dilakukan secara berkelanjutan untuk mempertahankan kelestarian mangrove. Ekosistem Mangrove di Tapak, Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang merupakan kawasan eko-eduwisata. Upaya rehabilitasi dilakukan untuk memulihkan kembali kerusakan yang terjadi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui struktur, komposisi dan tutupan kanopi mangrove. Penentuan stasiun penelitian dilakukan dengan metode purposive sampling. Metode pengambilan data vegetasi mangrove dilakukan dengan metode plot sampling berukuran 10 m x 10 m sedangkan metode pengambilan data tutupan kanopi mangrove dengan metode hemispherical photography untuk menghitung persentase jumlah pixel tutupan vegetasi mangrove dalam analisis gambar binner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 2 spesies mangrove yaitu Rhizophora mucronata dan Avicennia marina dengan kerapatan pohon berada pada angka 763-1866 individu/ha. Indeks Keanekaragaman (H’) tergolong rendah dan Indeks Keseragaman (J’) tergolong tinggi. Persentase tutupan kanopi mangrove memiliki nilai rata-rata tutupan sebesar 77,63%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kondisi mangrove di Tapak Kelurahan Tugurejo memiliki nilai persentase tutupan kanopi yang tinggi dengan kategori padat dan baik.
Korelasi Kandungan Fitokimia dengan Kondisi Lingkungan pada Ekstrak Bivalvia dan Gastropoda Asal Perairan Semarang Salsabilla, Sauwa Khusna; Pringgenies, Delianis; Sabdono, Agus
Journal of Marine Research Vol 15, No 2 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i2.54045

Abstract

Metabolit sekunder pada moluska mangrove berperan penting dalam adaptasi terhadap kondisi lingkungan ekstrem dan memiliki potensi bioaktif yang signifikan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi kandungan fitokimia pada tiga spesies moluska dari perairan mangrove Mangkang, Semarang, yakni Polymesoda erosa, Cerithidea obtusa, dan Cassidula aurisfelis, serta menganalisis korelasinya dengan kondisi lingkungan. Sampel diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan etanol 96% dan diuji fitokimia secara kualitatif meliputi alkaloid, flavonoid, saponin, steroid, dan fenolik. Parameter lingkungan yang diukur meliputi suhu(28°C), pH (7), dan salinitas (31 ppt) saat musim kemarau. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ketiga spesies positif mengandung alkaloid (pereaksi Wagner dan Dragendorff). P. erosa memiliki profil metabolit lebih lengkap dengan adanya alkaloid, saponin, dan steroid, C. aurisfelis mengandung alkaloid dan saponin, sedangkan C. obtusa hanya mengandung alkaloid. Flavanoid dan enolik tidak terdeteksi pada semua spesies. Perbedaan komposisi metabolit sekunder antar spesies mencerminkan strategi adaptasi yang berbeda terhadap tekanan lingkungan mangrove dengan salinitas tinggi dan substrat kaya bahan organik. Penelitian ini memberikan data dasar mengenai potensi bioaktif moluska lokal yang dapat dikembangkan untuk aplikasi farmasetikal dan nutrasetikal berbasis sumber daya hayati laut Indonesia. Secondary metabolites in mangrove mollusks play an important role in adaptation to extreme environmental conditions and possess significant bioactive potential. This study aimed to identify phytochemical content in three mollusk species from mangrove waters of Mangkang, Semarang, namely Polymesoda erosa (bivalvia), Cerithidea obtusa, and Cassidula aurisfelis (gastropoda), and analyze their correlation with environmental conditions. Samples were extracted using maceration method with 96% ethanol and qualitatively tested for phytochemicals including alkaloids, flavonoids, saponins, steroids, and phenolics. Environmental parameters measured included temperature (28°C), pH (7), and salinity (31 ppt) on muddy substrate during dry season. Phytochemical test results showed that all three species tested positive for alkaloids (Wagner and Dragendorff reagents). P. erosa exhibited the most complete metabolite profile containing alkaloids, saponins, and steroids. C. aurisfelis contained alkaloids and saponins, while C. obtusa contained only alkaloids. Flavonoids and phenolics were not detected in all species. The differences in secondary metabolite composition among species reflect distinct adaptation strategies to mangrove environmental pressures with high salinity and organic-rich substrate. This study provides baseline data on the bioactive potential of local mollusks that can be developed for pharmaceutical and nutraceutical applications based on Indonesian marine biological resources.
Aktivitas Antioksidan Senyawa Bioaktif Daun Mangrove Sonneratia alba dan Rhizophora apiculata dari Pulau Payung, Banyuasin Amal, Ikhlasul; Hendri, Muhammad; Utami, Risnita Tri; Kase, Ardy Andreas Bernard; Sari, Nur Rizki
Journal of Marine Research Vol 15, No 2 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i2.55719

Abstract

Ekosistem mangrove dikenal sebagai sumber potensial senyawa bioaktif akibat kemampuannya beradaptasi terhadap kondisi lingkungan pesisir yang ekstrem. Fungsi biologis utama dari senyawa bioaktif yang terkandung dalam mangrove adalah kemampuannya sebagai antioksidan dalam menetralisir radikal bebas. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan ekstrak daun mangrove Sonneratia alba dan Rhizophora apiculata yang dikoleksi dari ekosistem mangrove Pulau Payung, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian dilakukan melalui percobaan laboratorium yang meliputi pemilihan daun dewasa sebagai bahan uji, pengolahan awal sampel, ekstraksi melalui perendaman menggunakan pelarut etil asetat, serta evaluasi kemampuan antioksidan berdasarkan uji peredaman radikal bebas DPPH. Aktivitas antioksidan dianalisis secara kualitatif berdasarkan perubahan warna larutan dan secara kuantitatif melalui pengukuran persentase penghambatan radikal bebas serta penentuan nilai IC₅₀. Analisis regresi linier digunakan sebagai dasar dalam perhitungan nilai IC₅₀. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa ekstrak daun S. alba dan R. apiculata menunjukkan kemampuan peredaman radikal bebas DPPH pada seluruh konsentrasi yang diuji (50–1000 ppm), dengan tingkat aktivitas yang meningkat seiring dengan bertambahnya konsentrasi. Secara kuantitatif, ekstrak daun S. alba menunjukkan aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dengan nilai IC₅₀ sebesar 42,38 ppm (kategori sangat kuat), sedangkan ekstrak daun R. apiculata memiliki nilai IC₅₀ sebesar 88,61 ppm (kategori kuat). Perbedaan aktivitas antioksidan diduga berkaitan dengan variasi komposisi dan kadar senyawa bioaktif sebagai respons adaptif terhadap kondisi lingkungan pesisir. Dengan demikian, daun mangrove S. alba dan R. apiculata, khususnya S. alba, berpotensi dikembangkan sebagai sumber antioksidan alami berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.Mangrove ecosystems are recognized as a potential source of bioactive compounds due to their ability to adapt to extreme coastal environmental conditions. One of the primary biological functions of bioactive compounds found in mangroves is their antioxidant capacity to neutralize free radicals. This study was conducted to evaluate the antioxidant activity of leaf extracts from S. alba  and R. apiculata collected from the mangrove ecosystem of Payung Island, Banyuasin Regency, South Sumatra Province. The research was carried out through laboratory experiments, which included the selection of mature leaves as test materials, preliminary sample preparation, extraction by maceration using ethyl acetate as the solvent, and evaluation of antioxidant capacity based on the DPPH free radical scavenging assay. Antioxidant activity was analyzed qualitatively through observable color changes in the solution and quantitatively by measuring the percentage of free radical inhibition and determining the IC₅₀ value. The results indicated that the leaf extracts of S. alba and R. apiculata exhibited DPPH radical scavenging activity at all tested concentrations (50–1000 ppm), with activity increasing proportionally to concentration. Quantitatively, the leaf extract of S. alba demonstrated higher antioxidant activity, with an IC₅₀ value of 42.38 ppm (very strong category), whereas the leaf extract of R. apiculata showed an IC₅₀ value of 88.61 ppm (strong category). The observed differences in antioxidant activity are presumed to be associated with variations in the composition and concentration of bioactive compounds as adaptive responses to coastal environmental conditions. Therefore, mangrove leaves of S. alba and R. apiculata, particularly S. alba, have the potential to be developed as sustainable, locally based sources of natural antioxidants.
Analisis Sampah Laut (Marine Debris) di Kawasan Pantai Wisata Long Beach Desa Tanjung Limau Kecamatan Muara Badak Agustho, Gabriel Daud Frederiko Agustho Frederiko; Nurfadilah, Nurfadilah
Journal of Marine Research Vol 15, No 2 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i2.49566

Abstract

Peningkatan jumlah sampah laut sebagai salah satu permasalahan lingkungan global yang mendesak untuk ditangani. Dampak negatif yang signifikan terhadap ekosistem laut, kesehatan manusia, dan ekonomi. Penelitian ini bermaksud guna mengidentifikasi jenis sampah laut makro dan meso, mengetahui total jumlah, berat, kepadatan, dan persentase sampah, perbedaan jenis sampah makro dan meso yang tersebar di Pantai Wisata Long Beach, Kecamatan Muara Badak. Metode penelitian dengan cara purposive sampling dengan pengabilan sampel menggunakan metode transek kuadran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar sampah terdiri dari plastik, kain, kayu, kaca, styrofoam, logam, karet, dan bahan lainnya/fiber. Jenis sampah plastik menjadi sampah yang paling mendominasi dengan persentase kepadatan 84% pada Titik 1 dan 83% pada Titik 2, hal yang sama juga pada sampah meso persentase kepadatan 76% pada titik satu dan 79% pada titik dua. Jumlah sampah makrodebris sebanyak 83 item dan mesodebris sebanyak  68 partikel. Berat total sampah makro adalah 1.507,6 gram dan untuk sampah meso adalah 24,2 gram. Hasil uji One-Way ANOVA mengidentifikasikan bila tidak ada dismilaritas rata-rata jumlah sampah  yang signifikan antara data makro dan meso.
Vegetasi Mangrove di Taman Edukasi Mangrove Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah Palupi, Ardinta Panjer; Riniatsih, Ita; Widianingsih, Widianingsih
Journal of Marine Research Vol 15, No 2 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i2.46461

Abstract

Taman Edukasi Mangrove Demang Gedi yang terletak di Desa Gedangan, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo merupakan salah satu kawasan wisata alam sekaligus lokasi rehabilitasi mangrove. Rehabilitasi mangrove di Desa Gedangan dimulai sejak tahun 2010 sebagai upaya untuk menanggulangi angin dan ombak besar. Kawasan mangrove di Desa Gedangan mengalami degradasi akibat adanya pembukaan lahan untuk tambak budidaya, pembangunan kawasan permukiman, serta pembukaan lahan pertanian. Monitoring perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat kerusakan dan merencanakan rehabilitasi ekosistem mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi jenis, struktur komunitas, dan Mangrove Health Index (MHI) dari mangrove di Desa Gedangan. Pengambilan data dilakukan dengan metode transect line plot untuk mengetahui lingkar batang, jumlah, dan jenis mangrove. Analisis tutupan kanopi dilakukan dengan Hemispherical Photography. Analisis data struktur komunitas mangrove meliputi kerapatan jenis, frekuensi jenis, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, indeks dominasi, indeks nilai penting, dan MHI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 jenis mangrove pada Taman Edukasi Mangrove Desa Gedangan, yaitu Rhizophora mucronata, Sonneratia alba, dan Nypa fruticans. Tingkat kerapatan mangrove di Desa Gedangan untuk spesies Rhizophora mucronata tergolong sangat padat, sedangkan untuk spesies Sonneratia alba dan Nypa fruticans memiliki kerapatan yang tergolong jarang. Mangrove Health Index (MHI) di Taman Edukasi Mangrove Desa Gedangan memiliki nilai 63,84% (stasiun 1), 63,86% (stasiun 2), dan 63,53% (stasiun 3) dengan rata-rata 63,74% (cukup baik).
Kesenjangan Kepatuhan Formal dan Kecukupan Substantif Evaluasi Dampak Potensial dalam Formulir Kerangka Acuan AMDAL Kegiatan Pelabuhan Laut Lubis, Kevin Makarim Alghifari; Subagiyo, Subagiyo; Riniatsih, Ita
Journal of Marine Research Vol 15, No 2 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i2.52818

Abstract

Kesenjangan antara kepatuhan formal dan kecukupan substantif dalam dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) menjadi isu kritis yang belum banyak dikaji, khususnya pada kegiatan pelabuhan. Belum ada studi yang secara khusus menganalisis kecukupan substantif evaluasi dampak potensial pada KA-ANDAL kegiatan pelabuhan menggunakan kerangka regulasi PP No. 22/2021 dan Kepmen LHK No. 137/2024. Penelitian ini menganalisis kesenjangan tersebut pada kolom evaluasi dampak potensial dari tiga Formulir Kerangka Acuan (KA-ANDAL) kegiatan pelabuhan kewenangan pusat tahun 2024–2025. Menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan analisis isi, setiap dampak dievaluasi berdasarkan empat kriteria yang diamanatkan PP No. 22 Tahun 2021 dan Kepmen LHK No. 137 Tahun 2024: (1) besaran kegiatan dan pengelolaan yang direncanakan, (2) kondisi rona lingkungan terdampak, (3) pengaruh terhadap kegiatan sekitar, dan (4) intensitas perhatian masyarakat. Hasil menunjukkan paradoks yang signifikan: Dokumen A memenuhi kelengkapan formal 100% namun hanya 4,17% kriteria dinilai tepat secara substantif; Dokumen B menunjukkan profil heterogen dengan 95,24% lengkap dan 47,62% tepat; sementara Dokumen C mencapai 100% ketepatan namun dengan kolom rona lingkungan yang hampir seluruhnya kosong. Pola ini membuktikan bahwa kepatuhan prosedural tidak menjamin kecukupan substantif. Sumber utama variasi ini adalah ambiguitas panduan teknis dalam regulasi, khususnya tidak adanya standar minimum pengisian setiap kriteria. Penelitian ini merekomendasikan penyusunan panduan teknis sektoral yang operasional untuk kegiatan pelabuhan sebagai langkah konkret mencegah luputnya dampak penting dari proses penetapan Dampak Penting Hipotetik (DPH).   The gap between formal compliance and substantive adequacy in Environmental Impact Assessment (EIA) documents remains a critical yet underexplored issue, particularly for seaport activities. No prior study has specifically examined the substantive adequacy of potential impact evaluation in seaport EIA Terms of Reference (ToR) documents using the current regulatory framework of Government Regulation No. 22/2021 and Ministerial Decree No. 137/2024. This study analyzes this gap in the potential impact evaluation columns of three EIA ToR documents for central-government-authorized seaport projects from 2024 to 2025. Using a descriptive qualitative content analysis approach, each identified impact was assessed against four criteria mandated by these regulations: (1) activity scale and planned management, (2) baseline environmental conditions, (3) influence on surrounding activities, and (4) level of public concern. Results reveal a striking paradox: Document A achieved 100% formal completeness yet only 4.17% substantive accuracy; Document B showed a heterogeneous profile with 95.24% completeness and 47.62% accuracy; while Document C attained 100% accuracy despite having nearly empty baseline environmental data columns. This pattern demonstrates that procedural compliance does not guarantee substantive adequacy. The primary driver of this variability is the ambiguity of technical guidance within existing regulations, particularly the absence of minimum content standards for each evaluation criterion. This study recommends the development of operationally specific sectoral technical guidelines for seaport EIA to prevent the omission of significant impacts from the Significant Impact Hypothesis (DPH) determination process. 
Pengaruh Parameter Oseanografi-Meteorologi Terhadap Produksi Penangkapan Ikan di PPN Sibolga Sumatra Utara Lailiyah, Inayatul; Cahya, Ilham; Kurniawan, Ferdy
Journal of Marine Research Vol 15, No 2 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i2.51168

Abstract

Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga sebagai salah satu pelabuhan perikanan terpenting di pesisir barat Sumatera Utara terutama pruduktivitas perikanan. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh parameter oseanografi dan meteorologi terhadap hasil produksi penangkapan ikan di PPN Sibolga pada tahun 2023. Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi pemahaman dalam meningkatkan efisiensi penangkapan dan pengelolaan perikanan berbasis ilmiah. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu regresi linier dan korelasi pearson. Hasil produksi ikan pada tahun 2023 sebanyak 30.735 Ton. Parameter oseanografi dan meteorologi tidak semua berpengaruh signifikan terhadap produksi penangkapan ikan dan tidak semua parameter hubungan kuat dengan produksi penangkapan ikan di PPN Sibolga Sumatra Utara. Pada uji regresi hanya Klorofil-a dan Curah Hujan yang memiliki nilai sig.<α. Pada nilai R2 sebesar 0,91 atau 91% artinya varibel parameter oseanografi dan meteorologi berpengaruh 91% terhadap produksi penangkapan ikan dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Sedangkan pada hubungan korelasi yang memiliki hubungan kuat hanya Klorofil-a, Salinitas dan Curah Hujan. Dimana nilai kolerasi di atas 0,5.  Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga, as one of the most important fishing ports on the western coast of North Sumatra, particularly in terms of fishery productivity. The purpose of this research is to determine the influence of oceanographic and meteorological parameters on fish catch production at PPN Sibolga in 2023. The results of this research are expected to provide an understanding to improve the efficiency of fishing and scientific-based fisheries management. The methods used in this research are linear regression and Pearson correlation. The fish production in 2023 amounted to approximately 30,735 Tons. Oceanographic and meteorological parameters do not all significantly affect fish catch production, and not all parameters have a strong relationship with fish catch production at PPN Sibolga, North Sumatra. In the regression test, only Chlorophyll-a and Rainfall had significant values. < α. At an R2 value of 0.91 or 91%, it means that the oceanographic and meteorological parameter variables influence 91% of fish catch production, and the remaining percentage is influenced by other factors. Meanwhile, in the correlation relationships that have a strong connection, only Chlorophyll-a, Salinity, and Rainfall are present. Where the correlation value is above 0.5.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 2 (2026): Journal of Marine Research Vol 15, No 1 (2026): Journal of Marine Research Vol 14, No 4 (2025): Journal of Marine Research Vol 14, No 3 (2025): Journal of Marine Research Vol 14, No 2 (2025): Journal of Marine Research Vol 14, No 1 (2025): Journal of Marine Research Vol 13, No 4 (2024): Journal of Marine Research Vol 13, No 3 (2024): Journal of Marine Research Vol 13, No 2 (2024): Journal of Marine Research Vol 13, No 1 (2024): Journal of Marine Research Vol 12, No 4 (2023): Journal of Marine Research Vol 12, No 3 (2023): Journal of Marine Research Vol 12, No 2 (2023): Journal of Marine Research Vol 12, No 1 (2023): Journal of Marine Research Vol 11, No 4 (2022): Journal of Marine Research Vol 11, No 3 (2022): Journal of Marine Research Vol 11, No 2 (2022): Journal of Marine Research Vol 11, No 1 (2022): Journal of Marine Research Vol 10, No 4 (2021): Journal of Marine Research Vol 10, No 3 (2021): Journal of Marine Research Vol 9, No 4 (2020): Journal of Marine Research Vol 9, No 1 (2020): Journal of Marine Research Vol 8, No 4 (2019): Journal of Marine Research Vol 8, No 3 (2019): Journal of Marine Research Vol 7, No 3 (2018): Journal of Marine Research Vol 3, No 4 (2014): Journal of Marine Research Vol 3, No 3 (2014): Journal of Marine Research Vol 3, No 2 (2014): Journal of Marine Research Vol 3, No 1 (2014) : Journal of Marine Research Vol 2, No 4 (2013) : Journal of Marine Research Vol 1, No 2 (2012): Journal of Marine Research Vol 1, No 1 (2012): Journal of Marine Research More Issue