cover
Contact Name
Nanang Setiawan
Contact Email
mozaik@uny.ac.id
Phone
+628122762804
Journal Mail Official
mozaik@uny.ac.id
Editorial Address
Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta, Kampus Karang Malang, Jalan Colombo No. 1, Yogyakarta, Indonesia, Kode Pos 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah
ISSN : -     EISSN : 28089308     DOI : 10.21831/moz
Core Subject : Humanities, Social,
MOZAIK is an academic journal centered in the study of history. MOZAIK is welcoming contributions from young and more experienced scholars from different disciplines and approaches that focus on historical changes. MOZAIK is an academic journal to discuss various crucial issues in Indonesian history, both at local, national and international levels, covering the history of the early period of Indonesia to contemporary Indonesia. MOZAIK does it in a multidisciplinary and comparative manner.The scope of MOZAIK encompasses all historical subdisciplines, including, but not limited to, cultural, social, economic and political history, historiography, and the philosophy of history.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2018): MOZAIK" : 6 Documents clear
THE REFUSAL AGAINST 1925 TEACHER ORDINANCE IN WEST SUMATRA: ITS CONDITIONS, COURSE, AND AFTERMATH Muhammad Yuanda Zara
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 9, No 1 (2018): MOZAIK
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.728 KB) | DOI: 10.21831/moz.v9i1.19411

Abstract

Worried with the rise of modernist Muslim movement coming from the Middle East, in 1925 Netherlands Indies Government issued and applied Teacher Ordinance (Goeroe Ordonnantie) in several regions in Netherlands Indies. It stipulated, among others, that every Muslim teacher must report himself to district head so that the district head could immediately issue a letter of identification, that Islamic teachers must keep the list of their students and religious subjects given to them, and the situation in which the right of teaching would be canceled, for example if the Islamic teachers provoke their students to condemn the Government. The Ordinance had been successfully applied and the Government planned to extend it to other regions, including West Sumatra. Yet, the majority of Islamic teachers throughout West Sumatra refused the plan. The refusal against 1925 Teacher Ordinance, in the form of mass demonstration and negotiation, influenced almost all of Islamic teachers in West Sumatra and reduced existing social and religious gaps in Minangkabau society due to the same feeling of dissatisfaction. Eventually, the Government canceled the application plan of the Ordinance in West Sumatra, showing the effectiveness of the social movement organized by Islamic teachers in West Sumatra. Keywords: Teacher Ordinance, social movement, Islamic teachers, West Sumatera, Islam and colonialism
ARSIP DAN PENJAJAHAN PIKIRAN Tedy Harnawan
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 9, No 1 (2018): MOZAIK
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.917 KB) | DOI: 10.21831/moz.v9i1.19412

Abstract

-
PENYAKIT KUSTA DI BANGKALAN PADA ABAD KE-20 Dina Dwikurniarini; Ita Mutiara Dewi
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 9, No 1 (2018): MOZAIK
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.522 KB) | DOI: 10.21831/moz.v9i1.19406

Abstract

Artikel ini membahas tentang penyakit kusta yang pernah mewabah di Indonesia pada Abad ke-20, terutama di wilayah Bangkalan, Madura. Artikel ini berusaha mengungkap faktor-faktor yang berkontribusi terhadap perkembangan wabah penyakit kusta di Bangkalan, Madura dan mengetahui cara pemerintah kolonial Hindia Belanda dalam menanggulani wabah kusta di Madura. Faktor geografis Bangkalan dengan iklim yang panas, menyebabkan kurang tersedianya akses air bersih untuk higieni dan sanitasi bagi masyarakat. Selain itu tingkat kepadatan penduduk Bangkalan cukup tinggi, sehingga wabah kusta mudah menyebar. Pemerintah Kolonial Hindia Belanda berusaha memberlakukan berbagai kebijakan seperti propaganda kesehatan dalam menanggulangi penyakit tersebut. Kata kunci: Sejarah, Kesehatan, Hindia Belanda
PERANAN PASUKAN POLISI PELAJAR PERTEMPURAN DAN GEREJA PUGERAN DALAM REVOLUSI INDONESIA TAHUN 1948 - 1949 DI YOGYAKARTA Danar widiyanta; Djumarwan Djumarwan
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 9, No 1 (2018): MOZAIK
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.269 KB) | DOI: 10.21831/moz.v9i1.19407

Abstract

Yogyakarta merupakan salah satu satu kota yang menjadi saksi perjuangan para rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Dalam Perang Kemerdekaan II, seluruh lapisan masyarakat terlibat tidak terkecuali Pasukan Polisi Pelajar Pertempuran (P3). Pasukan ini merupakan pasukan Mobile Briagade (Mobbrig) di bawah pimpinan IP II Djohan Soeparno. Pasukan ini bermarkas di SPN Ambarukmo Yogyakarta. Pasukan P3 juga berperan dalam Serangan Umum 1 Maret 1949. Mereka dibagi dalam beberapa lokasi diantaranya yaitu Pojok Benteng Wetan, Kotagede, Pleret, dan Karangsemut. Serangan yang dilakukan P3 cukup melelahkan bagi Belanda. Perang Kemerdekaan II juga melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Salah satunya yaitu peran dari Gerja Pugeran yang terletak di Pugeran Bantul. Pada saat perang gereja ini berfungsi sebagai tempat pengungsian, rumah sakit, dan dapur umum. Di dalam gereja ini juga tinggal banyak tentara yang meminta perlindungan pada siang hari. Gereja juga menyediakan bahan makan untuk para pengungsi. Kata Kunci : Polisi Pelajar Pertempuran, Gereja Pugeran, Yoguakarta.
NASIONALISASI PERUSAHAAN ASING DI JAWA TIMUR 1950-1966 Ririn Darini; Miftahuddin Miftahuddin
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 9, No 1 (2018): MOZAIK
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.267 KB) | DOI: 10.21831/moz.v9i1.19408

Abstract

Pada awal tahun 1950-an terdapat lebih dari 6000 bekas pegawai sipil kolonial dipertahankan dalam posisi-posisi senior dalam birokrasi Indonesia, banyak yang menggunakan kekuasaan mereka untuk menguntungkan kepentingan-kepentingan Belanda. Oleh karena itu pada awal tahun 1950an, para tokoh Indonesia mulai memikirkan pembangunan ekonomi nasional. Nasionalisme ekonomi diartikan sebagai aspirasi suatu bangsa untuk memiliki atau setidaknya menguasai aset-aset yang dimiliki atau dikuasai oleh bangsa lain dan menjalankan fungsi ekonomi yang dijalankan oleh bangsa lain. Untuk itu, penelitian ini akan melihat latar belakang nasionalisasi perusahaan asing di Indonesia, pelaksanaan nasionalisasi perusahaan asing di Jawa Timur, dan dampak nasionalisasi dalam kehidupan politik, ekonomi, dan sosial. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa tindakan nasionalisasi perusahaan asing di Indonesia pada tahun 1950an dilatarbelakangi faktor politik maupun faktor ekonomi. Kata Kunci: Jawa Timur, Nasionalisasi, dan Perusahaan Asing.
MODERNITAS DI BETLEHEM VAN JAVA: KONDISI SOSIAL MUNTILAN DAN MENDUT AWAL ABAD KE-20 Eka Ningtyas
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 9, No 1 (2018): MOZAIK
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.595 KB) | DOI: 10.21831/moz.v9i1.19410

Abstract

Pendidikan merupakan satu elemen penting pembuka gerbang modernitas di Hindia Belanda. Awal abad ke-20 merupakan masa berkembangnya lembaga pendidikan di Hindia Belanda. Tidak hanya lembaga pendidikan yang dikembangkan oleh pemerintah, namun juga lembaga pendidikan yang dikembangkan oleh organisasi keagamaan maupun pendidikan partikelir. Tulisan ini memiliki fokus pada lembaga pendidikan yang dikembangkan oleh misionaris pada awal abad ke-20 di Muntilan dan Mendut. Tulisan ini bertujuan melihat dinamika sosial yang muncul dari kehadiran lembaga pendidikan misi di Muntilan dan Mendut. Kata kunci: pendidikan, misi, muntilan, mendut

Page 1 of 1 | Total Record : 6