cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalempati@live.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof Soedarto SH Tembalang Semarang Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal EMPATI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 2337375X     EISSN : 28291859     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 1,474 Documents
TANTANGAN PSIKOLOGIS DALAM MENGHADAPI FENOMENA DEEPFAKE DI ERA POST-TRUTH: SCOPING REVIEW Tizty Annur Triananda; Bonar Hutapea; Ghaisyani Rizky Dwiagustin Handoko; Tasya Viviana; Lourdes Clayrence
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 15, Nomor 02, Tahun 2026 ( April 2026)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2026.54443

Abstract

Fenomena deepfake menandai pergeseran besar dalam lanskap post-truth, di mana batas antara realitas dan rekayasa digital menjadi semakin kabur. Penelitian ini bertujuan memetakan tantangan psikologis yang muncul dalam menghadapi deepfake, dengan meninjau faktor kognitif, afektif, sosial, dan teknis yang memengaruhi persepsi dan perilaku individu. Menggunakan pendekatan scoping review, studi ini menganalisis 16 artikel internasional terbitan 2020 sampai 2025 dari basis data PubMed, Scopus, Web of Science, PLOS ONE, ScienceDirect, dan SAGE Journals. Hasil menunjukkan bahwa keterbatasan kognitif seperti illusory truth effect dan overconfidence bias membuat individu rentan terhadap manipulasi deepfake. Di sisi afektif, persepsi keaslian memodulasi respons emosional dan neural terhadap ekspresi wajah atau suara sintetis. Sementara pada tingkat sosial, kepercayaan terhadap institusi dan interaksi antar kelompok turut melemah akibat penyebaran konten palsu yang meyakinkan. Namun, beberapa studi juga menemukan bahwa deepfake tidak selalu lebih manipulatif dibanding misinformasi non-deepfake bila kontrol eksperimental diperketat. Studi ini menegaskan perlunya integrasi antara teori psikologi dan strategi literasi digital berbasis prebunking untuk mengurangi dampak psikologis deepfake dalam era post-truth.The rise of deepfakes marks a significant shift in the post-truth era, where the boundary between reality and digital fabrication becomes increasingly blurred. This study aims to map the psychological challenges in confronting deepfakes by examining cognitive, affective, social, and technical factors that influence individual perception and behavior. Using a scoping review approach, this study analyzed 16 international articles published between 2020 and 2025 from databases including PubMed, Scopus, Web of Science, PLOS ONE, ScienceDirect, and SAGE Journals. The findings reveal that cognitive limitations such as the illusory truth effect and overconfidence bias make individuals vulnerable to deepfake manipulation. Affectively, perceived authenticity modulates emotional and neural responses to synthetic faces and voices. At the social level, public trust in institutions and interpersonal relationships are weakened by the spread of highly convincing false content. However, several studies also indicate that deepfakes are not necessarily more manipulative than non-deepfake misinformation when strict experimental controls are applied. This study highlights the importance of integrating psychological theory with digital literacy and prebunking strategies to mitigate the psychological impacts of deepfakes in the post-truth era.
PERAN SOCIAL COMPARISON DAN KEBERSYUKURAN TERHADAP SUBJECTIVE WELL-BEING PADA SISWA PENGGUNA INSTAGRAM Miranda Tria Navita; Triyono Triyono
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 15, Nomor 02, Tahun 2026 ( April 2026)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2026.54898

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh social comparison dan kebersyukuran terhadap subjective well-being pada siswa kelas IX SMP Negeri 2 Ceper pengguna Instagram. Penelitian melibatkan 150 siswa berusia 14–15 tahun dengan teknik purposive sampling, menggunakan Skala Social Comparison, Skala Subjective Well-Being, dan Skala Kebersyukuran. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua variabel secara simultan berpengaruh signifikan terhadap subjective well-being (F = 119,226; p = 0,000; R² = 0,619). Secara parsial, social comparison berhubungan negatif signifikan (-0,472; p = 0,000), artinya semakin sering siswa membandingkan diri di media sosial, semakin rendah tingkat subjective well-being. Sedangkan kebersyukuran berhubungan positif signifikan (0,067; p = 0,002), yang berarti semakin tinggi tingkat kebersyukuran siswa maka semakin tinggi subjective well-being. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan subjective well-being siswa dapat didukung melalui penguatan regulasi emosi, penerimaan diri, dan penggunaan media sosial yang adaptif. Sekolah berperan penting dalam menciptakan lingkungan yang suportif melalui layanan bimbingan dan konseling serta kebijakan yang menyeimbangkan tuntutan akademik dan subjective well-being siswa.
DOES NON-PARTICIPATION EQUAL APATHY? RE-EXAMINING NON-INVOLVEMENT IN COLLECTIVE ACTION THROUGH A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW (SLR) Akhmad Saputra Syarif
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 15, Nomor 02, Tahun 2026 ( April 2026)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2026.54889

Abstract

Many researchers have noted a drastic decline in individual participation in collective action. Nevertheless, social psychology scholars have primarily focused on studying collective action, often overlooking that inaction is not always the opposite of collective action. Inaction carries its own nuances. Failure to understand inaction can lead to misjudgments about social and political dynamics, particularly within the context of collective action. Without sufficient comprehension of inaction, individuals may struggle to develop effective strategies for mobilizing the masses to achieve group-oriented change. Consequently, the primary goals of collective action risk being hindered or even failing entirely. This study aims to bridge the gap in the literature on inaction by utilizing two databases: Scopus and Web of Science. The findings reveal inconsistencies in the definitions of inaction and the antecedents of inaction, which were examined from 326 articles and narrowed down to 13 selected articles. Additionally, the researchers conducted a review of the limitations of prior studies and provided recommendations for future research.
KESEHATAN MENTAL GENERASI ALPHA: SCOPING REVIEW Isnaeni Anggun Sari; Muhammad Zulfa Alfaruqy
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 15, Nomor 02, Tahun 2026 ( April 2026)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2026.54806

Abstract

Generasi Alpha merupakan generasi pertama yang tumbuh sepenuhnya dalam lingkungan digital sejak usia dini, sehingga menghadapi dinamika perkembangan psikologis yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Paparan teknologi yang intens, perubahan pola interaksi sosial, serta tuntutan perkembangan anak dan remaja awal berpotensi memengaruhi kondisi kesehatan mental generasi ini. Oleh karena itu, scoping review ini bertujuan untuk memahami gambaran kesehatan mental Generasi Alpha berdasarkan bukti empiris yang tersedia dalam literatur ilmiah. Penelitian ini menggunakan metode scoping review dengan mengacu pada pedoman PRISMA-ScR. Pencarian literatur dilakukan pada basis data Scopus dan ProQuest menggunakan kerangka PCC (Population: Generasi Alpha; Concept: kesehatan mental; Context: berbagai negara). Proses seleksi meliputi tahap identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan inklusi artikel. Dari 59 artikel yang teridentifikasi, 4 artikel empiris memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara naratif. Hasil scoping review menunjukkan bahwa kesehatan mental Generasi Alpha dipengaruhi oleh interaksi berbagai faktor, meliputi hambatan struktural dalam akses layanan kesehatan mental, pola ekspresi emosi yang dimediasi oleh bahasa dan budaya digital, paparan media sosial dan konten komersial, serta dinamika psychological well-being dalam konteks sekolah dan perkembangan remaja awal. Temuan ini menegaskan bahwa kesehatan mental Generasi Alpha perlu dipahami sebagai fenomena multidimensional dan kontekstual. Integrasi teori perkembangan remaja, self-determination theory, dan konsep eudaimonic well-being memberikan kerangka teoretis yang relevan untuk memahami kesejahteraan psikologis Generasi Alpha di era digital.
PERAN RELIGIUSITAS DAN DUKUNGAN SOSIAL SEBAGAI MEDIATOR DALAM RESILIENSI IBU ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS: SYSTEMATIC LITERATUR REVIEW Salma Nadhira Rizqi; Nanda Audia Vrisaba
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 15, Nomor 03, Tahun 2026 (Juni 2026)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2026.55275

Abstract

Mengasuh anak berkebutuhan khusus (ABK) memberikan tantangan psikososial signifikan bagi orang tua di Asia, di mana resiliensi sangat krusial. Religiusitas dan dukungan sosial diidentifikasi sebagai faktor protektif utama, namun pemahaman mengenai mekanisme (mediator) keduanya masih terbatas. Penelitian ini menganalisis bukti empiris mengenai peran religiusitas dan dukungan sosial (langsung maupun mediator) dalam resiliensi orang tua ABK di Asia. Systematic Literature Review (SLR) ini mengikuti panduan PRISMA 2020. Pencarian di PubMed dan Scopus (2015-2025) menghasilkan 9 studi empiris yang disintesis secara naratif. Kriteria inklusi fokus pada resiliensi/koping orang tua ABK di Asia. Hasil analisis 9 studi menunjukkan gambaran kompleks. Religiusitas/Spiritualitas secara konsisten berfungsi sebagai mediator signifikan atau prediktor langsung yang kuat, seringkali meningkatkan penerimaan diri. Sebaliknya, peran dukungan sosial ambigu dan kontekstual. Beberapa studi (China, Indonesia) mengkonfirmasi perannya sebagai mediator, namun studi lain (juga Indonesia) menemukannya tidak signifikan. Kesimpulannya, religiusitas adalah mekanisme internal yang kuat dan konsisten untuk resiliensi. Peran dukungan sosial lebih kompleks, mungkin bergantung pada faktor budaya atau kualitas dukungan. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengatasi kesenjangan metodologis (dominasi cross-sectional) dan populasi (kurangnya fokus pada ayah).
HUBUNGAN ANTARA PSYCHOLOGICAL CAPITAL DENGAN PENYESUAIAN AKADEMIK PADA MAHASISWA BARU DI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS DIPONEGORO Fadila Sofiana; Novi Qonitatin
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 15, Nomor 03, Tahun 2026 (Juni 2026)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2026.55674

Abstract

Pada masa transisi dari siswa SMA menuju perkuliahan, mahasiswa baru dipertemukan dengan berbagai kondisi baru dan tantangan yang berbeda. Mahasiswa baru dituntut untuk mampu melakukan penyesuaian akademik agar mampu bertahan di perkuliahan. Kondisi psikologis yang positif, seperti psychological capital dapat berhubungan dengan penyesuaian akademik mahasiswa baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara psychological capital dengan penyesuaian akademik pada mahasiswa baru di Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro. Populasi penelitian ini adalah 356 mahasiswa angkatan 2024 dengan pengambilan sampel penelitian dilakukan menggunakan teknik random sampling sehingga memperoleh jumlah sampel penelitian sebanyak 185 mahasiswa. Data penelitian diperoleh menggunakan Skala Psychological Capital (19 aitem; α = 0.890) dan Skala Penyesuaian Akademik (24 aitem; α = 0.908). Analisis Spearman’s-Rho menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara psychological capital dan penyesuaian akademik (rs = 0.763; p < 0.05). Artinya semakin tinggi tingkat psychological capital, semakin baik penyesuaian akademik mahasiswa baru di Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro. Sebaliknya, semakin rendah tingkat psychological capital, semakin buruk penyesuaian akademik mahasiswa baru di Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro.
PARADOKS MASKULINITAS: PERSEPSI MAHASISWA YOGYAKARTA TERHADAP NORMALISASI PELECEHAN SEKSUAL DAN PELABELAN FEMININ PADA KORBAN PRIA YANG MENYUARAKAN PENOLAKAN Muhammad Syawaludin; Iqbal Fahri Alfarisyi; Nur Alfiyani
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 15, Nomor 03, Tahun 2026 (Juni 2026)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2026.55286

Abstract

Pelecehan seksual terhadap laki-laki seringkali dianggap sepele karena pengaruh kuat maskulinitas hegemonik, yang mengharuskan laki-laki untuk selalu kuat, dominan, dan menahan diri dari menunjukkan kerentanan. Studi ini bertujuan untuk meneliti persepsi normalisasi pelecehan seksual terhadap laki-laki sebagai korban dan menganalisis bagaimana gender memengaruhi pelabelan feminitas terhadap laki-laki yang mengekspresikan perlawanan. Studi ini menggunakan desain kuantitatif cross-sectional melalui survei yang melibatkan 156 mahasiswa di Yogyakarta. Instrumen pengukuran dikembangkan berdasarkan indikator dari Skala Penerimaan Mitos Pemerkosaan Laki-laki dan Skala Konflik Peran Gender. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji Mann–Whitney U, dan regresi logistik biner. Hasil menunjukkan bahwa 50,6% mahasiswa menganggap pelecehan seksual terhadap laki-laki sebagai kejadian normal. Lebih lanjut, normalisasi ini memiliki pengaruh signifikan terhadap pelabelan feminitas, dengan nilai signifikansi 0,032 < 0,05 (B = 0,800; Wald = 4,597; p = 0,032). Temuan ini menunjukkan bahwa normalisasi pelecehan seksual dan pelabelan feminin adalah hasil dari maskulinitas hegemonik yang berfungsi untuk membungkam korban laki-laki dan memperkuat stigma gender.
PERAN KEBERFUNGSIAN KELUARGA TERHADAP MOTIVASI AKADEMIK SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Isnaeni Anggun Sari; Dinar Indri Bakti Salsabila
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 15, Nomor 03, Tahun 2026 (Juni 2026)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2026.57106

Abstract

Motivasi berprestasi merupakan salah satu faktor penting yang mendukung keberhasilan akademik siswa. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa motivasi berprestasi pada remaja masih menjadi tantangan, terutama pada masa transisi ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ditandai dengan meningkatnya tuntutan akademik dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keberfungsian keluarga dan motivasi berprestasi pada siswa SMP kelas VII. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 250 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berbentuk skala Likert yang mengukur keberfungsian keluarga dan motivasi berprestasi. Uji normalitas menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal, sehingga analisis dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara keberfungsian keluarga dan motivasi berprestasi (r = 0,650; p < 0,05), dengan kekuatan hubungan yang tergolong kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin baik keberfungsian keluarga, maka semakin tinggi motivasi berprestasi siswa. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran keluarga dalam mendukung perkembangan motivasi berprestasi pada siswa, khususnya pada masa remaja awal. Oleh karena itu, peningkatan kualitas interaksi dan fungsi dalam keluarga perlu menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan motivasi berprestasi siswa.
BERTAHAN DI TENGAH TEKANAN: STRATEGI COPING MECHANISM MAHASISWA KIP-K YANG AKTIF BERORGANISASI DALAM MENGHADAPI TEKANAN Muhammad Fatihul Ihsan; Firtiania Maghfiroh; Erizza Farizan Adani
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 15, Nomor 03, Tahun 2026 (Juni 2026)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2026.54714

Abstract

Mahasiswa penerima beasiswa KIP-K menghadapi berbagai tuntutan akademik dan non-akademik yang berpotensi menimbulkan tekanan psikologis, khususnya bagi mereka yang aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika tekanan akademik dan organisasi, beban moral sebagai penerima beasiswa, serta strategi koping yang digunakan oleh mahasiswa penerima KIP-K yang aktif berorganisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain fenomenologis. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur terhadap enam mahasiswa penerima KIP-K semester 3–5 yang aktif dalam organisasi internal maupun eksternal universitas, dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan akademik dan organisasi dipersepsi sebagai pengalaman yang saling beririsan, diperkuat oleh beban moral untuk mempertahankan prestasi akademik sebagai bentuk tanggung jawab atas beasiswa yang diterima. Mahasiswa mengembangkan berbagai strategi koping, baik berfokus pada masalah maupun emosi, yang dipengaruhi oleh pemaknaan pribadi, dukungan sosial, dan konteks organisasi. Secara teoretis, temuan ini memperkaya kajian stres dan koping dengan menekankan peran beban moral dan konteks struktural beasiswa dalam membentuk pengalaman stres mahasiswa. Penelitian ini memberikan implikasi bagi pengembangan dukungan psikologis dan kebijakan pendampingan mahasiswa penerima beasiswa.
SCOPING REVIEW FLOURISHING AT WORK Reni Ferida; Nur Afifah Nabila Shidiq
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 15, Nomor 03, Tahun 2026 (Juni 2026)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2026.55456

Abstract

Flourishing at work merupakan konstruk kesejahteraan multidimensional yang semakin banyak dikaji dalam psikologi industri dan organisasi karena perannya dalam meningkatkan kesejahteraan karyawan dan mendukung keberlanjutan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi flourishing at work pada karyawan di berbagai konteks organisasi. Metode yang digunakan adalah scoping review yang relevan untuk menjawab pertanyaan penelitian yang bersifat eksploratif dan memerlukan pendekatan sintesis literatur. Penelusuran artikel dilakukan pada basis data internasional Scopus, ScienceDirect, Emerald, dan ProQuest dengan kriteria inklusi artikel empiris berbahasa Inggris, diterbitkan dalam sepuluh tahun terakhir (2015–2025), tersedia secara open access, serta menggunakan pendekatan kuantitatif, kualitatif, atau metode campuran. Sebanyak 12 artikel jurnal dianalisis dalam kajian ini. Hasil telaah menunjukkan bahwa flourishing at work berkorelasi positif dengan berbagai indikator adaptasi kerja, termasuk keterikatan kerja, kepuasan kerja, perilaku kerja ekstra peran, perilaku kerja inovatif, serta kesejahteraan psikologis karyawan, dan berkorelasi negatif dengan keinginan mengundurkan diri dan distress psikologis karyawan. Selain itu, flourishing dipengaruhi oleh interaksi faktor individual dan kontekstual, seperti pemenuhan profesional, makna kerja, sumber daya personal, dukungan organisasi, serta karakteristik konteks kerja yang meliputi sektor industri, skala organisasi, kepemilikan bisnis, dan posisi kerja. Temuan ini menegaskan pentingnya penciptaan lingkungan kerja yang mendukung kesejahteraan karyawan sebagai strategi untuk meningkatkan kinerja dan keberlanjutan organisasi.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Jurnal Empati: Volume 15, Nomor 03, Tahun 2026 (Juni 2026) Jurnal Empati: Volume 15, Nomor 02, Tahun 2026 ( April 2026) Jurnal Empati: Volume 15, Nomor 01, Tahun 2026 (Februari 2026) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 6, Tahun 2025 (Desember 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 5, Tahun 2025 (Oktober 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 4, Tahun 2025 (Agustus 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 3, Tahun 2025 (Juni 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 2, Tahun 2025 (April 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 1, Tahun 2025 (Februari 2025) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 6, Tahun 2024 (Desember2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 5, Tahun 2024 (Oktober 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 4, Tahun 2024 (Agustus 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 3, Tahun 2024 (Juni 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 2, Tahun 2024 (April 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 1, Tahun 2024 (Februari 2024) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 6, Tahun 2023 (Desember 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 5, Tahun 2023 (Oktober 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 4, Tahun 2023 (Agustus 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 3, Tahun 2023 (Juni 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 2, Tahun 2023 (April 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 1, Tahun 2023 (Februari 2023) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 6, Tahun 2022 (Desember 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 5, Tahun 2022 (Oktober 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 4, Tahun 2022 (Agustus 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 3, Tahun 2022 (Juni 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 2, Tahun 2022 (April 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 1, Tahun 2022 (Februari 2022) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 5, Tahun 2021 (Oktober 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 6, Tahun 2021 (Desember 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 4, Tahun 2021 (Agustus 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 3, Tahun 2021 (Juni 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 (April 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 (Februari 2021) Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 06, Desember 2021 Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 05, Oktober 2021 Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 6, Tahun 2020 (Desember 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 5, Tahun 2020 (Oktober 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 (Agustus 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 (Juni 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 (April 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 (Februari 2020) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 (Oktober 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 (Agustus 2019) Jurnal Empati, Volume 9, Nomor 1, Februari 2020 Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 (April 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019) Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 3, Agustus 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 2, April 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018) Jurnal Empati, Volume 7, Nomor 4, Oktober 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 3, Agustus 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 2, April 2018 Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017 Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 (April 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015) Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015 Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015) Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014) Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014) Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014) Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 (Januari 2014) Vol 3, No 2 (2014): Empati Fak. Psikologi Vol 3, No 1 (2014): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 (April 2013) Vol 2, No 4 (2013): Empati Fak. Psikologi Vol 2, No 3 (2013): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 (Oktober 2012) More Issue