cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jppt@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Marine Research
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 24077690     DOI : 10.14710/jmr.v9i4.28340
Core Subject : Science,
The Journal of Tropical Fisheries Management is managed by the Department of Water Resource Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Bogor Agricultural University aims to publish the results of basic, applied research in the scope of fisheries resources, fish stock studies, and population dynamics, fish biodiversity, fisheries technology, industrialization and fish trade, fisheries management, and fisheries development policies in the tropics, especially Indonesia. The scope of the area includes: Marine Fisheries Coastal Fisheries Inland Fisheries The focus and scope of this publication are expected to contribute thoughts for the government to strengthen the science of fisheries management
Arjuna Subject : -
Articles 867 Documents
Strategi Pengembangan Kawasan Objek Wisata Bahari di Pantai Marina, Semarang Raditya Jati Wirayuda; Agus Indarjo; Chrisna Adhi Suryono
Journal of Marine Research Vol 15, No 3 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i3.50493

Abstract

Pantai Marina di Semarang merupakan salah satu destinasi wisata bahari yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan, namun pengelolaannya masih menghadapi berbagai kendala yang dapat memengaruhi kualitas dan daya tarik wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesesuaian kawasan untuk kegiatan ekowisata bahari serta merumuskan strategi pengembangan yang tepat bagi Pantai Marina. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis kesesuaian wisata dan analisis SWOT. Data diperoleh melalui observasi lapangan, pengukuran parameter lingkungan, serta wawancara menggunakan kuesioner kepada wisatawan dan pengelola kawasan wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan rekreasi pantai memiliki nilai Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) sebesar 2.5 dengan kategori sangat sesuai, sedangkan kegiatan berenang, jet ski, kano, dan berperahu memperoleh nilai IKW sebesar 2–2.5 dengan kategori sesuai. Strategi prioritas yang direkomendasikan meliputi peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan wisata, pengembangan infrastruktur dan fasilitas pendukung, optimalisasi promosi berbasis digital, serta penguatan kerja sama antara pemerintah, pengelola, dan masyarakat. Dengan penerapan strategi tersebut, Pantai Marina berpotensi menjadi destinasi wisata bahari unggulan yang berkelanjutan di Kota Semarang.
Budidaya Udang Vaname di Marine Science and Techno Park Undip Jepara: Analisis Keanekaragaman Fitoplankton Nur Achmad Aburozak Al Karim; Sunaryo Sunaryo; Ervia Yudiati
Journal of Marine Research Vol 15, No 3 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i3.49118

Abstract

Fitoplankton termasuk mikroorganisme autotrof yang memiliki peranan penting dalam kegiatan budidaya udang vaname sebagai bioindikator tingkat kesuburan atau pencemaran kualitas air tambak. Tujuan penelitian ini dilakukan yaitu untuk mengetahui kondisi kualitas air tambak udang vaname di MSTP UNDIP, Teluk Awur, Jepara berdasarkan indeks biologi fitoplankton yang meliputi: indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan indeks dominansi yang dilaksanakan pada bulan Januari – Februari 2024. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling yang diambil dari dua kolam budidaya dengan luas 200 m2 dan 1000 m2. Parameter kualitas air yang diukur yaitu suhu, kecerahan, salinitas, pH, oksigen terlarut (DO), muatan padatan tersuspensi (MPT), amonia, nitrit (NO2-), nitrat (NO3-), fosfat (PO43-), alkalinitas, dan total bakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 16 genus fitoplankton dari 4 kelas berbeda yaitu Chlorophyta (Chlamydomonas, Chlorella, Oocystis, Tetraselmis, dan Westella), Cyanobacteria (Anabaenopsis, Lyngbya, dan Spirulina), Bacillariophyta (Cyclotella, Navicula, Streptotheca, dan Thalassiosira), dan Dinoflagellata (Dinophysis, Gyrodinium, Gonyaulax, dan Gymnodinium). Kelimpahan fitoplankton selama penelitian didapatkan kisaran 460.000 – 780.000 sel/ml dengan nilai indeks biologi masing-masing adalah indeks keanekaragaman 1,04 –1,94, indeks keseragaman 0,47 – 0,93, dan indeks dominansi 0,19 – 0,57. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan disimpulkan bahwa keanekaragaman fitoplankton di tambak udang vaname MSTP UNDIP, Teluk Awur, Jepara termasuk kategori sedang yang artinya sebaran jenis fitoplankton cukup merata dan mulai terdapat dominasi jenis fitoplankton yaitu Chlorella sp. sehingga kondisi perairan tambak menjadi kurang stabil dan mudah terpengaruh perubahan lingkungan.
Identifikasi Jenis dan Tutupan Lamun di Pantai Domba dan Pantai Matahari Carita, Banten Arif Baswantara; Miftu Khoerunnisa; Kennedi Sembiring
Journal of Marine Research Vol 15, No 3 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i3.53421

Abstract

Pantai Domba dan Pantai Matahari Carita di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten merupakan kawasan pesisir yang memiliki potensi ekosistem lamun, akan tetapi, kawasan ini menghadapi tekanan akibat aktivitas antropogenik, seperti pemanfaatan sumber daya pesisir, budidaya tambak, dan kegiatan wisata. Informasi mengenai komposisi jenis dan tingkat tutupan lamun di kedua lokasi masih terbatas, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis lamun serta menganalisis tingkat tutupan lamun sebagai dasar pengelolaan ekosistem pesisir yang berkelanjutan. Pengambilan data dilakukan pada dua stasiun di setiap lokasi menggunakan metode Line Transect Quadrat dengan transek sepanjang 50 m dan kuadrat berukuran 50 × 50 cm yang ditempatkan setiap interval 5 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya dua spesies lamun yang ditemukan, yaitu Thalassia hemprichii dan Cymodocea rotundata. Rata-rata persentase tutupan lamun di Pantai Domba mencapai 28,98% dan termasuk kategori sedang, sedangkan di Pantai Matahari Carita sebesar 7,05% dan termasuk kategori jarang. Perbedaan tingkat tutupan lamun diduga berkaitan dengan variasi kondisi lingkungan dan intensitas aktivitas antropogenik pada masing-masing lokasi. Hasil penelitian ini memberikan informasi dasar mengenai kondisi terkini ekosistem lamun di pesisir Kabupaten Pandeglang serta dapat dimanfaatkan sebagai referensi dalam perencanaan pengelolaan, pemantauan, dan upaya konservasi ekosistem lamun secara berkelanjutan.
Studi Perbandingan Akumulasi Besi (Fe) oleh Beberapa Spesies Mangrove di Perairan Bangkalan, Selat Madura Jihannuma Adibiah Nurdini; Aginda Sahara; Wakhidatun Nafisyah Aljamilah
Journal of Marine Research Vol 15, No 3 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i3.54309

Abstract

Mangrove mempunyai kemampuan sebagai biofilter alami yang dapat menyerap dan mengakumulasi logam berat melalui mekanisme fitoremediasi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan akumulasi dan distribusi besi (Fe) pada beberapa jenis mangrove di Perairan Martajasah, Bangkalan, serta mengevaluasi potensi fitoremediasi. Kebaruan penelitian ini terletak pada pendekatan perbandingan antara spesies mangrove dengan integrasi sedimen, akar, daun menggunakan parameter biokonsentrasi (BCF) dan faktor translokasi (TF), yang masih terbatas untuk logam esensial seperti Fe di wilayah perairan Bangkalan. Konsentrasi Fe tertinggi ditemukan pada sedimen dari spesies Aegiceras cornilatum 17,32 mg/kg, diikuti oleh akar pada spesies Aegiceras cornilatum 14,81 mg/kg, dan daun pada spesies Rhizophora mucronata 5,64 mg/kg. Sonneratia alba, Xylocarpus moluccensis, dan Aegiceras corniculatum menunjukkan faktor biokonsentrasi tertinggi yaitu 0,86 mg/kg yang menandakan spesies tersebut kurang berpotensi dalam mengakumulasi logam berat Fe, sedangkan Rhizophora apiculata menunjukkan faktor translokasi tertinggi yaitu 0,50 mg/kg, yang menandakan spesies tersebut berpotensi kecil dalam memindahkan logam berat dari akar menuju daun. Interpretasi fitoremediasi dibatasi pada mekanisme akumulasi dan distribusi logam. Faktor lain seperti toleransi fisiologis, laju pertumbuhan, dan kondisi lingkungan belum dianalisis secara kuantitatif. Oleh karena itu, hasil ini merupakan informasi awal dan tidak merepresentasikan efektivitas fitoremediasi secara menyeluruh. 
Sebaran Spasial Konsentrasi Klorofil di Perairan Pesisir Utara Kota Tanjungpinang Alief Kurnianto; Winny Retna Melani; Tri Apriadi; Ahmad Zahid
Journal of Marine Research Vol 15, No 3 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i3.52576

Abstract

Perairan pesisir utara Kota Tanjungpinang terletak di wilayah pertemuan Kota Tanjungpinang dengan Kabupaten Bintan, meliputi Sebauk, Kampung Madong, Sei Nyirih, dan Air Raja. Konsentrasi klorofil merupakan indikator penting dalam menilai produktivitas primer perairan dan pengelolaan sumber daya laut. Aktivitas antropogenik seperti restoran, lalu lintas kapal nelayan, budidaya ikan keramba jaring apung, dan permukiman dapat memengaruhi kualitas perairan, yang berdampak pada konsentrasi klorofil. Penelitian ini bertujuan sebagai langkah awal pengelolaan sumber daya laut secara terpadu dan berkelanjutan, dengan pengumpulan data pada Juli 2024 dan Januari 2025 melalui metode survei. Data primer mencakup parameter fisika-kimia seperti suhu, kecerahan, arus, DO, pH, salinitas, nitrat, dan fosfat. Data biologis berupa klorofil diambil dari ke dalaman eufotik menggunakan van dorn water sampler. Penentuan 30 titik sampling dilakukan secara Systematic Random Sampling menggunakan QGIS 3.28.0. Pembuatan peta sebaran klorofil menggunakan software Qgis 3.28.0 menggunakan Inverse Distance Weighted (IDW). Konsentrasi klorofil di Perairan Pesisir Utara Kota Tanjungpinang bulan Juli 2024 klorofil-a sebesar 4,81 mg/m3, klorofil-b sebesar 4,76 mg/m3 dan klorofil-c sebesar 3,41 mg/m3. Sedangkan pada bulan Januari 2025 klorofil-a sebesar 7,30 mg/m3, klorofil-b sebesar 7,06 mg/m3 dan klorofil-c sebesar 6,67 mg/m3. Sebaran spasial klorofil pada daerah pesisir utara Kota Tanjungpinang pada bulan Juli 2024 dan Januari 2025 terdistribusi tinggi di kawasan perairan Kampung Madong dan Sei Nyirih. Sedangkan perairan terluar atau arah perairan laut merupakan wilayah yang terdistribusi rendah.
Evaluasi Model Machine Learning untuk Klasifikasi Potensi Keberadaan Ikan Kembung (Rastrelliger sp.) di Selat Sunda Putri Adi Khotimah; Willdan Aprizal Arifin; Ayang Armelita Rosalia
Journal of Marine Research Vol 15, No 3 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i3.57172

Abstract

Karakteristik lingkungan perairan Selat Sunda berperan penting dalam menentukan keberadaan ikan kembung. Variabilitas parameter lingkungan menyebabkan pola keberadaan ikan kembung menjadi dinamis sehingga perlu adanya pendekatan yang mampu menangkap kompleksitas hubungan antar variabel salah satunya menggunakan machine learning. Penelitian ini bertujuan untuk membuat pemodelan klasifikasi keberadaan ikan kembung menggunakan algoritma Random Forest dan XGBoost dengan pendekatan time series untuk mempertimbangkan aspek temporal data. Proses pelatihan model menggunakan data tahun 2019-2023 dan pengujian model menggunakan data tahun 2024-2025. Hyperparameter tuning dilakukan untuk mengoptimalkan kinerja model. Hasil evaluasi, Random Forest menunjukkan performa yang lebih unggul dengan akurasi 95% sementara XGBoost memperoleh akurasi sebesar 94%. Analisis menggunakan pendekatan SHAP menunjukkan bahwa klorofil-a menjadi variabel yang paling dominan dalam menentukan prediksi keberadaan ikan kembung di Selat Sunda. Pola musiman menunjukkan bahwa puncak keberadaan ikan kembung berada di periode Mei-Juni dan musim penurunan keberadaan pada periode November-Februari.
Studi Hubungan Kerapatan Mangrove dan Kelimpahan Bahan Organik Terhadap Kelimpahan Gastropoda di Pulau Serangan, Bali Nyoman Adiatma Prasada Putra; Ima Yudha Perwira; Putu Satya Pratama Atmaja
Journal of Marine Research Vol 15, No 3 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i3.51422

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan kawasan pesisir yang memiliki peran penting bagi kelangsungan hidup biota di kawasan tersebut. Mangrove memiliki peran yang mencakup aspek biologi dan ekologi. Ditinjau dari aspek biologi, mangrove sebagai tempat ikan melakukan pemijahan, dari aspek ekologi mangrove berperan dalam menjaga kestabilan pantai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kerapatan mangrove dan kelimpahan gastropoda, serta hubungan antara ketersediaan bahan organik dan kelimpahan gastropoda pada ekosistem mangrove di daerah Serangan, Bali. Metode pengambilan data dan penentuan titik sampling dilakukan menggunakan metode random sampling. Pengambilan data lapangan dilakukan menggunakan transek berukuran 10 × 10 m, dengan jumlah plot sebanyak 30 plot yang terdiri dari 5 stasiun dan 6 kali pengulangan. Pada ekosistem mangrove Serangan terdapat 5 spesies mangrove yang berasal dari 3 genus, serta 10 spesies gastropoda yang dikelompokkan ke dalam 4 famili. Hasil analisis korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan kuat antara kerapatan mangrove dan kelimpahan gastropoda, serta hubungan yang rendah antara kandungan bahan organik dan kelimpahan gastropoda.
Dampak Total Suspended Solids (TSS) Terhadap Tutupan Karang Hidup di Perairan Indonesia: Meta-Analisis Safarah Agnia Saniy; Putri Adelia; Ade Suryanda
Journal of Marine Research Vol 15, No 3 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i3.59088

Abstract

Total Suspended Solids (TSS) merupakan salah satu parameter lingkungan yang dapat mendegradasi ekosistem terumbu karang melalui penurunan intensitas cahaya dan gangguan fisiologis pada karang. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan meta-analisis guna memperoleh nilai efek gabungan (pooled effect size) dari pengaruh TSS terhadap tutupan karang hidup di perairan Indonesia. Metode yang digunakan adalah meta-analisis Two-Group Comparison berdasarkan studi primer yang dipublikasikan pada rentang tahun 2017-2026, dengan kriteria inklusi berupa studi yang dilakukan di perairan Indonesia, melaporkan parameter kuantitatif TSS bersamaan dengan persentase tutupan karang hidup, serta menyediakan nilai data mentah yang dapat dikonversi menjadi mean, jumlah sampel (n), dan standar deviasi (SD). Data dianalisis menggunakan perangkat lunak JASP dengan pendekatan Random-Effects Model. Hasil meta-analisis terhadap 10 studi primer menunjukkan tingkat heterogenitas yang rendah (I2 = 0,00%; p = 0,797) serta tidak ditemukan indikasi bias publikasi yang signifikan berdasarkan funnel plot yang simetris. Nilai efek gabungan yang diperoleh sebesar -0,44 (p = 0,032), yang menunjukkan bahwa TSS terbukti memberikan dampak kecil cenderung sedang terhadap penurunan tutupan karang hidup di perairan Indonesia. Dengan demikian, pemantauan TSS secara berkala dan pengendalian sumber sedimen perlu dilakukan sebagai bagian dari pengelolaan kualitas perairan di sekitar ekosistem terumbu karang.
Coastal Litter and Surf Community Stewardship in Selected Surf Areas of Kuta, Canggu, and Uluwatu, Bali Zion Pierson Medal; Frestika Dwinanda Situmeang
Journal of Marine Research Vol 15, No 3 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i3.57838

Abstract

Visible coastal litter remains a concern in Bali’s coastal areas, especially where tourism, marine ecosystems, and surfing activities intersect. This study examines visible coastal litter and the potential role of surf communities in supporting coastal environmental responsibility in selected surf-related areas in Kuta, Canggu, and Uluwatu. Using an exploratory qualitative case study, data were drawn from field observations, beach cleanup participation notes, contextual field notes, and relevant literature. The field records documented single-use plastics, food and beverage packaging, and mixed waste within different site-specific contexts, while organic or natural material was recorded separately as a contextual condition. At Kuta Beach, litter was documented around visitor-use and beach-access areas. At Batu Bolong Beach, debris was observed near shoreline, surf-access, and drainage- or river-connected zones. At Suluban Beach, localized litter was documented around surf-access and coastal recreation areas. These observed litter patterns suggest that coastal litter may be associated with beach-based consumption, tourism activity, rainfall-related runoff, drainage pathways, and land-based waste movement. Surf communities may contribute through cleanups, plastic reduction, peer education, social media communication, and local advocacy, but these actions require support from waste infrastructure, policy enforcement, producer responsibility, and sustainable tourism governance.
Struktur Komunitas dan Tutupan Kanopi Mangrove di Teluk Staring Bagian Barat Laut, Sulawesi Tenggara Simeon Felix Simamora; Muhammad Ramli; Asmadin Asmadin; Mohammad Afdhal Adidharma
Journal of Marine Research Vol 15, No 3 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i3.58486

Abstract

Ekosistem mangrove berperan penting secara ekologis dalam menjaga stabilitas daerah pesisir, penyedia habitat, pelindung garis pantai, dan penopang keanekaragaman hayati. Tekanan terhadap ekosistem mangrove di pesisir Teluk Staring menunjukkan perlu adanya informasi dasar mengenai kondisi ekosistem mangrove sebagai landasan ilmiah bagi pengelolaan mangrove berkelanjutan di wilayah ini.Studi ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas dan tutupan kanopi mangrove di bagian barat laut Teluk Staring, Sulawesi Tenggara. Survei lapangan dilakukan di tiga stasiun menggunakan petak vegetasi 10×10 m untuk menilai struktur komunitas mangrove, sedangkan tutupan kanopi diukur menggunakan metode hemispherical photography dan dianalisis dengan perangkat lunak ImageJ. Struktur komunitas dievaluasi menggunakan kerapatan, frekuensi, dominasi, dan Indeks Nilai Penting (INP), sedangkan tutupan kanopi diklasifikasikan menurut Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Indonesia No. 201 Tahun 2004. Sebanyak lima spesies mangrove sejati teridentifikasi . Kerapatan pohon secara berkisar antara 3635-4552 individu/ha, yang menunjukkan tegakan mangrove yang sangat padat. Rhizophora apiculata menunjukkan kepadatan dan frekuensi tertinggi, sedangkan Avicennia lanata menunjukkan dominasi dan INP tertinggi di Stasiun A dan C, yang mengindikasikan kontribusi ekologisnya yang substansial meskipun bukan spesies yang paling melimpah. Rata-rata tutupan kanopi adalah 73,918%, berkisar antara 69,963% hingga 76,707%, yang sesuai dengan kondisi kanopi sedang hingga sangat padat. Tutupan kanopi yang tinggi dan tegakan mangrove yang padat menunjukkan bahwa ekosistem mangrove di bagian barat laut Teluk Staring masih dalam kondisi ekologis yang baik. Temuan ini memberikan informasi dasar untuk konservasi mangrove dan pengelolaan ekosistem pesisir berkelanjutan di Sulawesi Tenggara. 

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 3 (2026): Journal of Marine Research Vol 15, No 2 (2026): Journal of Marine Research Vol 15, No 1 (2026): Journal of Marine Research Vol 14, No 4 (2025): Journal of Marine Research Vol 14, No 3 (2025): Journal of Marine Research Vol 14, No 2 (2025): Journal of Marine Research Vol 14, No 1 (2025): Journal of Marine Research Vol 13, No 4 (2024): Journal of Marine Research Vol 13, No 3 (2024): Journal of Marine Research Vol 13, No 2 (2024): Journal of Marine Research Vol 13, No 1 (2024): Journal of Marine Research Vol 12, No 4 (2023): Journal of Marine Research Vol 12, No 3 (2023): Journal of Marine Research Vol 12, No 2 (2023): Journal of Marine Research Vol 12, No 1 (2023): Journal of Marine Research Vol 11, No 4 (2022): Journal of Marine Research Vol 11, No 3 (2022): Journal of Marine Research Vol 11, No 2 (2022): Journal of Marine Research Vol 11, No 1 (2022): Journal of Marine Research Vol 10, No 4 (2021): Journal of Marine Research Vol 10, No 3 (2021): Journal of Marine Research Vol 9, No 4 (2020): Journal of Marine Research Vol 9, No 1 (2020): Journal of Marine Research Vol 8, No 4 (2019): Journal of Marine Research Vol 8, No 3 (2019): Journal of Marine Research Vol 7, No 3 (2018): Journal of Marine Research Vol 3, No 4 (2014): Journal of Marine Research Vol 3, No 3 (2014): Journal of Marine Research Vol 3, No 2 (2014): Journal of Marine Research Vol 3, No 1 (2014) : Journal of Marine Research Vol 2, No 4 (2013) : Journal of Marine Research Vol 1, No 2 (2012): Journal of Marine Research Vol 1, No 1 (2012): Journal of Marine Research More Issue