cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalempati@live.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof Soedarto SH Tembalang Semarang Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal EMPATI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 2337375X     EISSN : 28291859     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 1,454 Documents
KONFORMITAS TEMAN SEBAYA DAN PERILAKU BULLYING PADA SISWA KELAS XI IPS Yasinta Amalia Febriyani; Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.518 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15080

Abstract

Perilaku bullying di Indonesia tercatat sebesar 43,7% untuk tingkat SMA dengan kategori tertinggi berupa kekerasan psikologis (pengucilan). Peringkat kedua ditempati kekerasan verbal (mengejek) dan terakhir adalah kekerasan fisik (memukul). Perilaku bullying diantaranya disebabkan oleh konformitas teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan konformitas teman sebaya dengan perilaku bullying pada siswa kelas XI IPS SMA Negeri 6 Semarang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Simple random sampling dan didapat sampel sebanyak 119 siswa. Metode penggalian data dengan menggunakan dua skala psikologi. Skala perilaku bullying dengan 21 aitem valid (α = 0,873) dan skala Konformitas Teman Sebaya dengan 20 aitem valid (α = 0,861). Analisis data menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi rxy= 0,448 dengan p = 0,000 (p<0,01) yang berarti ada hubungan positif yang signifikan antara konformitas teman sebaya dengan perilaku bullying, semakin tinggi konformitas teman sebaya maka semakin tinggi perilaku bullying siswa, demikian pula sebaliknya semakin rendah konformitas teman sebaya maka semakin rendah perilaku bullying siswa kelas XI SMA Negeri 6 Semarang. Sumbangan efektif konformitas teman sebaya terhadap perilaku bullying siswa kelas XI IPS SMA Negeri 6 Semarang sebesar 20,1% dan sisanya sebesar 79,9% dijelaskan oleh faktor-faktor lain.
HUBUNGAN ANTARA PSYCHOLOGICAL CAPITAL DENGAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA PRAMUNIAGA PT. X CABANG TANGERANG Theodora, Therry Hana; Ratnaningsih, Ika Zenita
Jurnal EMPATI Jurnal Empati Volume 7, Nomor 2, April 2018
Publisher : Jurnal EMPATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.513 KB)

Abstract

Pramuniaga sebagai garda utama dan menjadi citra dari perusahaan yang bergerak dalam pelayanan barang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara psychological capital  denganorganizational citizenship behavior pada pramuniaga PT. X cabang Tangerang. Psychological capitaladalah sikap individu terhadap keadaan perkembangan psikologis yang positif pada dengan karakteristik memiliki keyakinan diri (self efficacy), dapat membentuk atribusi positif (optimism), menentukan arah dalam mencapai tujuan (hope), dan mampu bertahan dalam usaha mencapai tujuan kesuksesan dalam situasi menyulitkan (resilience).Organizational citizenship behavior merupakan perilaku sukarela individu yang terlepas dari tanggung jawab organisasi dan berdampak pada peningkatan kerja dan pencapaian tujuan organisasi. Subjek penelitian ini adalah pramuniaga PT. X cabang Tangerang. Jumlah sampel pada penelitian ini 66 orang pramuniaga yang didapatkan dengan teknik sampel jenuh. Penelitian ini menggunakan alat ukur Skala Psychological Capital (31 aitem valid, α=0,900) dan Skala Organizational Citizenship Behavior (23 aitem valid, α=0,862). Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara psychological capital dengan organizational citizenship behavior pada pramuniaga PT. Xcabang Tangerang (rxy=0,608; p=0,000, p<0,005). Hipotesis dalam penelitian ini dapat diterima. Sumbangan efektif psychological capital terhadap organizational citizenship behavior sebesar 36,9% dan 63,1% ditentukan oleh faktor yang tidak diukur dalam penelitian ini. Kata kunci: psychological capital;organizational citizenship behavior;pramuniaga; Jurnal Empati; Undip 
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI IKLAN STOP KEKERASAN DENGAN KREATIVITAS MENGHINDARI BULLYING PADA PENGDENGAR SETIA RADIO PRAMBORS JAKARTA Dillo Augustdi Putra; Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2015.12984

Abstract

Pada era globalisasi saat ini, perkembangan radio di Indonesia cukup pesat, yaitu dilihat dengan konsep yang lebih mengacu pada hiburan, penyampaian informasi, berita, atau himbauan melalui program yang ada, salah satu program yang diasumsikan memiliki pengaruh terhadap solidaritas masyarakat pada fenomena sosial adalah iklan stop kekerasan di radio prambors. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara persepsi iklan stop kekerasan dengan kreativitas menghindari bullying pada pendengar setia radio prambors. Populasi penelitian ini yaitu pendengar setia PT. Radio Prambors Jakarta. Sampel penelitian adalah subjek yang telah memiliki karakteristik dengan tujuan penelitian sebanyak 150 pendengar yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan dua buah skala psikologi yaitu Skala Persepsi Iklan Stop Kekerasan (38 aitem valid,  α = 0.943) dan Skala Kreativitas menghindari Bullying (35 aitem valid, α = 0.931). Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi rxy = 0.422 dengan p=0,000 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti, yaitu terdapat hubungan positif antara persepsi iklan stop kekerasan dengan kreativitas menghindari bullying. Semakin positif persepsi iklan stop kekerasan, maka semakin tinggi kreativitas yang dimiliki pendengar setia untuk menghindari bullying dan sebaliknya. Persepsi iklan stop kekerasan memberikan sumbangan efektif sebesar 17.8% terhadap kreativitas menghindari bullying pada pendengar setia Radio Prambors dan sebesar 82.2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN RESILIENSI PADA NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA WANITA SEMARANG Raisa Raisa; Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.142 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15398

Abstract

Resiliensi merupakan kemampuan individu dalam meghadapi dan mengatasi penderitaan atau kesulitan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan resiliensi pada narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Klas IIA Semarang. Populasi penelitian adalah 298 narapidana dan sampel penelitian berjumlah 92 narapidana yang didapatkan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Dukungan Sosial (12 aitem valid, α = 0,923), Skala Brief Resilience (4 aitem valid, α = 0,784) dan skala Connor- Davidson Resilience (23 aitem valid, α = 0,923). Hasil analisis regresi sederhana menunjukan adanya hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial dengan resiliensi pada narapidana (rxy = 0,427; p < 0,001 diukur dengan skala Brief Resilience, maupun skala Connor-Davidson Resilience dengan hasil rxy = 0,448; p < 0,001). Korelasi antara Skala Connor-Davidson Resilience dengan Skala Brief Resilience didapatkan hasil sebesar (rxy =0,579; P< 0,001). Tidak ditemukan perbedaan yang signifikan resiliensi pada narapidana ditinjau dari data demografis subjek. Selain itu, dukungan sosial dari keluarga berkontribusi lebih rendah (8,1%-9,7%) dibandingkan dengan dukungan sosial dari orang lain (15,5%-17,6%).
METODE STORYTELLING DENGAN MENGGUNAKAN PANGGUNG BONEKA TEHADAP KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK USIA 4-5 TAHUN Silmi Kafah; Siswati Siswati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.388 KB) | DOI: 10.14710/empati.2013.7377

Abstract

Bahasa memiliki peran penting bagi kehidupan, khususnya kehidupan sosial. Anak dapat mengungkapkan keinginan, perasaan dan pengalamannya melalui bahasa, sehingga dibutuhkan rangsangan stimulus untuk mengembangkan kemampuan tersebut. Metode storytelling dengan menggunakan panggung boneka diharapkan dapat membantu anak untuk menguasai kemampuan berbahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode storytelling dengan menggunakan panggung boneka terhadap kemampuan berbahasa anak usia 4-5 tahun di PGTK Permata Hati Kid’s School.              Penelitian ini menggunakan desain eksperimen kuasi, yaitu non-randomized pretest-posttest control group design. Subjek penelitian dibagi menjadi dua kelompok secara non-randomized berdasarkan usia dan kelas yang sudah tersedia. Pengambilan data melalui pretest dan posttest. Observasi dilakukan oleh delapan observer dan dua guru sebagai instruktor. Hasil observasi dicatat dengan menggunakan lembar observasi checklist. Subjek penelitian adalah siswa-siswi PGTK Permata Hati Kid’s School Delanggu-Klaten.              Uji asumsi dilakukan dengan teknik kolmogorov-smirnov untuk uji normalitas dan levene’s test untuk uji homogenitas. Uji hipotesis menggunakan independent samples t-test, paired samples t-test, dan analisis deskriptif statistik. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh pemberian metode storytelling dengan menggunakan panggung boneka terhadap kemampuan berbahasa, namun dalam uji independent samples t-test dan uji analisis deskriptif beberapa aspek kemampuan bahasa dapat ditingkatkan, yaitu aspek tata bahasa dan aspek pengucapan fonem. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai signifikansi aspek tata bahasa = 0,002 < 0,05 dan peningkatan nilai rata-rata aspek pengucapan fonem sebesar 0,15.
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS KEHIDUPAN KERJA DENGAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) PADA KARYAWAN BAGIAN CUSTOMER SERVICE PT. GARUDA INDONESIA Felia Kusuma U Dewi; Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.197 KB) | DOI: 10.14710/empati.2019.23588

Abstract

Organizational Citizenship Behavior (OCB) adalah perilaku individu yang bebas dan tidak secara langsung dengan sistem reward dan bertujuan untuk meningkatkan fungsi organisasi secara efektif. Kualitas kehidupan kerja adalah persepsi karyawan terhadap kesejahteraan fisik dan mental di tempat kerja. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas kehidupan kerja dengan OCB pada karyawan bagian customer service PT. Garuda Indonesia. Sampel dalam penelitian ini merupakan karyawan tetap bagian customer service PT. Garuda Indonesia sebanyak 108 karyawan Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik convenience sampling. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dua buah skala, yaitu skala kualitas kehidupan kerja (65 aitem valid dengan α= 0.957) dan skala OCB (32 aitem valid dengan α= 0.913). Berdasarkan analisis regresi sederhana didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas kehidupan kerja dengan OCB (Rxy = 0.796 dengan p = 0.000).  Hasil tersebut menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara kualitas kehidupan kerja dan OCB. Semakin tinggi kualitas kehidupan kerja individu maka semakin tinggi juga OCB.  Selain itu, kualitas kehidupan kerja memberikan sumbangan efektif sebesar 63,4% terhadap OCB.
MEMAHAMI MAKNA MENJADI PRIA METROSEKSUAL Syifa Triswidiastuty; Yohanis Franz La Kahija
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.148 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.14892

Abstract

Tujuan dari penelitian dengan studi fenomenologis ini adalah untuk memahami makna menjadi pria metroseksual. Pria metroseksual diartikan sebagai pria yang hidup di kota besar, memiliki pendapatan sendiri, peduli terhadap penampilan maupun kesehatan dirinya dan menggunakan pakaian yang sesuai dengan tren yang sedang berkembang. Subjek penelitian ini adalah tiga orang pria yang termasuk dalam kategori pria metroseksual. Profesi ketiga subjek antara lain sebagai dosen, pelatih sepak bola, dan penyiar radio. Penemuan subjek dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Penggunaan metode yang digunakan dalam menganalisis adalah dengan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Pendekatan dengan metode IPA dalam proses analisis membantu peneliti untuk memahami dan menjelaskan lebih dalam mengenai proses dan penyebab menjadi pria metroseksual berdasarkan pengalaman yang diceritakan oleh subjek dalam bentuk wawancara dan observasi..Hasil penelitian ini membahas tentang pengalaman menjadi pria metroseksual. Peneliti menemukan setiap subjek memiliki kesamaan dalam proses menjadi pria metroseksual antara lain memperhatikan penampilan, membentuk tubuh ideal, dan mengikuti perkembangan gaya berpakaian. Pengalaman tersebut menjadi kesatuan dalam memahami makna menjadi pria metroseksual.
HUBUNGAN ANTARA IKLIM ORGANISASI DENGAN WORK ENGAGEMENT PADA ANGGOTA SABHARA POLDA JATENG SEMARANG NOERANT, SHANDY OLIVIA; Prihatsanti, Unika
Empati Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017
Publisher : Empati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.02 KB)

Abstract

Work engagement adalah keadaan dimana individu mampu bekerja dengan mengekspresikan dirinya menggunakan energi dan kekuatan dalam menyelesaikan pekerjaan. Iklim organisasi adalah penilaian anggota organisasi tentang lingkungan kerja yang diberikan organisasi kepada anggota yang akan mempengaruhi perilaku dan kinerja organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara work engagement dengan iklim organisasi pada anggota sabhara. Populasi penelitian adalah 294 anggota sabhara bagian oprasional, dengan sampel penelitian berjumlah 152 orang yang diperoleh dengan teknik convenience sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Work engagement (33 aitem, α = .940), Skala Iklim Organisasi (37 aitem, α = .942). Pengujian hipotesis dengan analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara work engagement dengan iklim organisasi (rxy = 0,786 ; p<0,05), artinya semakin positif iklim organisasi, maka semakin tinggi work engagement. Iklim organisasi memberikan sumbangan efektif sebesar 61.7% terhadap work engagement pada penelitian ini, sedangkan sisanya 49.3% ditentukan oleh faktor-faktor lain yang tidak diukur pada penelitian ini. 
HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DENGAN KECEMASAN TERHADAP KEMATIAN PADA INDIVIDU FASE DEWASA MADYA DI PT TIGA SERANGKAI GROUP Kurniasih Ayu Archentari; Siswati Siswati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.146 KB) | DOI: 10.14710/empati.2014.7543

Abstract

Kematian pasti akan dialami oleh setiap manusia. Kematian menjadi topik yang menarik karena waktu, lokasi dan prosesnya tidak dapat dipastikan. Religiusitas dapat dihubungkan dengan kecemasan terhadap kematian karena ajaran agama banyak membahas mengenai kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dengan kecemasan terhadap kematian pada individu fase dewasa madya di PT Tiga Serangkai Group.Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Sampel diambil berdasarkan teknik purposive sampling. Subjek penelitian berjumlah 36 orang yang terdiri dari manager dan supervisor/officer berusia 35-60 tahun di PT Tiga Serangkai Group. Alat ukur yang digunakan yaitu skala likert dengan empat pilihan respon jawaban. Skala religiusitas dan kecemasan terhadap kematian diujicobakan pada 30 manager dan supervisor/officer yang berusia 35-60 tahun di PT Tiga Serangkai Group. Koefisien reliabilitas skala religiusitas adalah 0,872 dengan 31 aitem, sedangkan koefisien reliabilitas skala kecemasan terhadap kematian adalah 0,918 dengan 34 aitem.Hasil kategorisasi menunjukkan religiusitas subjek berada  pada kategori tinggi dan kecemasan terhadap kematian berada pada kategori rendah. Berdasarkan hasil analisis statistik menggunakan regresi linier sederhana, didapatkan koefisien korelasi -0,363 dengan p=0,030 (p<0,05). Nilai koefisien korelasi menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan, artinya semakin tinggi religiusitas maka semakin rendah kecemasan terhadap kematian. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,131, artinya religiusitas memberikan pengaruh sebesar 13,1% pada kecemasan terhadap kematian. Sebesar 86,9% pengaruh terhadap kecemasan terhadap kematian dapat disebabkan oleh faktor usia, jenis kelamin, pengalaman, sosioekonomi, keluarga, kepribadian.
HUBUNGAN ANTARA JOB INSECURITY DENGAN MOTIVASI KERJA PADA KARYAWAN PT. NYONYA MENEER SEMARANG Richa Bonita; Harlina Nurtjahjanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.404 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15400

Abstract

Motivasi kerja merupakan sesuatu yang menimbulkan semangat atau dorongan kerja, sehingga motivasi kerja yang timbul dalam diri seseorang atau pegawai untuk melakukan sesuatu karena adanya rangsangan dari luar baik itu dari atasan maupun lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara job insecurity dengan motivasi kerja pada karyawan. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan negatif antara job insecurity dengan motivasi kerja pada karyawan PT. Nyonya Meneer Semarang. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PT. Nyonya Meneer Semarang, dengan menggunakan purposive sampling didapatkan jumlah sampel sebanyak 83 orang. Pengumpulan data dalam penelitian menggunakan skala psikologi yang terdiri dari skala Job Insecurity (23 aitem:α=0,929) dan Skala Motivasi kerja (20 aitem: α=0,884). Analisis data dengan menggunakan metode analisis regresi sederhana mengungkapkan bahwa ada hubungan negatif antara Job Insecurity dengan Motivasi Kerja (rxy=-0,223 ; p = 0,043), maka hipotesis dapat diterima. Artinya, semakin tinggi job insecurity maka motivasi kerja akan semakin menurun. Berlaku pula sebaliknya, semakin rendah job insecurity maka motivasi kerja akan semakin tinggi. Koefisien determasi menunjukkan secara simultan job insecurity dapat menjelaskan perubahan motivasi kerja sebesar 5% dan selebihnya 95% dipengaruhi oleh faktor lain.

Page 48 of 146 | Total Record : 1454


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Jurnal Empati: Volume 15, Nomor 01, Tahun 2026 (Februari 2026) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 6, Tahun 2025 (Desember 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 5, Tahun 2025 (Oktober 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 4, Tahun 2025 (Agustus 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 3, Tahun 2025 (Juni 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 2, Tahun 2025 (April 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 1, Tahun 2025 (Februari 2025) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 6, Tahun 2024 (Desember2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 5, Tahun 2024 (Oktober 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 4, Tahun 2024 (Agustus 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 3, Tahun 2024 (Juni 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 2, Tahun 2024 (April 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 1, Tahun 2024 (Februari 2024) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 6, Tahun 2023 (Desember 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 5, Tahun 2023 (Oktober 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 4, Tahun 2023 (Agustus 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 3, Tahun 2023 (Juni 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 2, Tahun 2023 (April 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 1, Tahun 2023 (Februari 2023) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 6, Tahun 2022 (Desember 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 5, Tahun 2022 (Oktober 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 4, Tahun 2022 (Agustus 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 3, Tahun 2022 (Juni 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 2, Tahun 2022 (April 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 1, Tahun 2022 (Februari 2022) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 5, Tahun 2021 (Oktober 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 6, Tahun 2021 (Desember 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 4, Tahun 2021 (Agustus 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 3, Tahun 2021 (Juni 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 (April 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 (Februari 2021) Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 06, Desember 2021 Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 05, Oktober 2021 Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 6, Tahun 2020 (Desember 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 5, Tahun 2020 (Oktober 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 (Agustus 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 (Juni 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 (April 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 (Februari 2020) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 (Oktober 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 (Agustus 2019) Jurnal Empati, Volume 9, Nomor 1, Februari 2020 Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 (April 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019) Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 3, Agustus 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 2, April 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018) Jurnal Empati, Volume 7, Nomor 4, Oktober 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 3, Agustus 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 2, April 2018 Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017 Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 (April 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016) Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015 Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015) Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014) Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014) Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014) Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 (Januari 2014) Vol 3, No 2 (2014): Empati Fak. Psikologi Vol 3, No 1 (2014): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 (April 2013) Vol 2, No 4 (2013): Empati Fak. Psikologi Vol 2, No 3 (2013): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 (Oktober 2012) More Issue