cover
Contact Name
Pustaka Peradaban
Contact Email
pustakaperadaban.mlg@gmail.com
Phone
+6285979555105
Journal Mail Official
pjcs@peradabanpublishing.com
Editorial Address
Vila Bukit Tidar Blok E2 No 163-164 Karang Besuki Sukun, Kota Malang Postal Code 65149.
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Peradaban Journal of Community Service
Published by Pustaka Peradaban
ISSN : -     EISSN : 30908388     DOI : https://doi.org/10.59001/pjcs
Core Subject :
Peradaban Journal of Community Service bertujuan untuk memfasilitasi publikasi hasil karya yang merangkum hasil dari program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Fokus utama jurnal ini adalah berbagai kegiatan pengabdian dan pemberdayaan yang dilakukan oleh berbagai kelompok, meliputi penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni dalam upaya pemberdayaan dan pembangunan masyarakat. Lingkup yang dicakup oleh jurnal ini mencakup pengembangan manusia di berbagai bidang, seperti bidang pendidikan, pengentasan kemiskinan, serta pengembangan komunitas-komnitas dalam masyrakat. Selain itu, jurnal ini juga menyoroti aspek-aspek penting seperti pembangunan ekonomi, kewirausahaan, pemanfaatan teknologi tepat guna dan berbagai inovasi yang dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat dan komunitas. Dengan demikian, jurnal ini berperan sebagai wadah untuk menyebarluaskan teori keilmuan, konsep pemikiran, serta hasil penelitian yang relevan dengan isu-isu masyarakat kontemporer, serta mendukung pelaksanaan “Tri Dharma Perguruan Tinggi”, khususnya di bidang pengabdian masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
PENERAPAN NILAI MODERASI BERAGAMA DALAM KURIKULUM SEKOLAH DASAR DI DESA KAMBINGAN UNTUK MEWUJUDKAN TOLERANSI Salsabila Laily Amalina; Aisya Rahmayanti; Moh. Badrus Solichin
Peradaban Journal of Community Service Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Pustaka Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59001/dpj.v1i1.267

Abstract

The implementation of the Community Service Program (Kuliah Kerja Nyata, or KKN) in Kambingan Village aims to support the general theme of the campus program, namely “Building Sustainable Villages Based on Strengthening Religious Moderation and Local Potential,” with a main focus on exploring the values of religious moderation in the elementary school curriculum as an effort to promote interreligious tolerance. The method used is a participatory approach, with KKN students acting as facilitators to introduce religious moderation values in elementary schools in Kambingan Village. The results of this research show that integrating the values of religious moderation into the curriculum can be an effective way to teach students about the important role of teachers and the school environment in instilling moderate and inclusive values from an early age. The findings provide insights into learning strategies that can strengthen tolerance and harmony in diverse communities, thereby fostering a younger generation that understands religious moderation based on local values in Kambingan Village. Pelaksanaan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Kambingan bertujuan untuk mendukung tema umum KKN kampus, yaitu “Membangun Desa Berkelanjutan Berbasis Penguatan Moderasi Beragama dan Kearifan Lokal,” dengan fokus utama pada eksplorasi nilai-nilai moderasi beragama dalam kurikulum sekolah dasar sebagai upaya untuk mendorong toleransi antarumat beragama. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif, di mana mahasiswa KKN berperan sebagai fasilitator dalam memperkenalkan nilai-nilai moderasi beragama kepada siswa sekolah dasar di Desa Kambingan. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai moderasi beragama ke dalam kurikulum dapat menjadi cara yang efektif untuk mengajarkan siswa tentang peran penting guru dan lingkungan sekolah dalam menanamkan sikap moderat dan inklusif sejak usia dini. Temuan ini memberikan wawasan tentang strategi pembelajaran yang dapat digunakan untuk memperkuat toleransi dan harmoni dalam masyarakat yang beragam, serta mendorong tumbuhnya generasi muda yang memahami moderasi beragama berbasis nilai-nilai lokal di Desa Kambingan.
Edukasi Moral Seksual dan Kesehatan Reproduksi Anak Remaja di Desa Belung Poncokusumo Anaqoh Taqiyyah; Bening Sih Kinanti; Muhammad Farhan; Muhammad Nasrul Rafa Nugraha; Samudera Aria Putra
Peradaban Journal of Community Service Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Pustaka Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59001/dpj.v1i1.312

Abstract

The "Taking Care of My Own Body: Child and Adolescent Reproductive Health" program was implemented in Belung Village, Poncokusumo, to address the paucity of sexual education and the high prevalence of early marriage. This program aimed to provide interactive and age-appropriate insights into the importance of maintaining reproductive health. The program's implementation involved a pre-test, educational sessions, focus group discussions (FGDs) facilitated by a psychology expert, and a post-test. Evaluation results demonstrated a significant increase in participants' understanding of sexual morality and reproductive health, as evidenced by the post-test outcomes. This program contributes to fostering adolescents' awareness of maintaining their physical health and making informed decisions in the future. It is recommended to provide supplementary learning materials for home use to reinforce participants' independent understanding.Program kerja "Taking Care of My Own Body: Kesehatan Reproduksi Anak dan Remaja" di Desa Belung, Poncokusumo, dilaksanakan untuk mengatasi minimnya edukasi seksual dan tingginya angka pernikahan usia dini. Bertujuan memberikan wawasan interaktif dan sesuai usia tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, program ini melibatkan pre-test, edukasi materi, diskusi kelompok (FGD) dengan ahli psikologi, dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman peserta terkait moralitas seksual dan kesehatan reproduksi. Program ini berkontribusi dalam membangun kesadaran remaja untuk menjaga kesehatan tubuh dan membuat keputusan bijak di masa depan. Disarankan penyediaan materi pembelajaran lanjutan di rumah guna memperkuat pemahaman mandiri
Pendampingan Akses Pasar Ekspor Specialty Coffee di Provinsi Lampung Muslimin Muslimin; Mahatma Kufepaksi; Fajrin Satria Dwi Kesumah; Fiska Huzaimah
Peradaban Journal of Community Service Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Pustaka Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59001/dpj.v1i1.316

Abstract

This community service activity aims to expand export market access for processed coffee, particularly specialty coffee, produced by middle-class export entrepreneurs in Lampung Province. Additionally, this activity endeavors to provide input on processed coffee export policy to enhance commodity added value, generate foreign exchange, and encourage investment in Lampung. The Community Based Development plus (CBD+) approach by Sambodo et al. (2023) was adapted, identifying four key factors for community development. The focus group discussion (FGD) method involved relevant stakeholders in Lampung. Results indicate that coffee is a strategic commodity for both Lampung and Indonesia, significantly contributing to the Gross Regional Domestic Product (GRDP) and Gross Domestic Product (GDP). The innovative efforts of Lampung's middle-class exporters to enter the Singaporean and Malaysian specialty coffee markets require affirmative policy support. In conclusion, middle-level specialty coffee exporters have transformative potential in driving community development and sustainable coffee production in Lampung through social innovation and ethical sustainable practices, contributing to the well-being of coffee-farming communities and their business success. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memperluas akses pasar ekspor kopi olahan, khususnya specialty coffee, produksi pengusaha ekspor kelas menengah Lampung. Selain itu, kegiatan ini berupaya memberikan masukan kebijakan ekspor kopi olahan untuk meningkatkan nilai tambah, devisa, dan investasi di Lampung. Pendekatan Community Based Development plus (CBD+) dari Sambodo et al. (2023) diadaptasi, mengidentifikasi empat faktor kunci pengembangan masyarakat. Metode forum diskusi kelompok (Focus Group Discussion) melibatkan pemangku kepentingan di Lampung. Hasil menunjukkan kopi sebagai komoditas strategis bagi Lampung dan Indonesia, berkontribusi signifikan pada PDRB dan PDB. Upaya inovatif eksportir kelas menengah Lampung memasuki pasar specialty coffee Singapura dan Malaysia memerlukan dukungan kebijakan afirmatif. Disimpulkan bahwa eksportir specialty coffee tingkat menengah berpotensi transformatif mendorong pembangunan masyarakat dan produksi kopi berkelanjutan di Lampung melalui inovasi sosial dan praktik etis berkelanjutan, berkontribusi pada kesejahteraan komunitas petani kopi dan keberhasilan bisnis mereka.
Implementasi Sistem Kesehatan dan Keselamatan Kerja pada Penyulingan Minyak Atsiri Pujon Hill Immanuel Mu'ammal; Uci Yuliati
Peradaban Journal of Community Service Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Pustaka Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59001/dpj.v1i1.317

Abstract

Occupational Health and Safety (OHS) is a crucial effort to create a safe and healthy work environment, aiming to minimize the risk of workplace accidents. This community service activity aims to improve the understanding and awareness of workers at the essential oil distillation facility in Pujon Hill regarding the implementation of OHS principles. The methods used include the dissemination of OHS concepts and the development of an OHS system adapted to local working conditions. The results show an increased understanding among workers about the importance of risk identification and the application of preventive measures in the workplace. This activity is expected to serve as a starting point for building a safer and more sustainable work culture. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan upaya penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat, guna meminimalkan risiko kecelakaan kerja. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan pengetahuan para pekerja di penyulingan minyak atsiri Pujon Hill terkait penerapan K3. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi prinsip-prinsip K3 dan pengembangan sistem K3 yang sesuai dengan kondisi kerja setempat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pekerja terhadap pentingnya identifikasi risiko dan penerapan langkah-langkah preventif di tempat kerja. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi awal dari pembentukan budaya kerja yang lebih aman dan berkelanjutan.
Pendampingan Hukum bagi Diaspora Indonesia di Korea Selatan Herlindah Herlindah; Ranitya Ganindha; Syahrul Sajidin; Yasniar Rachmawati Madjid
Peradaban Journal of Community Service Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Pustaka Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59001/dpj.v1i1.319

Abstract

The Faculty of Law, Universitas Brawijaya (FHUB) conducts a community service program as an implementation of the university's tridharma (three pillars of higher education), one of which is through collaboration with the international institution Korea Moslem Federation (KMF). This activity aims to provide legal understanding and assistance in addressing legal issues faced by the Muslim diaspora in South Korea, particularly in the areas of family law (marriage, divorce, child custody), inheritance law, and employment issues. The implementation scheme involves a non-university partner (scheme B), with two main forms of activities: legal counseling and technology-based consultation services. The FHUB-KMF cooperation is formalized in a Cooperation Agreement (PKS) and a Memorandum of Agreement (MoA), and is strengthened by previous experiences in joint research, public lectures, and community service. As an official institution in South Korea, KMF has the authority to resolve Islamic religious matters, so legal assistance from FHUB is expected to provide concrete solutions to the problems faced by the Muslim community there. Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FHUB) menjalankan program pengabdian masyarakat sebagai implementasi tridharma perguruan tinggi, salah satunya melalui kolaborasi dengan lembaga internasional Korea Moslem Federation (KMF). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman hukum dan asistensi dalam menghadapi permasalahan hukum yang dialami diaspora Muslim di Korea Selatan, khususnya dalam bidang hukum keluarga (perkawinan, perceraian, waris) dan jaminan produk halal. Skema pelaksanaannya melibatkan mitra non-perguruan tinggi (skema B), dengan dua bentuk utama kegiatan, yaitu penyuluhan hukum dan layanan konsultasi berbasis teknologi. Kerja sama FHUB-KMF telah tertuang dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Memorandum of Agreement (MoA), serta diperkuat oleh pengalaman sebelumnya dalam riset bersama, kuliah umum, dan pengabdian masyarakat. Sebagai lembaga resmi di Korea Selatan, KMF memiliki otoritas dalam menyelesaikan persoalan keagamaan Islam, sehingga pendampingan hukum dari FHUB diharapkan dapat memberikan solusi konkret bagi permasalahan yang dihadapi komunitas Muslim di sana.
Implementasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama dalam Pembentukan Karakter Siswa melalui Program KKN di SD Negeri Sedayu Khuriyah Nahar Nazizah; Nadya Ariyani Hasanah Nuriyyatiningrum; Nadiya Khoiriyah Zahrotul Ula; Nadia Putri Amelia; Yeni Fauziyah; Farkhah Fatimatul Zahro; Lulu Muflikhatul Maulidiyah; Wahyusetya Ningrum; Farhanna Aulia Rahmah; Putik Afifatun Nisnaeni; Kezia Anindya Putri; Muthik Nur Rohmah; Awaliyah Siva Deswita Maharani; Adinda Anggraini Rahma Putri; Dian Maulidya Rosida; Afifah Alya Kinanthi
Peradaban Journal of Community Service Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Pustaka Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59001/pjcs.v1i2.540

Abstract

Artikel ini membahas upaya penguatan pemahaman siswa sekolah dasar terhadap nilai-nilai moderasi beragama melalui penerapan metode pembelajaran interaktif, seperti mendongeng dan bermain peran. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya gejala intoleransi dan radikalisasi di masyarakat yang berpotensi memengaruhi cara pandang anak terhadap keberagaman. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di SD Negeri Sedayu, mahasiswa bekerja sama dengan pendidik untuk merancang dan melaksanakan serangkaian kegiatan edukatif yang bertujuan menanamkan prinsip toleransi, saling menghormati, dan kerjasama lintas perbedaan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan sikap keterbukaan, empati, serta kemampuan siswa dalam berinteraksi secara inklusif dengan teman sebaya dari berbagai latar belakang. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan pembelajaran partisipatif dan kontekstual efektif dalam menumbuhkan nilai-nilai moderasi beragama sekaligus memperkuat pembentukan karakter siswa sejak usia dini. This article discusses efforts to strengthen elementary school students’ understanding of religious moderation values through the application of interactive learning methods, such as storytelling and role-playing. This activity was motivated by the growing signs of intolerance and radicalization in society, which potentially influence children’s perspectives on diversity. Through the Community Service Program (Kuliah Kerja Nyata/KKN) at SD Negeri Sedayu, university students collaborated with educators to design and implement a series of educational activities aimed at fostering the principles of tolerance, mutual respect, and cooperation across differences. The results of the program indicate an improvement in students’ openness, empathy, and ability to engage inclusively with peers from diverse backgrounds. These findings affirm that participatory and contextual learning approaches are effective in cultivating the values of religious moderation while simultaneously strengthening students’ character development from an early age.
Peningkatan Keterampilan Khitobah Sebagai Instrumen Penyampaian Dakwah Bagi Pegawai Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Malang Jamal Jamal; Sunarto Sunarto; Muslikhati Muslikhati
Peradaban Journal of Community Service Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Pustaka Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59001/pjcs.v1i2.578

Abstract

Dakwah memerlukan strategi yang tepat agar ajaran Islam dapat disampaikan secara efektif dan diterima dengan baik oleh mad’u atau objek dakwah. Salah satu strategi yang relevan adalah khitobah, yakni ilmu tentang teknik berbicara atau berkomunikasi yang mampu memengaruhi pendengar sehingga memahami pesan dakwah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pegawai Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Malang (RSU UMM) dalam menyampaikan risalah Islam melalui dakwah berbasis profesi di lingkungan kerja mereka. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pelatihan khitobah dengan pendekatan literasi dan diskusi intensif menggunakan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan khitobah pegawai dalam menyesuaikan gaya komunikasi dakwah dengan karakteristik audiens, baik secara individual maupun kelompok. Kegiatan ini diharapkan berkontribusi pada pembentukan sumber daya insani yang mampu berdakwah secara profesional dan kontekstual di masa mendatang.Dakwah memerlukan strategi yang tepat agar ajaran Islam dapat disampaikan secara efektif dan diterima dengan baik oleh mad’u atau objek dakwah. Salah satu strategi yang relevan adalah khitobah, yakni ilmu tentang teknik berbicara atau berkomunikasi yang mampu memengaruhi pendengar sehingga memahami pesan dakwah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pegawai Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Malang (RSU UMM) dalam menyampaikan risalah Islam melalui dakwah berbasis profesi di lingkungan kerja mereka. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pelatihan khitobah dengan pendekatan literasi dan diskusi intensif menggunakan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan khitobah pegawai dalam menyesuaikan gaya komunikasi dakwah dengan karakteristik audiens, baik secara individual maupun kelompok. Kegiatan ini diharapkan berkontribusi pada pembentukan sumber daya insani yang mampu berdakwah secara profesional dan kontekstual di masa mendatang.
Empowering the Pojok Peradaban Institute as an Epistemic Community in Karangwidoro Village, Malang Regency Moh. Anas Kholish; Siti Rohmah
Peradaban Journal of Community Service Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Pustaka Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59001/pjcs.v1i2.669

Abstract

This community engagement project centers on strengthening the institutional capacity of Pojok Peradaban Institute as an epistemic community and an alternative campus situated in Karangwidoro Village, Dau, Malang Regency. Rooted in the critical pedagogy tradition and the praxis of emancipatory education, this initiative envisions the village not merely as a geographical entity but as an epistemic landscape where knowledge, culture, and power intersect. Through participatory and action-reflective approaches, the program mobilizes collaborative workshops, dialogical literacy classes, and institutional mentoring to construct a sustainable ecosystem of critical learning. The findings reveal that Pojok Peradaban Institute has metamorphosed into a hybrid locus of intellectual and cultural production. One that integrates philosophical discourse, local wisdom, and social empowerment. Beyond reinforcing organizational governance, the project ignites a communal consciousness that reclaims the right to think, to speak, and to transform. This engagement thus reconfigures the contours of alternative education in Indonesia, affirming that epistemic autonomy can flourish from the peripheries through solidarity, critical literacy, and civic imagination. Proyek pengabdian masyarakat ini berfokus pada penguatan kapasitas kelembagaan Pojok Peradaban Institute sebagai komunitas epistemik dan kampus alternatif yang berlokasi di Desa Karangwidoro, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Berakar pada tradisi pedagogi kritis dan praksis pendidikan emansipatoris, inisiatif ini memposisikan desa bukan semata sebagai entitas geografis, melainkan sebagai ruang epistemik tempat pengetahuan, budaya, dan kekuasaan berinteraksi secara dinamis. Melalui pendekatan partisipatif dan aksi-reflektif, program ini mengimplementasikan berbagai kegiatan seperti lokakarya kolaboratif, kelas literasi dialogis, dan pendampingan kelembagaan untuk membangun ekosistem pembelajaran kritis yang berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Pojok Peradaban Institute mengalami transformasi kelembagaan menjadi ruang hibrida bagi produksi intelektual dan kultural yang mengintegrasikan wacana filosofis, kearifan lokal, dan pemberdayaan sosial. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan kelembagaan tidak hanya meningkatkan tata kelola organisasi, tetapi juga membangun kesadaran komunal yang meneguhkan hak untuk berpikir, berdialog, dan melakukan perubahan sosial. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini mengonseptualisasikan ulang bentuk pendidikan alternatif di Indonesia, serta menegaskan bahwa kemandirian epistemik dapat tumbuh dari wilayah pinggiran melalui solidaritas, literasi kritis, dan imajinasi kewargaan.
Integrasi Pembelajaran Matematika melalui Budaya Permainan Tradisional Bola Bekel di Desa Pandansari Lauha Kurnia Safira; Yulia Dwi Ferdiani
Peradaban Journal of Community Service Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Pustaka Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59001/pjcs.v1i2.670

Abstract

Masyarakat Desa Pandansari merupakan komunitas majemuk yang masih memegang kuat nilai-nilai budaya dan tradisi leluhur. Kondisi ini memengaruhi pola pikir dan cara belajar siswa-siswi setempat, terutama dalam memahami pelajaran Matematika yang menuntut kemampuan berpikir logis, kritis, dan sistematis. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk menjembatani antara budaya lokal dan pembelajaran Matematika adalah melalui integrasi budaya permainan tradisional. Kegiatan pengabdian ini menerapkan permainan bola bekel sebagai media pembelajaran kontekstual di sekolah dasar di Desa Pandansari. Melalui permainan ini, siswa diajak memahami konsep-konsep Matematika yang secara tidak langsung hadir dalam aktivitas permainan, seperti pengelompokan, perhitungan, pembagian, dan pengenalan bentuk geometri. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis budaya lokal dapat meningkatkan minat dan motivasi siswa dalam belajar Matematika, sekaligus memperkuat pemahaman mereka terhadap nilai-nilai budaya yang hidup di masyarakat. Dengan demikian, permainan tradisional seperti bola bekel dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang menyenangkan, kontekstual, dan bermakna bagi siswa sekolah dasar.
Penguatan Pemahaman Guru Perempuan tentang Peran Warga Negara Aktif di Sekolah Islam Abdul Aziz SR; Novy Setia Yunas; Lusy Asa Lusy Asa
Peradaban Journal of Community Service Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Pustaka Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59001/pjcs.v1i2.676

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman guru-guru perempuan di lingkungan sekolah Islam mengenai peran warga negara aktif dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara. Penguatan tersebut penting mengingat guru berperan strategis sebagai agen pendidikan dan pembentuk karakter kewarganegaraan peserta didik. Kegiatan dilaksanakan di SD dan SMP Ar-Risalah dengan melibatkan 60 guru perempuan berlatar belakang pendidikan beragam, namun memiliki kesamaan komitmen terhadap nilai-nilai keislaman dan pendidikan karakter. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, tanya jawab, dan diskusi kelompok yang difokuskan pada isu partisipasi warga negara, hak dan kewajiban politik, serta nilai-nilai demokrasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep kewarganegaraan aktif, ditandai dengan kemampuan mengaitkan nilai-nilai konstitusional dan keislaman dalam praktik pendidikan. Temuan ini memperlihatkan bahwa pelatihan semacam ini efektif mendorong kesadaran kritis guru terhadap peran sosial-politik mereka, sekaligus memperkuat model pendidikan kewarganegaraan berbasis nilai religius dan gender inklusif di sekolah Islam.

Page 1 of 2 | Total Record : 17