cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalempati@live.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof Soedarto SH Tembalang Semarang Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal EMPATI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 2337375X     EISSN : 28291859     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 1,454 Documents
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN BENTO KOPI TEMBALANG SEMARANG Rafael Putranto; Farhan Santoso; Rifdhani Puruhita; Danendra Mahardika
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 5, Tahun 2024 (Oktober 2024)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2024.46700

Abstract

Perkembangan industri cafe yang semakin kompetitif menuntut pelaku bisnis untuk memiliki kualitas pelayanan yang baik. Kualitas pelayanan memegang peranan penting dalam menciptakan pengalaman pelanggan yang memuaskan dan membangun loyalitas pelanggan jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kualitas pelayanan pada Bento Kopi Tembalang Semarang. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriptif dengan menggunakan teknik analisis distribusi frekuensi dan nilai mean. Alat ukur SERVQUAL dari Yanottama (2020) dengan 21 item diadaptasi untuk menjadi instrumen dalam penelitian ini. Dari penyebaran alat ukur melalui google form diperoleh responden sebanyak 46 yang mengisi. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa dimensi dengan nilai tertinggi yakni dimensi Assurance (X̅=3,337). Secara keseluruhan, nilai rata-rata dari lima dimensi adalah 3,20. Hal ini menunjukkan bahwa Bento Kopi Tembalang memiliki kualitas pelayanan yang tinggi.
PENDALAMAN ADIKSI INTERNET PADA REMAJA DALAM KAITAN HIERARKI KEBUTUHAN MASLOW Jessica Pramesti Pranoto; Felix Handani
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 4, Tahun 2024 (Agustus 2024)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2024.46698

Abstract

Pada masa kini, internet sudah bukan menjadi hal yang baru dan asing. Internet telah menjadi alat yang sangat penting bagi manusia dalam mempermudah berbagai aktivitas sehari-hari serta membantu menemukan dan melakukan hal-hal baru. Akan tetapi, tidak dapat dipungkiri bahwa masih banyak remaja yang menyalahgunakan internet dan menganggap internet bukan hanya sebagai alat, melainkan sebagai bagian dari dirinya. Peneliti menggunakan teori Griffiths untuk menganalisis gejala adiksi yang muncul pada subyek, kemudian mengaitkannya dengan teori kebutuhan Maslow. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode wawancara mendalam (depth interview), kuisioner, dan juga self recording untuk mendapatkan data yang lebih akurat. Subyek penelitian merupakan mahasiswi di Kota Surabaya yang memiliki kecanduan dalam penggunaan internet. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan adiksi internet pada remaja dengan mengaitkan temuan tersebut dengan hierarki kebutuhan Maslow, sehingga dapat memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai fenomena ini.
PENGEMBANGAN ALAT UKUR CAPACITY TO LOVE Alvelino Ilham Frederick; Faris Adlan Hafidh; Diah Zaleha Wyandini; Ghinaya Ummul Mukminin
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 6, Tahun 2024 (Desember2024)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2024.48879

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengadaptasi dan menguji validitas serta reliabilitas Capacity to Love Inventory (CTL-I) versi bahasa Indonesia. Alat ukur ini mengukur kapasitas individu untuk membangun dan mempertahankan hubungan romantis yang penuh komitmen. Partisipan  dalam penelitian ini berjumlah 226 (100 laki-laki, 126 perempuan). Untuk menguji alat ukur ini peneliti menggunakan analisis korelasi item total dan analisis faktor eksploratori dan uji reliabilitas. Hasil uji statistik menunjukan bahwa hasil analisis faktor menunjukkan tiga faktor utama yang konsisten dengan teori Kapusta dkk. (2018), dengan nilai Kaiser-Meyer-Olkin (KMO) sebesar 0,858 dan Cronbach’s Alpha yang meningkat dari 0,872 menjadi 0,910 setelah penghapusan item yang tidak valid. Adaptasi alat ukur ini menunjukkan validitas dan reliabilitas yang baik dan relevan dengan konteks budaya Indonesia. Dengan hasil ini maka dapat memberikan kontribusi penting dalam mengukur kapasitas individu untuk membangun dan mempertahankan hubungan romantis yang penuh komitmen di Indonesia.
PENGGUNAAN AI PADA MAHASISWA PSIKOLOGI DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN MENTAL Rakhmad Fadhillah; Bella Dwi Lestari
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 4, Tahun 2024 (Agustus 2024)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2024.46723

Abstract

Salah satu produk yang muncul dari perkembangan IPTEK selain internet yaitu munculnya berbagai jenis artificial intelligence atau AI dengan fungsinya masing-masing. Munculnya AI saat ini dapat memberikan berbagai dampak, khususnya kepada mahasiswa. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan AI pada mahasiswa psikologi di Universitas Muhammadiyah Bandung dalam meningkatkan kesehatan mental. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan penelitian kualitatif dengan metode penelitian studi kasus. Partisipan yang digunakan yaitu 3 orang mahasiswa dan mahasiswi psikologi di Universitas Muhammadiyah Bandung dengan pengumpulan data melalui proses wawancara secara terstruktur. Analisis data dilakukan dengan melalui beberapa tahapan, yaitu mereduksi, mengklasifikasi dan membuat kesimpulan. Hasil dalam penelitian ini yaitu penggunaan AI pada mahasiswa dapat digunakan untuk mempermudah suatu pekerjaan seperti menjadikan tugas-tugas perkuliahan lebih mudah dan cepat untuk diselesaikan. Selain itu, AI dapat menjadi salah satu media untuk meningkatkan kesehatan mental melalui informasi yang dapat diberikan oleh AI dan media untuk mendiagnosis gangguan tertentu. Namun, penggunaan AI dalam meningkatkan kesehatan mental juga dapat memberikan dampak lain seperti munculnya ketergantungan pada AI, menurunnya interaksi sosial hingga munculnya perilaku self diagnose yang dapat berdampak buruk karena informasi yang diberikan oleh AI yang sepenuhnya tidak dapat dipercaya.
PERILAKU POLITIK DAN INTENSI MEMILIH PADA MAHASISWA: STUDI PSIKOLOGI POLITIK DALAM PEMILIHAN GUBERNUR JAWA TENGAH 2024 Muhammad Zulfa Alfaruqy
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 5, Tahun 2024 (Oktober 2024)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2024.48042

Abstract

Mahasiswa merupakan elemen penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dalam konteks pemilihan umum kepala daerah. Salah satu daerah yang menyelenggarakan pemilihan umum adalah Jawa Tengah, provinsi dengan populasi besar di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perilaku politik dan intensi untuk menggunakan hak pilih pada mahasiswa dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan melibatkan 500 mahasiswa (Musia = 19.01) yang berasal dari tiga belas Daerah Pemilihan (Dapil). Data dikumpulkan melalui survei kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memperoleh informasi seputar Pilgub Jawa Tengah dari dua sumber utama, yaitu orang terdekat (orangtua dan teman) serta media sosial. Perilaku politik mahasiswa bersentuhan erat dengan kedua sumber tersebut, antara lain menyimak berita dan kampanye di media sosial serta mendiskusikan pasangan calon (paslon) dan isu-isu seputar Pilgub dengan orang terdekat. Sebanyak 87,60% mahasiswa menunjukkan intensi untuk menggunakan hak pilih pada 27 November 2024. Hal yang mendorong intensi tinggi dalam menggunakan hak pilih adalah dorongan menggunakan hak sekaligus memenuhi kewajiban sebagai warga negara; sikap positif terhadap kepala daerah yang kompeten dan kemakmuran Jawa Tengah; serta keyakinan untuk dapat berkontribusi. Di sisi lain, sejumlah mahasiswa menunjukkan intensi untuk tidak menggunakan hak pilih dengan alasan lokasi tempat pemilihan yang jauh, informasi tentang paslon yang minim, serta ketidakcocokan dengan paslon yang berkompetisi. Dalam konteks negara flawed democracy dengan budaya kolektif seperti Indonesia, penelitian ini menegaskan peran sentral lingkungan sosial, baik secara luring maupun daring, dalam meningkatkan intensi keterlibatan politik mahasiswa.
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS PELAYANAN (SERVQUAL) DENGAN PLANNED BEHAVIOUR DI MIE GACOAN SETIABUDI SEMARANG Abidah Salma Shalihah; Hasna Luthfia Zaim
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 5, Tahun 2024 (Oktober 2024)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2024.46660

Abstract

Kualitas pelayanan adalah kunci keberhasilan restoran seperti Mie Gacoan. Dengan menu mie pedas yang populer, mereka perlu memastikan layanan memenuhi atau melebihi harapan pelanggan untuk mempertahankan dan memperluas basis pelanggan. Kualitas pelayanan yang baik meningkatkan kepuasan dan niat perilaku positif pelanggan, seperti kembali atau merekomendasikan kepada orang lain, yang dikenal dengan planned behavior. Penelitian ini menguji hubungan antara kualitas pelayanan (service quality) dan niat pelanggan (planned behavior)pelanggan di Mie Gacoan Setiabudi Semarang. Metode yang dilakukan adalah metode kuantitatif dengan menyebarkan skala kuesioner service quality dan planned behavior yang disebar melalui sosial media dengan total jumlah 60 sampel. Data yang terkumpul kemudian diuji menggunakan uji deskriptif, uji reliabilitas, uji asumsi (uji linieritas dan uji normalitas) dan uji korelasi. Hasil menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif di antara kedua variabel dengan nilai p-value <0,001, yang mana nilai tersebut di bawah 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel service quality dengan planned behavior.
HUBUNGAN ANTARA PARASOCIAL RELATIONSHIP DENGAN KESEPIAN PADA REMAJA PENGGEMAR K-POP Aminatus Shaleha; Dyah Puspita Salsa Wiyanita; Haani Keyza Grimonia
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 3, Tahun 2025 (Juni 2025)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2025.42055

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara parasocial relationship dan kesepian pada remaja penggemar K-Pop. Parasocial relationship didefinisikan sebagai ikatan keintiman yang berkembang antara penggemar dan tokoh media melalui interaksi berkelanjutan dengan tokoh media tersebut seiring waktu. Sementara kesepian merujuk pada ketidaksesuaian dalam hubungan interpersonal, yang dapat menghasilkan pengalaman subjektif yang tidak menyenangkan, seperti perasaan sedih, keputusasaan, dan kekosongan. Metode sampling yang digunakan adalah simple random sampling, dengan populasi remaja penggemar K-Pop di Pulau Jawa dan sampel penelitian sebanyak 52 responden. Alat pengumpulan data melibatkan penggunaan Skala CPPI untuk mengukur perilaku parasocial relationship dan Skala UCLA Loneliness ver. 3 untuk mengukur variabel kesepian, keduanya terdiri dari 20 item. Analisis data menunjukkan hasil korelasi (r) sebesar 0.231. Meskipun demikian, p-value sebesar 0.099 melebihi tingkat signifikansi 0.05, mengindikasikan bahwa korelasi antara parasocial relationship dan kesepian tidak mencapai tingkat signifikansi statistik yang diperlukan dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA PET-ATTACHMENT DENGAN KUALITAS HIDUP PADA DEWASA MUDA YANG MEMILIKI ANJING PELIHARAAN Theresa Nadine Wijaya; Agoes Dariyo
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 15, Nomor 01, Tahun 2026 (Februari 2026)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2026.54441

Abstract

Dewasa muda merupakan tahap di mana individu mengalami peran-peran baru, sekaligus menghadapi tekanan psikologis yang cukup besar, sehingga hal ini meningkatkan kebutuhan akan dukungan sosial yang dapat berperan untuk meningkatkan kualitas hidup individu. Kualitas hidup merupakan sebuah konsep yang subjektif, dan dapat berubah-berubah setiap waktu. Pet-Attachment salah satu sumber dukungan yang kurang disadari oleh individu-individu. Pet-Attachment merupakan sebuah ikatan antara pemilik hewan peliharaan dengan hewan peliharaanya. Disebutkan di berbagai studi bahwa terdapat banyak dampak positif, namun juga terdapat dampak negatif akan pet-attachment. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara pet-attachment dengan kualitas hidup pada dewasa muda yang memiliki anjing peliharaan. Studi ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan partisipan penelitian sebanyak 144 individu yang memiliki anjing peliharaan. Kualitas hidup diukur dengan WHOQOL-BREF, dan pet-attachment diukur dengan PALS. Hasil korelasi penelitian menunjukan bahwa terdapat korelasi antara pet-attachment dengan kualitas hidup sebesar r = 0,317 (p = 0,000, p < 0,01), dengan sumbangsih sebanyak 10% pada kualitas hidup. Ini menunjukan bahwa semakin tinggi tingkat pet-attachment, maka semakin tinggi pula kualitas hidup dewasa muda yang memiliki anjing peliharaan. Penelitian ini menemukan bahwa pet-attachment menjadi sumber dukungan ekstra bagi individu yang telah mendapatkan dukungan sosial dari manusia yang cukup.
HUBUNGAN ANTARA PARASOCIAL RELATIONSHIP DENGAN KESEPIAN PADA REMAJA PENGGEMAR K-POP Aminatus Shaleha; Dyah Puspita Salsa Wiyanita; Haani Keyza Grimonia
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 1, Tahun 2025 (Februari 2025)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2025.52520

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara parasocial relationship dan kesepian pada remaja penggemar K-Pop. Parasocial relationship didefinisikan sebagai ikatan keintiman yang berkembang antara penggemar dan tokoh media melalui interaksi berkelanjutan dengan tokoh media tersebut seiring waktu. Sementara kesepian merujuk pada ketidaksesuaian dalam hubungan interpersonal, yang dapat menghasilkan pengalaman subjektif yang tidak menyenangkan, seperti perasaan sedih, keputusasaan, dan kekosongan. Metode sampling yang digunakan adalah simple random sampling, dengan populasi remaja penggemar K-Pop di Pulau Jawa dan sampel penelitian sebanyak 52 responden. Alat pengumpulan data melibatkan penggunaan Skala CPPI untuk mengukur perilaku parasocial relationship dan Skala UCLA Loneliness ver. 3 untuk mengukur variabel kesepian, keduanya terdiri dari 20 item. Analisis data menunjukkan hasil korelasi (r) sebesar 0.231. Meskipun demikian, p-value sebesar 0.099 melebihi tingkat signifikansi 0.05, mengindikasikan bahwa korelasi antara parasocial relationship dan kesepian tidak mencapai tingkat signifikansi statistik yang diperlukan dalam penelitian ini.
MENGURAI STRES AKADEMIK MAHASISWA: KOMBINASI REGULASI EMOSI DAN DUKUNGAN SOSIAL Aliza Nurvalita Putri; Siti Nurlaila; Hadi Pranoto
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 4, Tahun 2025 (Agustus 2025)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2025.53349

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan pengendalian emosi dengan stres akademik pada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Metro. Penelitian ini menggabungkan strategi korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Sebanyak 40 peserta dalam sampel dipilih secara acak, dan mereka terdaftar dalam program studi Teknik Mesin. Alat pengumpulan data meliputi skala dukungan sosial berdasarkan teori Sarafino, skala stres akademik berdasarkan Student Academic Stress Scale (SASS) Busari, dan skala regulasi emosi berdasarkan teori Gross. Dengan nilai signifikansi 0,004 (p ˂ 0,05) untuk regulasi emosi dan 0,010 (p ˂ 0,05) untuk dukungan sosial, temuan analisis menunjukkan hubungan negatif yang kuat antara stres akademik dan dukungan sosial. Selain itu, stres akademik mahasiswa secara signifikan dipengaruhi oleh dukungan sosial dan regulasi emosi secara bersamaan, dengan nilai signifikansi 0,001 (p ˂ 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa tingkat stres akademik yang dilaporkan siswa menurun seiring dengan peningkatan kemampuan regulasi emosi dan dukungan sosial yang lebih besar. Signifikansi dukungan sosial dan kontrol emosi sebagai penyangga stres akademik di lingkungan perguruan tinggi didukung oleh penelitian ini.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Jurnal Empati: Volume 15, Nomor 01, Tahun 2026 (Februari 2026) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 6, Tahun 2025 (Desember 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 5, Tahun 2025 (Oktober 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 4, Tahun 2025 (Agustus 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 3, Tahun 2025 (Juni 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 2, Tahun 2025 (April 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 1, Tahun 2025 (Februari 2025) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 6, Tahun 2024 (Desember2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 5, Tahun 2024 (Oktober 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 4, Tahun 2024 (Agustus 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 3, Tahun 2024 (Juni 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 2, Tahun 2024 (April 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 1, Tahun 2024 (Februari 2024) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 6, Tahun 2023 (Desember 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 5, Tahun 2023 (Oktober 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 4, Tahun 2023 (Agustus 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 3, Tahun 2023 (Juni 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 2, Tahun 2023 (April 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 1, Tahun 2023 (Februari 2023) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 6, Tahun 2022 (Desember 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 5, Tahun 2022 (Oktober 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 4, Tahun 2022 (Agustus 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 3, Tahun 2022 (Juni 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 2, Tahun 2022 (April 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 1, Tahun 2022 (Februari 2022) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 5, Tahun 2021 (Oktober 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 6, Tahun 2021 (Desember 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 4, Tahun 2021 (Agustus 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 3, Tahun 2021 (Juni 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 (April 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 (Februari 2021) Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 06, Desember 2021 Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 05, Oktober 2021 Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 6, Tahun 2020 (Desember 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 5, Tahun 2020 (Oktober 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 (Agustus 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 (Juni 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 (April 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 (Februari 2020) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 (Oktober 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 (Agustus 2019) Jurnal Empati, Volume 9, Nomor 1, Februari 2020 Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 (April 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019) Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 3, Agustus 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 2, April 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018) Jurnal Empati, Volume 7, Nomor 4, Oktober 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 3, Agustus 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 2, April 2018 Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017 Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 (April 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016) Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015 Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015) Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014) Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014) Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014) Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 (Januari 2014) Vol 3, No 2 (2014): Empati Fak. Psikologi Vol 3, No 1 (2014): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 (April 2013) Vol 2, No 4 (2013): Empati Fak. Psikologi Vol 2, No 3 (2013): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 (Oktober 2012) More Issue