Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah
MOZAIK is an academic journal centered in the study of history. MOZAIK is welcoming contributions from young and more experienced scholars from different disciplines and approaches that focus on historical changes. MOZAIK is an academic journal to discuss various crucial issues in Indonesian history, both at local, national and international levels, covering the history of the early period of Indonesia to contemporary Indonesia. MOZAIK does it in a multidisciplinary and comparative manner.The scope of MOZAIK encompasses all historical subdisciplines, including, but not limited to, cultural, social, economic and political history, historiography, and the philosophy of history.
Articles
123 Documents
PERAN KELOMPOK FEMINIS BELANDA DALAM PENDIDIKAN DOKTER MARIE THOMAS TAHUN 1912-1922
Fernanda Prasky Hartono
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 12, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (338.107 KB)
|
DOI: 10.21831/moz.v12i1.45612
AbstrakDokter perempuan pertama di Indonesia yaitu Marie Thomas banyak diberitakan oleh media online setelah ilustrasi beliau muncul di tampilan muka aplikasi pencarian Google. Sosok Marie Thomas sebagai perempuan pertama yang berhasil menempuh pendidikan tinggi di Hindia-Belanda memang tidak banyak yang mengkaji. Hanya sedikit dibahas dalam beberapa studi sejarah kesehatan. Setelah berdiri selama lebih dari 60 tahun, akhirnya Sekolah Pendidikan Dokter Hindia-Belanda (School Tot Opleiding van Indische Artsen/STOVIA) mengizinkan murid perempuan untuk mengenyam pendidikan medis. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis latar belakang Marie Thomas dapat diterima di STOVIA dan kontribusi dari kelompok feminis Belanda dalam keberhasilan pendidikan dokternya. Metode yang digunakan adalah metode sejarah dengan lima tahapan, yaitu pemilihan topik, pengumpulan sumber, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Sumber primer yang digunakan dalam artikel ini berasal dari buku dan surat kabar terbitan sezaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang keluarga turut berperan dalam kemudahan yang didapatkan Marie Thomas untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Selain itu, Marie Thomas yang dibantu oleh kelompok feminis Belanda mampu menjadi pelopor di tengah tingginya diskriminasi terhadap perempuan dan pendidikan yang buruk. Tokoh pejuang hak perempuan seperti Aletta H. Jacobs mampu meyakinkan Gubernur-Jenderal akan pentingnya tenaga kesehatan perempuan untuk mengatasi masalah kesehatan di masyarakat. Peran mereka berlanjut dengan memberikan bantuan dana selama pendidikan kedokteran Marie Thomas.Kata Kunci: Feminis, Dokter Perempuan, Marie Thomas.
PENGARUH INDUSTRI GULA MASA KRISIS MALAISE TERHADAP MASYARAKAT DI KARESIDENAN JEPARA TAHUN 1930 – 1940
Agnes Petrus
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 12, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (354.411 KB)
|
DOI: 10.21831/moz.v12i2.45619
AbstrakPada tahun 1929 perekonomian dunia mengalami kelesuan yang disebabkan oleh anjloknya bursa saham di New York. Krisis ekonomi menyebabkan industri gula di Hindia – Belanda kehilangan negara tujuan ekspor, yang kemudian diikuti dengan pembatasan produksi gula. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi industri gula masa krisis malaise, dan dampaknya terhadap masyarakat di Karesidenan Jepara tahun 1930 – 1940. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode sejarah kritis yang meliputi 4 langkah diantaranya; heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode tahun 1930 – 1940, di wilayah Karesidenan Jepara terjadi penurunan industri gula. Hal tersebut dilihat dari menurunnya luas areal perkebunan dan pabrik gula yang awalnya berjumlah 11 pabrik, pada masa krisis tersisa 8 pabrik yang masih beroprasi. Penurunan tersebut berdampak pada banyaknya tanah yang telah disewa dikembalikan ke tuan tanah, beralihnya alat pembayaran kembali menggunakan barang (barter), munculnya permasalahan sosial, pengurangan tenaga kerja dan upah buruh mengalami pemangkasan.Kata Kunci: Industri Gula, Krisis Malaise, Karesidenan Jepara
KETERLIBATAN PERSATOEAN PERKOEMPOELAN KAOEM BOEROEH (PPKB) DALAM GERAKAN BURUH DI JAWA 1919-1921
Ahmad Yasin
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 12, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (242.302 KB)
|
DOI: 10.21831/moz.v12i1.45616
AbstrakKaum buruh bergerak mencari saluran aspirasi akan kondisi kerja lewat serikat buruh pada awal abad ke-20. Akhir 1919, sebagian serikat berhimpun dalam sebuah federasi bernama Persatoean Perkoempoelan Kaoem Boeroeh (PPKB). Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan pertumbuhan serikat buruh di Jawa awal abad ke-20, pengaruh pembentukan PPKB dalam gerakan buruh, dan dampak keretakan PPKB bagi gerakan buruh. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan melalui empat tahap, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil dari penelitian menunjukkan pertumbuhan serikat buruh menandai kaum buruh menyalurkan aspirasinya secara terorganisir. Pertumbuhan gerakan buruh dilirik organisasi politik yang menghasilkan usaha menyatukan kekuatan serikat dalam PPKB. PPKB berpengaruh saat mengawal pemogokan buruh percetakan di Semarang pada awal 1920, tetapi kemudian federasi ini terkendala operasional organisasi dan tertekan oleh konflik internal. Konflik meretakkan PPKB yang berdampak bagi perpecahan federasi ini pada 1921. Kata kunci: PPKB, Gerakan, Jawa
PERKEMBANGAN INDUSTRI PAYUNG WISNU DI JUWIRING TAHUN 1975-1998
Sarah Muliawati Nafiah
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 12, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (222.483 KB)
|
DOI: 10.21831/moz.v12i2.45620
AbstrakJuwiring merupakan wilayah yang terkenal dengan industri payung lukisnya. Salah satu industri payung yang ada di Juwiring yaitu Payung Wisnu. Awal kemunculan Payung Wisnu bermula ketika Achmad Sumarlan mendirikan sebuah industri payung dengan tujuan melestarikan kembali eksistensi payung yang mulai meredup akibat masuknya payung impor. Inovasi-inovasi yang diberikan oleh Achmad mampu membawa Payung Wisnu mencapai puncak kejayaan. Keberhasilan Achmad mendorong warga lainnya untuk mendirikan industri payung, baik dalam skala besar maupun kecil. Lambat laun industri Payung Wisnu mengalami kemunduran yang disebabkan krisis ekonomi 1998 yang membuat industri tersebut tutup total serta tidak adanya generasi penerus yang mau mengelola industri tersebut. Kehadiran industri Payung Wisnu memberikan dampak bagi masyarakat dalam bidang sosial ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang berdirinya kerajinan Payung Juwiring, perkembangan kerajinan Payung Wisnu tahun 1975-1998 dan dampak kerajinan Payung Wisnu bagi kehidupan sosial ekonomi masyarakat Juwiring.Kata Kunci: Payung Wisnu, Industri, Juwiring.
KINI DAN DULU: BERAS DALAM PERKEMBANGAN POLITIK EKONOMI DAN REFLEKSI HISTORIOGRAFI INDONESIA
Refi Refiyanto
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 12, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (258.054 KB)
|
DOI: 10.21831/moz.v12i1.45335
Pandemi Covid-19 telah mengingatkan kembali terhadap pandemi Flu Spanyol, yang terjadi sekitar seabad yang lalu. Sebagaimana pandemi Covid-19 dengan pandemi Flu Spanyol, nyata sekali permasalahan beras juga terjadi seabad yang lalu. Pola yang hampir mirip terlihat pada kebijakan impor yang dilakukan akibat persediaan yang mencukupi menjadi dasar kebijakan tersebut diambil. Keadaan masa lalu diperparah dengan Perang Dunia I yang menyebabkan pemutusan impor beras ke Hindia Belanda. Kekurangan beras berarti merujuk pada kesejahteraan penduduk yang buruk. Akibatnya kebijakan kesejahteraan masa lalu difokuskan untuk memperbaiki pertanian padi. Ide tersebut ternyata sudah ada sejak awal abad-19. Ide kesejahteraan ini pada akhirnya selalu mengalami perkembangan hingga pasca kemerdekaan. Perkembangan ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti: proses interaksi pemerintah dan penduduk bumi putra, teknologi, dan perkembangan ekonomi uang. Pasca kemerdekaan sektor ekonomi tidak lagi tertuju pada sektor pertanian melainkan manufaktur off farm dan permasalahan beras menjadi isu yang sedang hangat serta cukup pelik.Kata Kunci: Kini, Dulu, Beras, Politik, Ekonomi, Historiografi Indonesia
SEKOLAH TIONG HOA HWEE KWAN (STHHK) SEBAGAI REPRESENTASI PENDIDIKAN MODERN ETNIS TIONGHOA DI BATAVIA TAHUN 1901-1942
Ayu Putri Nabila
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 12, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (296.553 KB)
|
DOI: 10.21831/moz.v12i2.45621
AbstrakFokus utama dari penelitian ini bertujuan memaparkan proses berdirinya lembaga pendidikan modern pertama etnis Tionghoa di Batavia, yakni Sekolah Tiong Hoa Hwee Kwan (STHHK), serta mengungkap pelbagai alasan dan faktor yang menjadi pertimbangan pendirian STHHK selama masa pemerintahan Belanda. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari empat tahap, yakni heurustik, kritik sumber (verifikasi), interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejak abad ke-19, nasib kalangan Tionghoa di Batavia begitu dibatasi oleh kebijakan-kebijakan rasial pemerintah Belanda, salah satunya dalam bidang pendidikan. Oleh karena itu, STHHK muncul sebagai representasi pendidikan modern etnis Tionghoa yang didirikan secara independen oleh kalangan Tionghoa. Selama perkembangannya, sekolah turut dipengaruhi oleh keadaan masyarakat mau pun sistem pemerintahan yang ada di Batavia.Kata Kunci: Sekolah, Batavia, Tiong Hoa Hwee Kwan
DEREP AMAL: SEMANGAT MUHAMMADIYAH CABANG MOYUDAN DALAM MENGEMBANGKAN PENDIDIKAN (1961-1970)
Fajar Shodiq Kurniawan
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 12, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (284.635 KB)
|
DOI: 10.21831/moz.v12i2.45617
AbstrakGerakan Muhammadiyah di Kecamatan (Kapanewon) Moyudan Sleman memiliki satu perjalanan unik dalam sejarah. Ia muncul sebagai satu organisasi kemasyarakatan yang berkembang pesat. Hal ini tidak bisa dilepaskan dari peran para pengurusnya yang mampu mengadaptasi dengan kearifan lokal, sehingga menggerakkan pelajar, guru, dan masyarakat umum dalam merealisasikan cita-cita di bidang pendidikan. Ide-ide Muhammadiyah di Moyudan pun berkembang sangat baik, bahkan diterima oleh masyarakat segala kalangan. Bahkan, jika mengacu pada tiga identitas Muhammadiyah, yaitu sebagai Gerakan Islam, Gerakan Dakwah Islam, dan Gerakan Tajdid (Reformasi), Moyudan memilikinya. Peran Muhammadiyah di Moyudan selama Masa Revolusi pun juga cukup penting. Perkembangan pendidikan dibawah Muhammadiyah di Moyudan bisa dikatakan cukup baik. Cukup cepat dalam merespon kebutuhan masyarakat, meski kondisi serba sulit. Akan tetapi kondisi yang serba terbatas bukanlah halangan. Melalui sikap cerdas dalam merespon keadaan dan militan dari tokoh Muhammadiyah di Moyudan, lahir beragam terobosan aplikatif yang sesuai dengan kearifan lokal juga kultur setempat.Kata Kunci: Muhammadiyah, Moyudan, Derep Amal
PERAN MAJALAH HIBURAN VARIA DALAM MENYEBARKAN WACANA KEBIJAKAN PEMERINTAH ORDE BARU TAHUN 1967-1972
Sunardi Sunardi
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 12, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (274.87 KB)
|
DOI: 10.21831/moz.v12i1.45613
AbstrakMajalah hiburan Varia adalah majalah hiburan tanah air yang lahir pada 23 April 1958. Kehadiran majalah ini mampu menjadi angin segar bagi dunia pers. Meski sebagai majalah hiburan, Varia tidak bisa lepas dari politik pemerintahan. Sejak masa pemerintahan Sukarno sampai Soeharto majalah hiburan Varia menunjukkan eksistensinya di Indonesia. Penelitian ini dilakukan guna mengetahui perkembangan majalah hiburan Varia sejak pertama kali berdiri, perannya dalam perpolitikan nasional, dan mengetahui penyebab majalah hiburan Varia bisa bertahan di dua masa pemerintahan. Penelitian ini menggunakan metode sejarah, yakni heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa majalah hiburan Varia telah mengalami perkembangan mulai dari tahun 1958 sampai 1972. Majalah hiburan yang terbit tiap hari Rabu ini telah mempunyai peran besar dalam persebaran wacana politik setiap pemerintahan. Meskipun mampu berkembang dan mempunyai peran dalam politik pemerintahan, eksistensi majalah hiburan Varia tidak lebih sebagai jalan supaya mampu bertahan menghidupi perusahaan.Kata Kunci: Perkembangan, Peran, Wacana, Varia.
CELANA DAN JEANS: TREN MODE ANDROGINI ANAK MUDA SURABAYA TAHUN 1970-1998
Irene Ferliana Putri;
Moordiati Moordiati
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 12, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (296.129 KB)
|
DOI: 10.21831/moz.v12i2.46784
Abstrak Mode dalam konteks modern bukan lagi hanya sebagai pelindung tubuh, melainkan sebagai bentuk ekspresi dari individu untuk menyatakan identitasnya. Dengan kata lain, mode adalah ikonografi dari bentuk komunikasi non verbal yang digunakan individu untuk menyarakan pesan artifaktual melalui items yang digunakan. Abad ke-20 Masehi merupakan babak baru dalam dunia mode, karena terjadi revolusi yang membuat perubahan paradigma berpakaian menjadi lebih bebas. Implikasinya adalah populernya mode androgini, sebuah mode yang meleburkan feminitas dan maskulinitas. Mode androgini berkembang di Indonesia sejalan dengan terbukanya arus westernisasi pada masa Orde Baru sebagai subkultur yang kemudian terpenetrasi dalam kehidupan masyarakat. Sama halnya mode lainnya, mode androgini memiliki items esensial yang menjadi ikon, yakni celana dan jeans. Kepopuleran items ini membuat keduanya menjadi tren pada masa Orde Baru. Penelitian ini merupakan tulisan sejarah dengan menggabungkan interpretasi sumber primer dengan studi literatur. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasikan secara rinci bagaimana celana dan jeans menjadi tren mode anak muda di Surabaya pada masa Orde Baru.Kata Kunci: Mode, Androgini, Westernisasi, Subkultur
KEMUNCULAN JAGO BETAWI DAN PERKEMBANGAN DI WILAYAH TANAH ABANG TAHUN 1880-1920
Fachri Albar
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 12, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (203.943 KB)
|
DOI: 10.21831/moz.v12i1.45614
AbstrakTanah Abang merupakan salah satu onderdistrik yang terletak di pusat kota Batavia. Memasuki tahun 1735 didirikan sebuah pasar oleh seorang saudagar kaya VOC bernama Justinus Vinck. Pembangunan pasar ini mendorong perekonomi di wilayah Tanah Abang. Pada masa kekuasaan Pemerintah Hindia Belanda banyak terjadi penyimpangan yang dilakukan para tuan tanah, jagoan dan centeng. Akibatnya, banyak perlawanan yang dilakukan oleh para jago. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keadaan Tanah Abang secara umum, peranan jago dan dampak keberadaan jago terhadap kehidupan masyarakat Tanah Abang pada tahun 1880-1920. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kemunculan jago di wilayah Tanah Abang tidak terlepas dari sosok Pitung. Keberadaan mereka membawa pengaruh terhadap berbagi aspek kehidupan masyarakat Tanah Abang. Para jago mengajarkan teknik-teknik silat kepada para pemuda di Tanah Abang, membawa keamanan bagi para pedagang di Tanah Abang dan mengajarkan nilai-nilai Islam kepada masyarakat Tanah Abang.Kata Kunci: Jago, Betawi, Kehidupan Sosial, Tanah Abang.