cover
Contact Name
Nanang Setiawan
Contact Email
mozaik@uny.ac.id
Phone
+628122762804
Journal Mail Official
mozaik@uny.ac.id
Editorial Address
Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta, Kampus Karang Malang, Jalan Colombo No. 1, Yogyakarta, Indonesia, Kode Pos 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah
ISSN : -     EISSN : 28089308     DOI : 10.21831/moz
Core Subject : Humanities, Social,
MOZAIK is an academic journal centered in the study of history. MOZAIK is welcoming contributions from young and more experienced scholars from different disciplines and approaches that focus on historical changes. MOZAIK is an academic journal to discuss various crucial issues in Indonesian history, both at local, national and international levels, covering the history of the early period of Indonesia to contemporary Indonesia. MOZAIK does it in a multidisciplinary and comparative manner.The scope of MOZAIK encompasses all historical subdisciplines, including, but not limited to, cultural, social, economic and political history, historiography, and the philosophy of history.
Articles 123 Documents
ISLAM DAN DEMOKRASI: SEBUAH IJTIHAD PARTAI POLITIK ISLAM (STUDI KASUS PARTAI MASYUMI DAN PARTAI KEADILAM SEJAHTERA) Novianto Ari Prihatin
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 8, No 1 (2016): Mozaik
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.355 KB) | DOI: 10.21831/moz.v8i1.10769

Abstract

Abstrak Konstelasi Islam dan Demokrasi di Indonesia berujung pada sebuah perdebatan panjang mengenai boleh-tidaknya umat Islam menerapkan sistem Demokrasi. Agama Islam yang didalamnya terdapat prinsip ketuhanan sebagai pusat pengatur kehidupan manusia dipandang bertentangan dengan prinsip-prinsipDemokrasi yang menyerahkan urusan pada manusia dengan prinsip mayoritas. Kelompok Islam kontra-Demokrasi menilai penerapan Demokrasi pada masyarakat Islam Indonesia hanya akan memunculkan hukum-hukum spekulatif yang pada akhirnya akan mengesampingkan hukum-hukum Tuhan. Perdebatan panjang mengenai sistem politik yang harus dipilih oleh umat Islam akhirnya tertuju pada sebuah sistem Demokrasi ketuhanan sebagai sebuah hasil ijtihad politisi Muslim.Kelompok Islam pro-Demokrasi ini meyakini bahwa standar politik Islam terletak pada esensi dan prinsip, bukan pada sistem dan bentuk politiknya. Demokrasi tetap bisa beriringan dengan Islam dengan syarat esensi dan prinsip yang diperjuangkan adalah untuk menegakkan hukum Islam. Beberapa partai yang termasuk golongan ini diantaranya adalah Partai Masyumi dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Masyumi adalah sebuah partai politik Islam yang lahir pasca proklamasi dengan membawa misi memperjuangkan Islam sebagai dasar negara, sementara PKS adalah partai produk Reformasi yang menjadikan Demokrasi sebagai sarana untuk menerapkan hukum-hukum Islam. Meski membawa misi yang berbeda, kedua partai ini tetap menggunakan jalur parlemen sebagai hasil ijtihad politik untuk menerapkan hukum Islam di Indonesia.
CANGGU: PELABUHAN SUNGAI MASA MAJAPAHIT ABAD XIV – XVI Mawardi Purbo Sanjoyo
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.113 KB) | DOI: 10.21831/moz.v10i2.32456

Abstract

Keberhasilan Majapahit menjadi kerajaan besar tidak lepas dari proses pemanfaatan kondisi alam. Secara geografis, Majapahit yang terletak di pedalaman memungkinkannya menjadi kerajaan agraris dengan limpahan hasil alam sebagai komoditi utamanya. Disamping itu, lambat laun Majapahit juga mampu menjadi kerajaan maritim yang kuat dengan mengoptimalkan fungsi sungai sebagai jalur perdagangan dari pedalaman menuju hilir (pesisir). Majapahit membuat pelabuhan-pelabuhan dagang di sepanjang aliran sungai untuk memaksimalkan kegiatan dagang. Salah satu pelabuhan sungai yang penting pada masa Majapahit adalah Pelabuhan Canggu. Letak pelabuhan Canggu di masa Majapahit, pada masa kini dapat diidentikkan dengan Desa Canggu di Kecamatan Jetis Mojokerto. Pelabuhan ini tidak berdiri sendiri, ada beberapa pelabuhan penopang lain, di antaranya Pelabuhan Bubat yang sekarang dapat diidentikkan dengan Desa Tempuran, Kecamatan Sooko Mojokerto, dan Pelabuhan Terung yang terletak di Dusun Terung Kecamatan Krian, Sidoarjo. Sementara itu, Pelabuhan Canggu mempunyai fungsi yang beragam diantaranya sebagai pangkalan militer, pelabuhan dagang, bahkan pelabuhan bea cukai. Berdasarkan fungsinya sebagai pelabuhan sungai, Canggu mampu menjadi salah satu penopang kemakmuran Majapahit. Kata Kunci: Pelabuhan, Sungai, Majapahit
DAMPAK PERKEMBANGAN PONDOK MODERN DARUSSALAM GONTOR PUTRI 1 SAMBIREJO, MANTINGAN, NGAWI (1990-2019) Afrian Dwi Yunitasari; Ajat Sudrajat
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.054 KB) | DOI: 10.21831/moz.v10i2.32457

Abstract

Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri 1 merupakan pondok cabang Gontor Ponorogo. Perkembangan pondok ini semakin hari semakin banyak peminatnya. Hal ini tentu tidak bisa dipisahkan dari hubungan pondok dan masyarakat yang saling mendukung dan saling membantu. Kesadaran akan tanggung jawab sebagai muslim dan gairah diniyah telah mendorong PMDG Putri 1 untuk ikut serta dalam mengembangkan masyarakat sekitar. Hubungan Pondok Putri dengan masyarakat sekitar adalah hubungan timbal balik yang membawa berkah dan kemajuan bagi kedua belah pihak sehingga menimbulkan dampak bagi masyarakat. Dampak tersebut dapat terutama dalam bidang keagamaaan, sosial, ekonomi, dan pendidikan. Kata Kunci: PMDG Putri 1, Keagamaan, Pendidikan, Sosial, Ekonomi
MENELUSURI JEJAK AWAL PENERBANGAN DI INDONESIA (1913-1950-AN) Dadan Adi Kurniawan
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.679 KB) | DOI: 10.21831/moz.v10i2.32458

Abstract

Minimnya narasi tentang kiprah penerbangan di masa lalu menjadikan pemahaman sejarah terkait moda transportasi seakan pincang. Kebanyakan kajian masih berkutat pada sejarah transportasi darat dan laut, terutama masa kolonial. Padahal keunggulannya dalam menempuh berbagai medan jarak jauh, menjadikan transportasi udara sebagai salah satu primadona pilihan masyarakat modern dalam bermobilitas. Tulisan ini menelusuri lebih lanjut jejak kemunculan dan perkembangan awal penerbangan sipil-militer di Indonesia. Sejak kapan penerbangan mulai ada, faktor apa saja yang melatarbelakangi kemunculannya dan bagaimana dinamika awal perkembangannya. Penelitian ini menggunakan metode sejarah kritis dinama penulis memadukan sumber primer maupun sekunder yang relevan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerbangan pertama di Indonesia telah ada sejak dekade kedua abad 20 dan mulai berkembang pesat pada periode 1950-an. Pada awalnya, penerbangan difungsikan untuk keperluan militer disusul penerbangan komersial dalam jumlah terbatas. Kemajuan teknologi di Barat dan persaingan global (perang) saat itu menyebabkan dunia penerbangan mencapai akselerasi kemajuan yang lebih cepat.Kata Kunci: transportasi, bandara, penerbangan, militer, komersial
PERAN GERWANI DALAM TRI KOMANDO RAKYAT (TRIKORA) 1961-1963 Dimas Dwi Kurnia; Miftahuddin Miftahuddin
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.647 KB) | DOI: 10.21831/moz.v10i2.32463

Abstract

Kemunculan Trikora berkaitan erat dengan permasalahan Irian Barat. Sebagai jawaban atas tidak kunjung selesainya masalah Irian Barat, pada tahun 1961 Soekarno mengumumkan Tri Komando Rakyat (Trikora) di Yogyakarta. Sementara itu, sejak awal tahun 1962, politik Gerwani banyak diarahkan ke masalah Irian Barat. Gerwani mengajak kaum wanita muda untuk berpartisipasi dalam kampanye nasional pembebasan Irian Barat. Gerwani kemudian terlibat dalam aksi-aksi demonstrasi menentang kolonialisme Belanda di Irian Barat. Berdasarkan rapat kerja aktivitas Gerwani yang diadakan pada September 1962, para anggota Gerwani diminta mendaftarkan diri sebagai sukarelawati untuk pembebasan Irian Barat dengan mengirimkan bantuan ke garis depan dan membantu keluarga sukarelawati di garis belakang. Kata Kunci: Gerwani, Trikora, dan 1961-1963
SEJARAH PENYEBARAN AGAMA KRISTEN DI INDRAMAYU Raden Muhammad Mulyadi
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.28 KB) | DOI: 10.21831/moz.v10i2.32464

Abstract

Penyebaran agama Kristen ke Indramayu adalah bagian dari strategi penyebaran agama Kristen secara massif oleh Nederland Zending Veereniging (NZV) ke Jawa Barat pada pertengahan abad ke 19. Penyebaran agama Kristen ke Jawa Barat sebetulnya direncanakan bagi etnis Sunda yang dianggap diabaikan dalam penyebaran agama Kristen di Hindia Belanda. Akan tetapi, pada perkembangannya agama Kristen di Indramayu lebih berkembang di kalangan etnis Tionghoa. Penelitian ini membahas sejarah penyebaran agama Kristen ke Indramayu, dengan pertanyaan penelitian mengapa penyebaran agama Kristen di Indramayu menyimpang dari strategi awal penyebaran agama Kristen di Jawa Barat yaitu terhadap etnis Sunda? Bagaimana terjadinya penyebaran agama Kristen di kalangan etnis Tionghoa dan pribumi? Penelitian ini merupakan penelitian sejarah, oleh karena itu metode yang digunakan adalah metode sejarah yang terdiri dari tahapan heusristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian memperlihatkan adanya berbagai hambatan dalam penyebaran agama Kristen di kalangan etnis Tionghoa maupun Sunda di Indramayu dan adanya sikap menerima kalangan etnis Tionghoa terhadap agama Kristen. Kata Kunci: Kristen, Indramayu, Tionghoa, Sejarah, Jawa Barat
UPAYA MEMPERTAHANKAN KEDAULATAN DAN MEBERDAYAKAN PULAU-PULAU TERLUAR INDONESIA PASCA LEPASNYA SIPADAN DAN LIGITAN (2002-2007) Danar Widiyanta
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.142 KB) | DOI: 10.21831/moz.v10i2.32465

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang konflik atas beberapa pulau terluar di wilayah Indonesia karena permasalahan hukum dan politik serta permasalahan ekonomi. Ketidakjelasan batas negara dan status wilayah, situasi politik negara, regional dan internasional, serta kepentingan ekonomi  merupakan sumber sengketa potensial. Upaya mempertahankan pulau terluar dilakukan dengan menyiapkan perangkat hukum yang jelas serta meningkatkan kemampuan Angkatan Laut untuk menopang kemampuan penegakkan hukum di wilayah pulau-pulau terluar khususnya dan Indonesia pada umumnya. Upaya untuk memberdayakan pulau-pulau terluar dilakukan melalui langkah pengembangan aspek kelembagaan, aspek yuridis dan aspek program. Aspek kelembagaan dengan dibentuknya Tim Koordinasi Pengelolaan pulau-pulau terluar, dalam aspek yuridis disiapkan berbagai undang-undang yang memadai untuk menopang proses hukum yang mungkin terjadi, sedang aspek program dengan melanjutkan dan menyelesaikan penegasan batas wilayah serta meningkatkan pembangunan di wilayah pulau-pulau terluar Indonesia. Kata Kunci: Mempertahankan, Memberdayakan, Pulau Terluar Indonesia
KEBIJAKAN SOSIAL EKONOMI PADA MASA PEMERINTAHAN K.G.P.A.A. PAKU ALAM IV – K.G.P.A.A. PAKU ALAM VIII TAHUN 1864-1950 H.Y. Agus Murdiyastomo; Ririn Darini
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.957 KB) | DOI: 10.21831/moz.v11i1.45204

Abstract

Kadipaten Pakulaman merupakan negara dependen yang berbentuk kerajaan di Jawa. Kedaulatan dan kekuasaan pemerintahan negara diatur dan dilaksanakan sesuai dengan perjanjian atau kontrak politik yang dibuat oleh negara induk bersama-sama dengan negara dependen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan-kebijakan sosial ekonomi yang diambil oleh K.G.P.A.A. Paku Alam IV – Paku Alam VIII khususnya pada aspek agraria dan perkebunan dan pengaruhnya terhadap kehidupan sosial ekonomi di Kadipaten Pakualaman.Kata Kunci: Kebijakan, Sosial Ekonomi, Pakualaman
GERAKAN KEPANDUAN DI MANGKUNEGARAN 1916-1942: AKHIR PERSAINGAN JAVAANSCHE PADVINDERS ORGANISATIE (JPO) DENGAN KRIDA MUDA Weda Windiarti
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.83 KB) | DOI: 10.21831/moz.v11i2.45211

Abstract

Javaansche Padvinders Organisatie (JPO) merupakan organisasi kepanduan pertama milik pribumi di Indonesia yang didirikan oleh Mangkunegara VII pada tahun 1916 di Solo. Mangkunegaran juga memiliki organisasi kepanduan Krida Muda yang berdiri pada tahun 1934. Kedua organisasi tersebut menyebarluaskan pengaruhnya ke wilayah Mangkunegaran hingga dibubarkan pada awal masa pendudukan Jepang di Indonesia tahun 1942. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui munculnya kepanduan di Indonesia, mengetahui perbedaan antara JPO dan Krida Muda, dan persaingan antar kedua organisasi serta penyelesaiannya. Penelitian ini menggunakan metode sejarah kritis. Penelitian ini menghasilkan bahwa berdirinya Krida Muda pada tahun 1934 memicu persaingan antar JPO dan Krida Muda. Kedua organisasi tersebut berebut wilayah untuk menyebarkan pengaruhnya di wilayah Mangkunegaran. Meskipun masalah tersebut sudah teratasi, demi mencegah konflik diantara keduanya Mangkunegara VII membentuk Hooge Raad dan Mangkunagaransche Jeugd Organisatie Commissie (MNJOC) untuk mengatur dan mengawasi JPO dan Krida Muda. Pada tahun 1939, MNJOC digantikan oleh Centraalbestuur-Mangkunagaransche Jeugd Organisatie (CB-MNJO).Kata Kunci: Gerakan, Kepanduan, Mangkunegaran.
PENGARUH PEMIKIRAN RAJA ALI HAJI DALAM KEHIDUPAN SOSIAL-BUDAYA MASYARAKAT MELAYU RIAU 1878-2004 Rizki Aldy Danusa
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.166 KB) | DOI: 10.21831/moz.v11i1.45205

Abstract

Raja Ali Haji merupakan salah satu sastrawan berpengaruh yang berasal dari kalangan masyarakat Melayu Riau. Semasa hidupnya, ia telah menghasilkan karya-karya yang tidak hanya dapat dinikmati tetapi memiliki nilai penting dalam kehidipan. Pemikirannya yang berasal dari ajaran Islam dan Melayu dengan titik tumpu kompilasi ajaran Islam dan Melayu sebagai pembentuk moral masyarakat Melayu dalam mencapai puncak suatu peradaban sosial dalam kehidupan. Orientasi penelitian ini ditujukan untuk mengetahui besarnya pengaruh yang telah diberikan Raja Ali Haji kepada masyarakat Melayu Riau sepeninggal dirinya 1878 hingga 2004. Raja Ali Haji meninggalkan warisan dalam bentuk naskah Melayu yang berpengaruh dalam kehidupan masyarakat Melayu Riau. Tidak hanya meninggalkan pengaruh pada generasi yang berdekatan dengannya namun pengaruh yang ia berikan mampu berdiri kokoh secara turun temurun dengan perbedaan zaman yang signifikan.Kata Kunci: Raja Ali Haji, Sosial-Budaya, Melayu, Riau.

Page 6 of 13 | Total Record : 123