cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalempati@live.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof Soedarto SH Tembalang Semarang Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal EMPATI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 2337375X     EISSN : 28291859     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 1,376 Documents
PERBEDAAN SIKAP LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN TERHADAP INFERTILITAS Nadia Rizqiana Harsyah; Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.004 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.14323

Abstract

Infertilitas adalah ketidakmampuan untuk memiliki anak setelah satu tahun berhubungan seksual tanpa kontrasepsi. Dewasa ini infertilitas semakin banyak dijumpai, baik pada laki-laki maupun perempuan. Seiring dengan semakin tingginya angka infertilitas, maka cara individu dalam menyikapi fenomena infertilitas akan berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan sikap laki-laki dan perempuan terhadap infertilitas. Subjek penelitian berjumlah 369 mahasiswa Universitas Diponegoro (182 laki-laki; 187 perempuan) yang berusia antara 19-22 tahun. Penelitian dilakukan di Fakultas Teknik jurusan Teknik Mesin, Fakultas Kesehatan Masyarakat jurusan Kesehatan Lingkungan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan jurusan Ilmu Kelautan dan Fakultas Kedokteran program studi Ilmu Keperawatan Universitas Diponegoro. Pemilihan subjek dilakukan dengan teknik cluster sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Skala Sikap terhadap Infertilitas (22 aitem valid; α = 0,863). Hasil analisis data menggunakan Independent Sample T Test menunjukkan adanya perbedaan sikap terhadap infertilitas antara mahasiswa laki-laki dan perempuan (t(250) =2,958; p = 0,003). Pada mahasiswa yang menjadi subjek penelitian ini, laki-laki memiliki sikap yang lebih positif terhadap infertilitas daripada perempuan.
HUBUNGAN KONGRUENSI KARIR DENGAN ORANG TUA DAN KEMATANGAN KARIR PADA SISWA KELAS XI SMK NEGERI 7 SEMARANG MILLA FAUZIAH CANDRA; Dian Ratna Sawitri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.485 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.19998

Abstract

Competition of an increasingly advanced work world there are also more qualified human resources. This makes SMK students need to increase the ability to be able to compete in the work. Therefore, it is important for students of vocational school to get career maturity. This study aims to determine the relationship between adolescent career congruence-parents with career maturity in students of class XI SMK N 7 Semarang. The hypothesis in this study there is a significant positive relationship between the perceived career congruence of adolescent-parents and career maturity. The population in this study were students of class XI SMK N 7 Semarang spread in 8 classes with the number of research samples of 275 students, using cluster random sampling technique. Data collection using Maturity Career Scale (35 valid items, α = .91) and The Adolescent-Parents Career Congruence Scale (12 valid items, α = .89) which have been tested on 138 students. Simple regression analysis showed a significant positive relationship between adolescent-parent career congruence with career maturity, with rxy value = .54 (p <.001). The higher the level of congruence of adolescents-parents, the higher the maturity of student career, and vice versa. The perceived career congruence of adolescent-parents provide effective contribution of 29% on career maturity, while 71% is owned by other factors. Further research is expected to conduct a joint search, so that can enrich the results of further research. In addition, students and parents are expected to work together in realizing career goals that match the interests, talents and abilities of students. 
HUBUNGAN ANTARA BODY IMAGE DENGAN PENYESUAIAN DIRI PADA REMAJA PRIA YANG MELAKUKAN LATIHAN FITNESS Musba, Elsadi; Abidin, Zaenal
Empati Vol 3, No 2 (2014): Empati Fak. Psikologi
Publisher : Empati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.268 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara body image dengan penyesuaian diri pada remaja pria yang melakukan latihan fitness. Subjek penelitian berjumlah 100 remaja pria yang melakukan latihanfitness. Teknik pengambilan subjek menggunakan teknikincidental. Pengumpulan data menggunakan skala body image (26 aitem valid dengan α= 0,880) dengan aspek antara lain adalah evaluasi penampilan, orientasi penampilan, kepuasan area tubuh, kecemasan menjadi gemuk, pengkategorian ukuran tubuh.Skala penyesuaian diri (26 aitem valid dengan α=0,832) dengan aspek antara lain adalah kemampuan mengontrol emosionalitas yang berlebihan, kemampuan mengatasi mekanisme psikologis, kemampuan mengatasi perasaan frustrasi diri, pertimbangan rasional dan kemampuan mengarahkan diri, kemampuan untuk belajar dan memanfaatkan pengalaman masa lalu, dan sikap realistik dan objektif. Skala tersebut telah diujicobakan pada 110 remaja pria yang melakukan latihanfitness.Uji normalitas menggunakan teknik Kolmogorov Smirnov terhadap variabel body image sebesar 0,651 dengan nilai p=0,791 (P>0,05). Variabel penyesuaian diri sebesar 0,851 dengan nilai p=0,463 (P>0,05). Hal tersebut menunjukkan bahwa sebaran data kedua variabel tersebut memiliki distribusi normal. Hasil uji linieritas menunjukkan nilai koefisien F=44,195 dan p=0,000 (p<0,05). Hal tersebut mengandung arti bahwa hubungan antara kedua variabel penelitian adalah linier. Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan angka koefisien sebesar  0,558 dengan p = 0,000 (p<0,05).Hal tersebut mengandung arti bahwa hipotesis penelitian dapat diterima. Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara body image dengan penyesuaian diri pada remaja pria yang melakukan latihan fitness. Artinya, semakin positif body image, maka semakin tinggi penyesuaian diri. Sebaliknya, semakin negatif body image, maka semakin rendah penyesuaian diri.Body image memberikan sumbangan efektif sebesar 31,1% terhadap penyesuaian diri remaja pria yang melakukan latihan fitness.
HUBUNGAN ANTARA MINAT BERWIRAUSAHA DENGAN SELF-REGULATED LEARNING PADA MAHASISWA FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNIVERSITAS DIPONEGORO Amad Saptono; Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.62 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.21686

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menguji hubungan antara minat berwirausaha dengan self-regulated learning pada Mahasiswa Fakultas Ekonomika Universitas Diponegoro. Self-regulated learning adalah kemampuan individu dalam mengatur, merencanakan, memotivasi diri sendiri dan mampu menentukan perilaku yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan, melakukan usaha-usaha untuk memahami materi yang diajarkan serta memanfatkan lingkungan sekitar untuk mencapai target pembelajaran. Sedangkan minat berwirausaha adalah keinginan, ketertarikan serta kesediaan untuk bekerja keras atau berkemauan keras untuk berdikari atau berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa merasa takut dengan resiko yang akan terjadi. Hipotesis yang diajukan oleh peneliti adalah ada hubungan positif yang signifikan antara minat berwirausaha dengan self-regulated learning pada Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Populasi pada penelitian ini yaitu mahasiswa Jurusan Manajemen angkatan 2015 sebanyak 233 orang dengan sampel penelitian berjumlah 145 orang. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel convinience sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala Likert yang terdiri dari Skala Minat berwirausaha (63 aitem, α = 0,968) dan Skala Self-regulated learning (23 aitem, α = 0,870). Hasil analisis regresi linier menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara minat berwirausaha dan self-regulated learning r = 0,001 (p < 0,05). Artinya, semakin tinggi minat berwirausaha maka semakin tinggi self-regulated learning. Minat berwirausaha memberikan sumbangan efektif sebesar 6,9% terhadap self-regulated learning. Hasil penelitian ini bermanfaat bagi para pendidik sebagai referensi dalam meningkatkan self-regulated learning sehingga berdampak pada aktivitas belajar mahasiswa.
HUBUNGAN DUKUNGAN ORANG TUA DAN EFIKASI DIRI KEPUTUSAN KARIR SISWA KELAS XIII SMK NEGERI 7 SEMARANG Vemita Sinantia; Dian Ratna Sawitri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2015.12973

Abstract

Dukungan orang tua diartikan sebagai dukungan dari orang tua berupa bantuan instrumental, pembelajaran, persuasi sosial, dan rangsangan emosional yang dirasakan individu mengenai hal-hal yang terkait dengan kegiatan akademik serta karir, yang berpeluang membawa konsekuensi positif terhadap karir individu. Efikasi diri keputusan karir diartikan sebagai keyakinan individu dalam mengambil keputusan-keputusan yang berkaitan dengan karir, yang ditandai dengan keyakinan individu untuk melakukan penilaian diri, mencari informasi pekerjaan, melakukan seleksi tujuan, perencanaan, dan pemecahan masalah dalam hal karir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan antara dukungan orang tua dan efikasi diri keputusan karir pada siswa kelas XIII SMK Negeri 7 Semarang. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XIII SMK Negeri 7 Semarang. Sampel penelitian berjumlah 220 siswa dengan teknik pengambilan sampel convenience sampling. Pengambilan data menggunakan Skala Efikasi Diri Keputusan Karir (38 item valid; α = .94) dan Skala Dukungan Orang Tua (47 item valid; α = .96) yang telah diujicobakan pada 80 siswa kelas XIII SMK Negeri 7 Semarang. Data yang diperoleh berdasarkan hasil analisis korelasi sederhana menunjukkan nilai koefisien korelasi antara dukungan orang tua dengan efikasi diri keputusan karir rxy = .50 dengan p = .00 (p < .01). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti, yaitu ada hubungan positif antara dukungan orang tua dengan efikasi diri keputusan karir pada siswa SMK kelas XIII dapat diterima. Penelitian selanjutnya diharapkan lebih mempertimbangkan waktu penelitian untuk mempermudah proses pengambilan data pada subjek yang sama. 
HUBUNGAN ANTARA KONTROL DIRI DENGAN INTENSITAS BERMAIN GAME ONLINE PADA MAHASISWA PEMAIN GAME ONLINE DI GAME CENTER X SEMARANG Ferry Hernoyo Budhi; Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.268 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15382

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dengan intensitas bermain game online pada mahasiswa pemain game online di game center X Semarang. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa yang bermain game online di game center X Semarang. Sampel penelitian berjumlah 70 orang yang dipilih menggunakan teknik convenient sampling. Pengumpulan data menggunakan dua buah skala psikologi, yaitu skala intensitas bermain game online (45 aitem valid dengan α= 0,944) dan skala kontrol diri (20 aitem valid dengan α= 0,878). Data yang diperoleh berdasarkan hasil analisis Spearmant-Brown menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar -0,817 dengan p=0,00 (p<0,01). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti, yaitu terdapat hubungan negative antara kontrol diri dengan intensitas bermain game online pada mahasiswa pemain game online di game center X Semarang dapat diterima. Nilai koefisien korelasi negative menunjukkan bahwa arah hubungan kedua variable adalah negatif, artinya semakin tinggi kontrol diri maka akan semakin rendah intensitas bermain game online.
GAMBARAN KOMUNIKASI DALAM KELUARGA PADA REMAJA MENGONSUMSI MINUMAN ALKOHOL Meyra Filus; Endang Sri Indrawati; Dini Ratri D.
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.665 KB) | DOI: 10.14710/empati.2013.7366

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam tentang gambaran komunikasi dalam keluarga, faktor-faktor yang mempengaruhi serta dampak-dampak meminum alkohol. Pertanyaan penelitian yang diajukan adalah bagaimana gambaran komunikasi dalam keluarga pada remaja mengonsumsi minuman alkohol, faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi dalam keluarga pada remaja yang mengonsumsi minuman alkohol dan dampak-dampak yang ditimbulkan akibat meminum alkohol. Karakteristik subjek sesuai dengan tujuan penelitian adalah seorang remaja yang berusia 12-21 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yaitu dengan menggunakan metode desckriptive. Pendekatan kuantitatif ini dilakukan untuk mengembangkan pemahaman dalam mengetahui suatu gambaran dibalik peristiwa, dan latar belakang yang terjadi tersebut sedangkan tehnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode skala psikologi. Faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi dalam keluarga pada remaja yang mengonsumsi minuman beralkohol antara lain keterbukaan, kejujuran, kepercayaan, mendengarkan, empati, dan sikap suportif.Gambaran komunikasi dalam keluarga merupakan penyesuaian remaja terhadap norma dengan berperilaku sama dengan kelompok teman sebaya disebut konformitas dan besarnya pengaruh lingkungan atau kelompok tersebut sampai pada pemberian norma tingkah laku oleh kelompok. Bagi remaja yang kecenderungan kuat untuk masuk kelompok maka pengaruh pemberian norma oleh kelompok tersebut akan berdampak pada timbulnya konformitas yang kuat. Kondisi demikian akan membuat remaja cenderung untuk lebih menyesuaikan diri dengan norma kelompok agar mendapatkan penerimaan dan menghindari penolakan
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL ORANGTUA DENGAN REGULASI EMOSI PADA SISWA KELAS VIII MTSN BAWU JEPARA Lisa Riskiana; Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.714 KB) | DOI: 10.14710/empati.2019.23577

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial orangtua dengan regulasi emosi pada siswa kelas VIII MTsN Bawu Jepara. Regulasi emosi adalah usaha yang dilakukan secara sadar atau tidak sadar dalam memonitor, mengevaluasi, dan memodifikasi emosi, sehingga mampu mengekspresikan emosi sesuai dengan lingkungannya. Dukungan sosial orangtua adalah persepsi seorang anak terhadap dukungan sosial yang diterima dari orangtua secara moril serta materil dimana dukungan tersebut membuat anak merasa berharga dan dicintai oleh orangtuanya. Populasi penelitian yaitu siswa-siswi aktif kelas VIII MTsN Bawu Jepara dengan usia 12 hingga 15 tahun dan tinggal bersama kedua orangtua lengkap dirumah, dari karakteristik tersebut didapat subjek penelitian sebanyak 124 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling Pengumpulan data menggunakan Skala Dukungan Sosial Orangtua (44 aitem, α =  0,904) dan Skala Regulasi Emosi (30 aitem, α = 0,935). Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial orangtua dengan regulasi emosi (rᵪᵧ = 0,471; p = 0,000). Semakin positif dukungan sosial yang diterima oleh siswa, maka regulasi emosi yang dimiliki semakin tinggi. Begitu juga sebaliknya, semakin negatif dukungan sosial yang diterima oleh siswa, maka regulasi emosi pada siswa juga semakin rendah. Dukungan sosial orangtua memberikan sumbangan efektif sebesar 22.2% terhadap regulasi emosi siswa.
PENGALAMAN BERMEDIA SOSIAL PADA PRIA PELAKU HUBUNGAN SEKSUAL DI LUAR PERNIKAHAN: Studi Kualitatif Fenomenologis Tantriana Saraswati; Achmad Mujab Masykur
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2015.14736

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman apa saja yang dirasakan oleh pria pelaku hubungan seksual selama menggunakan media sosial. Subjek yang dipergunakan dalam penelitian adalah 3 sampel,  dan dilakukan di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan perspektif fenomenologis, untuk metode pengumpulan data penelitian ini menggunakan wawancara, materi audio. Metode analisis data yang digunakan menggunakan definisi fenomena individu, untuk memverifikasi data digunakan standar kredibiltas, standar dependabilitas dan standar konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku hubungan seksual di luar pernikahan tidak hanya di dorong oleh komunitas individu, rasa penasaran, rasa kesepian, dan keinginan untuk mendapatkan sensasi yang berbeda dalam melakukan hubungan seksual, namun faktor media sosial dapat berpengaruh besar terhadap individu dengan adanya perkembangan media sosial membuat seseorang mendapatkan informasi tentang hal pornografi, melalui media sosial semakin mudah untuk saling bertukar informasi tentang pornografi sehingga mendorong seseorang melakukan hubungan seksual, sebab dengan semakin banyak informasi tentang pornografi membuat seseorang semakin penasaran dan berkeinginan untuk mencoba melakukannya.
DAMPAK PELATIHAN REGULASI EMOSI ANAK (REMONA) TERHADAP PERILAKU DISRUPTIF PADA SISWA KELAS I SD KY AGENG GIRI MRANGGEN KABUPATEN DEMAK AMALIA, SITI; Ediati, Annastasia
Empati Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017
Publisher : Empati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.556 KB)

Abstract

This study aims to determine the impact of training "REMONA" regulation of emotion of children against disruptive behavior in class I elementary school Ky Ageng Giri. This research method uses pre-experimental design of the one group prestest posttest design that is research using one group of research sample and conducted measurement or observation (pre and posttest design) before and after given treatment. Subjects in this study that is all students class I SD Ky Ageng Giri as many as 32 children. Sampling technique in this research is saturated sampling, the entire population is sampled. Data analysis on the research using Paired Sample T-test The results showed that "REMONA" training was significantly effective in reducing disruptive behavior in grade I students of elementary school Ky Ageng Giri with disruptive behavior score score score before "REMONA" training (Mpretest = 18,78 ; SDpretest = 14,397) and after training (MposttestI = 10.31; SDposttestI = 7,168) with p <0.001. Even evaluated after one week, training "REMONA" remained effective in reducing disruptive behavior (MposttestII = 10.03; SDposttestII = 6,684).   

Page 4 of 138 | Total Record : 1376


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 6, Tahun 2024 (Desember2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 5, Tahun 2024 (Oktober 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 4, Tahun 2024 (Agustus 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 3, Tahun 2024 (Juni 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 2, Tahun 2024 (April 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 1, Tahun 2024 (Februari 2024) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 6, Tahun 2023 (Desember 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 5, Tahun 2023 (Oktober 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 4, Tahun 2023 (Agustus 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 3, Tahun 2023 (Juni 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 2, Tahun 2023 (April 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 1, Tahun 2023 (Februari 2023) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 6, Tahun 2022 (Desember 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 5, Tahun 2022 (Oktober 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 4, Tahun 2022 (Agustus 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 3, Tahun 2022 (Juni 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 2, Tahun 2022 (April 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 1, Tahun 2022 (Februari 2022) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 5, Tahun 2021 (Oktober 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 6, Tahun 2021 (Desember 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 4, Tahun 2021 (Agustus 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 3, Tahun 2021 (Juni 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 (April 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 (Februari 2021) Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 06, Desember 2021 Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 05, Oktober 2021 Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 6, Tahun 2020 (Desember 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 5, Tahun 2020 (Oktober 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 (Agustus 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 (Juni 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 (April 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 (Februari 2020) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 (Oktober 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 (Agustus 2019) Jurnal Empati, Volume 9, Nomor 1, Februari 2020 Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 (April 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019) Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 3, Agustus 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 2, April 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018) Jurnal Empati, Volume 7, Nomor 4, Oktober 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 3, Agustus 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 2, April 2018 Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017) Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017 Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 (April 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015) Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015 Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015) Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014) Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014 Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014) Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014) Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 (Januari 2014) Vol 3, No 2 (2014): Empati Fak. Psikologi Vol 3, No 1 (2014): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 (April 2013) Vol 2, No 4 (2013): Empati Fak. Psikologi Vol 2, No 3 (2013): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 (Oktober 2012) More Issue