cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalempati@live.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof Soedarto SH Tembalang Semarang Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal EMPATI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 2337375X     EISSN : 28291859     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 1,454 Documents
PERBEDAAN TENDENSI MENCARI BANTUAN AKADEMIK YANG ADAPTIF BERDASARKAN JENIS BIDANG ILMU DI UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG Intan Permatasari; Anita Listiara
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.461 KB) | DOI: 10.14710/empati.2014.7513

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris ada tidaknya perbedaan tendensi mencari bantuan akademik yang adaptif berdasarkan jenis bidang ilmu di Universitas Diponegoro Semarang. Tendensi mencari bantuan akademik yang adaptif mengacu pada tindakan, yaitu meminta bantuan untuk mencapai keberhasilan akademis dalam menghadapi tugas sulit atau menantang. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa bidang ilmu eksakta dan bidang ilmu noneksata di Universitas Diponegoro Semarang. Sampel dalam penelitian ini adalah 360 mahasiswa yaitu 260 mahasiswa eksakta dan 100 mahasiswa noneksakta dengan menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan skala tendensi mencari bantuan akademik yang adaptif yang terdiri dari 45 aitem (α = 0,907) yang telah di uji cobakan pada 149 mahasiswa. Analisis data yang  digunakan yaitu teknik U Maan-Whitney, dihasilkan  nilai Z = -3,965 dengan p = 0,000 (p<0,05), maka didapatkan hasil yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan mencari bantuan akademik yang adaptif berdasarkan jenis bidang ilmu di Universitas Diponegoro Semarang. Mean pada jenis bidang ilmu noneksakta 215,54 dan jenis bidang ilmu eksakta 167,02, maka dapat diketahui bahwa tendensi mencari bantuan akademik pada jenis bidang ilmu noneksakta lebih tinggi daripada jenis bidang ilmu eksakta.
HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI INTERPERSONAL ORANG TUA DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI PADA SISWA SMA NEGERI 2 SEMARANG Abid Delizea Harizta; Jati Ariati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.17 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.15084

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi interpersonal orang tua dengan motivasi berprestasi siswa di SMA Negeri 2 Semarang. Populasi penelitian ini yaitu siswa SMA Negeri 2 Semarang sebanyak 514 siswa. Sampel penelitian sebanyak 248 siswa, sampel diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Psikologi yaitu Komunikasi Interpersonal Orang Tua (35 aitem valid, α = 0,928) dan Motivasi Berprestasi (24 aitem valid,α = 0,851). Teknik analisis yang data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan positif yang signifikan antara komunikasi interpersonal orang tua dengan motivasi berprestasi (rxy= 0,389) dengan p = 0,000 (p<0,001). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi komunikasi interpersonal orang tua, maka semakin tinggi motivasi berprestasi pada siswa. Komunikasi interpersonal orang tua memberikan sumbangan efektif sebesar 15,1% dalam mempengaruhi motivasi berprestasi dan 84,9% dipengaruhi oleh faktor lain.
HUBUNGAN ANTARA KEMANDIRIAN DENGAN SELF-REGULATED LEARNING (SRL) PADA SANTRI KELAS VIII DI PONDOK PESANTREN IBNU ABBAS KLATEN Nadia Shaliha; Dian Ratna Sawitri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.345 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.21700

Abstract

Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang menekankan pada pembentukan karakter berbasis agama. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara kemandirian dan self-regulated learning pada santri kelas VIII di Pondok Pesantren Ibnu Abbas Klaten. Pondok Pesantren pada penelitian ini termasuk dalam jenis pondok pesantren modern. Sistem pendidikan yang digunakan merupakan perpaduan antara penggunaan KTSP dan kurikulum pesantren. Hipotesis yang diajukan oleh peneliti adalah ada hubungan positif antara kemandirian dan self-regulated learning. Populasi pada penelitian ini yaitu santri kelas VIII yang terdiri dari tujuh kelas dan sampel penelitian sebanyak lima kelas diperoleh dengan cluster random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala Likert yang terdiri dari Skala Kemandirian (24 aitem, α = 0,851) dan Skala Self-Regulated Learning (29 aitem, α = 0,875). Analisis regresi linier menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara kemandirian dan self-regulated learning r = 0,477 (p < 0,001). Artinya, semakin tinggi kemandirian maka semakin tinggi self-regulated learning. Kemandirian memberikan sumbangan efektif sebesar 22,8% terhadap self-regulated learning. SRL merupakan salah satu strategi yang dapat diterapkan pada santri untuk meningkatkan kemampuan akademik dan non akademik, sehingga perlu adanya dukungan dari pihak sekolah dan musyrif/musyrifah dalam memberi pertimbangan mengenai strategi-strategi efektif yang dapat dilakukan untuk meningkatkan SRL.
“KASIHKU TAK AKAN PUPUS OLEH LUPUS” (Studi Fenomenologis Pada Suami dengan Istri Penyandang Lupus Eritematosus Sistemik) Zunainatul Firdausia; Achmad Mujab Masykur
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2015.12986

Abstract

Lupus merupakan salah satu penyakit kronik (menahun). Lupus Eritematosus Sistemik yang biasa disingkat LES merupakan jenis lupus yang paling berat dan serius. Jenis lupus ini melibatkan kulit, persendian, darah, dan organ tubuh. Sebagian besar penyandang lupus adalah wanita pada usia produktif. Penyakit lupus bisa membuat penyandangnya menjadi dependen. Apabila seorang istri menyandang lupus, maka perannya sebagai istri sekaligus ibu akan terhambat. Peran yang terhambat tersebut membuat seorang suami menggantikan peran istri dalam kehidupan rumah tangga, sehingga tanggung jawab suami bertambah. Suami yang berkewajiban untuk mencari nafkah bertambah tanggung jawab untuk melakukan pekerjaan rumah tangga dan mengasuh anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman suami yang memiliki istri penyandang Lupus Eritematosus Sistemik. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Subjek penelitian dipilih menggunakan teknik purposive dengan bantuan key person. Pengumpulan data dilakukan peneliti dengan metode wawancara, dokumen audio dan catatan lapangan. Peneliti menggunakan model analisis eksplikasi data yaitu proses mengeksplikasi ungkapan responden yang masih tersirat (implicit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suami memilih untuk mendampingi istri dan menerima kondisi istri. Terdapat persamaan dan perbedaan pada pengalaman suami dalam mendampingi istrinya. Hal yang melatarbelakangi suami dalam mendampingi istri penyandang lupus adalah cinta, komitmen dalam pernikahan, adanya toleransi antarpasangan, pendidikan dari keluarga saat kecil dan agama.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL GURU DENGAN PENGUNGKAPAN DIRI (SELF DISCLOSURE) PADA REMAJA Andika Galuh Kumalasari; Dinie Ratri Desiningrum
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.997 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15420

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial guru terhadap pengungkapan diri (self disclosure) pada remaja. Pengungkapan Diri (Self Disclosure) kemampuan individu menyampaikan informasi pribadi yang belum pernah disampaikan pada teman, orang tua dan guru yang berkaitan dengan pemikiran, perasaan, pengalaman dan pendapat, sedangkan dukungan sosial guru merupakan bantuan guru yang diberikan pada siswa berupa pemberian kenyamanan, kepedulian serta ketersediaan bantuan melalui interaksi dengan siswa, sehingga memunculkan perasaan percaya atas bantuan yang diberikan. Alat ukur yang digunakan dalam peneltian ini adalah Skala Dukungan Sosial Guru (Σ aitem = 30, α = ,92) dan Skala Pengungkapan Diri (Σ AITEM = 26, α= , 88). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA N 8 Semarang terdiri dari 9 kelas dengan jumlah 321 siswa. Sedangkan sampel dalam penelitian ini terdiri dari 4 kelas sebanyak 131 siswa yang diperoleh menggunakan teknik cluster sampling. Berdasarkan hasil analisis regresi sederhana didapatkan bahwa rxy = .30 (p< 0,001) artinya terdapat hubungan positif dan signifikan antara dukungan sosial guru dan pengungkapan diri remaja. Hal ini menunjukan bahwa semakin positif dukungan sosial guru yang dirasakan remaja maka semakin tinggi pengungkapan diri remaja. Diketahui bahwa sumbangan efektif dukungan sosial guru terhadap pengungkapan diri sebesar 9%, sedangkan 91% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI INTERAKSIONAL ORANGTUA DAN ANAK DENGAN EFIKASI DIRI DALAM PERSIAPAN KERJA PADA SISWA KELAS XI DI SMK WALISONGO SEMARANG Siti Amalia; Kartika Sari Dewi
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.29 KB) | DOI: 10.14710/empati.2013.7379

Abstract

Tingginya angka pengangguran di Indonesia perlu diatasi dengan strategi yang efektif. Salah satu caranya dengan menyiapkan mental untuk kesiapan kerja melalui peningkatkan efikasi diri dalam persiapan kerja. Efikasi diri dalam persiapan kerja dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor ekternal. Faktor eksternal dipengaruhi oleh persuasi sosial dan pengalaman vikarius yang didapatkan dari orangtua. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan dan sumbangan efektif komunikasi interaksional orangtua dan anak terhadap efikasi diri dalam persiapan kerja.Populasi dalam penelitian ini 136 siswa dengan sampel penelitian 95 siswa. Penentuan sampel menggunakan simple random sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari Skala Komunikasi Interaksional Orangtua dan Anak terdiri dari 24 aitem ( 0,906) dan Skala Efikasi Diri dalam Persiapan Kerja terdiri dari 39 aitem (  0,932).Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi rxy=0,486 dengan signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05), yang berarti bahwa ada hubungan positif  yang signifikan antara komunikasi interaksional orangtua dan anak dengan efikasi diri dalam persiapan kerja. Semakin tinggi komunikasi interaksional orangtua dan anak semakin tinggi efikasi diri dalam persiapan kerja, dan sebaliknya. Sumbangan efektif yang diberikan komunikasi interaksional orangtua dan anak terhadap efikasi diri dalam persiapan kerja sebesar 23,7%. Analisis data tambahan dalam penelitian ini menggunakan analisis varian satu jalur menunjukkan jenis pekerjaan orangtua tidak mempengaruhi efikasi diri dalam persiapan kerja pada anak.
HUBUNGAN ANTARA KEBERFUNGSIAN KELUARGA DENGAN KECEMASAN PADA WARGA BINAAN LAJANG LEMBAGA PEMASYARAKATAN KLAS I SEMARANG Aulia Caesara; Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.019 KB) | DOI: 10.14710/empati.2019.23590

Abstract

Warga binaan yang baru pertama kali tinggal di lembaga pemasyarakatan umumnya mengalami kesulitan beradaptasi dengan lingkungan yang identik dengan kehidupan yang keras, aturan yang ketat, dan banyak kekerasan. Kesulitan tersebut dapat berkembang menjadi ketakutan dan kecemasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara keberfungsian keluarga dengan kecemasan pada warga binaan yang belum menikah. Subjek penelitian berjumlah 50 orang warga binaan pria yang berusia 20-52 tahun. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan dua skala, yaitu Skala Kecemasan (28 butir; α=0,903) dan Skala Keberfungsian Keluarga (38 butir; α=0,913). Uji korelasi product moment Pearson menunjukkan adanya hubungan negatif antara keberfungsian keluarga dengan kecemasan (rxy=-0,342; p= 0,007). Hasil tersebut menunjukkan pentingnya peran keberfungsian keluarga terhadap kecemasan pada warga binaan pria yang belum menikah. Semakin individu memandang keluarganya berfungsi dengan baik, maka semakin rendah kecemasan yang dialaminya, dan sebaliknya, semakin individu memandang keberfungsian keluarganya kurang baik, maka semakin tinggi kecemasan yang dimilikinya.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN RESILIENSI AKADEMIK PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR JURUSAN X FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO Paundra Kartika Permata Sari; Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.822 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.14979

Abstract

Resiliensi akademik adalah kemampuan individu untuk bertahan, bangkit, dan menyesuaikan diri dengan kondisi yang sulit dan penuh tekanan dalam bidang akademik.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan resiliensi akademik pada mahasiswa tingkat akhir Jurusan X Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.Subjek penelitian adalah mahasiswa tingkat akhir Jurusan X Fakultas Teknik Universitas Diponegoro angkatan 2009-2011 yang sedang mengerjakan tugas akhir, berjumlah 208 mahasiswa.Teknik sampling yang digunakan adalah convenience sampling, sehingga didapatkan sampel penelitian sebanyak 100 mahasiswa. Pengambilan data menggunakan Skala Resiliensi Akademik (32 aitem, α = 0,94) dan Skala Dukungan Sosial Teman Sebaya (34 aitem, α = 0,954). Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi sederhana, menghasilkan koefisien korelasi (rxy) sebesar 0,469 dengan p=0,000 (p<0,001). Hasil tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dengan resiliensi akademik, yang artinya semakin tinggi dukungan sosial teman sebaya maka semakin tinggi pula resiliensi akademik mahasiswa.Dukungan sosial teman sebaya memberikan sumbangan efektif sebesar 22% terhadap resiliensi akademik.Dukungan sosial teman sebaya terdiri dari dukungan instrumental, dukungan informasional, dan dukungan emosional.Tiap bentuk dukungan memberikan sumbangan efektif terhadap resiliensi akademik. Dukungan instrumental memberikan sumbangan efektif sebesar 22%, dukungan emosional sebesar 21,7%, dan dukungan informasional sebesar 14%.
PENGALAMAN MENJADI IBU DI ERA DIGITAL: INTERPRETATIVE PEHNOMENOLOGICAL ANALYSIS Rizky Rahmawati Khuzma; Yohanis Franz La Kahija
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.791 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.20110

Abstract

The use of technology for children nowadays has been a common thing. Parents have facilitated their children who are still in the early age with personal gadget. The technology's use produces positive and negative impacts to the user. This research aims to identify the effect of the use of children technology to the mother. Meanwhile, the type of this research is qualitative with phenomenology study. The participants are mother with children who have known about gadget in the early age and have the personal gadget. For this study, the writer also used purposive sampling technique. The result shows that mother has introduced technology to the early age children. It is caused by the background of receiving gadget from the grandparents, job, and the trust in children. The use of gadget affects both negative and positive impact for mother and children. The positive impact for the children is helping them to study, to have entertaining media, and to settle down theirself whereas the negative is causing such an aggressive act, the decreasing of children's concentration and attention, and the difficulty of speaking. At the same time, the positive impact for the mother is helping them to take care of children,  to communicate easier with children, and to make children staying at home. The negative impact felt by mother is that children put theirself as an object of aggressive act,  the difficulty to gain children's attention,  and the worry of personal gadget used by children. 
HUBUNGAN ANTARA SECURE ATTACHMENT DENGAN KECENDERUNGAN MELAKUKAN KEKERASAN DALAM PACARAN PADA MAHASISWA TEKNIK MESIN DAN TEKNIK GEOLOGI UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG Laksmi Adiswanisa; Ika Febrian Kristiana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.454 KB) | DOI: 10.14710/empati.2014.7545

Abstract

Salah satu permasalahan yang biasanya muncul dalam hubungan berpacaran adalah kurangnya pengertian dari pasangan sehingga memunculkan penekanan terhadap salah satu pihak, wujud nyata perilaku ini adalah munculnya kekerasan dalam berpacaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara secure attachment dengan kecenderungan melakukan kekerasan dalam pacaran. Penelitian menggunakan 62 mahasiswa Teknik Geologi Universitas Diponegoro Semarang dengan karakteristik angkatan 2009-2013, laki-laki, memiliki pacar, sudah berpacaran dengan pacar yang sekarang lebih dari 3 bulan, tinggal dalam satu kota dengan pacar (tidak berpacaran dengan kondisi jarak jauh atau long distance relationship). Pengumpulan data menggunakan dua buah skala psikologi yaitu Skala Kecenderungan Melakukan Kekerasan Dalam Pacaran dan Skala Secure Attachment. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi rxy = -0,292 dengan p = 0,011 (p

Page 95 of 146 | Total Record : 1454


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Jurnal Empati: Volume 15, Nomor 01, Tahun 2026 (Februari 2026) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 6, Tahun 2025 (Desember 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 5, Tahun 2025 (Oktober 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 4, Tahun 2025 (Agustus 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 3, Tahun 2025 (Juni 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 2, Tahun 2025 (April 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 1, Tahun 2025 (Februari 2025) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 6, Tahun 2024 (Desember2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 5, Tahun 2024 (Oktober 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 4, Tahun 2024 (Agustus 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 3, Tahun 2024 (Juni 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 2, Tahun 2024 (April 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 1, Tahun 2024 (Februari 2024) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 6, Tahun 2023 (Desember 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 5, Tahun 2023 (Oktober 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 4, Tahun 2023 (Agustus 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 3, Tahun 2023 (Juni 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 2, Tahun 2023 (April 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 1, Tahun 2023 (Februari 2023) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 6, Tahun 2022 (Desember 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 5, Tahun 2022 (Oktober 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 4, Tahun 2022 (Agustus 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 3, Tahun 2022 (Juni 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 2, Tahun 2022 (April 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 1, Tahun 2022 (Februari 2022) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 5, Tahun 2021 (Oktober 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 6, Tahun 2021 (Desember 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 4, Tahun 2021 (Agustus 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 3, Tahun 2021 (Juni 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 (April 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 (Februari 2021) Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 06, Desember 2021 Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 05, Oktober 2021 Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 6, Tahun 2020 (Desember 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 5, Tahun 2020 (Oktober 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 (Agustus 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 (Juni 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 (April 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 (Februari 2020) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 (Oktober 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 (Agustus 2019) Jurnal Empati, Volume 9, Nomor 1, Februari 2020 Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 (April 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019) Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 3, Agustus 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 2, April 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018) Jurnal Empati, Volume 7, Nomor 4, Oktober 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 3, Agustus 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 2, April 2018 Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017 Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 (April 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016) Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015 Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015) Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014) Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014) Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014) Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 (Januari 2014) Vol 3, No 2 (2014): Empati Fak. Psikologi Vol 3, No 1 (2014): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 (April 2013) Vol 2, No 4 (2013): Empati Fak. Psikologi Vol 2, No 3 (2013): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 (Oktober 2012) More Issue