cover
Contact Name
Maryadi Tirtana Siregar
Contact Email
jurnal@poltekapp.ac.id
Phone
+62217867382
Journal Mail Official
jurnal@poltekapp.ac.id
Editorial Address
Politeknik APP Jakarta Jln. Timbul No.34, Cipedak - Jagakarsa, Jakarta Selatan 12630, Indonesia Telp.: +62-21-7867382, +62-21-7867382, fax +62-21-7271847
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok
Published by Politeknik APP Jakarta
ISSN : 27980391     EISSN : 27979539     DOI : -
Core Subject :
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok merupakan wadah publikasi hasil-hasil penelitian dan pengabdian masyarakat yang telah dipresentasikan pada Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok (SNMIP) yang diselenggarakan tahunan oleh Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik APP Jakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 171 Documents
UPAYA PENGURANGAN NON VALUE ADDED ACTIVITY OPERATOR MESIN PARKER (STUDI KASUS PADA PT X) William; Debora Anne Yang Aysia
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 6 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 6th, Tangerang 2
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT.X merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang manufaktur rigid packaging yang memproduksi berbagai macam kemasan untuk berbagai macam produk kosmetik. PT.X memiliki beberapa departemen produksi dan salah satu departemen tersebut adalah departemen blow molding. PT.X ingin mengurangi biaya produksi dengan cara mengurangi kegiatan non necessary non-value added pada pekerjaan operator. Hal ini dikarenakan PT.X tidak dapat mengurangi harga jual karena banyak pesaing, maka diperlukan sebuah metode untuk memperbaiki sistem kerja pada operator. Metode DILO dapat membantu untuk melihat kegiatan operator apa saja yang termasuk dalam kegiatan non necessary non-value added. Dengan metode DILO ini dapat terlihat permasalahan dan diberikan sebuah usulan agar mempercepat pekerjaan operator. Usulan yang diberikan adalah pemberian alat potong dan juga persiapan karung lebih dari satu. Pemberian alat potong pada mesin telah terimplementasikan dan akan diambil data DILO dari hasil implementasi tersebut. Agar hasil pemotongan pada alat potong menjadi lebih konsisten, maka diberikan saran mengenai alat potong yang baru. Setelah pemberian alat potong yang lebih konsisten, maka akan dibuatkan jadwal perkiraan bila seluruh hasil usulan tersebut terimplementasikan. Kata kunci: day in the life of, kinerja, non necessary non-value-added activity
Pemodelan Prediktif Turnover Karyawan Berbasis Deep Learning Temporal dengan Penjelasan Kontrafaktual Fahmi Al Farizi; Ivan Michael Siregar
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 6 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 6th, Tangerang 2
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka turnover karyawan tetap menjadi masalah kritis bagi organisasi, seringkali menyebabkan biaya yang signifikan terkait perekrutan, pelatihan, dan kehilangan pengetahuan. Meskipun pendekatan machine learning telah digunakan untuk memprediksi turnover karyawan, sebagian besar model bergantung pada data statis yang diambil pada satu titik waktu, sehingga mengabaikan perkembangan temporal pengalaman dan perilaku karyawan. Studi ini mengusulkan kerangka kerja modeling berurutan untuk prediksi turnover menggunakan teknik deep learning, khususnya jaringan Long Short-Term Memory (LSTM) dan arsitektur berbasis Transformer. Sebuah dataset longitudinal sintetis dihasilkan dengan mensimulasikan catatan karyawan bulanan selama 12 bulan berdasarkan dataset HR benchmark yang ada, memungkinkan penangkapan tren temporal pada 15 faktor kunci seperti kepuasan kerja, kompensasi, frekuensi lembur, dan perkembangan karier. Model yang diusulkan menunjukkan kinerja prediktif yang superior (AUC > 0,92) dibandingkan dengan klasifikasi tradisional, dengan kemampuan deteksi dini sejak bulan ke-3, dan menyediakan interpretabilitas melalui mekanisme perhatian dan atribusi fitur berbasis SHAP. Selain itu, kami mengintegrasikan analisis kontrafaktual untuk mengevaluasi dampak potensial intervensi HR terhadap risiko turnover, serta menguji keadilan algoritmik terhadap bias demografis. Hasil menunjukkan bahwa model tidak hanya meningkatkan akurasi prediksi, tetapi juga mendukung strategi retensi yang dapat ditindaklanjuti, dipersonalisasi, dan adil secara etis. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model temporal dan interpretabil dalam analitik HR prediktif dan menawarkan pendekatan skalabel untuk manajemen talenta proaktif. Kata kunci : turnover karyawan, deep learning temporal, LSTM, Temporal Fusion Transformer, penjelasan kontrafaktual, SHAP, analitik SDM
PENERAPAN CRITICAL PATH METHOD DALAM MENYUSUN LINIMASA PRODUKSI ANIMASI WEEPING WINGS Patricia Jocelyn Zhuang; Yohanes Merci Widiastomo
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 6 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 6th, Tangerang 2
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPerkembangan seni di Indonesia sangatlah pesat, banyak media telah mengkreasikan seni, salah satunya adalah Film. Film yang baik merupakan film yang dapat menggiring emosi penonton agar masuk ke dalam cerita dan meninggal kesan. Media film tidak hanya terbatas dengan merekam menggunakan kamera melainkan dengan media Animasi. Proses pembuatan Film animasi dapat selesai tepat waktu dengan perhitungan yang tepat. Dalam proses membuat perhitungan ada beberapa teori teknis yang bisa menjadi landasan. Salah satunya adalah dengan Critical Path Method. Critical Path Method merupakan teori yang biasa digunakan untuk memberikan perkiraan perhitungan waktu, kualitas dan biaya dalam produksi. Teori CPM telah di implementasikan di beberapa studio kreatif salah satunya Studio Arkala. Teori utama yang digunakan sebagai landasan penulisan artikel ilmiah adalah teori film pendek animasi. Animasi pendek “Weeping Wings” adalah film animasi pendek fiksi mengangkat isu mengenai purity dan innocence menggunakan metafora kupu-kupu. Konsep bentuk 2D animation. Konsep penyajian karya yaitu film animasi pendek dengan penggabungan teknik animasi cut-out dan frma by frame, menggunakan penceritaan struktur tiga babak dengan menggunakan dunia surealis sebagai penutup. Hasil penelitian memperlihatkan teori Critical Path Method bisa diimplementasikan ke dalam pembuatan timeline produksi animasi agar dapat melihat secara rinci perencana produksi. Dengan tujuan agar produksi berjalan dengan efektif dan tepat waktu. Kata kunci: Critical Path Method, linimasa, produksi animasi
PENERAPAN METODE PDCA UNTUK MENINGKATKAN KEKUATAN SAMBUNGAN SPLICE DI MESIN WINDING SAURER SCHLAFHORST Hamdan S Bintang; Hendri Pujianto; Darmawan Hindardi; Feri Ancen Pakpahan; Fahad; Nurul Shadrina Bintang
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 6 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 6th, Tangerang 2
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin winding berfungsi untuk menggulung benang dari cops menjadi cones dan menjaga kualitas produk benang berupa ketidakrataan. Benang yang mengalami penyimpangan ketidakrataannya akan dibaca sensor dan dipotong oleh cutter kemudian disambung kembali pada splicer. Akan tetapi masih ditemukan banyak spindle yang memiliki kekuatan (strength) sambungan splice dibawah standar sebesar 80%. Oleh karena itu, dalam penelitian ini akan dibahas mengenai penurunan kekuatan sambungan splice pada benang Ne 30 di mesin winding dengan pendekatan metode PDCA (plan, do, check, act) untuk meminimalisir angka terjadinya penurunan sambungan splice. Pada tahap plan akan menggunakan fishbone diagram dan histogram guna mengetahui penyebab dan frekuensinya. Pada tahap do menggunakan metode 5W+1H untuk tindakan perbaikan dari faktor penyebab yang ditemukan. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan (check) kembali setelah dilakukan tahap do. Pada tahap act disarankan menggunakan checklist sebagai upaya mengendalikan kualitas produk agar lebih terstruktur. Kata kunci: PDCA, strength, splice, 5W+1H, checklist
PEMODELAN DAN SIMULASI ESTIMASI KEBUTUHAN BIAYA LOGISTIK UNTUK EVAKUASI BENCANA SESAR LEMBANG DI KECAMATAN LEMBANG Eva Natalie Sitompul; Stanislaus Didi Katon Prakoso; Muhammad Imam Hutomo; Faitsal Adie Nugraha; Septian Glenn Alexander Godjang
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 6 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 6th, Tangerang 2
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sangat rentan terhadap bahaya gempa bumi karena keberadaan sistem patahan aktif di berbagai wilayah. Salah satu patahan aktif signifikan yang berpotensi menghasilkan gempa bumi berkekuatan besar adalah Sesar Lembang, yang membentang di wilayah Bandung utara dan sekitarnya. Kecamatan Lembang, sebagai daerah padat penduduk dan tujuan wisata utama, menghadapi risiko tinggi dampak seismik yang dipicu oleh pergerakan Sesar Lembang. Tantangan kritis dalam penanggulangan bencana di wilayah ini adalah belum adanya kerangka kerja yang mapan untuk memperkirakan kebutuhan dana logistik yang terukur untuk operasi evakuasi. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan dan mensimulasikan estimasi kebutuhan biaya bantuan selama periode tanggap darurat tujuh hari menggunakan AnyLogic. Metodologi penelitian meliputi tinjauan pustaka, survei lapangan yang dilakukan di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kecamatan Bandung Barat, dan pemodelan sistem berbasis pendekatan rantai pasok dan dinamika sistem. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kebutuhan biaya logistik dan evakuasi melebihi anggaran penanggulangan bencana yang dialokasikan secara rutin. Model yang dikembangkan berhasil merepresentasikan estimasi kebutuhan pendanaan yang lebih realistis. Temuan studi ini diharapkan dapat menjadi referensi berharga bagi pemerintah daerah dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana berbasis kecukupan pendanaan untuk Sesar Lembang. Kata kunci: Logistik kemanusiaan, Biaya logistik, Sesar Lembang, AnyLogic.
PENGUATAN EKONOMI BERBASIS UMKM DAN KEARIFAN LOKAL Marsellinus Bachtiar; Enny Widiawati; Mario Cordelos Bisay; Klarissa
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 6 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 6th, Tangerang 2
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis tingkat partisipasi masyarakat dan jejaring mitra dalam penguatan ekonomi berbasis kearifan lokal di Desa Ponggang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat terwujud melalui sumbangan dana, keterlibatan tenaga dalam gotong royong, berbagi keterampilan, dan kontribusi pemikiran dalam forum desa meskipun tidak seluruh warga terlibat secara merata. Tingkat partisipasi lebih kuat pada kelompok usia produktif dan komunitas yang aktif seperti PKK, koperasi, dan kelompok UMKM. Kearifan lokal berperan sebagai pedoman dalam pengelolaan lingkungan, pengaturan sistem pertanian, serta pembentukan identitas budaya yang menjadi dasar nilai ekonomi lokal. Jejaring mitra antara pemerintah desa, UMKM, koperasi, dan perguruan tinggi memberi penguatan melalui akses pelatihan, inovasi produk, dan pemasaran. Sinergi ini meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat dan membuka peluang pengembangan desa wisata berbasis budaya. Penelitian ini menawarkan rekomendasi strategis untuk penguatan partisipasi interaktif dan diversifikasi jaringan mitra menuju pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan Kata kunci: partisipasi masyarakat; jejaring mitra; kearifan lokal; ekonomi berbasis lokal; desa wisata.
Komparasi Kinerja Benang Baru dan Benang Rewinding pada Industri Tenun: Perspektif Kekuatan Benang, Efisiensi, dan Mutu Kain Galuh Yuli Astrini; Maulidina Khoirani; Yunus Nazar
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 6 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 6th, Tangerang 2
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri tekstil membutuhkan bahan baku benang dengan konsistensi mutu tinggi untuk menjaga stabilitas proses produksi dan kualitas kain. Salah satu isu yang muncul adalah penggunaan benang rewinding sebagai alternatif benang pakan, yang diduga efisiensi mesin dan mutu kain. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental dengan uji laboratorium (twist dan single strength), observasi angka putus benang pada mesin palet dan mesin tenun, serta evaluasi mutu kain berdasarkan grade. Data dianalisis menggunakan uji beda statistik (independent t-test dan Mann-Whitney) untuk mengidentifikasi perbedaan signifikan antara kedua jenis benang. Hasil pengujian menunjukkan benang pakan baru memenuhi seluruh standar kualitas, sedangkan benang rewinding mengalami kelebihan twist (24,74 TPI > standar 23,45 TPI) dan penurunan kekuatan tarik rata-rata sebesar 61 cN/tex. Pada mesin palet, benang rewinding mencatat 87 kali putus dibandingkan 75 kali pada benang baru; pada mesin tenun, putus pakan tercatat 16 kali pada benang rewinding dan 2 kali pada benang baru. Efisiensi rata-rata mesin lebih tinggi pada benang baru (82,46%) dibandingkan rewinding (77,64%). Mutu kain menunjukkan 97,51% grade tinggi pada benang baru, sementara benang rewinding hanya 36,43% dan lebih sering menyebabkan cacat pakan hilang. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan benang baru lebih unggul dalam menjaga efisiensi produksi dan kualitas kain, sementara benang rewinding berisiko meningkatkan kerugian produksi. Kata kunci: benang rewinding, efisiensi mesin, kekuatan benang, mutu kain
PENGARUH POLANDIA DAN UKRAINA DALAM TRANSFORMASI LOGISTIK KAWASAN CEE: TINJAUAN SISTEMATIS INFRASTRUKTUR DAN DIGITALISASI Dudi Hendra Fachrudin; Qonitatun Amaliyal Husna; Achmad Taufiq Raihan; Shelina Candini
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 6 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 6th, Tangerang 2
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi sistem logistik di kawasan Eropa Tengah dan Timur (Central and Eastern Europe/CEE) menunjukkan dinamika signifikan, terutama melalui peran strategis Polandia dan Ukraina. Kedua negara tersebut berperan penting dalam pengembangan infrastruktur logistik fisik, digitalisasi sistem logistik, serta peningkatan konektivitas dan ketahanan rantai pasok regional di tengah perubahan geopolitik dan ekonomi global. Posisi geografis yang menghubungkan Eropa Barat dan Eurasia menjadikan Polandia dan Ukraina sebagai simpul utama dalam jaringan transportasi regional, dengan karakter dan tantangan modernisasi yang berbeda, termasuk dalam menghadapi konflik serta gangguan rantai pasok internasional. Kajian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) untuk menyeleksi, mengidentifikasi dan menganalisis literatur ilmiah, laporan kebijakan, serta dokumen strategis terkait infrastruktur transportasi, digitalisasi logistik, dan integrasi rantai pasok di kawasan CEE. Hasil penelitian menunjukkan Polandia berhasil memantapkan diri sebagai pusat logistik regional melalui integrasi jaringan transportasi multimoda, pelabuhan darat (dry ports), dan penerapan sistem digital seperti e-freight serta smart logistics hubs. Sementara itu, Ukraina menampilkan kapasitas adaptif melalui pemanfaatan teknologi logistik digital, penguatan sistem transportasi darurat, dan kolaborasi internasional untuk menjaga keberlanjutan rantai pasok selama krisis. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dan praktis bagi pengembangan kebijakan logistik di negara berkembang, termasuk Indonesia, dalam memperkuat ekosistem logistik terintegrasi, tangguh, dan berbasis digital sejalan dengan visi National Logistics Ecosystem (NLE) dan agenda transformasi ekonomi nasional. Kata kunci: Logistik CEE, Polandia, Ukraina, Infrastruktur Logistik, Regionalisasi
PENGARUH INFORMATION SHARING, NETWORK MANAGEMENT DAN INVENTORY MANAGEMENT TERHADAP STRATEGIC PERFORMANCE PADA INDUSTRI FASHION UMKM Rini Andriyani
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 6 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 6th, Tangerang 2
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan berkembangnya UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) yang semakin kompetitif, industri fashion menjadi salah satu sektor prioritas pemerintah karena berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Pemerintah menargetkan Indonesia sebagai pusat modest fashion global dengan proyeksi pasar mencapai USD 375 miliar dan pertumbuhan rata-rata 6% per tahun. Pencapaian target ini memerlukan dukungan UMKM melalui penerapan rantai pasok yang efektif dan efisien agar kinerja perusahaan menjadi maksimal. Penelitian ini akan menguraikan beberapa konstruk yang mempengaruhi kinerja perusahaan di industri UMKM. Penelitian bertujuan untuk menguji pengaruh antar konstruk yaitu Information Sharing, Network Management, dan Inventory Management terhadap Strategic Performance serta memberikan rekomendasi hasil penelitian pada pelaku UMKM fashion guna meningkatkan kinerja perusahaan dari sisi keuangan dan pemasaran. Objek penelitian adalah 50 pelaku UMKM dengan melakukan teknik convenience sampling. Metode penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif dengan alat uji menggunakan SEM dengan software SmartPLS (Partial Least Square). Hasil penelitian dari pengembangan hipotesis menunjukkan bahwa Information Sharing berpengaruh signifikan terhadap Operational Performance dengan P Value 0,001, Network Management tidak berpengaruh signifikan terhadap Operational Performance dengan P Value 0,477, Inventory Management berpengaruh signifikan terhadap Operational Performance dengan P Value 0,040. Selanjutnya, Operational Performance berpengaruh signifikan terhadap Strategic Performance dengan P Value 0,001. Nilai R-Square Operational Performance menunjukkan pengaruh sedang yaitu 0,467, sedangkan nilai R-Square Strategic Performance menunjukan pengaruh lemah yaitu 0,202. Temuan ini menegaskan bahwa praktik Information Sharing dan Inventory Management merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kinerja operasional UMKM fashion, yang pada akhirnya dapat mendukung pencapaian kinerja strategis dan memperkuat daya saing di pasar fashion global. Kata kunci: Information Sharing, Network Management, Inventory Management, Operational Performance, Strategic Performance
FAKTOR-FAKTOR KUNCI KEBERHASILAN RANTAI PASOK PADA IKM MAKANAN TRADISIONAL: PENDEKATAN NATURAL RESOURCES BASED VIEW Aryo Sahid Sujiwo; Lukman Achmad
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 6 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 6th, Tangerang 2
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

IKM makanan tradisonal mempunyai peran yang sangat penting bagi perekonomian negara karena memilikim potensi tinggi untuk menciptakan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, mendorong stabilitas sosial, serta mendukung transisi menuju masa depan yang berkelanjutan. Namun demikian, literatur telah menyoroti munculnya berbagai faktor yang mengancam keberlanjutan IKM termasuk keterkaitan sektor ini dengan permasalahan-permasalahan lingkungan. Kondisi semacam ini telah memunculkan tantangan untuk mendukung transisi hijau pada IKM ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan dalam literatur dengan membangun model visual yang memperlihatkan peta jalan untuk mengembangkan rantai pasok berbasis NRBV pada IKM makanan tradisional. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan campuran kualitatif dan kuantitatif untuk mengumpulkan data. Perusahaan tersurvei adalah 12 perusahaan pengolah Wajit yang berlokasi di Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini melibatkan 12 orang responden pakar dan 64 konsumen sebagai sumber data. Metode analisis yang digunakan adalah metode Delphi, MICMAC, ISM, dan DEMATEL. Hasil penelitian mengindikasikan adanya 14 elemen yang relevan dengan rantai pasok berbasis NRBV. Elemen-elemen ini dapat disusun dalam struktur hirarki yang terdiri dari lima level. Elemen-elemen ini juga dapat dipilah menjadi tiga kategori: dependen (empat elemen), linkage (lima elemen), dan independen (lima elemen). Hasil penelitian membawa implikasi akan pentingnya komitmen manajemen hijau, dukungan pemerintah untuk transformasi hijau pada IKM, pemilihan pemasok hijau, kapabilitas inovasi hijau, dan SDM hijau dalam mengembangkan rantai pasok berbasis NRBV. IKM yang mengikuti hasil penelitian ini akan mendapatkan manfaat dalam menyusun kebijakan dan rencana strategis untuk memperoleh keunggulan kompetitif yang berkelanjutan melalui pengembangan rantai pasok berbasis NRBV. (Kata kunci: Rantai pasok berbasis NRBV, IKM makanan tradisional, ISM, DEMATEL).